Berita Tentang "Kertasemaya"
CLOSE ADS
CLOSE ADS


Indramayu Today - Sebanyak 12 Sekolah Dasar (SD) dari 8 kecamatan di Kabupaten Indramayu mengikuti Sikat Gigi Massal. Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional (HKGN) Tahun 2022 yang diinisiasi Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Kabupaten Indramayu.

Ribuan murid SD di Kabupaten Indramayu sangat antusias mengikuti kegiatan Sikat Gigi Massal dalam rangka HKGN Tahun 2022 ini yang dilaksanakan PDGI Kabupaten Indramayu. Peringatan dipusatkan di SD Negeri Juntikebon, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu dan diikuti secara serentak oleh siswa SD di Kabupaten Indramayu, Senin (12/9/2022).

Dikatakan Ketua PDGI Indramayu drg. Agus Wibowo, HKGN sendiri jatuh tanggal 12 September setiap tahunnya, dan untuk Tahun 2022 dilaksanakan secara hybrid dan serentak diperingati se-Indonesia dengan mengangkat tema yang sama yakni “Pulih Bersama dengan Senyum Sehat Indonesia”.

Menurutnya, tujuan kegiatan Sikat Gigi Massal dalam momentum HKGN ini adalah untuk memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sekaligus guna melatih anak-anak untuk membersihkan gigi dan tetap menjaga dan merawat gigi dan mulut sejak dini.

Dipaparkan drg. Agus Wibowo, 12 SD dari 8 kecamatan di Kabupaten Indramayu yang mengikuti Sikat Gigi Massal meliputi SD/MI Al-Ikhlas Kertawinangun Kecamatan Kandanghaur, SDN Jatimulya 1 Kecamatan Terisi, SDN Margamulya 1 dan 2 Kecamatan Bongas, SDN 1 Lelea Kecamatan Lelea, SDN 1 Pasekan Kecamatan Pasekan, SDN 1 dan 3 Tulungagung Kecamatan Kertasemaya, SDN Wanasari 1 dan 2 Kecamatan Bangodua dan SDN Juntikebon 1 dan 2 Kecamatan Juntinyuat.

“Sebanyak 12 SD dari 8 kecamatan di Kabupaten Indramayu tersebut dapat dikalkulasikan peserta di Indramayu sebesar 3.013 siswa SD yang ikut serta dalam memperingati HKGN Tahun 2022,” paparnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indramayu dr. Wawan Ridwan menyampaikan, pihaknya mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan PDGI Indramayu dalam rangka memperingati HKGN Tahun 2022 dengan tema “Bangkit Bersama dengan Senyum Sehat Indonesia”. Menurutnya kegiatan berupa sikat gigi bersama yang dilakukan oleh siswa dan siswi SD sebanyak 3.013 anak yang serentak dilakukan di Kabupaten Indramayu ini sangat edukatif.

“Kegiatan ini sangat edukatif bagi anak-anak SD untuk selalu menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan menyikat gigi sehari 2 kali yaitu setelah sarapan dan sebelum tidur malam,” ungkapnya.

Kepala Dinkes Kabupaten Indramayu dr. Wawan Ridwan menyatakan, kesehatan gigi dan mulut menjadi penting untuk dapat dijaga oleh anak-anak SD, dikarenakan tidak sedikit gangguan gigi dan mulut menyebabkan gangguan konsentrasi belajar pada anak dan gangguan produktivitas kerja pada orang dewasa.

“Diharapkan dengan kegiatan ini anak-anak SD bisa menjaga gigi dan mulutnya agar meminimalisir gangguan konsentrasi belajar termasuk gangguan produktivitas kerja pada orang dewasa. Selain itu melalui kegiatan ini morbiditas (angka kesakitan) akibat gangguan gigi dan mulut menjadi turun dan lebih meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indramayu secara keseluruhan menuju Indramayu yang Bersih, Religius, Maju, Adil, Makmur dan Hebat (Bermartabat).

Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet


Indramayu Today -  Seorang ibu runah tangga aasal Desa Kertasemaya, Kec. Kertasemaya, Kab. Indramayu meninggal dunia akibat tertemper kereta api

Pada hari Rabu tanggal 24 Agustus 2022, sekira jam 13.24 Wib di jalur kereta api km 184+600 Jalur Hilir KA Argo Lawuh arah Cirebon – Jakarta. Rabu 24)08/2022.

Menurut Kapolsek Sukagumiwang  KOMPOL H. AMIZAR S.H  menjelaskan bahwa kronologis kejadian warga tertempar  kereta api (KA), korban yang berinisial SP (57) tahun warga Desa Kertasemaya, awalnya ketika korban menuntun sepeda ontel mini dari arah selatan menuju arah utara  dan melintasi rel (KA) dengan maksud menyusul dan membantu suaminya yang sedang bekerja membuat batu bata.

Ketika korban( SP) melintas di lajur (KA) arah Cirebon-Jakarta di rel terakhir korban  langsung tertempar oleh KA (kereta api) Argo Lawuh yang melintas dari arah Cirebon-Jakarta.

 "Korban (SP) terpental ke atas lalu jatuh dan terbawah oleh KA (kereta api) kurang lebih 300 meter sehingga tubuh korban sudah tidak terbentuk berikut sepeda ontelnya hancur," jelasnya.

Kapolsek menambahkan, kejadian warga tertempar oleh kereta api di Blok Sondol RT.001 RW. 001 Desa Kliwed, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu dari pihak Keluarga korban menolak untuk dilakukan Otopsi dan telah dibuatkan surat pernyataan.

"Keluarga korban menerima atas musibah yang menimpa mereka," Tutup Kapolsek.

Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget