Berita Tentang "Budaya"
CLOSE ADS
CLOSE ADS


Jurnalpelita - Momen kegiatan Kejuaraan Pencak Silat Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (POPKAB) Kabupaten Indramayu tahun 2026 diselenggarakan dengan sukses dan berjalan kondusif sesuai rencana, aman, dan tertib.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Haji Fajar selaku ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Indramayu menuturkan, kegiatan yang diselenggarakan selama 3 hari ini berjalan lancar karena kerja sama yang kompak antara semua ketua perguruan, pengurus IPSI, panitia, dan jajaran pemerintahan yang terkait.

"Saya selaku Ketua IPSI Kabupaten Indramayu menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah membantu berjalannya kejuaraan ini. Adapun output dari kejuaraan ini adalah sebagai bahan inventarisir atlet oleh IPSI Kabupaten Indramayu untuk event-event ke depan." Ujarnya.

Ia menambahkan pada Event ke depan banyak yang akan dihadapi. Dalam waktu yang sangat pendek ini, pihaknya akan menghadapi kejuaraan Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah (POPWILDA) 2026 untuk anak usia remaja dan pra-remaja.

Kemudian setelah itu, pihaknya akan melaksanakan Pekan Olahraga Provinsi  (PORPROV) tahun 2026.

"Mohon doanya kepada semua jajaran, semua pihak, untuk terus mendukung kegiatan Pencak Silat Kabupaten Indramayu." Harapnya

Sementara Untuk kategori pada kejuaraan ini diikuti oleh Usia Dini 2, Usia Dini 1, Pra-Remaja, dan Remaja yaitu mulai dari anak SD kelas 3 sampai SMP.

Dalam hal ini Untuk evaluasi keseluruhan,  dari hari pertama sampai hari ini selesai, banyak calon bibit atlet yang sangat potensial. Baik di Usia Dini 2, Dini 1, maupun Pra-Remaja. "kita melihat perkembangan pencak silat yang sangat bagus di Kabupaten Indramayu." Ujarnya.

Sementara peraih juara kategori dan juara umum untuk masing-masing tingkatan. Diraih oleh Perguruan Birawa Anoraga, Gagak Muara, PSHT, Merpati Putih, dan Tapak Suci.

"Mereka berhasil membawa piala-pialanya, begitu juga dengan perguruan lainnya." Tuturnya

Sedangkan Untuk persiapan menjelang POPDA, hasil dari POPKAB ini nantinya di bulan akhir Juni atau awal Juli, atlet-atlet terpilih akan diberikan pembinaan melalui pemusatan latihan atau training center.

"Ya, untuk di PORPROV target kita emas. Kalau di POPWILDA, insyaallah kita optimis bisa meraih hasil terbaik." Pungkasnya.

Dari data yang dihimpun peraih juara dari berbagai kategori adalah :

PESILAT TERBAIK KATEGORI REMAJA

Ranu Adi Laga (Bhirawa Anoraga)
Syafa Alika Fisilmi (Gagak Muara)

PESILAT TERBAIK KATEGORI PRA REMAJA

Damar Sahrul Ramadhan (Psht 1922 Indonesia)
Arynza Prava Setyadi (PSHT Indramayu)

PESILAT TERBAIK KATEGORI USIA DINI

Kelvin Dwi Adinata (Bhirawa Anoraga)
Nazihah Afifah (Tapak Suci Indramayu)

JUARA UMUM KATEGORI USIA DINI

Juara Umum 1 : Bhirawa Anoraga (10 Emas, 5 Perak, 3 Perunggu)
Juara Umum 2 : Gagak Muara (9 Emas, 12 Perak, 3 Perunggu)
Juara Umum 3 : PSHT 1922 Indonesia (8 Emas, 3 Perak, 2 Perunggu)

JUARA UMUM KATEGORI PRA REMAJA

Juara Umum 1 : PSHT Indramayu (11 Emas, 14 Perak, 13 Perunggu)
Juara Umum 2 : Tapak Suci Indramayu (4 Emas, 1 Perak)
Juara Umum 3 : Gagak (3 Emas, 2 Perak)

JUARA UMUM KATEGORI REMAJA

Juara Umum 1 : PSHT Indramayu (6 Emas, 6 Perak, 7 Perunggu)
Juara Umum 2 : Merpati Putih (5 Emas, 2 Perak, 5 Perunggu)
Juara Umum 3 : Gagak Muara (2 Emas, 4 Perak, 4 Perunggu)

JUARA UMUM FAVORIT

Juara Umum 1 : PSHT Indramayu (21 Emas)
Juara Umum 2 : Bhirawa Anoraga (15 Emas)
Juara Umum 3 : Gagak Muara (14 Emas)


Pena  
 By.
Jidam P
Editor
By.
Jidam P
Foto/Video
By.
Jidam P



Jurnalpelita - ‎Kegiatan seleksi atlet pencak silat dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (POPKAB) Indramayu resmi digelar selama tiga hari 1-3 mei 2026 di Gor Dharma Ayu sebagai upaya menjaring bibit-bibit atlet berbakat sejak usia dini.
‎Ketua Pelaksana, Wahyu, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan atlet yang dilakukan secara berjenjang oleh IPSI Indramayu. Dalam pelaksanaannya, terdapat tiga kategori yang dipertandingkan, yakni usia dini, pra-remaja, dan remaja.
‎“Hari ini kita melaksanakan kegiatan seleksi dengan mempertandingkan tiga kategori, yaitu usia dini, pra-remaja, dan remaja,” ujar Wahyu.
‎Ia menyebutkan, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini mencapai 345 atlet dari 13 perguruan pencak silat yang ada di Kabupaten Indramayu. Para peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP hingga SMA.
‎Menurutnya, ajang ini bertujuan untuk menggali potensi atlet muda agar ke depan Indramayu memiliki persiapan yang lebih matang dalam menghadapi kejuaraan di tingkat yang lebih tinggi. “Kita ingin menemukan atlet-atlet berbakat sejak dini. Para juara nantinya akan dipersiapkan untuk mewakili Indramayu ke ajang yang lebih tinggi,” jelasnya.
‎Wahyu menambahkan, kegiatan POPKAB ini rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari upaya pembinaan berkelanjutan. Ke depan, pihaknya berharap IPSI Indramayu dapat memiliki database atlet yang terstruktur, mulai dari usia dini hingga dewasa.
‎“Harapan kami, IPSI Indramayu memiliki data atlet yang lengkap dan berkelanjutan, sehingga pembinaan bisa lebih maksimal,” tambahnya.
‎Sementara itu, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Indramayu turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
‎Ketua Umum KONI Kabupaten Indramayu, Yogi Kurniawan, melalui Wakil Ketua Umum KONI, H. Maman Kostaman, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah positif dalam pembinaan atlet pelajar.
‎“Kami dari KONI Indramayu memberikan apresiasi kepada IPSI yang telah menyelenggarakan pekan olahraga pelajar cabang pencak silat. Pesertanya juga cukup banyak dari berbagai tingkatan pelajar,” ujarnya.
‎Ia juga menyoroti kemandirian panitia dalam menyelenggarakan kegiatan tanpa bergantung pada anggaran pemerintah. Menurutnya, hal ini menjadi contoh baik bagi cabang olahraga lain di tengah kondisi efisiensi anggaran.
‎“Kami mengapresiasi penyelenggaraannya, termasuk kemandirian dalam melaksanakan event tanpa bantuan dari pemerintah daerah, KONI, maupun dinas terkait,” katanya.
‎Lebih lanjut, Maman menjelaskan bahwa pembinaan olahraga tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan harus melalui tahapan berjenjang sejak usia dini hingga tingkat pelajar.
‎“Pembinaan olahraga itu dimulai dari SD, SMP, hingga SMA. Dari sana nanti akan masuk ke level yang lebih tinggi, baik tingkat provinsi maupun nasional,” jelasnya.
‎Ia menambahkan, ajang seperti POPKAB atau POPDA menjadi bagian penting dalam proses pembibitan atlet yang nantinya akan berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi.
‎KONI Indramayu sendiri menargetkan prestasi untuk cabang olahraga pencak silat pada ajang Porprov mendatang yang akan digelar pada November di Bogor, Depok, dan Bekasi.
‎“Untuk pencak silat, kami menargetkan satu medali emas dan satu perak. Melalui kegiatan ini diharapkan lahir atlet-atlet potensial yang dapat memperkuat tim Indramayu,” ungkapnya.
‎Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan pembinaan atlet pencak silat di Kabupaten Indramayu dapat terus berkembang dan melahirkan generasi atlet berprestasi di masa mendatang.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi


Jurnalpelita - Sebanyak 19 replika tokoh legenda yang ada di Indonesia mengikuti aksi unjuk kebolehan pada Agenda rutinan tahunan Karnaval Krasak Sahitya Raksa. Selasa, 24/3/2026.

Kegiatan tersebut digelar setiap tahun dan dilaksanakan di Desa Krasak, Kec. Jatibarang, Kab. Indramayu hal ini sudah berjalan 52 kali, hal ini menjadi momen yang ditunggu tunggu bagi masyarakat desa tersebut.
Khairul Isma Arif Kuwu Desa Krasak menuturkan, kegiatan tersebut diselenggarakan  satu tahun sekali, dan sudah berjalan sekitar 52 tahun lebih. "biasanya selalu dilaksanakan di bulan Syawal setelah selesainya acara Idulfitri." Katanya saat ditemui usai melepas karnaval di depan balai Desa Krasak.

Ia menambahkan, para Peserta yang ikut karnaval masing-masing RT yang menampilkan sebuah kreativitas atau sebuah kesenian yang sudah ditentukan temanya oleh panitia yang kebetulan pada tahun ini mengambil tema tentang legenda Nusantara.

"Jadi yang tampil itu legenda Jaka Tingkir, legenda Gunung Merapi dan tokoh legenda Nusantara lainnya." Tuturnya.

Arif berpesan bagi para pemuda-pemudi di Desa Krasak ataupun di mana pun bahwa setiap kegiatan-kegiatan adat istiadat, kebudayaan, kesenian baik lokal desa maupun kesenian kebudayaan yang bersifat umum itu adalah sudah menjadi mandat dari para leluhur untuk wajib meneruskan dan melestarikan kegiatan tersebut.


Pena  
 By.
Adam P
Editor
By.
Adam P
Foto/Video
By.
Adam P



Jurnalpelita - Sebanyak 975 peserta mengikuti kejuaraan nasional pada ajang Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati dan Piala Dandim Yang digelar di Gor Singalodra Indramayu. Jumat, 30/1/2026.

Seperti yang disampaikan oleh Ahmad Sadeli Kepala dinas Pariwisata dan Olahraga yang mewakili Bupati Indramayu menuturkan bahwa  Indramayu yang memiliki talenta luar biasa sehingga banyak prestasi yang sudah gemilang salah satunya dalam Pencak Silat.

"Sehingga kegiatan hari ini kita support lah dari Kabupaten Indramayu, meskipun support-nya dalam sisi pembiayaan tidak dilakukan, tetapi ya minimal dalam sisi psikis. Insyaallah kehadiran kita itu bukan berarti saya secara pribadi, tapi saya juga mewakili dari Bupati," Katanya.

Ia berharap pada hari ini prestasi Indramayu bukan hanya sekali dua kali, tapi juga berkelanjutan sehingga bisa ditorehkan lagi. Dalam hal ini ia meyakini dalam kepemimpinan Lucky Hakim bahwa pada event seperti ini di Indramayu tanpa mengeluarkan biaya dari APBD tapi tetap bisa dilaksanakan di Indramayu.

"Peserta ini bukan hanya dari Indramayu, ternyata ada kabupaten/kota lain juga yang tetangga dekat ya. Jadi alhamdulillah peserta kita itu selain dari perguruan seluruh Kabupaten Indramayu, mulai dari wilayah timur sampai barat, juga ada peserta dari luar kota," Tuturnya.

Sementara dalam kesempatan yang sama Sertu Budiarto selaku penasehat dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) 1922 Indonesia untuk Indramayu menyampaikan Kejuaraan Nasional dengan peserta diikuti 975 orang dari seluruh kabupaten, khususnya ada Indramayu, Majalengka, Subang, Kuningan, sekitar Wilayah 3 Indramayu.

"Untuk kategori yaitu tanding Usia Dini, Pra Usia Dini, Dewasa, dan Pra Dewasa, Pak," Jelasnya.

Ia berpesan agar atlet yang sedang bertanding tetap main sportivitas dan junjung tinggi persaudaraan. Karena menurutnya Pencak Silat semuanya itu dari kesenian dari zaman dahulu.
"Jadi ini tetap kita junjung sportivitas antar perguruan." Pungkasnya.

Juni 06, 2024 ,

 


Indramayu Today - Serma Rastika Anggota Koramil1607Sliyeg lakukan pendampingan kegiatan Ajang Karya Percepatan Masa Tanam Gaduh (MT II) tahun 2024 yang digelar di Sawo mitting blok Pencantilan Desa Tambi Kec. Sliyeg. Kamis, 6/6/2024.


Dalam kesempatan itu, Serma Rasgika mengatakan, Tujuan kegiatan Ajang Karya adalah untuk membahas permasalahan yang ada pada musim tanam dan menjalin komunikasi antara para petani, penyuluh pertanian dan muspika Kec.Sliyeg.


"Ada tiga poin yang dibahas, yaitu Debit pengairan, Ketersediaan BBM dan Ketersediaan pupuk," Tuturnya.


Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet


Indramayu Today - -Kegiatan Tabligh Akbar Nelayan Bersolawat Bersama Habib Syekh Bin Abdul Qodir Assegaf dalam rangka rangkaian kegiatan nelayan Karangsong Indramayu tahun 2023,Sabtu 06/5/2023 yang bertempat di Halaman SMK Mitra Maritim Karangsong Desa Karangsong Kecamatan Indramayu kabupaten. 

Hadir dalam kegiatan Bupati Indramayu Hj. Nina Agustina,Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf,Dandim 0616 Indramayu, Letkol Arm Andang Radianto,Kapolres Indramayu AKBP DR.M Fahri siregar,Kajari Indramayu yang diwakili oleh Kasi Datun Kejari Indramayu Nofridiansyah,Sekda Kab. Indramayu Drs. Rinto Waluyo,Ketua KPL Minasumitra H. Darto,Direktur Utama PD BWI Kabupaten Indramayu Yudhi Rinaldo,Direktur utama Utama Perumdam Tirta Dharma Ayu H. Ady Setiawan dan ratusan para tamu undangan.

Ketua KPL Mina Sumitra H.Darto pada saat sambutannya mengatakan bahwa kegiatan bersholawat ini di isi dengan beberapa rangkaian dan mengucapkan kepada para tamu undangan yang sudah hadir dalam kegiatan tersebut serta ungkapan syukurnya kegiatan tersebut bisa berjalan lancar.

"Alhamdulillah kegiatan ini masih bisa mengadakan santunan dan semoga bisa bermanfaat untuk semuanya,kami ucapkan selamat datang kepada para tamu undangan yang sudah hadir dan bisa menyempatkan waktunya untuk bersama sama melaksanakan sholawat bersama,"Kata H.Darto.

Lanjut lagi H.Darto mengungkapkan bahwa acara nelayan bersholawat ini sebagai rasa ungkapan syukur kepada Allah SWT atas rezeki yang diberikan,"lewat hasil tangkapan laut yang selama ini kami dapatkan,selain bertujuan  mengharapkan peningkatan hasil tangkapan ikan dan agar tidak dapat musibah dalam mencari nafkah di laut dengan memohon doa dan bermunajat bersama Habib Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf bersama sama seluruh tamu undangan yabg hadir,"Ungkapnya.

Sementara Dandim 0616 Indramayu Letkol Arm Andang radianto menyampaikan rasa syukurnya atas kegiatan yang di gelar oleh para Nelayan Karangsong ini banyak manfaat yang di dapatkan dan bisa saling bersilaturahmi.

"Alhamdulillah dengan adanya kegiatan ini kita masih bisa bersilaturahmi dan masih bisa bersholawat bersama sama,semoga apa yang di harapkan bisa terwujud dan bisa terlaksana,"Ucap Dandim.

Dandim Menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kerja keras dan dedikasi yang diberikan,"kita semua tahu bahwa pekerjaan sebagai nelayan tidaklah mudah tetapi dengan semangat pantang menyerah dan keyakinan kepada Allah SWT para nelayan dapat mengatasi segala rintangan dan tantangan,"Imbuhnya.

Dandim berpesan kepada para Nelayan agar selalu menanamkan rasa kebersamaan dan selalu berhati hati dalam menjalankan aktivitasnya,"Bahwa kebersamaan dan kerukunan sangat penting bagi kita semua dengan menjaga persatuan dan kesatuan kita dapat saling membantu dan mendukung satu sama lainnya dalam mencapai tujuan bersama,dan selalu berhati hati dalam menjalankan aktivitasnya,"Pungkasnya.

Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

 

Indramayu Today - Pemkab Indramayu dibawah kepemimpinan Bupati Nina Agustina Da'i Bachtiar berhasil  memecahkan rekor MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia) dengan menggelar tari topeng kelana terbanyak dalam rangka Hari Jadi ke-495 Indramayu. 

Gelaran tari topeng kelana tersebut melibatkan penari dari berbagai kalangan baik dari siswa SD hingga SMA, ASN di lingkungan Pemkab Indramayu serta masyarakat umum.

Tercatat sebanyak 7891 penari topeng kelana melaksanakan tari topeng di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Sabtu (15/10/2022). 

Jumlah tersebut telah melampaui target peserta yang ditetapkan oleh panitia sebelumnya yaitu 6001 penari.

Rekor MURI tersebut dipegang oleh Kabupaten Indramayu dengan berhasil mengungguli rekor tari topeng sebelumnya yang dipecahkan oleh Kabupaten Malang, Jawa Timur sejumlah 5000 penari pada tahun 2017.

Bupati Indramayu Nina Agustina Da’i Bachtiar yang didampingi oleh Forkopimda Kabupaten Indramayu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Indramayu Sirojudin, Sekda Kabupaten Indramayu Rinto Waluyo, Ketua Panitia Hari Jadi Kabupaten Indramayu Ady Setiawan, Kepala Dinas, Camat se-Kabupaten Indramayu, serta pejabat lainnya di lingkungan Pemkab Indramayu turut menari dalam kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Nina Agustina mengajak masyarakat yang hadir untuk senantiasa berperan aktif dan meningkatkan kesadaran untuk dapat melestarikan budaya tradisional Indramayu yang beraneka ragam.

“Yuk kita jaga kearifan budaya lokal tari topeng kelana khas indramayu terutama kaum muda. Kita harus bangga jadi orang Indramayu, dan saya persembahkan penghargaan rekor MURI ini untuk seluruh lapisan masyarakat Indramayu," Pungkasnya.

Sementara itu Direktur Pelaksana MURI Yusuf Nadri yang juga menyerahkan secara langsung piagam dan medali kepada Bupati Indramayu menegaskan, pagelaran tari topeng yang digelar oleh Pemkab Indramayu ini merupakan pagelaran tari dengan peserta terbanyak, bahkan MURI mencatatkannya sebagai rekor dunia.

“Ibu Bupati dan Forkopimda, hari ini MURI izinkanlah mencatat tari topeng kelana sebagai rekor dunia,” tegasnya

Sulastri yang merupakan salah satu warga Kecamatan Sindang yang turut hadir kegiatan mengatakan, pagelaran tari topeng yang dilaksanakan merupakan pagelaran tari terbanyak yang digelar dalam sejarah perjalanan pagelaran tari di Indramayu.

“Tari topeng yang digelar hari ini menjadi kebanggan semua lapisan masyarakat, bahkan yang tidak pernah menyenangi tari topeng pun menari,” katanya.

Selain itu, Sulastri juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Indramayu karena berkat kegiatan ini semua masyarakat dapat melebur menjadi satu dalam semangat seni dan budaya yang sama.

“Terima kasih ibu, telah memberi warna keceriaan terhadap keluhungan budaya, semoga Indramayu Bermartabat cepat terwujud," ucapnya.


Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

Indramayu Today - Suguhan Tarian Multimedia Perjuangan Nyi Endang Dharma Ayu digelar dalam rangka memeriahkan Puncak Hari Jadi ke-495 Kabupaten Indramayu. Kemeriahannya telah menarik perhatian masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di sekitaran Tugu Perjuangan Indramayu, Jum’at malam (7/10/2022).

Pentas Tarian Multimedia Perjuangan Nyi Endang Dharma Ayu turut disaksikan Bupati Indramayu Nina Agustina Da’i Bachtiar didampingi Sekretaris Daerah Indramayu Rinto Waluyo, kepala perangkat daerah dan camat se-Kabupaten Indramayu.

Usai menyaksikan Bupati Nina Agustina mengakui Tarian Multimedia Perjuangan Nyi Endang Dharma Ayu benar-benar menarik. Dirinya sangat mengapresiasi peran serta kreativitas anak muda Indramayu dalam memeriahkan Hari Jadi Indramayu ke-495 Tahun.

“Kalian memang keren semuanya dan ini sangat bagus, saya ingin nanti setiap minggu bisa tampil,” katanya.

Sementara Penggagas Tarian Multimedia Perjuangan Nyi Endang Dharma Ayu yang juga Teknisi Video Mapping Hadi Santoso mengatakan, alasan untuk mengusung multimedia dalam penampilan tarian yang menceritakan Perjuangan Nyi Endang Dharma Ayu ini karena ingin menggabungkan historis sejarah dibalut dalam kemajuan modern teknologi yang melibatkan mahasiswa Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Purnama Niaga Indramayu.

“Kita mencoba menggabungkan era modern sekarang, kebetulan kami bergabung dengan mahasiswa Amik Purnama Niaga Indramayu di dalamnya mahasiswa Information Technology (IT). Jadi mahasiswa IT itu biasa membuat konsep multimedia, sehingga kita ikut sertakan kreativitas anak muda bagaimana menggabungkan berbagai macam seperti musik, teknologi IT dan sebagainya,” katanya.

Sehingga kata Hadi, semangat anak muda di zamannya, bagaimana masa lalu dibawa dan diboomingkan kembali dengan teknologi zaman modern saat ini termasuk kontribusi anak muda Indramayu dalam menceritakan historis sejarah Nyi Endang Dharma Ayu ini dibalut dalam kreativitas teknologi untuk memeriahkan Hari Jadi Indramayu ke-495

Disampaikan Hadi, Tarian Multimedia Perjuangan Nyi Endang Dharma Ayu ini dipentaskan karena tertarik dengan catatan para sejarawan yang banyak menceritakan bahwa Nyi Endang Dharma Ayu ini datang sebelum adanya Raden Arya Wiralodra.

“Jadi Nyi Endang Dharma Ayu ini datang sebelum Raden Arya Wiralodra kalau catatan sejarah, sehingga yang kita angkat itu tokoh Nyi Endang Dharma Ayu sebagai pemimpin sebelum kedatangan Raden Arya Wiralodra,” katanya.

Hadi menjelaskan, dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam pentas Tarian Perjuangan Multimedia Perjuangan Nyi Endang Dharma Ayu ini semangat untuk membangun wilayahnya dengan bersama-sama meski berbeda pandangan.

“Pertama ada semangat kata-kata Nyi Endang Dharma Ayu, bahwa kita membangun Indramayu harus bersama-sama. Persoalan perbedaan pendapat makanya disini tadi ditampilkan ada pertempuran Nyi Endang Dharma dengan Raden Aria Wiralodra. Intinya perbedaan pendapat itu wajar dan dalam hal politik juga wajar, tetapi pada akhirnya perbedaan itu bersama-sama membangun Indramayu yang lebih baik,” jelasnya.

Salah seoang pengunjung, Wandi Akmaja warga Desa Dukuh, Kecamatan Indramayu mengaku berhenti sejenak karena pandangan matanya seketika tertuju melihat penari yang menyatu dengan pertunjukan sinar lampu yang dipadu ramainya iringan musik gamelan.

“Tadi kebetulan mau ke Sport Centre Indramayu tetapi ada tarian jadi berhenti terus belok ke Tugu Perjuangan. Jadi nonton sama kakak melihat tarian Nyi Endang Dharma Ayu yang menurut saya memiliki sejarah atas berdirinya Kabupaten Indramayu,” ungkapnya

Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

Indramayu Today - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 memang berlangsung meriah. Selain adanya ratusan tumpeng yang disusun membentuk angka 77 di tengah lapangan, juga terdapat penampilan kesenian daerah perwakilan dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat Jum’at (19/8/2022).

Dalam perayaan puncak HUT ke-77 Provinsi Jawa Barat ini dihadiri Bupati dan Wali Kota se-Jabar, juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, mulai dari pementasan kesenian dan kebudayaan, pameran, festival kuliner, serta rangkaian kegiatan lainnya.

Bupati Indramayu Nina Agustina Da’i Bachtiar menghadiri perayaan ini tidak datang sendiri. Selain membawa serta Asisten, Staf Ahli, dan para kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu.

Disamping itu, Bupati Nina juga membawa serta para penabuh gamelan dan penari Topeng khas Indramayu. Tidak ketinggalan juga para pemain seni Berokan yang merupakan kesenian khas Indramayu.

Tari Topeng dan Berokan bersama kesenian lain dari 27 kabupaten/kota tampil dihadapan gubernur dan seluruh tamu undangan. Penampilan para penari topeng tampak memukau. Apalagi kesenian Berokan yang begitu atraktif.

Usai menyaksikan penampilan kesenian, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Ketua DPRD Jawa Barat Taufik Hidayat, beserta seluruh bupati/walikota se Jawa Barat melakukan pemotongan tumpeng. Potongan tumpeng Gubernur Ridwan Kamil diberikan kepada Ketua DPRD Jawa Barat sebagai pertanda kolaborasi harmonis antara eksekutif dan legislatif.

Usai pemotongan tumpeng, Gubernur Ridwan Kamil beserta bupati/walikota se Jawa Barat beranjak menuju gedung DPRD Jawa Barat untuk mengikuti jalannya sidang Paripurna. Perjalanan Gubernur tampak diiringi para penari dan pemain Berokan.

Bupati Indramayu Nina Agustina melalui kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparra) Kabupaten Indramayu Trinani menyampaikan harapannya semoga penampilan kesenian Tari Topeng dan Berokan di puncak peringatan HUT ke-77 Jawa Barat ini dapat semakin memperkenalkan kesenian khas Indramayu di tingkat Jawa Barat.

“Semoga kesenian Indramayu dapat lebih dikenal luas oleh masyarakat Jawa Barat, nasional, bahkan internasional,” harapnya.

Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

Indramayu Today - Kemeriahan tampak terlihat di pendopo Kabupaten Indramayu pada Rabu, 9/8/2022. Ratusan ibu-ibu dan remaja putri tampak memenuhi halaman kantor Dinas Bupati Indramayu ini.


Ibu-ibu dan remaja putri yang hadir semuanya mengenakan kebaya. Bukan untuk melaksanakan seremonial atau menghadiri undangan pernikahan, ternyata mereka berkumpul untuk mengikuti Gebyar Lomba Senam Berkebaya yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu.


Keseruan tentu saja terjadi mewarnai jalannya lomba. Senam yang biasanya dilakukan dengan mengenakan pakaian khusus olahraga, kini diganti dengan kebaya.

Namun kebaya bukan menjadi kendala. Terbukti para peserta lomba masih tetap dapat melakukan gerakan senam dengan baik meski mengenakan kebaya.


Antusias ibu-ibu untuk mengikuti Gebyar Lomba Senam Berkebaya ini memang tinggi. Terbukti sejumlah 59 tim dengan personil masing-masing tim 9 orang tercatat sebagai peserta. Mereka berasal dari ibu-ibu Dharma Wanita Perangkat Daerah, Tim Penggerak PKK Kecamatan dan juga utusan Bhayangkari.


Gebyar Lomba Senam Berkebaya yang diselenggarakan Pemkab Indramayu ini sengaja digagas untuk mendukung upaya pemerintah pusat mendaftarkan Kebaya sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) asal Indonesia kepada UNESCO.


Sebelumnya, Batik telah diakui dan ditetapkan UNESCO sebagai WBTB asal Indonesia pada tahun 2009.


WBTB atau Intangible Culture Heritage adalah praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, atau keterampilan, serta instrumen, objek, artefak, dan ruang budaya yang dianggap oleh UNESCO sebagai bagian dari warisan budaya suatu tempat.


Ikuti hingga selesai

Bupati Indramayu Nina Agustina Da’i Bachtiar yang membuka secara langsung Gebyar Lomba Senam Berkebaya ini tampak semangat menyaksikan jalannya lomba hingga selesai. Tidak tanggung-tanggung. Bupati Nina Agustina bahkan hadir dari pagi hingga pengumuman pemenang lomba pada petang hari.


Bupati Nina Agustina mengatakan, Gebyar Lomba Senam Berkebaya yang diselenggarakan Pemkab Indramayu ini merupakan wujud nyata dukungan penuh pemerintah dan masyarakat Kabupaten Indramayu kepada pemerintah yang tengah mendaftarkan kebaya sebagai WBTB asal Indonesia kepada UNESCO.


“Mari kita mencintai dan bangga mengenakan kebaya sehari-hari mulai sekarang dari Sabang sampai Merauke,” kata Bupati Nina Agustina kepada seluruh ibu-ibu yang hadir.


Masih menurut Bupati Nina, dirinya gembira mengetahui kebaya nasional yang dikenakan beberapa peserta lomba senam dipadupadankan dengan batik khas Indramayu. Tentunya ini merupakan perpaduan yang cantik dan serasi.


“Padupadan kebaya dan batik khas Indramayu menjadikan kebaya semakin cantik untuk dikenakan. Ini bukti bahwa kebaya layak disebut warisan budaya tak benda,” ungkapnya.


Berbagai gerakan senam dipertontonkan para peserta. Salah satu keseruan terjadi ketika peserta melakukan gerak senam siCita (senam Cinta Tanah Air). Senam siCita sendiri adalah karya Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri.


Gerakan senam lainnya yang ditampilkan peserta adalah senam Sekoper Cinta milik masyarakat Jawa Barat besutan istri Gubernur Ridwan Kamil, Atalia Praratya. Tidak lupa ada juga Senam Indramayu Bermartabat yang merupakan gagasan Bupati Indramayu Nina Agustina. Disusul dengan senam kesegaran jasmani yang juga menjadi hits.


Dari penampilan 59 tim, juri menetapkan pemenang untuk lomba senam ini dalam beberapa kategori. Untuk kategori TP PKK Kecamatan, juara pertama diraih Kecamatan Cantigi, disusul Kecamatan Tukdana, dan Kecamatan Gabuswetan. Sedangkan juara harapan 1 diraih Kecamatan Sindang dan juara harapan 2 diraih Kecamatan Anjatan.


Untuk kategori Dharma Wanita Perangkat Daerah dan Organisasi lainnya, juara 1 diperoleh tim Bhayangkari, juara 2 tim Inspektorat, dan juara 3 tim Diskimrum, dengan juara harapan 1 dan 2 diperoleh Tim Bappeda dan Tim PDAM.


Sementara Juara Busana Terbaik diraih Tim Bhayangkari, dan Juara Favorit diraih Tim Satpol PP- Damkar Kabupaten Indramayu.

Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

Indramayu Today - Kegiatan puncak Festival dan Penganugerahan Literasi kepada para pemenang Tantangan Literasi Jawa Barat tahun 2022 berlangsung di GOR Youth Center Arcamanik pada Sabtu (06/08/2022). Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusipda) Jawa Barat Hening Widiatmoko, Asisten Deputi Literasi, Inovasi, dan Kreativitas Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Molly Prabawaty. Turut hadir juga beberapa kepala dinas kabupaten/kota di Jawa Barat.


Bupati Indramayu Nina Agustina Da’i Bachtiar yang merupakan kandidat nominator peraih penghargaan tidak dapat menghadiri undangan dan diwakilkan kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Arpus (DPA) Kabupaten Indramayu Iwan Hermawan yang didampingi Plt. Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Indramayu Caridin serta Bunda Literasi Kabupaten Indramayu Runisah.


Ketua Pelaksana Festival dan Penganugerahan Literasi Jawa Barat tahun 2022, Popon Nuraeni menyatakan, tujuan diadakannya kegiatan ini selain untuk memberikan penghargaan kepada para peserta terpilih yang telah menyelesaikan Tantangan Literasi GLN Gareulis Jabar, juga menggelar festival kreativitas GLN kabupaten/kota se-Jawa Barat.


Perwakilan GLN Gareulis Kabupaten Indramayu merupakan yang peserta terbanyak yang mengikuti kegiatan pameran. Tercatat ada 9 sekolah yang mengikuti pameran dan satu peserta perorangan atas nama Komariah, Kepala SMP Satu Atap 2 Terisi Kabupaten Indramayu.



Ke-9 sekolah asal Kabupaten Indramayu yang turut membuka stand pada pameran Festival dan Penganugerahan Literasi Jawa Barat tahun 2022 adalah UPTD SDN 2 Teluk Agung, UPTD SMPN 2 Sindang, SMPN 4 Sindang, UPTD SMPN Unggulan, UPTD SMPN 1 Kandanghaur, UPTD SMPN 1 Haurgeulis, SMPN 2 Indramayu, SMAN 2 Indramayu, dan SMAN 1 Terisi.


Karena Stand pameran yang disediakan oleh panitia hanya sejumlah 15 stand, sedangkan jumlah peserta dari Kabupaten Indramayu mencapai 10, akhirnya perwakilan Kabupaten Indramayu hanya memperoleh 7 stand. Walhasil, dari ke-7 stand ini, ada stand yang diisi oleh beberapa perwakilan. Stand ini di isi dengan berbagai hasil karya dan kreativitas guru dan murid. Beberapa karya yang dipamerkan diantaranya diorama, lukisan, serta buku dan cerpen.


Stand Pameran ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dispusipda Jawa Barat Hening Widiatmoko yang didampingi Ketua Dewan Pembina GLN Gareulis Jabar Syahrir yang juga adalah anggota DPRD Provinsi Jawa Barat.


Saat mengunjungi stand Kabupaten Indramayu, Hening sangat kagum dan mengapresiasi hasil karya yang dipamerkan terutama buku hasil karangan siswa dan berpesan kepada pembimbingnya untuk selalu mengasah kemampuan dari siswanya agar terus meningkat.


“Saya sangat kagum melihat produk yang dipamerkan, terutama buku hasil karangan siswa. Semoga kedepannya kemampuan yang dimiliki oleh para siswa ini terus meningkat. Mohon selalu dibimbing ya bapak dan ibu,” ujarnya.


Sementara itu, kreatifitas tidak hanya ditunjukan dalam bentuk benda. Tetapi juga dalam kemampuan berbicara di depan umum (Public Speaking). Rangga yang merupakan alumni dari SMAN 1 Sindang tampil memukau di hadapan para tamu yang hadir dengan menunjukan kemampuannya dalam public speaking.


Rangga yang baru saja masuk perguruan tinggi ini mereview sebuah buku Karya Mark Manson yang berjudul “Sebuah seni untuk bersikap Bodo Amat”. Rangga memaparkan hasil review nya di hadapan semua yang hadir dengan menggunakan Bahasa Inggris. Penampilannya ini tentu saja mendapatkan atensi dari pejabat dan tamu undangan yang hadir dalam kegiatan tersebut.


Plt. Kadis Dikbud Kabupaten Indramayu Caridin mengungkapkan, ini menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Indramayu karena ternyata banyak generasi muda yang memiliki tingkat literasi yang tinggi. Dirinya mengapresiasi dan mengatensi penampilan Rangga tersebut. Caridin juga berharap dengan meningkatnya literasi dapat banyak muncul Rangga baru dengan segudang kreatifitas yang dimiliki.


“Saya berharap dengan meningkatnya literasi dapat memunculkan banyak siswa dengan berbagai kreatifitas seperti Rangga,” harapnya.

Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.



Indramayu Today - Peserta Tantangan Literasi GLN Gareulis Jawa Barat 2022 asal Kabupaten Indramayu panen penghargaan pada kegiatan Festival dan Penganugerahan Literasi Jawa Barat. Salah satunya diterima oleh Lilis Yuningsih, Kepala SMPN Satu Atap 1 Lelea Kabupaten Indramayu.


Lilis Yuningsih yang juga menjabat Ketua Pokja GLN Gareulis Kabupaten Indramayu memperoleh penghargaan sebagai Koordinator Inspiratif.


Bertempat di GOR Youth Center Arcamanik Kota Bandung pada Sabtu (06/08/2022), Lilis Yuningsih menerima penghargaan sebagai Koordinator Inspiratif yang diberikan langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Provinsi Jawa Barat Hening Widiatmoko.


Sepak terjang Lilis Yuningsih dalam dunia literasi memang patut memproleh apresiasi. Sebelum menjabat Kepala SMPN Satu Atap 1 Lelea, Lilis Yuningsih sebelumnya pernah mendapat tugas menjadi kepala sekolah DPK di SMP IT Mutiara Irsyady Pekandangan Jaya Indramayu. Di sekolah yang dipimpinnya ini Lilis sempat menyelenggarakan workshop Pelatihan Menulis Bagi Guru.


Lilis pada saat itu sempat mendaftarkan sekolahnya menjadi peserta West Java Leaders Reading Challenge (WJLRC) secara mandiri dan berhasil terpilih mengikuti Jambore Literasi bersama tujuh sekolah peserta WJLRC lainnya dari Kabupaten Indramayu dari 60 sekolah yang terdaftar sebagai peserta dari Kabupaten Indramayu. WJLRC adalah Program tantangan literasi yang digagas pemerintah provinsi Jabar yang dibiayai APBD Jabar.


Sebagai koordinator penggerak GLN Gareulis Kabupaten Indramayu, bersama timnya, Lilis juga pernah menyelenggarakan Penganugerahan Apresiasi Juara Tantangan Literasi Tingkat kabupaten Indramayu. Sebanyak 32 trophy, piagam penghargaan dan sejumlah dana pembinaan berhasil dibagikan kepada 12 juara peserta tantangan saat itu.


Alhamdulillah dengan mengajak banyak pihak untuk berpartisipasi, acara itu bisa diselenggarakan. Prinsipnya literasi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, sekolah dan sekelompok pegiat literasi, namun juga seluruh elemen masyarakat termasuk para pelaku usaha,” paparnya.


Tidak lupa Lilis juga menyampaikan terima kasih atas support yang diberikan Bupati Indramayu Nina Agustina Da’i Bachtiar, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPA), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Bapeda-Litbang, Dinas Perhubungan, dan Diskominfo Kabupaten Indramayu.


“Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak, kami bisa memberangkatkan tim peserta nominator juara GLN Gareulis tingkat Jabar dengan 3 armada bus bantuan dari Dinas Perhubungan, kendaraan dinas bapak kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip serta beberapa kendaraan pribadi. Peserta nominator beserta tim pendukung seluruhnya berjumlah 109 orang,” terangnya.


Atas penghargaan yang diterimanya, Lilis mengaku sangat bersyukur karena lelahnya perjuangan yang dilakukan selama ini terbayar tuntas. Lilis juga berterima kasih kepada tim penilai yang telah mempercayakan anugerah tersebut kepada dirinya.


“Ucapan terima kasih saya haturkan kepada berbagai pihak terutama Bupati Indramayu dan tim GLN Kabupaten Indramayu serta tim penilai yang telah memberikan anugerah tersebut kepada saya. Alhamdulillah saya merasa senang dan bangga, karena perjuangan yang dilakukan selama ini tidaklah sia-sia,” ujarnya.


Tidak lupa Lilis juga menyampaikan terima kasih kepada Rektor Universitas Wiralodra Indramayu dan Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah IX Provinsi Jawa Barat Hj. Dewi Nurhulaela, M.Pd. yang juga turut mendukung kegiatan ini dengan memberikan ijin kepada GLN Kabupaten Indramayu untuk mengikutsertakan peserta setingkat SMA/SMK yang memang berada dibawah kewenangan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.


“Terima kasih juga saya sampaikan kepada Ibu Hj. Dewi Nurhulaela, M.Pd. atas dukungannya yang telah memberikan rekomendasi kepada SMA/SMK,SLB di Indramayu untuk mengikuti Tantangan Literasi GLN Gareulis Jawa Barat. Namun Ibu KCD tidak dapat hadir dan mewakilkan kepada Kasubag Tata Usaha


Zhairy Andhriyanto, S.Pd. M.M.Pd.,” pungkasnya.


Bupati Indramayu Nina Agustina melalui Kepala DPA Kabupaten Indramayu Iwan Hermawan menyampaikan ucapan selamat atas prestasi yang diraih serta berharap dengan adanya GLN Kabupaten Indramayu dapat meningkatkan Literasi terutama di kalangan generasi muda.


“Saya ucapkan selamat atas prestasi yang diperoleh, kemudian saya juga berharap GLN Kabupaten Indramayu ini menjadi motor penggerak untuk meningkatkan Literasi terutama di kalangan generasi muda,” harapnya.

Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget