Indeks Berita
CLOSE ADS
CLOSE ADS

16.17.00 ,

Jurnalpelita - ‎Indramayu – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu bekerja sama dengan Puskesmas Plumbon menggelar kegiatan Voluntary Counseling and Testing (VCT) bagi warga binaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan dan pemantauan kesehatan di lingkungan Lapas, Selasa (06/10).
‎
‎Kegiatan ini meliputi pemeriksaan HIV dan Sifilis melalui pengambilan sampel darah warga binaan. Pemeriksaan dilakukan sebagai langkah deteksi dini terhadap penyakit menular sekaligus mendukung upaya pencegahan dan penanganan secara tepat.
‎
‎Dokter Puskesmas Plumbon, dr. Poppy, menyampaikan bahwa pemeriksaan VCT penting dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak dini. “Melalui pemeriksaan HIV dan sifilis ini, kita dapat melakukan deteksi dini sehingga apabila ditemukan indikasi tertentu dapat segera dilakukan tindak lanjut sesuai dengan kondisi pasien,” ujar dr. Poppy.
‎
‎Selain pemeriksaan, petugas kesehatan Puskesmas Plumbon juga memberikan edukasi dan konseling kepada warga binaan mengenai pencegahan penyakit menular serta pentingnya menjaga pola hidup sehat.
‎
‎Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Aramichi Renggalih, menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan merupakan bagian penting dalam pemenuhan hak warga binaan. “Kami terus berupaya memastikan kesehatan warga binaan terpantau dengan baik. Melalui sinergi bersama Puskesmas Plumbon, kegiatan VCT ini menjadi salah satu langkah deteksi dini sekaligus bentuk komitmen kami dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal,” ujar Aramichi.
‎
‎Pelaksanaan VCT dilakukan dengan tetap memperhatikan prosedur pelayanan kesehatan dan kerahasiaan hasil pemeriksaan. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu memastikan kondisi kesehatan warga binaan tetap terpantau secara berkala.
‎
‎Melalui kegiatan tersebut, Lapas Indramayu terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi warga binaan sekaligus memperkuat sinergi dengan fasilitas kesehatan dalam mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang sehat dan kondusif.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet

19.58.00 , ,

Jurnalpelita - ​Indramayu — Pemerintah Desa Rancasari, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, yang dipimpin Wamin melalui kuasa hukumnya, Toni R.M., S.H., M.H., dan partner, resmi mengambil langkah hukum tegas terhadap perangkat desa lama. Langkah ini diambil menyusul temuan adanya dugaan pelanggaran pengelolaan aset desa berupa tanah bengkok dan titisara yang merugikan keuangan desa hingga miliaran rupiah.

​Permasalahan ini bermula ketika Kuwu Wamin (Kepala Desa) Rancasari yang baru dilantik pada 12 Februari 2026 berdasarkan SK Bupati Indramayu tertanggal 15 Januari 2026, memegang kewenangan penuh atas pengelolaan keuangan dan aset desa sesuai Pasal 26 ayat (2) huruf c Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Desa. Saat melakukan inventarisasi aset desa seperti tanah bengkok dan titisara, Kuwu Wamin justru dituduh melakukan penyerobotan oleh perangkat desa lama yang sudah berhenti. Kuwu Wamin bahkan sempat dilaporkan ke pihak inspektorat, namun hasil pemeriksaan membuktikan bahwa tuduhan tersebut tidak terbukti karena aset masih dikuasai oleh perangkat lama.

​Menghadapi situasi tersebut, Kuwu Wamin yang didampingi oleh kuasa hukum Toni RM bergerak cepat. Sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) Indramayu Nomor 29.3 Tahun 2018 sebagaimana telah diubah dengan Perbup Nomor 10 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pengelolaan Tanah Bengkok dan Titisara di mana pengelolaannya wajib melalui sistem lelang terbuka dan hasilnya dimasukkan ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDES) pemerintah desa lantas menggelar lelang terbuka pada Agustus 2026.

​Kendati lelang telah sukses digelar, pemenang lelang ternyata tidak dapat menggarap lahan tersebut di lapangan karena tanah bengkok masih dikuasai oleh pamong atau kepala desa yang lama.

​"Padahal kita sudah melakukan lelang itu sejak 14 Agustus. Tapi di lapangan, tanah bengkok masih dikuasai oleh pamong lama. Padahal kita sebagai pemerintah desa sudah melelangkan aset desa untuk disewa, namun di lapangan masih dikuasai, bahkan jelang musim rendeng ini kita khawatir pemenang lelang dirugikan," ujar Kuwu Rancasari saat berkonsultasi di Kantor Hukum Toni RM & Partners.

​Lebih lanjut, pengacara Toni RM mengungkapkan fakta mengejutkan hasil audit dan investigasi mendalam terhadap dokumen APBDes dari tahun 2018 hingga 2025. Berdasarkan temuan hukum, tercatat adanya dugaan pelanggaran beruntun dalam pengelolaan aset desa:

​Tahun 2018–2020: Tidak dilaksanakan lelang dan uang hasil sewa tidak dimasukkan ke rekening kas desa (potensi kerugian sekitar Rp370 juta per tahun atau total mencapai lebih dari Rp1 miliar).


​Tahun 2021–2022: Terdapat audit inspektorat dari PADes tahun 2021, sehingga ada masuk kas desa sebesar Rp748 juta untuk 2 tahun.


​Tahun 2023: Tidak ada lelang, dan realisasi Pendapatan Asli Desa (PADes) yang masuk hanya Rp45 juta dari target Rp374 juta (terdapat kekurangan sekitar Rp329 juta).


​Tahun 2024: Dilakukan lelang dan berhasil dimasukkan ke rekening kas desa.


​Tahun 2025: Tidak ada lelang, dan hanya masuk kas desa sebesar Rp45 juta dari target yang seharusnya, sehingga menyisakan kekurangan sekitar Rp329 juta.


"​Secara akumulatif, total dugaan penyimpangan dan kerugian dari tidak dilaksanakannya lelang serta tidak disetorkannya uang sewa tanah bengkok ke kas desa oleh perangkat lama dari tahun 2018 hingga 2025 ditaksir mencapai angka Rp1,6 miliar hingga Rp1,7 miliar," Ujar Toni.

Menurut Toni, ​Sebelum menempuh jalur hukum formal, pihaknya telah melayangkan somasi kepada perangkat desa lama agar ada solusi pengembalian. Namun, somasi tersebut diabaikan tanpa ada respons yang kooperatif.

​"Sebelumnya kami sudah melayangkan somasi kepada perangkat desa lama terkait penggarapan ini, barangkali ada solusi, ternyata diabaikan dan tidak ada respons. Maka, minggu ini kami laporkan ke Unit Tipikor Polres Indramayu," tegas pengacara Toni RM di kantornya, Senin (5/10/2026).

​Toni RM menegaskan, jika nantinya dalam audit oleh pihak kepolisian dan inspektorat terbukti adanya aliran dana yang tidak disetor, maka pihak perangkat desa lama harus mengembalikan uang negara sebesar Rp1,6 miliar lebih tersebut dalam jangka waktu 60 hari.

​"Kalau tidak mampu atau tidak bisa mengembalikan, ya mau tidak mau diproses secara pidana. Laporkan orang yang telah melaporkan, kunjungi orang yang mengunjungi, baiki orang yang berbuat baik pada kita, hormati orang yang menghormati kita, hargai orang yang menghargai kita," pungkas Toni RM dengan tegas.


Pena  
 By.
Jidam P
Editor
By.
Jidam P
Foto/Video
By.
Jidam P

11.25.00 ,

Jurnalpelita - INDRAMAYU — Rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kodim 0616/Indramayu Indramayu mengisi dengan kegiatan sosial yang merangkul masyarakat dan pelaku usaha mikro. Perayaan yang digelar di Markas Kodim 0616/Indramayu ini diawali dengan pelaksanaan upacara resmi pada pagi hari, yang kemudian dilanjutkan dengan acara syukuran bersama instansi lain, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta tokoh masyarakat. Senin, 5/10/2026.

Komandan Kodim (Dandim) 0616/Indramayu Letkol ARM Tulus Widodo menyamoaikan, hak itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan upaya mendongkrak produk lokal, panitia menggelar bazar UMKM serta menyediakan fasilitas makan gratis bagi masyarakat sekitar.

"Berbagai kuliner khas wilayah Indramayu disediakan dan digratiskan agar warga dapat bebas memilih makanan yang disukai tanpa harus membayar.," Jelasnya.

Menurut Dandim Pemilihan UMKM lokal sebagai pusat kuliner gratis ini bertujuan untuk memberikan keberkahan bagi para pedagang sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

"Diharapkan melalui momentum HUT ke-81 ini, TNI ke depannya bisa semakin profesional serta semakin dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat," Pungkasnya.


Pena  
 By.
Jidam P
Editor
By.
Jidam P
Foto/Video
By.
Jidam P

10.22.00 ,

Jurnalpelita - INDRAMAYU — Kodim 0616/Indramayu menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0616/Indramayu, Jalan Gatot Subroto Nomor 1, Desa Pekandangan, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Senin (5/10/2026).

Upacara yang berlangsung pukul 07.00 hingga 07.50 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Dandim 0616/Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo, S.E., M.Han. selaku Inspektur Upacara dan berlangsung khidmat serta tertib.

Peringatan HUT ke-81 TNI menjadi momentum untuk memperkuat komitmen prajurit dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus meningkatkan profesionalisme dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Dalam amanat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si. yang dibacakan Dandim 0616/Indramayu, disampaikan apresiasi kepada seluruh prajurit dan ASN TNI atas dedikasi, loyalitas, kerja keras, serta pengabdian yang telah diberikan di berbagai wilayah penugasan.

Panglima TNI juga menegaskan bahwa tingginya kepercayaan masyarakat merupakan kehormatan sekaligus amanah yang harus dijaga. Penguatan dan modernisasi kemampuan TNI harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi, kesiapan, profesionalisme, serta integritas setiap prajurit.

Menghadapi dinamika lingkungan strategis yang terus berkembang, TNI dituntut tetap kokoh pada jati dirinya, menjaga persatuan, menegakkan kedaulatan, serta melindungi seluruh kekayaan Nusantara.

Dalam amanat tersebut, seluruh prajurit dan ASN TNI juga ditekankan untuk menjadikan PRIMA sebagai budaya pengabdian, yang meliputi Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif.

Kelima nilai tersebut menjadi pedoman bagi prajurit dalam menguasai tugas dan tanggung jawab, peka terhadap perkembangan situasi, membangun sinergi dengan seluruh komponen bangsa, menguasai teknologi dan alat pertahanan, serta terus berinovasi dalam menghadapi perkembangan ancaman.

Upacara diikuti oleh personel Kodim 0616/Indramayu serta pasukan pendukung yang terdiri dari unsur organisasi masyarakat, FKPPI, Hipakat, dan Pramuka.

Dengan semangat HUT ke-81 TNI, Kodim 0616/Indramayu berkomitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat sinergi dengan seluruh komponen bangsa, serta hadir memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat.

Dirgahayu Tentara Nasional Indonesia ke-81.

TNI PRIMA.
TNI Kuat Bersama Rakyat!
Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Pendim

10.06.00 ,

Jurnalpelita - ‎‎INDRAMAYU – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian warga binaan melalui kegiatan pertanian hidroponik. Kali ini, hasil panen berupa sayuran segar berhasil dipasarkan ke Toserba Yogya Indramayu, Jumat (2/10/2026).
‎
‎Selama September 2026, Lapas Indramayu mampu hasilkan 1 kwintal sayuran selada hidroponik. Yogya Toserba Indramayu menjadi mitra yang menyerap sayuran selada hidroponik sebanyak 24 kg dan pakcoy sebanyak 3 kg. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program ketahanan pangan sekaligus upaya meningkatkan keterampilan dan produktivitas warga binaan melalui sektor pertanian.
‎
‎Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Aramichi Renggalih, mengatakan bahwa program pertanian hidroponik merupakan salah satu bentuk komitmen lapas dalam mengoptimalkan pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus mendukung program ketahanan pangan.
‎
‎"Program pertanian hidroponik ini merupakan salah satu bentuk komitmen kami dalam mengoptimalkan pembinaan kemandirian warga binaan, sekaligus mendukung program ketahanan pangan. Kami ingin memastikan bahwa kegiatan pembinaan di dalam Lapas tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi dan dapat diterima oleh masyarakat," katanya.
‎
‎Ia menambahkan, keberhasilan memasarkan hasil panen ke Toserba Yogya menjadi salah satu indikator bahwa produk hasil pembinaan warga binaan memiliki kualitas yang baik dan berpotensi untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
‎
‎"Alhamdulillah, hasil panen selada hidroponik kami selama September ini diserap sebanyak 24 kilogram selada dan 3 kilogram pakcoy oleh Toserba Yogya Indramayu. Ini menjadi salah satu bukti bahwa hasil pembinaan warga binaan memiliki kualitas yang baik dan mampu bersaing dengan produk yang beredar di masyarakat. Hal ini tentu menjadi potensi untuk dikembangkan dan dipasarkan secara berkelanjutan," ungkapnya.
‎
‎Proses budidaya dilakukan secara berkesinambungan, mulai dari penanaman, pemeliharaan hingga masa panen, dengan pengawasan petugas guna memastikan kualitas hasil produksi. Sebelum dipasarkan, seluruh hasil panen terlebih dahulu melalui tahapan penyortiran, penimbangan, dan pengemasan.
‎
‎Lebih lanjut, Aramichi menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong pengembangan kegiatan pertanian hidroponik agar semakin produktif dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga binaan.
‎
‎"Ke depan, kami akan terus mendorong pengembangan kegiatan pertanian hidroponik ini agar semakin produktif, sehingga warga binaan memiliki keterampilan, pengalaman, serta bekal kemandirian yang bermanfaat ketika kembali ke tengah masyarakat," pungkasnya.
‎
‎Melalui program ini, Lapas Kelas IIB Indramayu berharap pembinaan kemandirian tidak hanya menjadi sarana peningkatan keterampilan, tetapi juga mampu melahirkan warga binaan yang produktif, mandiri, dan siap berkontribusi positif setelah kembali ke lingkungan masyarakat.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet

22.51.00 ,

Jurnalpelita - ‎Program pembinaan kemandirian bagi narapidana di Lapas Indramayu terus menunjukkan hasil positif. Salah satunya melalui kegiatan peternakan ayam petelur yang dikelola secara produktif dan mampu menghasilkan sekitar 130 butir telur dalam satu hari dari total 170 ekor ayam petelur, Minggu (4/10).
‎
‎Kegiatan peternakan ayam petelur ini menjadi salah satu bentuk pembinaan yang bertujuan memberikan keterampilan kerja dan pengalaman praktis kepada narapidana sebagai bekal untuk kembali ke tengah masyarakat. Dalam pelaksanaannya, warga binaan dilibatkan secara langsung dalam berbagai tahapan pengelolaan peternakan, mulai dari pemberian pakan, perawatan kandang, pemantauan kesehatan ayam, hingga proses pengumpulan dan pemilahan telur.
‎
‎Dengan jumlah populasi sebanyak 170 ekor ayam, produksi rata-rata mencapai 130 butir telur per hari. Capaian tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pembinaan kemandirian tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga mampu menghasilkan kegiatan produktif yang memiliki nilai ekonomi.
‎
‎Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Indramayu, Aramichi Renggalih mengatakan keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kedisiplinan dan tanggung jawab warga binaan dalam mengikuti kegiatan pembinaan. Mereka mendapatkan pendampingan serta pembinaan secara berkelanjutan sehingga mampu memahami tata cara pemeliharaan ayam petelur dengan baik.
‎
‎“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan keterampilan nyata kepada warga binaan agar nantinya memiliki bekal dan pengalaman yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat. Hasil produksi telur yang terus berjalan menjadi bukti bahwa pembinaan kemandirian dapat dilaksanakan secara produktif dan berkelanjutan,” ujar Aramichi, Kalapas Indramayu.
‎
‎Selain sebagai sarana pembelajaran keterampilan, kegiatan peternakan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun karakter warga binaan agar lebih disiplin, bertanggung jawab, mandiri, dan memiliki etos kerja. Setiap warga binaan yang terlibat dituntut untuk menjaga kebersihan kandang, memastikan ketersediaan pakan dan air, serta memperhatikan kondisi kesehatan ayam.
‎
‎Hasil produksi telur yang mencapai 130 butir per hari menjadi salah satu indikator keberhasilan program pembinaan kemandirian yang dijalankan. Ke depan, kegiatan tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan, baik dari sisi jumlah ternak maupun peningkatan kualitas pengelolaan, sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi warga binaan dan mendukung program pembinaan di bidang kemandirian.
‎
‎Melalui pembinaan berbasis keterampilan dan produktivitas, warga binaan diharapkan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk belajar, berkarya, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih mandiri serta siap kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet

18.11.00 ,

Jurnalpelita - INDRAMAYU— Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Indramayu menggelar Orientasi Politik, Pengukuhan Pengurus DPC PKB Kabupaten Indramayu masa bakti 2026–2031, serta Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab), Minggu (4/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Grand Trisula Hotel Indramayu tersebut dihadiri jajaran pengurus DPC PKB Kabupaten Indramayu, utusan Dewan Pengurus Anak Cabang, lembaga dan badan partai, serta perwakilan pengurus PKB tingkat wilayah dan pusat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Orientasi Politik yang menjadi forum penguatan ideologi, pemahaman sejarah pendirian PKB, Mabda' Siyasi, serta agenda politik PKB menuju Pemilu 2029. Selain itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai manajemen dan tata kelola organisasi.

Orientasi politik tersebut menjadi bagian penting dalam menyatukan pemahaman dan langkah seluruh jajaran pengurus agar organisasi memiliki arah perjuangan yang sama dalam menjalankan agenda politik dan pelayanan kepada masyarakat.

Setelah sesi orientasi politik, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi pengukuhan Pengurus DPC PKB Kabupaten Indramayu masa bakti 2026–2031.

Prosesi pengukuhan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan kepengurusan DPC PKB Kabupaten Indramayu, kemudian dilanjutkan dengan pengambilan sumpah atau janji dan pengukuhan pengurus atas nama Ketua Umum DPP PKB.

Ketua DPC PKB Kabupaten Indramayu, **Amroni, S.IP**, dalam sambutannya menegaskan bahwa pengukuhan kepengurusan baru bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke tingkat akar rumput.

Menurutnya, seluruh jajaran pengurus harus mampu menerjemahkan mandat organisasi ke dalam kerja nyata yang dirasakan masyarakat.

“Pengukuhan ini merupakan awal dari kerja bersama. Setelah struktur terbentuk dan dikukuhkan, tugas kita adalah memastikan seluruh jajaran bergerak, solid, dan hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, PKB Kabupaten Indramayu akan terus memperkuat koordinasi antara DPC, DPAC hingga DPRt agar seluruh struktur partai dapat bekerja secara efektif dan terukur.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab)  yang menjadi forum penting untuk membahas dan menetapkan arah kerja organisasi ke depan.

Dalam Muskercab tersebut, peserta membahas tata tertib persidangan, rencana strategi pemenangan Pemilu 2029, serta rancangan program kerja DPC PKB Kabupaten Indramayu.

Forum Muskercab diharapkan mampu menghasilkan program kerja yang tidak hanya berorientasi pada kepentingan elektoral, tetapi juga memperkuat keberadaan PKB sebagai partai yang dekat dengan masyarakat.

Pembahasan strategi pemenangan Pemilu 2029 menjadi salah satu agenda penting, mengingat penguatan struktur organisasi hingga tingkat bawah menjadi fondasi utama dalam menghadapi kontestasi politik mendatang.

Melalui konsolidasi tersebut, DPC PKB Kabupaten Indramayu berkomitmen membangun organisasi yang lebih solid, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Kegiatan Orientasi Politik, Pengukuhan Pengurus DPC PKB Kabupaten Indramayu dan Muskercab tersebut ditutup dengan doa serta lagu-lagu kebangsaan dan mars partai.

Dengan dikukuhkannya kepengurusan masa bakti 2026–2031, DPC PKB Kabupaten Indramayu kini memasuki fase baru konsolidasi organisasi dengan semangat memperkuat struktur, memperluas pengabdian kepada masyarakat, serta mempersiapkan strategi politik menuju Pemilu 2029.

PKB Peduli Umat, Melayani Rakyat.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet

23.04.00 ,

Jurnalpelita - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu terus memperkuat pembinaan kepribadian warga binaan melalui kegiatan kerohanian. Salah satunya melalui pelaksanaan kebaktian bagi warga binaan beragama Kristen di Gereja Imanuel Lapas Indramayu, Kamis (01/10/2026).
‎
‎Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut diikuti enam warga binaan. Pembinaan kerohanian ini menghadirkan dua pendeta dari Kementerian Agama Kabupaten Indramayu serta tiga pendeta dari Gereja Kristen Indonesia (GKI) Anjatan.
‎
‎Dalam kegiatan tersebut, rangkaian ibadah diawali dengan pembukaan dan penyampaian sambutan oleh pendeta dengan tema “Kekuatan dalam Ibadah”. Selanjutnya, Wargabinaan mendapatkan penyampaian firman Tuhan berdasarkan Timotius 4:8.
‎
‎Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Aramichi Renggalih, mengatakan kegiatan keagamaan menjadi bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan selama menjalani masa pidana.
‎
‎“Pembinaan kerohanian merupakan salah satu upaya kami untuk meningkatkan keimanan dan kesadaran moral warga binaan. Harapannya, nilai-nilai agama yang diterima selama mengikuti pembinaan dapat menjadi bekal bagi mereka dalam menjalani kehidupan dan kembali ke tengah masyarakat,” katanya.
‎
‎Aramichi menambahkan, pembinaan keagamaan diharapkan tidak hanya meningkatkan keimanan warga binaan, tetapi juga membentuk karakter yang lebih baik, bertanggung jawab, serta mendukung terciptanya suasana yang tertib dan kondusif di lingkungan Lapas.
‎
‎“Melalui pembinaan yang berkelanjutan, kami berharap warga binaan dapat semakin memiliki tanggung jawab dan kepedulian terhadap sesama, sekaligus membangun karakter religius yang menjadi fondasi ketika nantinya kembali ke masyarakat,” pungkasnya.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet

23.02.00 ,


Jurnalpelita - INDRAMAYU — Di tengah riuh keramaian Pameran Pembangunan Kabupaten Indramayu di Kompleks GOR Singalodra, Kecamatan Sindang, wahana panjat tebing "Manjat Ceria" sukses menarik perhatian publik. Tidak hanya menjadi sarana rekreasi keluarga yang menghibur, wahana ini ternyata mengusung misi mulia: menggalang dukungan dan dana mandiri bagi para atlet panjat tebing Indramayu yang akan berlaga di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026.

Mengusung semangat “Manjat Bersama Lebih Bahagia” dan “Jaga Semangat, Raih Puncak!”, Pengurus Kabupaten Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Indramayu berinovasi mengubah imej olahraga panjat tebing yang kerap dianggap ekstrem menjadi aktivitas yang ramah dan menyenangkan bagi semua kalangan.

Ketua Pengkab FPTI Indramayu, H. Yoga, menjelaskan bahwa inisiatif ini sengaja dihadirkan bertepatan dengan momentum Pameran Pembangunan untuk merangkul partisipasi masyarakat secara luas.

“Manjat Ceria yang kami gelar bukan hanya untuk meramaikan Pameran Pembangunan tahun ini. Mumpung ada momen yang dikunjungi banyak masyarakat, kami sengaja ‘ngamen’ — mengumpulkan dana secara sederhana — untuk kebutuhan para atlet kami yang akan bertanding di Porprov 2026,” ujar Yoga.

Cukup merogoh kocek sebesar Rp10.000, pengunjung dari berbagai usia—mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa—dapat menikmati sensasi memanjat selama lima menit. Keamanan pengunjung pun terjamin karena didampingi instruktur profesional serta dilengkapi standar pengaman yang memadai.

Melalui program ini, setiap rupiah yang disumbangkan oleh pengunjung lewat tiket masuk tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga wujud nyata dukungan moril dan materiil bagi perjuangan atlet daerah. Setiap cengkeraman di dinding panjat merepresentasikan harapan agar kontingen Indramayu dapat berprestasi optimal di tingkat Provinsi Jawa Barat.

Bagi masyarakat yang berkunjung ke Pameran Pembangunan Kabupaten Indramayu, wahana "Manjat Ceria" beroperasi setiap hari mulai pukul 15.30 hingga 21.00 WIB.

Ajak keluarga dan sahabat Anda untuk menikmati keseruannya, menguji adrenalin, sekaligus berkontribusi langsung bagi kemajuan prestasi olahraga Indramayu. Dari dinding sederhana ini, diharapkan lahir semangat kebersamaan dan keberanian baru—baik bagi pengunjung yang mencobanya maupun bagi para atlet yang siap mengharumkan nama daerah.

Manjat bersama lebih bahagia. Dukung atlet, raih puncak bersama-sama!

Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet

13.02.00 ,

Jurnalpelita - Indramayu — Rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Indramayu ke-499 diwarnai dengan pelaksanaan tradisi sakral jamasan atau pembersihan pusaka. Kegiatan rutin tahunan ini tidak hanya menjadi ritual budaya, tetapi juga wadah silaturahmi yang mempertemukan para keturunan dari Mbah Buyut Raden Bagus Wiralodra.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu, Caridin, mengungkapkan bahwa prosesi jamasan ini melibatkan sejumlah pusaka bersejarah yang dulunya menjadi pegangan para leluhur saat berjuang di Indramayu.

"Ada beberapa pusaka yang dijamas, yang tentunya merupakan pegangan beliau pada saat dulu berjuang di Indramayu, serta beberapa pusaka lainnya seperti keris dan lain sebagainya," ujar Caridin.

Dalam kesempatan tersebut, Caridin juga menyampaikan pesan mendalam kepada generasi muda dan seluruh masyarakat Indramayu. Ia menekankan pentingnya menjaga sikap hormat serta menghargai jasa para leluhur yang telah berkorban membangun fondasi Kabupaten Indramayu.

"Kita harus menghormati dan menghargai leluhur kita, karena beliaulah yang menjadikan Indramayu seperti ini," tegasnya.

Melalui momentum hari jadi ini pula, ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama bahu-membahu memperbaiki berbagai kekurangan, demi mewujudkan Kabupaten Indramayu yang jauh lebih baik dan maju di masa mendatang.


Pena  
 By.
Jidam P
Editor
By.
Jidam P
Foto/Video
By.
Jidam P

10.51.00 ,

Jurnalpelita - Indramayu — Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Kebudayaan memastikan bahwa barang-barang pusaka, khususnya Pusaka Trah Lodra, yang sebelumnya berada di Gedung Pancaniti untuk keperluan penataan, akan dikembalikan ke tempat semula setelah proses renovasi gedung selesai.

Hal tersebut disampaikan oleh Suparto Agustinus selaku pamong budaya cagar Budaya dan Museum perwakilan Dinas Kebudayaan Kabupaten Indramayu saat memberikan keterangan terkait proses pemindahan dan pengamanan pusaka daerah.

Menurut Tinus, sejak awal pusaka Trah Lodra dipinjamkan kepada pemerintah daerah oleh pihak pemegang amanat. Dalam hal ini, penanggung jawab dan pihak-pihak terkait termasuk Dinas Kebudayaan memiliki komitmen bersama untuk memastikan pusaka tersebut tetap berada di lingkungan budaya yang semestinya.

Apresiasi Renovasi Gedung Pancaniti

Tinus menyampaikan apresiasi kepada bagian perlengkapan Pemerintah Kabupaten Indramayu yang telah merenovasi Gedung Pancaniti. Gedung yang sebelumnya tergolong sempit tersebut kini telah diperluas.

Kendati demikian, renovasi gedung tersebut belum rampung sepenuhnya. Sejumlah bagian interior belum selesai dikerjakan, termasuk pemasangan teralis jendela di lantai atas. Selain itu, tata letak interior dinilai masih memerlukan penyesuaian agar lebih representatif dan tidak mengganggu kenyamanan pengunjung maupun wisatawan yang datang.

Titipkan Pusaka di Rumah Pemelihara Demi Keamanan

Karena proses renovasi dan interior gedung belum sepenuhnya rampung, Tinus menyebut pihak dinas memutuskan untuk menitipkan sementara Pusaka TradhTrah Lodra kepada juru pelihara, Bapak H. Dasuki, yang berada di Desa Pekandangan. Langkah ini diambil guna menjamin keamanan pusaka selama Gedung Pancaniti belum dinilai layak untuk ditempati.

Dari aspek pengamanan, Tinus mengakui bahwa penyimpanan di rumah pribadi memiliki standar keamanan yang masih cukup lemah dibandingkan fasilitas resmi. Oleh karena itu, pihak dinas telah berkoordinasi dengan bagian perlengkapan untuk melengkapi sejumlah fasilitas pengamanan tambahan, seperti pemasangan kamera pengawas (CCTV) baik di area luar maupun dalam gedung.

Menariknya, pihak Trah Lodra juga mengusulkan agar akses CCTV tersebut nantinya dapat diakses langsung oleh pihak Trah Lodra, sehingga mereka dapat ikut memantau kondisi pusaka secara berkala.

Komitmen Pengembalian Sesuai Perjanjian

Pemerintah memastikan bahwa pusaka tersebut wajib dikembalikan ke Gedung Pancaniti sesuai dengan kesepakatan dan perjanjian awal yang dibuat pada era kepemimpinan Bupati H. Irianto Syafiudeen atau akrab dipanggil kang Yance (sekitar tahun 2001–2002).

Pihak dinas secara rutin terus mendorong percepatan penyelesaian renovasi agar pusaka kebanggaan masyarakat Indramayu tersebut dapat segera kembali ke tempat yang layak, aman, dan dapat dinikmati kembali oleh masyarakat luas.


Pena  
 By.
Jidam P
Editor
By.
Jidam P
Foto/Video
By.
Jidam P

10.39.00 ,


Jurnalpelita - INDRAMAYU — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026, Kodim 0616/Indramayu melaksanakan Upacara Ziarah Nasional di Taman Makam Pahlawan (TMP) Dharma Ayu, Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jumat (2/10/2026).

Upacara yang berlangsung khidmat mulai pukul 08.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Dandim 0616/Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo, S.E., M.Han. selaku Inspektur Upacara.

Kegiatan diikuti oleh personel Kodim 0616/Indramayu, anggota Brigif TP 34/Cakra Buana, Subdenpom III/3-3 Indramayu, PNS Kodim 0615/Indramayu, serta Ketua Persit KCK Cabang XXVII Kodim 0616/Indramayu Ny. Tiana Tulus Widodo beserta jajaran pengurus.

Rangkaian upacara diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan dan mengheningkan cipta. Selanjutnya, Inspektur Upacara meletakkan karangan bunga di tugu makam pahlawan sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengorbanan para pejuang bangsa.

Prosesi dilanjutkan dengan pembacaan doa, penghormatan akhir kepada arwah para pahlawan, serta tabur bunga di pusara makam yang dilakukan oleh Dandim bersama para pejabat TNI dan seluruh peserta ziarah.

Dandim 0616/Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo, S.E., M.Han. mengatakan, ziarah nasional bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus merefleksikan nilai-nilai perjuangan yang harus terus diwariskan kepada generasi penerus.

“Ziarah ini merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan kita kepada para pahlawan yang telah berjuang dengan pengorbanan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia. Semangat perjuangan, patriotisme, persatuan dan pengabdian mereka harus terus kita teladani dalam melaksanakan tugas dan pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujar Dandim.»

Menurutnya, peringatan HUT ke-81 TNI juga menjadi momentum bagi seluruh prajurit untuk memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta senantiasa hadir memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Sebagai generasi penerus, tugas kita adalah melanjutkan perjuangan tersebut melalui pengabdian terbaik sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing. TNI harus terus menjaga kepercayaan rakyat serta berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang aman, kuat dan sejahtera,” tambahnya.

Upacara Ziarah Nasional selesai pada pukul 08.25 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, khidmat, dan kondusif, serta menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam memperingati HUT ke-81 TNI Tahun 2026 di wilayah Kodim 0616/Indramayu.
Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget