Berita Tentang "Entertainment"
CLOSE ADS
CLOSE ADS


Indramayu Today
- Radio Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Kijang Kencana 91,1 FM Kabupaten Indramayu turut serta dalam acara Tumpengan Nasional Virtual dan Live Sarasehan dengan tema “Menjaga Indonesia” yang diprakasai oleh INDONESIAPERSADA.ID.

Tumpengan Nasional tersebut dalam rangka tasyakuran Ulang Tahun ke-77 Kemerdekaan RI Tahun 2022 dan membahas perjuangan siaran radio di kawasan perbatasan, terluar dan terisolasi. Disiarkan serentak oleh 118 LPPL seluruh Indonesia yang mengikuti kegiatan ini secara serentak berjejaring, Rabu (31/08/2022).

Selaku Ketua Umum INDONESIAPERSADA.ID Ganjar Pranowo berkesempatan memotong tumpeng dan diserahkan kepada Cokorda Krisna selaku perwakilan LPPL Pengurus RKPD Denpasar Bali secara virtual. Diketahui dalam acara ini ada 120 tumpeng yang dipotong secara bersamaan di masing-masing LPPL Radio yang mengikuti acara ini.

Dalam sambutannya Ganjar Pranowo berpesan, untuk seluruh LPPL yang ikut di acara ini, mudah-mudahan menjadi momentum untuk terus menjalin komunikasi dan bersama menjadi pelopor menyiarkan yang baik kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan kita terus menjalin komunikasi. Yuk kita bergerak sekarang khususnya daerah-daerah remote area untuk kita siapkan informasi, prestasi dan literasi sebanyak banyaknya agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar,” terang Ganjar.

Menurut Ganjar Pranowo, radio nanti juga akan bisa menggunakan multi platform, sehingga tidak hanya didengarkan tetapi juga radio itu bisa ditonton juga.

“Radio nanti juga akan menggunakan Multi platform, sehingga tidak hanya didengarkan, eh radio itu bisa di tonton juga. Nanti kita bicarakan untuk menyiapkan pelatihan dengan kualitas pelatih terbaik dan pengelola radio yang professional,” katanya.

Sementara Ketua harian INDONESIAPERSADA.ID Syaifudin Ahmad mengatakan, acara ini diselenggarakan dengan tema Menjaga Indonesia karena LPPL Radio dan TV Publik daerah ini adalah lembaga yang menjaga ketahanan informasi di Indonesia terutama di daerah-daerah perbatasan, ini yang sangat kita kuatkan agar informasi yang diterima masyarakat Indonesia bisa terjaga dan tidak banyak tersebarnya Hoax.

Selanjutnya Perwakilan LPPL Pengurus RKPD Denpasar Bali Cokorda Krisna berharap, adanya pendampingan dan koordinasi dengan kementerian lembaga terkait untuk beberapa LPPL di Indonesia.

“Kami berharap adanya pendampingan serta koordinasi dengan kementerian lembaga terkait untuk beberapa LPPL yang sampai saat ini masih terkendala untuk urusan dalam bidang perizinan kemudian kami agar adanya pertemuan-pertemuan secara luring atau daring dengan seluruh pengurus untuk penguatan kelembagaan dan untuk mendukung atau membuat program-program kerja yang baru yang sangat bermanfaat untuk LPPL di seluruh Indonesia,” pintanya.

Selain itu kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) perlu ditingkatkan dalam dunia penyiaran untuk memfasilitasi kegiatan kegiatan dalam teknis penyiaran agar SDM Penyiaran lebih berkualitas dan profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia untuk memfasilitasi melalui adanya Workshop, kemudian Bimtek dan juga seminar seminar dalam teknis penyiaran agar SDM dalam penyiaran itu lebih berkualitas, profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” harapannya.

Dalam kesempatan ini Radio Kijang Kencana 91.1 FM Kabupaten Indramayu juga ikut menyiarkan secara langsung kegiatan acara Tumpengan Nasional Virtual dan Live Sarasehan melalui Radio di 91.1 FM.

Dikatakan salah satu penyiar Radio LPPL Kijang Kencana 911 FM Imron Jagat, pihaknya terus berupaya memberikan sajian program yang menarik bagi para pendengar untuk bersaing dengan majunya teknologi informasi.

“Kemajuan media informasi saat ini berkembang pesat di masyarakat. Meski demikian, Radio K2 91,1 FM Indramayu setia menemani pendengar dengan program menarik dan penyampaian Informasi secara utuh kepada elemen masyarakat,” ujarnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu Aan Hendrajana melalui Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Agus Muttaqien menyampaikan, Radio Kijang Kencana 91,1 FM yang telah berdiri sejak tahun 1968 tetap mengudara untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Selain menyampaikan informasi, tujuannya lainnya adalah untuk mengedukasi masyarakat tentang Visi dan Misi Pemerintah Kabupaten Indramayu.

“Diharapkan Radio Kijang Kencana dapat terus memberikan informasi dan mengedukasi masyarakat tentang Visi Misi Pemerintah Kabupaten Indramayu dengan berbagai program pembangunan yang ditujukan untuk masyarakat demi terwujudnya Indramayu Bermartabat,” paparnya.

Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet


Malam puncak Grand Final Pasanggiri Nok Nang Dermayu Tahun 2022 begitu meriah. Kegiatan dilangsungkan di Gedung Kesenian Mama Soegra Jl. Veteran No.3 Kelurahan Lemahabang, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Kamis malam (7/7/2022).

Kehadiran Bupati Indramayu Nina Agustina Da’i Bachtiar didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dispara) Kabupaten Indramayu Tri Nani R menjadi keistimewaan tersendiri bagi para finalis yang unjuk gigi pada malam puncak Grand Final Pasanggiri Nok Nang Dermayu Tahun 2022.

Dewan juri finalis Grand Final Pasanggiri Nok Nang Dermayu Tahun 2022 dengan penuh pertimbangan dalam menilai sejumlah finalis yang menunjukan kemampuan dan pengetahuannya untuk menjadikan diri sebagai duta putra dan putri Kota Mangga terbaik dalam mengembangkan potensi Kabupaten Indramayu, khususnya sektor budaya dan pariwisata.

Dengan berbagai sisi penilaian dan fase penyisihan yang dilakukan, dewan juri telah menetapkan Putri Nurmala Mahadewi sebagai Nok Dermayu Tahun 2022 dan Adian Faza Hidayat Nang Dermayu Tahun 2022.

Adapun Wakil 1 Nok Nang Dermayu Tahun 202 disematkan kepada Fikri Nurfauzi dan Orlanda Mutiara. Sementara Wakil 2 Nok dan Nang Dermayu Tahun 2022 disandang Reyhan Virgianasyir dan Khofifah Eka S.

Para pemenang itu telah melewati serangkaian prosesi penilaian dan penjurian dari berbagai aspek, mulai dari kebudayaan, pariwisata, ekonomi kreatif, pengetahuan umum, atensi daerah, kesenian, sejarah, hingga bakat yang dimiliki oleh nok nang dermayu di tahun 2022.

Pada kesempatan malam Grand Final Nok Nang Dermayu Tahun 2022, Bupati Indramayu Nina Agustina mengatakan, dirinya menyambut baik diadakannya pemilihan Nok Nang Dermayu setelah dua tahun vakum karena pandemi.

“Saya menyambut baik diadakannya kembali pemilihan Nok Nang Dermayu pada Tahun 2022, sebab pemilihan Nok Nang Dermayu ini memiliki tujuan untuk andil dalam mempromosikan potensi Indramayu,” katanya.

Menurutnya, ajang tersebut bukan hanya memilih wakil untuk mengikuti kegiatan pemilihan duta kebudayaan dan pariwisata, namun pemilihan Nok Nang Dermayu dapat melahirkan sosok-sosok baru yang akan menjadi agen dalam meningkatkan pembangunan budaya pariwisata Indramayu maupun meningkatkan perekonomian di Indramayu.

Diharapkan Bupati Nina, kepada Nok Nang Dermayu terpilih Tahun 2022 ini harus mampu membesarkan nama baik Indramayu di luar daerah dan menyukseskan program Pemerintah Kabupaten Indramayu.

Selain itu, Bupati Nina berharap untuk kedepannya alumni nok nang yang tergabung dalam paguyuban mendapatkan pembekalan untuk mengikuti ajang berfoto menggunakan kebaya.

“Di samping mengikuti pembekalan berfoto menggunakan kebaya juga kalau bisa batik khas Indramayu bisa masuk ke situs kebaya.id. Gerakan ini dimulai dari tanggal 9 agustus 2022 hingga 9 desember 2022. Jangan sampai kebaya ini di klaim oleh daerah lain,” harapnya.

Lanjut Bupati Nina, kebaya khas Indramayu ini akan dipakai secara berkelanjutan setiap kegiatan baik formal maupun kegiatan penyelenggaraan pemerintah daerah dan lainnya sebagai kebudayaan lokal.

“Salah satunya kemarin saya menerima kedatangan kemenkumham, bahwa Batik Complongan Indramayu akan didaftarkan dan di Haki kan menjadi batik Indramayu. Mengingatkan kepada masyarakat untuk terus melakukan perubahan untuk Indramayu, menuju Indramayu lebih baik lagi, tentunya Indramayu Bermartabat (Bersih, Religius, Maju, Adil, Makmur dan Hebat),” ujarnya.

Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

5.2.19 ,
Lagi! Acara musik 'Dahsyat' kembali tuai komentar kecaman, kali ini gara-gara lomba makan kue menggunakan kaki para artis!
Dinilai Lecehkan TNI, Acara Musik 'Dahsyat' Banjir Kecaman Netizen
Instagram/infokomando

Acara musik pagi hari yang dipandu oleh Rafi Ahmad dan kawan-kawan ini memang kerap menuai komentar negatif.
Entah sudah berapa kali acara ini mendapat teguran dari netizen.
Sebelumnya, acara musik ini dikritik karena menjadikan kematian Jonghyun SHINee menjadi bahan candaan para MC.
Kini kasusnya beda lagi.
Pada tayangan hari ini, acara tersebut melakukan sesi lomba makan kue.
Lomba tersebut mirip dengan lomba makan krupuk.
Namun bedanya, tali yang mengikat kue terikat bukan pada tiang, melainkan pada kaki para artis yang hadir!
[ads-post]
Dilansir Tribunstyle.com dari akun Instagram @mimih.perrih, video tersebut merekam bagaimana kaki para artis ini "mempermainkan" kaki mereka di hadapan peserta lomba yang tengah makan.
Tentunya hal ini menuai kritik dari warganet yang melihat.
Apalagi salah satu peserta lomba adalah anggota TNI.
Kejadian ini sampai diunggah oleh akun TNI, Infokomando.

Simak berikut ini cuplikan rekamannya.
[post_ads_2]

marlena0986, "Kelewatan becandanya niy.. kok mau aja yaa pesertanya. Spt budak saja. Emang gak bs pake tangan aja,. Udah cukup lucu kok pake tangan, knp pake kaki. Pelecehan trhadap manusia. Hmm.." tin2fawzi, "ACARA gak mutu!!!! Tim kreatif.y kelewat kreatif sampe ide.y diluar batas kewajaran dalam memperlakukan manusia" mami_gabriela, "Kenapa gak di viralin" nizarhamzah, "Parah TNI di gitu gituin" dainanazarina, "Acara tv kita menunjukan kwalitas negara kita" egi_esmod22, "Viralkeun biar di stop penyiaran ya tuh"

19.7.18
ilustrasi: Final Puteri Indonesia 2017 (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta,  Yayasan Puteri Indonesia mengambil dan mencabut gelar tiga finalis Puteri Indonesia 2017. 

Ketiga finalis tersebut adalah Puteri Indonesia Banten 2017 (Ratu Vashti Annisa), Puteri Indonesia DKI Jakarta 2017 yang juga Puteri Indonesia Intelegensia 2017 (Karina Nandia), serta Puteri Indonesia Nusa Tenggara Barat 2017 (Ni Komang Sri Maya Dian Lestari). 

Pencabutan gelar dan tiga finalis Puteri Indonesia ini pun diumumkan Yayasan Puteri Indonesia melalui akun instagram resminya. 

"Iya (dicopot gelarnya sebagai finalis Puteri Indonesia 2017)," kata Kepala Departemen Komunikasi Yayasan Puteri Indonesia Mega Angkasa saat dihubungi CNNIndonesia.com,Kamis (19/7). 



Pelanggaran kontrak yang dilakukan ketiga finalis Puteri Indonesia 2017 ini adalah dengan mengikuti kompetisi kontes kecantikan serupa selama masih terikat dalam kontrak bersama YPI selama dua tahun.

Puteri Indonesia Banten 2017 (Ratu Vashti Annisa) ikut serta dalam ajang Miss Earth 2018 dan menjadi pemenang, Puteri Indonesia DKI Jakarta 2017 yang juga Puteri Indonesia Intelegensia 2017 (Karina Nandia) menjadi Miss Tourism Global Indonesia 2018, serta Puteri Indonesia Nusa Tenggara Barat 2017 (Ni Komang Sri Maya Dian Lestari) menjadi finalis Miss Grand Indonesia 2018. [ads-post]
"Dari awal penandatanganan kontrak sudah disebutkan dan sudah pada tanda tangan. Tidak boleh ikut ajang beauty pageant sejenis di Indonesia maupun internasional," ucapnya.

"Mereka tidak memberikan alasan (kenapa ikut ajang serupa selama masih terikat kontrak) ketika kami bacakan pelanggaran tersebut." 

Mega sendiri mengungkapkan bahwa sebenarnya pelanggaran serupa pun pernah terjadi. Hanya saja pihak YPI tak memublikasikannya. 

"Pelanggaran sebelumnya pernah terjadi tapi tidak kita expose. Karena tidak terekspose maka terulang kembali akhirnya kita putuskan untuk diekspose agar jadi pelajaran berikutnya."
Sanksi yang diberikan perihal pelanggaran kontrak tersebut, kata Mega, hanya berupa pencabutan gelar serta tak boleh menggunakan atribut apapun terkait Puteri Indonesia. Secara otomatis, nama mereka juga akan hilang dari daftar alumni Puteri Indonesia. 

"Untuk Puteri Intelegensia, beasiswa akan dicabut tapi dia bisa melanjutkan studinya dengan membayar sendiri." 

Mega menambahkan bahwa kedua belah pihak baik para finalis dan YPI sendiri sudah sama-sama sepakat dengan keputusan tersebut. 

"Sudah sama-sama menerima dan YPI tidak melakukan tindakan hukum berikutnya."
Meski demikian, Mega mengungkapkan bahwa hubungan pertemanan yang sudah terjalin secara personal akan tetap terhubung. 

"Tetapi secara personal kita akan tetap berhubungan baik dan akan memberikan support apa yang mereka butuhkan," ucapnya. 

"Kami tentunya akan melakukan review internal untuk mendapatkan solusi terbaik (agar tak terulang) tahun depan." 

19.7.18
ilustrasi: Final Puteri Indonesia 2017 (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta,  Yayasan Puteri Indonesia mengambil dan mencabut gelar tiga finalis Puteri Indonesia 2017. 

Ketiga finalis tersebut adalah Puteri Indonesia Banten 2017 (Ratu Vashti Annisa), Puteri Indonesia DKI Jakarta 2017 yang juga Puteri Indonesia Intelegensia 2017 (Karina Nandia), serta Puteri Indonesia Nusa Tenggara Barat 2017 (Ni Komang Sri Maya Dian Lestari). 

Pencabutan gelar dan tiga finalis Puteri Indonesia ini pun diumumkan Yayasan Puteri Indonesia melalui akun instagram resminya. 

"Iya (dicopot gelarnya sebagai finalis Puteri Indonesia 2017)," kata Kepala Departemen Komunikasi Yayasan Puteri Indonesia Mega Angkasa saat dihubungi CNNIndonesia.com,Kamis (19/7). 



Pelanggaran kontrak yang dilakukan ketiga finalis Puteri Indonesia 2017 ini adalah dengan mengikuti kompetisi kontes kecantikan serupa selama masih terikat dalam kontrak bersama YPI selama dua tahun.

Puteri Indonesia Banten 2017 (Ratu Vashti Annisa) ikut serta dalam ajang Miss Earth 2018 dan menjadi pemenang, Puteri Indonesia DKI Jakarta 2017 yang juga Puteri Indonesia Intelegensia 2017 (Karina Nandia) menjadi Miss Tourism Global Indonesia 2018, serta Puteri Indonesia Nusa Tenggara Barat 2017 (Ni Komang Sri Maya Dian Lestari) menjadi finalis Miss Grand Indonesia 2018. [ads-post]
"Dari awal penandatanganan kontrak sudah disebutkan dan sudah pada tanda tangan. Tidak boleh ikut ajang beauty pageant sejenis di Indonesia maupun internasional," ucapnya.

"Mereka tidak memberikan alasan (kenapa ikut ajang serupa selama masih terikat kontrak) ketika kami bacakan pelanggaran tersebut." 

Mega sendiri mengungkapkan bahwa sebenarnya pelanggaran serupa pun pernah terjadi. Hanya saja pihak YPI tak memublikasikannya. 

"Pelanggaran sebelumnya pernah terjadi tapi tidak kita expose. Karena tidak terekspose maka terulang kembali akhirnya kita putuskan untuk diekspose agar jadi pelajaran berikutnya."
Sanksi yang diberikan perihal pelanggaran kontrak tersebut, kata Mega, hanya berupa pencabutan gelar serta tak boleh menggunakan atribut apapun terkait Puteri Indonesia. Secara otomatis, nama mereka juga akan hilang dari daftar alumni Puteri Indonesia. 

"Untuk Puteri Intelegensia, beasiswa akan dicabut tapi dia bisa melanjutkan studinya dengan membayar sendiri." 

Mega menambahkan bahwa kedua belah pihak baik para finalis dan YPI sendiri sudah sama-sama sepakat dengan keputusan tersebut. 

"Sudah sama-sama menerima dan YPI tidak melakukan tindakan hukum berikutnya."
Meski demikian, Mega mengungkapkan bahwa hubungan pertemanan yang sudah terjalin secara personal akan tetap terhubung. 

"Tetapi secara personal kita akan tetap berhubungan baik dan akan memberikan support apa yang mereka butuhkan," ucapnya. 

"Kami tentunya akan melakukan review internal untuk mendapatkan solusi terbaik (agar tak terulang) tahun depan." 

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget