Berita Tentang "Indramayu"
CLOSE ADS
CLOSE ADS




Jurnalpelita - INDRAMAYU — Fraksi PKS-Perindo DPRD Kabupaten Indramayu secara resmi menyampaikannya laporan kegiatan Reses Masa Persidangan II Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Indramayu, Senin (20/7/2026).

Laporan tersebut memuat berbagai aspirasi krusial masyarakat yang merangkup sektor pertanian, perekonomian, infrastruktur, hingga isu keagamaan.

​Ketua Fraksi PKS-Perindo DPRD Indramayu, H. Ruswa, M.Pd.I., didampingi Sekretaris Fraksi H. Rudin, menegaskan bahwa pembangunan Kabupaten Indramayu pada semester II tahun 2026 harus difokuskan pada penguatan kualitas belanja daerah, peningkatan pelayanan dasar, serta percepatan kesejahteraan masyarakat pesisir dan pertanian.

Antisipasi El Nino dan Perlindungan Lahan Pangan

​Menyikapi prediksi Badan Meteorologi, Klimatologil, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi fenomena El Nino dan musim kemarau yang lebih kering pada paruh kedua tahun 2026, Fraksi PKS-Perindo mendesak Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk melakukan langkah antisipatif secara cepat dan terintegrasi.

​Masyarakat di berbagai wilayah, termasuk Kecamatan Gantar dan Anjatan, menyuarakan kekhawatiran atas potensi gagal panen akibat ketersediaan air irigasi yang menyusut serta ancaman krisis air bersih.

​"Guna menjaga keberlanjutan Indramayu sebagai lumbung pangan nasional, kami mendorong perluasan program penanganan lahan tadah hujan, normalisasi saluran irigasi, penambahan sumur air bersih, serta pembagian pompa air kapasitas 6 inci bagi kelompok tani," ujar H. Ruswa saat diwawancarai usai membacakan laporan.

​Selain itu, masyarakat mengusulkan pengadaan benih padi varietas genjah yang adaptif kekeringan, peningkatan ketersediaan pupuk organik, perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), serta pembangunan siphon yang menghubungkan Sungai Ciburial dan Sungai Cilalanang guna mengoptimalkan distribusi air irigasi.

Dorong Investasi Industri dan Revitalisasi Pasar

​Di bidang perekonomian, Fraksi PKS-Perindo menggarisbawahi pentingnya penguatan ekosistem perikanan tangkap bagi nelayan. Selain itu, muncul dorongan kuat dari warga untuk peningkatan investasi industri, khususnya pengembangan pabrik sepatu di wilayah Indramayu Barat guna menyerap tenaga kerja lokal.

"​Aspirasi lain yang menjadi perhatian adalah peningkatan pelatihan keterampilan kerja melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) serta percepatan proses revitalisasi atau relokasi Pasar Patrol secara terencana dan partisipatif demi kenyamanan pedagang dan pembeli," Tegasnya

Pemerataan Infrastruktur dan Keamanan

​Terkait pembangunan fisik, fraksi menekankan pentingnya percepatan perbaikan jalan lingkungan dan jalan poros desa, terutama di Kecamatan Gantar, serta peningkatan akses jalan menuju kawasan Titik Nol Indramayu Barat.

​Untuk meminimalisasi risiko banjir dan mendukung aktivitas warga, Pemkab Indramayu beserta pihak terkait diminta segera menindaklanjuti revitalisasi Sungai Limpas di Kecamatan Patrol melalui normalisasi dan penataan pengerukan pengerukan sempadan sungai. "Pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) dan peningkatan patroli keamanan juga diusulkan untuk menjaga ketertiban lingkungan," Tambahnya.

Usulan Tunjangan Guru Ngaji dan Ketegasan Isu Keagamaan

​Menyokong aspek religius dalam visi Indramayu Reang, Fraksi PKS-Perindo secara khusus mengusulkan alokasi anggaran daerah untuk tunjangan guru ngaji Al-Qur'an serta imam masjid dan musholla.

​"Guru ngaji dan imam masjid adalah ujung tombak pembinaan moral dan keagamaan hingga ke pelosok desa. Sudah saatnya pemerintah daerah memberikan perhatian nyata terhadap kesejahteraan mereka," tegas H. Ruswa.

​Di samping itu, Fraksi PKS-Perindo juga meminta Pemkab Indramayu bergerak cepat merespons keresahan warga terkait munculnya dugaan aliran sesat di Kecamatan Kroya.

"Pemkab diharapkan segera berkolaborasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kementerian Agama, dan ormas Islam untuk melakukan pembinaan, edukasi, serta klarifikasi guna menjaga kerukunan dan kondusivitas daerah," Pungkasnya.



Pena  
 By.
Aji AP
Editor
By.
Aji AP
Foto/Video
By.
Aji AP



Jurnalpelita - Indramayu — Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Darma Ayu kembali menjadi sorotan tajam. Kinerja manajemen BUMD tersebut dinilai makin memprihatinkan lantaran tingginya tarif air yang tidak sebanding dengan kualitas pelayanan yang diterima oleh masyarakat.

​Sorotan keras datang dari legislator DPRD Kabupaten Indramayu, Anggi Noviah, usai Rapat Paripurna. Dalam keterangannya kepada awak media, Anggi mengungkapkan bahwa kebobrokan PDAM saat ini sudah menjadi agenda dan perhatian serius lintas fraksi di DPRD, termasuk PDI Perjuangan dan Golkar.

"Hampir tiga fraksi menyatakan bahwa air PDAM keruh dan tarifnya mahal. Kinerja Direktur PDAM hari ini sudah menjadi sorotan khusus. Harusnya sadar diri untuk membenahi, bukan malah membuat pelayanan makin buruk," tegas Anggi.

Menurutnya bahwa ​Kondisi di lapangan menunjukkan dampak sosial yang kian parah. Dalam hal ini Anggi membeberkan aduan masyarakat yang dinilainya sangat menyayat hati, di mana seorang tukang ojek sampai nekat menggadai sepeda motornya hanya agar mampu membayar tunggakan air PDAM yang melonjak tinggi.

"​Tak hanya soal keluhan air keruh, ditemukan pula dugaan ketidaksesuaian antara angka meteran fisik dengan tagihan elektronik konsumen. Hal ini menimbulkan kecurigaan adanya kelebihan pembayaran yang merugikan ratusan ribu pelanggan," Cetusnya.

​Terkait langkah konkrit perbaikan, Anggi juga telah mengusulkan pembentukan Pansus atau penggunaan Hak Angket untuk menyelidiki secara menyeluruh tata kelola BUMD tersebut mulai dari manajemen produksi, penetapan tarif, hingga transparansi anggaran pengadaan bahan kimia.

​Namun, langkah pembentukan Pansus tersebut terganjal oleh sikap pimpinan DPRD yang dinilai enggan merespons surat usulan fraksi.

"Saya tidak mengerti kenapa Ketua DPRD ini lagi dalam kondisi 'cacat', buta dan tuli. Banyak masukan anggota, bahkan dari Fraksi Golkar sendiri sudah kirim surat minta Pansus, tapi kenapa tidak pernah dibacakan di Paripurna? Ada kemesraan apa yang terjalin antara Ketua DPRD dengan Direktur PDAM?" cecar Anggi.

​Melalui penggunaan Hak Angket selama 60 hari kerja, Anggi berharap dapat melibatkan Aparat Penegak Hukum (APH) guna melakukan inspeksi mendadak (sidak) serta memeriksa seluruh dokumen keuangan dan kemitraan pihak ketiga di PDAM.

"​Saya mendesak agar Pimpinan Dewan segera menindaklanjuti aspirasi masyarakat ini dan tidak lagi "tutup mata" terhadap jeritan warga Indramayu," Pungkasnya.


Pena  
 By.
Adam P
Editor
By.
Adam P
Foto/Video
By.
Adam P


Jurnalpelita - INDRAMAYU – Dinamika politik di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indramayu mendadak memanas. Persoalan pelayanan dan tata kelola Perumdam Tirta Darma Ayu (PDAM) dinilai sudah memasuki fase kronis.

​Merespons hal itu, Anggota Komisi III DPRD Indramayu dari Fraksi PDI Perjuangan, Anggi Noviah, mengambil langkah berani dengan mendorong penggunaan Hak Angket. Menurutnya, karut-marut di tubuh perusahaan daerah tersebut sudah tidak bisa lagi diselesaikan hanya di tingkat Panitia Khusus (Pansus).

​Pernyataan bersuara lantang ini meluncur usai rapat paripurna pada Jumat, 17 Juli 2026 lalu. Langkah Anggi ini sekaligus menjadi arah baru di tengah ketegangan politik DPRD Indramayu, setelah sebelumnya Sekretaris Partai Golkar, Romdoni, mengancam akan melaporkan Ketua DPRD Hj. Nurhayati ke Badan Kehormatan (BK) terkait kejelasan Pansus PDAM.

​"Banyak masalah di tubuh PDAM yang saya rasa kondisinya sudah sangat kronis. Ini layaknya bukan lagi di level pansus, tapi sudah harus Hak Angket! Karena dengan hak angket, kita bisa menggandeng aparat penegak hukum (APH) secara langsung dalam proses penyelidikannya," tegas Anggi dengan nada tinggi.


​Cukup 5 Anggota Dewan untuk "Bongkar" PDAM

​Politisi perempuan yang terpilih dua periode dari Daerah Pemilihan (Dapil) 4—meliputi Kecamatan Losarang, Lelea, Terisi, dan Cikedung—ini menjelaskan bahwa syarat formil pengajuan hak angket sebenarnya sangat mudah.

​"Untuk menggolkan hak angket ini, setidaknya cukup lima orang pengusul dari anggota DPRD dan minimal berasal lebih dari satu fraksi. Ini sangat sah secara regulasi," ungkapnya.

​Anggi juga memperingatkan bahwa daya dobrak hak angket jauh lebih mengerikan dibanding pansus biasa. Ruang lingkupnya tidak sekadar melahirkan rekomendasi di atas kertas, melainkan bisa bermuara pada sanksi hukum hingga pemecatan pejabat strategis jika ditemukan pelanggaran berat.

​"Hati-hati jika ada pengadaan yang di-mark up atau tidak sesuai spesifikasi! Kita bisa panggil paksa pihak ketiga yang menjadi mitra PDAM. Karena statusnya sudah penyelidikan, semua dokumen penggunaan anggaran dan tata kelola PDAM Indramayu pasti akan kena sidak. Nasib Direktur Utama bisa di ujung tanduk kalau terbukti ada penyimpangan," cecar Anggi.


​Rakyat Mendukung: "Jangan Hanya Jadi Wacana Politik!"

​Gelombang dorongan dari parlemen ini langsung mendapat respons luar biasa dan dukungan penuh dari masyarakat Indramayu yang selama ini menjadi korban buruknya pelayanan air bersih.

​Salah seorang tokoh masyarakat setempat mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam terhadap kinerja PDAM selama ini.

​"Sudah lama kami resah. Air sering macet total, kualitasnya keruh dan tidak layak, tapi anehnya tarif tetap jalan terus bahkan naik. Kalau memang ada kebusukan dan penyimpangan di dalam, buka terang-terangan! Kami dukung hak angket ini," cetusnya.


​Warga lainnya juga mendesak agar DPRD tidak main-main dan menjadikan isu ini sebagai panggung komoditas politik semata.

"Hak angket itu penting supaya tidak hanya jadi wacana atau gertakan sambal. Kalau ada korupsi atau mark up proyek pengadaan, masyarakat berhak tahu. Jangan sampai anak cucu kita terus menanggung beban akibat tata kelola yang bobrok," kata warga dengan nada geram.

​Secara garis besar, publik menilai Hak Angket adalah senjata pamungkas untuk:

Mengusut tuntas dugaan korupsi dan kongkalikong di internal PDAM.

Mengevaluasi tarif air agar rasional dan sesuai dengan kualitas pelayanan lapangan.

Membongkar transparansi penggunaan anggaran daerah.

Melibatkan APH (Polisi/Kejaksaan) agar hasil penyelidikan punya taring hukum yang nyata.


​Kini, bola panas berada di tangan para wakil rakyat di Gedung DPRD Indramayu. Akankah lima anggota dewan yang bernyali segera berkumpul demi memuluskan Hak Angket ini, ataukah jeritan rakyat soal air bersih kembali menguap di tengah lobi-lobi politik? Publik menunggu pembuktiannya.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi


Jurnalpelita - Indramayu – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu melaksanakan kegiatan pembukaan Pekan Olahraga dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026, Sabtu (18/07/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran petugas serta warga binaan pemasyarakatan dengan penuh antusias dan semangat kebersamaan.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan upacara pembukaan yang berlangsung khidmat. Setelah itu, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan seremoni pembukaan Pekan Olahraga yang ditandai dengan penyampaian sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni.

Dalam sambutannya, Kalapas Kelas IIB Indramayu Fery Berthoni menyampaikan bahwa kegiatan olahraga menjadi salah satu bentuk pembinaan yang bertujuan membangun karakter positif bagi warga binaan sekaligus mempererat hubungan antara petugas dan warga binaan.

“Melalui kegiatan Pekan Olahraga ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai sportivitas, disiplin, kerja sama, dan rasa kebersamaan. Momentum peringatan kemerdekaan ini menjadi kesempatan bagi seluruh warga lapas untuk bersama-sama menciptakan suasana yang harmonis dan penuh semangat persaudaraan,” tutur Berthoni.

Usai seremoni pembukaan, pertandingan perdana cabang olahraga futsal langsung digelar dengan mempertemukan tim petugas melawan tim warga binaan. Pertandingan berlangsung meriah, sportif, dan penuh semangat, mencerminkan nilai kebersamaan serta hubungan yang harmonis antara petugas dan warga binaan.

Pekan Olahraga dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-81 Tahun 2026 ini akan menghadirkan berbagai perlombaan olahraga yang melibatkan petugas dan warga binaan. Selain menjadi ajang memeriahkan hari kemerdekaan, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat solidaritas, meningkatkan kesehatan, serta menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang kondusif dan penuh kebersamaan.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi


Jurnalpelita - INDRAMAYU – Komisi 1 DPRD Kabupaten Indramayu menerima audiensi dari pihak keluarga warga Desa Sudimampir Lor yang meninggal dunia saat bekerja di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Pertemuan tersebut bertujuan untuk memfasilitasi pihak keluarga dalam menuntut hak-hak almarhum, termasuk santunan kematian dan jaminan bagi anak-anak korban yang masih kecil. Jumat, 17/7/2026.

Saat ditemui di ruang kerjanya, ​Ketua Komisi 1 DPRD Indramayu Endang Effendi, mengungkapkan bahwa almarhum diketahui baru bekerja selama kurang lebih dua bulan di wilayah tersebut sebelum dilaporkan meninggal dunia. Hingga saat ini, pihak keluarga belum mengetahui secara pasti penyebab penyakit yang diderita almarhum.

​Menanggapi tuntutan keluarga terkait pemenuhan hak-hak korban, Komisi 1 DPRD Indramayu menegaskan akan mengawal proses ini agar mendapatkan penyelesaian yang berkeadilan. Namun, mengingat lokasi perusahaan berada di luar daerah, DPRD meminta Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Indramayu untuk proaktif memimpin komunikasi.

​"Kalau kami langsung ke sana ke perusahaan yang berada di luar daerah, tentu terbentur kewenangan. Maka, jalan satu-satunya adalah mendorong Disnaker Indramayu untuk terus menjalin komunikasi dan koordinasi intensif dengan Disnaker yang ada di Kolaka," jelasnya kepada wartawan seusai audiensi.

Dalam hal ini, ​Pihak DPRD juga mengapresiasi iktikad baik dari perusahaan tempat almarhum bekerja. Berdasarkan berkas yang ada, pihak perusahaan dinilai bertanggung jawab karena telah mengeluarkan biaya pemulangan jenazah hingga mencapai Rp31 juta, yang mencakup biaya pesawat, rumah sakit, hingga pendamping jenazah ke Indramayu.

​Kendati biaya pemulangan telah ditanggung oleh pihak perusahaan, Effendi memahami kekhawatiran pihak keluarga mengenai keberlangsungan hidup anak-anak korban yang masih kecil. Untuk itu, Effendi mengaku telah menyampaikan langsung kepada Kepala Disnaker agar berkoordinasi dengan Bupati Indramayu demi mengupayakan bantuan tambahan.

​"Saya sudah sampaikan kepada Ibu Kadis, tolong bicarakan hal ini dengan Bupati atau pihak terkait. Kita harapkan ada sumbangsih atau kepedulian nyata dari pemerintah daerah untuk membantu meringankan beban keluarga korban," pungkasnya.


Pena  
 By.
Adam P
Editor
By.
Adam P
Foto/Video
By.
Adam P



Jurnalpelita - INDRAMAYU – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu menegaskan komitmennya untuk mengawal dan mengupayakan pemenuhan hak-hak seorang warga asal Desa Sudimampir Lor yang dilaporkan meninggal dunia saat bekerja di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Usia melakukan audiensi dengan perwakilan korban dan Anggota Kimisi I DPRD Indramayu Endang Ismiyati Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Indramayu pada Jumat, 17/7/2026 ​menyampaikan Bahwa Pihak keluarga almarhum saat ini tengah menuntut sejumlah hak yang seharusnya diterima, termasuk santunan biaya kematian hingga beasiswa pendidikan untuk anak almarhum.

Ia menyebut ​Perwakilan Disnaker Indramayu menyatakan bahwa pihaknya sedang mengupayakan langkah-langkah terbaik agar hak-hak tersebut dapat segera direalisasikan. Namun Mengingat lokasi perusahaan tempat almarhum bekerja berada di luar wilayah hukum Indramayu, Disnaker mengambil langkah taktis dengan menjalin komunikasi lintas daerah.

​"Karena perusahaannya berada di luar wilayah Indramayu, langkah yang bisa kami lakukan saat ini adalah berkoordinasi langsung dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kolaka. Kami akan optimalkan hal ini," ujarnya saat memberikan keterangan kepada wartawan.

​Lebih lanjut, Endang mengungkapkan bahwa almarhum sebenarnya berangkat bekerja tidak melalui jalur resmi Disnaker Indramayu, melainkan melalui jalur mandiri atau online. Kendati demikian, Disnaker memastikan tidak akan lepas tangan karena almarhum tetap merupakan warga asli Indramayu yang wajib dilindungi hak-haknya.

"​Selain berkomunikasi dengan Disnaker Kolaka, Disnaker Indramayu juga telah berkoordinasi secara intensif dengan pihak BPJS Ketenagakerjaan guna mempercepat proses klaim yang menjadi hak ahli waris," Ujarnya.

​Di akhir penyampaiannya, Endang mengimbau kepada pihak keluarga yang ditinggalkan agar tetap sabar dan tenang dalam mengikuti seluruh proses administrasi yang sedang berjalan.

​"Kami meminta pihak keluarga untuk bersabar mengikuti prosesnya. Nanti kami dari Disnaker akan terus mendampingi dan membantu sampai mendapatkan hasil yang diharapkan," pungkasnya.


Pena  
 By.
Adam P
Editor
By.
Adam P
Foto/Video
By.
Adam P


Jurnalpelita - INDRAMAYU – Duka mendalam menyelimuti keluarga Castipan (40), seorang pekerja konstruksi asal Desa Sudimampir Lor, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu. Castipan dilaporkan meninggal dunia saat tengah merantau untuk bekerja di wilayah Kolaka, Sulawesi Tenggara. Hingga kini, pihak keluarga masih memperjuangkan keadilan dan hak-hak almarhum yang diduga diabaikan oleh pihak perusahaan.

​Kronologi Kejadian

​Menurut keterangan dari keponakan korban, Idris, peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 5 Juni 2026. Almarhum Castipan yang mulai bekerja sejak bulan Maret 2026, sempat mengeluhkan sakit saat sedang bekerja.

​"Beliau merasa sakit lalu memutuskan untuk pulang setengah hari ke kontrakan. Namun, pada pukul 18.00 WITA, rekan kerjanya terkejut saat mendapati beliau sudah dalam kondisi meninggal dunia di dalam kamarnya," ujar Idris saat memberikan keterangan.

​Jasad korban kemudian dilarikan ke rumah sakit setempat. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Castipan dinyatakan telah mengembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 14.00 WITA pada hari yang sama.

​Dugaan Pelanggaran Prosedur dan Hak Pekerja

​Keluarga mendeteksi adanya sejumlah kejanggalan terkait prosedur ketenagakerjaan almarhum. Almarhum sebelumnya melamar pekerjaan secara online di PT Karya Menang Bersama, sebuah perusahaan yang berlokasi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

​Idris membeberkan bahwa proses perekrutan dan administrasi yang dilakukan diduga tidak sesuai dengan prosedur Dinas Tenaga Kerja (Disnaker). Pihak perusahaan pun hingga kini belum memberikan kejelasan mengenai hak-hak normatif almarhum.

Tanpa Jaminan Kematian: Pihak keluarga menyebutkan tidak ada jaminan kematian maupun BPJS Ketenagakerjaan yang didaftarkan untuk almarhum.

Kompensasi Nihil: Hingga saat ini, belum ada kompensasi ataupun santunan kematian yang dikeluarkan oleh perusahaan.

Ketidakjelasan Gaji: Pihak keluarga mengaku hanya menerima uang sebesar Rp7.800.000 sekali bayar, tanpa ada rincian periode kerja yang jelas dari pihak PT Karya Menang Bersama.

​"Kami sudah mencoba menghubungi pihak perusahaan berulang kali. Saya kontak satu per satu, sekitar dua sampai tiga orang dari pihak sana, namun tidak ada satu pun yang memberikan respons," sesal Idris.

​Mengadu ke DPRD Indramayu

​Mendapati jalan buntu dan sikap bungkam dari pihak perusahaan, keluarga korban akhirnya memutuskan untuk mengadu ke anggota DPRD Kabupaten Indramayu guna meminta bantuan mediasi dan pengawalan kasus ini.

​Pihak legislatif menyambut baik aduan tersebut dan berjanji akan membantu memfasilitasi komunikasi serta menuntut hak-hak almarhum agar segera dipenuhi oleh pihak perusahaan di Lombok.

​"Kami berharap dengan keterlibatan anggota dewan, hak waris almarhum, baik berupa sisa gaji yang jelas, kompensasi, maupun pertanggungjawaban atas jaminan kematian dapat segera diselesaikan secara adil," tutup Idris.


Pena  
 By.
Adam P
Editor
By.
Adam P
Foto/Video
By.
Adam P


Jurnalpelita - Lapas Kelas IIB Indramayu melaksanakan kegiatan Penguatan Jajaran Pengamanan dalam rangka Pembinaan, Monitoring, Pengawasan, dan Pengendalian (Bintorwasdal) Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat pada Kamis, 16 Juli 2026. 

Kegiatan ini dipimpin oleh Kabid Perawatan, Keamanan dan Kepatuhan Internal Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Jawa Barat sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan, profesionalisme, serta kualitas pelaksanaan tugas jajaran pengamanan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.

Kalapas Kelas IIB Indramayu, Ka. KPLP, Kasi Administrasi Keamanan dan Ketertiban, Kasubsi Keamanan, Kasubsi Portatib, jajaran regu pengamanan, staf KPLP, staf Keamanan, staf Portatib, CPNS, serta Taruna Poltekimipas, turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Diawali dengan pengarahan oleh Ka. KPLP, Habibie yang sekaligus membuka pelaksanaan acara penguatan kepada seluruh jajaran pengamanan Lapas Kelas IIB Indramayu, kegiatan dilamjutkan dengan arahan oleh Kabid Perawatan, Keamanan dan Kepatuhan Internal Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Jawa Barat. 

Dalam arahannya, ia menegaskan agar seluruh petugas senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban lapas serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan. Petugas juga ditekankan untuk terus berupaya mencegah peredaran HALINAR (Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba) serta memastikan seluruh pelaksanaan tugas berjalan sesuai dengan SOP dan ketentuan yang berlaku.

Selain itu, Kabid Perawatan, Keamanan dan Kepatuhan Internal mengingatkan seluruh jajaran agar bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi negatif yang beredar, khususnya yang berkaitan dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Setiap pengaduan masyarakat juga harus ditindaklanjuti secara cepat, tepat, dan profesional sebagai bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik serta menjaga kepercayaan publik.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan arahan dari Kalapas Kelas IIB Indramayu yang menyampaikan klarifikasi terkait adanya aduan masyarakat mengenai dugaan penyalahgunaan alat komunikasi dan praktik pungutan liar di lingkungan Lapas Kelas IIB Indramayu. Kalapas menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar serta memastikan bahwa pihaknya terus berkomitmen menjaga lingkungan lapas yang aman, tertib, dan bebas dari berbagai bentuk pelanggaran.

"Saya mengingatkan kepada seluruh jajaran pengamanan untuk selalu menjaga integritas, meningkatkan profesionalisme, dan melaksanakan tugas sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan. Jangan pernah memberikan celah terhadap pelanggaran yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban lapas. Kepercayaan masyarakat harus kita jaga melalui kinerja yang disiplin, transparan, dan bertanggung jawab," ujar Berthoni.

Menutup kegiatan, Kalapas kembali menekankan pentingnya deteksi dini dan peningkatan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan, terutama dengan memperhatikan tempat, waktu, orang, serta barang yang memiliki risiko terhadap stabilitas keamanan. Melalui penguatan ini, diharapkan seluruh jajaran pengamanan Lapas Kelas IIB Indramayu semakin solid, berintegritas, dan profesional dalam mewujudkan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan berkualitas.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi


Jurnalpelita - INDRAMAYU – Mobilitas dan urat nadi perekonomian masyarakat di Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, dipastikan bakal semakin menggeliat. Hal ini seiring dengan resmi dibukanya Jembatan Sungai Cilalanang yang menghubungkan Desa Sukamelang dan Desa Temiyang. Kamis, 16/7/2026.

​Peresmian infrastruktur vital ini disambut penuh rasa syukur oleh Komandan Korem (Danrem) 063/Sunan Gunung Jati, Kolonel Inf Hista Soleh Harahap. Ia berharap kehadiran jembatan baru ini dapat memberikan dampak domino yang positif bagi warga sekitar.

​"Alhamdulillah pada hari ini kita bisa meresmikan jembatan di Desa Sukamelang yang menghubungkan Desa Sukamelang dengan Desa Temiyang di Kecamatan Kroya. Mudah-mudahan ini bisa meningkatkan perekonomian, mempererat silaturahim, dan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam berinteraksi," ujar Kolonel Inf Hista Soleh Harahap saat diwawancarai.

​Kendati demikian, Danrem menitipkan pesan penting kepada warga setempat. Ia meminta masyarakat untuk menumbuhkan rasa memiliki agar infrastruktur ini dapat bertahan lama. "Harapannya, tolong dijaga keberlangsungan jembatan ini," tambahnya.

​Apresiasi senada juga datang dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu. Sekretaris Daerah (Sekda) Indramayu, Ahmad Syadeli, menyampaikan terima kasih yang mendalam atas kontribusi nyata TNI, khususnya Kodim 0616/Indramayu yang terlibat langsung dalam proses pembangunan.

​"Saya menyampaikan atas nama pemerintah kepada Kodim 0616, mudah-mudahan segala upaya yang sudah ditempuh membawa keberkahan dan kemaslahatan bagi masyarakat Indramayu," ungkap Ahmad Syadeli yang hadir mewakili Pemkab Indramayu.

​Menutup arahannya, Sekda kembali menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam merawat aset publik tersebut. Akses jalan yang kini terbuka lebar harus dimanfaatkan secara bijak untuk mendongkrak kesejahteraan sosial dan ekonomi.

​"Yang penting bagi kita semuanya, terutama masyarakat di Kroya dan dua desa—baik Sukamelang maupun Temiyang—bisa betul-betul memelihara jembatan yang sudah diwujudkan hari ini. Jangan sampai nanti disalahgunakan untuk hal yang lain, tetapi gunakanlah untuk kegiatan-kegiatan yang positif," pungkasnya.


Pena  
 By.
Adam P
Editor
By.
Adam P
Foto/Video
By.
Adam P

Juli 16, 2026 ,

Jurnalpelita - ​INDRAMAYU – Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) resmi memulai pembangunan Markas Komando Rayon Militer (Makoramil) 1618 Cikedung. Peresmian ini ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama yang dilaksanakan pada Kamis, 16 Juli 2026.

Dalam kesempatan itu, Komandan Korem 063/ Sunan Gunung Jati Kolonel Inf Hista Soleh Harahap menyampaikan ​bahwa Pembangunan Koramil baru ini merupakan wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman, nyaman, sekaligus menyukseskan program pembangunan nasional "Asta Cita" yang digaungkan oleh Presiden RI.

"​Koramil 1618 Cikedung ini akan berdiri di atas lahan seluas 2.800 meter persegi. Selain bangunan kantor utama (main office), di area ini juga akan dibangun beberapa fasilitas rumah dinas untuk Pejabat Komandan Koramil (Danramil) beserta jajarannya," Tuturnya.

Dalam hal ini Danrem menyebut, Kecamatan Cikedung dipilih sebagai lokasi pembangunan karena kebutuhan mendesak akan pemecahan wilayah kerja teritorial. Saat ini, Kabupaten Indramayu memiliki 31 kecamatan namun baru memiliki 17 Koramil.

"Kondisi tersebut membuat satu Koramil harus membawahi dua kecamatan, seperti halnya Koramil Terisi yang selama ini membawahi wilayah Terisi dan Cikedung," Ujarnya.

Menurutnya ​Dengan hadirnya Koramil 1618 Cikedung yang berdiri sendiri, diharapkan koordinasi keamanan dan pelayanan kepada masyarakat di dua kecamatan tersebut dapat berjalan lebih fokus, optimal, dan prima.

Sementara dalam kesempatan yang sama, ​Sekretaris Daerah (Sekda) Indramayu Ahmad Syadeli yang turut hadir dalam acara tersebut menyatakan bahwa kondusivitas daerah adalah kunci utama dalam meningkatkan pelayanan publik.

​"Bagaimanapun juga, kondusivitas daerah itu salah satu kunci terkait pelayanan pada masyarakat. Dengan adanya kantor baru ini, mudah-mudahan keamanan di Cikedung semakin bagus lagi, sehingga pelayanan dan kesejahteraan masyarakat pada akhirnya ikut meningkat," ujar Sekda.

Selain itu, H. Rohadi yang merupakan tokoh masyarakat setemoat sekaligus pemilik tanah memaparkan bahwa Pembangunan Koramil ini tidak lepas dari peran serta masyarakat. Lahan seluas hampir tiga ribu meter persegi tersebut merupakan hibah dari dirinya.

Menurutnya ​Aksi sosial ini bukan yang pertama kalinya dilakukan olehnya. Sebelumnya, pada tahun 2011, ia juga telah menghibahkan tanahnya untuk pembangunan Kepolisian Sektor (Polsek) Cikedung. Dengan lokasi Koramil baru yang berdampingan dengan Polsek, wilayah Cikedung kini memiliki pusat pelayanan keamanan yang terintegrasi.

​"Kami hanya bersyukur, karena ini semua kembali kepada Allah. Dari Allah, dan dari kita dimanfaatkan untuk kebaikan selama hidup di dunia ini. Harapannya tentu untuk keberkahan masyarakat Indramayu dan Cikedung pada khususnya," tutur Pak Haji dengan bersahaja.

​Melalui sinergi kuat antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan partisipasi aktif masyarakat, pembangunan Koramil 1618 Cikedung diharapkan dapat memicu pertumbuhan ekonomi yang sehat berkat jaminan keamanan dan kenyamanan yang semakin berkeadilan.


Pena  
 By.
Adam P
Editor
By.
Adam P
Foto/Video
By.
Adam P

Jurnalpelita - Indramayu – Sebagai langkah deteksi dini dalam mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban (Kamtib), Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Indramayu melaksanakan kegiatan kontrol keliling area branggang pada Rabu, (15/07/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kasi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Adm. Kamtib) bersama jajaran pengamanan yang terdiri dari Kasubsi Keamanan, Kasubsi Portatib, Staf KPLP, Staf Portatib, Staf Keamanan, CPNS, serta Taruna Poltekimipas. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya rutin dalam meningkatkan kewaspadaan dan memastikan situasi Lapas tetap aman serta kondusif.

Dalam pelaksanaan kontrol, petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sejumlah titik di area branggang Lapas, mulai dari kondisi tembok keliling, titik-titik rawan, hingga area sekitar blok hunian guna memastikan tidak terdapat gangguan maupun kerusakan yang dapat memengaruhi keamanan.

Selain itu, petugas juga melakukan pengecekan terhadap kondisi bangunan dan atap genteng blok hunian, instalasi kabel serta penerangan di area branggang, dan memastikan saluran air dalam kondisi baik untuk mendukung kelancaran operasional serta keamanan lingkungan Lapas.

Tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, kegiatan kontrol keliling juga mencakup pemeliharaan kebersihan area branggang dengan melakukan pembersihan rumput yang tumbuh di sekitar tembok. Petugas turut memantau pelaksanaan program pembinaan pertanian dan peternakan yang berada di area branggang Lapas.

Kasi Administrasi Keamanan dan Ketertiban Lapas Kelas IIB Indramayu, Topa Maulana menyampaikan bahwa kontrol keliling menjadi salah satu langkah preventif untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas.

"Kontrol keliling ini menjadi langkah preventif untuk mengetahui secara langsung kondisi lapangan, mengidentifikasi potensi gangguan keamanan sejak dini, serta memastikan seluruh sarana pendukung keamanan tetap berfungsi dengan baik," ujar Topa.

Ia menambahkan bahwa kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara rutin sebagai bentuk komitmen jajaran Lapas Kelas IIB Indramayu dalam meningkatkan kewaspadaan, memperkuat pengamanan, serta menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi


Jurnalpelita - Indramayu, - ‎Perumdam Tirta Darma Ayu Kabupaten Indramayu menegaskan komitmennya untuk menjaga ketersediaan layanan air bersih selama masa Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan yang telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Indramayu. Status siaga tersebut berlaku mulai 11 Juni hingga 30 September 2026 sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berdampak pada penurunan debit sejumlah sumber air.
‎Menurut Jajaran Direksi Perumdam Tirta Darma Ayu Kabupaten Indramayu kepada awak media mengatakan bahwa pemerintah daerah telah menginstruksikan seluruh perangkat daerah, termasuk Perumdam Tirta Darma Ayu, untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kekeringan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
‎"Kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipastikan tetap tersedia. Karena itu, kami meminta Perumdam Tirta Darma Ayu menyiapkan langkah-langkah antisipasi sejak dini agar distribusi air tetap berjalan, sekaligus memperkuat koordinasi dengan BPBD dan instansi terkait apabila diperlukan penyaluran bantuan air bersih ke wilayah terdampak," ujar Direksi .
‎Sebagai tindak lanjut dari status siaga tersebut, Perumdam Tirta Darma Ayu telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga keberlangsungan distribusi air bersih kepada pelanggan. Langkah tersebut dilakukan agar pelayanan tetap maksimal meskipun musim kemarau berpotensi mengurangi ketersediaan sumber air baku.
Menurutnya, ada ‎empat strategi utama yang disiapkan yakni meliputi optimalisasi distribusi air melalui pemetaan wilayah rawan krisis dan rekayasa jaringan pipa, penyediaan layanan mobil tangki air bagi daerah yang mengalami gangguan distribusi, percepatan pemeliharaan infrastruktur untuk meminimalkan kebocoran jaringan, serta penguatan koordinasi lintas sektor bersama BPBD Kabupaten Indramayu dalam penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat.
‎Seluruh Direksi Perumdam Tirta Darma Ayu mengajak masyarakat untuk turut berperan menjaga ketersediaan air dengan menggunakan air secara hemat dan bijaksana.
‎"Menghadapi musim kemarau dibutuhkan kerja sama semua pihak. Kami mengimbau masyarakat menggunakan air sesuai kebutuhan, menghindari pemborosan, dan segera melaporkan apabila terjadi gangguan distribusi agar dapat segera ditangani," katanya.
‎Selain meningkatkan kesiapsiagaan internal, pihaknya mengimbau juga pelanggan untuk memprioritaskan penggunaan air bagi kebutuhan pokok, menyiapkan cadangan air di rumah, memeriksa instalasi pipa secara berkala guna mencegah kebocoran, serta segera melaporkan apabila terjadi kerusakan jaringan atau gangguan layanan.
‎Ditegaskannya juga bahwa ia menyampaikan permohonan maaf apabila selama masa siaga terjadi kendala pelayanan akibat kondisi cuaca ekstrem. "Dukungan masyarakat dalam menghemat penggunaan air dinilai menjadi bagian penting untuk menjaga pemerataan pasokan selama musim kemarau." ucapnya.
‎Dengan berbagai langkah antisipatif tersebut, Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama Perumdam Tirta Darma Ayu optimistis pelayanan air bersih kepada masyarakat tetap terjaga sepanjang masa siaga darurat kekeringan, sehingga kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi dengan baik. ()


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet


Jurnalpelita - INDRAMAYU – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indramayu Dapil III Ungfy Pitriyani S.H. menggelar agenda reses masa persidangan II tahun 2026 di Blok Mudang, Desa Jatisawit, indramayu. Rabu, 15/7/2026.

Selain sebagai ajang serap aspirasi masyarakat, kehadiran srikandi parlemen Indramayu ini juga dimanfaatkan untuk menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada konstituen atas dukungan yang diberikan pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 lalu.

​"Agenda hari ini saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat Desa Jatisawit Blok Mudang, karena pada waktu pemilihan dewan tahun 2024 kemarin sudah memilih saya. Sebagai konstituen, saya mendatangi Desa Jatisawit ini untuk mengucapkan terima kasih," ujarnya saat diwawancarai di lokasi kegiatan.

Ia menyebut, ​Dalam pertemuan tatap muka tersebut, mayoritas perwakilan warga menyampaikan keluhan dan aspirasi terkait kondisi infrastruktur, khususnya mengenai kebutuhan pembangunan jalan desa yang mendesak.

​Menanggapi hal tersebut, ia memberikan pemahaman komprehensif kepada masyarakat terkait kondisi anggaran daerah dan desa saat ini. Ia menjelaskan adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang berimbas pada berkurangnya alokasi Dana Desa (DD) dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

​"Permintaannya masih didominasi oleh pembangunan jalan ya. Karena posisinya sekarang itu kan pemerintah memangkas atau efisiensi anggaran. Jadi setiap desa hanya mendapat anggaran dana desa yang jauh berbeda dengan tahun sebelumnya," jelasnya.

​Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk tidak serta-merta menyalahkan pihak pemerintah desa jika proses pembangunan infrastruktur terkesan lambat atau tersendat. Kendala tersebut murni terjadi karena keterbatasan pos anggaran yang diterima oleh desa.

​Kendati demikian, politisi Indramayu ini menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi warga Blok Mudang. Keluhan mengenai pembangunan jalan ini akan dijadikan program prioritas yang siap dikawal dalam pengajuan anggaran legislatif untuk tahun mendatang.

​"Saya akan menjadikan prioritas pembangunan jalan di Blok Mudang Desa Jatisawit ini. Saya akan kawal untuk pengajuan di tahun depan," tegasnya.

​Menutup agenda reses tersebut, ia berharap agar masyarakat Desa Jatisawit Blok Mudang dapat semakin sejahtera dan terus membangun kolaborasi yang solid dengan pemerintah desa setempat demi kelancaran pembangunan dan peningkatan kesejahteraan bersama.

"Saya membuka pintu komunikasi lebar-lebar bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan atau pengawalan aspirasi ke tingkat daerah," Pungkas srikandi yang akrab disapa Nok Dewan.


Pena  
 By.
Adam P
Editor
By.
Adam P
Foto/Video
By.
Adam P

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget