Berita Tentang "BPBD"
CLOSE ADS
CLOSE ADS

14.28.00 , ,

Jurnalpelita - Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, tetapi juga membekali peserta dengan pengalaman melalui simulasi secara langsung. Dengan demikian, setiap petugas maupun warga binaan diharapkan mengetahui tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat.
‎Dalam kegiatan tersebut, Kasi Pencegahan BPBD Kabupaten Indramayu, Supriyanto, turut memberikan arahan. Sementara materi sosialisasi disampaikan oleh Staf Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Indramayu, Iyan Satrio.
‎Materi yang diberikan meliputi pengenalan berbagai jenis bencana, tindakan pertama yang perlu dilakukan saat bencana terjadi, hingga pengetahuan mengenai bahaya abu vulkanik yang perlu diwaspadai.
‎Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penanganan pertama terhadap korban bencana. Selanjutnya, petugas Lapas Indramayu mengikuti simulasi proses evakuasi korban bencana dari area hunian.
Aramichi menambahkan, simulasi tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas Indramayu untuk membangun kesiapan jajaran dalam menghadapi berbagai kemungkinan keadaan darurat.
‎“Kami berharap seluruh jajaran dapat memahami prosedur evakuasi dan mampu bertindak sesuai peran masing-masing ketika terjadi bencana. Koordinasi dengan instansi terkait seperti BPBD juga akan terus kami perkuat,” harapnya.
‎Ia menegaskan, aspek keselamatan menjadi perhatian penting dalam pelaksanaan tugas di lingkungan Lapas Indramayu. Karena itu, kesiapsiagaan tidak hanya dibangun melalui prosedur, tetapi juga perlu dilatih secara berkala agar seluruh petugas memiliki respons yang tepat saat menghadapi keadaan darurat.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi

12.40.00 , , , , ,

Jurnalpelita - PASEKAN – Menghadapi dampak musim kemarau yang memicu krisis air bersih, jajaran Kodim 0616/Indramayu bersama dengan BPBD, PMI, dan pemerintah daerah bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 15 ribu liter bagi warga terdampak di wilayah Kecamatan Pasekan. Kamis. 6/8/2026.

Bantuan air bersih tersebut difokuskan di beberapa titik yang mengalami kekeringan cukup parah, di antaranya Desa Totoran dan Desa Pabean Ilir (Blok Pancer 2), serta Blok Pecantilan di Desa Pagirikan. Setiap tahunnya, wilayah ini menjadi berlangganan krisis air saat musim kemarau akibat aliran air PDAM yang belum bisa menjangkau pemukiman warga secara optimal.
Di sela kegiatan ​Camat Pasekan H. Taryadi SIP menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam atas kepedulian dan bantuan yang diberikan oleh Dandim melalui Danramil, BPBD, serta PMI. Menurutnya, krisis air bersih sudah menjadi kendala tahunan bagi warga setempat saat kemarau tiba. Ia berharap bantuan distribusi air bersih ini dapat berlangsung secara berkala hingga musim hujan tiba.

​"Kami sangat berterima kasih atas partisipasi dan bantuan dari Pak Dandim melalui Danramil Sindang, BPBD, serta PMI. Harapan kami bantuan ini bisa berlanjut (continue), minimal satu minggu sekali atau maksimal satu bulan sekali selama musim hujan belum turun, karena kebutuhan air bersih warga sangat mendesak," ujarnya

​Sementara itu, Dandim 0616/Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo yang disampaikan oleh Danramil 1602 Sindang Kapten Arm Suhermanto yang didampingi Pasiops Kapten Inf Suprayitno menjelaskan bahwa penyaluran air bersih ini merupakan bentuk sinergi lintas sektor dalam menanggapi situasi tanggap darurat kekeringan di wilayah kabupaten. Pada aksi penyaluran terbaru, sebanyak tiga truk tangki air bersih dikerahkan ke lokasi terdampak, melengkapi dua truk tangki yang telah disalurkan sebelumnya ke Blok Pecantilan.

​"Kami dari Koramil bersinergi dengan PDAM, BPBD, dan PMI untuk langsung turun ke wilayah yang terdampak. Kami juga terus mengupayakan solusi permanen dari pemerintah daerah, baik meningkatkan tekanan air PDAM maupun pencarian sumber mata air baru. Meskipun hasil uji geolistrik menunjukkan titik sumber air di wilayah ini belum memungkinkan, kami akan terus berupaya," jelas Danramil.

Di sisi lain, Agus Yani SKM Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Indramayu mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dan berhemat dalam menggunakan air bersih mengingat prediksi BMKG menunjukkan bahwa musim kemarau dan kondisi kering dapat berlangsung hingga akhir tahun. Selain krisis air, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan.

​"Kami mengimbau masyarakat untuk berhemat air bersih. Selain itu, waspadai juga potensi kebakaran. Bagi warga yang membakar sampah, mohon jangan ditinggalkan begitu saja sebelum api benar-benar padam," imbaunya.

​Melalui kolaborasi dan tim reaksi cepat ini, diharapkan kebutuhan dasar masyarakat akan air bersih dapat terpenuhi serta dampak dari musim kemarau dapat diminimalisasi secara optimal.


Pena  
 By.
Jidam P
Editor
By.
Aji AP
Foto/Video
By.
Adam P

13.20.00 , , ,

Jurnalpelita - INDRAMAYU – Respons cepat terhadap dampak musim kemarau panjang kembali ditunjukkan oleh jajaran Kodim 0616/Indramayu. Bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu, TNI menyalurkan bantuan 10.000 liter air bersih untuk warga di Blok Karang Malang (RT 015 dan RT 016), Desa Tanjakan, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jumat (31/7/2026).

​Aksi kemanusiaan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini menjadi angin segar bagi ratusan kepala keluarga yang beberapa pekan terakhir mengeluhkan susahnya mendapatkan pasokan air bersih akibat menurunnya debit sumber air warga secara drastis.

​Dalam aksi tanggap darurat ini, Kodim 0616/Indramayu menerjunkan 10 personel beserta satu unit armada khusus pengangkut air. Sementara itu, BPBD Indramayu memperkuat armada dengan mengerahkan empat personel dan satu unit mobil tangki air berkapasitas besar.

​Total 10.000 liter air bersih yang disalurkan berasal dari kolaborasi seimbang—5.000 liter dari armada Kodim 0616/Indramayu dan 5.000 liter dari tangki BPBD. Kedatangan armada air bersih ini langsung disambut antusias oleh warga yang sudah mengantre membawa jeriken dan wadah penampungan air sejak pagi.

​Komandan Kodim (Dandim) 0616/Indramayu, Letkol Arm Tulus Widodo, S.E., M.Han., menegaskan bahwa aksi ini merupakan bukti konkrit presence dan kepedulian TNI AD di tengah-tengah kesulitan masyarakat.

​"Kami hadir untuk membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan akibat kemarau. Penyaluran air bersih ini adalah wujud kepedulian dan tanggung jawab moral TNI kepada rakyat. Kami akan terus berkoordinasi erat dengan Pemerintah Daerah dan instansi terkait agar kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih, tetap terpenuhi," tegas Letkol Arm Tulus Widodo.


​Lebih lanjut, Dandim juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mulai membiasakan pola penggunaan air secara hemat dan bijak, serta bersama-sama menjaga kelestarian sumber air yang tersisa di wilayah masing-masing.

​Sinergi yang solid antara Kodim 0616/Indramayu dan BPBD Indramayu ini diharapkan terus terjaga sebagai garda terdepan penanggulangan dampak bencana alam dan kemarau di wilayah Kabupaten Indramayu.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Pendim

17.07.00 , ,



Indramayu — Sosialisasi Mitigasi Bencana Alam digelar di Ruang Rapat BPBD Kabupaten Indramayu, Jl. Pahlawan No. 62/A, Kelurahan Lemahmekar, Kecamatan Indramayu. Kegiatan dilaksanakan secara virtual dan diikuti para Dandim jajaran Korem 063/Sunan Gunung Jati bersama Forkopimda di wilayah masing-masing.

Kegiatan dipimpin langsung Danrem 063/Sunan Gunung Jati, Kolonel Inf Hista Soleh Harahap, S.I.P., M.I.P., sebagai bentuk perhatian pimpinan terhadap kesiapsiagaan satuan menghadapi ancaman bencana.

“Wilayah Korem 063 memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi. Karena itu diperlukan kesiapsiagaan, kecepatan bertindak, serta koordinasi yang solid agar masyarakat terlindungi,” tegas Danrem.

Hadir dalam kegiatan, Dandim 0616/Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo, S.E., M.Han., Sekda Indramayu Ir. Aep Surahman mewakili Bupati, Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K., Perwakilan Kejari, PN Indramayu, DPRD, serta Kalak BPBD Indramayu Drs. Dadang Oce Iskandar. Sebagai Narasumber, Kalak BPBD Jabar, Teten Ali Mulku Engkun, Kepala BMKG Kertajati, Prof. Ir. Teuku Faisal Fathani, S.T., M.T., Ph.D., IPU.

Kalak BPBD Jabar menekankan pentingnya pencegahan melalui pemetaan wilayah rawan, peningkatan kapasitas SDM, kesiapan logistik, dan pemberdayaan masyarakat.

“Mitigasi adalah investasi keselamatan. Semakin siap sejak awal, semakin kecil dampak bencana,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BMKG Kertajati menyampaikan perkembangan cuaca dan potensi ancaman hidrometeorologi.

“Informasi prakiraan dan peringatan dini BMKG harus dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan di lapangan,” jelasnya.


Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget