Indeks Berita
CLOSE ADS
CLOSE ADS

Mei 03, 2026 , , ,

Jurnalpelita - Indramayu – Dalam rangka siaga antisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), Kodim 0616/Indramayu bersama Polres Indramayu melaksanakan patroli gabungan di wilayah Kabupaten Indramayu.

Kegiatan patroli tersebut dipimpin langsung oleh Dandim 0616/Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo, S.E., M.Han., dengan melibatkan 20 personel Kodim 0616/Indramayu serta 20 personel Samapta Polres Indramayu yang dipimpin oleh IPDA Antoni.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pasiops Kodim 0616/Indramayu Kapten Inf Suprayitno, Danramil 1601/Indramayu Kapten Kav Daniel Ronge, Danramil 1602/Sindang Kapten Arm Suhermanto, Pasi Pers Kodim 0616/Indramayu Kapten Arh Dadan, serta Danunit Kodim 0616/Indramayu Letda Arh Krisna.

Adapun rute patroli meliputi Makodim 0616/Indramayu di Jl. Gatot Subroto No. 1 Desa Sindang, Kecamatan Sindang, Pertamina Balongan di Jl. Raya Balongan Majakerta Km 9, serta Jl. Ir. H. Juanda Desa Singaraja, Kabupaten Indramayu.

Kegiatan ini merupakan langkah preventif dalam mengantisipasi potensi gangguan Kamtibmas serta meminimalkan dampak yang mungkin timbul pada momentum peringatan May Day.

Dandim 0616/Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo, S.E., M.Han., menyampaikan bahwa patroli gabungan ini merupakan bentuk nyata sinergitas TNI–Polri dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.

"Kami bersama Polres Indramayu melaksanakan patroli sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan Kamtibmas menjelang May Day. Kami berkomitmen untuk memastikan wilayah Indramayu tetap aman, tertib, dan kondusif sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman," ujarnya.

Dengan adanya patroli gabungan ini, diharapkan situasi keamanan di wilayah Kabupaten Indramayu tetap terjaga serta memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Pendim



Jurnalpelita - – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Indramayu kini memasuki tahap krusial dalam mempersiapkan kontingen menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 yang dijadwalkan berlangsung 7 hingga 20 November 2026 dengan Kota Bekasi, Kota Bogor, dan Kota Depok sebagai tuan rumah bersama.  

Sebanyak 34 cabang olahraga (cabor) dipastikan lolos Babak Kualifikasi (BK) dan siap mengibarkan bendera Indramayu di ajang bergengsi tingkat provinsi tersebut.

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Indramayu, Herman Indra Susanto kepada wartawan menegaskan bahwa di tahap awal usai dirinya dilantik tengah melakukan sinkronisasi data atlet melalui portal pendaftaran terbaru. Seluruh pengurus cabor akan dipanggil untuk memastikan keakuratan data sebelum keberangkatan ke Porprov. 

Selain itu, kata Herman, tes kemampuan fisik akan segera digelar sebagai tolok ukur kebugaran atlet. Ia menekankan bahwa setiap cabang olahraga memiliki standar fisik berbeda, sehingga tes akan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing.

 “Kami sudah memiliki benchmark, tes ini penting untuk memastikan kesiapan atlet sebelum bertanding,” ujar Herman, Jumat 1 Mei 2026.

Dalam kesempatan itu Herman juga menuturkan bahwa KONI Indramayu menetapkan target 17 medali emas, meningkat satu medali dari capaian Porprov sebelumnya. Target ini dianggap realistis setelah melalui diskusi dengan pengurus cabor. 

Beberapa cabang unggulan yang diharapkan menyumbang emas antara lain voli pantai,  pencak silat, renang, perbakin, terjun payung, kempo, tarung derajat, taekwondo, dan basket.

“Target ini bukan sekadar angka, melainkan hasil analisis potensi dari cabor unggulan yang selama ini konsisten berprestasi,” jelas Herman.

Dikatakannya juga, persoalan anggaran menjadi tantangan tersendiri. KONI Indramayu telah mengusulkan dana sebesar Rp4 miliar untuk kebutuhan dasar atlet, mulai dari makan, penginapan, hingga persiapan teknis. Selain itu, insentif bulanan sebesar Rp200 ribu bagi atlet lolos Porprov juga diusulkan sejak Januari hingga Oktober 2026.

Tambahan dana pembinaan sekitar Rp1 miliar akan direalisasikan pada Mei, dengan pembagian berdasarkan target medali tiap cabor. Skema ini diharapkan menjadi bentuk apresiasi terhadap potensi prestasi. 

“Semakin besar peluang medali, semakin besar pula dukungan pembinaan,” tambah Herman.

Sebagai motivasi tambahan, "ujar Herman, KONI Indramayu mengusulkan kenaikan bonus bagi atlet peraih medali emas. Jika sebelumnya bonus berada di kisaran Rp50 juta, kini diusulkan naik menjadi Rp75 juta untuk emas perorangan. Formulasi final masih menunggu persetujuan, namun langkah ini diyakini akan meningkatkan semangat juang atlet.

Dengan persiapan matang, dukungan anggaran, serta target yang realistis, KONI Indramayu optimistis mampu meningkatkan prestasi di Porprov Jawa Barat 2026 yang akan digelar di Bogor, Depok, dan Bekasi.

“Indramayu siap bersaing, bukan hanya berpartisipasi. Kami ingin menunjukkan bahwa atlet-atlet daerah mampu berprestasi dan mengharumkan nama kabupaten di tingkat provinsi,” pungkas Herman.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi



Jurnalpelita - ‎Kegiatan seleksi atlet pencak silat dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (POPKAB) Indramayu resmi digelar selama tiga hari 1-3 mei 2026 di Gor Dharma Ayu sebagai upaya menjaring bibit-bibit atlet berbakat sejak usia dini.
‎Ketua Pelaksana, Wahyu, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan atlet yang dilakukan secara berjenjang oleh IPSI Indramayu. Dalam pelaksanaannya, terdapat tiga kategori yang dipertandingkan, yakni usia dini, pra-remaja, dan remaja.
‎“Hari ini kita melaksanakan kegiatan seleksi dengan mempertandingkan tiga kategori, yaitu usia dini, pra-remaja, dan remaja,” ujar Wahyu.
‎Ia menyebutkan, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini mencapai 345 atlet dari 13 perguruan pencak silat yang ada di Kabupaten Indramayu. Para peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP hingga SMA.
‎Menurutnya, ajang ini bertujuan untuk menggali potensi atlet muda agar ke depan Indramayu memiliki persiapan yang lebih matang dalam menghadapi kejuaraan di tingkat yang lebih tinggi. “Kita ingin menemukan atlet-atlet berbakat sejak dini. Para juara nantinya akan dipersiapkan untuk mewakili Indramayu ke ajang yang lebih tinggi,” jelasnya.
‎Wahyu menambahkan, kegiatan POPKAB ini rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari upaya pembinaan berkelanjutan. Ke depan, pihaknya berharap IPSI Indramayu dapat memiliki database atlet yang terstruktur, mulai dari usia dini hingga dewasa.
‎“Harapan kami, IPSI Indramayu memiliki data atlet yang lengkap dan berkelanjutan, sehingga pembinaan bisa lebih maksimal,” tambahnya.
‎Sementara itu, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Indramayu turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
‎Ketua Umum KONI Kabupaten Indramayu, Yogi Kurniawan, melalui Wakil Ketua Umum KONI, H. Maman Kostaman, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah positif dalam pembinaan atlet pelajar.
‎“Kami dari KONI Indramayu memberikan apresiasi kepada IPSI yang telah menyelenggarakan pekan olahraga pelajar cabang pencak silat. Pesertanya juga cukup banyak dari berbagai tingkatan pelajar,” ujarnya.
‎Ia juga menyoroti kemandirian panitia dalam menyelenggarakan kegiatan tanpa bergantung pada anggaran pemerintah. Menurutnya, hal ini menjadi contoh baik bagi cabang olahraga lain di tengah kondisi efisiensi anggaran.
‎“Kami mengapresiasi penyelenggaraannya, termasuk kemandirian dalam melaksanakan event tanpa bantuan dari pemerintah daerah, KONI, maupun dinas terkait,” katanya.
‎Lebih lanjut, Maman menjelaskan bahwa pembinaan olahraga tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan harus melalui tahapan berjenjang sejak usia dini hingga tingkat pelajar.
‎“Pembinaan olahraga itu dimulai dari SD, SMP, hingga SMA. Dari sana nanti akan masuk ke level yang lebih tinggi, baik tingkat provinsi maupun nasional,” jelasnya.
‎Ia menambahkan, ajang seperti POPKAB atau POPDA menjadi bagian penting dalam proses pembibitan atlet yang nantinya akan berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi.
‎KONI Indramayu sendiri menargetkan prestasi untuk cabang olahraga pencak silat pada ajang Porprov mendatang yang akan digelar pada November di Bogor, Depok, dan Bekasi.
‎“Untuk pencak silat, kami menargetkan satu medali emas dan satu perak. Melalui kegiatan ini diharapkan lahir atlet-atlet potensial yang dapat memperkuat tim Indramayu,” ungkapnya.
‎Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan pembinaan atlet pencak silat di Kabupaten Indramayu dapat terus berkembang dan melahirkan generasi atlet berprestasi di masa mendatang.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi



Jurnalpelita - Sidang lanjutan kasus pembunuhan satu keluarga di Kelurahan Paoman Kabupaten Indramayu kembali digelar di Pengadilan Negeri Indramayu. Rabu, 29/4/2026.

Pada sidang kali ini JPU menghadirkan beberapa saksi termasuk diantaranya Shella yang merupakan mantan istri Ririn (terdakwa). Namun ada hal yang berbeda ketika giliran Shella hendak memberikan kesaksian di hadapan majelis hakim. Sebab Yudhi Guntara Eka Putra selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) sempat meminta kepada Majelis Hakim agar Terdakwa Ririn tidak berada di ruang sidang saat Shella memberikan kesaksian dengan alasan takut tertekan. 

Yudhi berdalih bahwa Shela merasa tertekan dan merasa ketakutan sehingga tidak bisa menyampaikan keterangan secara jelas dan lengkap.

Menanggapi hal itu Toni RM selaku kuasa hukum Ririn mencoba untuk menjelaskan kepada Majelis Hakim bahwa terdakwa Ririn ingin mengetahui tentang keterangan dari saksi Shella secara langsung yang merupakan mantan istrinya. Menurut Toni Saksi Shella adalah mantan istri, bukan korban sehingga tidak masuk akal jika alasan saksi takut tertekan memberikan keterangan disaksikan Ririn. 

“Apalagi saya sudah tanya kepada saksi Shella, dia jawab tidak masalah bersaksi ada Ririn di ruang sidang,” kata Toni kepada Majelis Hakim. 

“Terdakwa berhak menyaksikan langsung saksi memberikan keterangan dan berhak untuk bertanya kepada saksi. Jangan sampai hak terdakwa terabaikan," tegasnya.

Setelah Majelis Hakim mempertimbangkan kedua pihak akhirnya memutuskan saksi Shella dipanggil dan ditanyakan kepada saksi Shella dan saksi Shella menjawab tidak masalah untuk bersaksi meski ada Ririn. Akhirnya Shella bersaksi.

Dalam hal ini Toni menegaskan bahwa kesaksian Shela yang paling penting bagi Terdakwa adalah, Shella menerangkan saat mayat korban Budi Awaludin ditemukan pada tanggal 1 September 2025 dan ramai di media sosial, kemudian Ririn telepon Shela untuk menanyakan benar tidaknya bahwa Budi meninggal dunia. Kemudian saat Evan diamankan oleh Polisi dan ramai di media sosial, Ririn juga telepin Shella benar tidak pelakunya Evan. 

Toni pun menanggapi kesaksian Shella bahwa, ketika Ririn menanyakan benar tidak Budi meninggal dan menanyakan benar tidak pelakunya Evan, Toni memastikan hal itu berarti Ririn tidak mengetahui pembunuhan dan tidak tahu pelakunya siapa.  

“Kalau Ririn pelakunya ngapain tanya istrinya saat itu soal benar tidak Budi meninggal, berarti kan Ririn tidak tahu,” ujar Toni.


Pena  
 By.
Aji AP
Editor
By.
Aji Ap
Foto/Video
By.
Aji AP


Jurnalpelita - Sejumlah keluarga warga binaan pemasyarakatan (WBP) memberikan penilaian positif terhadap layanan kunjungan di Lapas Kelas IIB Indramayu. Hal ini terungkap dari hasil wawancara dengan tiga orang pengunjung yang dilakukan pada Kamis (30/04/2026).

Lisna Widiana, warga Juntinyuat, mengaku telah hampir satu tahun rutin mengunjungi ibunya yang berada di dalam Lapas. Dalam sebulan, ia bisa datang satu hingga dua kali setiap pekan. Menurutnya, pelayanan yang diberikan petugas selama ini dinilai baik dan responsif.

“Alhamdulillah selama ini baik, bagus semua. Kalau ada kondisi ibu saya apa pun, langsung direspons cepat oleh petugas. Bahkan waktu ibu sempat sakit, saya langsung dihubungi,” ujar Lisna.

Ia juga menambahkan bahwa proses pendaftaran kunjungan berjalan lancar tanpa dipersulit. Selain itu, fasilitas yang tersedia dinilai cukup nyaman, termasuk adanya area bermain anak yang membuat keluarga merasa lebih betah saat berkunjung.

Hal senada disampaikan Lely, pengunjung asal Patrol yang telah lebih dari satu tahun rutin menjenguk suaminya. Ia mengaku hampir setiap bulan datang, dengan frekuensi satu hingga dua kali kunjungan.

“Layanannya sangat baik, petugasnya ramah-ramah. Fasilitas di dalam juga bagus dan nyaman,” kata Lely.

Sementara itu, April, pengunjung asal Singaraja, meski baru tiga kali melakukan kunjungan, turut memberikan kesan positif terhadap layanan yang diberikan. 

“Petugasnya ramah, baik, sopan. Tempatnya juga bersih dan nyaman. Semua berjalan sesuai prosedur, dan petugas selalu mengingatkan waktu kunjungan,” ungkap April.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya keluarga warga binaan.

“Kami berkomitmen untuk selalu memberikan layanan terbaik bagi masyarakat, khususnya para pengunjung dan keluarga warga binaan. Evaluasi dan peningkatan layanan akan terus kami lakukan agar pelayanan di Lapas Indramayu semakin baik dari waktu ke waktu,” ucap Berthoni.

Dari keterangan para narasumber tersebut, layanan kunjungan di Lapas Indramayu dinilai tidak hanya mengedepankan kenyamanan, tetapi juga respons cepat terhadap kebutuhan warga binaan dan keluarganya. Hal ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan publik di lingkungan pemasyarakatan.




Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi


Jurnalpelita - Kasus pencabulan yang dialami oleh Siswa di Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu memasuki babak baru, peristiwa asusila yang menelan belasan korban yang masih di bawah umur tersebut kini sudah memasuki tahap pemanggilan para saksi dari korban di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Indramayu. Kamis, 30/4/2026.

Saat ditemui di ruang Reskrim Polres Indramayu Yusuf Agung Purnama selaku kuasa hukum korban dan didampingi oleh Muhammad Ainun Najib Surahman mengatakan berdasarkan SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan) yang sudah diterima, pihak PPA Polres Indramayu telah memanggil saksi korban sebanyak 13 yang diperiksa secara keseluruhan.

"Jadi hari ini kita menghadirkan saksi korban kurang lebih ada 13. Semuanya dari SMP Pemda Anjatan." Jelasnya.

Ia menambahkan bahwa Korban kebanyakan laki-laki dan tiga orang perempuan yang dilakukan oleh pelaku. Sehingga Totalnya ada 22 yang sudah diterima datanya. "Mungkin juga masih bisa bertambah ya,  Masih dalam pengembangan," Katanya.

Yusuf menyebut, bahwa pihaknya sudah melakukan upaya untuk layangkan aduan ke Kementerian PPPA (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) dan ke KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) dan LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban).

"Laporan sudah diterima dengan baik di sana, dan support penuh terkait perkara ini. Mudah-mudahan pelaku segera ditangkap." Harapnya.

Sementara Untuk keberadaan pelaku kata dia, per tanggal 26/4 kemarin pihaknya sudah mendapat informasi bahwa pelaku telah dibawa kabur oleh seseorang dengan menggunakan mobil Agya berwarna putih.

"Platnya juga sudah ada dan kita sudah laporkan juga oknum yang membawa kabur tersebut," pungkasnya. 


Pena  
 By.
Aji AP
Editor
By.
Aji AP
Foto/Video
By.
Aji AP


Jurnalpelita - Indramayu,  – Kasus dugaan penyalahgunaan Tunjangan Perumahan (TuPer) bagi anggota DPRD Kabupaten Indramayu kembali mencuat ke permukaan. Sorotan publik semakin tajam setelah aksi unjuk rasa yang digelar oleh Organisasi Persatuan Pemuda Peduli Indonesia (PPPI) di depan Gedung Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Bandung, pada Rabu 24 April 2026.

Dalam aksi tersebut, massa demonstran membawa sejumlah poster dan spanduk yang menampilkan foto salah satu anggota DPRD Indramayu, Muhaemin. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat: mengapa hanya Muhaemin yang ditampilkan, padahal ia bukan satu-satunya penerima manfaat TuPer? Berdasarkan data, terdapat 50 anggota DPRD Indramayu yang menerima fasilitas tersebut.

Dalam orasi, Muhaemin dituding sebagai inisiator program TuPer yang kini dipersoalkan. Namun, sejumlah pihak menilai tuduhan tersebut tidak memiliki dasar kuat. Faktanya, Muhaemin hanyalah salah satu dari puluhan anggota DPRD yang menerima manfaat, bukan penggagas kebijakan.

Sejumlah pengamat menilai framing tunggal terhadap Muhaemin berpotensi menyesatkan publik. “Jika memang ada dugaan penyalahgunaan, seharusnya seluruh penerima manfaat diperiksa secara menyeluruh, bukan hanya satu orang yang dijadikan simbol,” ujar seorang mantan birokrasi yang enggan menyebut namanya, Rabu 29 April 2026.

Program Tunjangan Perumahan DPRD Indramayu sebelumnya telah menjadi sorotan sejak beberapa tahun lalu. Dugaan adanya ketidaksesuaian antara dasar hukum pemberian tunjangan dan praktik di lapangan membuat aparat penegak hukum diminta turun tangan.

Kejaksaan Tinggi Jawa Barat sendiri telah menerima laporan masyarakat terkait dugaan kerugian negara dari program ini. Namun hingga kini, proses penyelidikan masih berjalan dan belum ada penetapan tersangka

Aksi PPPI di Bandung memperlihatkan bagaimana isu TuPer menjadi bahan bakar ketidakpuasan publik terhadap kinerja DPRD. Namun, fokus tunggal pada Muhaemin menimbulkan spekulasi adanya motif politik atau kepentingan tertentu di balik aksi tersebut.

“Ini bisa jadi bentuk politisasi kasus. Padahal, jika bicara penerima manfaat, jumlahnya mencapai 50 orang. Kenapa hanya satu nama yang dipajang? Itu menimbulkan tanda tanya besar,” kata seorang aktivis masyarakat sipil Indramayu.

Kasus TuPer DPRD Indramayu kini kembali menjadi sorotan publik. Kejelasan mengenai siapa yang bertanggung jawab masih menunggu hasil penyelidikan aparat hukum. Namun, aksi demonstrasi yang menyorot satu nama saja justru menimbulkan polemik baru: apakah ini murni tuntutan keadilan, atau ada agenda lain yang sedang dimainkan. 

Wakil Ketua DPRD Indramayu dari Fraksi PKB, H. Amroni, S.iP, menegaskan bahwa dugaan kasus TuPer sudah menjadi ranah Aparat Penegak Hukum (APH). Ia menyatakan pihaknya menghormati sepenuhnya proses hukum yang berlaku.

Disinggung soal nama Muhaemin yang difitnah dalam aksi unjuk rasa di Kejati, Amroni mengaku tidak memahami mengapa persoalan ini dibawa ke ranah personal. “Saya tidak paham, dan yang demo pun siapa saya nggak tahu,” ujarnya.

Amroni juga menjelaskan bahwa dugaan TuPer sejatinya sudah clear dan tidak ada temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Menurutnya, semua proses hukum berjalan terbuka tanpa ada yang ditutup-tutupi.

Ia juga menegaskan bahwa program tuper telah berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Ia menekankan bahwa dasar hukum program tersebut jelas, karena sudah tertuang dalam Peraturan Bupati.

Terkait pembelaan terhadap Muhaemin, Amroni menyebut akan ada rapat pimpinan DPRD dengan tujuan meluruskan persepsi publik. “Semua anggota dewan itu adalah penerima manfaat, dan itu pun berdasarkan Peraturan Bupati yang dituangkan secara resmi,” tegasnya.

Hal senada disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Indramayu, H. Sirojudin, S.P., M.Si, yang membenarkan pernyataan Amroni. Ia menegaskan bahwa statemen tersebut merupakan representasi dari unsur pimpinan DPRD Indramayu.

Dengan demikian, DPRD Kabupaten Indramayu menegaskan komitmennya untuk menjalankan program sesuai aturan yang berlaku, serta memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap kebijakan.

Terpisah Anggota DPRD Indramayu H Muhaemin sendiri merasa dirugikan atas tudingan yang beredar. Ia menilai bahwa aksi demonstrasi yang menyebut namanya tanpa bukti jelas dapat mencoreng reputasi pribadi maupun lembaga DPRD. 

“Saya tidak pernah menjadi inisiator dalam dugaan kasus yang dituduhkan. Semua keputusan di DPRD adalah kolektif, bukan perorangan. Saya berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum tentu benar. Saya hanya anggota, bukan pimpinan DPRD, jadi sangat janggal ketika saya dituding sebagai inisiator yang kapasitasnya bukan seorang pimpinan,” ungkapnya melalui pernyataan singkat. 


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet

Jurnalpelita - Sidang lanjutan perkara pembunuhan satu keluarga di Kelurahan Paoman, Kecamatan/Kabupaten Indramayu diwarnai ketegangan yang alami oleh Ririn Rifanto terdakwa yang disidangkan di Pengadilan Negeri Indramayu. Rabu, 29/4/2026.

Usai mengikuti sidang, Ririn meluapkan kemarahannya di hadapan publik, ia berusaha menyampaikan suaranya kepada para wartawan yang hadir.

Dalam meluapkan kemarahan itu Ririn berteriak dan mengaku bahwa dirinya bukan pelaku pembunuhan satu keluarga di Paoman, ia pun menyebut 4 nama orang lain yang diyakini pelaku sebenranya yaitu Aman Yani, Joko, Yoga dan Hadi.

Toni RM selaku kuasa hukum Ririn mengungkapkan, bahwa marahnya Ririn karena sikap jaksa yang dinilai ketakutan dan tidak mau menghadirkan Prio sebagai saksi.

"Padahal di dalam berkas perkara, Prio Bagus Setiawan itu sebagai saksi untuk Ririn. Itu yang kami tunggu-tunggu karena Priolah yang tahu pembunuhan," Ujarnya.

Sebab kata Toni, Prio yang menyaksikan pembunuhan, dan Prio juga mengaku ikut menguburkan karena disuruh oleh Aman yani. Dan Priolah yang menyebutkan nanti bahwa Ririn tidak terlibat karena saat terjadi pembunuhan, Ririn keluar sama Joko.

"Lalu siapa pembunuhnya? Pembunuhnya adalah Hadi, Yoga, otak pelakunya Aman yani, dan yang menguburkan itu Joko bersama Prio," Tuturnya.

Dalam hal ini, Toni sedang menanti keterangan Prio yang akan dihadirkan sebagai saksi, namun sikap jaksa dinilai ketakutan sehingga tidak mau menghadirkan saksi Prio, padahal di berkas perkara Ririn, Prio itu sebagai saksi.

Toni berharap agar tidak memaksakan orang yang tidak bersalah menjadi bersalah. Ia pun megaslan bahwa Seharusnya ungkap kebenaran. Toni meyakini kalau Prio dihadirkan, akan terbongkar bahwa Ririn tidak terlibat, bahwa Prio juga bukan pelaku pembunuhannya tetapi hanya menguburkan saja disuruh Aman Yani.

"Itu yang akhirnya tadi Ririn selalu menyampaikan kepada Majelis Hakim di akhir-akhir sidang itu bahwa "Amanyani, Amanyani", kan seperti itu. Itu," Pungkasnya.


Pena  
 By.
Aji AP
Editor
By.
Aji AP
Foto/Video
By.
Aji AP


Jurnalpelita - Indramayu- Lapas Indramayu laksanakan evaluasi kinerja penyelenggaraan pelayanan publik kepada masyarakat, Rabu (29/4). Kegiatan evaluasi ini dipimpin oleh Kalapas Indramayu dan diikuti oleh jajaran petugas Lapas;

‎Evaluasi ini dilaksanakan untuk mengukur capaian dan pelaksanaan pelayanan publik yang diberikan Lapas Indramayu sepanjang Tahun 2026. Selain itu, kegiatan ini merupakan wujud komitmen Lapas Indramayu untuk selalu memberikan dan meningkatkan layanan yang diberikan seperti layanan kunjungan, layanan kesehatan dan lainnya, baik kepada warga binaan maupun masyarakat.
‎Dalam kesempatan ini, Kalapas menyampaikan pentingnya memberikan pelayanan yang prima dan profesional kepada masyatakat. Selain itu, ia menambahkan bahwa pelayanan yang diberikan harus mengacu pada SOP dan ketentuan lain yang berlaku.
‎"Kegiatan evaluasi ini kami laksanakan sebagai bentuk komitmen Lapas Indramayu untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sebagai aparat negara, sudah seharusnya kita melaksanakan tugas dengan berpedoman pada ketentuan yang berlaku, pada SOP yang berlaku. Memberikan pelayanan dengan sepenuh hati dan profesional,” ujar Berthoni. jelasnya.
‎Ia menambahkan, seluruh petugas diharapkan dapat menjadikan hasil evaluasi ini sebagai bahan perbaikan dan motivasi untuk bekerja lebih profesional serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
‎Dengan adanya kegiatan ini, Lapas Indramayu menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pelayanan publik yang prima, serta mendukung terciptanya sistem pemasyarakatan yang lebih baik dan humanis.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi



Jurnalpelita - Sidang lanjutan kasus pembunuhan satu keluarga di Paoman, Indramayu yang digelar di Pengadilan Negeri Indramayu tanggal 29 April 2025 menghadirkan 3 saksi yakni Teti Setiawati (Ibu kandung korban, Eis Dwita), Roki Gemilang (Kakak kandung Eis Dwita), Bobi Budiman (Adik kandung Eis Dwita)

Dalam proses persidangan, Berdasarkan keterangan ketiga saksi dari keluarga korban, terdapat dua fakta baru yang muncul dalam persidangan yaitu Bantahan Terhadap Motif Rental Mobil.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Toni RM selaku kuasa hukum Ririn dan Prio menuturkan bahwa sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Ririn Ripanto melakukan pembunuhan karena dendam terkait biaya rental mobil sebesar Rp750.000 yang tidak dibayarkan oleh korban (Budi).

"Namun, saksi Bobi Budiman menyatakan bahwa Budi tidak pernah memiliki usaha rental mobil. Hal ini membantah motif utama yang diajukan oleh jaksa." Katanya saat usai mengikuti Sidang.

Toni menambahkan, sebelum kejadian Korban menerima tamu, ia mengungkapkan adanya komunikasi telepon antara Eis Dwita dan ibunya (Teti) pada malam Kamis, 28 Agustus 2025, sekitar pukul 24.00 WIB.

"Dalam telepon tersebut, Eis melaporkan adanya tamu Budi bernama Yoga bersama tiga orang temannya," Paparnya.

Toni menyebut, Meski Teti sempat membantah isi percakapan tersebut di persidangan, namun saksi Roki Gemilang membenarkan bahwa ibunya memang menerima telepon dari Eis pada malam hari, bukan sore hari seperti yang diklaim sebelumnya.

"Kondisi Budi saat itu digambarkan gelisah, sering keluar-masuk kamar karena kehadiran tamu-tamu tersebut," Paparnya.

Sebagaimana diketahui bahwa Berdasarkan keterangan saksi Prio, pelaku sebenarnya diduga adalah Aman Yani, Hadi, Yoga dan Joko.

Menurut Toni, Prio mengaku hanya melihat kejadian tersebut dan diperintahkan oleh Joko untuk membantu menguburkan korban.

"Saya berencana mengajukan bukti rekaman video saat berkomunikasi dengan Teti Setiawati untuk memperkuat fakta adanya tamu sebelum pembunuhan terjadi," Pungkasnya.


Pena  
 By.
Aji AP
Editor
By.
Aji AP
Foto/Video
By.
Aji AP


Jurnalpelita - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu melaksanakan kegiatan vaksinasi flu burung terhadap 186 Ekor ayam petelur di lingkungan lapas, Selasa (28/4/2026). 

Kegiatan ini berlangsung di kandang ternak ayam petelur Lapas Indramayu sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan ternak sekaligus mendukung program kemandirian pangan.

Vaksinasi dilakukan bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Indramayu. Sebanyak tiga orang tim vaksinator dari Pusat Kesehatan Hewan diterjunkan dalam kegiatan ini, yakni drh. Titin, drh. Reno, dan Sihwaluyo. 

Mereka melakukan penyuntikan vaksin flu burung kepada 186 ekor ayam petelur guna meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit yang dapat mengganggu produktivitas.

Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Lapas dalam mendukung program pemerintah, khususnya terkait ketahanan dan kemandirian pangan.

“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya menjaga kesehatan ternak, tetapi juga mendukung visi misi Asta Cita Presiden serta 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan kemandirian pangan,” kata Berthoni.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian penting dalam program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Dengan terlibat langsung dalam pengelolaan peternakan, warga binaan diharapkan memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.

“Kami ingin warga binaan mendapatkan bekal keterampilan yang nyata. Peternakan ayam petelur ini menjadi sarana pembelajaran yang produktif, sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial,” tambahnya.

Lebih lanjut, Berthoni menegaskan bahwa sinergi antara Lapas Indramayu dengan pemerintah daerah akan terus diperkuat guna mendukung berbagai program pembinaan yang berdampak langsung bagi warga binaan dan masyarakat sekitar.

Melalui kegiatan vaksinasi ini, Lapas Indramayu berharap kesehatan ternak tetap terjaga, produktivitas meningkat, serta program pembinaan kemandirian dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi



Jurnalpelita - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu menggelar kegiatan tasyakuran dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, Senin (27/4/2026). Kegiatan berlangsung di Aula Lapas Indramayu dan diikuti secara daring melalui Zoom Meeting bersama jajaran Pemasyarakatan secara nasional.
 
Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah mitra kerja dan stakeholder yang selama ini berkontribusi dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Pemasyarakatan di wilayah Indramayu diantaranya yaitu, KBO Intel Polres Indramayu, BA Kodim 0616 Indramayu, Kepala  Sekertariat Warcab Indramayu, Kepala Pusekesmas Margadadi, Penyuluh Kemenag, Kepala Puskesmas Plumbon, Mitra CSR Pertamina, UMKM Indramayu, Dharmanita Lapas Indramayu, Purnabakti Lapas Indramayu.

Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, dalam keterangannya menyampaikan bahwa peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi serta meningkatkan kualitas pelayanan Pemasyarakatan.

“Tasyakuran ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi refleksi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat. Sinergi dengan stakeholder sangat penting dalam mendukung pelaksanaan tugas Pemasyarakatan yang lebih optimal,” ujar Berthoni.

Dalam Sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto menegaskan amanah penting kepada seluruh jajaran pemasyarakatan dalam HBP ke-62. Ia menekankan pemberantasan narkoba tanpa toleransi di Lapas dan Rutan, termasuk penindakan tegas terhadap oknum petugas yang terlibat.
Selain itu, momentum ini dimanfaatkan untuk refleksi kinerja, penguatan komitmen integritas, dan peningkatan profesionalisme di semua lini. Dengan tema “Pemasyarakatan Kerja Nyata, Pelayanan Prima”, seluruh jajaran diharapkan memberikan pelayanan yang manusiawi, berkeadilan, dan berdampak bagi masyarakat.

Sebagai bentuk apresiasi, dalam kegiatan tersebut diberikan penghargaan kepada 3 pegawai Lapas Indramayu yang berprestasi dalam upaya penggagalan penyelundupan narkoba ke dalam lapas. Salah satu di antaranya menerima penghargaan kategori “Petugas Berjasa” dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, yang diserahkan secara virtual dan dipusatkan di Lapas Kelas I Sukamiskin.

Sebagai representasi dari tema "Kerja Nyata" Acara kemudian dilanjutkan dengan Pemberian Bantuan Sosial Berupa Gerobak kepada keluarga warga binaan sebagai bentuk Nyata bahwa pemasyarakatan pasti bermanfaat untuk Masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat menjadi stimulan ekonomi bagi keluarga warga binaan untuk memulai kemandirian di tengah masyarakat.

Berthoni berharap, melalui peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ini, seluruh jajaran semakin solid dan terus berkomitmen dalam memberikan pembinaan terbaik bagi warga binaan serta pelayanan prima kepada masyarakat.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi


Jurnalpelita - Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kabupaten Indramayu sukses menggelar kegiatan konvoi motoran bertajuk “Nostalgia Pergerakan” dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) PMII ke-66, Minggu (26/4/2026). Kegiatan ini berlangsung meriah dengan diikuti ratusan peserta yang terdiri dari alumni dan kader PMII dari berbagai angkatan.

‎Konvoi motoran menjadi ajang silaturahmi sekaligus refleksi perjalanan panjang PMII dalam mengawal dinamika sosial dan kebangsaan. Ratusan motor tampak mengiringi perjalanan yang dimulai dari Kampus Universitas Wiralodra (Unwir) Indramayu, melintasi Gedung DPRD Indramayu, Pendopo Indramayu, hingga berakhir di Tugu Perjuangan sebagai titik kumpul utama.

‎Sepanjang rute, suasana penuh semangat kebersamaan begitu terasa. Para peserta mengenakan atribut khas PMII, membawa bendera organisasi, serta menyuarakan semangat pergerakan yang menjadi identitas mereka sejak masa mahasiswa.

‎Setibanya di Tugu Perjuangan, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai agenda terbuka. Para peserta diberi ruang untuk menyampaikan aspirasi, mengikuti diskusi publik, hingga menikmati hiburan musik yang semakin memeriahkan suasana. Momen ini menjadi wadah interaksi lintas generasi kader dan alumni dalam memperkuat nilai-nilai perjuangan.

‎Ketua IKA PMII Kabupaten Indramayu, Ir. H. Agus Suwarjono, S.T., M.T., menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar konvoi, melainkan upaya menghidupkan kembali semangat pergerakan di tengah tantangan zaman.

‎“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak seluruh alumni dan kader PMII untuk kembali mengingat akar perjuangan, memperkuat solidaritas, serta terus berkontribusi bagi masyarakat dan daerah. Nostalgia ini bukan hanya mengenang masa lalu, tapi juga menjadi energi untuk melangkah ke depan,” ujarnya.

‎Ia juga menambahkan bahwa kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan ini diharapkan mampu mempererat hubungan antaranggota, sekaligus memperkuat peran strategis PMII dalam pembangunan daerah.

‎Kegiatan konvoi motoran bertajuk “Nostalgia Pergerakan” ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Harlah PMII ke-66 yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat makna, mengingatkan kembali pentingnya nilai perjuangan, intelektualitas, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget