KOMPI dan WALHI Jabar sepakat tolak Revitalisasi tambak di Indramayu, Hatta : Kami akan tetap melakukan perlawanan
Jurnalpelita - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Barat bersama Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI) menggelar diskusi bersama masyarakat pesisir tentang dampak proyek strategis nasional. Kamis, 14/5/2026.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh masyarakat dari 7 desa yaitu Lamaran Tarung Kecamatan Cantigi, Cangkring Kecamatan Cantigi, Cemara Wetan Kecamatan Cantigi, Pabean Ilir Kecamatan Pasekan, Pasekan Kecamatan Pasekan, Totoran Kecamatan Pasekan dan Karanganyar Ilir Kecamatan Pasekan.
Koordinator Umum KOMPI Hatta menuturkan, brdasarkan hasil konsolidasi dan duplikasi edukasi terhadap para korban revitalisasi tambak Pantura bersama Kompi, Walhi, dan Siklus yang sampai hari ini masih tetap menolak dengan keras atas program tersebut.
Ia menegaskan jika PSN tetap dilaksanakan maka pihaknya akan melakukan perlawanan sampai Pusat dan melakkan aksi unras lebih besar lagi. "Kami menggandeng Walhi sebagai mitra kita, sebagai advokasi kita untuk berjuang dalam melawan kedzaliman dari pemerintah yang akan merampas hak kita." Tegasnya.
Selain itu, Hatta menyampaikan bahwa selama ini para petani tambak telah dibohongi oleh Perhutani Indramayu. Karena di Karawang itu sudah berhasil memperjuangkan kepemilikan dari tanah yang dulunya diklaim oleh Perhutani, sekarang sudah menjadi hak tanah mereka.
"Karena selama ini mereka bayar juga tidak pernah nyampai ke pemerintah pusat. Jadi ada sedikit indikasi bahwa itu pungli." Jelasnya.
Hatta menuturkan bahwa pihaknya sudah membentuk sebuah koalisi masyarakat pantura jawa barat yatu Bekasi, Karawang, Subang dan Indramayu. 'Kita sudah bersatu melakukan perlawanan dan menuju ke Istana," Pungkasnya.
Pena | By. | Aji Adam |
Editor | By. | Aji Adam |
Foto/Video | By. | Aji Adam |















