Berita Tentang "Lapas"
CLOSE ADS
CLOSE ADS

13.2.26 ,


Jurnalpelita - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi warga binaan. Melalui program Jemput Bola Layanan Kesehatan (Jempol YanKes), jajaran Klinik Pratama Lapas Kelas IIB Indramayu secara langsung mendatangi blok hunian untuk memastikan kondisi kesehatan warga binaan tetap terpantau.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (13/02/2026),di Angin-angin Blok A, ini menjadi langkah konkret dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada warga binaan tanpa harus menunggu mereka datang ke klinik.

Tim kesehatan melakukan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari pengecekan tanda-tanda vital, wawancara terkait keluhan yang dirasakan, hingga pemberian obat sesuai indikasi medis. Jika ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, dilakukan observasi lanjutan dan rujukan ke fasilitas kesehatan di luar lapas apabila diperlukan. Kegiatan berlangsung dengan pengawasan jajaran pengamanan dan dalam situasi aman, tertib, serta kondusif.

Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, menegaskan bahwa program Jempol YanKes merupakan bentuk komitmen pemasyarakatan dalam memberikan pelayanan prima, khususnya di bidang kesehatan.

“Kesehatan warga binaan adalah prioritas kami. Melalui program jemput bola ini, kami ingin memastikan setiap warga binaan mendapatkan akses layanan kesehatan secara cepat dan tepat. Deteksi dini sangat penting agar gangguan kesehatan dapat segera ditangani dan tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius,” kata Berthoni.

Ia menambahkan, pelayanan kesehatan yang optimal merupakan bagian dari upaya pembinaan yang humanis dan berkelanjutan. Dengan kondisi kesehatan yang terjaga, proses pembinaan di dalam lapas dapat berjalan lebih efektif.

Ke depan, Lapas Kelas IIB Indramayu akan terus melakukan pemantauan lanjutan terhadap warga binaan yang memiliki keluhan kesehatan serta melaporkan hasil kegiatan kepada pimpinan sebagai bentuk akuntabilitas dan evaluasi program. Melalui inovasi Jempol YanKes, Lapas Indramayu berupaya menghadirkan pelayanan yang responsif, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan warga binaan.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Pokja

13.2.26 ,


Jurnalpelita - Selama bulan suci ramadhan tahun 2026, pelayanan Lapas Kelas IIB Indramayu baik keluarga binaan maupun masyarakat tetap dilaksanakan, di antaranya pelayanan informasi dan kunjungan.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Kepala Lapas Indramayu Fery Berthoni menuturkan, bahwa jadwal kunjungan tetap berlaku namun berbeda dengan hari biasa.

"Hanya saja selama ini kan pelayanan kunjungan dari hari Senin sampai Kamis full untuk kunjungan tatap muka, Namun di bulan suci Ramadan, jenis kunjungan dibagi dua," Tuturnya. Jumat. 13/2/2026.

Ia menuturkan pada jadwal pagi, pelayanan kunjungan dilakukan tatap muka, dan untuk sesi dua yaitu sore, dari jam dua sampai jam empat (14:00 - 16:00), hanya untuk penitipan makanan.

"Tujuannya adalah meskipun keberadaannya masih di dalam, warga binaan dapat merasakan masakan dari keluarganya masing-masing melalui layanan titipan makanan untuk berbuka puasa," Paparnya

Ia menjelaskan bahwa Pelayanan tersebut dilakukan setiap hari Senin sampai dengan Kamis. Sedangkan untuk hari Jumat, Sabtu dan Minggu-nya tidak ada jadwal.

"Untuk hari libur seperti biasa, masih sama." Pungkasnya.


Pena  
 By.
Editor
By.
Aji AP
Foto/Video
By.
Aji AP

5.2.26 ,


Jurnalpelita - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pada Kamis (05/02/2026), Lapas Indramayu melaksanakan kegiatan Jemput Bola Layanan Informasi terkait Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga (CMK), Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Menjelang Bebas (CMB), dan Cuti Bersyarat (CB) kepada Warga Binaan.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendekatkan layanan informasi secara langsung kepada Warga Binaan, sekaligus memastikan terpenuhinya hak-hak mereka sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, menyampaikan bahwa inovasi ini merupakan wujud komitmen jajaran Lapas dalam memberikan pelayanan yang transparan, akuntabel, dan humanis.

“Melalui layanan jemput bola ini, kami ingin memastikan seluruh Warga Binaan memahami hak-haknya, mulai dari syarat, mekanisme, hingga tahapan proses remisi dan program integrasi. Dengan informasi yang jelas, diharapkan tidak ada lagi kesalahpahaman dan proses berjalan lebih tertib,” ujar Berthoni.

Dalam kegiatan tersebut, petugas Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan memberikan penjelasan secara tatap muka, membuka ruang konsultasi langsung, serta menjawab berbagai pertanyaan dari Warga Binaan terkait pengusulan dan prosedur administrasi.

Berthoni menambahkan, inovasi ini tidak hanya meningkatkan pemahaman Warga Binaan, tetapi juga memperkuat kepercayaan terhadap institusi pemasyarakatan. 

“Ke depan, kegiatan ini akan terus kami evaluasi dan kembangkan agar pelayanan pemasyarakatan semakin prima dan berorientasi pada pemenuhan hak asasi,” pungkasnya.

Melalui langkah ini, Lapas Kelas IIB Indramayu menegaskan komitmennya dalam mewujudkan layanan pemasyarakatan yang profesional, transparan, dan berkeadilan.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet

4.2.26 ,



Jurnalpelita - INDRAMAYU – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu resmi memulai langkah strategis dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan melayani. Pada Rabu (04/02), seluruh jajaran Lapas Indramayu melaksanakan Apel Penandatanganan Pakta Integritas dan Komitmen Bersama Pembangunan Zona Integritas (ZI) Tahun 2026 di Lapangan Upacara Lapas Indramayu.

Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni atau pemenuhan dokumen administratif semata. Beliau menekankan bahwa predikat WBK dan WBBM yang merupakan cerminan dari komitmen dalam menghadirkan birokrasi yang bersih dan transparan bagi publik.

"Zona Integritas adalah komitmen kolektif yang menuntut perubahan nyata pada pola pikir dan budaya kerja kita. Tujuan akhirnya bukan sekadar predikat, melainkan bagaimana kita mampu memberikan pelayanan publik yang bersih, cepat, dan berorientasi sepenuhnya pada kepuasan masyarakat," ujar Berthoni dalam amanatnya

Dalam momen tersebut, Kalapas juga memberikan instruksi tegas kepada seluruh pegawai untuk tidak menoleransi segala bentuk pelanggaran integritas. Beberapa poin utama yang ditekankan untuk dijalankan oleh jajaran Lapas Indramayu meliputi:
*Pernyataan Sikap*: Menjalankan tugas secara jujur, profesional, dan transparan sebagai tanggung jawab moral aparatur negara.
*Aksi Nyata*: Menolak segala bentuk korupsi, pungutan liar, dan gratifikasi dalam memberikan pelayanan.

*Sinergi Pengawasan*: Setiap pegawai harus berani berkata tidak pada penyimpangan dan saling mengingatkan dalam koridor aturan.
*Fungsi Humanis*: Menghadirkan lingkungan lapas yang aman dan tertib sekaligus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat maupun warga binaan.

Prosesi penandatanganan dilakukan oleh Kepala Lapas bersama jajaran Pejabat Eselon 4 dan 5, yang kemudian diikuti oleh seluruh pegawai, CPNS. Hal ini menandakan bahwa semangat untuk meningkatkan kualitas pelayanan melalui pembangunan Zona Integritas merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tanggung jawab pimpinan.

Melalui komitmen ini, Lapas Indramayu mengajak seluruh pegawainya untuk bersatu dan bergerak menjaga integritas guna mewujudkan satuan kerja yang terpercaya dan memberikan pelayanan prima bagi masyarakat.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi

2.2.26 ,


Jurnalpelita - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu melaksanakan Upacara Kesadaran Berbangsa dan Bernegara pada Senin (2/2/2026) di Lapangan Lapas Indramayu. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh warga binaan, termasuk dua orang narapidana tindak pidana terorisme (napiter).

Menariknya, dua napiter masing-masing berinisial S (61) dan U (53) turut dilibatkan sebagai petugas pengibar bendera Merah Putih. Keterlibatan mereka menjadi simbol nyata proses pembinaan kepribadian dan penguatan nilai-nilai kebangsaan di dalam Lapas.

Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, menyampaikan bahwa keikutsertaan napiter dalam upacara tersebut merupakan bagian dari upaya deradikalisasi dan pembinaan ideologi kebangsaan

“Kegiatan ini menunjukkan adanya perubahan sikap dan komitmen warga binaan, termasuk napiter, untuk mengakui dan mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berlandaskan Pancasila,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa semangat nasionalisme tidak boleh luntur meskipun berada dalam masa pembinaan.

“Kami terus mendorong seluruh warga binaan agar aktif menjaga keamanan dan ketertiban di dalam Lapas serta mengikuti seluruh program pembinaan kepribadian dan kemandirian,” ucap Berthoni.

Upacara berlangsung dengan khidmat dan tertib, mencerminkan tingginya semangat para peserta, termasuk para napiter yang menunjukkan dedikasi meskipun telah memasuki usia lanjut.

Melalui kegiatan ini, Lapas Indramayu menegaskan komitmennya dalam membina warga binaan secara menyeluruh, tidak hanya secara hukum, tetapi juga ideologi, moral, dan kebangsaan, sebagai bekal reintegrasi sosial di masa mendatang.
Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet

30.1.26 , ,


Jurnalpelita - Indramayu – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu terus berupaya memperkuat kemandirian warga binaan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Pada Kamis (29/01/2026), jajaran Lapas Indramayu melaksanakan kunjungan koordinasi ke PLN Nusantara Power UP Indramayu guna menjajaki pemanfaatan material Fly Ash – Bottom Ash (FABA) sebagai bahan baku produktif.

Kegiatan koordinasi dan peninjauan langsung ke area  PLN Nusantara Power UP Indramayu ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni. Kedatangan Lapas Indramayu disambut hangat dan diterima langsung oleh pihak manajemen PLN Nusantara Power UP Indramayu Indramayu, yakni Bapak Fuad Arifin selaku Senior Manager dan Bapak Agus Kurniawan selaku Manajer Business Support.Langkah ini diambil sebagai implementasi nyata dukungan penuh terhadap 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam hal pemberdayaan warga binaan melalui kegiatan kerja yang produktif.

​"Fokus utama kami adalah pemberdayaan warga binaan melalui kegiatan kerja yang produktif sehingga dapat menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat. Melalui kerja sama dengan PLN Nusantara Power UP Indramayu, kami berharap material FABA ini dapat menjadi sarana pelatihan sekaligus sarana produksi bagi warga binaan," jelas Berthoni

FABA, yang merupakan sisa pembakaran batu bara, memiliki potensi besar untuk diolah menjadi berbagai material konstruksi seperti paving block, batako, hingga bahan bangunan lainnya. Dalam kunjungan tersebut, tim dari Lapas Indramayu melihat langsung proses pengelolaan limbah di PLN Nusantara Power UP Indramayu guna memastikan aspek teknis dan standar kualitas yang diperlukan.

​Diskusi antara pihak Lapas dan manajemen PLN Nusantara Power UP Indramayu berlangsung hangat. Keduanya membahas peluang kerja sama berkelanjutan, mulai dari dukungan bahan baku hingga pendampingan teknis bagi para warga binaan.

Selain aspek ekonomi, langkah ini juga sejalan dengan UU RI Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan dan upaya revitalisasi penyelenggaraan pemasyarakatan. Dengan mengoptimalkan sinergi bersama mitra strategis seperti PLN Nusantara Power UP Indramayu, Lapas Indramayu berharap dapat menciptakan ekosistem pembinaan yang mandiri dan bermanfaat bagi masyarakat luas setelah para warga binaan bebas nantinya.

Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Humas Lapas Indramayu

28.1.26 ,


Jurnalpelita - IndramayuDirektur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi (Dirkeswat) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Adhayani Lubis, melaksanakan kunjungan kerja strategis ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu pada Rabu (28/01/2026).Kunjungan ini bertujuan untuk memantau secara langsung kesiapan infrastruktur serta standarisasi layanan perawatan kesehatan dan pengolahan makanan bagi Warga Binaan

​Lapas Indramayu Terima Kunjungan Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi Ditjenpas  2025 dengan menerapkan alur kerja satu arah. Sistem ini dirancang untuk menjamin higienitas maksimal, mulai dari tahap penerimaan bahan, proses pencucian di area steril, hingga ketepatan gramasi porsi makanan yang wajib dipastikan melalui kalibrasi alat timbang secara berkala. 

​Sektor kesehatan juga menjadi perhatian serius dalam peninjauan ini. Dalam kesempatan tersebut, Ibu Direktur mendorong akselerasi kepesertaan BPJS Kesehatan bagi seluruh warga binaan agar mereka mendapatkan jaminan perlindungan medis yang menyeluruh. Hal ini dibarengi dengan rencana pembangunan loket khusus pembagian obat guna meningkatkan keamanan dan ketertiban petugas dalam memberikan pelayanan kesehatan harian.

​Lebih lanjut, Lapas Indramayu didorong untuk mengimplementasikan Program Pemasyarakatan Sehat secara menyeluruh, yang mencakup : pertama Manajemen Bahan makan yang meastikan kualitas, keberaihan dan pemenuhan gizi. Kedua Standarisasi Kamar Sehat dan kesehatan lingkungan, aturan ini meliputi pembatasan barang pribadi maksimal 6 potong pakaian per orang untuk menjaga sirkulasi udara, serta kewajiban pengecatan dinding kamar menjadi warna putih bersih agar suasana lebih terang dan higienis. Selain itu, pengawasan rutin terhadap sanitasi, saluran air, dan kebersihan seluruh blok hunian menjadi langkah krusial dalam mencegah timbulnya penyakit menular.

​Sebagai penutup, modernisasi sistem administrasi turut diperkuat melalui digitalisasi kompilasi surat-menyurat di bagian Tata Usaha agar pimpinan dapat memantau perkembangan informasi secara transparan dan real-time.  Keberhasilan implementasi standar baru di Lapas Indramayu ini diproyeksikan akan menjadi percontohan bagi Unit Pelaksana Teknis lainnya di seluruh Indonesia dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih modern dan humanis.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi

27.1.26 ,


Jurnalpelita - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan melalui kegiatan Pembelajaran Baca, Tulis, dan Menghitung (Calistung). Kegiatan ini dilaksanakan setiap Hari Senin sampai dengan kamis di Ruang Serbaguna Registrasi dan Bimkemas, dengan melibatkan enam orang warga binaan sebagai peserta.

Kegiatan Calistung ini difasilitasi oleh peserta magang dari Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia sebagai bagian dari program praktik lapangan, sekaligus mendukung peningkatan kemampuan dasar literasi warga binaan. 

Metode pembelajaran dilakukan secara bertahap melalui latihan, tanya jawab, serta pendampingan individual agar peserta dapat memahami materi dengan optimal.

Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, peningkatan kemampuan literasi merupakan salah satu fondasi penting dalam pembinaan kepribadian warga binaan.

“Kami berkomitmen untuk terus memberikan pembinaan yang menyentuh kebutuhan dasar warga binaan, salah satunya melalui program Calistung ini. Dengan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung yang lebih baik, mereka diharapkan dapat lebih siap menghadapi kehidupan setelah bebas nanti,” ujar Berthoni.

Selama kegiatan berlangsung, pengawasan dilakukan oleh Muhammad Ayat, petugas dari Sub Seksi Registrasi dan Bimkemas, guna memastikan keamanan, ketertiban, serta kelancaran proses pembelajaran. Kegiatan berjalan tertib, kondusif, dan mendapat respons positif dari para peserta.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Indramayu berharap dapat terus mendorong peningkatan kualitas pembinaan, khususnya dalam aspek literasi dasar, sebagai bagian dari upaya membentuk warga binaan yang lebih mandiri dan berdaya saing.


Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

22.1.26 ,

Jurnalpelita
 - Indramayu – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu menggelar kegiatan assessment pembentukan Tim Kerja Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) tahun 2026, Kamis (22/01/2026).

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni administratif, melainkan sebuah proses seleksi ketat untuk menyaring personel yang akan menjadi motor penggerak perubahan (agent of change). peserta yang terdiri dari Pejabat Struktural, Pegawai, hingga CPNS mengikuti rangkaian evaluasi kompetensi.

Dalam arahannya, Topa Maulana Selaku Ketua Tim ZI Lapas Indramayu menegaskan bahwa assessment ini bertujuan untuk memetakan kemampuan pegawai berdasarkan 6 area perubahan. "Kita tidak hanya mencari mereka yang cerdas secara teknis, tetapi yang memiliki integritas tanpa kompromi. Tim ini akan menjadi wajah baru pelayanan Lapas Indramayu yang bersih dari pungli dan gratifikasi," ujarnya Topa.

Peserta diuji mengenai pemahaman mereka terhadap strategi peningkatan kualitas pelayanan publik dan penguatan pengawasan. Keterlibatan CPNS dalam assessment ini sebagai upaya pimpinan untuk menyuntikkan inovasi dan semangat modernisasi dalam birokrasi Lapas.

Melalui hasil assessment yang transparan ini, akan terbentuk tim kerja yang solid dan akuntabel. Hal ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat pencapaian predikat WBK, sekaligus membuktikan komitmen Lapas Indramayu dalam menghadirkan pelayanan yang PRIMA (Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel) bagi masyarakat dan warga binaan.

Acara ditutup dengan komitmen bersama seluruh jajaran untuk mendukung siapapun yang terpilih dalam tim kerja, demi satu tujuan: mewujudkan Lapas Kelas IIB Indramayu yang berintegritas tinggi di tahun 2026.


Pena
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

21.1.26 ,

Jurnalpelita
 - Sebagai bagian dari pembinaan kepribadian dan penguatan nilai spiritual bagi petugas serta warga binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Rabu (21/01/2026).


Kegiatan yang digelar di lingkungan Lapas Kelas IIB Indramayu ini diikuti dengan antusias oleh seluruh peserta. Peringatan Isra Mi’raj menjadi momentum untuk mengingat kembali peristiwa besar dalam sejarah Islam, sekaligus memperdalam pemahaman tentang pentingnya shalat lima waktu sebagai perintah langsung dari Allah SWT kepada Rasulullah.

Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj bukan sekadar seremonial, tetapi harus menjadi pengingat untuk memperbaiki kualitas ibadah dan perilaku sehari-hari.

“Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, kami berharap seluruh petugas dan warga binaan dapat semakin memperkuat keimanan, meningkatkan kedisiplinan dalam melaksanakan shalat lima waktu, serta menjadikannya sebagai pondasi dalam membentuk karakter yang lebih baik,” ujar Berthoni.

Ia menegaskan bahwa pembinaan spiritual merupakan bagian penting dari program pembinaan kepribadian yang dilaksanakan secara berkelanjutan di Lapas Indramayu. Menurutnya, kedisiplinan beribadah mampu menumbuhkan pengendalian diri, tanggung jawab, dan sikap positif dalam kehidupan bermasyarakat.

Kegiatan tersebut diisi dengan tausiyah oleh Drs. H. Zaenal Mahmud, M.Pd., dari Kementerian Agama Kabupaten Indramayu. Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan peringatan Isra Mi’raj sebagai momentum muhasabah diri dan memperbaiki kualitas iman serta amal.

“Isra Mi’raj hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan ketakwaan, dan menjadikan shalat sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Indramayu berharap seluruh peserta dapat mengambil hikmah dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dengan menjaga dan melaksanakan shalat lima waktu secara disiplin dan penuh kesadaran sebagai wujud ketaatan kepada Allah SWT.


Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

16.1.26 ,


                                                                                              Indramayu - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu melaksanakan kegiatan Panen Raya Serentak Program Ketahanan Pangan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan bertempat di Area Hortikultura Lapas Kelas IIB Indramayu, Kamis (15/01/26).                                                                      
                                                                                             Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto memimpin panen raya ikan Nila, padi dan menebar bibit ikan lele di Sarana Edukasi dan Asimilasi (SAE) Lapas Kelas I Cirebon, Jawa Barat (Jabar). Ketahanan Pangan menjadi salah satu upaya Kementerian Imipas dalam implementasi 15 Aksi Program Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (IMIPAS) dengan menanamkan modal kemandirian para wargabinaan, dengan membuka wawasan tentang ilmu pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan. 

Program yang dicanangkan Menteri Agus ini juga menjadi wujud dukungan terhadap cita-cita swasembada pangan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia
                                                  
Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni “Panen Raya Serentak ini merupakan implementasi dari 15 Aksi Program IMIPAS yang menekankan pembinaan kemandirian warga binaan. Melalui kegiatan pertanian dan hortikultura, kami membekali warga binaan dengan keterampilan kerja yang produktif sekaligus mendukung ketahanan pangan,” ujar Berthoni.
                                                                                                      Hasil panen yang diperoleh dalam kegiatan ini meliputi berbagai komoditas pertanian, dan perkebunan baik yang berada di dalam Lapas maulun diArea Luar Lapas. Hasil yang dipanen antara lain terong 15 kilogram, tomat 20 kilogram, kacang tanah 20 kilogram, pare 5 kilogram, selada hidroponik 20 kilogram, pakcoy hidroponik 20 kilogram, kangkung 20 kilogram, kembang kol 50 kilogram, sawi 20 kilogram, serta pepaya 50 kilogram.
                                                                                              
Seluruh hasil penjualan panen raya di Lapas Indramayu disalurkan sebagai bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. 

Seluruh rangkaian kegiatan Panen Raya Serentak ini memberikan manfaat nyata dalam mendukung ketahanan pangan dan mewujudkan pemayarakatan pasti bermanfaat untuk Masyarakat.


Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

16.1.26 , ,

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu melaksanakan penjualan perdana produk hidroponik hasil pembinaan kemandirian warga binaan ke Yogya Toserba Indramayu, Kamis (15/1/2026). 

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program Ketahanan Pangan yang sejalan dengan salah satu dari 15 Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendorong pembinaan produktif dan berdaya guna bagi warga binaan.

Produk yang dipasarkan pada penjualan perdana tersebut berupa hasil panen hidroponik jenis selada dan pokcoy, masing-masing sebanyak 10 kilogram. Panen ini merupakan hasil dari program pertanian hidroponik yang dikelola oleh warga binaan melalui pemanfaatan lahan pembinaan kemandirian di dalam lingkungan Lapas.

Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada hasil ekonomi, tetapi juga memiliki nilai pembinaan, sosial, dan kemanusiaan.

“Penjualan perdana produk hidroponik ini merupakan wujud nyata pembinaan kemandirian warga binaan yang sejalan dengan 15 Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan, peningkatan keterampilan, serta penguatan kemitraan dengan dunia usaha,” ujar Berthoni.

Penyerahan hasil panen dilakukan secara langsung oleh Kepala Subsi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIB Indramayu, Apudin, kepada pihak Yogya Toserba Indramayu sebagai mitra pemasaran. Kerja sama ini diharapkan menjadi awal dari kemitraan berkelanjutan dalam memperluas akses pasar hasil pembinaan kemandirian warga binaan.

Menurut Berthoni, kolaborasi dengan pihak swasta merupakan bagian dari strategi pembinaan yang ditekankan dalam 15 Aksi Menteri Imipas, yakni membangun jejaring dan membuka peluang agar hasil karya warga binaan dapat diterima oleh masyarakat luas.

“Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut, sehingga program pembinaan kemandirian benar-benar memberikan bekal nyata bagi warga binaan saat kembali ke tengah masyarakat,” tutupnya.


Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget