Indeks Berita
CLOSE ADS
CLOSE ADS



Jurnalpelita - Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Indramayu ikut andil dalam hal memenuhi kebutuhan pokok masyarakat. Pada kesempatan ini Melalui Bazar murah yang digelar di Gerai KDKMP Desa Longok, Kabupaten Indramayu, bahan pokok yang disediakan oleh Bulog langsung diserbu masyarakat yang hadir. Sabtu, 28/2/2026.

Kegiatan yang menghadirkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau itu menjadi menjadi prioritas masyarakat di tengah fluktuasi harga bahan pangan.

Pantauan di lokasi, Beragam komoditas pokok disiapkan dalam bazar tersebut, di antaranya minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, serta beras premium dan beras program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan).

Pimpinan Cabang (Pinca) Perum Bulog Indramayu, Sri Wahyuni, menyampaikan bahwa stok yang disediakan cukup signifikan dan hampir seluruhnya terserap oleh masyarakat. Ia menyebut harga Untuk minyak goreng disiapkan sebanyak 50 dus, gula 100 kilogram, terigu 100 kilogram, serta beras premium 25 pack sedangkan beras SPHP di bawah 80 pack,” ujar Sri Wahyuni.

"Dari seluruh komoditas yang dijual, minyak goreng menjadi produk yang paling cepat habis, Alhamdulillah, minyak habis semua. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat sangat tinggi,” katanya.

Sri Wahyuni berharap kegiatan bazar murah seperti ini dapat membantu meringankan beban masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari upaya Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah.

“Kami berharap masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya. Bulog akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat untuk memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dan terjangkau,” tambahnya.

Warga Desa Longok pun mengaku terbantu dengan adanya bazar murah tersebut. Harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar dinilai sangat membantu, terutama bagi ibu rumah tangga dan pelaku usaha kecil.

Kegiatan ini menjadi bukti sinergi Perum Bulog Indramayu dalam menjaga ketahanan pangan serta mendukung kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Indramayu.


Pena  
 By.
Aji AP
Editor
By.
Aji AP
Foto/Video
By.
Aji AP



Jurnalpelita - Indramayu – Menjelang waktu berbuka puasa, masyarakat Desa Longok, Kecamatan Sliyeg, memadati halaman Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk menghadiri kegiatan bazar murah dan UMKM yang diselenggarakan pada sore hari. Sabtu, 28/2/2026.

Kegiatan yang berlangsung penuh kebersamaan ini dimanfaatkan warga desa Longok dan sekitarnya untuk berbelanja kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus membeli aneka produk UMKM lokal.


 Suasana semakin semarak karena digelar menjelang buka puasa, sehingga warga dapat langsung membeli kebutuhan untuk berbuka bersama keluarga.

Di sela sela kegiatan Kuwu Desa Longok, Taridi, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas tingginya partisipasi masyarakat. Menurutnya masyarakat yang hadir sangat sangat antusias.

"Halaman Gerai KDKMP Desa Longok bisa digunakan untuk kegiatan yang bermanfaat seperti bazar murah dan UMKM ini," Katanya.

Ia menambahkan, Selain membantu warga mendapatkan kebutuhan dengan harga terjangkau, kegiatan ini juga mendukung pelaku usaha kecil di desa agar semakin berkembang.

Dalam hal ini, Kuwu Taridi juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas perhatian dan program-program yang mendukung penguatan ekonomi kerakyatan hingga tingkat desa.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia atas dukungan terhadap penguatan ekonomi desa. Semoga program-program yang berpihak kepada rakyat terus berlanjut dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu warga yang hadir mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Ia merasa senang dengan adanya bazar murah menjelang buka puasa.

"Harga lebih terjangkau dan banyak pilihan, UMKM desa juga produknya bagus dan berkualitas, Semoga kegiatan seperti ini sering diadakan, terutama di bulan Ramadan,” ungkapnya.

Dengan adanya kegiatan bazar murah dan UMKM di halaman Gerai KDKMP Desa Longok, diharapkan dapat mempererat kebersamaan warga sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat desa, khususnya di bulan suci Ramadan.

Untuk diketahui bahwa Perintah wakil panglima TNI menyebut Halaman atau lahan parkiran KDKMP yang sudah 100 persen selesai bisa dimanfaatkan masyarakat untuk  berjualan takjil dan UMKM.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Reaksi



Jurnalpelita - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi perhatian publik. Di tengah berbagai perbincangan mengenai perbedaan porsi, harga, hingga teknis distribusi, Pelopor MBG Indramayu, H. Kasan Basari, angkat bicara untuk meluruskan sejumlah persepsi yang berkembang di masyarakat.

Menurut Kasan, publik perlu memahami bahwa dalam program MBG memang terdapat dua kategori harga yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan.

“Ada dua pelayanan yang harus dibedakan, artinya beda harga. Untuk Rp8.000 itu diperuntukkan bagi TK dan SD kelas 1, 2, 3 dengan porsi kecil. Sedangkan Rp10.000 untuk SD kelas 4, 5, 6, serta SMP dan SMA dengan porsi lebih besar,” jelasnya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa perbedaan harga tidak berarti perbedaan kualitas pelayanan maupun menu.

“Yang dipastikan, pelayanan tidak pernah dibedakan. Menu hari itu sama, baik untuk SD maupun SMA. Yang membedakan hanya kuantitas isiannya,” tegas Kasan.

Ia menjelaskan, dalam kondisi tertentu, menu yang disajikan bisa mencapai lima macam untuk porsi besar, sementara porsi kecil empat macam. Jika menu yang dihidangkan merupakan makanan kering dengan nilai bahan yang lebih tinggi, maka bisa saja porsi besar terdiri dari empat macam dan porsi kecil tiga macam.

“Ini yang harus diluruskan dulu, supaya jangan sampai publik membanding-bandingkan. Kadang ada dapur yang terlihat menunya lebih banyak dan besar, itu bisa jadi karena sistem pengirimannya berbeda,” ujarnya.

Kasan menerangkan bahwa teknis pengiriman makanan bergantung pada komitmen antara pihak dapur dan sekolah. Ada dapur yang mengirim setiap hari, ada pula yang mengirim dua kali dalam sepekan untuk kebutuhan beberapa hari sekaligus.

“Kalau satu minggu enam hari lalu dibagi dua kali pengiriman, berarti tiga hari sekali. Maka secara visual terlihat lebih banyak dan besar. Itu faktor teknis pengiriman, bukan perbedaan kualitas,” jelasnya.

Ia meminta masyarakat tidak keliru memahami perbedaan tampilan tersebut.
“Clear ya, masalah harga, teknis pengiriman, dan porsi penyajian. Semua sudah diatur,” katanya.

Lebih jauh, Kasan menekankan pentingnya kualitas bahan olahan, terutama penggunaan air sebagai bahan dasar memasak.

“Air itu bahan paling pokok. Kalau airnya asal-asalan, pasti menimbulkan masalah. Gunakan air mineral yang standar pH-nya sudah terukur. Tidak harus merek tertentu, yang penting aman dan nyaman untuk lambung anak-anak,” pesannya.

Ia juga mengingatkan pengelola dapur agar menggunakan bahan segar dan tidak bermain dalam pengelolaan anggaran.

“Jangan coba-coba mencari keuntungan dari harga Rp8.000 atau Rp10.000 itu. Biarkan harga tersebut murni untuk konsumsi anak-anak. Kalau dilaksanakan dengan benar, insya Allah ada keberkahan,” ujarnya.

Menurutnya, program MBG bukan sekadar soal asupan gizi bagi anak-anak, tetapi juga membawa dampak ekonomi yang luas.

“MBG bukan hanya menyehatkan anak-anak dan memberikan asupan gizi. Petani bisa hidup dengan harga maksimal, tenaga kerja yang tadinya menganggur bisa bekerja. Walaupun ada plus minus, itu bagian dari dinamika,” katanya.

Ia mengakui ada dampak terhadap pedagang kecil akibat fluktuasi harga bahan, namun hal tersebut dinilai masih bisa disiasati.

Maka, Kasan mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengawal dan menjaga program MBG agar tetap berjalan sesuai tujuan awalnya.

“Kita kibarkan dapur ini, kita kawal MBG ini. Karena dampaknya bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi



Jurnalpelita - Indramayu – Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan derajat kesehatan prajurit serta PNS, Kodim 0616/Indramayu menggelar kegiatan penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan penyakit kronis yang dilaksanakan di Aula Joglo Makodim 0616/Indramayu. Kegiatan ini bekerja sama dengan Polkes 03.10.16 Indramayu dan Denkesyah 03.04.03 Cirebon serta Dinkes Kab. Indramayu.

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh Prajurit dan PNS jajaran Kodim 0616/Indramayu. Turut hadir dalam kegiatan ini Dandim 0616/Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo, S.E., M.Han., Kasdim 0616/Indramayu Mayor Inf. Rosidi, para Perwira Staf, para Danramil, anggota jajaran Kodim 0616/Indramayu, PNS, Polkes Kodim 0616/Indramayu, serta Dinas Kesehatan Indramayu.

Dalam sambutannya, Dandim 0616/Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo, S.E., M.Han., menyampaikan bahwa kegiatan penyuluhan ini memiliki peran yang sangat penting bagi seluruh personel.

“Kegiatan penyuluhan ini sangat penting bagi kita semua. Diharapkan melalui kegiatan ini, kita dapat melakukan pendataan awal dan pemeriksaan kesehatan masing-masing. Apabila ada yang terdiagnosis menderita penyakit kronis, dapat segera melaksanakan pengobatan secara rutin,” tegasnya.

Sementara itu, materi penyuluhan disampaikan oleh dr. Nurul dari Poskes Kodim 0616/Indramayu dengan tema penyakit jantung koroner. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa risiko penyakit jantung dapat mulai meningkat sejak usia 30–40 tahun, dan umumnya lebih tinggi pada pria mulai usia ≥45 tahun serta wanita mulai usia ≥55 tahun atau setelah menopause.

Namun demikian, penyakit jantung juga dapat terjadi pada usia yang lebih muda apabila memiliki sejumlah faktor risiko, antara lain riwayat keluarga penyakit jantung, kebiasaan merokok, hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, obesitas, kurang aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, hingga stres berlebihan. Bahkan saat ini, kasus penyakit jantung pada usia 20–30 tahun mulai banyak ditemukan akibat gaya hidup yang kurang sehat.

Selain penyuluhan, kegiatan ini juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan (skrining) guna mendeteksi dini potensi gangguan kesehatan bagi anggota Kodim 0616/Indramayu. Pemeriksaan ini diharapkan dapat menjadi langkah preventif dalam mengantisipasi penyakit kronis sejak tahap awal.

Tak hanya itu, para peserta juga diberikan kesempatan untuk melakukan konsultasi kesehatan bagi yang memerlukan tindak lanjut medis, sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Melalui kegiatan ini, Kodim 0616/Indramayu menegaskan komitmennya dalam menjaga kesehatan dan kesiapsiagaan prajurit serta PNS, sebagai bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI AD di wilayah Kabupaten Indramayu.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Pendim



Jurnalpelita - Indramayu, Mengisi bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, komunitas Jaguar69 lakukan aksi sosial, dengan membagikan ratusan paket takjil kepada para pengguna jalan,  Kamis sore (26/2/2026). Kegiatan dilaksanakan di Jalan simpang lima Indramayu, sampai bundaran kijang Indramayu.

Aksi sosial tersebut dipimpin langsung Ketua Komunitas Jaguar69 Marif Yoga Yanda Perdana, serta sejumlah anggota Jaguar69. Dengan sasaran pembagian bingkisan takjil untuk berbuka puasa para tukang Becak, Jurkir, dan warga yang melintas di sepanjang jalan.

Ketua Komunitas Jaguar69 Marif Yoga Yanda Perdana menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk empati dan kepedulian kepada masyarakat, khususnya para tukang Becak dan juru parkir yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka.


“Ini adalah wujud kepedulian kami kepada masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa. Kami berharap takjil yang dibagikan dapat membantu para pengguna jalan agar tidak perlu repot mencari hidangan berbuka saat masih dalam perjalanan,” ucapnya.

Ia menambahkan, kegiatan berbagi takjil tidak hanya menjadi bagian dari rutinitas sosial di bulan Ramadhan, tetapi juga sebagai refleksi nilai kebersamaan dan solidaritas antara komunitas Jaguar69 dengan masyarakat. 

“Aksi sosial tersebut mendapat respons positif dari para pengguna jalan, seperti tukang becak dan jukir juga , Ojol  yang menerima takjil. Kegiatan berbagi takjil ini diharapkan dapat bermanfaat dan kita junggjung tinggi kebersamaan dan kepedulian sesama dengan penuh kebersamaan di wilayah Kabupaten Indramayu.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet



Jurnalpelita - Pada persidangan perdana di Pengadilan Negeri Indramayu atas kasus pembunuhan satu keluarga yang dilakukan oleh dua pelaku yakni Ririn Rifanto dan Priyo Bagus Setiawan di Paoman, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu beberapa waktu lalu telah dibacakan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Indramayu. Kamis, 26/2/2026.

Pada sidang tersebut terdakwa melalui kuasa hukumnya menyampaikan keberatan dan akan diajukan pada siang berikutnya. Menanggapi hal itu, saat dimintai keterangan usai sidang, Heri Reang selaku kuasa hukum korban menyebut bahwa keberatan yang dilontarkan oleh kuasa hukum terdakwa merupakan hal yang lumrah.

"Kalau masalah tadi ada perlawanan itu sah-sah saja kan gitu. Tetapi saya dari LBH Petani selalu konsisten mengawal kasus pembunuhan ini," Katanya.

Ia meyakini bahwa meski ada perlawanan tidak menghilangkan pokok perkara, sebab kata ia substansinya jelas ada niat merencanakan pembunuhan. Namun meski demikian Heri mempersilahkan bahwa eksepsi itu diajukan.

"Dakwaan Jaksa Penuntut Umum sudah jelas. Pasal 459 pembunuhan berencana, dan itu sifatnya primer adalah dakwaan terberat. Bisa hukuman mati," Cetusnya.

Untuk itu ia memminta hukuman mati terhadap pelaku, sebab dua pelaku sudah menghilangkan lima nyawa hilang. Ia pun percaya bahwa Jaksa Penuntut Umum sudah sesuai dengan substansi yang ada. "Pembunuhan berencana, sekali lagi saya katakan, pembunuhan berencana," Tegasnya.

Dalam kesempatan persidangan disebutkan juga nama baru yang diduga terlibat, namun apa yang dibacakan oleh terdakwa tidak ada di pokok perkara. "Saya tanya lagi sama Pak Jaksa tidak ada." Tuturnya.

Dalam hal Pembacaan dakwaan, Heri pun sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum yang menerapkan Pasal 459 nomor 1 tahun 2023 tentang pembunuhan berencana, kemudian pelaku pembunuhan ada dua. 

Untuk diketahui bahwa namu baru yang disebut adalah Bui, Yani, Joko, Hadi dan Yoga. "Tidak ada lima, apalagi tadi menyebut nama Joko, dan saya pastikan itu tidak ada," pungkasnya.


Pena  
 By.
Adam P
Editor
By.
Adam P
Foto/Video
By.
Adam P



Jurnalpelita - Munculnya nama baru pada sidang perdana Ririn Rifanto dan Priyo Bagus Setiawan yang digelar di Pengadilan Negeri Indramayu atas dugaan kasus pembunuhan yang terjadi di Paoman, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu beberapa waktu lalu yang mengakibatkan hilangnya lima korban nyawa mengejutkan berbagai pihak termasuk kuasa hukum terdakwa itu sendiri.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Pengacara Ruslandi selaku penasehat hukum terdakwa yang Mengikuti persidangan menuturkan dengan munculnya nama nama baru dirinya akan mengonfirmasi dan mengklarifikasi terhadap terdakwa.

"Karena dari awal penangkapan dan diperiksa, disidik, itu tidak ada nama-nama itu gitu," Katanya saat dimintai keterangan usai persidangan. Kamis, 26/2/2026.

Selain itu, Kata Ruslandi Sampai dengan tahap dua hingga rekonstruksi, nama-nama yang disebutkan oleh terdakwa tidak ada.

"Maksud saya, kami ini kan penasihat hukum yang memang akan membela hak-hak hukum daripada terdakwa. Kenapa para terdakwa ini tidak menyampaikan hal yang selama ini tertutup gitu," Ujarnya.

Sehingga menurutnya perkara yang sangat sadis tersebut bisa menyita perhatian publik, namun hingga persidangan dimulai menyembunyikan hal yang seharusnya terungkap dari mulai awal pemeriksaan.


"Kalau misalnya ada nama-nama lain di luar nama kedua terdakwa ini, kenapa tidak disampaikan pada saat penyidikan? Toh ada saya. Saya mendampingi terdakwa ini siang malam lho, sampai dengan pada saat rekonstruksi itu," Tuturnya.

Dalam hal ini ia menambahkan sebagai penasihat hukum akan menghargai hak daripada terdakwa, namun kata dia agar hukum ini bisa menjadi terang benderang, menjadi terbukti secara materiil, maka pihaknya akan mempertanyakan lebih jauh apa peran nama yang disebutnya.

"Jangan asal perlawanan atau eksepsi. Memang perlawanan atau eksepsi itu hak daripada terdakwa, hak hukum daripada semua terdakwa kan, tapi kan tidak mesti hak hukum itu dipergunakan semuanya gitu," Tegasnya.

Menurut Ruslandi ada hal-hal yang harus dipertanggungjawabkan secara hukum. Ketika menyebut nama orang lain, apakah bisa dipertanggungjawabkan Melalui bukti.

"Apakah ada chatting, apakah ada pembicaraan, apa ada saksi lainnya yang melihat gitu kan? Ini kan harus dibuktikan," Tegasnya.

Ia menegaskan bahwa terdakta tidak boleh asal menyebut nama. Sebab Risikonya ada, baik secara materiil atau immateriil. "Orang yang disebut namanya, belum tentu gitu kan. Karena selama ini tidak ada keterlibatan mereka," Paparnya.

Menurut Ruslandi dengan munculnya nama baru, apakah itu akan menghambat sidang lanjutan ia memaparkan bahwa hal tersebut bisa dilihat ketika eksepsi, Kalau disampaikan eksepsi dengan seluruh tanggung jawab hukum, tentu maka akan melanjutkan eksepsi, karena sama-sama harus mengungkap keadilan, harus mengungkap fakta-fakta yang sesungguhnya.

"Tapi kalau hal ini hanya alibi dan tidak bisa dipertanggungjawabkan secara hukum, ya untuk apa eksepsi gitu Kan," Tuturnya.

Untuk diketahui bahwa namu baru yang disebut adalah Bui, Yani, Joko, Hadi dan Yoga. "Ini mengejutkan, saya Baru tahu tadi. Baru tahu ada nama Joko tadi," Pungkasnya.


Pena  
 By.
Adam P
Editor
By.
Adam P
Foto/Video
By.
Adam P




Jurnalpelita - Direktur CV Damar Indah Kencana (DIK), Crisnadi Natasaputra, menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Perusahaan penerbit dan penyedia buku sekolah yang dipimpinnya itu selama ini menjadi mitra resmi Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu dalam berbagai kegiatan edukasi, termasuk pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek) implementasi Kurikulum Merdeka.

Sebagai perusahaan yang berbasis di Kabupaten Indramayu, CV Damar Indah Kencana terus berupaya menghadirkan produk-produk buku sekolah yang berkualitas dan relevan dengan perkembangan dunia pendidikan. Crisnadi menyampaikan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada distribusi buku, tetapi juga berperan aktif dalam pengembangan kompetensi guru dan tenaga kependidikan.

“Kami ingin menjadi bagian dari solusi dalam peningkatan mutu pendidikan di Indramayu. Melalui kolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, kami mendukung pelatihan dan bimtek Kurikulum Merdeka agar para guru semakin siap menghadapi tantangan pembelajaran yang terus berkembang,” ujar Crisnadi.

Menurutnya, perkembangan teknologi pendidikan menjadi perhatian utama perusahaan. Oleh karena itu, CV Damar Indah Kencana terus melakukan inovasi baik dari sisi kualitas konten, desain, hingga sistem distribusi yang lebih efektif dan adaptif terhadap kebutuhan sekolah.

Selain bergerak di bidang pendidikan, Crisnadi Natasaputra juga aktif di dunia olahraga. Ia menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Pengkab PBVSI Indramayu di bawah naungan Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI). Dalam kapasitasnya tersebut, ia turut mendorong pembinaan atlet voli sejak usia dini hingga tingkat kompetisi daerah.

Di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Crisnadi mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya insan pendidikan dan olahraga, untuk menjadikan momentum Ramadan sebagai ajang memperkuat silaturahmi, meningkatkan integritas, serta memperkuat semangat kolaborasi.

“Ramadan 1447 H ini mari kita jadikan sebagai momen refleksi dan penguatan karakter. Baik di dunia pendidikan maupun olahraga, nilai disiplin, kejujuran, dan kebersamaan harus terus kita tanamkan,” ungkapnya.

Ia berharap, sinergi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dapat terus terjalin demi mencetak generasi muda Indramayu yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing tinggi, baik di bidang akademik maupun olahraga.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi



Jurnalpelita - Beredarnya kabar di media sosial dan sejumlah media online terkait isu kepindahan mantan Bupati Indramayu periode 2021–2025, Nina Agustina, dari PDI Perjuangan ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendapat tanggapan dari Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu, H. Sirojudin, S.P., M.Si.

Saat dimintai keterangan, Sirojudin mengaku baru mengetahui informasi tersebut dari pemberitaan media.

“Saya justru baru tahu sekarang dari media. Belum ada komunikasi resmi ke DPC terkait hal itu,” ujar Sirojudin.

Terkait kemungkinan adanya pemberitahuan ke tingkat DPD atau DPP, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti. Namun, ia memastikan bahwa di tingkat DPC Kabupaten Indramayu tidak pernah ada penyampaian resmi ataupun permohonan izin dari yang bersangkutan.
“Kalau ke DPP atau DPD saya tidak tahu. Tapi kalau ke DPC, tidak ada komunikasi,” tegasnya.

Secara pribadi, Sirojudin mengaku tidak terkejut apabila kabar tersebut benar adanya. Ia menyebut, usai kekalahan dalam Pilkada lalu, sinyal-sinyal tersebut pernah disampaikan, meski tidak secara gamblang.

“Bagi saya pribadi tidak kaget kalau Ibu Nina pindah partai setelah kalah dalam Pilkada kemarin, karena dia pernah menyampaikan ke saya, walaupun tidak secara terang-terangan,” ungkapnya.

Meski demikian, Sirojudin menegaskan bahwa partainya memandang hal tersebut sebagai bagian dari dinamika politik yang biasa terjadi.

“Bagi kami, PDI Perjuangan biasa-biasa saja. Ini dinamika politik,” katanya.

Ia juga menepis anggapan bahwa kepindahan tersebut akan berdampak signifikan terhadap basis massa partai di Indramayu. Menurutnya, struktur dan kekuatan organisasi partai saat ini justru semakin solid.

“Kami tidak khawatir kehilangan basis massa. Kami baru saja melaksanakan Konfercab, Musancab, Musran, dan Musanran. Jumlah pengurusnya saja kurang lebih 6.000 orang, dan mereka semua memiliki keluarga. Struktur partai kami kuat hingga akar rumput. Maka, dinamika ini dipastikan tidak akan mengganggu konsolidasi internal PDI Perjuangan di Kabupaten Indramayu.,” tutup Sirojudin.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet



Jurnalpelita - SOLO-Mantan Bupati Indramayu, Nina Agustina, bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kepastian itu ia sampaikan kepada wartawan usai bertandang ke kediaman Presiden ke-7, Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Rabu, 26 Februari 2026. 

Nina tidak sendiri. Ia didampingi Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hapidin, yang berasal dari PSI. Kepada wartawan Nina mengatakan, dirinya bergabung dengan PSI sudah dipikirkan matang. Secara lugas Nina menyatakan alasan bahwa kepindahannya ke PSI diharapkan menjadi pilihan terbaik.

Nina mengatakan, kedatangannya ke Solo untuk meminta restu soal buatnya bergabung dengan partai yang diketuai oleh putra Jokowi, Kaesang Pangarep itu.

"Semuanya adalah yang terbaik. Saya pernah bergabung memberikan kebaikan di Indramayu, saat ini mungkin bergabung dengan Bapak di PSI di Jawa Barat. Alhamdulillah beliau merestui,” tukas Nina. 

Putri mantan Kapolri Jenderal (Purn) Da'i Bachtiar ini sebelumnya dikenal sebagai politisi PDIP. Melalui partai ini pula, Nina Agustina maju menjadi calon bupati Indramayu pada tahun 2020. Bersama Lucky Hakim, Nina Agustina akhirnya terpilih sebagai bupati Indramayu.

Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet



Jurnalpelita - Memasuki lima bulan sejak dilantik, jajaran direksi baru Perumdam Tirta Dharma Ayu (TDA) Kabupaten Indramayu mulai menunjukkan sejumlah capaian strategis. Penguatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), peningkatan kapasitas produksi, serta perbaikan kualitas layanan menjadi fokus utama di awal masa kepemimpinan ini.

Direktur Utama H. Nurpan, S.E., M.Si., melalui Manager Humas Sutoni menyampaikan bahwa seluruh jajaran direksi bergerak secara kolektif dalam menjalankan program prioritas perusahaan.

“Selama lima bulan ini, direksi yang terdiri dari Direktur Utama, Direktur Umum, dan Direktur Teknik bekerja bersama dengan target utama peningkatan kualitas dan perluasan cakupan pelayanan air bersih kepada masyarakat,” ujar Sutoni.

Sejumlah program yang telah dan sedang berjalan diantaranya:
1. Perolehan investasi pembangunan fasilitas berkapasitas 2 x 50 liter per detik (LPS) di wilayah Widasari. Ke depan, direncanakan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) atau SPAM baru berikut jaringan perpipaannya.
2. Rencana pengembangan SPAM Kepandean berkapasitas 200 LPS melalui skema kerja sama Build Operate Transfer (BOT) dengan investor swasta.
3. Negosiasi kerja sama SPAM Industri Losarang berkapasitas 500 LPS.
4. Penjajakan kerja sama penjualan air ke KPI RU VI Balongan dengan memanfaatkan suplai dari SPAM Kuningan berkapasitas 300 LPS.
5. Rencana pengalihan distribusi air dari SPAM Kepandean 50 LPS ke wilayah dengan tingkat pelayanan rendah di Indramayu Kota.
6. Optimalisasi pelayanan melalui peningkatan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas distribusi air.
7. Pengembangan sistem pengaduan terintegrasi berbasis Android guna mempercepat respons layanan.

“Pengembangan ini mencakup pembangunan instalasi baru maupun perluasan jaringan perpipaan, seperti di wilayah Widasari, Indramayu, dan Losarang hingga daerah sekitarnya,” jelasnya.

Pada periode Mei 2026 hingga April 2027, kapasitas pelayanan ditargetkan meningkat hingga 300 liter per detik. Tambahan kapasitas tersebut diharapkan mampu memperluas cakupan layanan sekaligus membuka peluang kerja sama dengan sektor industri strategis.

Terkait keluhan masyarakat khususnya di wilayah barat, Sutoni mengakui bahwa faktor alam menjadi tantangan utama.

“Sebagian besar sumber air kami berasal dari air permukaan atau sungai. Saat musim hujan, tingkat kekeruhan meningkat akibat sedimentasi, sehingga mempengaruhi proses pengolahan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, kondisi air baku dengan tingkat kekeruhan tinggi membuat proses pelarutan bahan kimia dan pengendapan memerlukan penanganan lebih intensif, terutama pada instalasi yang masih menggunakan sistem konvensional.

Selain itu, perbaikan saluran dan bendung oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) dalam beberapa waktu terakhir turut memengaruhi stabilitas distribusi air.

“Namun secara umum, seluruh proses pengolahan tetap mengacu pada standar yang berlaku. Kami memastikan kualitas air yang didistribusikan telah melalui tahapan pengolahan sesuai ketentuan,” tegasnya.

Manajemen juga menilai pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai proses pengolahan air, mulai dari pengambilan air baku, pengolahan, hingga distribusi ke pelanggan.

“Masyarakat sering beranggapan saat musim hujan air melimpah maka kualitasnya pasti baik. Padahal justru tingkat kekeruhan meningkat dan proses pengolahan menjadi lebih kompleks,” jelas Sutoni.

Selain itu, kebijakan penertiban pelanggan menunggak tetap dilakukan sesuai prosedur, meski di lapangan kerap menimbulkan dinamika.

Gangguan Distribusi di Eretan Wetan
Dalam rangka optimalisasi pelayanan di wilayah Eretan Wetan, sempat terjadi gangguan distribusi air yang menyebabkan beberapa pelanggan tidak menerima suplai.

Manajemen menjelaskan sejumlah faktor penyebabnya, antara lain:
1. Evaluasi pemasangan pipa sambungan existing di wilayah tersebut.
2. Penelusuran jaringan pipa lama yang terindikasi keropos dan berpotensi mengalami kebocoran.
3. Perbaikan penyangga jembatan pipa (habim) pada jaringan yang kropos serta perbaikan pipa putus akibat eceng gondok yang terbawa arus sungai di Sumber Mas.

Ke depan, direksi berkomitmen mempercepat modernisasi instalasi, meningkatkan kapasitas produksi, dan memperluas jaringan layanan guna menjawab kebutuhan air bersih masyarakat Indramayu.

“Fokus kami jelas, peningkatan kualitas layanan dan pengembangan SPAM secara bertahap. Dengan tambahan kapasitas dan pembangunan instalasi baru, kami optimistis pelayanan kepada masyarakat akan semakin baik,” tutup Sutoni.

Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget