Indeks Berita
CLOSE ADS
CLOSE ADS

22.06.00 , , ,


Jurnalpelita - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu menggelar razia gabungan bersama unsur TNI, Polri, dan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Cirebon, Rabu (16/9/2026) malam.
‎Kegiatan tersebut dilakukan untuk meningkatkan keamanan dan menjaga kondusivitas di lingkungan Lapas Kelas IIB Indramayu.
‎Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Aramichi Renggalih, mengatakan kegiatan berlangsung aman dan lancar. Dari hasil pemeriksaan, petugas tidak menemukan barang yang tergolong sangat mengganggu keamanan dan ketertiban.
‎"Razia ini dalam rangka meningkatkan keamanan dan kondusivitas di Lapas Kelas IIB Indramayu. Alhamdulillah, kegiatan berjalan baik dan lancar. Dari hasil razia, tidak ditemukan barang-barang yang sangat negatif," katanya.
‎Meski demikian, petugas menemukan sejumlah barang yang dilarang berada di dalam lapas, salah satunya paku. Barang tersebut diduga dibawa dari area kegiatan kerja menuju kamar hunian warga binaan.
‎"Untuk paku, kemungkinan dibawa dari kegiatan kerja ke kamar. Mungkin untuk keperluan seperti gantungan baju, tetapi di dalam lapas tetap masuk kategori barang terlarang," jelasnya.
‎Terkait barang hasil razia, Aramichi menjelaskan, barang yang masih dapat dimanfaatkan untuk kegiatan kerja akan dikembalikan untuk digunakan sebagaimana mestinya. Sementara barang yang tidak bermanfaat akan dimusnahkan.
‎"Barang yang masih bisa dimanfaatkan, seperti paku, akan dikembalikan untuk kegiatan kerja. Sedangkan yang tidak bermanfaat akan dimusnahkan," ungkapnya.
‎Aramichi juga mengimbau warga binaan untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas. Menurutnya, kondisi kondusif selama ini terjaga melalui komunikasi dan pendekatan kekeluargaan.
‎"Kami terus menjaga kondusivitas melalui komunikasi dan pendekatan kekeluargaan. Alhamdulillah, warga binaan bisa menerima dan berkomunikasi dengan baik," tuturnya.
‎Sementara kepada keluarga dan pengunjung, Aramichi meminta agar tidak membawa barang-barang yang tidak diperlukan atau dilarang masuk ke dalam lapas.
‎"Pengunjung kami harapkan tidak membawa barang yang tidak diperlukan, seperti handphone. Meski bukan barang terlarang di luar, handphone merupakan barang yang dilarang di dalam lapas," pesan Aramichi.
‎Ia menambahkan, petugas terus memberikan edukasi kepada pengunjung mengenai ketentuan barang bawaan saat proses pendaftaran kunjungan.
‎Selain razia, petugas juga melakukan tes urine terhadap 15 warga binaan dan 10 petugas lapas, hasil tes urine seluruhnya negatif.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi

14.28.00 , ,

Jurnalpelita - Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, tetapi juga membekali peserta dengan pengalaman melalui simulasi secara langsung. Dengan demikian, setiap petugas maupun warga binaan diharapkan mengetahui tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat.
‎Dalam kegiatan tersebut, Kasi Pencegahan BPBD Kabupaten Indramayu, Supriyanto, turut memberikan arahan. Sementara materi sosialisasi disampaikan oleh Staf Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Indramayu, Iyan Satrio.
‎Materi yang diberikan meliputi pengenalan berbagai jenis bencana, tindakan pertama yang perlu dilakukan saat bencana terjadi, hingga pengetahuan mengenai bahaya abu vulkanik yang perlu diwaspadai.
‎Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penanganan pertama terhadap korban bencana. Selanjutnya, petugas Lapas Indramayu mengikuti simulasi proses evakuasi korban bencana dari area hunian.
Aramichi menambahkan, simulasi tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas Indramayu untuk membangun kesiapan jajaran dalam menghadapi berbagai kemungkinan keadaan darurat.
‎“Kami berharap seluruh jajaran dapat memahami prosedur evakuasi dan mampu bertindak sesuai peran masing-masing ketika terjadi bencana. Koordinasi dengan instansi terkait seperti BPBD juga akan terus kami perkuat,” harapnya.
‎Ia menegaskan, aspek keselamatan menjadi perhatian penting dalam pelaksanaan tugas di lingkungan Lapas Indramayu. Karena itu, kesiapsiagaan tidak hanya dibangun melalui prosedur, tetapi juga perlu dilatih secara berkala agar seluruh petugas memiliki respons yang tepat saat menghadapi keadaan darurat.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi

16.41.00 , ,

Jurnalpelita - INDRAMAYU — Kasus dugaan penganiayaan dan sengketa lahan pertanian menimpa seorang warga Desa Purwajaya, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu yang bernama Saro. Didampingi Toni RM selaku kuasa hukum dan suaminya, Tamir, serta mantan Lurah Kapringan, kasus ini kini resmi dilaporkan ke Polres Indramayu pada 11 September.

Dalam keterangannya, Toni RM mengungkapkan ​Permasalahan bermula dari urusan utang piutang. Tamir dan Saro diketahui memiliki pinjaman uang sebesar Rp127 juta kepada seorang pria bernama (Alm.) Karsidi dengan jaminan sertifikat/surat tanah sawah milik mereka.

Namun, saat pihak korban hendak melunasi pinjaman dan menebus jaminan tersebut, diketahui surat tanah telah berganti nama menjadi milik Karsidi tanpa adanya transaksi jual-beli yang sah maupun tanda tangan asli pemilik.

"​Atas indikasi pemalsuan dokumen tersebut, Pihak Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) membatalkan Akta Jual Beli (AJB) atas nama Karsidi. Meski demikian, upaya korban untuk mengembalikan uang pinjaman senilai Rp127 juta secara kekeluargaan ditolak oleh pihak penguasai lahan saat ini," Paparnya.

Lebih lanjut, Toni mengungkapkan bahwa ​Puncak perselisihan terjadi pada 9 September saat korban mendatangi lokasi sawah miliknya untuk menanam padi. Di lokasi kejadian, Saro mendapatkan intimidasi, diteriaki "maling", hingga mengalami penganiayaan fisik.

"Terduga pelaku bernama Rasita, yang merupakan orang dekat atau anak buah dari pihak almarhum Karsidi, diduga melintir tangan korban hingga mengalami cedera," Jelasnya.

​Tak hanya menganiaya korban di lokasi, kelompok terduga pelaku yang berjumlah belasan orang tersebut dilaporkan sempat mendatangi dan mengeruduk kediaman korban hingga membuat keluarga korban merasa terancam dan harus bersembunyi.

​Dalam hal ini Toni menegaskan bahwa tindakan kekerasan fisik terhadap perempuan ini tidak dapat ditoleransi. Pihaknya mendesak Kapolres Indramayu untuk segera menindaklanjuti laporan tersebut sesuai Pasal 466 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

​"Kami minta agar proses hukum segera berjalan, mulai dari pemeriksaan korban, saksi-saksi, hingga penetapan tersangka agar ada efek jera," ujar Toni RM.

Saat ini, kasus tersebut tengah berada dalam penanganan pihak kepolisian resort Indramayu.


Pena  
 By.
Jidam P
Editor
By.
Jidam P
Foto/Video
By.
Jidam P


Jurnalpelita -Indramayu, - Prestasi membanggakan ditorehkan Raya Samudra Bening, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) asal Indramayu, Jawa Barat, dalam ajang 3rd International Student Summit yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia.

Mahasiswa berusia 20 tahun itu bersama dua rekan satu timnya, Asy’ari Faza Fauzan asal Semarang dan Muhammad Ahdi asal Banjarmasin, berhasil membawa pulang tiga penghargaan sekaligus.

Ketiganya meraih Juara 2 Kategori Umum, Best Paper Essay, serta Gold Medal untuk tema Tourism & Culture atau juara pertama kategori tersebut.

Prestasi itu diraih melalui karya inovasi berjudul “PUNCAK WATCH: Development A LoRa GPS Based Smartwatch as a Trail Navigation and Emergency Position Detection for Mountain Hikings Tourists in Indonesia.”

Karya tersebut mengangkat gagasan pengembangan smartwatch berbasis teknologi LoRa dan GPS yang dirancang untuk membantu navigasi jalur pendakian sekaligus mendeteksi posisi dalam kondisi darurat bagi wisatawan yang melakukan pendakian gunung di Indonesia.

Bagi Raya, capaian tersebut bukan sekadar penghargaan dalam sebuah kompetisi internasional. Prestasi itu menjadi kesempatan untuk membawa nama daerah asalnya, Indramayu, ke panggung internasional melalui inovasi yang dikembangkan bersama tim.

“Saya tentu sangat bangga bisa membawa nama Universitas Muhammadiyah Semarang sekaligus nama Indramayu di ajang internasional. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya dan tim,” kata Raya, Senin (14/09/2026).

Menurut Raya, gagasan PUNCAK WATCH berangkat dari perhatian terhadap aspek keselamatan wisatawan, khususnya mereka yang melakukan aktivitas pendakian gunung.

Teknologi LoRa dan GPS dalam inovasi tersebut dikembangkan untuk mendukung navigasi serta membantu mengetahui posisi pendaki ketika menghadapi situasi darurat.

“Yang kami angkat adalah bagaimana teknologi dapat digunakan untuk memberikan rasa aman bagi wisatawan, terutama pendaki gunung. Kami berharap inovasi ini nantinya tidak hanya berhenti sebagai karya lomba, tetapi bisa terus dikembangkan,” ujar Raya.

Ajang 3rd International Student Summit mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara. Kompetisi tersebut melibatkan peserta dari sejumlah negara, di antaranya Indonesia, Timor Leste, Gambia, Singapura, Malaysia, Myanmar, Thailand, Filipina, Vietnam, Suriah, China, Kenya, dan Turkmenistan.

Terdapat sekitar 100 tim dari berbagai perguruan tinggi yang mengikuti kompetisi tersebut.

Kegiatan berlangsung pada 12 September 2026 di Alamis City Kuala Lumpur, Malaysia, yang sebelumnya dikenal sebagai EDC Hotel Kuala Lumpur. Kegiatan diselenggarakan oleh Sentosa Foundation bersama UPM.

Raya dan tim harus bersaing dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi dan negara dalam mempresentasikan gagasan inovasi mereka.

Ia mengatakan proses mengikuti kompetisi internasional tersebut memberikan pengalaman baru, terutama dalam menyampaikan gagasan di hadapan peserta dan penilai dari latar belakang yang beragam.

“Bersaing di tingkat internasional tentu berbeda. Kami harus mempersiapkan karya, presentasi, dan menjelaskan inovasi yang kami buat agar dapat dipahami oleh juri,” katanya.

Raya berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa dan pelajar asal Indramayu lainnya untuk berani mengembangkan potensi dan mengikuti berbagai kompetisi hingga tingkat internasional.

Menurut dia, keterbatasan daerah asal bukan alasan untuk berhenti bermimpi dan berprestasi.

“Semoga prestasi ini bisa menjadi motivasi bagi teman-teman pelajar dan mahasiswa di Indramayu. Jangan takut mencoba dan jangan merasa minder untuk bersaing. Kita juga punya kesempatan untuk membawa nama Indramayu ke tingkat nasional maupun internasional,” tutur Raya. 


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet


Jurnalpelita - JATISAWIT — Suasana Balai Desa Jatisawit, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu mendadak memanas setelah ratusan warga dari berbagai penjuru wilayah mendatangi kantor desa secara serentak, pagi tadi sekitar pukul 10.00 WIB.

Kedatangan massa tanpa instruksi tersebut memuncak akibat terbongkarnya dugaan skandal perselingkuhan yang melibatkan oknum Sekretaris Desa (Sekdes) setempat. Senin, 14/10,2026.

​Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh perwakilan warga, Lukman, usai mendampingi aksi penyampaian aspirasi masyarakat di Balai Desa Jatisawit.

​"Kedatangan warga ke Balai Desa hari ini merupakan bentuk solidaritas dan keberatan atas dugaan perselingkuhan yang menimpa keluarga Bapak Conot," ujar Lukman saat ditemui wartawan di lokasi.

​Lukman menjelaskan, dugaan perselingkuhan tersebut melibatkan istri dari Berinisial Conot seorang petugas kader Posyandu Desa Jatisawit dengan Sekretaris Desa Jatisawit yang berinisial D, Isu terlarang ini ditengarai telah berlangsung cukup lama, yakni sejak bulan Januari lalu hingga akhirnya meledak dan diketahui publik baru-baru ini.

​Conot sendiri dikenal luas oleh warga setempat sebagai sosok tokoh pemuda yang memiliki loyalitas tinggi. Rasa simpati dan solidaritas yang kuat memicu kemarahan kolektif warga Desa Jatisawit. Tanpa ada komando maupun provokasi, warga dari RT 01 hingga RT 16 serta RW 01 sampai RW 04 berbondong-bondong menggeruduk balai desa untuk menuntut keadilan.

​"Masyarakat datang atas kesadaran dan kehendak mereka sendiri. Mereka tidak terima atas dugaan skandal perselingkuhan antara oknum Pamong Desa (Kader Posyandu) dengan Sekdes ini," tegas Lukman.

​Pihak keluarga bersama seluruh lapisan masyarakat menyampaikan tuntutan tunggal yang tidak bisa ditawar lagi, yakni mendesak berinisial D untuk segera ditanggalkan dari jabatannya sebagai Sekretaris Desa Jatisawit.

​"Tuntutan dari pihak keluarga dan warga sangat jelas: D selaku Sekdes Desa Jatisawit harus diturunkan atau mengundurkan diri dari jabatannya. Selesai. Tidak ada tuntutan lain, karena Bapak Conot merasa rumah tangganya telah dihancurkan," pungkasnya.

​Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu kepastian tindak lanjut dari pihak pemerintah desa terkait status dan sanksi tegas yang akan dijatuhkan kepada oknum Sekdes tersebut.


Pena  
 By.
Jidam P
Editor
By.
Jidam P
Foto/Video
By.
Jidam P


Jurnalpelita - INDRAMAYU — Pemerintah desa bersama aparat keamanan menggelar musyawarah dan membuka ruang penyampaian aspirasi bagi warga Desa Jatisawit, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu. Senin, 14/10/2026.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh jajaran perangkat desa serta unsur pengamanan guna menampung berbagai aduan dan dinamika yang terjadi di tengah masyarakat.

​Dalam arahannya, Kanit Reskrim Polsek Jatibatang IPTU Fheronika menekankan pentingnya menjaga situasi wilayah agar tetap aman, lancar, dan kondusif selama proses penyampaian aspirasi berlangsung. Ia mengingatkan bahwa seluruh masyarakat yang hadir merupakan warga setempat yang masih memiliki hubungan kekeluargaan.

​"Aspirasi Bapak silakan sampaikan. Harapan kami tentunya kegiatan ini berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif," tegasnya di hadapan warga dan perangkat desa.

​Selain menampung aspirasi, aparat juga memberikan penegasan terkait adanya isu atau dugaan pelanggaran hukum. Jika warga menemukan indikasi atau dugaan tindak pidana, masyarakat disarankan untuk menempuh jalur hukum yang resmi.

​IPTU Fheronika menyatakan kesiapannya untuk mendampingi warga apabila ingin meneruskan persoalan tersebut ke ranah hukum.

​"Kalau memang ada dugaan perkara pidana, tentunya bisa dilaporkan kepada aparat penegak hukum. Silakan nanti kita antar ke Polres Indramayu," lanjutnya.

​Musyawarah ini diharapkan dapat menjadi wadah mediasi yang adil, sekaligus menjaga ketertiban serta keharmonisan warga Desa Jatisawit.


Pena  
 By.
Jidam P
Editor
By.
Jidam P
Foto/Video
By.
Jidam P

13.09.00 , ,

Jurnalpelita - Indramayu – Kepedulian TNI terhadap masyarakat yang tengah menghadapi musibah kembali diwujudkan Kodim 0616/Indramayu dengan menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak kebakaran rumah panggung nelayan di Blok Prempu 1, RT 01/RW 04, Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Sabtu (12/9/2026).

Sebanyak 20 paket sembako diserahkan kepada masyarakat terdampak sebagai bentuk kepedulian dan perhatian Kodim 0616/Indramayu terhadap warga yang sedang menjalani masa pemulihan pascakebakaran.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Danramil 1616/Kandanghaur, Kapten Arh Dadan Haidir, yang hadir bersama personel TNI untuk berinteraksi dengan warga sekaligus memberikan dukungan moril.

Kapten Arh Dadan Haidir menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian TNI kepada masyarakat yang sedang mengalami kesulitan akibat musibah.

“Bantuan ini mungkin tidak seberapa, tetapi kami berharap dapat sedikit meringankan beban warga yang terdampak kebakaran. Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa TNI selalu hadir dan peduli ketika warga menghadapi kesulitan,” ujar Kapten Arh Dadan Haidir.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap tabah dan bersama-sama bangkit setelah musibah yang terjadi.

“Kami berharap warga tetap kuat dan tabah. Setelah musibah ini, mari kita bersama-sama membantu proses pemulihan agar kehidupan masyarakat dapat kembali berjalan dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu, Dandim 0616/Indramayu, Letkol Arm Tulus Widodo, S.E., M.Han, menegaskan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya dalam aspek keamanan dan pertahanan, tetapi juga melalui kepedulian sosial.

“TNI adalah bagian dari rakyat. Ketika masyarakat mengalami musibah, kami berupaya hadir untuk memberikan dukungan, baik secara moril maupun melalui bantuan yang dapat meringankan kebutuhan warga,” tegas Dandim.

Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk nyata semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat, sekaligus kepedulian Kodim 0616/Indramayu terhadap masyarakat di wilayah binaannya.

“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak. Yang terpenting, jangan kehilangan semangat untuk bangkit. Kodim 0616/Indramayu bersama jajaran akan terus berupaya hadir dan membantu masyarakat sesuai kemampuan yang ada,” pungkas Letkol Arm Tulus Widodo.

Warga penerima bantuan menyambut positif kepedulian Kodim 0616/Indramayu melalui Koramil 1616/Kandanghaur. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat selama masa pemulihan.

Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif, serta menjadi bagian dari komitmen TNI untuk terus mempererat hubungan dengan masyarakat melalui kepedulian dan aksi nyata di tengah kesulitan.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet

12.50.00 , ,


Jurnalpelita - Indramayu – Pasca kebakaran yang menghanguskan 10 unit rumah panggung nelayan di Blok Prempu 1, RT 01/RW 04, Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, personel Koramil 1616/Kandanghaur bersama warga melaksanakan kerja bakti membersihkan puing-puing sisa kebakaran, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan kerja bakti dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan respons cepat TNI dalam membantu masyarakat yang terdampak musibah. Personel TNI bersama warga bergotong royong membersihkan sisa-sisa bangunan, material yang terbakar, serta merapikan lingkungan di sekitar lokasi kejadian.

Danramil 1616/Kandanghaur Kapten Arh Dadan Haidir mengatakan, kerja bakti tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap warga yang sedang mengalami musibah.

«“Kami hadir untuk membantu masyarakat. Setelah api berhasil dipadamkan, langkah selanjutnya adalah membersihkan puing-puing dan mengamankan lingkungan sekitar. Kami bersama warga melaksanakan kerja bakti secara gotong royong agar lokasi segera bersih dan dapat ditata kembali,” ujar Kapten Arh Dadan Haidir.»

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan antara TNI dengan masyarakat.

Sementara itu, Dandim 0616/Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo, S.E., M.Han. menyampaikan bahwa kehadiran Babinsa dan jajaran Koramil di tengah masyarakat merupakan bagian dari komitmen TNI untuk selalu membantu dan memberikan solusi dalam setiap kondisi yang dihadapi warga.

“Musibah kebakaran ini tentu menjadi pukulan bagi warga yang terdampak. Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membantu meringankan beban mereka. Kehadiran TNI tidak hanya saat kejadian, tetapi juga dalam proses pemulihan pascakebakaran, termasuk membantu membersihkan puing-puing dan lingkungan sekitar,” ungkap Dandim.

Dandim menambahkan, semangat gotong royong merupakan kekuatan masyarakat dalam menghadapi berbagai musibah.

“Kami berharap warga tetap tabah dan tidak kehilangan semangat. Mari kita bangkit bersama. TNI akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, kepolisian dan seluruh elemen masyarakat untuk membantu warga yang terdampak,” tambahnya.

Diketahui, kebakaran terjadi pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 23.45 WIB. Api diduga berasal dari korsleting listrik di rumah milik Madini setelah terjadi pemadaman listrik. Api kemudian membesar dan merembet ke rumah nelayan lainnya.

Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Patrol dan Pos Damkar Indramayu dikerahkan ke lokasi. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.30 WIB.

Sebanyak 10 unit rumah panggung nelayan terdampak kebakaran. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut, sementara kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp1 miliar.

Kegiatan kerja bakti berlangsung secara gotong royong dengan melibatkan personel Koramil 1616/Kandanghaur, Pemerintah Desa Eretan Wetan dan masyarakat sekitar.

TNI Hadir, Peduli dan Membantu Masyarakat.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet


Jurnalpelita - INDRAMAYU — Kebakaran melanda lahan kosong milik Pemerintah Desa (tanah bengkok) di Blok Gobangan, Desa Sanca, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jumat (11/9/2026) malam.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 18.30 WIB tersebut membakar rerumputan dan ilalang di lahan seluas kurang lebih 2 hektare. Kebakaran diduga dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh Suratman, warga setempat, yang kemudian melaporkan kejadian kepada Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta aparatur Desa Sanca.

Mendapat laporan tersebut, Babinsa Koramil 1615/Haurgeulis Serda Hadi bersama Bhabinkamtibmas dan warga langsung menuju lokasi. Sebelum mobil pemadam kebakaran tiba, upaya pemadaman dilakukan secara manual menggunakan alat seadanya untuk mencegah api semakin meluas.

Sekitar pukul 20.10 WIB, satu unit kendaraan Damkar Unit Patrol tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas dan masyarakat.

Berkat kerja sama dan respons cepat seluruh pihak, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.43 WIB. Petugas Damkar kemudian melakukan penyiraman ulang untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Danramil 1615/Haurgeulis Kapten Inf Dadang Iskandar mengapresiasi respons cepat Babinsa, Bhabinkamtibmas, Damkar dan masyarakat dalam menangani kejadian tersebut.

«“Begitu mendapat laporan, Babinsa langsung bergerak bersama Bhabinkamtibmas dan masyarakat. Sebelum Damkar tiba, pemadaman dilakukan secara manual dengan alat seadanya agar api tidak semakin meluas. Ini merupakan bentuk kepedulian dan kesiapsiagaan bersama dalam menjaga keamanan lingkungan,” ujar Kapten Inf Dadang Iskandar.»

Sementara itu, Dandim 0616/Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo., S.H., M.Han., menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran lahan, terutama pada kondisi lahan yang ditumbuhi rerumputan dan ilalang kering.

«“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sembarangan. Kebakaran lahan dapat dengan cepat meluas dan membahayakan lingkungan maupun permukiman warga. Sinergi antara TNI, Polri, Damkar dan masyarakat sangat penting untuk melakukan pencegahan sekaligus penanganan secara cepat apabila terjadi kebakaran,” tegas Letkol Arm Tulus Widodo.»

Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiil berupa nilai rupiah. Kebakaran hanya menghanguskan rerumputan dan ilalang di area lahan kosong.

Kegiatan pemadaman melibatkan personel Koramil 1615/Haurgeulis, Polsek Gantar, satu tim Damkar Unit Patrol serta Pemerintah Desa Sanca bersama masyarakat setempat.

Hingga kegiatan pemadaman selesai, situasi di lokasi berlangsung aman dan kondusif.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet

11.45.00 ,

Jurnalpelita - INDRAMAYU-Paguyuban Petani Makmur Indramayu (PPMI) menggelar kegiatan Pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA) kepada petani dan para penggarap lahan Perhutanan, yang bertempat di kantor sekretariat PPMI Desa Pranggong Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu sejak hari Selasa 01 September 2026 hingga sekarang.

Dalam kegiatan Pembuatan KTA tersebut yang bertujuan agar semua para petani dan para penggarap lahan Perhutanan bisa saling melengkapi dan saling menjaga solidaritas petani, terutama pembagian lahan dan mekanisme pelaksanaan pola tanam yang telah ditetapkan oleh pemerintah dengan tujuan Swasembada Pangan Nasional.

Ketua PPMI melalui wakilnya Rikana menyampaikan kepada para petani penggarap lahan Perhutanan agar selalu kompak dan solid dalam menjalankan aktifitas bersama, dengan tujuan mendukung program pemerintah pusat dalam hal ketahanan pangan, dirinya  meminta kepada para petani maupun para penggarap agar selalu menjaga kebersamaan dan meningkatkan kualitas hasil panennya di wilayah tersebut.

"Kami dari paguyuban petani makmur Indramayu selalu mendukung program pemerintah pusat dalam hal Ketahanan pangan dan bersama para petani untuk bersama sama menempuh prosedur terkait sawah garapan di wilayah yang sudah di tentukan.

Pembuatan identitas resmi penggarap lahan Perhutanan yang di keluarkan oleh PPMI dengan tujuan: Tertib dan di siplin administrasi, Keterangan lahan garapan, Mempermudah penyaluran bantuan, dan Perlindungan hukum wilayah garapan.

Sementara itu Sahroni selaku Sekretaris juga menambahkan bahwa Paguyuban petani makmur Indramayu (PPMI) yang bertujuan menghimpun dan membina dari pada para petani penggarap yang berada di wilayah perhutanan sosial, terutama pembagian lahan dan mekanisme pelaksanan pola tanam yang di kedepankan program pemerintah dengan tujuan meningkatkan swasembada pangan Nasional.

"Proses prosedural baik dari kementrian maupun ijin garapan sudah kami tempuh dan berharap kepada pihak pihak terkait agar selalu menjaga keamanan supaya tidak terjadi konflik saat para petani penggarap lahan sawahnya,Tegasnya.

Maka dari itu PPMI yang akan mengedepankan kualitas kepentingan masyarakat petani yang tergabung di wilayah perhutanan, PPMI siap selalu bersinergi bersama masyarakat dengan cara memberikan informasi dalam berkelanjutan dengan suatu sistem dan prosedur menata ruang langkah kerja para petani penggarap perhutanan sosial di wilayah tersebut,"Pungkasnya.


Dalam acara tersebut di isi dengan Dialog antara para petani dan para penggarap lahan sawah dengan pengurus Paguyuban Petani Makmur Indramayu (PPMI) dalam kegiatan tersebut di tutup dengan Do'a bersama dan Ramah tamah.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet

18.46.00 ,

Jurnalpelita - SURABAYA — Penanganan kasus dugaan penggelapan dalam jabatan yang melibatkan pimpinan perusahaan senilai Rp5,3 miliar memasuki babak baru. Toni RM selaku Kuasa Hukum Pelapor resmi mendatangi Bagian Pengawasan Penyidikan (Bag Wassidik) Ditreskrimum Polda Jawa Timur pada Rabu (9/9/2026) untuk menyerahkan bukti baru (novum) sekaligus meminta kasus tersebut dibuka kembali.

Menurutnya Langkah hukum ini ditempuh setelah penyelidikan sebelumnya dihentikan oleh pihak penyelidik. "Penghentian tersebut dinilai prematur dan janggal lantaran penyelidik lama dianggap telan mentah-mentah laporan keuangan yang disodorkan pihak Terlapor tanpa validasi bukti transaksi," Ujar Toni dikutip dari postingan di akun resminya.

Dalam pemeriksaan oleh Bag Wassidik Polda Jatim, Toni menyerahkan salinan bukti kwitansi senilai Rp5,1 miliar serta memperlihatkan dokumen aslinya kepada pemeriksa. Bukti ini menjadi landasan utama untuk mendesak digelarnya Gelar Perkara Khusus guna menerbitkan Surat Perintah Penyelidikan Lanjutan.

"Sesuai Surat Edaran Kapolri Nomor: SE/7/VII/2018 angka 3 huruf c, penghentian penyelidikan dapat dibuka kembali jika ditemukan fakta atau bukti baru (novum) melalui mekanisme gelar perkara," tegas Toni.

Sebagaimana diketahui bahwa Kasus ini berawal dari dugaan pemindahan dana perusahaan ke rekening pribadi pimpinan perusahaan dengan total mencapai Rp5,3 miliar.

Dalam hal ini, Toni menyayangkan sikap penyelidik terdahulu yang dinilai tidak kompeten dalam menangani perkara kejahatan keuangan (financial crime). Menurutnya, bukti-bukti transaksi atau kwitansi pembelanjaan yang diajukan Terlapor seharusnya diuji melalui mekanisme audit investigatif atau akuntan forensik, bukan sekadar dipercayai secara sepihak.

"Auditor Investigasi atau Akuntan Forensik-lah yang memiliki kompetensi untuk mendeteksi, mengungkap, dan membuktikan adanya kecurangan (fraud) maupun penggelapan. Penyelidik kepolisian tidak memiliki kapasitas teknis untuk itu, namun menyimpulkan sendiri bahwa bukti Terlapor sudah valid hingga akhirnya menutup perkara," Paparnya.

Selain itu Toni juga menyoroti kerumitan yang harus ditanggung masyarakat pencari keadilan akibat keputusan oknum penyelidik yang dinilai kurang profesional atau terindikasi tidak netral.

Saat ini, Toni masih menunggu surat undangan resmi pelaksanaan Gelar Perkara Khusus dari Polda Jawa Timur guna memastikan proses hukum atas dugaan penggelapan jabatan ini berjalan secara transparan, profesional, dan berintegritas.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi

14.56.00 ,

Jurnalpelita - Dalam rangka mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi dalam pelaksanaan tugas,  Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Indramayu melaksanakan kunjungan dan koordinasi bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Rabu (09/09/2026).
‎Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat hubungan kelembagaan serta meningkatkan koordinasi dalam mendukung pelaksanaan pelayanan kesehatan bagi warga binaan pemasyarakatan. Kerja sama lintas sektor dinilai penting guna memastikan kebutuhan kesehatan warga binaan dapat ditangani secara optimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
‎Dalam pertemuan tersebut, Lapas Indramayu dan Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu membahas berbagai hal terkait peningkatan kualitas layanan kesehatan, koordinasi penanganan kesehatan warga binaan, serta upaya membangun pola kerja sama yang lebih efektif dan berkelanjutan.
‎Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah dukungan tenaga kesehatan, khususnya dokter maupun tenaga medis lainnya, untuk membantu menunjang pelayanan kesehatan di Klinik Lapas Indramayu.
‎Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Aramichi Renggalih, menyampaikan bahwa pihaknya berharap adanya dukungan dan kerja sama yang lebih intensif dari Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, terutama dalam pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan.
‎“Kami berharap dapat memperoleh dukungan dari Dinas Kesehatan, baik berupa dokter maupun tenaga kesehatan lainnya yang dapat membantu pelayanan di Lapas Indramayu. Dengan adanya dukungan tersebut, kami berharap pelayanan kesehatan bagi warga binaan dapat semakin optimal, cepat, dan sesuai dengan kebutuhan,” ujar Aramichi.
‎Lebih lanjut, Aramichi menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan salah satu bagian penting dalam pemenuhan hak warga binaan. Menurutnya, keterbatasan sumber daya tenaga kesehatan perlu didukung melalui sinergi dengan instansi terkait agar pelayanan kesehatan di lingkungan Lapas dapat berjalan secara berkesinambungan.
‎"Kami terbuka untuk membangun pola kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi kedua pihak, khususnya dalam memastikan warga binaan mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak dan optimal,” tambahnya.
‎Melalui kegiatan tersebut, Lapas Indramayu berharap komunikasi dan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu dapat terus terjaga dan ditingkatkan. 
‎Sinergi yang kuat antarinstansi, termasuk dukungan dokter dan tenaga kesehatan, diharapkan mampu memperkuat pelayanan kesehatan di Lapas Indramayu sekaligus mendukung terwujudnya pelayanan pemasyarakatan yang semakin optimal, humanis, dan berorientasi pada pemenuhan hak warga binaan.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget