Berita Tentang "Peristiwa"
CLOSE ADS
CLOSE ADS


Jurnalpelita - INDRAMAYU – Komisi 1 DPRD Kabupaten Indramayu menerima audiensi dari pihak keluarga warga Desa Sudimampir Lor yang meninggal dunia saat bekerja di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Pertemuan tersebut bertujuan untuk memfasilitasi pihak keluarga dalam menuntut hak-hak almarhum, termasuk santunan kematian dan jaminan bagi anak-anak korban yang masih kecil. Jumat, 17/7/2026.

Saat ditemui di ruang kerjanya, ​Ketua Komisi 1 DPRD Indramayu Endang Effendi, mengungkapkan bahwa almarhum diketahui baru bekerja selama kurang lebih dua bulan di wilayah tersebut sebelum dilaporkan meninggal dunia. Hingga saat ini, pihak keluarga belum mengetahui secara pasti penyebab penyakit yang diderita almarhum.

​Menanggapi tuntutan keluarga terkait pemenuhan hak-hak korban, Komisi 1 DPRD Indramayu menegaskan akan mengawal proses ini agar mendapatkan penyelesaian yang berkeadilan. Namun, mengingat lokasi perusahaan berada di luar daerah, DPRD meminta Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Indramayu untuk proaktif memimpin komunikasi.

​"Kalau kami langsung ke sana ke perusahaan yang berada di luar daerah, tentu terbentur kewenangan. Maka, jalan satu-satunya adalah mendorong Disnaker Indramayu untuk terus menjalin komunikasi dan koordinasi intensif dengan Disnaker yang ada di Kolaka," jelasnya kepada wartawan seusai audiensi.

Dalam hal ini, ​Pihak DPRD juga mengapresiasi iktikad baik dari perusahaan tempat almarhum bekerja. Berdasarkan berkas yang ada, pihak perusahaan dinilai bertanggung jawab karena telah mengeluarkan biaya pemulangan jenazah hingga mencapai Rp31 juta, yang mencakup biaya pesawat, rumah sakit, hingga pendamping jenazah ke Indramayu.

​Kendati biaya pemulangan telah ditanggung oleh pihak perusahaan, Effendi memahami kekhawatiran pihak keluarga mengenai keberlangsungan hidup anak-anak korban yang masih kecil. Untuk itu, Effendi mengaku telah menyampaikan langsung kepada Kepala Disnaker agar berkoordinasi dengan Bupati Indramayu demi mengupayakan bantuan tambahan.

​"Saya sudah sampaikan kepada Ibu Kadis, tolong bicarakan hal ini dengan Bupati atau pihak terkait. Kita harapkan ada sumbangsih atau kepedulian nyata dari pemerintah daerah untuk membantu meringankan beban keluarga korban," pungkasnya.


Pena  
 By.
Adam P
Editor
By.
Adam P
Foto/Video
By.
Adam P



Jurnalpelita - INDRAMAYU – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu menegaskan komitmennya untuk mengawal dan mengupayakan pemenuhan hak-hak seorang warga asal Desa Sudimampir Lor yang dilaporkan meninggal dunia saat bekerja di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Usia melakukan audiensi dengan perwakilan korban dan Anggota Kimisi I DPRD Indramayu Endang Ismiyati Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Indramayu pada Jumat, 17/7/2026 ​menyampaikan Bahwa Pihak keluarga almarhum saat ini tengah menuntut sejumlah hak yang seharusnya diterima, termasuk santunan biaya kematian hingga beasiswa pendidikan untuk anak almarhum.

Ia menyebut ​Perwakilan Disnaker Indramayu menyatakan bahwa pihaknya sedang mengupayakan langkah-langkah terbaik agar hak-hak tersebut dapat segera direalisasikan. Namun Mengingat lokasi perusahaan tempat almarhum bekerja berada di luar wilayah hukum Indramayu, Disnaker mengambil langkah taktis dengan menjalin komunikasi lintas daerah.

​"Karena perusahaannya berada di luar wilayah Indramayu, langkah yang bisa kami lakukan saat ini adalah berkoordinasi langsung dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kolaka. Kami akan optimalkan hal ini," ujarnya saat memberikan keterangan kepada wartawan.

​Lebih lanjut, Endang mengungkapkan bahwa almarhum sebenarnya berangkat bekerja tidak melalui jalur resmi Disnaker Indramayu, melainkan melalui jalur mandiri atau online. Kendati demikian, Disnaker memastikan tidak akan lepas tangan karena almarhum tetap merupakan warga asli Indramayu yang wajib dilindungi hak-haknya.

"​Selain berkomunikasi dengan Disnaker Kolaka, Disnaker Indramayu juga telah berkoordinasi secara intensif dengan pihak BPJS Ketenagakerjaan guna mempercepat proses klaim yang menjadi hak ahli waris," Ujarnya.

​Di akhir penyampaiannya, Endang mengimbau kepada pihak keluarga yang ditinggalkan agar tetap sabar dan tenang dalam mengikuti seluruh proses administrasi yang sedang berjalan.

​"Kami meminta pihak keluarga untuk bersabar mengikuti prosesnya. Nanti kami dari Disnaker akan terus mendampingi dan membantu sampai mendapatkan hasil yang diharapkan," pungkasnya.


Pena  
 By.
Adam P
Editor
By.
Adam P
Foto/Video
By.
Adam P


Jurnalpelita - INDRAMAYU – Duka mendalam menyelimuti keluarga Castipan (40), seorang pekerja konstruksi asal Desa Sudimampir Lor, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu. Castipan dilaporkan meninggal dunia saat tengah merantau untuk bekerja di wilayah Kolaka, Sulawesi Tenggara. Hingga kini, pihak keluarga masih memperjuangkan keadilan dan hak-hak almarhum yang diduga diabaikan oleh pihak perusahaan.

​Kronologi Kejadian

​Menurut keterangan dari keponakan korban, Idris, peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 5 Juni 2026. Almarhum Castipan yang mulai bekerja sejak bulan Maret 2026, sempat mengeluhkan sakit saat sedang bekerja.

​"Beliau merasa sakit lalu memutuskan untuk pulang setengah hari ke kontrakan. Namun, pada pukul 18.00 WITA, rekan kerjanya terkejut saat mendapati beliau sudah dalam kondisi meninggal dunia di dalam kamarnya," ujar Idris saat memberikan keterangan.

​Jasad korban kemudian dilarikan ke rumah sakit setempat. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Castipan dinyatakan telah mengembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 14.00 WITA pada hari yang sama.

​Dugaan Pelanggaran Prosedur dan Hak Pekerja

​Keluarga mendeteksi adanya sejumlah kejanggalan terkait prosedur ketenagakerjaan almarhum. Almarhum sebelumnya melamar pekerjaan secara online di PT Karya Menang Bersama, sebuah perusahaan yang berlokasi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

​Idris membeberkan bahwa proses perekrutan dan administrasi yang dilakukan diduga tidak sesuai dengan prosedur Dinas Tenaga Kerja (Disnaker). Pihak perusahaan pun hingga kini belum memberikan kejelasan mengenai hak-hak normatif almarhum.

Tanpa Jaminan Kematian: Pihak keluarga menyebutkan tidak ada jaminan kematian maupun BPJS Ketenagakerjaan yang didaftarkan untuk almarhum.

Kompensasi Nihil: Hingga saat ini, belum ada kompensasi ataupun santunan kematian yang dikeluarkan oleh perusahaan.

Ketidakjelasan Gaji: Pihak keluarga mengaku hanya menerima uang sebesar Rp7.800.000 sekali bayar, tanpa ada rincian periode kerja yang jelas dari pihak PT Karya Menang Bersama.

​"Kami sudah mencoba menghubungi pihak perusahaan berulang kali. Saya kontak satu per satu, sekitar dua sampai tiga orang dari pihak sana, namun tidak ada satu pun yang memberikan respons," sesal Idris.

​Mengadu ke DPRD Indramayu

​Mendapati jalan buntu dan sikap bungkam dari pihak perusahaan, keluarga korban akhirnya memutuskan untuk mengadu ke anggota DPRD Kabupaten Indramayu guna meminta bantuan mediasi dan pengawalan kasus ini.

​Pihak legislatif menyambut baik aduan tersebut dan berjanji akan membantu memfasilitasi komunikasi serta menuntut hak-hak almarhum agar segera dipenuhi oleh pihak perusahaan di Lombok.

​"Kami berharap dengan keterlibatan anggota dewan, hak waris almarhum, baik berupa sisa gaji yang jelas, kompensasi, maupun pertanggungjawaban atas jaminan kematian dapat segera diselesaikan secara adil," tutup Idris.


Pena  
 By.
Adam P
Editor
By.
Adam P
Foto/Video
By.
Adam P


Jurnalpelita - Sebuah toko sembako milik Budi Awaludin korban Pembunuhan satu keluarga di Paoman dilaporkan telah dibongkar oleh pihak keluarga dan disaksikan oleh Sohibul Wasilah pengurus RT setempat beserta warga.

Sohibul menyebut, bahwa Pembongkaran ruko tersebut dilakukan atas permintaan keluarga dengan tujuan untuk mengamankan isi sembako yang rencananya akan digunakan untuk keperluan acara tahlilan.

​Awal Mula Pembongkaran

Sohibul Wasilah ​Ketua RT setempat mengungkapkan bahwa dirinya dihubungi oleh salah satu anggota keluarga pemilik toko, Emma, sekitar pukul 07.00 WIB. Melalui sambungan telepon, Emma meminta izin dan bantuan RT untuk ikut membongkar toko milik Mas Budi.

​"Awalnya itu saya sekitar jam 7 pagi ditelepon oleh Ibu Emma. 'Pak RT, ini nanti ikut bongkar toko. Tokonya Mas Budi,' kata Ibu Emma. Saya tanya tujuannya buat apa, katanya isi sembakonya nanti buat acara tahlilan," ujar Ketua RT saat memberikan keterangan.

​Dalam hal ini ia mengatakan bahwa dirinya sempat menolak jika harus melakukan pembongkaran seorang diri demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Ia kemudian meminta agar seluruh pihak keluarga berkumpul di lokasi untuk menyaksikan langsung proses tersebut yang dijadwalkan pada pukul 10.00 WIB. Selain keluarga, pihak RT juga menghubungi media untuk ikut mengawal jalannya pembongkaran.

​Di lokasi kejadian, hadir sejumlah pihak antara lain:

Emma (Pihak keluarga)
Pengacara Heri Reang
Jul Elfi
Niko
Masyarakat setempat dan perwakilan media.

​Kondisi Dalam Ruko: Bau Menyengat dan Ruangan Gelap

​Setelah pintu toko berhasil dibuka, Ketua RT dan beberapa saksi langsung masuk ke dalam ruko. Begitu melangkah masuk, tercium aroma tidak sedap yang sangat menyengat dari dalam ruangan.

​"Setelah dibongkar, saya masuk. Bau enggak sedap, kayak bau-bau telur busuk. Saya sempat keluar lagi, lalu masuk lagi," kata RT.

Ia menjelaskan, ​Kondisi di dalam ruko saat itu sangat gelap. kemudian ia meminta warga untuk menaikkan sekring listrik demi menyalakan lampu. Kendati lampu sudah menyala, kondisi di dalam ruko dilaporkan tetap tidak begitu terang.

​Posisi Barang Sembako Tertata Rapi

​Meskipun tercium bau busuk, situasi di dalam ruko tersebut didapati dalam keadaan rapi dan tidak berantakan. Berdasarkan kesaksian Ketua RT, berikut adalah rincian posisi barang-barang di dalam toko:

Bagian Kiri Ruko: Terdapat sebuah meja putih yang di atasnya tersusun beberapa botol minyak sayur secara rapi. Di area ini juga didapati banyak keranjang berisi telur.

Bagian Kanan Ruko: Ditemukan satu karung beras berukuran 25 kg yang masih utuh (belum dibuka). Di sampingnya, terdapat wadah sejenis paso berisi beras sekitar setengah karung yang sudah ditakar dalam kondisi terbuka.

Bagian Lantai: Tergelar sebuah karpet yang posisinya terpasang dengan rapi di sebagian area lantai toko.

Bagian Dalam: Terdapat sebuah kamar di samping area toko yang posisinya juga tampak rapi, meskipun suasananya remang-remang.

​Saat dikonfirmasi mengenai kondisi telur-telur yang membusuk, Ketua RT menegaskan bahwa telur-telur tersebut tidak pecah berantakan di lantai, melainkan masih berada di dalam wadahnya.

​"Yang saya lihat telur yang busuk, yang pecah, itu masih ada di tempatnya. Di tempat keranjang kayu itu, tapi ada kayak kertas tertumpuk di situ. Jadi masih tersusun rapi," jelasnya.

​Hingga saat ini, pihak RT mengaku tidak memperhatikan adanya bercak darah atau kain lap/pakaian bekas di lokasi, lantaran kondisi pencahayaan di dalam ruko yang minim saat pemeriksaan berlangsung.


Pena  
 By.
Aji AP
Editor
By.
Jidam P
Foto/Video
By.
Partner



Jurnalpelita - IndramayuDanramil 1601/Indramayu Kapten Kav Daniel Ronge beserta anggota Koramil 1601/Indramayu melaksanakan kegiatan pembersihan pohon tumbang yang menutupi akses Jalan Perjuangan, tepatnya di halaman Yayasan PAUD ABC KIDS milik Bapak H. Darwanto, Kelurahan Kepandean, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu.

Pohon tumbang tersebut sempat menghambat aktivitas masyarakat dan akses jalan di sekitar lokasi. Dengan sigap, Danramil bersama anggota turun langsung ke lapangan melakukan pemotongan dan pembersihan batang serta ranting pohon, sehingga akses jalan kembali dapat dilalui dengan aman dan lancar.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kapten Kav Daniel Ronge selaku Danramil 1601/Indramayu beserta anggota, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kepandean Aiptu Kusnan, Kasi Trantib Kelurahan Kepandean Bapak Tosim, serta warga masyarakat setempat yang bersama-sama bergotong royong membantu proses pembersihan.

Sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah kelurahan, dan masyarakat terlihat kuat dalam kegiatan tersebut. Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Penyampaian Danramil 1601/Indramayu

Dalam kesempatan tersebut, Kapten Kav Daniel Ronge menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

“Kami dari Koramil 1601/Indramayu selalu siap membantu masyarakat dalam setiap kondisi, termasuk penanganan pohon tumbang yang dapat membahayakan dan mengganggu aktivitas warga. Ini merupakan bagian dari tugas kami untuk hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.

Beliau juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada, terutama saat musim hujan dan angin kencang, serta segera melaporkan apabila terdapat potensi bahaya di lingkungan sekitar.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan akses jalan kembali normal dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet



Jurnalpelita - Merespons kondisi darurat akibat curah hujan tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Indramayu akhir-akhir ini, Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Sosial (Dinsos) bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada korban bencana banjir. Pada Selasa, 27 Januari 2026 kemarin, logistik telah dikirimkan ke wilayah sekitar tanggul Sungai Cimanuk yang kondisinya kritis hingga menyebabkan air meluap ke permukiman warga.

Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Indramayu, Waskam mengatakan, bantuan berupa bahan pangan dan sandang didistribusikan melalui Pemerintah Kecamatan dan Desa untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi. Hingga saat ini, seluruh lini sektor terkait tetap dalam posisi siaga untuk mengantisipasi adanya potensi banjir susulan.

“Kami telah menyalurkan bantuan logistik berupa beras, makanan siap saji, mi instan, serta perlengkapan keluarga seperti selimut dan pakaian. Fokus utama kami saat ini adalah memastikan tidak ada warga yang kekurangan bahan pangan di lokasi pengungsian maupun di rumah-rumah yang masih tergenang,” ujar Waskam saat dikonfirmasi, Rabu (28/1/2026).

Selain bantuan logistik, Dinas Sosial juga telah berkoordinasi dengan Tagana (Taruna Siaga Bencana) untuk mendirikan dapur umum di titik-titik pengungsian yang paling terdampak. Hal ini dilakukan guna menjamin asupan makanan sehat bagi anak-anak dan lansia yang rentan terhadap penyakit pascabanjir.

Pemerintah Kabupaten Indramayu mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan kepada petugas jika debit air kembali meningkat atau terjadi kerusakan infrastruktur lainnya. Petugas gabungan dari BPBD, Dinsos, dan TNI/Polri terus melakukan pemantauan intensif di sepanjang aliran sungai guna meminimalisir dampak risiko bencana yang lebih besar.

Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi

 Seorang pemuda inisial AR alias Asong (28 tahun) warga Desa Lombang, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu meninggal di kamar kos puteri. Warga sekitar kost wisma Ros di Jalan Olahraga, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan/Kabupaten Indramayu sempat gempar. Kematian korban oleh polisi diduga karena penyakit yang dideritanya. 

Kapolres Indramayu AKBP Ari Setyawan Wibowo melalui Kasat Reskrim AKP Hillal Adi Imawan membenarkan tentang itu, Senin (28/10/2024). Menurut dia, usai mendapatkan pihaknya pihaknya langsung mendatangi lokasi untuk memastikan kebenaran dan ditempat itu benar telah tergeletak seorang pemuda yang diketahui sudah meninggal dunia. " Kejadian di tempat kost Wisma Ros Kamar M, Jalan Olahraga Nomor 56 B Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Indramayu pada hari Jumat tanggal 25 Oktober 2024, sekira pukul 22.30 WIB kemarin, " ujar Hillal didampingi Kasi Humas Iptu Junata.

Dituturkan Hillal, pihaknya yang melakukan olah TKP serta meminta keterangan saksi mengatakan, peristiwa itu berawal AR menghubungi Teri alias Dewi (28 tahun) yang indekos di tempat tersebut. Korban memberitahukan akan main ke tempat kost Teri alias Dewi. Sekira pukul 21.00 WIB pada hari Jumat tanggal 25 Oktober 2024, korban datang sendirian menggunakan sepeda motor sambil membawa plastik hitam isi dua botol kecil minuman dan minuman segar. Setelah korban bersama Teri berada dikamar kost tiba-tiba korban mengatakan dirinya sedang sakit perut dan menuturkan jangan banyak-banyak minum. " Oleh Teri,  satu botol dengan satu botol minuman segar disimpan didalam lemari es sedangkan satu botol lainnya dan minuman segar diminum berdua. Namun setelah minuman itu habis, tiba-tiba korban mengalami kejang-kejang dan meninggal dunia, " katanya.

Mengetahui itu, lanjut Hillal, lalu Teri menghubungi temannya bernama Nunik Fitriani menggunakan HP korban serta membangunkan pemilik tempat kost. " Pemilik kos ini melaporkan ke pihak kami. Kami pun datang bersama Tim Identifikasi  untuk olah TKP dan membawa ke RSUD Indramayu untuk dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan oleh tim medis bahwa korban sudah meninggal dunia serta tidak ditemukan adanya tanda-tanda akibat kekerasan bahkan dinyatakan korban meninggal dunia diduga karena mempunyai penyakit asam lambung atau maag, " papar dia. 

Sementara, pihak keluarga korban membuat surat pernyataan menolak untuk dilakukan otopsi yang kemudian korban dibawa pulang oleh pihak keluarganya untuk segera dikebumikan.(*)

Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Humas Polres Indramayu

Juli 14, 2024 ,

 


Indramayu Today - Serda Kasanudin, Babinsa desa Waru Koramil 1603/Lohbener, bantu evakuasi korban kebakaran rumah warga yang terjadi di Desa Waru Kec. Lohbener Kab. Indramayu. Sabtu, 13/7/2024.

Serda Kasanudin mengungkapkan, kejadian itu bermula di duga akibat kompor gas yang meledak yang dinyalakan oleh Eno, anak korban, lalu tiba-tiba api dari kompor gas tersebut membesar dan langsung membakar atap dapur yang terbuat dari bahan kayu. Kemudian Castinih melihat adanya kebakaran dirumah korban, langsung berteriak untuk meminta bantuan kepada warga sekitar,

"Selang tidak lama warga mulai berdatangan dan berusaha untuk memadamkan api dengan alat seadanya," Katanya.

Beruntung dari kejadian tersebut tidak memakan korban jiwa namun kerugian materil.mencapai sekitar Rp. 150.000.000,- (Seratus lima puluh juta rupiah)

"Selanjutnya dua unit Damkar Kab. Indramayu tiba di lokasi kebakaran, kemudian langsung membatu memadamkan api," Pungkasnya.


Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

Juli 09, 2024 , ,

 


Indramayu Today - Serka Nurjaya babinsa desa pondoh anggota koramil 1609/Juntinyuat, melakukan pemantauan lokasi rawan banjir di desa Pondoh blok layapan dan sekitarnya. Selasa, 9/7/2024. 

Dalam kesempatan itu Serka Nurjaya menuturkan, air yang melukai ke jalan raya diakibatkan oleh hujan yang sangat deras.

"Alhamdulilah air sudah mulai surut, akses jalan penghubung Juntikedokan - pondoh sudah bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat," Katanya. 


Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

Juli 07, 2024 ,

 


Indramayu Today - Pemerintah Kabupaten Indramayu telah memberikan bantuan kepada warga masyarakat Juntinyuat akibat pasca adanya cuaca ekstrim hujan lebat disertai angin kencang diwilayah Kec. Juntinyuat Kab. Indramayu. Minggu, 7/7/2024.


Pendistribusian bantuan tersebut dilaksanakan di Kantor Balai Desa Juntinyuat Kec. Juntinyuat Kab. Indramayu. Danramil 1609/juntinyuat Kapten Inf Waryadi yang mendampingi kegiatan pendistribusian bantuan tersebut mengatakan,  Bupati Indramayu Hj. Nina Agustina memberikan bantuan Kepada Warga Masyarakat Juntinyuat Akibat Pasca Adanya Cuaca Ekstrim Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Diwilayah Kec. Juntinyuat.


"Penyerahan bantuan dari bupati indramayu tersebut melalui sekda kab. indramayu ir. aep surahman," Katanya.


Dari data yang dihimpun Adapun Penyerahan Bantuan Dari Bupati Indramayu tersebut berupa :


a. Paket Sembako.

b. Selimut.

c. Terpal Atas Atap.


Sedangkan untuk warga masyarakat yang terdampak pasca Adanya Cuaca Ekstrim Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Diwilayah Kec. Juntinyuat diantaranya yaitu :


1. Desa Dadap :

a. Paud Desa Dadap Nurul Bakri, kerusakan atap dan tembok.

b. Rumah Bapak Jadi, kerusakan atap dan tembok.

c. Rumah Ibu Sarkemi, kerusakan atap dan tembok.

d. Rumah Bapak Katoni, kerusakan atap dan tembok.


2. Desa Juntinyuat :

a. Rumah Ibu Eliyah, kerusakan atap dan tembok.


3. Desa Juntikebon :

a. Rumah Bapak Tamudi, kerusakan atap dan tembok.


4. Desa Juntikedokan :

a. Rumah Bapak Tarnoto, kerusakan atap dan tembok serta ambruk atapnya.


Nampak hadir dalam kehiatan tersebut, camat juntinyuat rusyad nurdin, s.t., m.si. danramil 1609/juntinyuat kapten inf waryadi, kapolsek juntinyuat iptu trio tirtana h., s.h.,  sekmat juntinyuat johan ma'nun, serta para kuwu se kec. juntinyuat dan diikuti oleh warga masyarakat terdampak pasca adanya cuaca ekstrim hujan lebat disertai angin kencang diwilayah kec. juntinyuat.


Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

Juli 06, 2024 , ,

 


Indramayu Today - Anggota Koramil Lohbener Serda Warnoto tinjau langsung ke lokasi rumah warga yang roboh akibat hujan angin di wilayah Kec. Arahan. Sabtu, 6/7/2024.


Serda Warnoyo menuturkan, peristiwa itu terjadi pada hari Sabtu tanggal 6 Juli 2024, sekitar pukul 03.00, di  RT 09 / 02 Desa Pranggong. Kec.Arahan Kab. Indramayu.


"Adanya Rumah Roboh diduga karena Hujan angin," Katanya.


Dari data yang dihimpun pemilik rumah tersebut adalah Ijah (84), beruntung tidak adanya korban jiwa namun kerugian materil mencapai 20 juta rupiah.


Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

 


Indramayu Today - Jajaran Kodim 0616 Indramayu Koramil 1605 Sukagumiwang Monitoring Anak Tenggelam di Aliran Sungai Sindupraja.

Babinsa Koramil 1605 Sukagumiwang Mengatakan Berkat Laporan Dari masyarakat kami dari petugas piket Koramil 1605 Sukagumiwang langsung menuju ke TKP 

Setelah di KTP teryata benar ada anak yang tenggelam yang merupakan warga di Blok Narwiyah RT. 001 RW. 003, Desa Tenajar Lor, Kec. Kertasemaya, Kab. Indramayu, dan kejadian pada Pukul 16.30 Wib, 

Dihimpun dari keterangan saksi sekira pukul 15.00 WIB Saudari DINTA KOMALANINGSIH S.Pd menitip kan kedua anaknya di rumah Neneknya yang beralamatkan di Blok Narwiyah RT. 001 RW. 003, Desa Tenajar Lor, Kec. Kertasemaya, Kab. Indramayu, 

Lanjut Babinsa Setelah sampai di rumah neneknya kemudian Saudari DINTA KOMALANINGSIH S.Pd pergi ke Jatibarang, selanjutnya sekira pukul 15.30 WIB Neneknya menyapu halaman depan rumah dan Saudara DIAN ARIF WIBAYA sedang duduk di teras depan rumah selanjutnya Neneknya tersebut mencari keberadaan Korban setelah di cari Korban tersebut sudah tidak ada di rumah dan pintu gerbang rumah tersebut sudah dalam keadaan terbuka. 

Selanjutnya Saksi Saudara ACON Bin MUHTAR sedang memancing di Blok Anjun RT. 002 RW. 003, Desa Tenajar Lor, tiba2 ada seseorang yang sedang mengendarai sepeda motor yang tidak diketahui identitasnya berteriak "CANDAKEN BOCAH, CANDAKEN BOCAH/TANGKAPIN ANAK-TANGKAPIN ANAK" (sambil menunjuk ke arah aliran Sungai Sindupraja), 

Lalu di jawab oleh Saksi Saudara ACON Bin MUHTAR “BOCAH APA/ANAK APA” dijawab oleh Pengendara Sepeda Motor “IKUH IKUH BOCAH KELELEP/ITU ITU ANAK TENGGELAM” melihat hal tersebut kemudian Saksi Saudara ACON Bin MUHTAR langsung loncat ke aliran sungai Sindupraja tersebut namun Korban ditemukan dalam keadaan tengkurep sekira 5 meter dari posisi Saksi Saudara ACON Bin MUHTAR,

Kemudian Saksi Saudara ACON Bin MUHTAR memberikan pertolongan pertama dengan memberi nafas buatan selanjutnya banyak masyarakat yang datang ikut menolong, kemudian Korban di bawah ke rumah Saudara EDI Bin (Alm) KADANA untuk memastikan bahwa Korban sudah meninggal dunia apa belum dikarenakan Saudara EDI Bin (Alm) KADANA tersebut adalah seorang mantri yang rumahnya tidak jauh dari TKP. 

Setelah di bawah dan dilakukan pemeriksaan ke rumah Saudara EDI Bin (Alm) KADANA tersebut bahwa Korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh Korban.

Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

 


Indramayu Today - Kodim 0616/Indramayu terjunkan personelnya untuk.membantu warga yang terkena bencana angin puting beliung di Kec. Juntinyuat, Kab. Indramayu. Kamis, 4/1/2024.

Komandan Kodim (Dansim) 0616/Indramayu, Letkol Arm Andang Radianto melalui Danramil 1609/Juntinyuat Kapten Inf Waryadi menyampaikan, Angin Puting Beliung terjadi di Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu tepatnya di Desa Dadap, Desa Juntinyuat dan Desa Juntikebon.

"Angin puting beliung terjadi sekitar pukul. 08.00 WIB yang mengakibatkan beberapa rumah warga mengalami kerusakan terutama pada bagian atap," Katanya.

Ia menambahkan, pihaknya telah melakukan evakuasi warga ke tempat yang lebih layak, serta membantu memindahkan material rumah yang rusak, selanjutnya melakukan pendataan.

Dari data yang diperoleh, Rumah warga yang mengalami kerusakan sebanyak 45 Unit Rumah rusak berat Dan 5 Unit Rumah rusak ringan

"Kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak terkait dan melaksanakan pengecekan Serta pendataan ke TKP," Pungkasnya.

Angin puting beliung terjadi sekitar pukul. 08.00 WIB yang mengakibatkan beberapa rumah warga mengalami kerusakan terutama pada bagian atap, sedangkan korban jiwa tidak ada.

Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget