Berita Tentang "Lapas"
CLOSE ADS
CLOSE ADS


Jurnalpelita - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu menggelar kegiatan donor darah dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, Senin (13/4/2026). 

Kegiatan ini berlangsung di Aula (Palang Merah Indonesia) PMI Kabupaten Indramayu dan diikuti oleh seluruh jajaran pegawai, mulai dari pejabat pengawas, pejabat pelaksana, pejabat fungsional, pelaksana, CPNS hingga peserta magang.

Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, mengatakan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan sekaligus bentuk nyata kepedulian sosial jajaran Lapas kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Lapas Indramayu tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga hadir memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Donor darah ini menjadi wujud nyata kepedulian dan empati kami,” ujar Berthoni.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan rasa solidaritas dan kepedulian sosial di kalangan petugas Lapas, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan stok darah di PMI Kabupaten Indramayu.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan donor darah berjalan lancar dan berhasil mengumpulkan sebanyak 14 labu darah. Adapun rinciannya terdiri dari golongan darah A sebanyak 5 labu, golongan darah B sebanyak 6 labu, golongan darah O sebanyak 8 labu, dan golongan darah AB sebanyak 1 labu.

Berthoni berharap, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari kontribusi Lapas Indramayu terhadap masyarakat luas.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi dapat terus dilakukan secara rutin agar manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi

Jurnalpelita - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu menggelar kegiatan bakti sosial berupa pembersihan fasilitas umum dan fasilitas sosial dengan fokus pada pembersihan aliran sungai di sekitar lapas, Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 Tahun 2026 dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, warga binaan, petugas Lapas hingga masyarakat sekitar.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara Lapas Indramayu dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman. Selain itu, warga binaan dan masyarakat sekitar juga turut ambil bagian dalam aksi bersih-bersih sungai yang dipenuhi enceng gondok dan dinilai menghambat aliran air.
Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor di Kabupaten Indramayu.

“Pada hari ini Lapas Kelas IIB Indramayu dalam rangka Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu, dalam hal ini Dinas Pemukiman dan Perumahan Umum, Dinas PUPR, dan Dinas Lingkungan Hidup, bersama dengan masyarakat sekitar Lapas, dan tentunya warga binaan dan petugas bersama-sama melaksanakan kegiatan bakti sosial yaitu pembersihan sungai yang ada di sekitar Lapas Kelas IIB Indramayu,” jelas Berthoni.

Ia mengatakan, kondisi sungai di sekitar lapas, khususnya di area dekat jembatan, saat ini dipenuhi enceng gondok yang cukup banyak sehingga menghambat aliran air. Oleh karena itu, kegiatan pembersihan dilakukan sebagai langkah konkret dalam menjaga fungsi sungai dan lingkungan sekitar.

“Di mana kita ketahui sungai di samping Lapas ini, terutama yang samping jembatan, saat ini jumlah enceng gondoknya sudah menumpuk cukup banyak sehingga cukup menghambat pembuangan air menuju ke tempat selanjutnya, dan kita di sini sama-sama dengan semangat untuk memelihara lingkungan, menjaga lingkungan, dan melestarikan terutama daerah aliran sungai,” katanya.

Berthoni juga menyebutkan bahwa kegiatan serupa bukan kali pertama dilakukan, meskipun untuk lokasi kali ini sedikit bergeser mendekati area jembatan. Ia menegaskan bahwa kegiatan rutin berskala kecil selama ini telah dilakukan bersama warga binaan dan masyarakat sekitar.

“Sebelumnya kita sudah melaksanakan beberapa kali. Jika berbicara secara rutin, kegiatan ini biasanya dilakukan di area yang berada tepat di sebelah Lapas. Jadi untuk kali ini hanya lokasinya agak sedikit bergeser mendekati jembatan,” jelasnya.

Selain kegiatan pembersihan sungai, Lapas Kelas IIB Indramayu juga merangkaikan kegiatan tersebut dengan bakti sosial berupa penyerahan paket sembako kepada masyarakat sekitar lapas. Sebanyak 30 paket sembako dibagikan sebagai bentuk kepedulian sosial dan upaya mempererat hubungan antara Lapas dengan masyarakat.

Penyerahan bantuan sembako dilakukan secara langsung kepada warga sekitar yang membutuhkan. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi wujud hadirnya pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada pembinaan warga binaan, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

Sementara itu, Kepala UPTD Dinas Lingkungan Hidup, Mukasal, menilai kegiatan kolaboratif tersebut sangat positif dalam menjaga kondisi lingkungan, khususnya di wilayah perkotaan yang rentan terhadap permasalahan sampah dan penyumbatan aliran air.

“Ya, kegiatan ini sangat baik. Pertama, dari sisi lingkungan, kegiatan ini menunjukkan adanya sinergitas dari berbagai pihak untuk bersama-sama menjaga kondisi lingkungan. Karena jika permasalahan lingkungan hanya dibebankan kepada satu dinas, tentu akan kewalahan. Dengan kolaborasi, beban menjadi lebih ringan. Ini adalah bentuk gotong royong,” ujar Mukasal.

Mukasal juga mengungkapkan bahwa kolaborasi antara Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas PUPR telah sering dilakukan, namun kerja sama dengan Lapas Indramayu dalam kegiatan seperti ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan.

“Kalau LH sama PUPR sering. Kalau sama Lapas baru ini, baru kali ini ya, perdana,” katanya.

Melalui kegiatan bakti sosial ini, Lapas Kelas IIB Indramayu berharap dapat terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kepedulian sosial dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 Tahun 2026.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet


Jurnalpelita - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu menggelar upacara pembukaan sekaligus rangkaian kegiatan Pekan Olahraga dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Kamis (9/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Tennis Lapas Kelas IIB Indramayu ini diikuti oleh seluruh pegawai serta warga binaan. Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, bertindak langsung sebagai pembina upacara pembukaan.

Dalam amanatnya, Berthoni menyampaikan bahwa penyelenggaraan pekan olahraga ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan juga sebagai sarana mempererat kebersamaan di lingkungan lapas.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kebersamaan antara pegawai dan warga binaan, sekaligus meningkatkan kesehatan jasmani serta menumbuhkan semangat sportivitas,” ujar Berthoni.

Usai upacara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai perlombaan olahraga yang diikuti secara antusias oleh peserta. Adapun cabang lomba yang dipertandingkan meliputi tarik tambang, tenis meja, tenis lapangan, gaple, dan catur.

Suasana kebersamaan dan semangat sportivitas tampak mewarnai setiap pertandingan. Para peserta, baik dari kalangan pegawai maupun warga binaan, berpartisipasi dengan penuh semangat.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, panitia menggelar pembagian hadiah kepada para pemenang lomba. Pemberian apresiasi tersebut menjadi bentuk penghargaan atas partisipasi dan sportivitas peserta selama mengikuti seluruh rangkaian pekan olahraga.

Berthoni menambahkan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif, tidak hanya bagi kesehatan fisik, tetapi juga dalam menciptakan suasana lapas yang harmonis dan kondusif.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar, serta mendapat sambutan antusias dari seluruh peserta.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi

Jurnalpelita - Lapas Kelas IIB Indramayu melaksanakan tes urine terhadap pegawai dan warga binaan dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, Senin (06/04/2026).

Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, menyampaikan bahwa tes urine dilakukan secara acak terhadap 50 persen pegawai serta jumlah yang sama dari warga binaan.

“Tes urine ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mewujudkan lingkungan lapas yang bersih dari penyalahgunaan narkotika,” ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, seluruh peserta dinyatakan negatif dari penggunaan narkoba.

Berthoni menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh terhadap kebijakan zero narkoba di lingkungan pemasyarakatan, sejalan dengan arahan pimpinan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

“Tidak ada toleransi terhadap narkoba, baik bagi pegawai maupun warga binaan. Semua akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Ia berharap, melalui kegiatan ini, Lapas Indramayu dapat terus menjaga integritas serta menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan bebas dari narkoba.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi

April 06, 2026 , ,
Jurnalpelita - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu menggelar razia gabungan bersama TNI dan Polri, guna menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lingkungan lapas, Senin (06/04/2026).

Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi masuknya barang-barang terlarang ke dalam kamar maupun blok hunian warga binaan.

“Razia gabungan ini kami laksanakan sebagai upaya memelihara keamanan dan ketertiban, dengan menyisir kamar hunian tahanan dan narapidana untuk menemukan barang-barang terlarang,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan razia tersebut, Lapas Indramayu turut menggandeng aparat dari Polres Indramayu dan Kodim 0616 Indramayu sebagai bentuk sinergi antarinstansi.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang terlarang seperti benda berbahan logam yang berpotensi dijadikan senjata tajam. Barang-barang tersebut selanjutnya akan dimusnahkan untuk mencegah penyalahgunaan kembali oleh warga binaan.

Berthoni mengakui masih adanya celah dalam pengawasan. Hal tersebut menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan prosedur pemeriksaan ke depan.

“Ini menjadi evaluasi kami agar ke depan pengawasan lebih optimal sehingga barang-barang terlarang tidak lagi masuk ke dalam lapas,” tegasnya.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi

Jurnalpelita - Dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 Tahun 2026, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa pembangunan sumur bor bagi masyarakat. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada Program Aksi poin ke-13 tentang layanan bakti sosial bagi masyarakat di sekitar Unit Pelaksana Teknis, sebagai wujud Pemasyarakatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (02/04/2026), bertempat di Musala Al Mubarokah, Desa Pawidean Blok Bojong RT 28 RW 06, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu.

Pembangunan sumur bor ini merupakan bentuk kepedulian Lapas Indramayu terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya dalam penyediaan air bersih. Sumur bor tersebut diperuntukkan bagi warga sekitar guna menunjang kebutuhan ibadah di musala serta keperluan sanitasi sehari-hari. Hal ini sejalan dengan semangat Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat yang menjadi komitmen jajaran Pemasyarakatan.

Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen jajaran Pemasyarakatan dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat serta mendukung pelaksanaan Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

“Melalui kegiatan bakti sosial ini, kami ingin hadir di tengah masyarakat dengan memberikan kontribusi nyata, khususnya dalam membantu penyediaan air bersih. Ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi serta membangun sinergi yang baik antara Lapas Indramayu dan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan sumur bor tersebut telah selesai dilaksanakan dan hasil airnya dinyatakan layak untuk digunakan oleh warga sekitar.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud nyata pengabdian insan Pemasyarakatan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan dengan aksi sosial yang berdampak langsung dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat yang kini dapat memanfaatkan fasilitas air bersih tersebut. Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat citra Pemasyarakatan yang hadir, peduli, dan bermanfaat bagi masyarakat sesuai dengan arah kebijakan dalam 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi

Jurnalpelita - Program ketahanan pangan yang dijalankan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu kembali menunjukkan perkembangan positif. Setelah sebelumnya berhasil memasarkan hasil panen ke Yogya Toserba Indramayu, kini produk hidroponik warga binaan resmi masuk ke Yogya Toserba Jatibarang.

Pada Rabu (1/4/2026), Lapas Indramayu melaksanakan penjualan ke-17 hasil panen hidroponik ke Yogya Toserba Jatibarang. Dalam kegiatan tersebut, produk yang dipasarkan terdiri dari 8 kilogram selada dan 5 kilogram pakcoy yang telah melalui proses sortir, penimbangan, hingga pengemasan sesuai standar.

Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, menyampaikan bahwa perluasan pemasaran ini menjadi bukti nyata keberhasilan program pembinaan kemandirian yang dijalankan di dalam Lapas.

“Alhamdulillah, setelah sebelumnya kita bekerja sama dengan Yogya Toserba Indramayu, kini hasil hidroponik warga binaan juga sudah bisa masuk ke Yogya Jatibarang. Ini menunjukkan bahwa kualitas produk yang dihasilkan sudah semakin baik dan dipercaya oleh pihak luar,” ujar Berthoni.

Ia menjelaskan bahwa seluruh proses produksi dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari tahap penanaman, perawatan, hingga panen, dengan pengawasan petugas guna menjaga kualitas hasil pertanian.

Lebih lanjut, Fery menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya mendukung program ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan keterampilan bagi warga binaan agar memiliki bekal yang bermanfaat setelah bebas nanti.

“Program ini menjadi bagian penting dalam pembinaan kemandirian. Warga binaan tidak hanya belajar bercocok tanam, tetapi juga memahami proses produksi hingga distribusi hasil,” tambahnya.

Distribusi hasil panen ke Yogya Toserba Jatibarang dilakukan oleh petugas sesuai mekanisme kerja sama yang telah terjalin. Kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar.

Dengan adanya perluasan pemasaran ini, Lapas Indramayu optimistis program hidroponik yang dijalankan dapat terus berkembang serta memberikan manfaat berkelanjutan, baik bagi warga binaan maupun masyarakat luas.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi


Kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari, mulai Sabtu 21 Maret hingga Selasa 24 Maret 2026, guna memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk merayakan momen Lebaran bersama keluarga. Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu menyampaikan bahwa layanan kunjungan dibagi menjadi dua sesi setiap harinya.

“Untuk memaksimalkan pelayanan, kami membagi waktu kunjungan menjadi dua sesi. Sesi pertama pendaftaran dimulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB, dan sesi kedua pukul 13.00 hingga 15.00 WIB,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa mekanisme kunjungan tetap berjalan seperti biasa, namun terdapat penyesuaian pada barang bawaan pengunjung.

“Kami mengutamakan barang bawaan berupa makanan dan minuman khas Hari Raya Idul Fitri. Hal ini bertujuan untuk mempermudah proses pemeriksaan dan penggeledahan, sehingga lebih aman dan terhindar dari penyelundupan barang terlarang,” jelasnya.

“Harapannya, warga binaan bisa lebih cepat bertemu dengan keluarganya tanpa harus menunggu lama dari proses pendaftaran hingga masuk ke dalam area kunjungan,” tambahnya.
Salah satu keluarga warga binaan, Mulyati, warga Desa Sliyeg, mengaku bersyukur atas kesempatan yang diberikan.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur masih bisa bertemu dan berkumpul dengan keluarga di momen Lebaran ini, walaupun di dalam lapas,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Tarinih, warga Desa Wanasari. Ia mengungkapkan perasaan haru yang dirasakannya saat berkunjung.

“Senang bisa merayakan Lebaran bersama suami, tapi juga sedih karena situasinya seperti ini. Namun saya tetap bersyukur masih diberi kesempatan untuk bertemu,” ujarnya.

Melalui layanan kunjungan Hari Raya ini, Lapas Kelas IIB Indramayu berharap dapat memberikan pelayanan yang humanis.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Humas Lapas


Jurnalpelita - Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 H dimanfaatkan sebagai ajang refleksi dan pembinaan bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu. Pada perayaan tahun ini, sebanyak 433 warga binaan mendapatkan remisi khusus Idul Fitri.

Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, menyampaikan bahwa dari jumlah tersebut, 4 orang warga binaan langsung dinyatakan bebas pada hari yang sama.

“Alhamdulillah, di hari raya Idul Fitri ini total 433 warga binaan mendapatkan remisi, dan 4 di antaranya langsung bebas hari ini,” ujar Berthoni, usai Shalat Idul Fitri bersama Petugas dan Warga Binaan, Sabtu (21/03/2026).

Ia menjelaskan, tidak semua warga binaan dapat memperoleh remisi. Hal tersebut dikarenakan beberapa faktor, di antaranya masih berstatus tahanan atau belum memiliki putusan hukum tetap, sedang menjalani masa subsider, serta adanya kelengkapan administrasi yang belum terpenuhi saat masa pengusulan.

“Yang belum mendapatkan remisi karena statusnya masih tahanan, kemudian ada yang sedang menjalani masa subsider sehingga tidak berhak, serta ada juga yang kelengkapan berkasnya baru turun setelah masa pengusulan selesai,” jelasnya.

Namun demikian, Berthoni memastikan bahwa pihaknya akan tetap mengusulkan remisi susulan bagi warga binaan yang berkasnya telah lengkap.

“Nanti akan kita susulkan pada usulan berikutnya, agar mereka tetap bisa mendapatkan remisi susulan Hari Raya Idul Fitri tahun ini,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa warga binaan yang langsung bebas pada hari ini diharapkan dapat menjadikan momen tersebut sebagai titik awal kehidupan baru setelah menjalani pembinaan di dalam lapas.

“Ini tentu menjadi kemenangan bagi mereka, terlebih setelah menjalani ibadah puasa di dalam lapas yang bukan hal mudah. Mudah-mudahan ini menjadi hikmah dan bekal untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.

Sejalan dengan amanat Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, momentum Idul Fitri juga diharapkan menjadi sarana introspeksi diri bagi seluruh warga binaan.

“Hari ini adalah ajang introspeksi, untuk menyadari kesalahan dan memperbaiki diri, sehingga nantinya dapat kembali ke masyarakat dengan baik,” tutup Berthoni.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet


Jurnalpelita - Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu, Sabtu (21/03/2026). Dalam momen penuh kebersamaan tersebut, petugas dan warga binaan tampak bersatu menjalankan ibadah dengan penuh kekhusyukan.

Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, dalam kesempatan itu membacakan sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas). Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Idul Fitri merupakan momen yang tepat untuk saling memaafkan serta mempererat silaturahmi, baik antar sesama manusia maupun dengan Sang Pencipta.

“Idul Fitri memberikan kesempatan bagi kita semua untuk membersihkan hati, mengembalikan kesadaran sebagai umat, serta melakukan introspeksi diri guna menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar  Berthoni saat membacakan sambutan.

Lebih lanjut disampaikan bahwa nilai ketulusan yang terkandung dalam Idul Fitri menjadi landasan penting bagi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam melangkah di tahun 2026, khususnya dalam mendukung berbagai kebijakan pemerintah dan program prioritas Presiden Republik Indonesia.

Ia juga menegaskan komitmen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk terus memberikan pelayanan publik yang berkualitas prima kepada masyarakat.

Dalam momentum tersebut, pemerintah turut memberikan remisi kepada narapidana serta pengurangan masa pidana bagi anak binaan sebagai bentuk apresiasi atas perubahan positif selama menjalani masa pembinaan.

Berthoni mengingatkan kepada seluruh warga binaan agar menjadikan masa pembinaan sebagai sarana introspeksi diri, bukan sebagai keterbatasan.

“Jadikan tempat ini sebagai ruang untuk memperbaiki diri, melakukan taubat, dan mempersiapkan diri agar ketika kembali ke masyarakat bisa menjadi pribadi yang lebih baik,” tegasnya.

Ia juga berharap, pemberian remisi dapat menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus berkarya dan memberikan manfaat bagi sesama, khususnya menjelang masa bebas nanti.

Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Humas Lapas


Jurnalpelita - Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan ditunjukkan oleh Alumni Akademi Ilmu Pemasyarakatan (AKIP) Angkatan 48 wilayah Ciayumajakuning dengan menggelar kegiatan bakti sosial berupa penyaluran paket sembako kepada anak-anak yatim piatu, Senin (16/03/2026).

Kegiatan yang berlangsung di wilayah Cirebon tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus wujud kepedulian sosial para alumni kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya anak-anak yatim piatu. Dalam suasana penuh kebersamaan, para alumni menyalurkan bantuan paket sembako dengan harapan dapat meringankan kebutuhan mereka di bulan Ramadhan.

Rachmad Putra Susanto, Kasi Binadik Giatja Lapas Kelas IIB Indramayu, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian dan rasa syukur para alumni AKIP Angkatan 48.

“Bulan Ramadhan merupakan momentum yang tepat untuk meningkatkan kepedulian sosial dan mempererat kebersamaan. Melalui kegiatan bakti sosial ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim piatu serta memberikan dukungan agar mereka tetap semangat menjalani kehidupan,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya pada momentum Ramadhan, tetapi juga pada kesempatan lainnya sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan berbagi ini berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebersamaan. Para anak yatim piatu yang menerima bantuan tampak bahagia dan antusias menerima paket sembako yang diberikan.

Melalui kegiatan tersebut, para Alumni AKIP Angkatan 48 wilayah Ciayumajakuning berharap dapat menebarkan kebaikan serta membawa kebahagiaan dan harapan baru bagi anak-anak yatim piatu di bulan suci Ramadhan.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi


Jurnalpelita - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pembinaan kemandirian warga binaan melalui kegiatan produktif di bidang peternakan. 

Pada Selasa (17/3/2026), Lapas Indramayu melaksanakan perawatan kebersihan kandang serta pemberian pakan dan nutrisi bagi ayam petelur yang berada di sarana peternakan.

Kegiatan yang dimulai pukul 10.30 WIB ini melibatkan dua orang warga binaan yang dibimbing langsung oleh petugas pengawas dari staf kegiatan kerja. Fokus utama kegiatan adalah menjaga kebersihan kandang agar tetap higienis, sekaligus memastikan kebutuhan pakan dan nutrisi ayam terpenuhi secara optimal.

Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan kemandirian yang berkelanjutan bagi warga binaan.

“Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga kesehatan ayam petelur dan meningkatkan produksi telur, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran bagi warga binaan agar memiliki keterampilan di bidang peternakan yang bermanfaat setelah mereka kembali ke masyarakat,” ujar Berthoni.

Ia juga menambahkan bahwa perawatan kandang secara rutin menjadi faktor penting dalam menekan angka kematian ayam akibat lingkungan yang tidak bersih. Dengan kondisi kandang yang terjaga, produktivitas ternak pun dapat lebih optimal.

Lebih lanjut, Berthoni menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan Lapas Indramayu terhadap program pemerintah, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui pemberdayaan warga binaan.

“Kami berkomitmen untuk terus menjalankan program pembinaan yang produktif dan berdampak positif, sejalan dengan visi misi Asta Cita Presiden serta program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,” tambahnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, aman, dan lancar, didukung oleh sarana prasarana yang memadai serta pengawasan yang optimal dari petugas. Diharapkan, kegiatan ini dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga masyarakat sekitar melalui hasil produksi yang dihasilkan.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi


Jurnalpelita - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu mengambil langkah strategis dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban selama bulan Ramadhan. Pada Senin (16/3/2026), sebanyak 13 Warga Binaan dipindahkan ke Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung dan Lapas Kelas IIA Banceuy.

Pemindahan ini bukan sekadar rotasi rutin, melainkan bagian dari upaya Lapas Indramayu dalam mengurai kondisi overcrowding sekaligus sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di dalam lapas.

Di tengah kekhusyukan bulan Ramadhan, proses pemindahan dilakukan dengan tetap mengedepankan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat serta pendekatan humanis, mengingat para wargabinaan tengah menjalankan ibadah puasa.

Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, dalam arahannya kepada para WBP menyampaikan bahwa pemindahan ini merupakan bagian dari penataan organisasi sekaligus kesempatan bagi warga binaan untuk memulai lembaran baru.

“Pemindahan ini adalah bagian dari penataan organisasi, namun bagi kalian anggaplah ini sebagai momentum hijrah di bulan Ramadhan. Di tempat yang baru nanti, jadikan setiap detik puasa dan ibadah sebagai sarana memperbaiki diri. Teruslah membina diri menjadi insan yang lebih baik, baik di Lapas Banceuy maupun di LPP Bandung,” tegasnya.

Senada dengan Kalapas, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Indramayu, Habibie Agusman, menegaskan bahwa aspek keamanan dan keselamatan menjadi prioritas utama dalam proses pemindahan tersebut.

“Kami memastikan proses mutasi ini berjalan kondusif tanpa mengganggu ibadah para wargabinaan. Petugas telah melakukan pemeriksaan fisik serta penggeledahan barang secara teliti sebelum keberangkatan. Saya instruksikan kepada seluruh tim pengawal untuk tetap waspada namun tetap santun. Ingat, kita sedang menjalankan tugas negara di bulan yang mulia, jaga integritas dan pastikan semua berjalan lancar,” ujar Habibie.

Di bawah pengawasan ketat petugas Lapas dan dukungan personel kepolisian, perjalanan menuju Lapas Perempuan Bandung dan Lapas Banceuy berlangsung aman dan tertib. Setibanya di lokasi tujuan, dilakukan proses serah terima berkas administrasi, rekam medis, serta barang milik wargabinaan secara transparan dan akuntabel kepada pihak lapas penerima.

Dengan selesainya pemindahan 13 wargabinaan tersebut, Lapas Indramayu kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan hunian yang lebih ideal dan kondusif. Langkah ini diharapkan mampu memberikan ruang yang lebih optimal bagi pelaksanaan program pembinaan kepribadian dan kemandirian bagi warga binaan yang masih menjalani masa pidana di Lapas Indramayu.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Humas Lapas

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget