Berita Tentang "Lapas"
CLOSE ADS
CLOSE ADS



Jurnalpelita - INDRAMAYU – Menjaga kesucian bulan Ramadhan dengan semangat pembinaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu menggelar razia penggeledahan blok hunian sekaligus tes urine bagi pegawai dan warga binaan (24/02/2026).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Kamtib), Topa Maulana, bersama Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP), Kasubsi Keamanan, serta jajaran staf terkait. Langkah ini merupakan tindak lanjut langsung atas arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan dan Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Barat mengenai peningkatan kewaspadaan selama Bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H.

Implementasi Deteksi Dini dan Mitigasi Risiko Razia dilakukan terhadap kamar hunian dengan metode pemeriksaan yang sistematis dan terukur sesuai dengan Surat Edaran Nomor WP.11-OT.02.02-962026. Petugas memastikan seluruh proses berjalan sesuai Standard Operating Procedure (SOP) dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtib yang tertuang dalam edaran pusat, seperti pelarian, penyelundupan narkotika, hingga penyalahgunaan alat komunikasi ilegal. Dari hasil penggeledahan, petugas mengamankan sejumlah barang terlarang yang berpotensi disalahgunakan untuk kemudian dimusnahkan.

Hasil Tes Urine: 100% Negatif Sebagai bagian dari penguatan integritas petugas dan warga binaan, tim medis melakukan tes urine terhadap 11 orang pegawai dan 36 warga binaan yang dipilih secara acak. Langkah ini merupakan bentuk Zero Tolerance terhadap penyalahgunaan narkoba di lingkungan Lapas.Hasilnya, seluruh peserta—baik pegawai maupun warga binaan—dinyatakan negatif atau nihil dari penyalahgunaan narkoba.

Momentum Refleksi dan Komitmen Integritas Meski dilaksanakan di tengah ibadah puasa, kegiatan berlangsung tertib dan kondusif. Hal ini sejalan dengan arahan untuk menjamin hak warga binaan dalam beribadah namun tetap dalam pengawasan yang ketat. Kasi Kamtib Lapas Indramayu, Topa Maulana, menegaskan bahwa Ramadhan adalah momentum tepat untuk penguatan komitmen integritas. "Sesuai arahan pimpinan, kami melaksanakan deteksi dini secara proaktif. Kami ingin memastikan seluruh proses pembinaan berjalan dalam lingkungan yang aman dan bersih dari narkoba," tegas Topa.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Indramayu kembali mempertegas komitmen Zero HALINAR (Handphone, Pungli, dan Narkoba) serta mendukung penuh pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) sesuai amanat 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet



Jurnalpelita - INDRAMAYU – Prestasi membanggakan ditunjukkan oleh jajaran pegawai Lapas Kelas IIB Indramayu. Sebanyak sepuluh orang pegawai resmi menerima kenaikan pangkat melalui jalur Penyesuaian Ijazah (PI) setelah dinyatakan lulus dalam rangkaian ujian kedinasan yang ketat serta memiliki catatan prestasi dalam pelaksanaan tugas. 

Penyematan tanda pangkat baru ini dilakukan langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Indramayu, Fery Berthoni, dalam upacara resmi yang digelar di lapangan Lapas pada Senin pagi (23/02/2026).

Kenaikan pangkat ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan buah dari upaya para pegawai dalam meningkatkan kualifikasi pendidikan mereka ke jenjang Sarjana (S.H). Sebelum pelantikan ini, ke-10 pegawai tersebut harus melewati tahapan seleksi dan ujian penyesuaian ijazah untuk membuktikan kelayakan kompetensi mereka di level pangkat yang baru.

Perubahan signifikan terlihat pada komposisi pangkat, di mana para pegawai yang sebelumnya berada di golongan II/b (Pengatur Muda Tk.I) dan II/c (Pengatur), kini resmi menyandang pangkat III/a (Penata Muda).

Dalam amanatnya, Kalapas Fery Berthoni memberikan apresiasi khusus bagi para pegawai yang tetap bersemangat menempuh pendidikan di sela-sela kesibukan bertugas.

"Kenaikan pangkat melalui penyesuaian ijazah ini adalah bukti bahwa rekan-rekan memiliki semangat life-long learning. Anda telah melewati tes dan seleksi peningkatan kompetensi Anda. Saya berharap semoga mejadi lebih analitis, solutif, dan profesional sesuai jenjang kepangkatan yang baru," ujar Berthoni.

Berikut adalah daftar 10 pegawai (S.H) yang berhasil menyelesaikan penyesuaian ijazah dan naik pangkat ke golongan III/a:
Riri Suhara, Fazri Alghifari Malasis, Nur Jamilah Afifah, Herfan Yulhamda, Saktian Pristianto, Mohamad Ayat Hidayat, Ryan Taufan Irawan, Fuji Fauzan, Fahmi Herdiyansyah, Nugraha Eka Hardana

Acara yang berlangsung tertib dan khidmat ini dihadiri oleh pejabat struktural, staf, CPNS, serta peserta magang. Dengan pangkat yang baru, ke-10 pegawai ini diharapkan menjadi motor penggerak baru dalam peningkatan kualitas pelayanan publik dan penegakan hukum di lingkungan Lapas Kelas IIB Indramayu.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.

 


Jurnalpelita - INDRAMAYU– Suasana religius menyelimuti Masjid Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu pada Rabu malam (18/02/2026). Warga Binaan bersama jajaran petugas melaksanakan Shalat Tarawih berjamaah perdana sebagai tanda dimulainya ibadah di Bulan Suci Ramadhan 1447 H.

 
‎Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni beserta seluruh Pejabat Struktural, Staf, dan CPNS. Kehadiran jajaran petugas di tengah-tengah warga binaan ini tidak hanya untuk pengawasan, tetapi juga sebagai bentuk dukungan moral dan penguatan spiritual bersama.
‎Dalam sambutannya sebelum sholat dimulai, Fery Berthoni mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan momentum Ramadhan ini sebagai sarana memperbaiki diri.
 
‎"Ramadhan adalah kesempatan emas untuk menyucikan hati. Kami ingin memastikan bahwa pembinaan kepribadian di sini berjalan maksimal, sehingga warga binaan memiliki mental yang kuat dan menjadi pribadi yang lebih baik saat bebas nanti," ujar Berthoni.
 
‎Selain pelaksanaan shalat, pihak Lapas juga telah menyusun rangkaian program tadarus Al-Qur'an dan kajian keagamaan selama sebulan penuh. Hal ini merupakan bagian dari komitmen Lapas Indramayu dalam mengimplementasikan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan khususnya pada penguatan pembinaan mental spiritual.
 
‎Pelaksanaan Shalat Tarawih perdana ini berlangsung dengan sangat tertib. Pengamanan ekstra dilakukan oleh Regu Pengamanan dibantu petugas staf guna menjamin kekhusyukan ibadah tetap terjaga di seluruh area Lapas.
 
‎Kegiatan diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan bagi seluruh penghuni Lapas Kelas IIB Indramayu selama menjalani ibadah di bulan suci ini.

Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Humas



Jurnalpelita - INDRAMAYU – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembinaan kepribadian bagi para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Hal ini dibuktikan dengan digelarnya kegiatan pembelajaran membaca Al-Qur'an menggunakan Metode Tasbih, sekaligus penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Yayasan Mutiara Tasbih Al-Qur'an (MATA) Cirebon, Minggu (15/02/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lapas Indramayu ini dihadiri langsung oleh Drs. KH. M. Mashum Hidayatullah, M.M., selaku Ketua Yayasan MATA sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Al-Manah Syekh Djatira, Cirebon. Serta dihadiri oleh Prof. HC. Dr. Rahman Muhammad Agus Tasbih, S.Ag., MM. sebagai pengajar utama. Sebanyak 50 orang perwakilan warga binaan mengikuti pelatihan ini dengan antusias.

Metode Tasbih dipilih karena dikenal sebagai metode yang memudahkan pemula untuk belajar membaca Al-Qur'an secara cepat dan aplikatif. Hal ini dinilai sangat efektif bagi warga binaan, terlepas dari latar belakang pengetahuan agama mereka sebelumnya.

Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemenuhan hak spiritual warga binaan agar mereka memiliki bekal religius yang kuat saat kembali ke masyarakat nanti.

"Kami memandang kegiatan ini sebagai kesempatan emas. Masa pidana tidak seharusnya menjadi waktu yang terbuang sia-sia, melainkan momen untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta," ujar Berthoni.

Berthoni menambahkan bahwa kerja sama dengan pihak eksternal seperti Yayasan MATA sangat krusial untuk menghadirkan tenaga ahli yang kompeten seperti Prof. HC. Dr. Rahman Muhammad Agus Tasbih. Beliau memberikan apresiasi tinggi atas kesediaan yayasan membimbing para warga binaan. 

"Kami sangat mengapresiasi kehadiran Prof. HC. Dr. Rahman Muhammad Agus Tasbih dan dukungan dari Drs. KH. M. Mashum Hidayatullah. Saya berharap metode yang mudah dan cepat ini benar-benar diserap dengan baik, sehingga tidak ada lagi warga binaan yang buta aksara Al-Qur'an," tambahnya.

Acara inti ditandai dengan pemaparan materi secara mendalam oleh Prof. HC. Dr. Rahman Muhammad Agus Tasbih, S.Ag., MM. Dalam sesinya, beliau membimbing warga binaan secara langsung menggunakan teknik cepat Metode Tasbih agar Al-Qur'an lebih mudah dipahami dan dipraktikkan.

Kegiatan kemudian diakhiri dengan penandatanganan perjanjian kerja sama secara resmi antara pihak Lapas Kelas IIB Indramayu dan Yayasan MATA yang diwakili oleh Drs. KH. M. Mashum Hidayatullah, M.M. Melalui kesepakatan ini, program pembelajaran tersebut akan dilakukan secara berkelanjutan dan terstruktur.

Dengan adanya sinergi ini, diharapkan peningkatan keterampilan membaca Al-Qur'an dan penguatan iman dapat menjadi titik balik positif dalam perjalanan hidup warga binaan di Lapas Kelas IIB Indramayu.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Humas



Jurnalpelita - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu menggelar kegiatan Tasyakuran kenaikan pangkat sekaligus tradisi Munggahan yang bertempat di Aula Lapas Indramayu, Sabtu (14/02/2026).

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran pejabat struktural, pegawai, perwakilan warga binaan, hingga anak-anak yatim dari Yayasan Arrahimah Abu Hurairah Indramayu. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kepedulian sosial.

Dalam sambutannya, Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, menyampaikan rasa bangga dan syukurnya atas pencapaian para pegawai yang berhasil lulus dalam Ujian Penyesuaian Kenaikan Pangkat (UPKP). Menurutnya, kenaikan pangkat bukan sekadar perubahan status, melainkan bentuk apresiasi negara atas dedikasi yang tinggi.

"Tasyakuran ini adalah bentuk rasa syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa. Saya berharap kenaikan pangkat ini menjadi lecutan motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus memberikan kinerja terbaik dan pelayanan prima di lingkungan Lapas Indramayu," ujar Berthoni.

Selain tasyakuran, kegiatan diisi dengan tausiyah dari penceramah Kementerian Agama Kabupaten Indramayu sebagai bagian dari tradisi Munggahan. Berthoni menekankan pentingnya persiapan mental dan spiritual bagi seluruh jajaran sebelum memasuki bulan puasa.

"Ramadhan adalah bulan refleksi. Melalui doa bersama ini, kita ingin menciptakan suasana kerja yang lebih harmonis dan meningkatkan solidaritas antarpegawai. Kita ingin menyambut bulan suci dengan hati yang bersih dan semangat pengabdian yang lebih kuat," tambahnya.

Sebagai penutup rangkaian acara, Lapas Indramayu menyalurkan santunan bakti sosial kepada anak-anak dari Yayasan Arrahimah Abu Hurairah. Berthoni menjelaskan bahwa melibatkan masyarakat sekitar, khususnya anak yatim, adalah bagian dari komitmen Lapas untuk terus menanamkan nilai-nilai kemanusiaan.

"Kami ingin keberadaan Lapas Indramayu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Dengan berbagi, kita melatih empati dan memperkuat sisi religiusitas kita sebagai pelayan masyarakat," pungkasnya.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran Lapas Kelas IIB Indramayu dapat menjalankan tugas di bulan Ramadhan dengan penuh integritas, sembari terus menjaga kebersamaan dan kekeluargaan yang telah terjalin.

Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Humas



Jurnalpelita - Dalam rangka memperkuat sinergi dan menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu menggelar kegiatan memancing bersama di Area Perikanan Sarana Asimilasi dan Edukasi "Arumanis" Lapas Indramayu, Jumat (13/02/2026). 

Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Lapas Indramayu, Kodim 0616/Indramayu, Polres Indramayu dan Rekan Media Pokja Lapas Indramayu. Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, menyatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar hiburan semata, melainkan sarana untuk mempererat tali silaturahmi antarinstansi.

"Tujuan dari kegiatan ini yang pertama tentunya meningkatkan silaturahmi, terutama dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah," ujar Berthoni di sela-sela kegiatan.

Lebih lanjut, Fery menekankan pentingnya kolaborasi antara pihak Lapas dengan berbagai mitra strategis. Menurutnya, keberhasilan Lapas dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat tidak lepas dari dukungan penuh TNI, Polri, serta rekan-rekan media.

"Tujuan kedua adalah meningkatkan sinergitas Lapas Kelas IIB Indramayu dengan mitra-mitra, baik rekan media, Polri, TNI, dan pihak-pihak lain yang selama ini telah bekerja sama dan membantu kami dalam melaksanakan pelayanan kepada warga binaan maupun masyarakat luas," tambahnya.

Berbeda dengan perlombaan memancing pada umumnya, acara kali ini dikemas dengan konsep yang sangat santai dan penuh kekeluargaan. Tidak ada trofi atau hadiah mewah yang diperebutkan, karena nilai utama yang ingin dicapai adalah kebersamaan.

"Untuk perlombaan saat ini tidak ada hadiah. Ini hanya sebatas kita bertemu dan melaksanakan silaturahmi. Harapannya tentu dapat ikan sebanyak-banyaknya saja," pungkasnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi demi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif di lingkungan Lapas serta memperluas keterbukaan informasi publik melalui sinergi dengan media.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Humas Lapas



Jurnalpelita - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi warga binaan. Melalui program Jemput Bola Layanan Kesehatan (Jempol YanKes), jajaran Klinik Pratama Lapas Kelas IIB Indramayu secara langsung mendatangi blok hunian untuk memastikan kondisi kesehatan warga binaan tetap terpantau.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (13/02/2026),di Angin-angin Blok A, ini menjadi langkah konkret dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada warga binaan tanpa harus menunggu mereka datang ke klinik.

Tim kesehatan melakukan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari pengecekan tanda-tanda vital, wawancara terkait keluhan yang dirasakan, hingga pemberian obat sesuai indikasi medis. Jika ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, dilakukan observasi lanjutan dan rujukan ke fasilitas kesehatan di luar lapas apabila diperlukan. Kegiatan berlangsung dengan pengawasan jajaran pengamanan dan dalam situasi aman, tertib, serta kondusif.

Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, menegaskan bahwa program Jempol YanKes merupakan bentuk komitmen pemasyarakatan dalam memberikan pelayanan prima, khususnya di bidang kesehatan.

“Kesehatan warga binaan adalah prioritas kami. Melalui program jemput bola ini, kami ingin memastikan setiap warga binaan mendapatkan akses layanan kesehatan secara cepat dan tepat. Deteksi dini sangat penting agar gangguan kesehatan dapat segera ditangani dan tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius,” kata Berthoni.

Ia menambahkan, pelayanan kesehatan yang optimal merupakan bagian dari upaya pembinaan yang humanis dan berkelanjutan. Dengan kondisi kesehatan yang terjaga, proses pembinaan di dalam lapas dapat berjalan lebih efektif.

Ke depan, Lapas Kelas IIB Indramayu akan terus melakukan pemantauan lanjutan terhadap warga binaan yang memiliki keluhan kesehatan serta melaporkan hasil kegiatan kepada pimpinan sebagai bentuk akuntabilitas dan evaluasi program. Melalui inovasi Jempol YanKes, Lapas Indramayu berupaya menghadirkan pelayanan yang responsif, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan warga binaan.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Pokja



Jurnalpelita - Selama bulan suci ramadhan tahun 2026, pelayanan Lapas Kelas IIB Indramayu baik keluarga binaan maupun masyarakat tetap dilaksanakan, di antaranya pelayanan informasi dan kunjungan.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Kepala Lapas Indramayu Fery Berthoni menuturkan, bahwa jadwal kunjungan tetap berlaku namun berbeda dengan hari biasa.

"Hanya saja selama ini kan pelayanan kunjungan dari hari Senin sampai Kamis full untuk kunjungan tatap muka, Namun di bulan suci Ramadan, jenis kunjungan dibagi dua," Tuturnya. Jumat. 13/2/2026.

Ia menuturkan pada jadwal pagi, pelayanan kunjungan dilakukan tatap muka, dan untuk sesi dua yaitu sore, dari jam dua sampai jam empat (14:00 - 16:00), hanya untuk penitipan makanan.

"Tujuannya adalah meskipun keberadaannya masih di dalam, warga binaan dapat merasakan masakan dari keluarganya masing-masing melalui layanan titipan makanan untuk berbuka puasa," Paparnya

Ia menjelaskan bahwa Pelayanan tersebut dilakukan setiap hari Senin sampai dengan Kamis. Sedangkan untuk hari Jumat, Sabtu dan Minggu-nya tidak ada jadwal.

"Untuk hari libur seperti biasa, masih sama." Pungkasnya.


Pena  
 By.
Editor
By.
Aji AP
Foto/Video
By.
Aji AP



Jurnalpelita - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pada Kamis (05/02/2026), Lapas Indramayu melaksanakan kegiatan Jemput Bola Layanan Informasi terkait Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga (CMK), Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Menjelang Bebas (CMB), dan Cuti Bersyarat (CB) kepada Warga Binaan.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendekatkan layanan informasi secara langsung kepada Warga Binaan, sekaligus memastikan terpenuhinya hak-hak mereka sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, menyampaikan bahwa inovasi ini merupakan wujud komitmen jajaran Lapas dalam memberikan pelayanan yang transparan, akuntabel, dan humanis.

“Melalui layanan jemput bola ini, kami ingin memastikan seluruh Warga Binaan memahami hak-haknya, mulai dari syarat, mekanisme, hingga tahapan proses remisi dan program integrasi. Dengan informasi yang jelas, diharapkan tidak ada lagi kesalahpahaman dan proses berjalan lebih tertib,” ujar Berthoni.

Dalam kegiatan tersebut, petugas Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan memberikan penjelasan secara tatap muka, membuka ruang konsultasi langsung, serta menjawab berbagai pertanyaan dari Warga Binaan terkait pengusulan dan prosedur administrasi.

Berthoni menambahkan, inovasi ini tidak hanya meningkatkan pemahaman Warga Binaan, tetapi juga memperkuat kepercayaan terhadap institusi pemasyarakatan. 

“Ke depan, kegiatan ini akan terus kami evaluasi dan kembangkan agar pelayanan pemasyarakatan semakin prima dan berorientasi pada pemenuhan hak asasi,” pungkasnya.

Melalui langkah ini, Lapas Kelas IIB Indramayu menegaskan komitmennya dalam mewujudkan layanan pemasyarakatan yang profesional, transparan, dan berkeadilan.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet




Jurnalpelita - INDRAMAYU – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu resmi memulai langkah strategis dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan melayani. Pada Rabu (04/02), seluruh jajaran Lapas Indramayu melaksanakan Apel Penandatanganan Pakta Integritas dan Komitmen Bersama Pembangunan Zona Integritas (ZI) Tahun 2026 di Lapangan Upacara Lapas Indramayu.

Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni atau pemenuhan dokumen administratif semata. Beliau menekankan bahwa predikat WBK dan WBBM yang merupakan cerminan dari komitmen dalam menghadirkan birokrasi yang bersih dan transparan bagi publik.

"Zona Integritas adalah komitmen kolektif yang menuntut perubahan nyata pada pola pikir dan budaya kerja kita. Tujuan akhirnya bukan sekadar predikat, melainkan bagaimana kita mampu memberikan pelayanan publik yang bersih, cepat, dan berorientasi sepenuhnya pada kepuasan masyarakat," ujar Berthoni dalam amanatnya

Dalam momen tersebut, Kalapas juga memberikan instruksi tegas kepada seluruh pegawai untuk tidak menoleransi segala bentuk pelanggaran integritas. Beberapa poin utama yang ditekankan untuk dijalankan oleh jajaran Lapas Indramayu meliputi:
*Pernyataan Sikap*: Menjalankan tugas secara jujur, profesional, dan transparan sebagai tanggung jawab moral aparatur negara.
*Aksi Nyata*: Menolak segala bentuk korupsi, pungutan liar, dan gratifikasi dalam memberikan pelayanan.

*Sinergi Pengawasan*: Setiap pegawai harus berani berkata tidak pada penyimpangan dan saling mengingatkan dalam koridor aturan.
*Fungsi Humanis*: Menghadirkan lingkungan lapas yang aman dan tertib sekaligus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat maupun warga binaan.

Prosesi penandatanganan dilakukan oleh Kepala Lapas bersama jajaran Pejabat Eselon 4 dan 5, yang kemudian diikuti oleh seluruh pegawai, CPNS. Hal ini menandakan bahwa semangat untuk meningkatkan kualitas pelayanan melalui pembangunan Zona Integritas merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tanggung jawab pimpinan.

Melalui komitmen ini, Lapas Indramayu mengajak seluruh pegawainya untuk bersatu dan bergerak menjaga integritas guna mewujudkan satuan kerja yang terpercaya dan memberikan pelayanan prima bagi masyarakat.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi



Jurnalpelita - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu melaksanakan Upacara Kesadaran Berbangsa dan Bernegara pada Senin (2/2/2026) di Lapangan Lapas Indramayu. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh warga binaan, termasuk dua orang narapidana tindak pidana terorisme (napiter).

Menariknya, dua napiter masing-masing berinisial S (61) dan U (53) turut dilibatkan sebagai petugas pengibar bendera Merah Putih. Keterlibatan mereka menjadi simbol nyata proses pembinaan kepribadian dan penguatan nilai-nilai kebangsaan di dalam Lapas.

Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, menyampaikan bahwa keikutsertaan napiter dalam upacara tersebut merupakan bagian dari upaya deradikalisasi dan pembinaan ideologi kebangsaan

“Kegiatan ini menunjukkan adanya perubahan sikap dan komitmen warga binaan, termasuk napiter, untuk mengakui dan mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berlandaskan Pancasila,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa semangat nasionalisme tidak boleh luntur meskipun berada dalam masa pembinaan.

“Kami terus mendorong seluruh warga binaan agar aktif menjaga keamanan dan ketertiban di dalam Lapas serta mengikuti seluruh program pembinaan kepribadian dan kemandirian,” ucap Berthoni.

Upacara berlangsung dengan khidmat dan tertib, mencerminkan tingginya semangat para peserta, termasuk para napiter yang menunjukkan dedikasi meskipun telah memasuki usia lanjut.

Melalui kegiatan ini, Lapas Indramayu menegaskan komitmennya dalam membina warga binaan secara menyeluruh, tidak hanya secara hukum, tetapi juga ideologi, moral, dan kebangsaan, sebagai bekal reintegrasi sosial di masa mendatang.
Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet



Jurnalpelita - Indramayu – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu terus berupaya memperkuat kemandirian warga binaan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Pada Kamis (29/01/2026), jajaran Lapas Indramayu melaksanakan kunjungan koordinasi ke PLN Nusantara Power UP Indramayu guna menjajaki pemanfaatan material Fly Ash – Bottom Ash (FABA) sebagai bahan baku produktif.

Kegiatan koordinasi dan peninjauan langsung ke area  PLN Nusantara Power UP Indramayu ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni. Kedatangan Lapas Indramayu disambut hangat dan diterima langsung oleh pihak manajemen PLN Nusantara Power UP Indramayu Indramayu, yakni Bapak Fuad Arifin selaku Senior Manager dan Bapak Agus Kurniawan selaku Manajer Business Support.Langkah ini diambil sebagai implementasi nyata dukungan penuh terhadap 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam hal pemberdayaan warga binaan melalui kegiatan kerja yang produktif.

​"Fokus utama kami adalah pemberdayaan warga binaan melalui kegiatan kerja yang produktif sehingga dapat menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat. Melalui kerja sama dengan PLN Nusantara Power UP Indramayu, kami berharap material FABA ini dapat menjadi sarana pelatihan sekaligus sarana produksi bagi warga binaan," jelas Berthoni

FABA, yang merupakan sisa pembakaran batu bara, memiliki potensi besar untuk diolah menjadi berbagai material konstruksi seperti paving block, batako, hingga bahan bangunan lainnya. Dalam kunjungan tersebut, tim dari Lapas Indramayu melihat langsung proses pengelolaan limbah di PLN Nusantara Power UP Indramayu guna memastikan aspek teknis dan standar kualitas yang diperlukan.

​Diskusi antara pihak Lapas dan manajemen PLN Nusantara Power UP Indramayu berlangsung hangat. Keduanya membahas peluang kerja sama berkelanjutan, mulai dari dukungan bahan baku hingga pendampingan teknis bagi para warga binaan.

Selain aspek ekonomi, langkah ini juga sejalan dengan UU RI Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan dan upaya revitalisasi penyelenggaraan pemasyarakatan. Dengan mengoptimalkan sinergi bersama mitra strategis seperti PLN Nusantara Power UP Indramayu, Lapas Indramayu berharap dapat menciptakan ekosistem pembinaan yang mandiri dan bermanfaat bagi masyarakat luas setelah para warga binaan bebas nantinya.

Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Humas Lapas Indramayu

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget