Berita Tentang "PMI"
CLOSE ADS
CLOSE ADS

12.40.00 , , , , ,

Jurnalpelita - PASEKAN – Menghadapi dampak musim kemarau yang memicu krisis air bersih, jajaran Kodim 0616/Indramayu bersama dengan BPBD, PMI, dan pemerintah daerah bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 15 ribu liter bagi warga terdampak di wilayah Kecamatan Pasekan. Kamis. 6/8/2026.

Bantuan air bersih tersebut difokuskan di beberapa titik yang mengalami kekeringan cukup parah, di antaranya Desa Totoran dan Desa Pabean Ilir (Blok Pancer 2), serta Blok Pecantilan di Desa Pagirikan. Setiap tahunnya, wilayah ini menjadi berlangganan krisis air saat musim kemarau akibat aliran air PDAM yang belum bisa menjangkau pemukiman warga secara optimal.
Di sela kegiatan ​Camat Pasekan H. Taryadi SIP menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam atas kepedulian dan bantuan yang diberikan oleh Dandim melalui Danramil, BPBD, serta PMI. Menurutnya, krisis air bersih sudah menjadi kendala tahunan bagi warga setempat saat kemarau tiba. Ia berharap bantuan distribusi air bersih ini dapat berlangsung secara berkala hingga musim hujan tiba.

​"Kami sangat berterima kasih atas partisipasi dan bantuan dari Pak Dandim melalui Danramil Sindang, BPBD, serta PMI. Harapan kami bantuan ini bisa berlanjut (continue), minimal satu minggu sekali atau maksimal satu bulan sekali selama musim hujan belum turun, karena kebutuhan air bersih warga sangat mendesak," ujarnya

​Sementara itu, Dandim 0616/Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo yang disampaikan oleh Danramil 1602 Sindang Kapten Arm Suhermanto yang didampingi Pasiops Kapten Inf Suprayitno menjelaskan bahwa penyaluran air bersih ini merupakan bentuk sinergi lintas sektor dalam menanggapi situasi tanggap darurat kekeringan di wilayah kabupaten. Pada aksi penyaluran terbaru, sebanyak tiga truk tangki air bersih dikerahkan ke lokasi terdampak, melengkapi dua truk tangki yang telah disalurkan sebelumnya ke Blok Pecantilan.

​"Kami dari Koramil bersinergi dengan PDAM, BPBD, dan PMI untuk langsung turun ke wilayah yang terdampak. Kami juga terus mengupayakan solusi permanen dari pemerintah daerah, baik meningkatkan tekanan air PDAM maupun pencarian sumber mata air baru. Meskipun hasil uji geolistrik menunjukkan titik sumber air di wilayah ini belum memungkinkan, kami akan terus berupaya," jelas Danramil.

Di sisi lain, Agus Yani SKM Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Indramayu mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dan berhemat dalam menggunakan air bersih mengingat prediksi BMKG menunjukkan bahwa musim kemarau dan kondisi kering dapat berlangsung hingga akhir tahun. Selain krisis air, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan.

​"Kami mengimbau masyarakat untuk berhemat air bersih. Selain itu, waspadai juga potensi kebakaran. Bagi warga yang membakar sampah, mohon jangan ditinggalkan begitu saja sebelum api benar-benar padam," imbaunya.

​Melalui kolaborasi dan tim reaksi cepat ini, diharapkan kebutuhan dasar masyarakat akan air bersih dapat terpenuhi serta dampak dari musim kemarau dapat diminimalisasi secara optimal.


Pena  
 By.
Jidam P
Editor
By.
Aji AP
Foto/Video
By.
Adam P

19.58.00 , , ,

 


Indramayu Today - Bupati Indramayu, Nina Agustina dikenal sangat peduli dalam mementingkan kesehatan masyarakat di Kabupaten Indramayu.

Melalui program Dokmaru dan pemberian BPJS PBI untuk masyarakat Kota Mangga tak mampu menjadi wujud kepedulian Bupati Nina Agustina dalam bidang kesehatan

Kali ini Bupati Indramayu, Nina Agustina kembali mengajak masyarakat Indramayu untuk berpartisipasi ikut melaksanakan donor darah yang sudah dijadwalkan Palang Merah Indonesia (PMI) Indramayu.

Hal ini disampaikan Bupati Nina Agustina ketika dirinya melakukan donor darah yang menjadi rangkaian Senam Sehat yang dilangsungkan di SD Negeri 1 Mekarsari Kecamatan Tukdana Kabupaten Indramayu, Jum’at (23/6/2023).

Bupati Nina Agustina mengajak masyarakat Kota Mangga untuk rutin dan berkelanjutan berpatisipasi mengikuti kegiatan donor darah guna mengartikan pentingnya persaudaraan, makna solidaritas dan kepedulian terhadap sesama.

Sementara itu Koordinator Lapangan (Korlap) PMI Indramayu, Elita mengatakan, kegiatan donor darah telah diikuti banyak sejumlah desa di Kabupaten Indramayu termasuk partisipasi dari para Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) se-Kabupaten Indramayu.

“Sekarang kegiatan Donor Darah di Kabupaten Indramayu sangat bagus hampir semua desa dan kecamatan ada. Namun yang paling menonjol itu dari Dewan Kemakmuran Masjid di setiap kecamatan ikut donor darah,” katanya.

Lanjut Elita, salah satunya kegiatan donor darah kini juga hadir pada pelaksanaan Senam sehat yang berlangsung di Desa Mekarsari Kecamatan Tukdana.

“Kalau untuk kegiatan donor darah Desa Mekarsari ini momentum dan juga memang di Kecamatan Tukdana banyak desa yang rutin menggelar donor darah,” katanya.

Diakuinya, stok darah di Kabupaten Indramayu sementara ini tercukupi, namun tak menutup kemungkinan terus datang partisipasi masyarakat agar ikut donor darah.

“Alhamdulillah untuk stok darah kita sekarang ini sangat bagus, karena masyarakat sudah tinggi untuk berpartisipasi donor darah,” tambahnya.

Berharap dengan maraknya kegiatan donor darah di Kota Mangga selain dapat memenuhi stok darah, juga bisa terus membantu masyarakat yang kini masih membutuhkan darah.

“Harapannya ketersediaan darah kita tetap terjaga untuk meminimalisir angka orang yang membutuhkan darah,” ujarnya.

Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

07.49.00 ,

 

Indramayu Today - Komitmen Bupati Indramayu Nina Agustina Da’i Bachtiar dalam memberdayakan perempuan melalui program unggulan Perempuan Berdikari (Peri) nyata dilakukan di sejumlah wilayah di Kabupaten Indramayu.

Sebanyak 20 Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Desa Cadangpinggan mengikuti pelatihan menjahit implementasi Program Peri yang dilaksanakan selama 2 hari, di Kantor Desa Cadangpinggan, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu, Kamis (8/9/2022).

Dikatakan Camat Sukagumiwang Suratno Sukarja, peserta yang merupakan purna PMI dibentuk menjadi 4 regu di Desa Cadangpinggan ini mengikuti program Peri ini selama 2 hari meliputi pemaparan materi, pembekalan kapasitas dan praktik menjahit. Selain itu, kepada para peserta juga akan diberikan bantuan berupa mesin jahit di akhir pelatihan.

“Hari pertama penyampaian sosialisasi dan pemaparan materi dan juga peningkatan kapasitasnya, besok tinggal praktik menjahit yang digolongkan menjadi 4 regu. Setelah mengikuti pemaparan dan pelatihan akan mendapatkan bantuan mesin jahit,” katanya.

Menurutnya, keberadaan program Peri ini yang menyasar para perempuan purna PMI di Desa Cadangpinggan sangat dinanti-nantikan. Terbukti para peserta terpantau antusias mengikuti pemaparan materi dan peningkatan kapasitas hingga acara di hari pertama selesai.

“Semua para purna PMI ini mereka adalah orang-orang yang mantan Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang ada di Kecamatan Sukagumiwang khususnya di Desa Cadangpinggan, mereka sangat antusias mengikuti kegiatan ini,” tambahnya.

Diharapkan Camat Sukagumiwang Suratno Sukarja, sebagaimana keinginan Bupati Indramayu Nina Agustia bahwa kehadiran program Peri yang merupakan bagian dari 10 program unggulan ini bisa memberikan manfaat bagi purna PMI khususnya membuka usaha jasa menjahit maupun pembuatan baju atau celana untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan tidak bekerja kembali menjadi PMI.

“Sehingga diharapkan para perempuan eks PMI ini bisa berwirausaha dan mengembangkan hasil pemanfaatan program Peri dan bisa mandiri bahkan dapat membuka lapangan pekerjaan minimal diwilayahnya, sehingga tidak perlu berangkat kembali di luar negeri. 

Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget