Berita Tentang "Indramayu"
CLOSE ADS
CLOSE ADS


Jurnalpelita - Indramayu – Kebahagiaan Hari Raya Idul Adha kembali dirasakan oleh lingkungan sekitar Kampus Akamigas Balongan melalui kegiatan pemotongan dan pembagian hewan kurban secara konsisten. Kegiatan kurban ini telah menjadi agenda rutin tahunan yang dilaksanakan melalui sistem iuran antar karyawan. Kamis, 28/5/2026.

Dalam kesempatan itu, Dr. Ir. Hj. Hnifah Handayani, MT selaku Rektor Akamigas Balongan menyampaikan, agenda kurban ini setiap tahun dilaksanakan. Sistemnya semua karyawan melakukan iuran, lalu dikocok untuk menentukan tujuh orang nama yang akan berkurban sapi.

"Kami bersyukur bahwa tradisi baik ini sudah berjalan cukup lama dan konsisten setiap tahunnya," Ujarnya.

Dalam kegiatan ini ia menegaskan, Untuk menjaga ketertiban serta memastikan bantuan tepat sasaran, pihak panitia memilih metode pendistribusian langsung ke rumah-rumah warga (door-to-door).

Ia menyebut bahwa Jumlah paket daging yang disesuaikan dengan kapasitas hewan kurban membuat metode ini dinilai paling efektif daripada membagikan kupon yang berpotensi memicu kerumunan di lokasi.

"Data penerima sendiri telah dihimpun terlebih dahulu dan proses pengantaran langsung dibantu oleh para karyawan," Tuturnya.

Melalui momen Idul Adha ini, Hj. Hanifah menekankan pentingnya esensi keikhlasan dan pengorbanan tanpa mengharapkan validasi atau ketenaran. "Nilai-nilai keteladanan dari kisah Nabi Ismail AS diharapkan menjadi pengingat untuk terus tulus dalam berkorban dan berbagi kebahagiaan dengan sesama, memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat di lingkungan sekitar," Pungkasnya.


Pena  
 By.
Adam P
Editor
By.
Adam P
Foto/Video
By.
Adam P




Jurnalpelita - Indramayu, 27 Mei 2026 – Idul Adha menjadi momentum untuk kembali memaknai arti keikhlasan, kepedulian, dan semangat berbagi kepada sesama. Melalui ibadah kurban, nilai-nilai kebersamaan tidak hanya diwujudkan dalam bentuk ritual keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan sosial dengan masyarakat sekitar.

Sebagai bagian dari semangat tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program PNM Bersyukur dan Berkurban menyalurkan hewan kurban berupa sapi kepada masyarakat di sekitar wilayah kerja perusahaan. Tahun ini, sebanyak 18 Cabang PNM secara serentak melaksanakan pemotongan sapi sebagai hewan kurban untuk kemudian disalurkan kepada warga desa, khususnya masyarakat yang berada di lingkungan sekitar operasional PNM.

Di wilayah PNM Cabang Indramayu, kegiatan pemotongan dan penyaluran hewan kurban dilaksanakan di kantor unit Mekaar Widasari dengan melibatkan insan PNM, tokoh masyarakat, serta warga sekitar. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian PNM dalam menghadirkan manfaat yang lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus memperkuat nilai gotong royong yang selama ini tumbuh di lingkungan desa.

Kegiatan PNM Bersyukur dan Berkurban juga menjadi bagian dari semangat HUT PNM ke-27 dengan tema “Bersama di Setiap Langkah, Menemani di Setiap Perjuangan.” Melalui tema tersebut, kehadiran PNM tidak hanya terwujud melalui pembiayaan dan pendampingan usaha, tetapi juga melalui kepedulian yang menyentuh kehidupan sosial masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Tati Haryati, warga di wilayah PNM Cabang Indramayu, menyampaikan apresiasinya atas penyaluran daging kurban yang diterima oleh masyarakat sekitar. Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan pada momentum Idul Adha, tetapi juga menjadi bentuk perhatian yang dirasakan langsung oleh warga.

“Alhamdulillah kami sangat senang dan bersyukur mendapatkan daging kurban. Kami juga sangat berterima masih kepada PNM Cabang Indramayu atas kepeduliannya kepada masyarakat. ” ujarnya.

Melalui Bersyukur dan Berkurban, PNM ingin terus menghadirkan nilai kepedulian yang selaras dengan semangat pemberdayaan. PNM percaya bahwa keberadaan perusahaan tidak hanya diukur dari layanan pembiayaan dan pendampingan usaha, tetapi juga dari kehadiran yang memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.

PNM berkomitmen untuk terus menjalankan peran pembiayaan dan pemberdayaan yang tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada nilai sosial dan kemanusiaan. Melalui kegiatan ini, PNM berharap semangat Idul Adha dapat menjadi pengingat bahwa setiap langkah kecil dalam berbagi dapat membawa arti besar bagi kehidupan masyarakat.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi


Jurnalpelita - Indramayu – Menjadi agenda rutin di setiap momen Hari Raya Idul adha, Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Indramayu kembali menggelar kegiatan pemotongan dan penyaluran hewan kurban. Kamis, 28/5/2026.

Di sela sela kegiatan, ketua DPC PKB Indramayu  Amroni Menuturkan bahwa Pada Idul adha kali ini, DPC PKB Indramayu memotong sebanyak 3 ekor hewan kurban, yang terdiri dari 1 ekor sapi dan 2 ekor kambing.

"Hewan-hewan kurban tersebut berasal dari gotong royong internal partai serta sumbangan dari anggota legislatif PKB, di antaranya Sapi dari DPC, 1 Kambing dari H. Dedi Wahidi Anggota FPKB DPR RI , 1 Kambing dari M. Asyrof Abdik Anggota FPKB DPRD Provinsi Jawa Barat," Ujarnya.

Prioritaskan Warga Sekitar dan Pengurus

Proses distribusi daging kurban diprioritaskan bagi masyarakat yang berada di lingkungan sekitar kantor DPC PKB Indramayu. Pihak panitia kurban memastikan telah melakukan koordinasi matang dengan aparat setempat, mulai dari Kuwu (Kepala Desa) hingga ketua RT untuk memastikan penyaluran tepat sasaran.

"Guna menghindari kerumunan dan menjaga ketertiban, panitia telah menyebarkan hampir 200 kupon daging kurban," Tuturnya.

Ia menambahkan, Selain menyasar warga sekitar, paket daging kurban ini juga dibagikan kepada para pengurus internal partai tingkat ranting. "Dari total hewan kurban yang disembelih, diperkirakan total berat kotor daging mencapai lebih dari 550 kilogram," Paparnya.


Esensi Kurban: Memberikan yang Terbaik dan Saling Berbagi

Dalam hal ini Amroni menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam.

"Makna Idul adha ini adalah momentum untuk berkorban, dan memberikan yang terbaik. Melalui kegiatan ini, DPC PKB Indramayu ingin mengedepankan semangat berbagi dengan sesama masyarakat, khususnya di hari yang suci ini," ujarnya.


Kegiatan pemotongan yang berlangsung khidmat ini diharapkan dapat terus mempererat tali silaturahmi antara PKB dan masyarakat Indramayu secara berkelanjutan.


Pena  
 By.
Adam P
Editor
By.
Adam P
Foto/Video
By.
Adam P



Jurnalpelita - Indramayu – Perayaan Hari Raya Iduladha 1447 H menjadi momentum penting untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus mempererat solidaritas sosial. Pada tahun ini, H. Herman Khaeron Anggota DPR-RIFraksi Demokrat melaksanakan pemotongan dan penyaluran hewan kurban dilakukan secara luas ke berbagai wilayah dan lembaga. Kamis, 28/5/2026.

Dalam kesempatan itu Kang Hero menyampaikan sebanyak 29 ekor sapi dan 39 ekor kambing disalurkan ke sejumlah titik. Hewan-hewan kurban tersebut didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima melalui koordinasi dengan panitia lokal di masing-masing daerah.

"Alhamdulillah, di Iduladha kali ini kami menyalurkan 29 sapi dan 39 kambing. Mudah-mudahan ini adalah bentuk ketakwaan, bentuk ibadah, dan solidaritas sosial," ujarnya saat diwawancarai awak media.

Penyaluran yang Merata

Proses pemotongan tidak hanya berpusat di satu titik. Sebaran hewan kurban ini menjangkau wilayah Cirebon, Cirebon Timur, Indramayu, hingga ke berbagai pondok pesantren.

Selain itu, sejumlah lembaga keagamaan dan adat juga turut menerima penyaluran ini, di antaranya:

Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU) Indramayu, Muhammadiyah, Keraton-keraton di Cirebon (termasuk Kanoman, Kasepuhan, dan Kaprabonan)

"Khusus di wilayah Jatibarang, pemotongan dilakukan di rumah pribadi sebanyak 4 ekor sapi dan 4 ekor kambing," Katanya.

Sementara itu, 2 ekor sapi lainnya diserahkan dan dipotong di Masjid Al-Haeron. Untuk sistem pembagian daging kurban, seluruhnya telah diserahkan dan dikoordinasikan secara penuh melalui kupon oleh panitia lokal setempat agar berjalan tertib dan merata.


Tiga Makna Penting Iduladha

Pada momen religi tahun ini H. Herman menyampaikan bahwa ada tiga nilai dan hikmat mendalam yang dapat dipetik dari ibadah kurban pada Hari Raya Iduladha ini:

1. Bentuk Ketakwaan: Wujud ketaatan mutlak seorang hamba kepada Allah SWT, merefleksikan kisah Nabi Ibrahim AS yang rela menyembelih Nabi Ismail AS atas perintah-Nya sebelum akhirnya digantikan dengan hewan kurban.

2. Hubungan Kemanusiaan (Hablum Minannas): Manfaat nyata bagi sesama melalui pembagian daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan.

3. Syiar di Tempat Ibadah: Memberikan dukungan dan tambahan kegiatan bagi masjid-masjid dalam menghidupkan ibadah berkurban.

"Dengan sebaran yang semakin luas, diharapkan momentum Iduladha tahun ini dapat memberikan manfaat yang lebih besar dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat," Pungkasnya.


Pena  
 By.
Aji AP
Editor
By.
Aji AP
Foto/Video
By.
Aji AP


Jurnalpelita - INDRAMAYU – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu melaksanakan penyembelihan dan penyaluran hewan kurban dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 H yang jatuh pada 27 Mei 2026. Pada tahun ini, Lapas Indramayu menyembelih total 18 ekor hewan kurban yang terdiri dari 2 ekor sapi dan 16 ekor kambing.

Adapun hewan kurban tersebut berasal dari berbagai pihak, diataranya Bupati Indramayu, Kejaksaan Negeri Indramayu, Polres Indramayu, PDAM Indramayu, Petugas Lapas Indramayu dan Warga Binaan Lapas Indramayu, serta masyarakat.

Seluruh hasil pemotongan hewan kurban didistribusikan kepada warga binaan, petugas, dan masyarakat. Untuk warga binaan, Lapas Indramayu menyalurkan sebanyak 140 kilogram daging sapi dan 50 kilogram daging kambing yang akan diolah dan dimasak di dapur Lapas agar dapat dinikmati oleh seluruh warga binaan. Sementara itu, pendistribusian daging kurban untuk masyarakat dilakukan dengan menyalurkan sebanyak 100 paket kepada masyarakat sekitar Lapas dan 50 paket kepada masyarakat yang akan menjadi Desa Binaan Lapas Indramayu, yaitu Desa Malang Semirang, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu. Selain itu, paket daging kurban juga disampaikan kepada rekan media Lapas Indramayu, mitra UMKM, petugas Pos Bapas Indramayu, serta tenaga instruktur atau penyuluh kegiatan pembinaan di Lapas Indramayu.

Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, menyampaikan bahwa kegiatan kurban ini merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan berbagi kebahagiaan di hari raya. Menurutnya, ibadah kurban tidak hanya menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa syukur, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama.

“Ibadah kurban ini adalah momentum bagi kita semua untuk meningkatkan rasa syukur dan kepedulian terhadap sesama. Melalui pemotongan 2 ekor sapi dan 16 ekor kambing ini, kami ingin memastikan kebahagiaan Idul Adha dapat dirasakan oleh semua pihak," ujar Fery Berthoni.

Berthoni juga menambahkan bahwa penyaluran daging kurban kepada masyarakat sekitar merupakan wujud nyata kehadiran dan kepedulian Lapas Indramayu terhadap lingkungan sosial di sekitarnya. Ia berharap kegiatan ini dapat mempererat hubungan baik antara Lapas, warga binaan, petugas, dan masyarakat.

“Kami berharap paket kurban yang dibagikan kepada masyarakat sekitar serta seluruh pihak penerima dapat membawa keberkahan dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di lingkungan Lapas Kelas IIB Indramayu,” pungkasnya.

Proses penyembelihan hingga pendistribusian daging kurban berjalan dengan aman, tertib, dan tetap menjaga kebersihan lingkungan Lapas. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa Lapas Kelas IIB Indramayu tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga terus membangun kepedulian sosial dan hubungan harmonis dengan masyarakat.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Reaksi


Jurnalpelita - Proses pembuktian dalam sebuah perkara pidana kembali menjadi sorotan tajam. Prof. Dr. Youngky Fernando, S.H., M.H. Guru Besar dan pakar terkemuka di bidang Hukum Pidana serta Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Indonesia, menilai adanya indikasi cara kerja penyidik yang berada di bawah standar profesional, sehingga menimbulkan keraguan atas validitas bukti di persidangan kasus pembunuhan satu keluarga yang menyeret dua nama yaitu Ririn dan Priyo. Profesor Youngky juga mendesak pihak kepolisian untuk membuka kembali penyelidikan berdasarkan fakta-fakta baru yang muncul di muka sidang.

Dalam wawancara Eksklusif pada hari Selasa, 26/5/2026 ia menyebut bahwa kepolisian Republik Indonesia dikenal profesional dan mampu memecahkan tindak pidana seberat apa pun dalam proses penyidikan.

"Namun, dalam kasus yang tengah berjalan saat ini, terjadi anomali di mana cara kerja penyidik terkesan berada di bawah standar operasional (SOP). Kondisi ini dinilai berimplikasi langsung pada beratnya beban jaksa penuntut umum dalam melakukan pembuktian di persidangan," Ujarnya.

Menurut profesor Youngky, pembuktian pidana yang sempurna harus menghimpun seluruh barang bukti, sekecil apa pun itu, guna menguatkan terjadinya peristiwa pidana serta memastikan bahwa sosok yang duduk di kursi terdakwa adalah benar pelakunya.

"Namun dalam persidangan ini, muncul nama-nama lain yang sifatnya faktual, bukan fiktif. Sayangnya, fakta mengenai nama-nama tersebut tidak digali atau ditindaklanjuti oleh penyidik selama proses berjalan. Hal ini memicu keraguan besar: apakah pembuktian yang dihadirkan di persidangan saat ini bersifat manipulatif atau merupakan kebenaran yang sesungguhnya," Paparnya.

Dalam hal ini menurut Profesor Youngky bahwa Salah satu poin krusial yang dikritisi adalah terkait barang bukti handphone. Sebab menurutnya sebagai rekam jejak digital yang seharusnya dapat membaca riwayat kronologi peristiwa, handphone tersebut justru ditemukan dalam keadaan kosong tanpa isi.

"Hal ini tentu menjadi tanda tanya besar dan dinilai tidak memenuhi standar operasional penyidikan. Ahli menduga proses ini terkesan dipaksakan hanya untuk mendudukkan dua nama saja sebagai tersangka," Ujarnya.

Menanggapi dinamika di mana polisi memilih diam saat terdakwa menyebut nama lain, namun bergerak cepat melakukan olah TKP saat terdakwa menyebut lokasi baru, ahli hukum kemudian memberikan rujukan komparatif.

Ia mencontohkan sebuah kasus serupa yang terjadi 19 tahun silam di Pengadilan Negeri Jombang. Kala itu, Polres Jombang menyidik kasus penemuan mayat tak dikenal di kebun tebu yang menyeret tiga orang terdakwa.

Dua di antaranya sudah dipidana, sementara satu terdakwa lainnya akhirnya dituntut bebas oleh jaksa. Hal itu terjadi setelah kedua terpidana tersebut dibebaskan melalui putusan Peninjauan Kembali (PK) menyusul adanya pengakuan dari Ryan, seorang pembunuh berantai.

Ryan mengakui bahwa mayat di kebun tebu tersebut merupakan korban pembunuhan yang dilakukannya sendiri. Berangkat dari fakta sidang tersebut, Penyidik Polda bersama Polres Jombang bergerak cepat hingga akhirnya berhasil mengungkap pelaku yang sesungguhnya.

Dalam hal ini Profesor Youngky menegaskan, rekam jejak penanganan kasus Jombang tersebut seharusnya diadopsi dalam menyelesaikan persidangan yang saat ini bergulir di Indramayu.

Untuk itu ia mendesak Polres Indramayu untuk bekerja sama dengan pihak Polda guna melacak dan menyelidiki sumber informasi serta nama-nama baru yang muncul di persidangan.

"Bukannya berdiam diri dan hanya terpaku pada dua nama terdakwa yang ada saat ini. Mengingat, rentetan kejanggalan terus bermunculan di muka sidang, mulai dari persoalan CCTV hingga rekaman handphone yang tidak ada isinya," Pungkasnya.


Pena  
 By.
Aji AP
Editor
By.
Aji AP
Foto/Video
By.
Aji AP


Jurnalpelita - INDRAMAYU - Harapan masyarakat di Kecamatan Krangkeng Kabupaten Indramayu untuk memiliki akses jalan yang layak dan mantap akhirnya terwujud. 

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Indramayu melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026, sukses merampungkan proyek rekonstruksi jalan ruas Kedaton - Purwajaya untuk segmen pertama.

Proyek infrastruktur dengan nilai kontrak sebesar Rp2.872.825.000 ini dikerjakan oleh kontraktor pelaksana CV. Arbi Bagus Sejahtera. 

Pada segmen pertama ini, jalan sepanjang 393 meter dengan lebar 3,5 meter kini telah selesai dicor dan berdiri kokoh menggunakan konstruksi beton (rigid pavement).

Jalan poros ini merupakan akses utama mobilitas masyarakat sekitar, baik untuk jalur perekonomian, pertanian, maupun aktivitas harian warga, yang kondisinya sangat dinantikan perbaikannya sejak puluhan tahun silam.

Demi memastikan infrastruktur yang dibangun memiliki daya tahan tinggi dan sesuai standar Dinas PUPR, pengawasan ketat dilakukan langsung di lokasi proyek. 

Sebelum adukan beton dihamparkan, dua orang konsultan pengawas juga terjun untuk melakukan pengujian kualitas campuran beton melalui metode uji kemerosotan (slump test).

Pengujian ini mengukur konsistensi, kekentalan, dan kadar air dalam campuran semen-agregat dari truk molen. Langkah ini memastikan bahwa beton yang digunakan tidak terlalu encer maupun terlalu kental, sehingga memenuhi kualifikasi mutu beton yang telah direncanakan untuk jalan raya berbobot tinggi.

Selain uji slump, optimalisasi teknis lainnya juga diterapkan secara maksimal. Mulai dari leveling tanah menggunakan steamroller (mesin slender) hingga benar-benar padat, pemasangan rancangan besi dowel (tulangan sambungan) di tiap segmen cor, hingga penutupan full menggunakan kain geotextile pasca-pengecoran demi menjaga kelembaban agar beton tidak retak dan matang dengan sempurna.

Kualitas pengerjaan yang transparan dan sesuai spesifikasi ini mendapat apresiasi langsung dari pihak pamong desa setempat.

Bekel Warsadi (46), yang terus mengawal jalannya proyek, menyatakan bahwa pihak pemerintah desa terus memantau proses pembangunan dari awal hingga akhir. Menurutnya, pengerjaan yang dilakukan kontraktor sangat rapi dan memperhatikan aspek teknis.

​"Dari awal mulai pelaksanaan, saya selalu mengamati langsung di lokasi. Mulai dari proses pengurugan tanah dasar hingga pemadatan yang menggunakan slender semua berjalan maksimal. Saya pribadi merasa puas banget dengan hasil pengerjaan ini. Selain ketebalannya yang sudah sesuai dengan perencanaan, pemasangan besi dowel juga dipasang semua tanpa ada yang dilewatkan. Harapan kami, dengan spek yang bagus seperti ini, jalannya bisa awet dan mendongkrak ekonomi desa," ungkap Bekel Warsadi dengan nada puas saat dihubungi, Rabu, (27/05/2026).

​Keseriusan pembangunan infrastruktur di wilayah ini juga dibuktikan dengan hadirnya Kepala Desa (Kuwu) Singakerta yang turun ke jalan untuk melakukan peninjauan langsung saat proses pengerjaan berlangsung di lapangan. Kehadiran kepala desa ini menegaskan bahwa proyek ini menjadi prioritas utama demi kesejahteraan masyarakat Singakerta dan sekitarnya.

​Apresiasi serupa juga mengalir dari warga Desa Purwajaya yang sejak lama mendambakan jalan halus. 

Handoyo (31), salah seorang warga Desa Purwajaya, mengungkapkan rasa terima kasihnya yang mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu dan Dinas PUPR.

​"Jalan ini adalah urat nadi aktivitas kami yang sudah puluhan tahun kondisinya rusak parah. Sekarang kalau masyarakat mau ke sawah atau angkut hasil bumi sudah lancar. Harapan kami, dengan spek yang bagus seperti ini, jalannya bisa awet dan mendongkrak ekonomi desa," tutur Handoyo.

Warga juga mengaku puas setelah melihat langsung proses pengerjaan di lapangan yang dinilai sangat profesional dan memperhatikan kualitas spesifikasi.

"Melihat proses kerjanya kemarin, kami warga di sini sangat puas. Jalannya padat, besinya kuat, bahkan dites dulu kekentalan semennya oleh petugas sebelum ditumpahkan, lalu setelah dicor langsung ditutup kain putih (geotextile)," tambah Handoyo.

Sementara itu, pihak pelaksana dari CV. Arbi Bagus Sejahtera menyatakan komitmennya untuk selalu kooperatif dengan pihak konsultan pengawas dan kedinasan demi memberikan hasil kerja terbaik. Setelah berhasil menyelesaikan segmen pertama, saat ini fokus utama beralih ke tahapan berikutnya.

"Alhamdulillah, untuk segmen pertama sepanjang 393 meter sudah selesai kami kerjakan dengan kualitas yang terkontrol baik. Saat ini, seluruh tim kami di lapangan sedang fokus penuh pada persiapan dan pengerjaan di segmen kedua agar keseluruhan proyek selesai tepat waktu," jelas Sukardi perwakilan dari CV. Arbi Bagus Sejahtera.

Pihak kontraktor juga menitipkan pesan penting kepada masyarakat sekitar agar bersama-sama menjaga aset infrastruktur yang baru saja dibangun tersebut.

"Kami mengimbau kepada masyarakat dan pengguna jalan untuk sementara waktu bersabar tidak melintasi jalur yang baru dicor sampai umur beton benar-benar cukup dan siap dibuka total. Mari kita jaga bersama jalan yang sudah mulus ini agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang," pungkasnya. ()


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi

Mei 27, 2026 , ,


Jurnalpelita - Indramayu – Kodim 0616/Indramayu  melaksanakan ibadah kurban pada Hari Raya Idul Adha 2026. Pada tahun ini, Kodim Indramayu memotong sebanyak 3 ekor sapi dan 27 ekor kambing. Rabu, 27/5/2026.

Di sela-sela Kegiatan, Dandim 0616/Indramayu Letkol ARM Tulus Widodo Menyampaikan Aksi religi dan sosial ini dilakukan secara bergotong royong, yang melibatkan anggota Kodim.

Dari total hewan kurban tersebut, sebanyak 3 ekor sapi dan 27 ekor kambing dipotong langsung di Makodim Indramayu. "Daging kurban dari pemotongan ini nantinya akan dibagikan kepada masyarakat umum," Katanya.

Ia menyebut bahwa pihak panitia tidak menyediakan kupon kurban namun pada saat pembagian akan diberikan tanda. Dalam hal ini Dandim menyampaikan bahwa kegiatan kurban ini merupakan bentuk kepedulian nyata serta perwujudan dari makna Idul Adha yang sesungguhnya.

"Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat gotong royong dan pengorbanan dapat terus tertanam di dalam diri anggota TNI maupun masyarakat luas," Pungkasnya.


Pena  
 By.
Aji AP
Editor
By.
Aji AP
Foto/Video
By.
Aji AP


Jurnalpelita - Suasana Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Lapas Kelas IIB Indramayu berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Salat Iduladha digelar bersama dan diikuti oleh petugas, warga binaan, serta keluarga warga binaan.

Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, mengatakan momentum Idul Adha menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan, kepedulian sosial, serta mempererat kebersamaan antara petugas dan warga binaan.

“Perayaan Idul Adha ini bukan hanya menjadi bentuk ibadah, tetapi juga momentum untuk menumbuhkan rasa kebersamaan, kepedulian, dan ketakwaan bagi seluruh warga binaan maupun petugas di lingkungan lapas,” tutur Berthoni.

Selain pelaksanaan salat Idul Adha, Lapas Kelas IIB Indramayu juga menerima hewan kurban berupa satu ekor sapi dan 15 ekor domba. Hewan kurban tersebut disembelih dan dagingnya dibagikan kepada warga binaan, petugas, masyarakat sekitar, serta mitra kerja lapas.

“Alhamdulillah, tahun ini kami menerima titipan kurban berupa satu ekor sapi dan 15 ekor domba. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mempercayakan penyaluran hewan kurban melalui Lapas Kelas IIB Indramayu,” kata Berthoni.

Ia menambahkan, daging kurban diprioritaskan untuk seluruh warga binaan agar mereka tetap dapat merasakan suasana dan kebahagiaan Hari Raya Idul Adha meski sedang menjalani masa pembinaan di dalam lapas.

Proses penyembelihan dilakukan secara bertahap guna memastikan distribusi berjalan cepat dan merata. Pada hari pertama, pembagian difokuskan kepada warga binaan, kemudian dilanjutkan kepada masyarakat sekitar hingga seluruh hewan kurban selesai dipotong dan disalurkan.

Berthoni berharap semangat Idul Adha dapat menjadi pengingat pentingnya nilai keikhlasan, kepedulian sosial, dan ketakwaan kepada Allah SWT bagi seluruh pihak yang terlibat.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi


Jurnalpelita - Indramayu – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu melaksanakan ibadah kurban pada Hari Raya Idul Adha 2026. Pada tahun ini, DPC PDI Perjuangan Indramayu memotong sebanyak 1 ekor sapi dan 33 ekor kambing. Rabu, 27/5/2026.

Di sela-sela kegiatan, H. Sirojudin Ketua DPC PDIP Indramayu Menhampaikan Aksi religi dan sosial ini dilakukan secara bergotong royong, yang melibatkan kontribusi dari para anggota DPRD Kabupaten Indramayu, DPRD Provinsi Jawa Barat, serta DPR RI.

Dari total hewan kurban tersebut, sebanyak 1 ekor sapi dan 2 ekor kambing yang dipotong langsung di kantor DPC PDI Perjuangan Indramayu. "Daging kurban dari pemotongan di kantor DPC ini nantinya akan dibagikan kepada masyarakat yang berada di sekitar lingkungan kantor DPC," Katanya.

Ia menyebut bahwa pihak panitia telah menyediakan sekitar 200 kupon kurban yang akan dibagikan kepada warga.

Sementara itu, sebanyak 31 ekor kambing sisanya didistribusikan ke seluruh Pengurus Anak Cabang (PAC) yang tersebar di 31 kecamatan di Kabupaten Indramayu.

"Masing-masing PAC menerima 1 ekor kambing untuk dipotong di wilayahnya, Daging kurban tersebut kemudian akan dibagikan kepada pengurus PAC beserta masyarakat setempat," Tuturnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Indramayu menyampaikan bahwa kegiatan kurban ini merupakan bentuk kepedulian nyata serta perwujudan dari makna Idul Adha yang sesungguhnya.

"Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat gotong royong dan pengorbanan dapat terus tertanam di dalam diri pengurus partai maupun masyarakat luas," Pungkasnya.


Pena  
 By.
Adam P
Editor
By.
Adam P
Foto/Video
By.
Adam P


Jurnalpelita - INDRAMAYU – Tim kuasa hukum Ririn Rifanto secara resmi menyerahkan serangkaian bukti baru terkait keberadaan Aman Yani ke pihak majelis hakim pada persidangan kasus pembunuhan satu keluarga yang digelar di Pengadilan Negeri Indramayu. Selasa, 26/5/2026.

Toni RM selaku kuasa hukum Ririn menyampaikan bahwa Bukti-bukti yang diserahkan meliputi foto Aman Yani, Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), serta bukti krusial berupa status kepesertaan BPJS Kesehatan Aman Yani yang dinyatakan masih aktif.

Toni, menjelaskan bahwa data tersebut diperoleh langsung oleh anak Aman Yani yang bernama Ega Ayu Ariani. Ega mendatangi Mal Pelayanan Publik (MPP) BPJS Kesehatan di Kabupaten Indramayu dengan membawa dokumen KTP dan KK untuk mencari tahu keberadaan ayahnya yang berstatus sebagai pegawai.

"Dari hasil pelacakan melalui aplikasi Mobile JKN, ditemukan bahwa kepesertaan BPJS Kesehatan atas nama Amanyani, S.E. berstatus aktif sebagai peserta tunggal tanpa ada anggota keluarga lain di dalam manifes kepesertaan tersebut." Katanya.

Jejak Digital Pemutakhiran Data

Hal yang paling menyita perhatian adalah adanya aktivitas pemutakhiran data fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) pada akun tersebut. Berdasarkan regulasi BPJS, perubahan faskes dapat dilakukan paling cepat tiga bulan sekali. "Dalam sistem tercatat bahwa batas terakhir atau tanggal perubahan terakhir dilakukan pada tanggal 1 Juni 2026," Ujarnya.

Menurut Toni, berdasarkan penjelasan petugas BPJS, sistem yang menunjukkan tanggal 1 Juni 2026 sebagai batas perubahan tersebut mengindikasikan bahwa Aman Yani—atau pihak yang mengakses akun tersebut—telah melakukan pembaruan data faskes mundurnya tiga bulan sebelum bulan Juni, yaitu sekitar bulan Maret. Data faskes Aman Yani yang semula tidak diketahui, kini telah diperbarui ke FKTP Dokter Gigi Yayat Hidayat Prayitno (dengan dokter pendamping dr. Rostika Sari).

"Artinya, dari bukti ini, Amanyani masih mengakses kartu BPJS pelayanan kesehatan faskes satu, yang semula tidak tahu dokter apa faskes satunya, kemudian dirubah, di-update menjadi dokter gigi. Ini di-update tiga bulan lalu, itu intinya menurut penjelasan dari petugas pelayanan BPJS." Ungkapnya.


Desakan Kepada Penyidik

Merujuk pada keterangan ahli, Toni menegaskan bahwa nama Aman Yani yang tercantum dan aktif dalam sistem BPJS ini merupakan sebuah 'figur' nyata yang dapat dibuktikan eksistensinya. Oleh karena itu, mereka mendesak pihak penyidik untuk segera mencari figur tersebut guna dilakukan proses hukum lebih lanjut.

Saat ditanya oleh awak media mengenai riwayat pemeriksaan atau pengobatan terakhir Aman Yani yang terrekam di Mobile JKN, tim kuasa hukum menyatakan akan segera melakukan pemutakhiran data kembali. Pihaknya berencana menyambangi faskes pertama yang bersangkutan serta berkoordinasi lagi dengan BPJS Kesehatan untuk melacak rekam jejak medis terakhir Amanyani.


Pena  
 By.
Aji AP
Editor
By.
Aji AP
Foto/Video
By.
Aji AP


Jurnalpelita - Sikap terdakwa yang memberikan keterangan berubah-ubah dalam persidangan dinilai dapat memberikan dampak serius terhadap jalannya proses hukum.

Hal itu disampaikan oleh Prof. Dr. Youngky Fernando, S.H., M.H. saat menghadiri sidang kasus pembunuhan satu keluarga di Paoman Indramayu selaku saksi ahli. Selasa, 26/5/2026.

Toni RM selaku kuasa hukum Ririn Rifanto menyampaikan, Dalam keterangannya, Youngky menyatakan bahwa hal tersebut tidak hanya memengaruhi penilaian terhadap diri Priyo sendiri, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam membentuk keyakinan hakim.

'Keterangan terdakwa Priyo yang berubah-ubah di persidangan memiliki pengaruh yang signifikan," Katanya.

Mnurut Toni, Selain berdampak pada penilaian terhadap dirinya sendiri, sikap ini juga akan membentuk keyakinan hakim. Sebab Melalui keterangan yang tidak konsisten tersebut, hakim akan mempertimbangkan dan menilai apakah terdakwa merupakan pelaku dari tindak pidana yang disangkakan atau bukan.

"Hal inilah yang nantinya akan menjadi salah satu dasar bagi majelis hakim dalam mempertimbangkan serta mengambil keputusan akhir di dalam persidangan." Ujarnya.

Terkait dengan fenomena keterangan yang berubah-ubah ini, kata Toni, ahli hukum menyimpulkan bahwa tindakan tersebut sangat memberatkan posisi Priyo itu sendiri.

"Hal ini dikarenakan dampak dari ketidakkonsistenan keterangan hanya berlaku dan melekat pada diri terdakwa yang bersangkutan, dan tidak berdampak atau berlaku bagi terdakwa lainnya, seperti dalam hal ini terdakwa Ririn." Pungkasnya.


Pena  
 By.
Aji AP
Editor
By.
Aji AP
Foto/Video
By.
Aji AP


Jurnalpelita - Persidangan lanjutan kasus pmbunuhan satu keluarga di Paoman Indramayu kembali digelar di Pengadilan Negeri Indramayu. Selasa, 26/5/2026

Dalam sidang kali ini Toni RM selaku kuasa hukum Ririn Rifanto menghadirkan Prof. Dr. Youngky Fernando, S.H., M.H. sebagai saksi ahli  , pada kesempatan ini Saksi Ahli menyoroti adanya perubahan locus delicti atau tempat kejadian perkara (TKP) dalam dugaan tindak pidana yang sedang disidangkan. TKP yang semula diduga berada di rumah Budi, kini disebut berpindah ke sebuah kios.

Toni menyebut, Terkait perubahan fakta ini, ahli hukum yang dihadirkan dalam persidangan menekankan pentingnya pembuktian yang kuat secara hukum.

"Ahli menegaskan bahwa perubahan lokasi kejadian tindak pidana tidak bisa sekadar diasumsikan, melainkan harus dibuktikan secara gamblang," Ujar Toni.

Dalam hal ini Toni menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan saksi ahli Perubahan locus wajib dibuktikan menggunakan bukti langsung atau direct evidence. Selain itu Harus ada saksi fakta yang secara langsung melihat dan menyaksikan bahwa peristiwa pidana tersebut memang benar-benar terjadi di kios, bukan di lokasi sebelumnya.

Toni menyampaikan bahwa saksi ahli menegaskan, Apabila dalam proses pembuktian tidak ditemukan adanya saksi fakta yang melihat langsung, maka aparat penegak hukum harus menghadirkan saksi mahkota. Namun, ahli memberikan catatan kritis mengenai keabsahan jenis saksi ini.

"Saksi mahkota ini harus sudah disiapkan sejak dalam proses penyidikan," ujar Toni.

Dalam sidang kali ini, ahli memaparkan alur formal yang harus dipenuhi agar kesaksian tersebut sah di mata hukum:

Tahap Penyidikan: Saksi mahkota dipersiapkan dan diperiksa oleh penyidik.

Tahap Penuntutan: Saksi tersebut diajukan secara resmi oleh Penuntut Umum di persidangan.

Tahap Putusan: Keabsahan serta nilai pembuktian dari saksi mahkota tersebut sepenuhnya diputuskan oleh Majelis Hakim.


Pena  
 By.
Aji AP
Editor
By.
Aji AP
Foto/Video
By.
Aji AP

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget