Indeks Berita
CLOSE ADS
CLOSE ADS


Jurnalpelita - ​Indramayu – Pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Indramayu terus dipacu. Akses vital yang menghubungkan kawasan Sindang hingga Pecuk kini resmi memasuki tahap pengecoran beton (rigid pavement), Sabtu (25/7/2026).

​Proyek berbiaya Rp2,9 miliar dari APBD Indramayu Tahun Anggaran 2026 ini digarap oleh CV Lintang Kahuripan sebagai kontraktor pelaksana, di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Indramayu.

​Perbaikan jalan yang telah lama dinantikan warga ini ditargetkan mampu mendongkrak konektivitas antarwilayah serta memperlancar arus mobilitas barang dan jasa.

​Perwakilan CV Lintang Kahuripan menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya mengejar ketepatan waktu penyelesaian, tetapi juga menaruh perhatian ekstra pada mutu material dan teknis pengerjaan di lapangan.

​"Kami berkomitmen penuh menjaga kualitas dan standar mutu pengecoran. Harapannya, hasil pembangunan ini memiliki daya tahan yang panjang sehingga masyarakat bisa menikmati jalan yang mantap, aman, dan nyaman saat berkendara," ujar perwakilan pelaksana proyek di lokasi kegiatan.

​Langkah ini sejalan dengan komitmen Pemkab Indramayu dalam merealisasikan visi Indramayu Reang, yang menempatkan kesiapan infrastruktur dasar sebagai prioritas utama pelayanan publik.

​Dengan selesainya pengecoran jalan Sindang-Pecuk kelak, efisiensi waktu tempuh warga diharapkan meningkat pesat, sekaligus memicu pertumbuhan kegiatan ekonomi lokal di sekitar wilayah tersebut.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi

Juli 25, 2026

Jurnalpelita - JAKARTA – Rencana kemandirian fiskal daerah melalui instrumen pembiayaan alternatif kembali menjadi sorotan. Laporan United Nations Development Programme (UNDP) mengungkap fakta ironis mengenai ekosistem pembiayaan daerah di Indonesia: meskipun regulasi penerbitan obligasi daerah telah disahkan sejak dua dekade lalu, hingga hari ini belum ada satu pun Pemerintah Daerah (Pemda) yang berhasil menerbitkan instrumen tersebut.

Berdasarkan studi lanskap tersebut, mandeknya obligasi daerah bukan disebabkan oleh minimnya minat investor, melainkan adanya jurang kapasitas teknis di tingkat daerah. Pemerintah Daerah dinilai masih menghadapi keterbatasan fundamental dalam melakukan kurasi, strukturisasi, hingga penyusunan proyek yang berstandar internasional dan layak investasi (bankable).
Kondisi ini menjadi semakin mendesak di tengah krisis fiskal daerah yang dipicu oleh pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) secara tajam sebesar 24%—setara dengan Rp226 Triliun—pada tahun 2026 ini.

Di tengah polemik kehadiran PFII di masyarakat, dalam Rapat Dewan Pengurus Pusat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di Jakarta, memandang bahwa PFII hadir adalah sebuah keniscayaan yang harus dimaksimalkan perannya bagi sektor riil pembangunan di daerah yang saat ini membutuhkan sumber dana investasi. Dalam pertemuan pengurus SMSI Pusat Jumat 24 Juli 2026 di Jl. Veteran II No. 7C Jakarta Pusat, 


, Dr. Agus Syabarrudin menyampaikan pandangannya dengan lugas tentang fiskal daerah dan potensi membangun  kolaborasi PFII dan Pemda bersama Bank Pembangunan Daerah, .
> "Kita tidak bisa membiarkan daerah terus-menerus terbelenggu ketergantungan fiskal, sementara potensi likuiditas global begitu melimpah," tegas Dr. Agus di tengah keheningan ruang rapat DPP SMSI.

Menyikapi kebuntuan historis dan tekanan defisit APBD tersebut, Dr. Agus Syabarrudin memaparkan strategi terobosan yang bertumpu pada kolaborasi lintas sektor. Ia menekankan bahwa Pemda tidak bisa berjalan sendirian dalam mengakses kolam likuiditas global. Diperlukan intervensi strategis dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang didorong untuk berevolusi menjadi Regional Investment Bank.
Katalis PFII dan Sinergi Tripartit Kehadiran Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) dipandang sebagai katalis yang tepat waktu. Melalui PFII, daerah memiliki saluran permodalan non-pemerintah secara langsung ke institusi finansial global dan Family Office yang meminati instrumen investasi hijau. 

Proyek-proyek daerah, seperti infrastruktur dan pengolahan tata air, perlu diselaraskan dengan standar tata kelola Environmental, Social, and Governance (ESG) agar penyerapan modal asing dapat berjalan optimal.

Sinergi kemitraan tripartit antara Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (ASBANDA), Fundbridge Globalink Investa (FGI), dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) diharapkan dapat menjembatani kesenjangan teknis yang disorot oleh UNDP. Dalam forum rapat tersebut, peran SMSI ditegaskan sebagai pilar edukasi dan literasi publik untuk mengawal transparansi proses ini.

BPD sendiri akan diarahkan untuk memegang peranan kunci, mulai dari:
1) Uji Kelayakan (Feasibility Study): Memastikan proyek daerah memenuhi kriteria ekosistem global.2) Penataan Struktur Instrumen: Menyusun penerbitan sesuai regulasi dan standar ESG. 3) Financial Advisor & Lead Underwriter: 
Mengawal penuh kelayakan emisi obligasi hingga diserap pasar.

Langkah integratif ini diyakini tidak hanya akan mengakhiri masa tunggu dua dekade penerbitan obligasi daerah, tetapi juga menyelamatkan agenda pembangunan infrastruktur publik yang terancam mandek akibat berkurangnya pasokan dana transfer dari pusat.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet



Jurnalpelita - Indramayu- Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Barat, Yudi Suseno, melaksanakan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu pada Rabu (22/7/2026) malam. Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni beserta jajaran pejabat struktural.

Pada kesempatan ini, Kakanwil memberikan penguatan dan arahan kepada jajaran dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan. Beberapa poin yang ditekankan oleh Yudi antara lain pentingnya menjaga disiplin, integritas, serta profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai petugas pemasyarakatan.

"Kita harus terus meningkatkan disiplin, menjaga integritas, serta menjauhi segala bentuk pelanggaran, termasuk judi online. Syukuri kesejahteraan yang telah diberikan negara dan jagalah nama baik institusi. Jangan sampai ada tindakan yang bersifat provokatif yang dapat memicu terjadinya gangguan kamtib," tegas Yudi.

Di bidang keamanan, Yudi meminta seluruh jajaran memperketat pelaksanaan penggeledahan di Pintu Pengamanan Utama (P2U) sesuai standar operasional prosedur (SOP). Ia juga menekankan pentingnya kehadiran pejabat piket malam untuk melakukan pengawasan langsung, disertai pelaksanaan rapat regu dan kontrol keliling secara rutin guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif.

"Tugas harus dilaksanakan sesuai tupoksi dan SOP atau kembali ke dasar (back to basic). Tugas utama harus dilaksanakan dengan disiplin dan tanggung jawab, serta jaga kekompakan diantara petugas pemasyarakatan," lanjutnya.

Selain itu, Yudi juga mengingatkan agar program pembinaan bagi warga binaan terus dioptimalkan. Menurutnya, pemanfaatan Wartelsuspas harus dimaksimalkan sebagai sarana komunikasi resmi sehingga dapat mencegah penyalahgunaan telepon genggam ilegal di dalam Lapas.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, menegaskan komitmennya untuk segera mengimplementasikan seluruh arahan Kakanwil dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

"Kami siap menindaklanjuti seluruh arahan Bapak Kakanwil dengan memperkuat disiplin, integritas, dan kepatuhan terhadap SOP bagi seluruh pegawai. Pengawasan di P2U akan kami tingkatkan melalui kontrol keliling dan pengawasan melekat agar keamanan dan ketertiban tetap terjaga. Selain itu, program pembinaan bagi warga binaan akan terus kami optimalkan, termasuk memaksimalkan pemanfaatan Wartelsuspas sebagai sarana komunikasi resmi di lingkungan Lapas Indramayu," tutur Berthoni.

Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan seluruh jajaran Lapas Kelas IIB Indramayu semakin memperkuat komitmen dalam mewujudkan penyelenggaraan pemasyarakatan yang profesional, berintegritas, serta mampu menjaga keamanan dan ketertiban secara optimal.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet


Jurnalpelita - Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Profesional resmi menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Islam Bandung (UNISBA) untuk memperkuat pendidikan hukum dan meningkatkan kualitas profesi advokat di Indonesia.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Rektor UNISBA Harits Nu'man dan Ketua Umum PERADI Profesional Harris Arthur Hedar. 

Selain itu, Fakultas Hukum UNISBA dan PERADI Profesional juga menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) terkait penyelenggaraan pendidikan profesi advokat di Kampus UNISBA, Bandung, Selasa (21/7/2026).

Kerja sama itu mencakup penyelenggaraan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA), Pendidikan Profesi Advokat (PPA), penelitian, pengabdian kepada masyarakat, seminar, kuliah umum, pelatihan, hingga berbagai kegiatan akademik lainnya.

Ketua Umum PERADI Profesional Harris Arthur Hedar mengatakan kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang hukum.


Menurutnya, profesi advokat membutuhkan sistem pendidikan yang mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai aspek hukum, tetapi juga memiliki integritas dan etika profesi.

"Kolaborasi antara organisasi advokat dan perguruan tinggi merupakan langkah strategis untuk membangun ekosistem pendidikan hukum yang melahirkan advokat profesional, berintegritas, beretika, dan berkarakter," kata Harris dikutip dari siaran pers yang diterima inilah.com, Rabu (22/7).

Ia menambahkan, peningkatan kualitas advokat harus dimulai dari pendidikan hukum yang bermutu, kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan zaman, serta sinergi yang erat antara akademisi dan praktisi hukum.

Sementara itu, Rektor UNISBA Harits Nu'man menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, kemitraan dengan PERADI Profesional menjadi bagian dari upaya kampus memperkuat kualitas pendidikan tinggi, khususnya di bidang hukum.

UNISBA, kata dia, berkomitmen mendukung pelaksanaan berbagai program bersama yang dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa, dosen, maupun praktisi hukum.

Sebagai bentuk implementasi kerja sama, UNISBA juga menyediakan ruang khusus bagi PERADI Profesional di lingkungan kampus. Fasilitas tersebut akan dimanfaatkan sebagai pusat penyelenggaraan PKPA, PPA, seminar, kuliah umum, diskusi ilmiah, pendidikan berkelanjutan, serta berbagai kegiatan profesi lainnya.

Ketua Dewan Pembina PERADI Profesional Fauzie Yusuf Hasibuan bersama jajaran pengurus turut menghadiri penandatanganan kerja sama tersebut. 

Hadir pula Wakil Rektor Bidang Kerja Sama UNISBA Ratna Januarita, Dekan Fakultas Hukum UNISBA Efik Yusdiansyah, serta jajaran pimpinan universitas.

Melalui kerja sama ini, kedua institusi juga sepakat memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengembangan riset hukum, peningkatan kualitas publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, serta forum akademik yang membahas perkembangan hukum nasional maupun internasional.

Harris berharap sinergi antara organisasi advokat dan perguruan tinggi dapat menjadi model pengembangan pendidikan hukum di Indonesia.

"Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman, tetapi benar-benar diwujudkan dalam berbagai program yang dapat meningkatkan kualitas profesi advokat sekaligus mendukung tegaknya supremasi hukum di Indonesia," ujarnya.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet


Jurnalpelita -INDRAMAYU, Komitmen PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Indramayu yang berkedudukan di ujung Barat bumi Wiralodra yakni Desa Sumuradem Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu, dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan kembali diwujudkan memnerikan bantuan Alat Praktek Siswa (APS) kepada SMKN 1 Sukra, Kabupaten Indramayu.

Bantuan yang menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di wilayah sekitar operasional perusahaan. 

Dimana program TJSL PLN NP UP Indramayu selama ini diarahkan untuk memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat melalui sektor pendidikan, lingkungan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi.

Penyerahan bantuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan berupa 2 unit IGBT Inverter Welding dan dua unit mesin impact elektrik. Diserahkan langsung Manager Business Support PLN NP UP Indramayu, Agus Kurniawan didampingi Asman K3, Agus Wiyono dan Asman CSR, Umum dan Administrasi, Puri Handoko, kepada  Kepala Sekolah SMKN 1 Sukra, Luthfi Rizal bersama dewan guru, Komite Sekolah dan sejumlah siswa, bertempat di ruang rapat SMKN 1 Sukra, Rabu, 22 Juli 2026.

Senior Manager PLN NP UP Indramayu , Arfan, melalui Manager Business Support, Agus Kurniawan, menyampaikan bahwa dunia pendidikan merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak generasi unggul. Karena itu, perusahaan terus berupaya hadir sebagai mitra pembangunan melalui berbagai program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

"Melalui program TJSL ini, kami berharap dapat mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih baik sehingga siswa semakin termotivasi untuk mengembangkan kompetensi dan keterampilannya," ujarnya.

Agus juga menegaskan, kebijakan perusahaan terhadap lingkungan tidak akan terputus sampai disini, kedepannya akan dilakukan kerja sama yang lebih optimal antara Managemen PLN NP UP Indramayu dengan SMKN 1 Sukra, sehingga kebijakan perusahaan akan lebih dirasakan masyarakat sekitar, termasuk para pelajaran yang ada di sekolah ini.

"Kerjasama dalam bentuk bantua ataupun bantuk lainnya akan terus berkelanjutan, sebagai upaya perusahaan dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan," tandasnya.

Kepala SMKN 1 Sukra, Lufthi Rizal, mengapresiasi perhatian yang diberikan PLN NP UP Indramayu. Menurutnya, kolaborasi antara dunia industri dan lembaga pendidikan sangat penting dalam mempersiapkan lulusan yang memiliki daya saing dan siap menghadapi kebutuhan dunia kerja. Dan bantuan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan fasilitas sekolah, tetapi juga mempererat sinergi antara perusahaan dan institusi pendidikan dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, inovatif, dan berkarakter.

"Terima kasih kepada PT PLN Nusantara Power UP Indramayu atas semua perhatian berbentuk bantuan ini. Semoga bermanfaat bagi siswa-siswi kami hingga bisa menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, inovatif, dan berkarakter, sejajar dengan sekolah - sekolah besar  lainnya," jelasnya.

Sebagai perusahaan yang mengusung prinsip keberlanjutan, PLN Nusantara Power terus mengembangkan program TJSl berbasis Creating Shared Value (CSV), yakni menciptakan manfaat bersama bagi perusahaan dan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan yang berkelanjutan, termasuk menunjang kegiatan belajar mengajar serta meningkatkan kualitas sarana pendidikan bagi para siswa di sekolah yang berada di lingkungan sekitar perusahaan. 
Kemudian agenda kunjungan ditutup dengan safari lingkungan sekolah sehingga Managemen PLN NP UP Indramayu lebih mengenal dan mengetahui kondisi fisik SMKN 1 Sukra untuk kemudian dijadikan dasar kebijakan selanjutnya. (*)


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet




Jurnalpelita - INDRAMAYU — Fraksi PKS-Perindo DPRD Kabupaten Indramayu secara resmi menyampaikannya laporan kegiatan Reses Masa Persidangan II Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Indramayu, Senin (20/7/2026).

Laporan tersebut memuat berbagai aspirasi krusial masyarakat yang merangkup sektor pertanian, perekonomian, infrastruktur, hingga isu keagamaan.

​Ketua Fraksi PKS-Perindo DPRD Indramayu, H. Ruswa, M.Pd.I., didampingi Sekretaris Fraksi H. Rudin, menegaskan bahwa pembangunan Kabupaten Indramayu pada semester II tahun 2026 harus difokuskan pada penguatan kualitas belanja daerah, peningkatan pelayanan dasar, serta percepatan kesejahteraan masyarakat pesisir dan pertanian.

Antisipasi El Nino dan Perlindungan Lahan Pangan

​Menyikapi prediksi Badan Meteorologi, Klimatologil, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi fenomena El Nino dan musim kemarau yang lebih kering pada paruh kedua tahun 2026, Fraksi PKS-Perindo mendesak Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk melakukan langkah antisipatif secara cepat dan terintegrasi.

​Masyarakat di berbagai wilayah, termasuk Kecamatan Gantar dan Anjatan, menyuarakan kekhawatiran atas potensi gagal panen akibat ketersediaan air irigasi yang menyusut serta ancaman krisis air bersih.

​"Guna menjaga keberlanjutan Indramayu sebagai lumbung pangan nasional, kami mendorong perluasan program penanganan lahan tadah hujan, normalisasi saluran irigasi, penambahan sumur air bersih, serta pembagian pompa air kapasitas 6 inci bagi kelompok tani," ujar H. Ruswa saat diwawancarai usai membacakan laporan.

​Selain itu, masyarakat mengusulkan pengadaan benih padi varietas genjah yang adaptif kekeringan, peningkatan ketersediaan pupuk organik, perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), serta pembangunan siphon yang menghubungkan Sungai Ciburial dan Sungai Cilalanang guna mengoptimalkan distribusi air irigasi.

Dorong Investasi Industri dan Revitalisasi Pasar

​Di bidang perekonomian, Fraksi PKS-Perindo menggarisbawahi pentingnya penguatan ekosistem perikanan tangkap bagi nelayan. Selain itu, muncul dorongan kuat dari warga untuk peningkatan investasi industri, khususnya pengembangan pabrik sepatu di wilayah Indramayu Barat guna menyerap tenaga kerja lokal.

"​Aspirasi lain yang menjadi perhatian adalah peningkatan pelatihan keterampilan kerja melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) serta percepatan proses revitalisasi atau relokasi Pasar Patrol secara terencana dan partisipatif demi kenyamanan pedagang dan pembeli," Tegasnya

Pemerataan Infrastruktur dan Keamanan

​Terkait pembangunan fisik, fraksi menekankan pentingnya percepatan perbaikan jalan lingkungan dan jalan poros desa, terutama di Kecamatan Gantar, serta peningkatan akses jalan menuju kawasan Titik Nol Indramayu Barat.

​Untuk meminimalisasi risiko banjir dan mendukung aktivitas warga, Pemkab Indramayu beserta pihak terkait diminta segera menindaklanjuti revitalisasi Sungai Limpas di Kecamatan Patrol melalui normalisasi dan penataan pengerukan pengerukan sempadan sungai. "Pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) dan peningkatan patroli keamanan juga diusulkan untuk menjaga ketertiban lingkungan," Tambahnya.

Usulan Tunjangan Guru Ngaji dan Ketegasan Isu Keagamaan

​Menyokong aspek religius dalam visi Indramayu Reang, Fraksi PKS-Perindo secara khusus mengusulkan alokasi anggaran daerah untuk tunjangan guru ngaji Al-Qur'an serta imam masjid dan musholla.

​"Guru ngaji dan imam masjid adalah ujung tombak pembinaan moral dan keagamaan hingga ke pelosok desa. Sudah saatnya pemerintah daerah memberikan perhatian nyata terhadap kesejahteraan mereka," tegas H. Ruswa.

​Di samping itu, Fraksi PKS-Perindo juga meminta Pemkab Indramayu bergerak cepat merespons keresahan warga terkait munculnya dugaan aliran sesat di Kecamatan Kroya.

"Pemkab diharapkan segera berkolaborasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kementerian Agama, dan ormas Islam untuk melakukan pembinaan, edukasi, serta klarifikasi guna menjaga kerukunan dan kondusivitas daerah," Pungkasnya.



Pena  
 By.
Aji AP
Editor
By.
Aji AP
Foto/Video
By.
Aji AP



Jurnalpelita - Indramayu — Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Darma Ayu kembali menjadi sorotan tajam. Kinerja manajemen BUMD tersebut dinilai makin memprihatinkan lantaran tingginya tarif air yang tidak sebanding dengan kualitas pelayanan yang diterima oleh masyarakat.

​Sorotan keras datang dari legislator DPRD Kabupaten Indramayu, Anggi Noviah, usai Rapat Paripurna. Dalam keterangannya kepada awak media, Anggi mengungkapkan bahwa kebobrokan PDAM saat ini sudah menjadi agenda dan perhatian serius lintas fraksi di DPRD, termasuk PDI Perjuangan dan Golkar.

"Hampir tiga fraksi menyatakan bahwa air PDAM keruh dan tarifnya mahal. Kinerja Direktur PDAM hari ini sudah menjadi sorotan khusus. Harusnya sadar diri untuk membenahi, bukan malah membuat pelayanan makin buruk," tegas Anggi.

Menurutnya bahwa ​Kondisi di lapangan menunjukkan dampak sosial yang kian parah. Dalam hal ini Anggi membeberkan aduan masyarakat yang dinilainya sangat menyayat hati, di mana seorang tukang ojek sampai nekat menggadai sepeda motornya hanya agar mampu membayar tunggakan air PDAM yang melonjak tinggi.

"​Tak hanya soal keluhan air keruh, ditemukan pula dugaan ketidaksesuaian antara angka meteran fisik dengan tagihan elektronik konsumen. Hal ini menimbulkan kecurigaan adanya kelebihan pembayaran yang merugikan ratusan ribu pelanggan," Cetusnya.

​Terkait langkah konkrit perbaikan, Anggi juga telah mengusulkan pembentukan Pansus atau penggunaan Hak Angket untuk menyelidiki secara menyeluruh tata kelola BUMD tersebut mulai dari manajemen produksi, penetapan tarif, hingga transparansi anggaran pengadaan bahan kimia.

​Namun, langkah pembentukan Pansus tersebut terganjal oleh sikap pimpinan DPRD yang dinilai enggan merespons surat usulan fraksi.

"Saya tidak mengerti kenapa Ketua DPRD ini lagi dalam kondisi 'cacat', buta dan tuli. Banyak masukan anggota, bahkan dari Fraksi Golkar sendiri sudah kirim surat minta Pansus, tapi kenapa tidak pernah dibacakan di Paripurna? Ada kemesraan apa yang terjalin antara Ketua DPRD dengan Direktur PDAM?" cecar Anggi.

​Melalui penggunaan Hak Angket selama 60 hari kerja, Anggi berharap dapat melibatkan Aparat Penegak Hukum (APH) guna melakukan inspeksi mendadak (sidak) serta memeriksa seluruh dokumen keuangan dan kemitraan pihak ketiga di PDAM.

"​Saya mendesak agar Pimpinan Dewan segera menindaklanjuti aspirasi masyarakat ini dan tidak lagi "tutup mata" terhadap jeritan warga Indramayu," Pungkasnya.


Pena  
 By.
Adam P
Editor
By.
Adam P
Foto/Video
By.
Adam P


Jurnalpelita - INDRAMAYU – Dinamika politik di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indramayu mendadak memanas. Persoalan pelayanan dan tata kelola Perumdam Tirta Darma Ayu (PDAM) dinilai sudah memasuki fase kronis.

​Merespons hal itu, Anggota Komisi III DPRD Indramayu dari Fraksi PDI Perjuangan, Anggi Noviah, mengambil langkah berani dengan mendorong penggunaan Hak Angket. Menurutnya, karut-marut di tubuh perusahaan daerah tersebut sudah tidak bisa lagi diselesaikan hanya di tingkat Panitia Khusus (Pansus).

​Pernyataan bersuara lantang ini meluncur usai rapat paripurna pada Jumat, 17 Juli 2026 lalu. Langkah Anggi ini sekaligus menjadi arah baru di tengah ketegangan politik DPRD Indramayu, setelah sebelumnya Sekretaris Partai Golkar, Romdoni, mengancam akan melaporkan Ketua DPRD Hj. Nurhayati ke Badan Kehormatan (BK) terkait kejelasan Pansus PDAM.

​"Banyak masalah di tubuh PDAM yang saya rasa kondisinya sudah sangat kronis. Ini layaknya bukan lagi di level pansus, tapi sudah harus Hak Angket! Karena dengan hak angket, kita bisa menggandeng aparat penegak hukum (APH) secara langsung dalam proses penyelidikannya," tegas Anggi dengan nada tinggi.


​Cukup 5 Anggota Dewan untuk "Bongkar" PDAM

​Politisi perempuan yang terpilih dua periode dari Daerah Pemilihan (Dapil) 4—meliputi Kecamatan Losarang, Lelea, Terisi, dan Cikedung—ini menjelaskan bahwa syarat formil pengajuan hak angket sebenarnya sangat mudah.

​"Untuk menggolkan hak angket ini, setidaknya cukup lima orang pengusul dari anggota DPRD dan minimal berasal lebih dari satu fraksi. Ini sangat sah secara regulasi," ungkapnya.

​Anggi juga memperingatkan bahwa daya dobrak hak angket jauh lebih mengerikan dibanding pansus biasa. Ruang lingkupnya tidak sekadar melahirkan rekomendasi di atas kertas, melainkan bisa bermuara pada sanksi hukum hingga pemecatan pejabat strategis jika ditemukan pelanggaran berat.

​"Hati-hati jika ada pengadaan yang di-mark up atau tidak sesuai spesifikasi! Kita bisa panggil paksa pihak ketiga yang menjadi mitra PDAM. Karena statusnya sudah penyelidikan, semua dokumen penggunaan anggaran dan tata kelola PDAM Indramayu pasti akan kena sidak. Nasib Direktur Utama bisa di ujung tanduk kalau terbukti ada penyimpangan," cecar Anggi.


​Rakyat Mendukung: "Jangan Hanya Jadi Wacana Politik!"

​Gelombang dorongan dari parlemen ini langsung mendapat respons luar biasa dan dukungan penuh dari masyarakat Indramayu yang selama ini menjadi korban buruknya pelayanan air bersih.

​Salah seorang tokoh masyarakat setempat mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam terhadap kinerja PDAM selama ini.

​"Sudah lama kami resah. Air sering macet total, kualitasnya keruh dan tidak layak, tapi anehnya tarif tetap jalan terus bahkan naik. Kalau memang ada kebusukan dan penyimpangan di dalam, buka terang-terangan! Kami dukung hak angket ini," cetusnya.


​Warga lainnya juga mendesak agar DPRD tidak main-main dan menjadikan isu ini sebagai panggung komoditas politik semata.

"Hak angket itu penting supaya tidak hanya jadi wacana atau gertakan sambal. Kalau ada korupsi atau mark up proyek pengadaan, masyarakat berhak tahu. Jangan sampai anak cucu kita terus menanggung beban akibat tata kelola yang bobrok," kata warga dengan nada geram.

​Secara garis besar, publik menilai Hak Angket adalah senjata pamungkas untuk:

Mengusut tuntas dugaan korupsi dan kongkalikong di internal PDAM.

Mengevaluasi tarif air agar rasional dan sesuai dengan kualitas pelayanan lapangan.

Membongkar transparansi penggunaan anggaran daerah.

Melibatkan APH (Polisi/Kejaksaan) agar hasil penyelidikan punya taring hukum yang nyata.


​Kini, bola panas berada di tangan para wakil rakyat di Gedung DPRD Indramayu. Akankah lima anggota dewan yang bernyali segera berkumpul demi memuluskan Hak Angket ini, ataukah jeritan rakyat soal air bersih kembali menguap di tengah lobi-lobi politik? Publik menunggu pembuktiannya.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi


Jurnalpelita - Indramayu – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu melaksanakan kegiatan pembukaan Pekan Olahraga dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026, Sabtu (18/07/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran petugas serta warga binaan pemasyarakatan dengan penuh antusias dan semangat kebersamaan.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan upacara pembukaan yang berlangsung khidmat. Setelah itu, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan seremoni pembukaan Pekan Olahraga yang ditandai dengan penyampaian sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni.

Dalam sambutannya, Kalapas Kelas IIB Indramayu Fery Berthoni menyampaikan bahwa kegiatan olahraga menjadi salah satu bentuk pembinaan yang bertujuan membangun karakter positif bagi warga binaan sekaligus mempererat hubungan antara petugas dan warga binaan.

“Melalui kegiatan Pekan Olahraga ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai sportivitas, disiplin, kerja sama, dan rasa kebersamaan. Momentum peringatan kemerdekaan ini menjadi kesempatan bagi seluruh warga lapas untuk bersama-sama menciptakan suasana yang harmonis dan penuh semangat persaudaraan,” tutur Berthoni.

Usai seremoni pembukaan, pertandingan perdana cabang olahraga futsal langsung digelar dengan mempertemukan tim petugas melawan tim warga binaan. Pertandingan berlangsung meriah, sportif, dan penuh semangat, mencerminkan nilai kebersamaan serta hubungan yang harmonis antara petugas dan warga binaan.

Pekan Olahraga dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-81 Tahun 2026 ini akan menghadirkan berbagai perlombaan olahraga yang melibatkan petugas dan warga binaan. Selain menjadi ajang memeriahkan hari kemerdekaan, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat solidaritas, meningkatkan kesehatan, serta menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang kondusif dan penuh kebersamaan.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi

Juli 18, 2026


Jurnalpelita - SUKABUMI – Jajaran pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sukabumi Raya masa bakti 2025–2028 resmi dilantik dalam prosesi yang berlangsung khidmat dengan diawali gelar budaya Sunda di Pendopo Kabupaten Sukabumi, Sabtu (18/7/2026).

Pelantikan dipimpin langsung Ketua SMSI Jawa Barat, Hardiyansyah dan Sekretaris, Ahmad Syukri yang langsung membacakan ikrar janji serta penyerahan bendera pataka SMSI.

Kegiatan tersebut dihadiri Anggota DPR RI Komisi IX Zainul Munasichin, Anggota DPR RI Heri Gunawan (diwakili), Bupati Sukabumi yang diwakili Kepala Diskominfosan Yulipri, Korwil BIN Sukabumi, Aam Abdul Salam, Dandim 0607 Kota Sukabumi (diwakili), Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi (diwakili) dan MUI, akademisi, tokoh pers, tokoh masyarakat, serta perwakilan perusahaan media anggota SMSI dan tamu undangan lainnya.

Dalam pelantikan tersebut, Eman Sulaeman atau yang akrab disapa Kang Sule kembali dipercaya memimpin SMSI Sukabumi Raya sebagai ketua untuk periode 2025–2028. Ia akan didampingi Ariswanto sebagai Sekretaris dan Siti Ratna Maymunah sebagai Bendahara bersama jajaran pengurus lainnya.

Dalam sambutannya, Kang Sule menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk memperkuat eksistensi media siber yang profesional dan berintegritas di Sukabumi Raya.

“Kami berkomitmen memperkuat soliditas organisasi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta menegakkan kode etik jurnalistik secara konsisten. Pers harus menjadi mitra konstruktif sekaligus kontrol sosial yang independen bagi kemajuan daerah. Kami juga siap ikut melawan penyebaran hoaks yang semakin masif di tengah masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, sejumlah program prioritas telah disiapkan untuk tiga tahun ke depan, di antaranya pelatihan peningkatan kompetensi jurnalistik, advokasi perlindungan profesi wartawan, penguatan kemitraan dengan pemerintah dan dunia usaha, hingga edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sementara itu, Kepala Diskominfosan Kabupaten Sukabumi, Yulipri menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan baru SMSI Sukabumi Raya. Pemerintah daerah berharap organisasi tersebut dapat terus bersinergi.

"Selamat atas pelantikannya dan semoga sinergi dalam mendukung pembangunan daerah dengan tetap menjaga prinsip kebebasan pers yang profesional dan bertanggung jawab," pesannya.

Pada kesempatan yang sama, Anggota DPR RI Komisi IX, Zainul Munasichin, menyoroti pentingnya perlindungan kesejahteraan bagi pekerja media. Menurutnya, wartawan dan pekerja pers berhak mendapatkan perlindungan yang sama seperti pekerja di sektor lainnya.

“Perusahaan media bukan hanya memberikan gaji kepada wartawannya, tetapi juga harus memenuhi hak-hak lainnya seperti BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan,” ujar legislator senayan yang juga sebagai Penasehat SMSI Sukabumi Raya.

Politisi PKB ini juga mengakui tantangan yang dihadapi perusahaan media saat ini, terutama dalam memperoleh pendapatan. Karena itu, ia mendorong perusahaan media yang tergabung dalam SMSI untuk memanfaatkan platform digital dan media sosial sebagai sumber pendapatan tambahan.

“Saat ini memang tidak mudah bagi perusahaan media untuk memperoleh pendapatan. Saya menyarankan agar media terus mengembangkan platform media sosialnya karena hal itu bisa menjadi salah satu solusi untuk memperkuat keberlangsungan usaha media,” katanya.

Acara pelantikan ditutup dengan pembacaan janji pengurus serta sesi foto bersama. Momentum tersebut menjadi penanda dimulainya perjalanan kepengurusan SMSI Sukabumi Raya periode 2025–2028 dalam memperkuat ekosistem pers yang profesional, independen, dan berkualitas di Sukabumi Raya.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet


Jurnalpelita - INDRAMAYU – Komisi 1 DPRD Kabupaten Indramayu menerima audiensi dari pihak keluarga warga Desa Sudimampir Lor yang meninggal dunia saat bekerja di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Pertemuan tersebut bertujuan untuk memfasilitasi pihak keluarga dalam menuntut hak-hak almarhum, termasuk santunan kematian dan jaminan bagi anak-anak korban yang masih kecil. Jumat, 17/7/2026.

Saat ditemui di ruang kerjanya, ​Ketua Komisi 1 DPRD Indramayu Endang Effendi, mengungkapkan bahwa almarhum diketahui baru bekerja selama kurang lebih dua bulan di wilayah tersebut sebelum dilaporkan meninggal dunia. Hingga saat ini, pihak keluarga belum mengetahui secara pasti penyebab penyakit yang diderita almarhum.

​Menanggapi tuntutan keluarga terkait pemenuhan hak-hak korban, Komisi 1 DPRD Indramayu menegaskan akan mengawal proses ini agar mendapatkan penyelesaian yang berkeadilan. Namun, mengingat lokasi perusahaan berada di luar daerah, DPRD meminta Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Indramayu untuk proaktif memimpin komunikasi.

​"Kalau kami langsung ke sana ke perusahaan yang berada di luar daerah, tentu terbentur kewenangan. Maka, jalan satu-satunya adalah mendorong Disnaker Indramayu untuk terus menjalin komunikasi dan koordinasi intensif dengan Disnaker yang ada di Kolaka," jelasnya kepada wartawan seusai audiensi.

Dalam hal ini, ​Pihak DPRD juga mengapresiasi iktikad baik dari perusahaan tempat almarhum bekerja. Berdasarkan berkas yang ada, pihak perusahaan dinilai bertanggung jawab karena telah mengeluarkan biaya pemulangan jenazah hingga mencapai Rp31 juta, yang mencakup biaya pesawat, rumah sakit, hingga pendamping jenazah ke Indramayu.

​Kendati biaya pemulangan telah ditanggung oleh pihak perusahaan, Effendi memahami kekhawatiran pihak keluarga mengenai keberlangsungan hidup anak-anak korban yang masih kecil. Untuk itu, Effendi mengaku telah menyampaikan langsung kepada Kepala Disnaker agar berkoordinasi dengan Bupati Indramayu demi mengupayakan bantuan tambahan.

​"Saya sudah sampaikan kepada Ibu Kadis, tolong bicarakan hal ini dengan Bupati atau pihak terkait. Kita harapkan ada sumbangsih atau kepedulian nyata dari pemerintah daerah untuk membantu meringankan beban keluarga korban," pungkasnya.


Pena  
 By.
Adam P
Editor
By.
Adam P
Foto/Video
By.
Adam P



Jurnalpelita - INDRAMAYU – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu menegaskan komitmennya untuk mengawal dan mengupayakan pemenuhan hak-hak seorang warga asal Desa Sudimampir Lor yang dilaporkan meninggal dunia saat bekerja di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Usia melakukan audiensi dengan perwakilan korban dan Anggota Kimisi I DPRD Indramayu Endang Ismiyati Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Indramayu pada Jumat, 17/7/2026 ​menyampaikan Bahwa Pihak keluarga almarhum saat ini tengah menuntut sejumlah hak yang seharusnya diterima, termasuk santunan biaya kematian hingga beasiswa pendidikan untuk anak almarhum.

Ia menyebut ​Perwakilan Disnaker Indramayu menyatakan bahwa pihaknya sedang mengupayakan langkah-langkah terbaik agar hak-hak tersebut dapat segera direalisasikan. Namun Mengingat lokasi perusahaan tempat almarhum bekerja berada di luar wilayah hukum Indramayu, Disnaker mengambil langkah taktis dengan menjalin komunikasi lintas daerah.

​"Karena perusahaannya berada di luar wilayah Indramayu, langkah yang bisa kami lakukan saat ini adalah berkoordinasi langsung dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kolaka. Kami akan optimalkan hal ini," ujarnya saat memberikan keterangan kepada wartawan.

​Lebih lanjut, Endang mengungkapkan bahwa almarhum sebenarnya berangkat bekerja tidak melalui jalur resmi Disnaker Indramayu, melainkan melalui jalur mandiri atau online. Kendati demikian, Disnaker memastikan tidak akan lepas tangan karena almarhum tetap merupakan warga asli Indramayu yang wajib dilindungi hak-haknya.

"​Selain berkomunikasi dengan Disnaker Kolaka, Disnaker Indramayu juga telah berkoordinasi secara intensif dengan pihak BPJS Ketenagakerjaan guna mempercepat proses klaim yang menjadi hak ahli waris," Ujarnya.

​Di akhir penyampaiannya, Endang mengimbau kepada pihak keluarga yang ditinggalkan agar tetap sabar dan tenang dalam mengikuti seluruh proses administrasi yang sedang berjalan.

​"Kami meminta pihak keluarga untuk bersabar mengikuti prosesnya. Nanti kami dari Disnaker akan terus mendampingi dan membantu sampai mendapatkan hasil yang diharapkan," pungkasnya.


Pena  
 By.
Adam P
Editor
By.
Adam P
Foto/Video
By.
Adam P

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget