Berita Tentang "Peristiwa"
CLOSE ADS
CLOSE ADS


Jurnalpelita - JATISAWIT — Suasana Balai Desa Jatisawit, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu mendadak memanas setelah ratusan warga dari berbagai penjuru wilayah mendatangi kantor desa secara serentak, pagi tadi sekitar pukul 10.00 WIB.

Kedatangan massa tanpa instruksi tersebut memuncak akibat terbongkarnya dugaan skandal perselingkuhan yang melibatkan oknum Sekretaris Desa (Sekdes) setempat. Senin, 14/10,2026.

​Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh perwakilan warga, Lukman, usai mendampingi aksi penyampaian aspirasi masyarakat di Balai Desa Jatisawit.

​"Kedatangan warga ke Balai Desa hari ini merupakan bentuk solidaritas dan keberatan atas dugaan perselingkuhan yang menimpa keluarga Bapak Conot," ujar Lukman saat ditemui wartawan di lokasi.

​Lukman menjelaskan, dugaan perselingkuhan tersebut melibatkan istri dari Berinisial Conot seorang petugas kader Posyandu Desa Jatisawit dengan Sekretaris Desa Jatisawit yang berinisial D, Isu terlarang ini ditengarai telah berlangsung cukup lama, yakni sejak bulan Januari lalu hingga akhirnya meledak dan diketahui publik baru-baru ini.

​Conot sendiri dikenal luas oleh warga setempat sebagai sosok tokoh pemuda yang memiliki loyalitas tinggi. Rasa simpati dan solidaritas yang kuat memicu kemarahan kolektif warga Desa Jatisawit. Tanpa ada komando maupun provokasi, warga dari RT 01 hingga RT 16 serta RW 01 sampai RW 04 berbondong-bondong menggeruduk balai desa untuk menuntut keadilan.

​"Masyarakat datang atas kesadaran dan kehendak mereka sendiri. Mereka tidak terima atas dugaan skandal perselingkuhan antara oknum Pamong Desa (Kader Posyandu) dengan Sekdes ini," tegas Lukman.

​Pihak keluarga bersama seluruh lapisan masyarakat menyampaikan tuntutan tunggal yang tidak bisa ditawar lagi, yakni mendesak berinisial D untuk segera ditanggalkan dari jabatannya sebagai Sekretaris Desa Jatisawit.

​"Tuntutan dari pihak keluarga dan warga sangat jelas: D selaku Sekdes Desa Jatisawit harus diturunkan atau mengundurkan diri dari jabatannya. Selesai. Tidak ada tuntutan lain, karena Bapak Conot merasa rumah tangganya telah dihancurkan," pungkasnya.

​Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu kepastian tindak lanjut dari pihak pemerintah desa terkait status dan sanksi tegas yang akan dijatuhkan kepada oknum Sekdes tersebut.


Pena  
 By.
Jidam P
Editor
By.
Jidam P
Foto/Video
By.
Jidam P


Jurnalpelita - INDRAMAYU — Pemerintah desa bersama aparat keamanan menggelar musyawarah dan membuka ruang penyampaian aspirasi bagi warga Desa Jatisawit, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu. Senin, 14/10/2026.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh jajaran perangkat desa serta unsur pengamanan guna menampung berbagai aduan dan dinamika yang terjadi di tengah masyarakat.

​Dalam arahannya, Kanit Reskrim Polsek Jatibatang IPTU Fheronika menekankan pentingnya menjaga situasi wilayah agar tetap aman, lancar, dan kondusif selama proses penyampaian aspirasi berlangsung. Ia mengingatkan bahwa seluruh masyarakat yang hadir merupakan warga setempat yang masih memiliki hubungan kekeluargaan.

​"Aspirasi Bapak silakan sampaikan. Harapan kami tentunya kegiatan ini berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif," tegasnya di hadapan warga dan perangkat desa.

​Selain menampung aspirasi, aparat juga memberikan penegasan terkait adanya isu atau dugaan pelanggaran hukum. Jika warga menemukan indikasi atau dugaan tindak pidana, masyarakat disarankan untuk menempuh jalur hukum yang resmi.

​IPTU Fheronika menyatakan kesiapannya untuk mendampingi warga apabila ingin meneruskan persoalan tersebut ke ranah hukum.

​"Kalau memang ada dugaan perkara pidana, tentunya bisa dilaporkan kepada aparat penegak hukum. Silakan nanti kita antar ke Polres Indramayu," lanjutnya.

​Musyawarah ini diharapkan dapat menjadi wadah mediasi yang adil, sekaligus menjaga ketertiban serta keharmonisan warga Desa Jatisawit.


Pena  
 By.
Jidam P
Editor
By.
Jidam P
Foto/Video
By.
Jidam P

12.50.00 , ,


Jurnalpelita - Indramayu – Pasca kebakaran yang menghanguskan 10 unit rumah panggung nelayan di Blok Prempu 1, RT 01/RW 04, Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, personel Koramil 1616/Kandanghaur bersama warga melaksanakan kerja bakti membersihkan puing-puing sisa kebakaran, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan kerja bakti dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan respons cepat TNI dalam membantu masyarakat yang terdampak musibah. Personel TNI bersama warga bergotong royong membersihkan sisa-sisa bangunan, material yang terbakar, serta merapikan lingkungan di sekitar lokasi kejadian.

Danramil 1616/Kandanghaur Kapten Arh Dadan Haidir mengatakan, kerja bakti tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap warga yang sedang mengalami musibah.

«“Kami hadir untuk membantu masyarakat. Setelah api berhasil dipadamkan, langkah selanjutnya adalah membersihkan puing-puing dan mengamankan lingkungan sekitar. Kami bersama warga melaksanakan kerja bakti secara gotong royong agar lokasi segera bersih dan dapat ditata kembali,” ujar Kapten Arh Dadan Haidir.»

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan antara TNI dengan masyarakat.

Sementara itu, Dandim 0616/Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo, S.E., M.Han. menyampaikan bahwa kehadiran Babinsa dan jajaran Koramil di tengah masyarakat merupakan bagian dari komitmen TNI untuk selalu membantu dan memberikan solusi dalam setiap kondisi yang dihadapi warga.

“Musibah kebakaran ini tentu menjadi pukulan bagi warga yang terdampak. Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membantu meringankan beban mereka. Kehadiran TNI tidak hanya saat kejadian, tetapi juga dalam proses pemulihan pascakebakaran, termasuk membantu membersihkan puing-puing dan lingkungan sekitar,” ungkap Dandim.

Dandim menambahkan, semangat gotong royong merupakan kekuatan masyarakat dalam menghadapi berbagai musibah.

“Kami berharap warga tetap tabah dan tidak kehilangan semangat. Mari kita bangkit bersama. TNI akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, kepolisian dan seluruh elemen masyarakat untuk membantu warga yang terdampak,” tambahnya.

Diketahui, kebakaran terjadi pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 23.45 WIB. Api diduga berasal dari korsleting listrik di rumah milik Madini setelah terjadi pemadaman listrik. Api kemudian membesar dan merembet ke rumah nelayan lainnya.

Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Patrol dan Pos Damkar Indramayu dikerahkan ke lokasi. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.30 WIB.

Sebanyak 10 unit rumah panggung nelayan terdampak kebakaran. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut, sementara kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp1 miliar.

Kegiatan kerja bakti berlangsung secara gotong royong dengan melibatkan personel Koramil 1616/Kandanghaur, Pemerintah Desa Eretan Wetan dan masyarakat sekitar.

TNI Hadir, Peduli dan Membantu Masyarakat.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet


Jurnalpelita - INDRAMAYU — Kebakaran melanda lahan kosong milik Pemerintah Desa (tanah bengkok) di Blok Gobangan, Desa Sanca, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jumat (11/9/2026) malam.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 18.30 WIB tersebut membakar rerumputan dan ilalang di lahan seluas kurang lebih 2 hektare. Kebakaran diduga dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh Suratman, warga setempat, yang kemudian melaporkan kejadian kepada Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta aparatur Desa Sanca.

Mendapat laporan tersebut, Babinsa Koramil 1615/Haurgeulis Serda Hadi bersama Bhabinkamtibmas dan warga langsung menuju lokasi. Sebelum mobil pemadam kebakaran tiba, upaya pemadaman dilakukan secara manual menggunakan alat seadanya untuk mencegah api semakin meluas.

Sekitar pukul 20.10 WIB, satu unit kendaraan Damkar Unit Patrol tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas dan masyarakat.

Berkat kerja sama dan respons cepat seluruh pihak, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.43 WIB. Petugas Damkar kemudian melakukan penyiraman ulang untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Danramil 1615/Haurgeulis Kapten Inf Dadang Iskandar mengapresiasi respons cepat Babinsa, Bhabinkamtibmas, Damkar dan masyarakat dalam menangani kejadian tersebut.

«“Begitu mendapat laporan, Babinsa langsung bergerak bersama Bhabinkamtibmas dan masyarakat. Sebelum Damkar tiba, pemadaman dilakukan secara manual dengan alat seadanya agar api tidak semakin meluas. Ini merupakan bentuk kepedulian dan kesiapsiagaan bersama dalam menjaga keamanan lingkungan,” ujar Kapten Inf Dadang Iskandar.»

Sementara itu, Dandim 0616/Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo., S.H., M.Han., menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran lahan, terutama pada kondisi lahan yang ditumbuhi rerumputan dan ilalang kering.

«“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sembarangan. Kebakaran lahan dapat dengan cepat meluas dan membahayakan lingkungan maupun permukiman warga. Sinergi antara TNI, Polri, Damkar dan masyarakat sangat penting untuk melakukan pencegahan sekaligus penanganan secara cepat apabila terjadi kebakaran,” tegas Letkol Arm Tulus Widodo.»

Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiil berupa nilai rupiah. Kebakaran hanya menghanguskan rerumputan dan ilalang di area lahan kosong.

Kegiatan pemadaman melibatkan personel Koramil 1615/Haurgeulis, Polsek Gantar, satu tim Damkar Unit Patrol serta Pemerintah Desa Sanca bersama masyarakat setempat.

Hingga kegiatan pemadaman selesai, situasi di lokasi berlangsung aman dan kondusif.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet

13.53.00 , ,

Jurnalpelita - INDRAMAYU – Kebakaran lahan hutan terjadi di Blok Cipondoh, Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Jumat (4/9/2026). Kobaran api dilaporkan mulai terlihat sekitar pukul 10.00 WIB dan membakar lahan hutan dengan luas kurang lebih 5 hektare.

Hingga saat ini, penyebab kebakaran belum diketahui. Menyikapi kejadian tersebut, jajaran TNI melalui Koramil 1613/Terisi bergerak cepat melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa Cikawung, Perum Perhutani wilayah Cikawung serta Yonif TP 889/GW guna mempercepat upaya pemadaman dan mencegah api meluas.

Upaya pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan memanfaatkan mobil tangki air serta sarana pemadam kebakaran yang berada di lokasi pembangunan Yon TP. Berkat kesigapan dan sinergi seluruh unsur yang terlibat, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 11.15 WIB atau kurang lebih satu setengah jam setelah kejadian diketahui.

Danramil 0613/Terisi menyampaikan bahwa kecepatan penanganan menjadi hal utama dalam menghadapi kebakaran lahan, mengingat kondisi lahan hutan yang berpotensi membuat api cepat meluas.

“Begitu menerima informasi adanya kebakaran, kami langsung berkoordinasi dengan pemerintah desa, pihak Perhutani dan Yon TP untuk bersama-sama melakukan pemadaman. Alhamdulillah, berkat kerja sama dan respons cepat seluruh pihak, api dapat dipadamkan sehingga tidak meluas ke area lainnya,” ujar Danramil 0613/Terisi.»

Dalam penanganan tersebut, personel yang terlibat terdiri dari Danramil 0613/Terisi, Asper Cikawung beserta 6 anggota, 5 personel Babinsa Koramil Terisi, serta 20 anggota Yon TP yang dipimpin DPP Letda Inf Suparjo.

Dandim 0616/Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo, S.E., M.Han., mengapresiasi kesigapan personel di lapangan dan sinergi antara TNI, Perhutani, pemerintah desa serta unsur terkait dalam menangani kebakaran tersebut.

«“Kami mengapresiasi respons cepat seluruh personel dan unsur terkait dalam menangani kebakaran lahan di Blok Cipondoh. Sinergi dan kecepatan bertindak sangat penting untuk mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” tegas Dandim.»

Dandim juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, khususnya di tengah kondisi cuaca yang dapat menyebabkan lahan dan vegetasi mudah terbakar.

«“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama di kawasan hutan dan lahan kering. Apabila melihat adanya titik api, segera laporkan kepada aparat atau pihak terkait agar dapat ditangani sedini mungkin,” pungkasnya.»

Berkat penanganan cepat dan kolaborasi lintas unsur, kebakaran lahan hutan di Blok Cipondoh dapat dikendalikan. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet

21.24.00 , ,

Jurnalpelita - INDRAMAYU – Komisi 1 DPRD Kabupaten Indramayu menerima audiensi dari pihak keluarga warga Desa Sudimampir Lor yang meninggal dunia saat bekerja di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Pertemuan tersebut bertujuan untuk memfasilitasi pihak keluarga dalam menuntut hak-hak almarhum, termasuk santunan kematian dan jaminan bagi anak-anak korban yang masih kecil. Jumat, 17/7/2026.

Saat ditemui di ruang kerjanya, ​Ketua Komisi 1 DPRD Indramayu Endang Effendi, mengungkapkan bahwa almarhum diketahui baru bekerja selama kurang lebih dua bulan di wilayah tersebut sebelum dilaporkan meninggal dunia. Hingga saat ini, pihak keluarga belum mengetahui secara pasti penyebab penyakit yang diderita almarhum.

​Menanggapi tuntutan keluarga terkait pemenuhan hak-hak korban, Komisi 1 DPRD Indramayu menegaskan akan mengawal proses ini agar mendapatkan penyelesaian yang berkeadilan. Namun, mengingat lokasi perusahaan berada di luar daerah, DPRD meminta Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Indramayu untuk proaktif memimpin komunikasi.

​"Kalau kami langsung ke sana ke perusahaan yang berada di luar daerah, tentu terbentur kewenangan. Maka, jalan satu-satunya adalah mendorong Disnaker Indramayu untuk terus menjalin komunikasi dan koordinasi intensif dengan Disnaker yang ada di Kolaka," jelasnya kepada wartawan seusai audiensi.

Dalam hal ini, ​Pihak DPRD juga mengapresiasi iktikad baik dari perusahaan tempat almarhum bekerja. Berdasarkan berkas yang ada, pihak perusahaan dinilai bertanggung jawab karena telah mengeluarkan biaya pemulangan jenazah hingga mencapai Rp31 juta, yang mencakup biaya pesawat, rumah sakit, hingga pendamping jenazah ke Indramayu.

​Kendati biaya pemulangan telah ditanggung oleh pihak perusahaan, Effendi memahami kekhawatiran pihak keluarga mengenai keberlangsungan hidup anak-anak korban yang masih kecil. Untuk itu, Effendi mengaku telah menyampaikan langsung kepada Kepala Disnaker agar berkoordinasi dengan Bupati Indramayu demi mengupayakan bantuan tambahan.

​"Saya sudah sampaikan kepada Ibu Kadis, tolong bicarakan hal ini dengan Bupati atau pihak terkait. Kita harapkan ada sumbangsih atau kepedulian nyata dari pemerintah daerah untuk membantu meringankan beban keluarga korban," pungkasnya.


Pena  
 By.
Adam P
Editor
By.
Adam P
Foto/Video
By.
Adam P



Jurnalpelita - INDRAMAYU – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu menegaskan komitmennya untuk mengawal dan mengupayakan pemenuhan hak-hak seorang warga asal Desa Sudimampir Lor yang dilaporkan meninggal dunia saat bekerja di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Usia melakukan audiensi dengan perwakilan korban dan Anggota Kimisi I DPRD Indramayu Endang Ismiyati Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Indramayu pada Jumat, 17/7/2026 ​menyampaikan Bahwa Pihak keluarga almarhum saat ini tengah menuntut sejumlah hak yang seharusnya diterima, termasuk santunan biaya kematian hingga beasiswa pendidikan untuk anak almarhum.

Ia menyebut ​Perwakilan Disnaker Indramayu menyatakan bahwa pihaknya sedang mengupayakan langkah-langkah terbaik agar hak-hak tersebut dapat segera direalisasikan. Namun Mengingat lokasi perusahaan tempat almarhum bekerja berada di luar wilayah hukum Indramayu, Disnaker mengambil langkah taktis dengan menjalin komunikasi lintas daerah.

​"Karena perusahaannya berada di luar wilayah Indramayu, langkah yang bisa kami lakukan saat ini adalah berkoordinasi langsung dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kolaka. Kami akan optimalkan hal ini," ujarnya saat memberikan keterangan kepada wartawan.

​Lebih lanjut, Endang mengungkapkan bahwa almarhum sebenarnya berangkat bekerja tidak melalui jalur resmi Disnaker Indramayu, melainkan melalui jalur mandiri atau online. Kendati demikian, Disnaker memastikan tidak akan lepas tangan karena almarhum tetap merupakan warga asli Indramayu yang wajib dilindungi hak-haknya.

"​Selain berkomunikasi dengan Disnaker Kolaka, Disnaker Indramayu juga telah berkoordinasi secara intensif dengan pihak BPJS Ketenagakerjaan guna mempercepat proses klaim yang menjadi hak ahli waris," Ujarnya.

​Di akhir penyampaiannya, Endang mengimbau kepada pihak keluarga yang ditinggalkan agar tetap sabar dan tenang dalam mengikuti seluruh proses administrasi yang sedang berjalan.

​"Kami meminta pihak keluarga untuk bersabar mengikuti prosesnya. Nanti kami dari Disnaker akan terus mendampingi dan membantu sampai mendapatkan hasil yang diharapkan," pungkasnya.


Pena  
 By.
Adam P
Editor
By.
Adam P
Foto/Video
By.
Adam P


Jurnalpelita - INDRAMAYU – Duka mendalam menyelimuti keluarga Castipan (40), seorang pekerja konstruksi asal Desa Sudimampir Lor, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu. Castipan dilaporkan meninggal dunia saat tengah merantau untuk bekerja di wilayah Kolaka, Sulawesi Tenggara. Hingga kini, pihak keluarga masih memperjuangkan keadilan dan hak-hak almarhum yang diduga diabaikan oleh pihak perusahaan.

​Kronologi Kejadian

​Menurut keterangan dari keponakan korban, Idris, peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 5 Juni 2026. Almarhum Castipan yang mulai bekerja sejak bulan Maret 2026, sempat mengeluhkan sakit saat sedang bekerja.

​"Beliau merasa sakit lalu memutuskan untuk pulang setengah hari ke kontrakan. Namun, pada pukul 18.00 WITA, rekan kerjanya terkejut saat mendapati beliau sudah dalam kondisi meninggal dunia di dalam kamarnya," ujar Idris saat memberikan keterangan.

​Jasad korban kemudian dilarikan ke rumah sakit setempat. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Castipan dinyatakan telah mengembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 14.00 WITA pada hari yang sama.

​Dugaan Pelanggaran Prosedur dan Hak Pekerja

​Keluarga mendeteksi adanya sejumlah kejanggalan terkait prosedur ketenagakerjaan almarhum. Almarhum sebelumnya melamar pekerjaan secara online di PT Karya Menang Bersama, sebuah perusahaan yang berlokasi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

​Idris membeberkan bahwa proses perekrutan dan administrasi yang dilakukan diduga tidak sesuai dengan prosedur Dinas Tenaga Kerja (Disnaker). Pihak perusahaan pun hingga kini belum memberikan kejelasan mengenai hak-hak normatif almarhum.

Tanpa Jaminan Kematian: Pihak keluarga menyebutkan tidak ada jaminan kematian maupun BPJS Ketenagakerjaan yang didaftarkan untuk almarhum.

Kompensasi Nihil: Hingga saat ini, belum ada kompensasi ataupun santunan kematian yang dikeluarkan oleh perusahaan.

Ketidakjelasan Gaji: Pihak keluarga mengaku hanya menerima uang sebesar Rp7.800.000 sekali bayar, tanpa ada rincian periode kerja yang jelas dari pihak PT Karya Menang Bersama.

​"Kami sudah mencoba menghubungi pihak perusahaan berulang kali. Saya kontak satu per satu, sekitar dua sampai tiga orang dari pihak sana, namun tidak ada satu pun yang memberikan respons," sesal Idris.

​Mengadu ke DPRD Indramayu

​Mendapati jalan buntu dan sikap bungkam dari pihak perusahaan, keluarga korban akhirnya memutuskan untuk mengadu ke anggota DPRD Kabupaten Indramayu guna meminta bantuan mediasi dan pengawalan kasus ini.

​Pihak legislatif menyambut baik aduan tersebut dan berjanji akan membantu memfasilitasi komunikasi serta menuntut hak-hak almarhum agar segera dipenuhi oleh pihak perusahaan di Lombok.

​"Kami berharap dengan keterlibatan anggota dewan, hak waris almarhum, baik berupa sisa gaji yang jelas, kompensasi, maupun pertanggungjawaban atas jaminan kematian dapat segera diselesaikan secara adil," tutup Idris.


Pena  
 By.
Adam P
Editor
By.
Adam P
Foto/Video
By.
Adam P


Jurnalpelita - Sebuah toko sembako milik Budi Awaludin korban Pembunuhan satu keluarga di Paoman dilaporkan telah dibongkar oleh pihak keluarga dan disaksikan oleh Sohibul Wasilah pengurus RT setempat beserta warga.

Sohibul menyebut, bahwa Pembongkaran ruko tersebut dilakukan atas permintaan keluarga dengan tujuan untuk mengamankan isi sembako yang rencananya akan digunakan untuk keperluan acara tahlilan.

​Awal Mula Pembongkaran

Sohibul Wasilah ​Ketua RT setempat mengungkapkan bahwa dirinya dihubungi oleh salah satu anggota keluarga pemilik toko, Emma, sekitar pukul 07.00 WIB. Melalui sambungan telepon, Emma meminta izin dan bantuan RT untuk ikut membongkar toko milik Mas Budi.

​"Awalnya itu saya sekitar jam 7 pagi ditelepon oleh Ibu Emma. 'Pak RT, ini nanti ikut bongkar toko. Tokonya Mas Budi,' kata Ibu Emma. Saya tanya tujuannya buat apa, katanya isi sembakonya nanti buat acara tahlilan," ujar Ketua RT saat memberikan keterangan.

​Dalam hal ini ia mengatakan bahwa dirinya sempat menolak jika harus melakukan pembongkaran seorang diri demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Ia kemudian meminta agar seluruh pihak keluarga berkumpul di lokasi untuk menyaksikan langsung proses tersebut yang dijadwalkan pada pukul 10.00 WIB. Selain keluarga, pihak RT juga menghubungi media untuk ikut mengawal jalannya pembongkaran.

​Di lokasi kejadian, hadir sejumlah pihak antara lain:

Emma (Pihak keluarga)
Pengacara Heri Reang
Jul Elfi
Niko
Masyarakat setempat dan perwakilan media.

​Kondisi Dalam Ruko: Bau Menyengat dan Ruangan Gelap

​Setelah pintu toko berhasil dibuka, Ketua RT dan beberapa saksi langsung masuk ke dalam ruko. Begitu melangkah masuk, tercium aroma tidak sedap yang sangat menyengat dari dalam ruangan.

​"Setelah dibongkar, saya masuk. Bau enggak sedap, kayak bau-bau telur busuk. Saya sempat keluar lagi, lalu masuk lagi," kata RT.

Ia menjelaskan, ​Kondisi di dalam ruko saat itu sangat gelap. kemudian ia meminta warga untuk menaikkan sekring listrik demi menyalakan lampu. Kendati lampu sudah menyala, kondisi di dalam ruko dilaporkan tetap tidak begitu terang.

​Posisi Barang Sembako Tertata Rapi

​Meskipun tercium bau busuk, situasi di dalam ruko tersebut didapati dalam keadaan rapi dan tidak berantakan. Berdasarkan kesaksian Ketua RT, berikut adalah rincian posisi barang-barang di dalam toko:

Bagian Kiri Ruko: Terdapat sebuah meja putih yang di atasnya tersusun beberapa botol minyak sayur secara rapi. Di area ini juga didapati banyak keranjang berisi telur.

Bagian Kanan Ruko: Ditemukan satu karung beras berukuran 25 kg yang masih utuh (belum dibuka). Di sampingnya, terdapat wadah sejenis paso berisi beras sekitar setengah karung yang sudah ditakar dalam kondisi terbuka.

Bagian Lantai: Tergelar sebuah karpet yang posisinya terpasang dengan rapi di sebagian area lantai toko.

Bagian Dalam: Terdapat sebuah kamar di samping area toko yang posisinya juga tampak rapi, meskipun suasananya remang-remang.

​Saat dikonfirmasi mengenai kondisi telur-telur yang membusuk, Ketua RT menegaskan bahwa telur-telur tersebut tidak pecah berantakan di lantai, melainkan masih berada di dalam wadahnya.

​"Yang saya lihat telur yang busuk, yang pecah, itu masih ada di tempatnya. Di tempat keranjang kayu itu, tapi ada kayak kertas tertumpuk di situ. Jadi masih tersusun rapi," jelasnya.

​Hingga saat ini, pihak RT mengaku tidak memperhatikan adanya bercak darah atau kain lap/pakaian bekas di lokasi, lantaran kondisi pencahayaan di dalam ruko yang minim saat pemeriksaan berlangsung.


Pena  
 By.
Aji AP
Editor
By.
Jidam P
Foto/Video
By.
Partner

20.28.00 , ,


Jurnalpelita - IndramayuDanramil 1601/Indramayu Kapten Kav Daniel Ronge beserta anggota Koramil 1601/Indramayu melaksanakan kegiatan pembersihan pohon tumbang yang menutupi akses Jalan Perjuangan, tepatnya di halaman Yayasan PAUD ABC KIDS milik Bapak H. Darwanto, Kelurahan Kepandean, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu.

Pohon tumbang tersebut sempat menghambat aktivitas masyarakat dan akses jalan di sekitar lokasi. Dengan sigap, Danramil bersama anggota turun langsung ke lapangan melakukan pemotongan dan pembersihan batang serta ranting pohon, sehingga akses jalan kembali dapat dilalui dengan aman dan lancar.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kapten Kav Daniel Ronge selaku Danramil 1601/Indramayu beserta anggota, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kepandean Aiptu Kusnan, Kasi Trantib Kelurahan Kepandean Bapak Tosim, serta warga masyarakat setempat yang bersama-sama bergotong royong membantu proses pembersihan.

Sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah kelurahan, dan masyarakat terlihat kuat dalam kegiatan tersebut. Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Penyampaian Danramil 1601/Indramayu

Dalam kesempatan tersebut, Kapten Kav Daniel Ronge menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

“Kami dari Koramil 1601/Indramayu selalu siap membantu masyarakat dalam setiap kondisi, termasuk penanganan pohon tumbang yang dapat membahayakan dan mengganggu aktivitas warga. Ini merupakan bagian dari tugas kami untuk hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.

Beliau juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada, terutama saat musim hujan dan angin kencang, serta segera melaporkan apabila terdapat potensi bahaya di lingkungan sekitar.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan akses jalan kembali normal dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet



Jurnalpelita - Merespons kondisi darurat akibat curah hujan tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Indramayu akhir-akhir ini, Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Sosial (Dinsos) bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada korban bencana banjir. Pada Selasa, 27 Januari 2026 kemarin, logistik telah dikirimkan ke wilayah sekitar tanggul Sungai Cimanuk yang kondisinya kritis hingga menyebabkan air meluap ke permukiman warga.

Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Indramayu, Waskam mengatakan, bantuan berupa bahan pangan dan sandang didistribusikan melalui Pemerintah Kecamatan dan Desa untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi. Hingga saat ini, seluruh lini sektor terkait tetap dalam posisi siaga untuk mengantisipasi adanya potensi banjir susulan.

“Kami telah menyalurkan bantuan logistik berupa beras, makanan siap saji, mi instan, serta perlengkapan keluarga seperti selimut dan pakaian. Fokus utama kami saat ini adalah memastikan tidak ada warga yang kekurangan bahan pangan di lokasi pengungsian maupun di rumah-rumah yang masih tergenang,” ujar Waskam saat dikonfirmasi, Rabu (28/1/2026).

Selain bantuan logistik, Dinas Sosial juga telah berkoordinasi dengan Tagana (Taruna Siaga Bencana) untuk mendirikan dapur umum di titik-titik pengungsian yang paling terdampak. Hal ini dilakukan guna menjamin asupan makanan sehat bagi anak-anak dan lansia yang rentan terhadap penyakit pascabanjir.

Pemerintah Kabupaten Indramayu mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan kepada petugas jika debit air kembali meningkat atau terjadi kerusakan infrastruktur lainnya. Petugas gabungan dari BPBD, Dinsos, dan TNI/Polri terus melakukan pemantauan intensif di sepanjang aliran sungai guna meminimalisir dampak risiko bencana yang lebih besar.

Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi

 Seorang pemuda inisial AR alias Asong (28 tahun) warga Desa Lombang, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu meninggal di kamar kos puteri. Warga sekitar kost wisma Ros di Jalan Olahraga, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan/Kabupaten Indramayu sempat gempar. Kematian korban oleh polisi diduga karena penyakit yang dideritanya. 

Kapolres Indramayu AKBP Ari Setyawan Wibowo melalui Kasat Reskrim AKP Hillal Adi Imawan membenarkan tentang itu, Senin (28/10/2024). Menurut dia, usai mendapatkan pihaknya pihaknya langsung mendatangi lokasi untuk memastikan kebenaran dan ditempat itu benar telah tergeletak seorang pemuda yang diketahui sudah meninggal dunia. " Kejadian di tempat kost Wisma Ros Kamar M, Jalan Olahraga Nomor 56 B Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Indramayu pada hari Jumat tanggal 25 Oktober 2024, sekira pukul 22.30 WIB kemarin, " ujar Hillal didampingi Kasi Humas Iptu Junata.

Dituturkan Hillal, pihaknya yang melakukan olah TKP serta meminta keterangan saksi mengatakan, peristiwa itu berawal AR menghubungi Teri alias Dewi (28 tahun) yang indekos di tempat tersebut. Korban memberitahukan akan main ke tempat kost Teri alias Dewi. Sekira pukul 21.00 WIB pada hari Jumat tanggal 25 Oktober 2024, korban datang sendirian menggunakan sepeda motor sambil membawa plastik hitam isi dua botol kecil minuman dan minuman segar. Setelah korban bersama Teri berada dikamar kost tiba-tiba korban mengatakan dirinya sedang sakit perut dan menuturkan jangan banyak-banyak minum. " Oleh Teri,  satu botol dengan satu botol minuman segar disimpan didalam lemari es sedangkan satu botol lainnya dan minuman segar diminum berdua. Namun setelah minuman itu habis, tiba-tiba korban mengalami kejang-kejang dan meninggal dunia, " katanya.

Mengetahui itu, lanjut Hillal, lalu Teri menghubungi temannya bernama Nunik Fitriani menggunakan HP korban serta membangunkan pemilik tempat kost. " Pemilik kos ini melaporkan ke pihak kami. Kami pun datang bersama Tim Identifikasi  untuk olah TKP dan membawa ke RSUD Indramayu untuk dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan oleh tim medis bahwa korban sudah meninggal dunia serta tidak ditemukan adanya tanda-tanda akibat kekerasan bahkan dinyatakan korban meninggal dunia diduga karena mempunyai penyakit asam lambung atau maag, " papar dia. 

Sementara, pihak keluarga korban membuat surat pernyataan menolak untuk dilakukan otopsi yang kemudian korban dibawa pulang oleh pihak keluarganya untuk segera dikebumikan.(*)

Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Humas Polres Indramayu

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget