Berita Tentang "Lapas"
CLOSE ADS
CLOSE ADS



Jurnalpelita - Indramayu- Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Barat, Yudi Suseno, melaksanakan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu pada Rabu (22/7/2026) malam. Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni beserta jajaran pejabat struktural.

Pada kesempatan ini, Kakanwil memberikan penguatan dan arahan kepada jajaran dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan. Beberapa poin yang ditekankan oleh Yudi antara lain pentingnya menjaga disiplin, integritas, serta profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai petugas pemasyarakatan.

"Kita harus terus meningkatkan disiplin, menjaga integritas, serta menjauhi segala bentuk pelanggaran, termasuk judi online. Syukuri kesejahteraan yang telah diberikan negara dan jagalah nama baik institusi. Jangan sampai ada tindakan yang bersifat provokatif yang dapat memicu terjadinya gangguan kamtib," tegas Yudi.

Di bidang keamanan, Yudi meminta seluruh jajaran memperketat pelaksanaan penggeledahan di Pintu Pengamanan Utama (P2U) sesuai standar operasional prosedur (SOP). Ia juga menekankan pentingnya kehadiran pejabat piket malam untuk melakukan pengawasan langsung, disertai pelaksanaan rapat regu dan kontrol keliling secara rutin guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif.

"Tugas harus dilaksanakan sesuai tupoksi dan SOP atau kembali ke dasar (back to basic). Tugas utama harus dilaksanakan dengan disiplin dan tanggung jawab, serta jaga kekompakan diantara petugas pemasyarakatan," lanjutnya.

Selain itu, Yudi juga mengingatkan agar program pembinaan bagi warga binaan terus dioptimalkan. Menurutnya, pemanfaatan Wartelsuspas harus dimaksimalkan sebagai sarana komunikasi resmi sehingga dapat mencegah penyalahgunaan telepon genggam ilegal di dalam Lapas.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, menegaskan komitmennya untuk segera mengimplementasikan seluruh arahan Kakanwil dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

"Kami siap menindaklanjuti seluruh arahan Bapak Kakanwil dengan memperkuat disiplin, integritas, dan kepatuhan terhadap SOP bagi seluruh pegawai. Pengawasan di P2U akan kami tingkatkan melalui kontrol keliling dan pengawasan melekat agar keamanan dan ketertiban tetap terjaga. Selain itu, program pembinaan bagi warga binaan akan terus kami optimalkan, termasuk memaksimalkan pemanfaatan Wartelsuspas sebagai sarana komunikasi resmi di lingkungan Lapas Indramayu," tutur Berthoni.

Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan seluruh jajaran Lapas Kelas IIB Indramayu semakin memperkuat komitmen dalam mewujudkan penyelenggaraan pemasyarakatan yang profesional, berintegritas, serta mampu menjaga keamanan dan ketertiban secara optimal.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet


Jurnalpelita - Indramayu – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu melaksanakan kegiatan pembukaan Pekan Olahraga dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026, Sabtu (18/07/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran petugas serta warga binaan pemasyarakatan dengan penuh antusias dan semangat kebersamaan.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan upacara pembukaan yang berlangsung khidmat. Setelah itu, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan seremoni pembukaan Pekan Olahraga yang ditandai dengan penyampaian sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni.

Dalam sambutannya, Kalapas Kelas IIB Indramayu Fery Berthoni menyampaikan bahwa kegiatan olahraga menjadi salah satu bentuk pembinaan yang bertujuan membangun karakter positif bagi warga binaan sekaligus mempererat hubungan antara petugas dan warga binaan.

“Melalui kegiatan Pekan Olahraga ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai sportivitas, disiplin, kerja sama, dan rasa kebersamaan. Momentum peringatan kemerdekaan ini menjadi kesempatan bagi seluruh warga lapas untuk bersama-sama menciptakan suasana yang harmonis dan penuh semangat persaudaraan,” tutur Berthoni.

Usai seremoni pembukaan, pertandingan perdana cabang olahraga futsal langsung digelar dengan mempertemukan tim petugas melawan tim warga binaan. Pertandingan berlangsung meriah, sportif, dan penuh semangat, mencerminkan nilai kebersamaan serta hubungan yang harmonis antara petugas dan warga binaan.

Pekan Olahraga dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-81 Tahun 2026 ini akan menghadirkan berbagai perlombaan olahraga yang melibatkan petugas dan warga binaan. Selain menjadi ajang memeriahkan hari kemerdekaan, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat solidaritas, meningkatkan kesehatan, serta menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang kondusif dan penuh kebersamaan.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi


Jurnalpelita - Lapas Kelas IIB Indramayu melaksanakan kegiatan Penguatan Jajaran Pengamanan dalam rangka Pembinaan, Monitoring, Pengawasan, dan Pengendalian (Bintorwasdal) Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat pada Kamis, 16 Juli 2026. 

Kegiatan ini dipimpin oleh Kabid Perawatan, Keamanan dan Kepatuhan Internal Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Jawa Barat sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan, profesionalisme, serta kualitas pelaksanaan tugas jajaran pengamanan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.

Kalapas Kelas IIB Indramayu, Ka. KPLP, Kasi Administrasi Keamanan dan Ketertiban, Kasubsi Keamanan, Kasubsi Portatib, jajaran regu pengamanan, staf KPLP, staf Keamanan, staf Portatib, CPNS, serta Taruna Poltekimipas, turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Diawali dengan pengarahan oleh Ka. KPLP, Habibie yang sekaligus membuka pelaksanaan acara penguatan kepada seluruh jajaran pengamanan Lapas Kelas IIB Indramayu, kegiatan dilamjutkan dengan arahan oleh Kabid Perawatan, Keamanan dan Kepatuhan Internal Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Jawa Barat. 

Dalam arahannya, ia menegaskan agar seluruh petugas senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban lapas serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan. Petugas juga ditekankan untuk terus berupaya mencegah peredaran HALINAR (Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba) serta memastikan seluruh pelaksanaan tugas berjalan sesuai dengan SOP dan ketentuan yang berlaku.

Selain itu, Kabid Perawatan, Keamanan dan Kepatuhan Internal mengingatkan seluruh jajaran agar bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi negatif yang beredar, khususnya yang berkaitan dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Setiap pengaduan masyarakat juga harus ditindaklanjuti secara cepat, tepat, dan profesional sebagai bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik serta menjaga kepercayaan publik.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan arahan dari Kalapas Kelas IIB Indramayu yang menyampaikan klarifikasi terkait adanya aduan masyarakat mengenai dugaan penyalahgunaan alat komunikasi dan praktik pungutan liar di lingkungan Lapas Kelas IIB Indramayu. Kalapas menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar serta memastikan bahwa pihaknya terus berkomitmen menjaga lingkungan lapas yang aman, tertib, dan bebas dari berbagai bentuk pelanggaran.

"Saya mengingatkan kepada seluruh jajaran pengamanan untuk selalu menjaga integritas, meningkatkan profesionalisme, dan melaksanakan tugas sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan. Jangan pernah memberikan celah terhadap pelanggaran yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban lapas. Kepercayaan masyarakat harus kita jaga melalui kinerja yang disiplin, transparan, dan bertanggung jawab," ujar Berthoni.

Menutup kegiatan, Kalapas kembali menekankan pentingnya deteksi dini dan peningkatan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan, terutama dengan memperhatikan tempat, waktu, orang, serta barang yang memiliki risiko terhadap stabilitas keamanan. Melalui penguatan ini, diharapkan seluruh jajaran pengamanan Lapas Kelas IIB Indramayu semakin solid, berintegritas, dan profesional dalam mewujudkan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan berkualitas.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi

Jurnalpelita - Indramayu – Sebagai langkah deteksi dini dalam mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban (Kamtib), Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Indramayu melaksanakan kegiatan kontrol keliling area branggang pada Rabu, (15/07/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kasi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Adm. Kamtib) bersama jajaran pengamanan yang terdiri dari Kasubsi Keamanan, Kasubsi Portatib, Staf KPLP, Staf Portatib, Staf Keamanan, CPNS, serta Taruna Poltekimipas. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya rutin dalam meningkatkan kewaspadaan dan memastikan situasi Lapas tetap aman serta kondusif.

Dalam pelaksanaan kontrol, petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sejumlah titik di area branggang Lapas, mulai dari kondisi tembok keliling, titik-titik rawan, hingga area sekitar blok hunian guna memastikan tidak terdapat gangguan maupun kerusakan yang dapat memengaruhi keamanan.

Selain itu, petugas juga melakukan pengecekan terhadap kondisi bangunan dan atap genteng blok hunian, instalasi kabel serta penerangan di area branggang, dan memastikan saluran air dalam kondisi baik untuk mendukung kelancaran operasional serta keamanan lingkungan Lapas.

Tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, kegiatan kontrol keliling juga mencakup pemeliharaan kebersihan area branggang dengan melakukan pembersihan rumput yang tumbuh di sekitar tembok. Petugas turut memantau pelaksanaan program pembinaan pertanian dan peternakan yang berada di area branggang Lapas.

Kasi Administrasi Keamanan dan Ketertiban Lapas Kelas IIB Indramayu, Topa Maulana menyampaikan bahwa kontrol keliling menjadi salah satu langkah preventif untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas.

"Kontrol keliling ini menjadi langkah preventif untuk mengetahui secara langsung kondisi lapangan, mengidentifikasi potensi gangguan keamanan sejak dini, serta memastikan seluruh sarana pendukung keamanan tetap berfungsi dengan baik," ujar Topa.

Ia menambahkan bahwa kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara rutin sebagai bentuk komitmen jajaran Lapas Kelas IIB Indramayu dalam meningkatkan kewaspadaan, memperkuat pengamanan, serta menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi


Jurnalpelita - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu telah melaksanakan Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) yang dipimpin oleh Sekretaris TPP dan diikuti oleh seluruh anggota TPP Lapas Kelas IIB Indramayu, Jumat (10/07/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari proses evaluasi dan pengkajian terhadap program integrasi bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang telah memenuhi ketentuan.

Dalam sidang tersebut, Tim TPP membahas sebanyak 18 (delapan belas) usulan program integrasi narapidana, yang terdiri dari 11 (sebelas) usulan Cuti Bersyarat (CB) dan 7 (tujuh) usulan Pembebasan Bersyarat (PB). Pembahasan dilakukan dengan memperhatikan berbagai aspek, baik administratif maupun substantif sesuai dengan aturan pemasyarakatan yang berlaku.

Tim Pengamat Pemasyarakatan melakukan penelitian secara menyeluruh terhadap kelengkapan dokumen persyaratan serta melihat perkembangan perilaku dan hasil pembinaan masing-masing narapidana selama menjalani masa pidana. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa setiap usulan integrasi diberikan secara objektif dan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, menyampaikan bahwa pelaksanaan Sidang TPP merupakan bentuk komitmen Lapas dalam menjalankan fungsi pemasyarakatan secara profesional dan berkeadilan.

“Setiap usulan integrasi harus melalui proses kajian yang matang dengan mempertimbangkan pemenuhan syarat administratif, substantif, serta perkembangan pembinaan WBP agar pelaksanaannya tepat sasaran,” ujar Berthoni.

Berdasarkan hasil sidang, Tim TPP memberikan rekomendasi terhadap usulan integrasi yang telah memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Rekomendasi tersebut menjadi bagian penting dalam proses pengajuan hak integrasi bagi narapidana sebagai bentuk penghargaan atas perubahan perilaku dan keberhasilan mengikuti program pembinaan.

Usai pelaksanaan Sidang TPP, kegiatan dilanjutkan dengan bakti sosial kepada keluarga Warga Binaan. Kegiatan tersebut menjadi wujud kepedulian sosial Lapas Kelas IIB Indramayu dalam memberikan dukungan kepada keluarga Warga Binaan serta memperkuat hubungan positif antara lembaga pemasyarakatan dengan masyarakat.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi


Jurnalpelita - ​Lapas Kelas IIB Indramayu melalui Subsi Kegiatan Kerja sukses melaksanakan panen kangkung di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Perkebunan Hortikultura, Selasa (07/07/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian bagi para warga binaan, khususnya di bidang pertanian.

​Proses panen dilakukan langsung oleh warga binaan peserta program dengan pengawasan ketat dari staf Kegiatan Kerja serta dukungan jajaran pengamanan. Dalam kegiatan tersebut, pihak Lapas berhasil mengamankan hasil panen kangkung segar sebanyak 40 kilogram.

​Seluruh hasil panen tersebut kemudian diserahkan ke dapur Lapas Kelas IIB Indramayu untuk diolah menjadi menu konsumsi harian warga binaan. Langkah ini menjadi bukti nyata optimalisasi program ketahanan pangan sekaligus pemenuhan kebutuhan pangan mandiri di lingkungan pemasyarakatan.

​Kalapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni , menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak sekadar berorientasi pada hasil produksi, melainkan menitikberatkan pada proses edukasi.

​“Melalui pertanian hortikultura ini, kami ingin memberikan bekal keterampilan yang bermanfaat bagi warga binaan. Selain mendukung ketahanan pangan, program ini menjadi sarana pembinaan agar mereka lebih produktif dan siap kembali ke masyarakat,” ujar Berthoni.

​Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen Lapas Indramayu untuk terus mengoptimalkan berbagai program kemandirian yang berkelanjutan dan berdampak nyata.

​Kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata Lapas Kelas IIB Indramayu dalam mendukung visi dan misi Asta Cita Presiden melalui 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), khususnya pada sektor pemberdayaan dan ketahanan pangan.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet


Jurnalpelita - Lapas Kelas IIB Indramayu melalui Sub Seksi Kegiatan Kerja terus mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan pelatihan budidaya jamur tiram sebagai bekal keterampilan usaha yang produktif, aplikatif, dan bernilai ekonomis. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (06/07/2026).

Dalam kegiatan ini, Warga Binaan mendapatkan pembekalan mengenai dasar-dasar budidaya jamur tiram, mulai dari pengenalan media tanam, teknik perawatan, hingga tata cara pemanenan. Melalui pembinaan tersebut, Warga Binaan diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan langsung proses budidaya jamur tiram secara baik dan benar.

Salah satu media tanam yang digunakan dalam budidaya jamur tiram adalah baglog, yaitu media yang terbuat dari campuran serbuk gergaji, bekatul, dan kapur. Baglog tersebut kemudian ditempatkan di dalam kumbung dengan penataan sesuai standar budidaya agar pertumbuhan jamur berlangsung optimal dan menghasilkan panen yang berkualitas.

Selain penempatan baglog, Warga Binaan juga memperoleh pembinaan mengenai teknik perawatan jamur tiram, meliputi pengaturan suhu dan kelembapan kumbung, penyiraman, sanitasi lingkungan, pencegahan hama dan penyakit, hingga teknik pemanenan yang tepat.

Kegiatan penempatan baglog dan pembinaan budidaya jamur tiram tersebut dipantau langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program pembinaan kemandirian yang berkelanjutan di lingkungan Lapas.

Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, mengatakan bahwa pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dari proses pemasyarakatan karena memberikan bekal nyata yang dapat dimanfaatkan Warga Binaan setelah selesai menjalani masa pidana.

"Melalui kegiatan budidaya jamur tiram ini, kami berharap Warga Binaan tidak hanya mengisi waktu dengan kegiatan positif, tetapi juga memperoleh keterampilan produktif yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat," ujar Berthoni.

Menurutnya, budidaya jamur tiram dipilih karena relatif mudah dipelajari, memiliki peluang usaha yang menjanjikan, serta dapat dijalankan dengan modal yang terjangkau.

"Kami ingin setiap Warga Binaan memiliki keterampilan yang dapat diterapkan secara mandiri. Harapannya, setelah bebas nanti mereka memiliki peluang untuk membuka usaha sendiri, sehingga mampu meningkatkan taraf hidup sekaligus mengurangi risiko mengulangi tindak pidana," tambahnya.

Berthoni menegaskan bahwa Lapas Indramayu akan terus mengembangkan berbagai program pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kompetensi dan kemandirian Warga Binaan.

"Pembinaan di Lapas tidak hanya berfokus pada aspek pembinaan kepribadian, tetapi juga pembinaan kemandirian melalui pelatihan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi. Ini merupakan wujud komitmen kami dalam mempersiapkan Warga Binaan agar siap kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif," tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Indramayu berharap Warga Binaan memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis dalam budidaya jamur tiram, sehingga mampu menumbuhkan semangat produktif, meningkatkan kemandirian, serta membuka peluang usaha yang bermanfaat setelah kembali ke tengah masyarakat.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet



Jurnalpelita - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu kembali melaksanakan kegiatan pembinaan kerohanian berupa kebaktian bagi warga binaan beragama Kristen, Kamis (02/07/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh tiga orang warga binaan Kristen sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian yang rutin dilaksanakan di lingkungan Lapas.

Kebaktian berlangsung dengan khidmat melalui rangkaian ibadah yang diawali dengan pembukaan dan sambutan dari pendeta. Pada kesempatan tersebut, tema yang diangkat adalah “Ciptaan Allah”, sebagai pengingat bahwa setiap manusia memiliki nilai, tanggung jawab, serta kesempatan untuk terus memperbaiki diri.

Dalam penyampaian firman Tuhan, pembimbing rohani membawakan bacaan dari Kitab Kejadian 1:27–28 dan Kejadian 1:4. Firman tersebut memberikan penguatan kepada warga binaan agar tetap memiliki harapan, menjaga iman, serta menjalani kehidupan dengan sikap yang lebih baik selama masa pembinaan.

Kegiatan kebaktian ini dibimbing langsung oleh Pendeta Ibu Metty Sahalessy dari Kementerian Agama Indramayu. Dalam pelaksanaannya, kegiatan turut didampingi oleh Bapak Edi Samudi selaku Staf Bimkemas Lapas Kelas IIB Indramayu.

Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Berthoni, menyampaikan bahwa pembinaan kerohanian merupakan bagian penting dalam membentuk karakter warga binaan.

“Kami berkomitmen memberikan ruang pembinaan keagamaan bagi seluruh warga binaan sesuai dengan keyakinan masing-masing, karena pembinaan spiritual menjadi salah satu jalan untuk menumbuhkan kesadaran, kedisiplinan, dan perubahan perilaku ke arah yang lebih baik,” kata Berthoni.

Melalui kegiatan ini, diharapkan keimanan, akhlak, dan keterampilan keagamaan warga binaan semakin meningkat. Selain itu, pembinaan kerohanian juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap ketertiban di dalam Lapas serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepedulian di antara warga binaan.

Lapas Kelas IIB Indramayu terus berupaya menghadirkan pembinaan yang humanis, religius, dan berkelanjutan. Di balik keterbatasan ruang gerak, kegiatan kebaktian ini menjadi bukti bahwa harapan untuk berubah dan menjadi pribadi yang lebih baik tetap dapat tumbuh.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi


Jurnalpelita - Klinik Pratama Lapas Kelas IIB Indramayu kembali menghadirkan layanan kesehatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat melalui kegiatan Layanan Kontrol Kesehatan Pengunjung, atau yang dikenal dengan Lakon Tanjung. 

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim Kesehatan Klinik Pratama sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga dan kerabat warga binaan yang datang berkunjung ke Lapas Kelas IIB Indramayu.

Melalui Lakon Tanjung, para pengunjung mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan secara langsung sebelum maupun setelah melaksanakan kunjungan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses pelayanan kesehatan, mendeteksi secara dini potensi gangguan kesehatan, serta memastikan kondisi kesehatan keluarga warga binaan tetap terpantau secara berkala.

Adapun pemeriksaan yang diberikan meliputi pengecekan tanda-tanda vital, wawancara singkat terkait keluhan kesehatan, pemeriksaan kolesterol, asam urat, serta gula darah. Dengan adanya layanan ini, pengunjung dapat mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal sehingga dapat mengambil langkah pencegahan maupun penanganan apabila ditemukan keluhan atau hasil pemeriksaan yang perlu diperhatikan.

Kalapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, menyampaikan bahwa kegiatan Lakon Tanjung merupakan salah satu bentuk komitmen Lapas Indramayu dalam memberikan pelayanan yang tidak hanya berfokus kepada warga binaan, tetapi juga kepada masyarakat yang datang berkunjung.

“Melalui Lakon Tanjung, kami ingin memastikan bahwa layanan kesehatan dapat dirasakan secara lebih luas, termasuk oleh keluarga dan kerabat warga binaan. Kegiatan ini menjadi wujud pelayanan pemasyarakatan yang humanis, responsif, dan peduli terhadap kesehatan masyarakat,” ujar Berthoni.

Ia menambahkan, pemeriksaan kesehatan bagi pengunjung juga menjadi langkah preventif dalam mendeteksi dini gangguan kesehatan. Dengan demikian, apabila ditemukan adanya keluhan atau kondisi kesehatan tertentu, pengunjung dapat segera memperoleh edukasi dan arahan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan ke fasilitas kesehatan yang sesuai.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi


Jurnalpelita - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Indramayu menerima kunjungan Hakim Pengawas dan Pengamat (KIMWASMAT) dari Pengadilan Negeri Indramayu Kelas IA pada Selasa (30/06/2026). 

Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Lapas Kelas IIB Indramayu mulai pukul 09.15 WIB hingga selesai sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan putusan pengadilan serta pembinaan narapidana di dalam Lapas. 
‎Kegiatan KIMWASMAT merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan peradilan terhadap putusan pengadilan yang telah dijatuhkan kepada narapidana. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa proses pembinaan yang dilaksanakan di dalam lembaga pemasyarakatan berjalan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku serta memenuhi prinsip keadilan dan pembinaan yang humanis.
‎Dalam kegiatan tersebut, tim KIMWASMAT melakukan pemeriksaan dan pengamatan terhadap lima orang narapidana. Pengawasan dilakukan secara menyeluruh, meliputi aspek administrasi pemasyarakatan, pelaksanaan pembinaan, serta kondisi umum narapidana di dalam lingkungan Lapas.
‎Selain fokus pada pengawasan narapidana, tim KIMWASMAT juga melakukan peninjauan langsung terhadap sarana dan program pembinaan kemandirian yang tersedia di Lapas Kelas IIB Indramayu. Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung implementasi program pembinaan yang diberikan kepada warga binaan.
‎Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk penguatan fungsi pengawasan dalam sistem pemasyarakatan.

“Kami menyambut baik pelaksanaan kegiatan Hakim Pengawas dan Pengamat (KIMWASMAT) di Lapas Kelas IIB Indramayu sebagai bentuk penguatan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan pembinaan narapidana. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh proses pemasyarakatan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, transparan, serta akuntabel,” ujar Berthoni.
‎Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara lembaga peradilan dan pemasyarakatan dapat terus terjalin dengan baik dalam rangka meningkatkan kualitas pembinaan narapidana. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat prinsip pemasyarakatan.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi


Jurnalpelita - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Indramayu melaksanakan kegiatan pembinaan kepribadian melalui Marhaban Yasin dan Marawis bersama warga binaan, Jumat (26/06/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh warga binaan Lapas Kelas IIB Indramayu sebagai salah satu bentuk pembinaan spiritual selama menjalani masa pidana.
‎Kegiatan Marhaban Yasin bersama tersebut diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan keagamaan, di antaranya marawisan, pembacaan Surat Yasin, sholawatan, serta doa penutup. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan khidmat, tertib, dan penuh kebersamaan.
‎Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran spiritual dan moral warga binaan selama menjalani masa pidana.
Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu Fery Berthoni, menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dalam proses Pemasyarakatan. Menurutnya, pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan, tetapi juga pada pembentukan mental, moral, dan spiritual warga binaan.
‎“Melalui kegiatan Marhaban Yasin dan Marawis ini, kami berharap warga binaan dapat semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa, memperbaiki diri, serta menanamkan nilai-nilai keagamaan sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Berthoni.
‎Lebih lanjut, Kalapas menegaskan bahwa Lapas Kelas IIB Indramayu akan terus berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang positif, khususnya dalam bidang keagamaan. Kegiatan seperti ini diharapkan mampu membentuk karakter warga binaan yang lebih religius, berakhlak baik, serta memiliki semangat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
‎Kegiatan ini dipimpin oleh Pengurus DKM Masjid dan didampingi oleh Bapak Edi Damudi, Staf Bimkemas Lapas Kelas IIB Indramayu. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan berkelanjutan agar warga binaan tidak hanya menjalani pidana, tetapi juga memperoleh pembinaan mental, moral, dan spiritual.
‎Melalui kegiatan Marhaban Yasin dan Marawis, Lapas Kelas IIB Indramayu berharap nilai-nilai keagamaan dapat menjadi fondasi kuat bagi warga binaan dalam memperbaiki diri serta mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat dengan perilaku yang lebih positif.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi


Jurnalpelita - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu melaksanakan pemindahan 37 narapidana ke Lapas Kelas I Cirebon dan Lapas Narkotika Kelas IIA Cirebon pada 24 dan 25 Juni 2026. Kegiatan dilaksanakan sejak pukul 06.00 WIB bertempat di Lapas Kelas IIB Indramayu.

Sebelum diberangkatkan, seluruh narapidana terlebih dahulu menjalani rangkaian pemeriksaan oleh petugas. Pemeriksaan diawali dengan pengecekan berkas dan barang bawaan, kemudian dilanjutkan dengan penggeledahan badan oleh petugas P2U.

Selain itu, petugas medis Lapas Indramayu juga melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap seluruh narapidana yang akan dipindahkan. Petugas registrasi turut memastikan kelengkapan dokumen administrasi sebelum proses pemberangkatan dilaksanakan.

Setelah seluruh tahapan pemeriksaan selesai, para narapidana diberangkatkan menuju Lapas Kelas I Cirebon dan Lapas Narkotika Kelas IIA Cirebon dengan pengawalan ketat dari petugas Lapas Indramayu serta dukungan pengamanan dari pihak Kepolisian. Pengawalan tersebut dilakukan sesuai prosedur pengamanan yang berlaku guna memastikan proses pemindahan berjalan aman, tertib, dan terkendali.

Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, menjelaskan bahwa pemindahan narapidana ke lapas lain dilakukan sebagai bagian dari upaya pembinaan lebih lanjut, pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban, pengurangan overkapasitas, serta penyesuaian penempatan berdasarkan tingkat risiko dan kebutuhan pembinaan.

“Melalui pelaksanaan pemindahan narapidana dari Lapas Indramayu, diharapkan tercipta kondisi lapas yang lebih aman, tertib, dan kondusif, serta mendukung optimalisasi pembinaan dan pelayanan pemasyarakatan bagi seluruh warga binaan,” ujar Berthoni.

Kegiatan pemindahan narapidana tersebut berjalan dengan tertib, aman, dan lancar, serta tetap memperhatikan prosedur pengamanan dan kelengkapan administrasi pemasyarakatan.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi

Juni 22, 2026 ,

Jurnalpelita - Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, mengapresiasi transformasi kawasan Pemasyarakatan Nusakambangan yang kini berkembang menjadi sentra ketahanan pangan sekaligus pusat pembinaan kemandirian Warga Binaan. 

Apresiasi tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke Nusakambangan, Sabtu (20/6), didampingi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas), Agus Andrianto.

Dalam kunjungan tersebut, Titiek meninjau sejumlah program unggulan, mulai dari Workshop Fly Ash Bottom Ash (FABA), pertanian dan peternakan, produksi pupuk organik, Balai Latihan Kerja Konveksi, pengolahan sampah, budidaya perikanan, tambak udang vaname, hingga budidaya sidat. 

“Atas nama Komisi IV, saya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pak Menteri dan jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Mudah-mudahan usaha ini bisa ditiru dan diduplikasi di tempat-tempat lain,” harapnya.

Menurutnya, Nusakambangan yang selama ini dikenal sebagai kawasan Pemasyarakatan berisiko tinggi telah bertransformasi menjadi kawasan produktif yang mampu menghasilkan berbagai komoditas pangan dan produk bermanfaat bagi masyarakat. 

“Nusakambangan yang kita dengar selalu seram, bayangannya Alcatraz. Ternyata setelah ke sini, sangat ramah dan bisa menghasilkan begitu banyak produk bermanfaat untuk kita semuanya,” puji Titiek.

Sementara itu, Menimipas menyampaikan berbagai masukan dan arahan dari Komisi IV DPR RI akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat program yang telah berjalan. Ia menjelaskan jajaran Pemasyarakatan terus mengoptimalkan pemanfaatan lahan idle di seluruh Lapas dan Rutan sebagai dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

“Tadi kami juga mohon beberapa evaluasi dan arahan, serta akan kami tindak lanjuti, termasuk upaya-upaya perbaikan dari apa yang sudah kita kerjakan. Kami sudah laporkan kepada beliau bahwa seluruh Lapas dan Rutan memanfaatkan lahan idle yang ada untuk dioptimalkan dalam membangun program ketahanan pangan, terutama untuk memenuhi kebutuhan dari dalam,” terang Agus.

Saat ini, Nusakambangan telah memanfaatkan sekitar 135 hektare lahan produktif dan melibatkan ratusan Warga Binaan dalam berbagai sektor usaha, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, konveksi, pengolahan sampah, hingga budidaya udang dan sidat. Transformasi tersebut menjadi wujud komitmen Pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus menyiapkan Warga Binaan agar siap kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget