Berita Tentang "Bisnis"
CLOSE ADS
CLOSE ADS



Jurnalpelita - Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Indramayu ikut andil dalam hal memenuhi kebutuhan pokok masyarakat. Pada kesempatan ini Melalui Bazar murah yang digelar di Gerai KDKMP Desa Longok, Kabupaten Indramayu, bahan pokok yang disediakan oleh Bulog langsung diserbu masyarakat yang hadir. Sabtu, 28/2/2026.

Kegiatan yang menghadirkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau itu menjadi menjadi prioritas masyarakat di tengah fluktuasi harga bahan pangan.

Pantauan di lokasi, Beragam komoditas pokok disiapkan dalam bazar tersebut, di antaranya minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, serta beras premium dan beras program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan).

Pimpinan Cabang (Pinca) Perum Bulog Indramayu, Sri Wahyuni, menyampaikan bahwa stok yang disediakan cukup signifikan dan hampir seluruhnya terserap oleh masyarakat. Ia menyebut harga Untuk minyak goreng disiapkan sebanyak 50 dus, gula 100 kilogram, terigu 100 kilogram, serta beras premium 25 pack sedangkan beras SPHP di bawah 80 pack,” ujar Sri Wahyuni.

"Dari seluruh komoditas yang dijual, minyak goreng menjadi produk yang paling cepat habis, Alhamdulillah, minyak habis semua. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat sangat tinggi,” katanya.

Sri Wahyuni berharap kegiatan bazar murah seperti ini dapat membantu meringankan beban masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari upaya Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah.

“Kami berharap masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya. Bulog akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat untuk memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dan terjangkau,” tambahnya.

Warga Desa Longok pun mengaku terbantu dengan adanya bazar murah tersebut. Harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar dinilai sangat membantu, terutama bagi ibu rumah tangga dan pelaku usaha kecil.

Kegiatan ini menjadi bukti sinergi Perum Bulog Indramayu dalam menjaga ketahanan pangan serta mendukung kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Indramayu.


Pena  
 By.
Aji AP
Editor
By.
Aji AP
Foto/Video
By.
Aji AP



Jurnalpelita - Indramayu – Menjelang waktu berbuka puasa, masyarakat Desa Longok, Kecamatan Sliyeg, memadati halaman Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk menghadiri kegiatan bazar murah dan UMKM yang diselenggarakan pada sore hari. Sabtu, 28/2/2026.

Kegiatan yang berlangsung penuh kebersamaan ini dimanfaatkan warga desa Longok dan sekitarnya untuk berbelanja kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus membeli aneka produk UMKM lokal.


 Suasana semakin semarak karena digelar menjelang buka puasa, sehingga warga dapat langsung membeli kebutuhan untuk berbuka bersama keluarga.

Di sela sela kegiatan Kuwu Desa Longok, Taridi, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas tingginya partisipasi masyarakat. Menurutnya masyarakat yang hadir sangat sangat antusias.

"Halaman Gerai KDKMP Desa Longok bisa digunakan untuk kegiatan yang bermanfaat seperti bazar murah dan UMKM ini," Katanya.

Ia menambahkan, Selain membantu warga mendapatkan kebutuhan dengan harga terjangkau, kegiatan ini juga mendukung pelaku usaha kecil di desa agar semakin berkembang.

Dalam hal ini, Kuwu Taridi juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas perhatian dan program-program yang mendukung penguatan ekonomi kerakyatan hingga tingkat desa.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia atas dukungan terhadap penguatan ekonomi desa. Semoga program-program yang berpihak kepada rakyat terus berlanjut dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu warga yang hadir mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Ia merasa senang dengan adanya bazar murah menjelang buka puasa.

"Harga lebih terjangkau dan banyak pilihan, UMKM desa juga produknya bagus dan berkualitas, Semoga kegiatan seperti ini sering diadakan, terutama di bulan Ramadan,” ungkapnya.

Dengan adanya kegiatan bazar murah dan UMKM di halaman Gerai KDKMP Desa Longok, diharapkan dapat mempererat kebersamaan warga sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat desa, khususnya di bulan suci Ramadan.

Untuk diketahui bahwa Perintah wakil panglima TNI menyebut Halaman atau lahan parkiran KDKMP yang sudah 100 persen selesai bisa dimanfaatkan masyarakat untuk  berjualan takjil dan UMKM.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Reaksi



Jurnalpelita - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi perhatian publik. Di tengah berbagai perbincangan mengenai perbedaan porsi, harga, hingga teknis distribusi, Pelopor MBG Indramayu, H. Kasan Basari, angkat bicara untuk meluruskan sejumlah persepsi yang berkembang di masyarakat.

Menurut Kasan, publik perlu memahami bahwa dalam program MBG memang terdapat dua kategori harga yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan.

“Ada dua pelayanan yang harus dibedakan, artinya beda harga. Untuk Rp8.000 itu diperuntukkan bagi TK dan SD kelas 1, 2, 3 dengan porsi kecil. Sedangkan Rp10.000 untuk SD kelas 4, 5, 6, serta SMP dan SMA dengan porsi lebih besar,” jelasnya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa perbedaan harga tidak berarti perbedaan kualitas pelayanan maupun menu.

“Yang dipastikan, pelayanan tidak pernah dibedakan. Menu hari itu sama, baik untuk SD maupun SMA. Yang membedakan hanya kuantitas isiannya,” tegas Kasan.

Ia menjelaskan, dalam kondisi tertentu, menu yang disajikan bisa mencapai lima macam untuk porsi besar, sementara porsi kecil empat macam. Jika menu yang dihidangkan merupakan makanan kering dengan nilai bahan yang lebih tinggi, maka bisa saja porsi besar terdiri dari empat macam dan porsi kecil tiga macam.

“Ini yang harus diluruskan dulu, supaya jangan sampai publik membanding-bandingkan. Kadang ada dapur yang terlihat menunya lebih banyak dan besar, itu bisa jadi karena sistem pengirimannya berbeda,” ujarnya.

Kasan menerangkan bahwa teknis pengiriman makanan bergantung pada komitmen antara pihak dapur dan sekolah. Ada dapur yang mengirim setiap hari, ada pula yang mengirim dua kali dalam sepekan untuk kebutuhan beberapa hari sekaligus.

“Kalau satu minggu enam hari lalu dibagi dua kali pengiriman, berarti tiga hari sekali. Maka secara visual terlihat lebih banyak dan besar. Itu faktor teknis pengiriman, bukan perbedaan kualitas,” jelasnya.

Ia meminta masyarakat tidak keliru memahami perbedaan tampilan tersebut.
“Clear ya, masalah harga, teknis pengiriman, dan porsi penyajian. Semua sudah diatur,” katanya.

Lebih jauh, Kasan menekankan pentingnya kualitas bahan olahan, terutama penggunaan air sebagai bahan dasar memasak.

“Air itu bahan paling pokok. Kalau airnya asal-asalan, pasti menimbulkan masalah. Gunakan air mineral yang standar pH-nya sudah terukur. Tidak harus merek tertentu, yang penting aman dan nyaman untuk lambung anak-anak,” pesannya.

Ia juga mengingatkan pengelola dapur agar menggunakan bahan segar dan tidak bermain dalam pengelolaan anggaran.

“Jangan coba-coba mencari keuntungan dari harga Rp8.000 atau Rp10.000 itu. Biarkan harga tersebut murni untuk konsumsi anak-anak. Kalau dilaksanakan dengan benar, insya Allah ada keberkahan,” ujarnya.

Menurutnya, program MBG bukan sekadar soal asupan gizi bagi anak-anak, tetapi juga membawa dampak ekonomi yang luas.

“MBG bukan hanya menyehatkan anak-anak dan memberikan asupan gizi. Petani bisa hidup dengan harga maksimal, tenaga kerja yang tadinya menganggur bisa bekerja. Walaupun ada plus minus, itu bagian dari dinamika,” katanya.

Ia mengakui ada dampak terhadap pedagang kecil akibat fluktuasi harga bahan, namun hal tersebut dinilai masih bisa disiasati.

Maka, Kasan mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengawal dan menjaga program MBG agar tetap berjalan sesuai tujuan awalnya.

“Kita kibarkan dapur ini, kita kawal MBG ini. Karena dampaknya bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi



Jurnalpelita - Memasuki lima bulan sejak dilantik, jajaran direksi baru Perumdam Tirta Dharma Ayu (TDA) Kabupaten Indramayu mulai menunjukkan sejumlah capaian strategis. Penguatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), peningkatan kapasitas produksi, serta perbaikan kualitas layanan menjadi fokus utama di awal masa kepemimpinan ini.

Direktur Utama H. Nurpan, S.E., M.Si., melalui Manager Humas Sutoni menyampaikan bahwa seluruh jajaran direksi bergerak secara kolektif dalam menjalankan program prioritas perusahaan.

“Selama lima bulan ini, direksi yang terdiri dari Direktur Utama, Direktur Umum, dan Direktur Teknik bekerja bersama dengan target utama peningkatan kualitas dan perluasan cakupan pelayanan air bersih kepada masyarakat,” ujar Sutoni.

Sejumlah program yang telah dan sedang berjalan diantaranya:
1. Perolehan investasi pembangunan fasilitas berkapasitas 2 x 50 liter per detik (LPS) di wilayah Widasari. Ke depan, direncanakan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) atau SPAM baru berikut jaringan perpipaannya.
2. Rencana pengembangan SPAM Kepandean berkapasitas 200 LPS melalui skema kerja sama Build Operate Transfer (BOT) dengan investor swasta.
3. Negosiasi kerja sama SPAM Industri Losarang berkapasitas 500 LPS.
4. Penjajakan kerja sama penjualan air ke KPI RU VI Balongan dengan memanfaatkan suplai dari SPAM Kuningan berkapasitas 300 LPS.
5. Rencana pengalihan distribusi air dari SPAM Kepandean 50 LPS ke wilayah dengan tingkat pelayanan rendah di Indramayu Kota.
6. Optimalisasi pelayanan melalui peningkatan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas distribusi air.
7. Pengembangan sistem pengaduan terintegrasi berbasis Android guna mempercepat respons layanan.

“Pengembangan ini mencakup pembangunan instalasi baru maupun perluasan jaringan perpipaan, seperti di wilayah Widasari, Indramayu, dan Losarang hingga daerah sekitarnya,” jelasnya.

Pada periode Mei 2026 hingga April 2027, kapasitas pelayanan ditargetkan meningkat hingga 300 liter per detik. Tambahan kapasitas tersebut diharapkan mampu memperluas cakupan layanan sekaligus membuka peluang kerja sama dengan sektor industri strategis.

Terkait keluhan masyarakat khususnya di wilayah barat, Sutoni mengakui bahwa faktor alam menjadi tantangan utama.

“Sebagian besar sumber air kami berasal dari air permukaan atau sungai. Saat musim hujan, tingkat kekeruhan meningkat akibat sedimentasi, sehingga mempengaruhi proses pengolahan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, kondisi air baku dengan tingkat kekeruhan tinggi membuat proses pelarutan bahan kimia dan pengendapan memerlukan penanganan lebih intensif, terutama pada instalasi yang masih menggunakan sistem konvensional.

Selain itu, perbaikan saluran dan bendung oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) dalam beberapa waktu terakhir turut memengaruhi stabilitas distribusi air.

“Namun secara umum, seluruh proses pengolahan tetap mengacu pada standar yang berlaku. Kami memastikan kualitas air yang didistribusikan telah melalui tahapan pengolahan sesuai ketentuan,” tegasnya.

Manajemen juga menilai pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai proses pengolahan air, mulai dari pengambilan air baku, pengolahan, hingga distribusi ke pelanggan.

“Masyarakat sering beranggapan saat musim hujan air melimpah maka kualitasnya pasti baik. Padahal justru tingkat kekeruhan meningkat dan proses pengolahan menjadi lebih kompleks,” jelas Sutoni.

Selain itu, kebijakan penertiban pelanggan menunggak tetap dilakukan sesuai prosedur, meski di lapangan kerap menimbulkan dinamika.

Gangguan Distribusi di Eretan Wetan
Dalam rangka optimalisasi pelayanan di wilayah Eretan Wetan, sempat terjadi gangguan distribusi air yang menyebabkan beberapa pelanggan tidak menerima suplai.

Manajemen menjelaskan sejumlah faktor penyebabnya, antara lain:
1. Evaluasi pemasangan pipa sambungan existing di wilayah tersebut.
2. Penelusuran jaringan pipa lama yang terindikasi keropos dan berpotensi mengalami kebocoran.
3. Perbaikan penyangga jembatan pipa (habim) pada jaringan yang kropos serta perbaikan pipa putus akibat eceng gondok yang terbawa arus sungai di Sumber Mas.

Ke depan, direksi berkomitmen mempercepat modernisasi instalasi, meningkatkan kapasitas produksi, dan memperluas jaringan layanan guna menjawab kebutuhan air bersih masyarakat Indramayu.

“Fokus kami jelas, peningkatan kualitas layanan dan pengembangan SPAM secara bertahap. Dengan tambahan kapasitas dan pembangunan instalasi baru, kami optimistis pelayanan kepada masyarakat akan semakin baik,” tutup Sutoni.

Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi



Jurnalpelita - Krangkeng Senin, 16 Pebruari 2026
Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih atau KDKMP. Atau Kopdes Merah Putih  adalah merupakan Program Strategis Negara dalam meningkatkan kesehahteraan masyarakat 

Koperasi adalah sebuah bentuk organisasi ekonomi yang didirikan oleh orang-orang yang memiliki kepentingan bersama, dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya melalui kegiatan ekonomi yang sehat dan berkelanjutan.

Berkaitan dengan KDKMP Desa Tanjakan yg saat ini sedang dalam proses pembangunan gerai  KDKMP, selalu mengutamakan koordinasi dengan Pihak konsultan  dalam pelaksanaan pembangunannya, 

"Bila perlu kita Ngebut dalam progres pembangunan KDKMP ini, tapi tetap mengutamakan koordinasi dalam setiap pembangunannya agar tidak ada Evaluasi" ucap Kuwu H. A. Wadi 

Kuwu H. A. Wadi pun mengungkapkan, berkaca dari Pembangunan Gerai KDKMP yg sudah berjalan tapi ada temuan pada spek dan bentuk bangunan menjadi acuan bagi pembangunan KDKMP  Desa Tanjakan untuk lebih baik lagi.

Serka Sudono Selaku Babinsa Desa Tanjakan Koramil 1610/Krangkeng  menegaskan agar Progres Pembangunan KDKMP Desa Tanjakan Cepat selesai sesuai Target juga Sesuai DED Rev 8 sebagai pedoman  dan yg lebih utama lagi adalah menjaga Faktor keselamatan kerja  K3, pungkasnya.



Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Pendim



Jurnalpelita - Anggota DPRD Kabupaten Indramayu sekaligus Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), H. Ruswa, M.Pd.I, melaksanakan kunjungan silaturahmi dalam rangka Masa Persidangan I Tahun 2026 di Desa Terusan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Sabtu (7/2/2026).

Kunjungan tersebut dimanfaatkan sebagai ajang dialog langsung bersama masyarakat untuk menyerap berbagai aspirasi dan keluhan yang berkembang di tengah warga. Salah satu aspirasi utama yang mengemuka adalah harapan masyarakat terhadap kemudahan akses lapangan pekerjaan, khususnya di kawasan industri yang ada di Kabupaten Indramayu.

Warga Desa Terusan menilai, keberadaan kawasan industri seharusnya memberikan dampak langsung bagi masyarakat lokal, terutama dalam hal penyerapan tenaga kerja. Namun pada kenyataannya, masih banyak warga sekitar yang merasa kesulitan untuk dapat bekerja di sektor industri tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, masyarakat Desa Terusan menyampaikan sejumlah aspirasi, salah satunya terkait harapan kemudahan akses lapangan pekerjaan di kawasan industri yang ada di Kabupaten Indramayu. Warga menilai, hingga kini kesempatan kerja bagi masyarakat lokal masih dirasakan terbatas.

Salah seorang warga Desa Terusan, Sutrisno, mengungkapkan bahwa banyak pemuda setempat yang belum terserap bekerja di kawasan industri meskipun lokasinya relatif dekat dengan wilayah tempat tinggal mereka.

“Kami berharap anak-anak muda di sini bisa diprioritaskan untuk bekerja di kawasan industri Indramayu. Jangan sampai industri ada di daerah sendiri, tapi masyarakat sekitarnya justru tidak bisa masuk,” ujar Sutrisno.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Siti Aminah, yang berharap adanya keterbukaan informasi serta kemudahan proses rekrutmen tenaga kerja bagi warga lokal.

“Kadang kami tidak tahu informasi lowongan kerja dari pabrik-pabrik itu. Kalau ada akses yang jelas dan dibantu pemerintah, tentu sangat membantu warga,” tuturnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, H. Ruswa yang dikenal sebagai sosok anggota DPRD yang ramah dan dekat dengan masyarakat, menyampaikan bahwa persoalan ketenagakerjaan memang menjadi perhatian serius dan harus dicarikan solusi bersama.

“Keberadaan kawasan industri di Indramayu semestinya menjadi peluang besar bagi masyarakat sekitar. Akses lapangan kerja bagi warga lokal harus dipermudah dan diperjuangkan,” ujar Ruswa di hadapan warga.

Ia menjelaskan bahwa DPRD, khususnya melalui Fraksi PKS, akan mendorong pemerintah daerah agar lebih tegas dalam membuat regulasi dan kebijakan yang berpihak pada masyarakat lokal, termasuk soal prioritas tenaga kerja daerah dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

“Selain mendorong kebijakan yang berpihak pada warga lokal, tentu peningkatan keterampilan dan pelatihan kerja juga sangat penting. Ini agar masyarakat kita benar-benar siap dan memiliki daya saing untuk masuk ke dunia industri,” jelasnya.

Ruswa menegaskan, seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat Desa Terusan akan dicatat dan dibawa ke forum DPRD untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan lembaga legislatif.

Kegiatan silaturahmi tersebut warga berharap melalui kunjungan reses ini, suara dan harapan mereka dapat benar-benar diperjuangkan. Sehingga kehadiran kawasan industri di Indramayu dapat dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat setempat.

Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi



Jurnalpelita - ,IndramayuPT Wiratama Indramayu Perkasa terus menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan kawasan industri yang modern, terintegrasi, dan siap bersaing di tingkat nasional. Untuk menjamin kelancaran operasional para pelaku usaha, perusahaan ini menyiapkan infrastruktur lengkap yang dirancang khusus guna mendukung efisiensi produksi, kelancaran logistik, serta keberlanjutan lingkungan.

Pengembangan infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dari strategi PT Wiratama Indramayu Perkasa dalam menarik minat investor, sekaligus memperkuat posisi Indramayu sebagai salah satu wilayah potensial pengembangan industri di Jawa Barat.

Dari sisi kelistrikan, kawasan industri PT Wiratama Indramayu Perkasa telah dilengkapi dengan gardu induk mandiri yang berada langsung di dalam kawasan. Keberadaan gardu induk ini memberikan jaminan pasokan listrik yang stabil dan andal bagi seluruh tenant, sehingga risiko gangguan operasional akibat keterbatasan suplai listrik dapat diminimalisasi.

Selain kelistrikan, pengelolaan air juga menjadi perhatian utama. PT Wiratama Indramayu Perkasa mengoperasikan Water Treatment Plant (WTP) dan Waste Water Treatment Plant (WWTP) dengan sistem modern. Fasilitas ini tidak hanya menjamin ketersediaan air bersih untuk kebutuhan industri, tetapi juga memastikan limbah cair diolah sesuai dengan standar lingkungan yang berlaku. Langkah ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung praktik industri yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Dalam hal pemenuhan kebutuhan energi, kawasan industri ini mendapatkan suplai gas bumi secara langsung dari Pertamina. Pasokan gas yang terjamin menjadi nilai tambah penting bagi sektor industri, khususnya bagi perusahaan yang membutuhkan energi dalam jumlah besar dan berkelanjutan. Dengan suplai langsung dari sumber terpercaya, efisiensi biaya dan kontinuitas produksi dapat lebih terjaga.

Dukungan infrastruktur telekomunikasi juga disiapkan untuk menjawab kebutuhan industri modern yang semakin bergantung pada teknologi digital. PT Wiratama Indramayu Perkasa menyediakan akses internet berkecepatan tinggi melalui jaringan Telkomsel, yang memungkinkan kelancaran komunikasi, pengelolaan data, serta operasional berbasis sistem digital dan otomasi.

Dari aspek aksesibilitas, kawasan industri ini didukung oleh jaringan jalan lebar dengan dua sisi dan enam jalur. Infrastruktur jalan tersebut dirancang untuk menunjang mobilitas kendaraan berat, aktivitas bongkar muat, serta kelancaran arus logistik keluar-masuk kawasan. Dengan akses jalan yang memadai, distribusi barang menjadi lebih efisien dan waktu tempuh dapat ditekan.

Tak hanya itu, PT Wiratama Indramayu Perkasa juga menyediakan kavling lahan siap bangun bagi calon investor. Lahan tersebut telah dilengkapi dengan urugan tanah, sehingga proses pembangunan dapat dilakukan lebih cepat tanpa memerlukan persiapan lahan tambahan. Kesiapan lahan ini menjadi solusi praktis bagi investor yang ingin segera merealisasikan pembangunan fasilitas industri mereka.

Pengembangan kawasan industri dengan infrastruktur yang lengkap dan terintegrasi ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan daya saing Indramayu sebagai destinasi investasi. Kehadiran kawasan industri modern juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar melalui peningkatan aktivitas ekonomi dan pembangunan wilayah.

Dengan berbagai fasilitas yang disiapkan, PT Wiratama Indramayu Perkasa menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis bagi pelaku industri dan investor. Perusahaan optimistis bahwa dukungan infrastruktur yang andal akan menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan industri yang berkelanjutan di Kabupaten Indramayu.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi



Jurnalpelita - Indramayu – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu terus berupaya memperkuat kemandirian warga binaan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Pada Kamis (29/01/2026), jajaran Lapas Indramayu melaksanakan kunjungan koordinasi ke PLN Nusantara Power UP Indramayu guna menjajaki pemanfaatan material Fly Ash – Bottom Ash (FABA) sebagai bahan baku produktif.

Kegiatan koordinasi dan peninjauan langsung ke area  PLN Nusantara Power UP Indramayu ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni. Kedatangan Lapas Indramayu disambut hangat dan diterima langsung oleh pihak manajemen PLN Nusantara Power UP Indramayu Indramayu, yakni Bapak Fuad Arifin selaku Senior Manager dan Bapak Agus Kurniawan selaku Manajer Business Support.Langkah ini diambil sebagai implementasi nyata dukungan penuh terhadap 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam hal pemberdayaan warga binaan melalui kegiatan kerja yang produktif.

​"Fokus utama kami adalah pemberdayaan warga binaan melalui kegiatan kerja yang produktif sehingga dapat menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat. Melalui kerja sama dengan PLN Nusantara Power UP Indramayu, kami berharap material FABA ini dapat menjadi sarana pelatihan sekaligus sarana produksi bagi warga binaan," jelas Berthoni

FABA, yang merupakan sisa pembakaran batu bara, memiliki potensi besar untuk diolah menjadi berbagai material konstruksi seperti paving block, batako, hingga bahan bangunan lainnya. Dalam kunjungan tersebut, tim dari Lapas Indramayu melihat langsung proses pengelolaan limbah di PLN Nusantara Power UP Indramayu guna memastikan aspek teknis dan standar kualitas yang diperlukan.

​Diskusi antara pihak Lapas dan manajemen PLN Nusantara Power UP Indramayu berlangsung hangat. Keduanya membahas peluang kerja sama berkelanjutan, mulai dari dukungan bahan baku hingga pendampingan teknis bagi para warga binaan.

Selain aspek ekonomi, langkah ini juga sejalan dengan UU RI Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan dan upaya revitalisasi penyelenggaraan pemasyarakatan. Dengan mengoptimalkan sinergi bersama mitra strategis seperti PLN Nusantara Power UP Indramayu, Lapas Indramayu berharap dapat menciptakan ekosistem pembinaan yang mandiri dan bermanfaat bagi masyarakat luas setelah para warga binaan bebas nantinya.

Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Humas Lapas Indramayu


Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu melaksanakan penjualan perdana produk hidroponik hasil pembinaan kemandirian warga binaan ke Yogya Toserba Indramayu, Kamis (15/1/2026). 

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program Ketahanan Pangan yang sejalan dengan salah satu dari 15 Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendorong pembinaan produktif dan berdaya guna bagi warga binaan.

Produk yang dipasarkan pada penjualan perdana tersebut berupa hasil panen hidroponik jenis selada dan pokcoy, masing-masing sebanyak 10 kilogram. Panen ini merupakan hasil dari program pertanian hidroponik yang dikelola oleh warga binaan melalui pemanfaatan lahan pembinaan kemandirian di dalam lingkungan Lapas.

Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada hasil ekonomi, tetapi juga memiliki nilai pembinaan, sosial, dan kemanusiaan.

“Penjualan perdana produk hidroponik ini merupakan wujud nyata pembinaan kemandirian warga binaan yang sejalan dengan 15 Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan, peningkatan keterampilan, serta penguatan kemitraan dengan dunia usaha,” ujar Berthoni.

Penyerahan hasil panen dilakukan secara langsung oleh Kepala Subsi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIB Indramayu, Apudin, kepada pihak Yogya Toserba Indramayu sebagai mitra pemasaran. Kerja sama ini diharapkan menjadi awal dari kemitraan berkelanjutan dalam memperluas akses pasar hasil pembinaan kemandirian warga binaan.

Menurut Berthoni, kolaborasi dengan pihak swasta merupakan bagian dari strategi pembinaan yang ditekankan dalam 15 Aksi Menteri Imipas, yakni membangun jejaring dan membuka peluang agar hasil karya warga binaan dapat diterima oleh masyarakat luas.

“Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut, sehingga program pembinaan kemandirian benar-benar memberikan bekal nyata bagi warga binaan saat kembali ke tengah masyarakat,” tutupnya.


Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet



Indramayu – Acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun Perumdam Tirta darma ayu ke-6 digelar di Kodim 0616/Indramayu, Kamis 8/01/26

Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian perayaan sekaligus wujud sinergi antara Perumdam Tirta darma ayu dengan Kodim 0616/Indramayu.

Dalam sambutannya, Direktur Utama Perumdam Nurpan menyampaikan bahwa penyelenggaraan HUT Perumdam ke-6 di lingkungan Kodim merupakan bagian dari kerja sama strategis dan bersifat prototipe untuk pengembangan kegiatan kolaboratif ke depan

Ia menjelaskan, usia Perumdan Tirta darma ayu kini telah memasuki enam tahun, sehingga peringatan HUT ke-6 menjadi momentum penting untuk memperkuat peran komunitas dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan ekonomi.

Pada kegiatan tersebut, tercatat 50 peserta fun brewing  yang ikut ambil bagian. Para peserta berasal dari pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM), khususnya yang bergerak di bidang kopi dan barista. Kompetisi ini menjadi yang pertama di Indonesia dalam menginisiasi UKM kopi untuk beradu kreativitas dan inovasi di lingkungan Kodim.

“Ini luar biasa. Sebanyak 50 peserta terdaftar, dan ini menjadi sejarah tersendiri. 

Mudah-mudahan kegiatan ini bisa memotivasi teman-teman UKM agar terus berkreasi dan berinovasi, sehingga UKM bisa tampil lebih terhormat dan elegan,” katanya.

Kompetisi barista kopi tersebut menghadirkan juri profesional tingkat nasional, serta melibatkan unsur internal Kodim dan PDAM. Selain ajang kompetisi, kegiatan ini juga diharapkan mampu membangun budaya positif di tengah masyarakat.

Menurutnya, kopi dapat menjadi simbol ketenangan dan kebersamaan, sekaligus alternatif budaya yang lebih sehat. “Kopi adalah bagian dari sejarah dan budaya yang tidak bisa dilupakan. Kami berharap ini menjadi awal perubahan budaya ke arah yang lebih positif,” tutupnya.

Acara berlangsung lancar dan mendapat apresiasi dari berbagai pihak yang hadir, termasuk jajaran Kodim 0616/Indramayu.


Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

Nurpan, Dirut PDAM Indramayu

Embarkasi yang merupakan ikon indramayu, yang mendapatkan kepercayaan dari kementerian agama pusat kepada kabupaten indramayu. Sehingga mau tidak mau, ini menjadi beban oleh pemerintah daerah dalam hal ini tentang air yang diwakili oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Seperti yang disampaikan oleh Nurpan selaku Direktur Utama PDAM menyampaikan saat dirinya mendapat kabar bahwa tiga tahun yang lalu embarkasi tidak dialiri oleh air, ia memiliki Rencana matang yakni untuk memulai program pertama.

"Ternyata setelah saya kelarifikasi dan melakukan pemetaan di dalam, ada solusi yang bisa kita pakai," Katanya saat ditemui di ruang kerjanya. Senin, 27/10/2025.

Nurpan menyebut bahwa hal pertama adalah suplai air, menurutnya Suplai air ternyata PDAM mempunyai kapasitas idle yang memiliki sekitar 20 liter per detik yang berasal dari Intalasi Pengolahan Air (IPA) pamayahan. Dalam wacananya ia memperkirakan kalau ambil 10 liter per detik sesuai pemerintahan embarkasi tidak melanggar pada pelayanan.

"Kami juga akan membangun IPA di Lui Gede Widasari. Kapasitas kita 100 liter per detik," Tuturnya.

Dalam hal ini menurut Nurpan, air akan melimpah manakala ada pengembangan di embarkasi. Dan ini akan menjadi tanggung jawab pihak perusahaan Bahwa semua fasilitas vertikal yang berhubungan dengan keagamaan sosial, institusi-institusi vertikal seperti kejaksaan, pengadilan, polisi dan sebagainya Itu yang harus dijaga.

"Maka kami mengambil kebijakan dengan membentuk tim untuk melakukan koordinasi dari sisi perizinan, dari sisi kesiapan internal, berikut juga usernya," Ujar dia.

Ia menambahkan, bahwa saat engjdiri acara hari santri di embarkasi, ia melihat bahwa sudah ada kesiapan dari embarkasi. Sehingga sedikit demi sedikin bahwa PDAM siap. "Dan ternyata mereka juga menyambut gembira keinginan kita bahwa kebutuhan air dari embarkasi direspon positif oleh kami," Pungkasnya.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget