Berita Tentang "Politik"
CLOSE ADS
CLOSE ADS


Jurnalpelita - INDRAMAYU – Dinamika politik di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indramayu mendadak memanas. Persoalan pelayanan dan tata kelola Perumdam Tirta Darma Ayu (PDAM) dinilai sudah memasuki fase kronis.

​Merespons hal itu, Anggota Komisi III DPRD Indramayu dari Fraksi PDI Perjuangan, Anggi Noviah, mengambil langkah berani dengan mendorong penggunaan Hak Angket. Menurutnya, karut-marut di tubuh perusahaan daerah tersebut sudah tidak bisa lagi diselesaikan hanya di tingkat Panitia Khusus (Pansus).

​Pernyataan bersuara lantang ini meluncur usai rapat paripurna pada Jumat, 17 Juli 2026 lalu. Langkah Anggi ini sekaligus menjadi arah baru di tengah ketegangan politik DPRD Indramayu, setelah sebelumnya Sekretaris Partai Golkar, Romdoni, mengancam akan melaporkan Ketua DPRD Hj. Nurhayati ke Badan Kehormatan (BK) terkait kejelasan Pansus PDAM.

​"Banyak masalah di tubuh PDAM yang saya rasa kondisinya sudah sangat kronis. Ini layaknya bukan lagi di level pansus, tapi sudah harus Hak Angket! Karena dengan hak angket, kita bisa menggandeng aparat penegak hukum (APH) secara langsung dalam proses penyelidikannya," tegas Anggi dengan nada tinggi.


​Cukup 5 Anggota Dewan untuk "Bongkar" PDAM

​Politisi perempuan yang terpilih dua periode dari Daerah Pemilihan (Dapil) 4—meliputi Kecamatan Losarang, Lelea, Terisi, dan Cikedung—ini menjelaskan bahwa syarat formil pengajuan hak angket sebenarnya sangat mudah.

​"Untuk menggolkan hak angket ini, setidaknya cukup lima orang pengusul dari anggota DPRD dan minimal berasal lebih dari satu fraksi. Ini sangat sah secara regulasi," ungkapnya.

​Anggi juga memperingatkan bahwa daya dobrak hak angket jauh lebih mengerikan dibanding pansus biasa. Ruang lingkupnya tidak sekadar melahirkan rekomendasi di atas kertas, melainkan bisa bermuara pada sanksi hukum hingga pemecatan pejabat strategis jika ditemukan pelanggaran berat.

​"Hati-hati jika ada pengadaan yang di-mark up atau tidak sesuai spesifikasi! Kita bisa panggil paksa pihak ketiga yang menjadi mitra PDAM. Karena statusnya sudah penyelidikan, semua dokumen penggunaan anggaran dan tata kelola PDAM Indramayu pasti akan kena sidak. Nasib Direktur Utama bisa di ujung tanduk kalau terbukti ada penyimpangan," cecar Anggi.


​Rakyat Mendukung: "Jangan Hanya Jadi Wacana Politik!"

​Gelombang dorongan dari parlemen ini langsung mendapat respons luar biasa dan dukungan penuh dari masyarakat Indramayu yang selama ini menjadi korban buruknya pelayanan air bersih.

​Salah seorang tokoh masyarakat setempat mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam terhadap kinerja PDAM selama ini.

​"Sudah lama kami resah. Air sering macet total, kualitasnya keruh dan tidak layak, tapi anehnya tarif tetap jalan terus bahkan naik. Kalau memang ada kebusukan dan penyimpangan di dalam, buka terang-terangan! Kami dukung hak angket ini," cetusnya.


​Warga lainnya juga mendesak agar DPRD tidak main-main dan menjadikan isu ini sebagai panggung komoditas politik semata.

"Hak angket itu penting supaya tidak hanya jadi wacana atau gertakan sambal. Kalau ada korupsi atau mark up proyek pengadaan, masyarakat berhak tahu. Jangan sampai anak cucu kita terus menanggung beban akibat tata kelola yang bobrok," kata warga dengan nada geram.

​Secara garis besar, publik menilai Hak Angket adalah senjata pamungkas untuk:

Mengusut tuntas dugaan korupsi dan kongkalikong di internal PDAM.

Mengevaluasi tarif air agar rasional dan sesuai dengan kualitas pelayanan lapangan.

Membongkar transparansi penggunaan anggaran daerah.

Melibatkan APH (Polisi/Kejaksaan) agar hasil penyelidikan punya taring hukum yang nyata.


​Kini, bola panas berada di tangan para wakil rakyat di Gedung DPRD Indramayu. Akankah lima anggota dewan yang bernyali segera berkumpul demi memuluskan Hak Angket ini, ataukah jeritan rakyat soal air bersih kembali menguap di tengah lobi-lobi politik? Publik menunggu pembuktiannya.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi

Juli 14, 2026 ,

Jurnalpelita - INDRAMAYU – Suasana Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Indramayu diwarnai aksi interupsi dari Fraksi Partai Golkar. Sekretaris Fraksi Golkar, Romdoni, mempertanyakan sikap pimpinan DPRD yang dinilai sengaja menunda-nunda pembacaan surat resmi terkait usulan Panitia Khusus (Pansus) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

​Romdoni menegaskan bahwa surat usulan tersebut sebenarnya telah disampaikan sejak 6 April 2026. Namun, hingga pertengahan Juli 2026, surat penting itu belum juga dibacakan dalam agenda sidang paripurna.

​"Kenapa sampai hari ini belum juga dibacakan? Padahal sudah melewati banyak sekali paripurna. Kami sudah tanyakan ke seluruh staf, katanya surat itu sudah diterima dan sudah sampai di meja pimpinan," ujar Romdoni saat menyampaikan interupsinya, sebagaimana dikutip dari unggahan akun media sosial Dewan Dermayu yang diunggah pada Rabu (24/6/2026) lalu.

​Tak main-main, Romdoni juga memberikan peringatan keras kepada pimpinan DPRD Indramayu. Jika surat usulan Pansus PDAM tersebut tidak segera diakomodasi atau dibacakan pada agenda paripurna berikutnya, pihaknya berkomitmen untuk membawa masalah ini ke ranah hukum internal dewan.

​Ia bahkan mengancam akan melaporkan pimpinan DPRD ke Badan Kehormatan (BK) serta mengadukan jajaran pimpinan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai terkait atas dugaan pelanggaran fungsi kedewanan.

​Merespons desakan tersebut, Hj. Nurhayati selaku pimpinan rapat yang memimpin jalannya paripurna, menyatakan menerima masukan dari Fraksi Golkar. Pihaknya berjanji akan segera membawa persoalan penundaan surat ini ke dalam rapat internal.

​"Terima kasih atas masukannya, Pak. Ini nanti akan kita diskusikan lebih lanjut dengan internal pimpinan," jawab Nurhayati singkat, sebelum akhirnya melanjutkan agenda rapat.


Pena  
 By.
Aji AP
Editor
By.
Aji AP
Foto/Video
By.
Redaksi


Jurnalpelita - ‎ Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Indramayu kembali dipimpin Amroni untuk periode 2026–2031. Penetapan tersebut diumumkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB melalui rapat virtual yang digelar pada Kamis (11/6/2026).

‎Dalam susunan kepengurusan yang baru, DPP PKB juga menetapkan Akhmad Mujani Nur sebagai Sekretaris DPC PKB Indramayu dan Badruzzaman sebagai Bendahara.

‎Kembali mendapat kepercayaan memimpin PKB Indramayu, Amroni menyatakan kesiapannya untuk memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke tingkat akar rumput. Ia menegaskan, kepengurusan baru akan fokus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperbesar kekuatan politik PKB menjelang Pemilu 2029.

‎Amroni optimistis PKB mampu meningkatkan perolehan kursi di DPRD Kabupaten Indramayu dari 10 kursi saat ini menjadi 15 kursi pada Pemilu 2029 mendatang.

‎Menurutnya, target tersebut bukan sekadar ambisi politik, melainkan bagian dari upaya memperluas representasi masyarakat melalui kader-kader PKB yang aktif bekerja dan hadir di tengah kebutuhan warga.

‎“Kami menargetkan 15 kursi DPRD pada Pemilu 2029. Untuk mencapainya, tentu dibutuhkan kerja keras, soliditas seluruh kader, serta program-program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Amroni.

‎Ia menjelaskan, PKB akan terus melanjutkan dan memperkuat berbagai program sosial yang selama ini telah berjalan. Di antaranya penyediaan mobil siaga untuk membantu kebutuhan masyarakat, kegiatan sosial rutin setiap Jumat dengan memborong dagangan dari warung-warung kecil untuk kemudian dibagikan kepada warga kurang mampu, hingga berbagai kegiatan kemasyarakatan lainnya.

‎Selain program sosial, PKB juga berkomitmen mengawal berbagai kebijakan dan regulasi yang berpihak kepada kepentingan masyarakat, khususnya dalam bidang kesejahteraan, pelayanan publik, dan pemberdayaan ekonomi rakyat.

‎“Kami berharap kepengurusan yang baru ini semakin solid, semakin kompak, dan mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat Kabupaten Indramayu,” katanya.

‎Sebagai salah satu kekuatan politik utama di Kabupaten Indramayu, PKB menunjukkan capaian signifikan pada Pemilu 2024. Partai berlambang bola dunia dengan sembilan bintang itu berhasil meraih 179.568 suara dan mengamankan 10 kursi di DPRD Kabupaten Indramayu.

‎Dengan modal elektoral tersebut, kepengurusan baru DPC PKB Indramayu di bawah kepemimpinan Amroni kini bersiap melakukan konsolidasi menyeluruh guna memperkuat basis dukungan dan merealisasikan target penambahan kursi pada Pemilu 2029.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi


Jurnalpelita - Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Indramayu menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) sebagai momentum konsolidasi organisasi sekaligus penajaman arah politik ke depan. Kegiatan yang berlangsung di Swiss-Belhotel Indramayu, Sabtu (18/4/2026), menegaskan pentingnya penguatan struktur partai dari tingkat atas hingga akar rumput dalam menghadapi kontestasi politik mendatang.

‎Muscab PKB Indramayu dihadiri jajaran pengurus pusat dan wilayah, di antaranya Pengurus DPP PKB H. Ahmad Fauzi, Sekretaris DPW PKB Jawa Barat H. Acep Jamaludin, Anggota DPR RI Fraksi PKB H. Dedi Wahidi, serta Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKB HM. Sidkon Djampi dan Asyrof Abdik. Hadir pula pengurus DPC PKB Indramayu, badan otonom (banom), serta ketua dan pengurus DPAC se-Kabupaten Indramayu.

‎Ketua DPC PKB Indramayu, Amroni, dalam sambutannya menegaskan bahwa kekuatan partai tidak bertumpu pada figur semata, melainkan pada soliditas seluruh elemen organisasi. Ia menekankan pentingnya kerja kolektif dari seluruh tingkatan kepengurusan hingga kader di akar rumput.

‎“Kerja-kerja politik bukan hanya milik segelintir orang. Semua kader memiliki peran yang sama dalam membesarkan partai, mulai dari ranting, DPAC, DPC, hingga para kader loyalis,” ujar Amroni di hadapan peserta Muscab.

‎Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran partai, mulai dari Dewan Syuro, pengurus DPC, anggota legislatif, hingga kader di tingkat bawah yang dinilai konsisten menjalankan peran pengabdian kepada masyarakat. Konsistensi tersebut, lanjutnya, turut berkontribusi terhadap peningkatan suara PKB pada Pemilu 2024.

‎“Alhamdulillah, capaian suara PKB di Indramayu pada Pemilu 2024 mengalami peningkatan dibandingkan pemilu sebelumnya. Ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen partai,” katanya.

‎Amroni secara khusus menyoroti peran strategis pengurus di tingkat DPAC dan ranting sebagai ujung tombak partai. Menurutnya, keberadaan mereka menjadi faktor kunci dalam menjaga kedekatan partai dengan masyarakat.

‎“Tanpa pengurus DPAC dan ranting, partai akan kehilangan basis kekuatan di tengah masyarakat. Mereka adalah garda terdepan dalam membangun kepercayaan publik,” ujarnya.

‎Selain struktur formal, ia juga memberikan penghargaan kepada kader loyalis dan simpatisan yang meski tidak tercatat dalam kepengurusan, tetap aktif berkontribusi dalam perjuangan partai.

‎Dalam forum tersebut, Amroni memaparkan sejumlah target politik PKB Indramayu pada pemilu mendatang. Salah satu target yang dicanangkan adalah meraih 15 kursi di DPRD Kabupaten Indramayu.

‎“Target 15 kursi DPRD bukan sekadar angka, tetapi bagian dari strategi untuk menjadikan PKB sebagai kekuatan politik utama di Indramayu,” tegasnya.

‎Tak hanya di tingkat kabupaten, PKB juga menargetkan peningkatan perolehan kursi di tingkat provinsi dan nasional, termasuk dua kursi DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Barat VIII. Ia menilai target tersebut realistis jika didukung perencanaan yang matang serta sinergi lintas tingkatan partai.

‎“Kolaborasi antara anggota DPR RI, DPRD provinsi, DPRD kabupaten, serta seluruh struktur partai menjadi kunci untuk mencapai target tersebut,” ujarnya.

‎Ia juga mengungkapkan bahwa dalam lima tahun terakhir, PKB Indramayu menunjukkan perkembangan signifikan, salah satunya dengan memiliki kantor permanen yang representatif sebagai pusat aktivitas partai sekaligus pelayanan masyarakat.

‎“Kantor ini bukan hanya simbol, tetapi juga menjadi ruang pengabdian dan konsolidasi untuk memperkuat peran partai di tengah masyarakat,” kata Amroni.

‎Menutup sambutannya, Amroni menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan selama masa kepemimpinannya. Ia mengajak seluruh kader untuk terus menjaga kekompakan dan meningkatkan soliditas demi meraih kemenangan pada pemilu mendatang.

‎“Dengan kerja sama, kolaborasi, dan doa seluruh kader, kami optimistis PKB Indramayu mampu meraih hasil maksimal dan menjadi pemenang di masa depan,” pungkasnya.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi


Jurnalpelita - Indramayu - Suasana buka puasa bersama yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Indramayu pada Selasa (17/3/2026) sore mendadak riuh. Hal ini dipicu oleh pernyataan mengejutkan dari Anggota DPR RI dari Fraksi PKB, H. Dedi Wahidi, yang dikenal sebagai salah satu politisi paling senior di Indramayu, secara terbuka mendoakan Wakil Bupati Indramayu, H. Syaefudin, untuk menjadi Bupati Indramayu.

Di hadapan tokoh agama dan tamu undangan yang memadati Aula Utama PCNU Indramayu, politisi senior yang akrab disapa Dewa ini secara eksplisit menyapa Sayefudin dengan sebutan "Bupati".

"Yang saya hormati Bupati Indramayu, H. Sayefudin. Saya doakan semoga jadi Bupati Indramayu," ucap Dedi Wahidi dalam sambutannya sambil tersenyum yang langsung diamini oleh para hadirin.

Pernyataan itu pun langsung menjadi perhatian, mengingat posisi Dedi Wahidi yang cukup berpengaruh dalam dinamika politik lokal. Doa tersebut dinilai sejumlah pihak sebagai sinyal awal arah dukungan politik menjelang kontestasi kepemimpinan daerah di masa mendatang.

Respons H Syaefudin: "Kenapa Tidak?"

Menanggapi doa dan dukungan terbuka tersebut, Wakil Bupati Indramayu, H. Sayefudin, tampak tenang namun memberikan jawaban yang diplomatis sekaligus tegas. Baginya, peningkatan jenjang karier dari wakil menjadi bupati adalah hal yang lumrah dalam dunia politik, asalkan melalui prosedur yang tepat.

"Ya kalau Wakil Bupati jadi Bupati kan wajar-wajar saja, tapi kan ada waktunya, ada prosesnya, ada mekanismenya," ujar Sayefudin saat diwawancarai usai acara.

Meski menekankan pentingnya mengikuti mekanisme partai dan aturan yang berlaku, Sayefudin tidak menampik kesiapannya jika memang dipercaya oleh masyarakat maupun tokoh-tokoh politik untuk memimpin Indramayu ke depan.

"Itu kan doa, dukungan. Kalau memang saya dianggap sekiranya mampu bisa memimpin Indramayu, kenapa tidak?" tambahnya.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa saat ini fokus utamanya adalah menjalankan tugas sebagai wakil bupati dengan sebaik-baiknya untuk masyarakat Indramayu.

Pernyataan Dedi Wahidi di markas PCNU ini dinilai banyak pihak bukan sekadar basa-basi buka puasa biasa. Mengingat pengaruh besar PKB dan basis massa NU di Indramayu, statemen ini dianggap sebagai pemantik awal suhu politik menjelang kontestasi Pilkada mendatang.

Pengamat menilai, meskipun disampaikan dalam konteks doa, pernyataan Dedi Wahidi tetap memiliki dimensi politik yang kuat. Hal ini tidak terlepas dari posisi strategis kedua tokoh tersebut dalam peta politik daerah.

Dengan dinamika yang mulai terlihat, publik kini menanti bagaimana perkembangan selanjutnya.

Acara buka puasa bersama PCNU Indramayu sendiri berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antara ulama, umara, dan masyarakat.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi



Jurnalpelita - Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Indramayu mengadakan buka puasa bersama dengan struktur pengurus dan kader, dalam momen tersebut nampak hadir Bupati Indramayu Lucky Hakim serta beberapa ormas Islam.

Sebagimana yang disampaikan oleh Bhisma Panji Dhewantara ketua DPTD PKS Indramayu menyampaikan bahwa kegiatan buka puasa bersama merupakan upaya untuk mempererat tali silaturahmi antar kader dan simpatisan.

"Alhamdulillah bisa hadir, termasuk juga Bupati dengan mitra-mitra kerja dari PKS," Katanya.*

Terkait kehadiran Bupati ke acara tersebut, ia menyebut bahwa PKS sendiri merupakan salah satu partai pengusung pada saat pilkada lalu. "Komunikasi dengan Bupati dan PKS lancar. Jadi, alhamdulillah beliau tidak lupa dengan, apa, kacang sama kulit-kulitnya," Tuturnya.

Dalam hal ini ia menegaskan sebagai partai pengusung harus sering mengingatkan bilamana ada kebijakan-kebijakan Bupati yang kemudian bisa berpengaruh terhadap Indramayu baik buruknya Untuk tetap membina dengan baik terhadap pasangan Lucky dan Syaefudin.

DPTD PKS Indramayu Buka Posko Mudik 2026

Selain itu DPTD PKS Indramayu juga akan membuka posko mudik lebaran 2026 di daerah Widasari dengan harapan bisa dimanfaatkan oleh pemudik yang berangkat dari barat ke timur.

"Kita akan buka posko 24 jam selama seminggu di hari-hari padat mudik," Tuturnya.

Dalam hal ini ia berpesan kepada pemudik harus berhati-hati, terutama pengendara motor, sebab menurutnya meski perbaikan jalan sudah dilakukan, namun keselamatan harus diutamakan, sedangkan Bupati sendiri menyampaikan bahwa anggaran dari pusat untuk perbaikan jalan di Pantura hanya sedikit.

"Jadi kendaraan terutama motor harus hati-hati melewati jalur Pantura karena beberapa titik mungkin masih terkendala," Pungkasnya 


Pena  
 By.
Adam P
Editor
By.
Adam P
Foto/Video
By.
Adam P



Jurnalpelita - Beredarnya kabar di media sosial dan sejumlah media online terkait isu kepindahan mantan Bupati Indramayu periode 2021–2025, Nina Agustina, dari PDI Perjuangan ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendapat tanggapan dari Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu, H. Sirojudin, S.P., M.Si.

Saat dimintai keterangan, Sirojudin mengaku baru mengetahui informasi tersebut dari pemberitaan media.

“Saya justru baru tahu sekarang dari media. Belum ada komunikasi resmi ke DPC terkait hal itu,” ujar Sirojudin.

Terkait kemungkinan adanya pemberitahuan ke tingkat DPD atau DPP, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti. Namun, ia memastikan bahwa di tingkat DPC Kabupaten Indramayu tidak pernah ada penyampaian resmi ataupun permohonan izin dari yang bersangkutan.
“Kalau ke DPP atau DPD saya tidak tahu. Tapi kalau ke DPC, tidak ada komunikasi,” tegasnya.

Secara pribadi, Sirojudin mengaku tidak terkejut apabila kabar tersebut benar adanya. Ia menyebut, usai kekalahan dalam Pilkada lalu, sinyal-sinyal tersebut pernah disampaikan, meski tidak secara gamblang.

“Bagi saya pribadi tidak kaget kalau Ibu Nina pindah partai setelah kalah dalam Pilkada kemarin, karena dia pernah menyampaikan ke saya, walaupun tidak secara terang-terangan,” ungkapnya.

Meski demikian, Sirojudin menegaskan bahwa partainya memandang hal tersebut sebagai bagian dari dinamika politik yang biasa terjadi.

“Bagi kami, PDI Perjuangan biasa-biasa saja. Ini dinamika politik,” katanya.

Ia juga menepis anggapan bahwa kepindahan tersebut akan berdampak signifikan terhadap basis massa partai di Indramayu. Menurutnya, struktur dan kekuatan organisasi partai saat ini justru semakin solid.

“Kami tidak khawatir kehilangan basis massa. Kami baru saja melaksanakan Konfercab, Musancab, Musran, dan Musanran. Jumlah pengurusnya saja kurang lebih 6.000 orang, dan mereka semua memiliki keluarga. Struktur partai kami kuat hingga akar rumput. Maka, dinamika ini dipastikan tidak akan mengganggu konsolidasi internal PDI Perjuangan di Kabupaten Indramayu.,” tutup Sirojudin.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet



Jurnalpelita - SOLO-Mantan Bupati Indramayu, Nina Agustina, bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kepastian itu ia sampaikan kepada wartawan usai bertandang ke kediaman Presiden ke-7, Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Rabu, 26 Februari 2026. 

Nina tidak sendiri. Ia didampingi Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hapidin, yang berasal dari PSI. Kepada wartawan Nina mengatakan, dirinya bergabung dengan PSI sudah dipikirkan matang. Secara lugas Nina menyatakan alasan bahwa kepindahannya ke PSI diharapkan menjadi pilihan terbaik.

Nina mengatakan, kedatangannya ke Solo untuk meminta restu soal buatnya bergabung dengan partai yang diketuai oleh putra Jokowi, Kaesang Pangarep itu.

"Semuanya adalah yang terbaik. Saya pernah bergabung memberikan kebaikan di Indramayu, saat ini mungkin bergabung dengan Bapak di PSI di Jawa Barat. Alhamdulillah beliau merestui,” tukas Nina. 

Putri mantan Kapolri Jenderal (Purn) Da'i Bachtiar ini sebelumnya dikenal sebagai politisi PDIP. Melalui partai ini pula, Nina Agustina maju menjadi calon bupati Indramayu pada tahun 2020. Bersama Lucky Hakim, Nina Agustina akhirnya terpilih sebagai bupati Indramayu.

Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet



Jurnalpelita - Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Gerindra yang ke-18, jajaran pengurus dan kader menegaskan komitmen untuk tetap solid di bawah tema besar "Kompak, Bergerak, Berdampak". 

Momentum ini digunakan sebagai ajang memperkuat barisan dalam mengawal kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang fokus pada kesejahteraan rakyat.

Hal itu ditegaskan Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Indramayu H.Kasan Basari di sela-sela kegiatan Peringatan HUT Partai Gerindra ke- 18 yang diadakan DPC Partai Gerindra Kabupaten Indramayu yang diikuti seluruh jajaran Ketua PAC, Kader Partai, dan anggota legislatif (Aleg) dari Partai Gerindra Kabupaten Indramayu, Selasa (10/2/2026)

Dikatakan Kasan Basari bahwa usia Partai Gerindra ke-18 ini, bukan sekadar seremoni, melainkan instruksi bagi seluruh kader untuk terus bergerak nyata di tengah masyarakat.

"Sesuai arahan pusat, kita harus kompak. Jika ada perbedaan pendapat, itu adalah dinamika yang harus menjadi kekuatan, bukan perpecahan," ujarnya.

​Kasan menjelaskan ada beberapa program stategis dari Presiden Prabowo yang juga merupakan Ketua Umum Partai Gerindra yang menjadi sorotan dan terus dikawal oleh seluruh kader partai Gerindra disetiap daerah termasuk di Kabupaten Indramayu, seperti keberhasilan kebijakan yang telah dirasakan langsung oleh masyarakat antara lain.

Pertama program ​kesejahteraan petani dengan keberhasilan menstandarisasi harga gabah kering panen (GKP) Rp6.500 per kilogram yang secara signifikan meningkatkan taraf hidup petani. Kedua dukungan UMKM melalui program penghapusan utang UMKM untuk periode 10 tahun ke belakang yang menjadi angin segar bagi pelaku usaha kecil.

​“Ketiga Program Makan Bergizi (MBG),  Program ini memberikan dampak ganda (multiplier effect). Selain meningkatkan gizi siswa, satu dapur MBG mampu menyerap hingga 50 tenaga kerja lokal serta menyerap hasil tani dan produk UMKM di sekitarnya,” paparnya.

Kasan menilai implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu sorotan utama sebagai pilar transformasi kesejahteraan rakyat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Program ini terbukti tidak hanya fokus pada kesehatan anak, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang signifikan.

​Dampak Ganda (Multiplier Effect) Ekonomi
​Partai Gerindra menegaskan bahwa program MBG dirancang untuk memberikan manfaat berantai di tingkat akar rumput:
​Penyerapan Tenaga Kerja: Setiap satu unit dapur MBG mampu menyerap sekitar 50 tenaga kerja lokal, memberikan peluang penghasilan baru bagi warga sekitar.

​Kemudian Pemberdayaan Petani dan UMKM, seluruh kebutuhan bahan baku mulai dari beras, sayur-mayur, hingga buah-buahan wajib diserap dari hasil tani dan UMKM lokal di wilayah tersebut. Hal ini memastikan perputaran uang tetap berada di daerah dan meningkatkan kesejahteraan petani.

​“Kita optimis pertumbuhan ekonomi, program ini menjadi salah satu instrumen penting dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6% pada tahun 2026 melalui penguatan daya beli masyarakat desa,” kata Kasan.

Sebagai kader partai dalam menyukseskan program Prabowo, sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Indramayu, Kasan berkomitmen untuk mengawal dan melakukan pengawasan terhadap program-program atau kebijakan Presiden Prabowo untuk kesejahteraan rakyat di Kabupaten Indramayu, dengan menginstruksikan kader Partai Gerindra untuk turun langsung ke lapangan guna memastikan marwah program terjaga.

“Seperti program MBG, kami tidak akan membiarkan adanya penyimpangan dalam distribusi maupun kualitas makanan. Kader harus mengawal agar program ini benar-benar berdampak pada peningkatan gizi siswa dan semangat belajar mereka,” tegas Kasan Basari.

Pada peringatan HUT ke-18 Partai Gerindra, yang diselenggarakan para pengurus dan kader DPC Partai Gerindra Kabupaten Indramayu berlangsung penuh kesederhanaan, namun penuh dengan makna.

Acara yang berlangsung di Kantor DPC Partai Gerindra Kabupaten Indramayu yang berlokasi di Jalan Terusan, Kecamatan Sindang-Indramayu ini, selain dirayakan dengan potong tumpeng, turut di warnai kegiatan santunan anak yatim dan juga kegiatan bakti sosial bersih-bersih lingkungan.

Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi



Jurnalpelita - Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ono Surono, ST, menggelar kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Hotel Prima Indramayu, pada Sabtu, 7 Februari 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas dan fungsi DPRD Provinsi Jawa Barat dalam memastikan jalannya pemerintahan daerah berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan serta berpihak pada kepentingan masyarakat.

Ono Surono yang juga merupakan legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar XII yang meliputi Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cirebon, dan Kota Cirebon, menegaskan pentingnya pengawasan sebagai instrumen untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, transparansi anggaran, serta efektivitas pelaksanaan program pembangunan daerah.

Dalam kegiatan tersebut, Ono Surono, menyampaikan bahwa DPRD memiliki peran strategis untuk memastikan setiap kebijakan dan penggunaan anggaran benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. 

“Pengawasan ini bertujuan agar pelaksanaan pemerintahan dan penggunaan anggaran di tahun 2026 berjalan tepat sasaran, transparan, dan akuntabel, sehingga pembangunan di daerah benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Ono Surono.

Kegiatan ini juga menjadi sarana komunikasi antara wakil rakyat dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menyerap masukan, aspirasi, serta evaluasi terhadap pelaksanaan program pemerintah daerah.

Melalui kegiatan pengawasan ini, diharapkan sinergi antara DPRD Provinsi Jawa Barat dan pemerintah daerah semakin kuat dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Ono Surono, berharap dengan dilaksanakannya kegiatan ini Visi Jawa Barat bisa terlaksana dengan baik yaitu Lembur di Urus, Kota di Tata, dan Jabar istimewa.

Yang Arti dan Penjabaranya dari Visi  Lembur di urus yaitu Desa di urus, Untuk itu Pemerintah Provinsi Jawa Barat Harus Aktif Sehingga Seluruh desa di Jawa Barat bisa berdaya maksimal, karena persoalan apapun di pemerintahan berawal dari desa karena desa merupakan pemerintahan yang paling bawah.

Untuk itu, Ia berharap nanti akan ada pelatihan -pelatihan yang dilaksanakan untuk operator desa di  seluruh desa di Jawa Barat. 

Serta untuk Pembangunan infrastruktur di desa Jalan -jalannya bisa terbangun dengan baik dengan kualitas yang bagus yang bersumberkan dari anggaran Provinsi Jawa Barat. Ungkapnya.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet



Jurnalpelita - Indramau,- Kegiatan Musyawarah Wilayah (Muswil) X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Jawa Barat menjadi momentum penting bagi PPP Jawa Barat dalam melakukan regenerasi kepemimpinan, konsolidasi struktur partai, serta perumusan strategi pemenangan pemilu di tingkat daerah.

Kali ini, Kegiatan yang digelar selama dua hari, Yakni Selasa-Rabu, 3-4 Februari 2026, dilaksanakan di Swiss-Bellin Hotel, Kabupaten Indramayu. Rabu, 4/2/2026.

Dalam kesempatan itu, Plt. Sekertaris DPW PPP Jawa Barat, H. Cecep Supriyanto yang akrab disapa Gus Yanto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan jalannya Muswil.

“Alhamdulillah, kegiatan berjalan dengan baik dari awal hingga akhir tanpa kendala apa pun,” kata Gus Yanto.

Dalam hal ini, Gus Yanto berharap dalam formatur yang telah ditetapkan pada Muswil X mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan kebijaksanaan, khususnya dalam menyusun kepengurusan DPW PPP Jawa Barat ke depan.

“Kita berharap formatur yang telah dipilih melalui forum musyawarah ini bisa amanah, jernih, dan bijak dari hati nurani yang paling dalam dalam memotret kader-kader terbaik Jawa Barat, baik untuk posisi ketua, sekretaris, bendahara, maupun pengurus lainnya,” tuturnya.

Menurutnya, hasil kerja formatur yang arif dan objektif akan menjadi kunci dalam membesarkan PPP di Jawa Barat. Untuk itu Ia menekankan bahwa pentingnya kebijaksanaan dan keadilan dalam mengakomodasi seluruh potensi kader.

“Jika formatur memotret secara bijak dan arif, insyaallah PPP Jawa Barat akan semakin besar dan kuat,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Gus Yanto juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum DPP PPP H. Muhammad Mardiono dan K.H. UU Ruzhanul Ulum yang telah mengemban amanah sebagai Plt. Ketua DPW PPP Jawa Barat. Ia berharap kepemimpinan tersebut dapat terus berlanjut secara definitif.

“Semoga kita doakan bersama, Pak UU bisa terpilih kembali menjadi pimpinan definitif. Namun apa pun hasilnya, baik itu formatur maupun pengurus, kita semua tunduk dan patuh kepada pimpinan tertinggi partai,” tegasnya.

Nampak hadir pada Muswil X PPP Jawa Barat sejumlah tokoh penting partai, di antaranya Ketua Umum DPP PPP H. Muhammad Mardiono, K.H. UU Ruzhanul Ulum selaku Pelaksana Tugas (Plt.) DPW PPP Jawa Barat, Plt. Sekertaris DPW PPP Jawa Barat H. Cecep Supriyanto, Anggota DPRD Jawabarat Fraksi Partai NasDem Hj. Sri Wahyuni Herman, Anggota DPRD Provinsi Jawabarat Fraksi Partai Golkar Hilal Hilmawan.


Pena  
 By.
Aji AP
Editor
By.
Aji AP
Foto/Video
By.
Aji AP



Jurnalpelita - Berdasarkan instruksi dari DPD Partai PDI Perjuangan yang sudah memutuskan Ketua PAC tingkat kecamatan. Lina Hilmia resmi terpilih sebagai Ketua PAC Kecamatan Indramayu yang memiliki 10 desa dan 8 kelurahan.

Lina Hilmia yang terpilih sebagai Ketua PAC menuturkan, penunjukan tersebut melalui tes tertulis dan tes wawancara. Ia berharap ke depannya PDIP Indramayu bisa menambah kursi dari partai.

"insyaallah selalu memberikan advokasi terbaik kepada masyarakat," Katanya.

Disinggung soal target yang diberikan oleh Ketua harus mencapai 15 kursi pada pemilu kendatang, ia menyampaikan bahwa periode sebelumnya PDI Perjuangan meningkat yang tadinya 7 kursi, menjadi 12 kursi.

"Untuk pemilihan selanjutnya yang akan dilaksanakan di Kecamatan Indramayu ini, insyaallah saya selaku Ketua PAC baru akan lebih mengoptimalisasikan suara-suara partai dan suara-suara kader PDI untuk selanjutnya," Pungkasnya.


Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget