Berita Tentang "Sport"
CLOSE ADS
CLOSE ADS

Juli 02, 2026 ,

Jurnalpelita - BANDUNG — Kompetisi bergengsi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SMK Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 di cabang olahraga panjat tebing resmi merilis hasil pertandingan untuk kategori Lead SMK Putri. Pertandingan babak final yang berlangsung di SOR HOKI, Kota Bandung, pada Kamis (2/7/2026) ini berjalan dengan sangat sengit dan kompetitif.

​Berdasarkan data resmi hasil pertandingan (Official Result) yang dikeluarkan oleh Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jawa Barat bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, atlet panjat tebing putri asal Kabupaten Indramayu, Zahra Riyanti, sukses keluar sebagai yang terbaik. Mewakili SMK Negeri 1 Kab. Indramayu dengan nomor dada (BIB) 033, Zahra berhasil mencapai performa puncak (TOP) dengan nilai kualifikasi (Point Q) sebesar 1,00, yang mengantarkannya kokoh di Peringkat 1.

​Menyusul di posisi kedua, atlet asal Kabupaten Majalengka, Givanes Greskia Zahra dari SMK KORPRI Kab. Majalengka (BIB 035), menempati Peringkat 2 setelah mencatatkan nilai final sebesar 26+. Sementara itu, posisi Peringkat 3 berhasil diraih oleh Ayu Syhifa Sofiah Deliana yang mewakili tuan rumah, SMK PU N Kota Bandung (BIB 041), dengan raihan nilai final 26.

Persaingan ketat juga ditunjukkan oleh atlet-atlet berbakat lainnya yang berhasil menembus babak final 8 besar tingkat provinsi ini, dengan urutan hasil sebagai berikut:

  • Peringkat 4: Witri Nur Aisyah (BIB 040) – SMKS Cijangkar, Kab. Tasikmalaya (Nilai: 21+)
  • Peringkat 5: Sunrise Fajarina (BIB 044) – SMKN 3 Kota Sukabumi (Nilai: 21+)
  • Peringkat 6: Niken Nuraira (BIB 027) – SMKN 3 Baleendah, Kab. Bandung (Nilai: 11)
  • Peringkat 7: Azzura Azka Rinjani (BIB 034) – SMKN 3 Kab. Kuningan (Nilai: 10+)
  • Peringkat 8: Syaira Fuzi Fadila (BIB 045) – SMK Negeri 1 Kota Tasikmalaya (Nilai: 10)

​Ajang O2SN SMK Provinsi Jawa Barat 2026 ini diharapkan dapat terus melahirkan bibit-bibit atlet panjat tebing potensial yang siap mengharumkan nama Jawa Barat di kancah nasional maupun internasional. Selamat kepada para pemenang yang telah berjuang maksimal membawa nama baik sekolah dan daerahnya masing-masing


Pena  
 By.
Adam P
Editor
By.
Adam P
Foto/Video
By.
Adam P


Jurnalpelita - INDRAMAYU — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) menggelar audiensi bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) guna membahas kesiapan anggaran menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026. Pertemuan ini juga dihadiri oleh dinas terkait seperti Bappeda, BKD, dan Dispara. Kamis, 18/6/2026.

​Dalam audiensi tersebut, pihak KONI mengeluhkan minimnya anggaran yang tersedia saat ini untuk menghadapi Porprov 2026. Dari kebutuhan yang diperkirakan mencapai kisaran Rp4 miliar, saat ini anggaran yang baru terealisasi baru sekitar Rp1 miliar.

​Anggaran Porprov Diupayakan Masuk Lewat Skema Dana Hibah

H. Sirojudin, S.P., M.Si. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, menyatakan bahwa aspirasi dari KONI telah ditampung dan akan ditekankan agar masuk ke dalam tahapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2026 melalui skema dana hibah, bukan melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Dispara).

"Kami inginnya anggaran ini masuk ke dana hibah, jangan masuk ke Dispara. Kalau masuk ke Dispara, banyak aturan yang rumit dan ditakutkan malah tidak bisa dilaksanakan, sehingga berujung menjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) lagi," ujar Ketua DPRD.

Menurutnya, ​Pihak DPRD juga berencana untuk segera melakukan komunikasi langsung dengan Bupati guna memastikan regulasi dan dorongan anggaran ini berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.

​Kebutuhan Alat Tanding Baru dan Insentif Atlet

​Sementara itu, Ketua KONI Yogi Kurniawan menyampaikan bahwa tambahan anggaran sebesar Rp4 miliar tersebut sangat krusial untuk menunjang performa para atlet. Beberapa poin penting yang mendesak antara lain:

Peremajaan Alat Olahraga: Banyak alat tanding milik atlet saat ini yang kondisinya sudah rusak dan usang.

Insentif Stimulan Atlet: Diperlukan anggaran untuk insentif guna memicu semangat juang para atlet agar tetap fokus membela daerah dan tidak "bisa hengkang" ke daerah lain.

​Yogi menyebutkan bahwa langkah audiensi ke DPRD ini merupakan tindak lanjut setelah sebelumnya juga telah berkomunikasi dan mendapatkan restu dari pihak Bupati terkait sinkronisasi anggaran.

"​Pada Porprov November 2026 mendatang, KONI menargetkan minimal dapat mempertahankan posisi peringkat 14 besar, namun tetap berharap ada progres kemajuan prestasi yang lebih baik jika dukungan anggaran ini dapat terealisasi secara maksimal," Ujar Yogi kepada wartawan.


Pena  
 By.
Adam P
Editor
By.
Adam P
Foto/Video
By.
Adam P



Jurnalpelita - INDRAMAYU – Turnamen Bola Voli Soekarno Cup Kabupaten Indramayu yang diselenggarakan oleh DPC PDIP Indramayu resmi berakhir dengan sukses setelah menggelar laga semifinal dan final. Kompetisi yang berlangsung selama dua hari di GOR Singalodra ini menempatkan tim dari PAC PDI Perjuangan Kecamatan Indramayu sebagai Juara I.

​Sementara itu, posisi Juara II diraih oleh tim Tunas Lobener, disusul PAC Anjatan di posisi ketiga, dan tim Damkar di posisi keempat.

​Ketua Panitia Pelaksana, H. Sirojuddin, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran turnamen yang diikuti oleh 31 tim tersebut. Ia juga mengapresiasi kerja sama yang terjalin baik dengan Pengurus Kabupaten Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (Pengkab PBVSI) Indramayu.

​"Alhamdulillah, turnamen berjalan dengan mulus dan sempurna. Kami mengucapkan terima kasih kepada PBVSI yang telah bekerja sama dengan PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu, serta kepada Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Pak Ono Surono, yang menyempatkan hadir dari pembukaan hingga penutupan," ujar Sirojuddin. Minggu, 14/6/2026.

​Rencana Ekspansi ke Tingkat Kecamatan

​Melihat antusiasme yang tinggi, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono, berharap agar turnamen ini dapat menjadi agenda rutin tahunan dengan format yang lebih besar dan kompetitif pada tahun depan.

​Ono mengusulkan agar kejuaraan berikutnya digelar secara terbuka di tingkat kecamatan terlebih dahulu sebelum para pemenang bertanding di tingkat kabupaten.

​"Saya sudah berpesan kepada Pak H. Syirojuddin, tahun depan mudah-mudahan bisa dilakukan turnamen bola voli dari tingkat kecamatan. Sistemnya terbuka, panitianya dari PAC PDI Perjuangan, tetapi pesertanya bebas. Pemenang dari tiap kecamatan nantinya akan diadu di tingkat kabupaten," jelas Ono.

​Dengan skema baru tersebut, turnamen diproyeksikan akan berlangsung lebih lama, bisa memakan waktu hingga beberapa bulan, tidak lagi hanya dalam dua hari. Pihak panitia juga berencana melakukan pengecekan kelaikan lapangan voli di setiap kecamatan demi mendukung jalannya kompetisi mendatang.

​Ono juga menekankan bahwa selain sebagai wadah olahraga rakyat, esensi utama dari turnamen ini adalah untuk mengimplementasikan nilai-nilai ajaran Bung Karno di tengah masyarakat.

​"Bagaimana persatuan, kebersamaan, gotong royong, dan Sportifitas menjadi hal yang utama. Nilai-nilai ajaran Bung Karno benar-benar bisa dilaksanakan dalam momen turnamen bola voli ini," pungkasnya.


Pena  
 By.
Adam P
Editor
By.
Adam P
Foto/Video
By.
Adam P

Juni 14, 2026 ,


Jurnalpelita - BANDUNG – Persaingan ketat tersaji dalam babak final kategori Provisional Lead Putri SMA Pemula pada ajang bergengsi Rock School Sport Climbing Competition SMA/Sederajat Se-Jawa Barat. Kompetisi panjat tebing yang didukung penuh oleh Dispora Jabar dan FPTI Jawa Barat ini berlangsung sukses di Manjat Climbing Gym pada Minggu, 14 Juni 2026.

​Berdasarkan data rilis resmi (Official Result) yang ditandatangani oleh Suhendar pada pukul 18.39 WIB, para pemanjat tebing pelajar asal Kabupaten Indramayu sukses mendominasi posisi tiga besar dan membawa pulang medali kemenangan.

​Dominasi Mutlak di Tiga Besar

Zahra Riyanti, atlet berbakat utusan dari SMKN 1 Indramayu / Mahameru Climbing Club, berhasil mengamankan peringkat pertama (Rank 1) setelah menunjukkan performa luar biasa di dinding kompetisi dengan torehan nilai poin Q sebesar 1,58 dan hasil final di angka 14+.

​Posisi kedua (Rank 2) ditempati oleh rekan sedaerahnya, Aisyah Lutfiatuzzahra yang mewakili SMAN 1 Jatibarang / Mahameru Climbing Club. Aisyah menempel ketat di posisi runner-up dengan poin Q 4,18 dan raihan final 14+.

​Melengkapi dominasi Indramayu di panggung podium, Kasih Tri Utami dari SMAN 1 Sindang / Dharma Ayu Climbing Club sukses mengunci peringkat ketiga (Rank 3) dengan perolehan nilai poin Q 3,16 dan catatan final 14.

​Hasil Lengkap Babak Final

​Persaingan di babak final ini diikuti oleh 8 pemanjat tebing terbaik tingkat SMA dari berbagai sekolah dan klub di Jawa Barat. Berikut adalah hasil lengkap klasemen final Provisional Lead Putri SMA Pemula:


PeringkatNama AtletNo. BIBSekolah / Klub UtusanSkor Final

1. Zahra Riyanti046SMKN 1 Indramayu / Mahameru Climbing Club14+

2. Aisyah Lutfiatuzzahra044SMAN 1 Jatibarang / Mahameru Climbing Club14+

3. Kasih Tri Utami048SMAN 1 Sindang / Dharma Ayu Climbing Club14

4. Laelatul Fitriah047SMKN 1 Indramayu / Dharma Ayu Climbing Club13

5. Khalida Nur Laila043SMA PGII 1 Bandung9

6. Tasya Rahma Julia049G'Ppala SMAN 1 Lembang8+

7. Meylisah045SMKN 1 Balongan / Kaldera7

8. Cyrilla Yasyfa Putri050Stupala SMA Pasundan 8 Bandung7

Keberhasilan para pelajar ini menonjolkan potensi besar atlet muda panjat tebing Jawa Barat, khususnya wilayah Indramayu dan sekitarnya, yang diproyeksikan akan terus bersinar di kejuaraan-kejuaraan tingkat nasional mendatang.

Pena  
 By.
Adam P
Editor
By.
Adam p
Foto/Video
By.
Adam P

Juni 14, 2026 , ,

Jurnalpelita - INDRAMAYU – Bulan ini menjadi momen yang sangat meriah bagi insan otomotif di Kabupaten Indramayu. Melalui gelaran event ADS, Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Indramayu sukses menyajikan kompetisi balap yang dinilai terbaik dari seluruh aspek, mulai dari manajemen perlombaan (paddock) hingga kinerja kepanitiaan yang berjalan sangat lancar. Kesuksesan ini juga tidak lepas dari dukungan penuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) setempat.

​Ketua IMI Kabupaten Indramayu, Andri Dry, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran acara ini. Ia menyebutkan bahwa antusiasme peserta sangat luar biasa dan datang dari berbagai penjuru Indonesia.

​"Peserta banyak, Pak, dari seluruh Indonesia. Dari Aceh juga ada, NTB ada, Kalimantan juga ada. Rata-rata yang datang ke sini adalah pembalap senior yang biasa mengikuti kejurnas, karena event ini memang setara dengan kejurnas," ujar Dry saat diwawancarai di lokasi arena. Minggu, 14/62026.

Dalam.kesempatan ini, Dry menyebut ​Hingga pukul 14.00 WIB, tercatat sebanyak 361 starter telah terdaftar di pertengahan acara, dan jumlah tersebut terus bertambah hingga menjelang akhir balapan. "Kompetisi kali ini dibagi ke dalam empat sesi atau kelas utama, yaitu Supporting Race, Kelas Wajib ADS, Bracket, dan Sunmori," Tuturnya.

​Arena Balap Berstandar Nasional

​Menanggapi kondisi lintasan, Andry Dry menjelaskan bahwa arena yang digunakan sudah sangat memadai dan masuk dalam kategori layak untuk skala nasional. Ia menekankan pentingnya standarisasi kehalusan aspal dalam dunia balap motor untuk menjaga performa dan keselamatan para pembalap.

​"Arena alhamdulillah memadai dan masih masuk kategori ke nasional. Standarisasinya harus halus, Pak, harus halus. Kalau ada yang bergelombang, itu jelas ada pengaruhnya buat pembalap," jelasnya.

​Harapan Besar untuk Pembalap Lokal Indramayu

​Prestasi membanggakan juga berhasil ditorehkan oleh para talenta lokal. Dalam event ini, tercatat ada empat pembalap asal Indramayu yang berhasil naik podium dan keluar sebagai juara untuk kategori Local Hero.

​Melalui event ini, ketua IMI Kabupaten Indramayu berharap bisa terus mewadahi bakat-bakat muda sekaligus memajukan dunia otomotif di daerah.

​"Yang penting Drag Bike IMI Kabupaten Indramayu mempersembahkan yang terbaik buat Indramayu," pungkas Dry.


Pena  
 By.
Adam P
Editor
By.
Adam P
Foto/Video
By.
Adam P



Jurnalpelita - Semangat sportifitas, persatuan, dan gotong royong mewarnai pelaksanaan Turnamen Bola Voli Indoor Soekarno Cup 2026 yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno. Kegiatan yang berlangsung di GOR Singalodra, Kabupaten Indramayu, pada 13–14 Juni 2026 itu diikuti oleh 32 tim yang mewakili 31 kecamatan se-Kabupaten Indramayu.

Pembukaan turnamen dilakukan langsung oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono, yang menegaskan bahwa penyelenggaraan Soekarno Cup merupakan bagian dari implementasi instruksi DPP PDI Perjuangan kepada seluruh struktur partai untuk mengisi Bulan Bung Karno dengan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurut Ono, peringatan Bulan Bung Karno tidak hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui berbagai aktivitas yang mampu mempererat hubungan sosial masyarakat, mulai dari seminar, diskusi kebangsaan, festival budaya, kegiatan sosial hingga kompetisi olahraga.

"Melalui peringatan Bulan Bung Karno, partai mendorong berbagai kegiatan positif di tengah masyarakat. Di Indramayu sendiri, DPC PDI Perjuangan memilih menggelar Turnamen Bola Voli Soekarno Cup 2026 sebagai sarana membangun kebersamaan sekaligus menumbuhkan semangat olahraga di kalangan masyarakat," ujar Ono.

Ia menegaskan, turnamen tersebut bukan sekadar ajang untuk memperebutkan gelar juara, melainkan wadah memperkuat nilai-nilai persatuan dan gotong royong yang selama ini menjadi bagian dari ajaran dan perjuangan Bung Karno.

"Yang paling penting bukan soal menang atau kalah, tetapi bagaimana kegiatan ini menjadi sarana mempererat persaudaraan, memperkuat persatuan, serta menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat," katanya.

Ono juga mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan Soekarno Cup 2026. Kehadiran 32 tim dari berbagai wilayah menjadi bukti bahwa olahraga bola voli masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Indramayu.

"Alhamdulillah antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Ada 32 tim yang ikut berpartisipasi mewakili 31 kecamatan. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin setiap tahun," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ono juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas dan fair play selama pertandingan berlangsung.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu, H. Sirojudin, S.P., M.Si., menjelaskan bahwa setelah pembukaan resmi dilaksanakan, pertandingan langsung memasuki babak penyisihan dengan sistem gugur.

"Hari ini kita mulai babak penyisihan. Besok akan dilanjutkan dengan pertandingan 16 besar, semifinal hingga final. Turnamen ini diikuti oleh perwakilan dari 31 kecamatan di Kabupaten Indramayu," ujarnya.

Sebagai bentuk penghargaan kepada para peserta, panitia menyediakan hadiah pembinaan bagi para juara. Juara pertama akan menerima hadiah sebesar Rp5 juta, juara kedua Rp3 juta, juara ketiga Rp2 juta, dan juara keempat Rp1 juta.

Sirojudin juga menyambut baik harapan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat agar ke depan kegiatan serupa dapat melibatkan lebih banyak atlet putri. Menurutnya, kesempatan yang sama harus diberikan kepada perempuan untuk berkembang dan berprestasi di dunia olahraga.

"Tahun depan Insya Allah kami akan mengkaji agar Soekarno Cup juga melibatkan tim putri. Kami ingin olahraga bola voli menjadi ruang yang inklusif dan memberikan kesempatan yang sama bagi perempuan untuk menunjukkan prestasinya," katanya.

Lebih jauh, ia berharap turnamen ini dapat menjadi sarana pembinaan sekaligus penjaringan atlet-atlet potensial yang nantinya mampu membawa nama baik Kabupaten Indramayu di berbagai ajang kompetisi.

"Kami berharap PBVSI Kabupaten Indramayu dapat memantau para pemain yang bertanding selama turnamen berlangsung. Mudah-mudahan dari Soekarno Cup lahir atlet-atlet berbakat yang nantinya mampu memperkuat Kabupaten Indramayu di tingkat regional maupun nasional," ungkapnya.

Terpisah, Ketua Panitia Soekarno Cup 2026, Basirun, mengungkapkan rasa syukur atas lancarnya seluruh rangkaian kegiatan mulai dari proses pendaftaran, technical meeting hingga pelaksanaan pertandingan pada hari pertama.
Menurutnya, tingginya animo peserta membuat atmosfer kompetisi terasa seperti turnamen tingkat terbuka atau open tournament. Hal itu terlihat dari kualitas permainan yang ditunjukkan para peserta, yang sebagian besar diperkuat oleh pemain-pemain terbaik dari masing-masing kecamatan.

"Alhamdulillah seluruh tahapan berjalan lancar. Mulai dari pendaftaran, technical meeting hingga pertandingan hari ini tidak ada kendala berarti. Meskipun pesertanya berasal dari tingkat kecamatan, atmosfer kompetisinya terasa seperti turnamen terbuka karena banyak pemain berkualitas yang ikut bertanding," kata Basirun.

Ia berharap Soekarno Cup dapat menjadi agenda tahunan yang mampu melahirkan bibit-bibit atlet bola voli potensial sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga dari berbagai wilayah di Kabupaten Indramayu.

"Selain mencari juara, tujuan utama kegiatan ini adalah mempererat persaudaraan, memperkuat kebersamaan, dan memberikan ruang bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Semoga ke depan Soekarno Cup semakin besar dan semakin diminati masyarakat," pungkasnya.

Turnamen Bola Voli Soekarno Cup 2026 menjadi bukti bahwa peringatan Bulan Bung Karno dapat diwujudkan melalui kegiatan yang membangun semangat kebersamaan, sportivitas, dan persatuan. Di tengah persaingan yang berlangsung di lapangan, para peserta tetap diharapkan menjunjung tinggi nilai fair play sebagai wujud penghormatan terhadap semangat gotong royong dan persaudaraan yang diwariskan Bung Karno kepada bangsa Indonesia.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi

Jurnalpelita - INDRAMAYU – Panitia Aspirasi Premio Drag Series (ADS) Putaran 3 Kabupaten Indramayu resmi memperpanjang masa pendaftaran untuk sebelas kelas perlombaan. Langkah ini diambil guna merespons tingginya animo para "starter" (pembalap) yang ingin ambil bagian dalam ajang balap bergengsi tersebut. Pendaftaran dipastikan tetap dibuka hingga Minggu pagi, 14 Juni 2026.

Ketua Pengcab IMI Kabupaten Indramayu sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Andry Dry, mengungkapkan bahwa hingga Sabtu (13/6/2026), ratusan pembalap telah memadati sirkuit untuk mengikuti babak penyisihan di 9 kelas lainnya.

"Kami ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya, terutama bagi para pembalap dari luar daerah, untuk mengumpulkan poin setinggi-tingginya. Oleh karena itu, panitia sepakat masih membuka pendaftaran hingga besok Minggu pagi," ujar Andry Dry saat ditemui di lokasi, Sabtu (13/6/2026).

Adapun 11 kelas yang pendaftarannya masih dibuka hingga Minggu pagi meliputi:

 1. ADS 1: Bracket 8 Detik
 2. ADS 2: Bracket 9 Detik
 3. ADS 3: Bracket 9,5 Detik
 4. ADS 4: Bracket 10 Detik
 5. ADS 5: Bracket 10,5 Detik
 6. ADS 6: Sport 2T 155cc Frame Std
 7. ADS 7: Bebek 4T TU 200cc
 8. ADS 8: Sport 2T TU 155cc
 9. ADS 9: Ninja Std 155cc
 10. ADS 10: Matic TU 155cc
 11. ADS 11: Matic TU 200cc

Ajang ADS Seri 3 ini diprediksi akan berlangsung sengit mengingat besok merupakan hari penentu bagi para pembalap untuk mengamankan posisi dan poin krusial di masing-masing kelas yang diperlombakan.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi

Jurnalpelita - INDRAMAYU - Cabang olahraga yang bernaung di bawah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Indramayu masih menunggu support anggaran yang dijanjikan oleh Pemerintah Kabupaten Indramayu. 

Informasinya, anggaran yang akan dikucurkan kepada 34 cabang olahraga sebesar Rp 4 Milyar. Angka ini akan memenuhi kebutuhan atlet, pelatih dan kebutuhan lainnya dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat yang akan digelar di tiga tempat yakni kota Bekasi, Bogor dan Depok pada bulan November mendatang.

Sejumlah cabang olahraga masih menunggu kucuran anggaran untuk memenuhi kebutuhan atlet yang akan berlaga dalam ajang kompetisi olahraga tingkat Jawa Barat tersebut. Dimana ajang ini biasanya dikaitkan dengan prestise kabupaten dalam mendulang medali atletnya.

Sekretaris Umum Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kabupaten Indramayu Ade mengatakan anggaran bagı atlet dan pelatih merupakan urat nadi keberlangsungan hidup untuk menuju prestasi yang maksimal. 

Menurut Ade, pihaknya masih menunggu alokasi anggaran yang akan digelontorkan oleh Pemkab Indramayu. 

"Kita masih menunggu. Anggaran itu bagi kami urat nadi dalam memacu prestasi atlet," jelas Ade yang juga pelatih senior sepak takraw di kabupaten Indramayu.

Sembari menunggu cairnya anggaran tersebut, Ade tetap melatih atlet atlet sepak takraw andalan Indramayu yang akan berlaga pada ajang Porprov Jawa Barat. 

Tak berbeda dengan cabor sepak takraw, cabang olahraga Judo melalui ketua Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Kabupaten Indramayu Edi Sunaryo menjelaskan organisasinya juga masih menunggu kucuran anggaran yang awalnya akan cair pada bulan Mei ini. 

Edi mengatakan kucuran dana itu sangat bermanfaat bagi keberlangsungan atlet dalam mengukir prestasi dan mengharumkan nama kabupaten Indramayu dikancah prestasi olahraga nasional.

"Jujur untuk Judo sangat bergantung pada anggaran yang dialokasikan oleh Pemkab Indramayu. Apalagi kita tidak punya bapak angkat," kata Edi Sunaryo.

Edi merinci, berdasarkan informasi yang diterima sekretaris KONI Kabupaten Indramayu Maman Kostaman, Pemkab Indramayu akan mencarikan anggaran untuk kebutuhan Porprov 2026 pada bulan ini. 

"Bila meleset, akan kita ajak cabor cabor lainnya untuk bersama sama duduk bareng membahas ini sejauh mana kepedulian Pemkab Indramayu dalam mengangkat prestasi olahraga," tegas Edi.

Ketergantungan anggaran ini, kata Edi, juga berpengaruh pada potensi atlet dalam peningkatan prestasi. Selama ini, untuk berlatih saja, atlet menggunakan sarana sendiri di Kecamatan Arahan. 

"Alhamdulillah, judo masih mampu menyumbang empat perunggu pada Porprov tahun lalu. Terlebih bila support anggaran dari Pemkab Indramayu dapat terealisasi pasti atlet akan bersemangat," terangnya.

Ketergantungan anggaran ini juga dirasakan sama oleh cabor cabor lainnya yang bernaung dibawah organisasi induk Komite Olahraga Nasional Indonesia) Kabupaten Indramayu. Terlebih, event Porprov XV Jawa Barat akan berlangsung dalam beberapa bulan kedepan dan diperlukan persiapan yang matang dan maksimal serta dukungan finansial dari Pemerintah Kabupaten Indramayu (*)


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi


Jurnalpelita - Momen kegiatan Kejuaraan Pencak Silat Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (POPKAB) Kabupaten Indramayu tahun 2026 diselenggarakan dengan sukses dan berjalan kondusif sesuai rencana, aman, dan tertib.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Haji Fajar selaku ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Indramayu menuturkan, kegiatan yang diselenggarakan selama 3 hari ini berjalan lancar karena kerja sama yang kompak antara semua ketua perguruan, pengurus IPSI, panitia, dan jajaran pemerintahan yang terkait.

"Saya selaku Ketua IPSI Kabupaten Indramayu menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah membantu berjalannya kejuaraan ini. Adapun output dari kejuaraan ini adalah sebagai bahan inventarisir atlet oleh IPSI Kabupaten Indramayu untuk event-event ke depan." Ujarnya.

Ia menambahkan pada Event ke depan banyak yang akan dihadapi. Dalam waktu yang sangat pendek ini, pihaknya akan menghadapi kejuaraan Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah (POPWILDA) 2026 untuk anak usia remaja dan pra-remaja.

Kemudian setelah itu, pihaknya akan melaksanakan Pekan Olahraga Provinsi  (PORPROV) tahun 2026.

"Mohon doanya kepada semua jajaran, semua pihak, untuk terus mendukung kegiatan Pencak Silat Kabupaten Indramayu." Harapnya

Sementara Untuk kategori pada kejuaraan ini diikuti oleh Usia Dini 2, Usia Dini 1, Pra-Remaja, dan Remaja yaitu mulai dari anak SD kelas 3 sampai SMP.

Dalam hal ini Untuk evaluasi keseluruhan,  dari hari pertama sampai hari ini selesai, banyak calon bibit atlet yang sangat potensial. Baik di Usia Dini 2, Dini 1, maupun Pra-Remaja. "kita melihat perkembangan pencak silat yang sangat bagus di Kabupaten Indramayu." Ujarnya.

Sementara peraih juara kategori dan juara umum untuk masing-masing tingkatan. Diraih oleh Perguruan Birawa Anoraga, Gagak Muara, PSHT, Merpati Putih, dan Tapak Suci.

"Mereka berhasil membawa piala-pialanya, begitu juga dengan perguruan lainnya." Tuturnya

Sedangkan Untuk persiapan menjelang POPDA, hasil dari POPKAB ini nantinya di bulan akhir Juni atau awal Juli, atlet-atlet terpilih akan diberikan pembinaan melalui pemusatan latihan atau training center.

"Ya, untuk di PORPROV target kita emas. Kalau di POPWILDA, insyaallah kita optimis bisa meraih hasil terbaik." Pungkasnya.

Dari data yang dihimpun peraih juara dari berbagai kategori adalah :

PESILAT TERBAIK KATEGORI REMAJA

Ranu Adi Laga (Bhirawa Anoraga)
Syafa Alika Fisilmi (Gagak Muara)

PESILAT TERBAIK KATEGORI PRA REMAJA

Damar Sahrul Ramadhan (Psht 1922 Indonesia)
Arynza Prava Setyadi (PSHT Indramayu)

PESILAT TERBAIK KATEGORI USIA DINI

Kelvin Dwi Adinata (Bhirawa Anoraga)
Nazihah Afifah (Tapak Suci Indramayu)

JUARA UMUM KATEGORI USIA DINI

Juara Umum 1 : Bhirawa Anoraga (10 Emas, 5 Perak, 3 Perunggu)
Juara Umum 2 : Gagak Muara (9 Emas, 12 Perak, 3 Perunggu)
Juara Umum 3 : PSHT 1922 Indonesia (8 Emas, 3 Perak, 2 Perunggu)

JUARA UMUM KATEGORI PRA REMAJA

Juara Umum 1 : PSHT Indramayu (11 Emas, 14 Perak, 13 Perunggu)
Juara Umum 2 : Tapak Suci Indramayu (4 Emas, 1 Perak)
Juara Umum 3 : Gagak (3 Emas, 2 Perak)

JUARA UMUM KATEGORI REMAJA

Juara Umum 1 : PSHT Indramayu (6 Emas, 6 Perak, 7 Perunggu)
Juara Umum 2 : Merpati Putih (5 Emas, 2 Perak, 5 Perunggu)
Juara Umum 3 : Gagak Muara (2 Emas, 4 Perak, 4 Perunggu)

JUARA UMUM FAVORIT

Juara Umum 1 : PSHT Indramayu (21 Emas)
Juara Umum 2 : Bhirawa Anoraga (15 Emas)
Juara Umum 3 : Gagak Muara (14 Emas)


Pena  
 By.
Jidam P
Editor
By.
Jidam P
Foto/Video
By.
Jidam P



Jurnalpelita - – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Indramayu kini memasuki tahap krusial dalam mempersiapkan kontingen menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 yang dijadwalkan berlangsung 7 hingga 20 November 2026 dengan Kota Bekasi, Kota Bogor, dan Kota Depok sebagai tuan rumah bersama.  

Sebanyak 34 cabang olahraga (cabor) dipastikan lolos Babak Kualifikasi (BK) dan siap mengibarkan bendera Indramayu di ajang bergengsi tingkat provinsi tersebut.

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Indramayu, Herman Indra Susanto kepada wartawan menegaskan bahwa di tahap awal usai dirinya dilantik tengah melakukan sinkronisasi data atlet melalui portal pendaftaran terbaru. Seluruh pengurus cabor akan dipanggil untuk memastikan keakuratan data sebelum keberangkatan ke Porprov. 

Selain itu, kata Herman, tes kemampuan fisik akan segera digelar sebagai tolok ukur kebugaran atlet. Ia menekankan bahwa setiap cabang olahraga memiliki standar fisik berbeda, sehingga tes akan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing.

 “Kami sudah memiliki benchmark, tes ini penting untuk memastikan kesiapan atlet sebelum bertanding,” ujar Herman, Jumat 1 Mei 2026.

Dalam kesempatan itu Herman juga menuturkan bahwa KONI Indramayu menetapkan target 17 medali emas, meningkat satu medali dari capaian Porprov sebelumnya. Target ini dianggap realistis setelah melalui diskusi dengan pengurus cabor. 

Beberapa cabang unggulan yang diharapkan menyumbang emas antara lain voli pantai,  pencak silat, renang, perbakin, terjun payung, kempo, tarung derajat, taekwondo, dan basket.

“Target ini bukan sekadar angka, melainkan hasil analisis potensi dari cabor unggulan yang selama ini konsisten berprestasi,” jelas Herman.

Dikatakannya juga, persoalan anggaran menjadi tantangan tersendiri. KONI Indramayu telah mengusulkan dana sebesar Rp4 miliar untuk kebutuhan dasar atlet, mulai dari makan, penginapan, hingga persiapan teknis. Selain itu, insentif bulanan sebesar Rp200 ribu bagi atlet lolos Porprov juga diusulkan sejak Januari hingga Oktober 2026.

Tambahan dana pembinaan sekitar Rp1 miliar akan direalisasikan pada Mei, dengan pembagian berdasarkan target medali tiap cabor. Skema ini diharapkan menjadi bentuk apresiasi terhadap potensi prestasi. 

“Semakin besar peluang medali, semakin besar pula dukungan pembinaan,” tambah Herman.

Sebagai motivasi tambahan, "ujar Herman, KONI Indramayu mengusulkan kenaikan bonus bagi atlet peraih medali emas. Jika sebelumnya bonus berada di kisaran Rp50 juta, kini diusulkan naik menjadi Rp75 juta untuk emas perorangan. Formulasi final masih menunggu persetujuan, namun langkah ini diyakini akan meningkatkan semangat juang atlet.

Dengan persiapan matang, dukungan anggaran, serta target yang realistis, KONI Indramayu optimistis mampu meningkatkan prestasi di Porprov Jawa Barat 2026 yang akan digelar di Bogor, Depok, dan Bekasi.

“Indramayu siap bersaing, bukan hanya berpartisipasi. Kami ingin menunjukkan bahwa atlet-atlet daerah mampu berprestasi dan mengharumkan nama kabupaten di tingkat provinsi,” pungkas Herman.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi



Jurnalpelita
 - Indramayu, () - Pelantikan kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Indramayu periode 2026–2030 di Pendopo Indramayu, Rabu (22/4/2026), yang semestinya menjadi momentum penguatan organisasi olahraga, justru meninggalkan tanda tanya besar terkait legitimasi dan soliditas internal.

Acara yang digadang sebagai tonggak awal kepemimpinan baru itu berlangsung tanpa kehadiran Bupati Indramayu, Lucky Hakim. Absennya kepala daerah dalam momen strategis ini dinilai sebagai sinyal lemahnya daya dorong KONI di tingkat kabupaten. Kritik pun bermunculan, bukan hanya soal dukungan eksternal, tetapi juga mengenai kemampuan KONI Indramayu membangun komunikasi politik dan memastikan dukungan penuh dari pemangku kebijakan.

Sejumlah pejabat hadir, di antaranya Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga Indramayu Ahmad Syadali, Ketua Umum KONI Jawa Barat Muhammad Budiana, serta Ketua KONI Indramayu Yogi Kurniawan. Namun kehadiran mereka belum cukup menutup kesan bahwa pelantikan berlangsung tanpa dukungan simbolik yang semestinya bisa diamankan oleh organisasi olahraga terbesar di daerah.

Ketiadaan bupati dalam acara ini memperlihatkan potensi persoalan lebih dalam: lemahnya lobi, komunikasi politik, dan strategi pendekatan yang seharusnya menjadi fondasi awal kepengurusan. Jika sejak pelantikan saja KONI gagal menghadirkan dukungan simbolik dari pucuk pimpinan daerah, maka wajar jika muncul keraguan terhadap kemampuan mereka memperjuangkan hal-hal lebih besar seperti anggaran, fasilitas, dan kebijakan olahraga.

Pelantikan yang mestinya menjadi panggung menunjukkan kekuatan organisasi justru berbalik menjadi indikator rapuhnya konsolidasi. Tanpa legitimasi kuat dan dukungan solid, KONI Indramayu berpotensi menghadapi jalan terjal bahkan sebelum program kerja dijalankan. Hingga acara berakhir, tidak ada penjelasan terbuka yang mampu meredam pertanyaan publik. Akibatnya, kepengurusan baru ini bukan hanya dibebani target prestasi, tetapi juga keraguan sejak hari pertama.

Jika kondisi ini tidak segera dibenahi, KONI Indramayu berisiko memulai periode kepemimpinannya dalam bayang-bayang ketidakpercayaan. Situasi ini jelas lebih sulit diatasi dibanding sekadar mengejar medali di arena olahraga. Tantangan terbesar mereka bukan hanya membangun prestasi, melainkan membangun legitimasi dan kepercayaan publik yang sudah goyah sejak awal.

Dampak ke Depan Bagi KONI Indramayu

 Tanpa dukungan penuh dari pemerintah daerah, program pembinaan atlet berisiko tidak berjalan optimal. Anggaran yang seharusnya dialokasikan untuk pelatihan, fasilitas, dan kompetisi bisa tersendat jika komunikasi politik tidak segera diperbaiki.

KONI sangat bergantung pada dukungan APBD. Lemahnya legitimasi dan absennya simbol dukungan dari bupati dapat membuat alokasi anggaran olahraga menjadi prioritas rendah. Akibatnya, fasilitas olahraga bisa stagnan atau bahkan menurun kualitasnya.

Atlet, pelatih, klub olahraga, hingga masyarakat luas bisa kehilangan kepercayaan terhadap kepengurusan baru. Jika sejak awal sudah dipertanyakan, maka setiap kebijakan atau program akan lebih mudah diragukan dan sulit mendapatkan dukungan moral.

Minim legitimasi sering kali memicu friksi di dalam organisasi. Kepengurusan baru bisa menghadapi resistensi dari pihak-pihak yang merasa tidak terakomodasi, sehingga energi organisasi lebih banyak tersita untuk meredam konflik ketimbang membangun prestasi.

Indramayu berpotensi kehilangan momentum dalam peta olahraga Jawa Barat. Ketika daerah lain memperkuat konsolidasi, Indramayu justru sibuk dengan isu legitimasi. Hal ini bisa berdampak pada minimnya prestasi di tingkat provinsi maupun nasional.

Dunia usaha dan sponsor biasanya melihat legitimasi organisasi sebelum memberikan dukungan. Jika KONI dianggap rapuh secara politik dan organisasi, maka peluang mendapatkan sponsor atau mitra strategis akan semakin kecil.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksk

Jurnalpelita - Indramayu, Kejuaraan Daerah (Kejurda) Bola Voli Indor putra putri Antar Klub Se Jawa Barat U-18 tahun yang digelar di Kabupaten Garut menjadi sorotan publik, bukan hanya karena semaraknya pertandingan, tetapi juga karena dukungan yang datang tanpa harus mengandalkan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). 

Bupati Lucky Hakim menyampaikan apresiasi mendalam kepada Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Indramayu yang mampu berkontribusi secara nyata dalam penyelenggaraan ajang bergengsi tersebut.

Menurut Lucky Hakim, saat menerima silaturahmi Pengurus PBVSI pada Selasa 7 April 2026, diruang samping Pendopo Indramayu, keikutsertaan PBVSI dalam mendukung Kejurda Garut adalah bukti nyata bahwa organisasi olahraga bisa mandiri dan kreatif dalam mencari sumber daya.

"Saya salut kepada PBVSI. Mereka bisa hadir, ikut andil, dan memberi dukungan penuh tanpa harus menyentuh dana APBD. Ini contoh baik bagaimana olahraga bisa berkembang dengan semangat kebersamaan dan kemandirian,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.

Selain itu, Bupati Lucky Hakim juga mengucapkan terima kasih kepada Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Indramayu, Atang Suwandi, S.STP., M.Si.. yang bersedia menjadi manajer tim bola voli Taksaka Indramayu. 

“Kesiapan itu sebagai bentuk ikut membantu Pemkab Indramayu dalam rangka mensukseskan olahraga. Saya bangga dengan Pak Plt Kadis Atang yang sudah ikut membantu Pemkab. Semoga tim bola voli di bawah naungan Manager Pak Atang sukses tanpa ekses, aminnnn,” ungkap Bupati dengan penuh harapan.

Bupati menekankan bahwa langkah PBVSI dan dukungan dari pejabat daerah seperti Atang Suwandi, sejalan dengan visi pemerintah untuk mendorong kemandirian organisasi olahraga. 

“APBD memang terbatas, dan harus digunakan untuk banyak kebutuhan masyarakat. Jika organisasi olahraga bisa mencari jalan sendiri, itu akan meringankan beban pemerintah sekaligus memperkuat rasa memiliki dari komunitas olahraga itu sendiri,” tambahnya.

Kejurda Bola Voli Jawa Barat kali ini diikuti oleh puluhan tim dari berbagai kabupaten/kota. Atmosfer kompetisi terasa meriah dengan dukungan masyarakat Garut yang antusias menyaksikan pertandingan. PBVSI, melalui jaringan dan kerja sama dengan berbagai pihak, berhasil menghadirkan fasilitas, perangkat pertandingan, serta dukungan teknis yang membuat jalannya kejuaraan semakin profesional.

Selain itu, Lucky Hakim berharap semangat PBVSI dapat menjadi inspirasi bagi cabang olahraga lain di Indramayu.  Ia menilai bahwa keberhasilan Kejurda Garut bukan hanya soal prestasi atlet, tetapi juga tentang bagaimana ekosistem olahraga bisa tumbuh tanpa bergantung sepenuhnya pada anggaran pemerintah. 

“Kita ingin olahraga menjadi gerakan masyarakat, bukan sekadar program pemerintah. PBVSI sudah menunjukkan jalannya,” tegasnya.

Kejurda Bola Voli Jawa Barat di Garut ini diharapkan melahirkan bibit-bibit atlet potensial yang kelak bisa mengharumkan nama daerah di tingkat nasional bahkan internasional. Dengan dukungan PBVSI yang konsisten, serta apresiasi dari pemerintah daerah, masa depan bola voli Jawa Barat diyakini akan semakin cerah.

Ketua PBVSI  Indramayu Uho Al Khudry, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk mendukung perkembangan bola voli di daerah.

 “Kami ingin menunjukkan bahwa PBVSI bisa berdiri di atas kaki sendiri. Dukungan yang kami berikan di Kejurda Garut ini adalah bentuk nyata komitmen kami untuk membangun ekosistem bola voli yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan,” kata Uho.

 Ia menambahkan bahwa keberhasilan penyelenggaraan Kejurda tanpa dana APBD menjadi bukti bahwa olahraga bisa tumbuh dengan semangat gotong royong dan kerja sama lintas sektor.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget