Berita Tentang "Jatibarang"
CLOSE ADS
CLOSE ADS



Jurnalpelita - Indramayu – Rabu, 11 Februari 2026
Kodim 0616/Indramayu melaksanakan kegiatan sosialisasi penerimaan Prajurit TNI Angkatan Darat kepada para siswa kelas XII SMK PGRI Jatibarang, sebagai bentuk pembinaan generasi muda dan upaya menjaring calon prajurit yang berkualitas, berjiwa nasionalisme, serta berkarakter disiplin.










Kegiatan sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman yang benar dan transparan terkait tahapan, persyaratan, serta peluang bergabung menjadi prajurit TNI AD. Para siswa dibekali informasi mengenai jalur penerimaan, kesiapan fisik dan mental, serta pentingnya menjaga kesehatan, kedisiplinan, dan integritas sejak dini.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Kodim 0616/Indramayu menekankan bahwa penerimaan prajurit TNI AD tidak dipungut biaya dan mengajak para siswa untuk mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh apabila memiliki cita-cita mengabdi kepada bangsa dan negara melalui TNI.

Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para siswa, ditandai dengan sesi tanya jawab interaktif seputar dunia keprajuritan dan kehidupan prajurit TNI AD. Diharapkan, sosialisasi ini mampu menumbuhkan semangat juang, rasa cinta tanah air, serta motivasi generasi muda untuk menjadi bagian dari garda terdepan pertahanan negara.

Kodim 0616/Indramayu berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dan dunia pendidikan guna membina serta menyiapkan generasi muda yang tangguh, berwawasan kebangsaan, dan siap mengabdi untuk Indonesia.

Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Pendim



Jurnalpelita - Indramayu – Jelang Pemilihan Kuwu Penggantian Antar Waktu (PAW) Desa Jatibarang Baru, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, yang akan digelar pada 18 Februari 2026, suasana politik desa mulai memanas. Pertarungan diprediksi akan berlangsung sengit karena dari tiga calon kuwu yang maju, semuanya merupakan figur yang pernah bekerja sebagai aparat pemerintah Desa Jatibarang Baru.

Salah satu calon yang mencuri perhatian adalah Abdul, yang menyatakan siap mengabdi sepenuh hati untuk masyarakat Desa Jatibarang Baru. 

"Saya maju bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk kepentingan masyarakat. Saya ingin melanjutkan pengabdian dengan membawa perubahan positif bagi desa,” ujar Abdul Fitri Selasa 10 Februari 2026.

Kehadiran Abdul Fitri dalam bursa calon kuwu tidak lepas dari dukungan kuat keluarga. Ia menegaskan bahwa dorongan dan doa keluarga menjadi motivasi utama untuk maju dalam pemilihan PAW kali ini. 

“Saya mendapat semangat besar dari keluarga. Dukungan mereka membuat saya yakin untuk melangkah dan siap mengabdi bagi masyarakat,” tambahnya.

Dengan latar belakang ketiga calon yang sama-sama pernah menjadi aparat desa, pemilihan PAW kali ini diprediksi akan berlangsung ketat. Masyarakat menaruh harapan besar agar kuwu terpilih mampu menghadirkan kepemimpinan yang transparan, adil, dan berpihak pada kepentingan warga.

Abdul Fitri sebelumnya pernah menjabat sebagai Lurah Desa Jatibarang Baru dan sudah banyak dikenal sebagai figur yang memiliki jiwa sosial tinggi. Ketika masyarakat menghadapi kendala hukum, Abdul tak segan-segan ikut membantu menyelesaikan persoalan hingga warga merasa terayomi.

Tak hanya itu, pria jebolan SDN 5 Jatibarang, SMP PUI Jatibarang, dan SMA Persamaan ini juga memiliki niat kuat untuk membawa Desa Jatibarang Baru lebih maju. Selain pengalaman sebagai lurah, Abdul juga aktif bergabung dengan organisasi besar seperti Karang Taruna dan KNPI, yang semakin memperkuat kiprahnya di bidang sosial dan kepemudaan.

Abdul berharap pelaksanaan Pilwu PAW di Desa Jatibarang Baru berjalan dengan baik. Dirinya memohon doa restu dan dukungan dari masyarakat Desa Jatibarang Baru agar perjalanan menuju kursi pengayom masyarakat diberikan kemudahan. 

"Bismillah niat baik saya ini akan di balas dengan kemudahan dan kelancaran. Salam hormat saya untuk masyarakat Desa Jatibarang Baru dan mari kita sukseskan Pilwu PAW dengan tertib, aman dan sukses tanpa ekses," tutupnya. 

Warga Desa Jatibarang Baru berharap pemilihan kuwu PAW berjalan kondusif, demokratis, dan menghasilkan pemimpin yang benar-benar siap mengabdi. Figur kuwu terpilih diharapkan mampu memperkuat pelayanan publik, meningkatkan pembangunan desa, serta menjaga persatuan masyarakat. 


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi

 


Indramayu Today -  Polsek Jatibarang, jajaran Polres Indramayu Polda Jabar berhasil menggagalkan penyelundupan petasan menjelang Hari Raya Idul Fitri yang akan diedarkan ke wilayah Banten.

Hal itu disampaikan Kapolres Indramayu, AKBP M. Fahri Siregar melalui Kapolsek Jatibarang, Kompol Rynaldi Nurwan, saat menggelar Press Rilis di Mako Polres Indramayu, Selasa (2/4/2024).

Menurut Kapolsek Jatibarang, Kompol Rynaldi, penyelundupan tersebut terungkap saat para pelaku hendak mengirim satu juta butir petasan jenis korek api yang dikemas dalam 100 karton menggunakan mobil bak terbuka.

"Petasan yang diamankan dari Polsek Jatibarang itu ada 100 karton atau satu juta butir petasan," ungkap Kapolsek.

Lanjut Kapolsek menjelaskan kronologis penangkapan tersebut. Penangkapan terjadi pada Rabu sekitar pukul 02.30 dini hari, 27 April 2024, pihaknya mendapatkan informasi dari warga mengenai adanya orang yang sedang mengemas petasan untuk dikirim ke luar wilayah Jatibarang. 

Setelah melakukan penyelidikan, petugas berhasil mengamankan petasan tersebut di Jalan Raya, Desa Kebulen, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, yang hendak dibawa ke daerah Banten.

Dari hasil penangkapan tersebut, polisi mengamankan dua orang pelaku yang berperan sebagai pengantar petasan.

"Hasil pemeriksaan dari para pelaku menunjukkan bahwa petasan tersebut direncanakan untuk digunakan saat perayaan Idul Fitri. Para pelaku ini hanya berperan sebagai pengantar, bukan sebagai pembuat," ucapnya.

Akibat perbuatannya, kedua pelaku harus mendekam di Mapolres Indramayu untuk mempertanggungjawabkan tindakan mereka.

"Pasal yang dikenakan kepada para pelaku adalah pasal 1 undang-undang nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman penjara selama 20 tahun," tegasnya.

Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

 

Indramayu Today - Dilaksanakannya normalisasi saluran air disepanjang jalan dari Desa Lobener, Kec. Jatibarang hingga Desa Pekandangan Kec. Indramayu membuat masyarakat setempat merasa terbantu. Pasalnya di sepanjang jalan tersebut setiap turun hujan selalu mengakibatkan banjir.

Seperti yang disampaikan oleh Sigit Santoso yang merupakan tokoh masyarakat mengatakan bahwa sebelumnya aliran sungai tersebut selalu mengakibatkan genangan air di beberapa titik.

"Kami mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi, kepada Dr. Ir. Ady Setiawan SH.,MH.,MM.,MT. Yang telah mendengar keluhan masyarakat sehingga dilaksanakannya normalisasi aliran sungai ini," Katanya. Kamis, 16/3/2023.

Ia berharap setelah dilakukan normalisasi aliran sungai tersebut mengalir dengan lancar dan tidak mengakibatkan banjir lagi, ia pun berpesan kepada masyarakat sekitar agar ikut menjaga lingkungan.

"Jaga lingkungan dan jangan buang sampah sembarangan," Pesannya.

Sigit juga menyampaikan terimakasih kepada Bupati Indramayu Hj. Nina Agustina yang telah mendengar keluhan masyarakat sehingga aliran sungai tersebut dilakukan normalisasi.

"Kami ucapkan terimakasih kepada Ibu Bupati Hj. Nina Agustina hang mendengagkan keluhan kami, dengan dinormalisasi nya aliran sungai tersebut, wilayah kami tidak lagi tergenang air," Tuturnya.

Sementara dalam kesempatan yang sama, Kuwu Desa Telukagung H. Rasmani menuturkan, irigasi tersebut merupakan salah satu sumber pengairan persawahan di Desa Telukagjng, untuk itu ia berharap dengan dilakukannya pengurasan bisa memperlancar pengairan sawah milik petani.

"Kami selaku pemerintah Desa Telukagung mengucapkan terimakasih kepada Ibu Bupati Indramayu Hj. Nina Agustina dan Bapak Ady Stiawan yang telah mewujudkan keinginan masyarakat yaitu normalisasi irigasi," Katanya.

Kuwu berpesan agar masyarakat khususnya Desa Telukagung agar ikut menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.

"Kami mendukung Indramayu bermartabat, untuk itu kami berpesan agar warga Desa Telukagung menjaga lingkungan agar tetap bersih," Pungkasnya.

Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet


Indramayu Today
- Polres Indramayu jajaran Polda Jabar menggelar konferensi Pers,  terkait penangkapan pelaku pembunuhan di mess Desa Jatibarang kabupaten Indramayu di Aula Atmani Wedana Mako Polres Indramayu, Jawa Barat, Selasa 06/09/2022

Kapolres Indramayu, AKBP M. Lukman Syarif di hadapan awak media mengatakan, bahwa Sat Reskrim Polres Indramayu berhasil mengungkap perkara pembunuhan berencana dan atau pembunuhan dan  pencurian dengan kekerasan.

Korbannya adalah pemuda asal Jawa Timur yang ditemukan meninggal dunia di TKP Mess Mubaligh LDII Jatibarang Desa Jatibarang, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu.

“Korban dibunuh dengan cara dipukul kepalanya menggunakan linggis sebanyak 2 (dua) kali dengan sekuat tenaga hingga korban meninggal dunia,” ujarnya.

Kapolres mengatakan, tersangka UA alias Endut, (31) tahun, diamankan di daerah Tanggerang, Banten. Kejadian pembunuhan ini terjadi pada hari Jumat 27 Agustus 2022. Dan berhasil diungkap pada tanggal 5 September 2022.

“Adapun motif tersangka melakukan pembunuhan karena merasa sakit hati. Yang mana tersangka dikeluarkan dari Jemaah LDII dan yang tersangka pernah dikatai yang tidak semestinya,"  terang Kapolres Indramayu, AKBP M. Lukman Syarif didampingi Kasat Reskrim AKP Fitran.

Kapolres menyebut, setelah melancarkan aksinya tersangka juga mengambil dompet serta Hp korban.

Untuk Barang Bukti yang berhasil diamankan, antara lain Satu batang linggis besi dengan panjang kira- kira 115 cm, rekaman CCTV dari empat titik lokasi disekitar Masjid Nurul Iman LDII Jatibarang, Satu buah dompet kulit coklat merek LIVE’S yang didalamnya berisi  1 lembar KTP korban, 1 lembar SIM A korban, 1 lembar SIM C korban, Satu unit handphone merek Redmi note 6a warna hitam milik korban serta Satu unit sepeda motor Vega warna putih tanpa TNKB.

“Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dapat dikenai dengan Pasal 340 KUHP, Pasal 338 KUHP, dan Pasal 365 ayat (3) KUHP, dengan ancaman maksimal pidana mati atau pidana penjara seumur hidup dan paling lama 20 tahun,” pungkasnya.

Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet


Indramayu Today - Peristiwa dugaan pembunuhan yang menimpa warga asal Tulungagung, Jawa Timur yang terjadi di Desa Jatibarang, Kec. Jatibarang, Kab. Indramayu,. mengegerkan warga setempat.

Menurut warga setempat RF ditemukan sudah tidak bernyawa oleh OT warga yang biasa shalat bersama korban, Menurut Keterangan dari OT pada waktu solat subuh korban tidak sholat, biasa tiap subuh sholat berjamaah. 

“Saya habis sholat mendatangi kamar milik RF dengan tujuan untuk membangunkan sholat subuh, pas tiba di kamar posisi korban sudah berlumuran darah, kepala pecah, otak keluar dan samping korban ada alat Linggis,” Terangnya. Sabtu, 27/8/2022.

Sementara, Kapolres Indramayu AKBP Lukman M syarif melalui Kapolsek Jatibarang kompol Ujang Rohimin didampingi Kasat Reskrim polres Indramayu mengatakan, salah satu warga yang berinisial RF (20) tahun yang tinggal di mess gang macan Jatibarang, Kab. Indramayu diduga menjadi korban pembunuhan yang dilakukan seseorang tak dikenal.

"Motif pembunuhan masih didalami oleh satreskrim dan INAFIS Polres Indramayu," Terangnya. 

Ujang menambahkan, Untuk sementara barang bukti yang diamankan beberapa dokumen pribadi korban dan satu buah linggis yang ditemukan didekat korban. 

“Luka korban pada bagian kepala dan juga ditemukan satu buah linggis, diduga alat linggis ini sebagai alat untuk membunuh korban pada bagian kepala,” terangnya. 

Ujang menuturkan, untuk korban saat ini dibawa ke Rumah Sakit untuk dilakukan otopsi guna penyelidikan lebih lanjut, sedangkan saksi-saksi dalam pemeriksaan. 

"Sementara ada 5 saksi yang akan kami mintain keterangan," Pungkasnya.

Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet


Indramayu Today - Peristiwa dugaan pembunuhan yang menimpa warga asal Tulungagung, Jawa Timur yang terjadi di Desa Jatibarang, Kec. Jatibarang, Kab. Indramayu,. mengegerkan warga setempat.

Menurut warga setempat RF ditemukan sudah tidak bernyawa oleh OT warga yang biasa shalat bersama korban, Menurut Keterangan dari OT pada waktu solat subuh korban tidak sholat, biasa tiap subuh sholat berjamaah. 

“Saya habis sholat mendatangi kamar milik RF dengan tujuan untuk membangunkan sholat subuh, pas tiba di kamar posisi korban sudah berlumuran darah, kepala pecah, otak keluar dan samping korban ada alat Linggis,” Terangnya. Sabtu, 27/8/2022.

Sementara, Kapolres Indramayu AKBP Lukman M syarif melalui Kapolsek Jatibarang kompol Ujang Rohimin didampingi Kasat Reskrim polres Indramayu mengatakan, salah satu warga yang berinisial RF (20) tahun yang tinggal di mess gang macan Jatibarang, Kab. Indramayu diduga menjadi korban pembunuhan yang dilakukan seseorang tak dikenal.

"Motif pembunuhan masih didalami oleh satreskrim dan INAFIS Polres Indramayu," Terangnya. 

Ujang menambahkan, Untuk sementara barang bukti yang diamankan beberapa dokumen pribadi korban dan satu buah linggis yang ditemukan didekat korban. 

“Luka korban pada bagian kepala dan juga ditemukan satu buah linggis, diduga alat linggis ini sebagai alat untuk membunuh korban pada bagian kepala,” terangnya. 

Ujang menuturkan, untuk korban saat ini dibawa ke Rumah Sakit untuk dilakukan otopsi guna penyelidikan lebih lanjut, sedangkan saksi-saksi dalam pemeriksaan. 

"Sementara ada 5 saksi yang akan kami mintain keterangan," Pungkasnya.

Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

3.8.22 , ,


Bupati Indramayu Nina Agustina Da'i Bachtiar sangat mengapresiasi Kementerian Pertanian (Kementan) RI yang memberikan Rumah Pasca Panen Mangga untuk petani Desa Krasak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu.


Orang nomor satu di Indramayu ini secara simbolis memotong pita sebagai bentuk diresmikannya Rumah Pasca Panen Mangga yang disaksikan Kementan RI, Tim ACIAR Australia dan beberapa kepala perangkat daerah serta para camat di Desa Krasak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Selasa (2/8/2022).


Dikatakan Bupati Nina Agustina, hibah Rumah Pasca Panen Mangga dirasa akan membantu para petani khususnya petani mangga dalam memaksimalkan produksi mangga di Kabupaten Indramayu.


Menurutnya, gudang khusus olahan hasil panen buah mangga menjadi _role model_ untuk dikembangkan di Kabupaten Indramayu


Hal ini karena proses olahan buah mangga pasca panen seperti pengemasan akan menguntungkan petani mangga dan menstabilkan harga buah mangga dipasaran.


"Kenapa saya mengundang camat semuanya, karena bagaimanapun di Indramayu mempunyai berbagai jenis dari mangga Gedong Gincu, Cengkir, Golek, Bapang yang cara makannya sangat unik," katanya.


Bupati Nina Agustina menambahkan, bentuk kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Indramayu dan Kementan RI diharapkan terus terjalin untuk meningkatkan potensi yang ada di Kabupaten Indramayu bisa dimanfaatkan dengan baik demi kesejahteraan petani.


"Kolaborasi antar kita semuanya bisa senantiasa terjalin dengan baik dan semoga masih banyak bantuan lainnya yang dapat disalurkan demi meningkatkan sektor pertanian di Kabupaten Indramayu," harapannya.


Untuk kelanjutannya, keberadaan Rumah Pasca Panen Mangga ini memberikan manfaat untuk meningkatkan produksi hasil olahan buah mangga bernilai tinggi bahkan layak masuk pasar ekspor.


"Indramayu memiliki produk olahan dari buah mangga seperti minuman jus mangga bisa berkualitas dan layak masuk pasar ekspor. Dengan demikian kesejahteraan petani khususnya buah mangga bisa tercapai, dan kita harapkan bisa kerjasama lagi. Saya ucapkan terimakasih, sehingga diharapkan ini bisa meningkatkan sektor pertanian," ujarnya.


Research Program Manager ACIAR Irene Kernot mengatakan, pihaknya sebagai lembaga penelitian holtikultura di Indonesia merasa senang berada di Indramayu melihat petani yang sangat komitmen menggeluti budidaya buah mangga.


Disampaikan Irene, yang diperoleh hasil pertanian di Indonesia mengalami tren positif meski terdapat tantangan yang meski dihadapi oleh para petani itu sendiri yakni hama serangga lalat buah.


"Hasil dari pertanian kurang baik salah satunya disebabkan oleh serangan hama dan tantangan yang kita hadapi saat ini adalah tantangan serangga lalat lebah yang dimana menyebabkan menurunkan hasil  produksi pertanian khususnya mangga sampai 60%," tambahnya.


Irene melihat, di satu sisi petani mangga Desa Krasak yang luar biasa, maka diharapkan Hibah Rumah Pasca Panen Mangga ini dapat meningkatkan produksi buah mangga khususnya buah mangga gincu dan masuk pasar ekspor serta pendapatan petani meningkat.


"Melalui kegiatan ini bisa meningkatkan kualitas dan daya saing mangga gedong gincu untuk bisa masuk pasar ekspor dan meningkatkan pendapatan  petani," ujarnya.

Indramayu- Eks  Pasar Daerah (PD) Jatibarang yang lokasinya didekat stasiun kereta api Jatibarang sedianya akan dibuat Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan sarana olahraga untuk masyarakat sekitar. Rencana itu mengemuka setelah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kawasan tersebut, Senin (10/12/2018), Indramayu.

Dalam sidaknya ke eks PD Jatibarang itu, Kang Emil (sapaan akrabnya) yang didampingi Wakil Bupati Indramayu Drs. H. Supendi, M.Si. menyusuri bangunan pasar daerah yang sudah tidak berpenghuni lagi. Ridwan berjanji akan memberi bantuan sebesar Rp 15 miliar untuk menyulap eks PD Jatibarang menjadi RTH dan sarana olahraga.

“Kita akan memberikan contoh bahwa Kabupaten Indramayu dapat tertata dengan baik dan rapih, supaya orang berkunjung ke Indramayu bisa nyaman. Rencananya bekas pasar daerah Jatibarang ini akan kita bangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan sarana olahraga. Anggrannya dari APBD Provinsi,” katanya.
[ads-post]
Namun Ridwan berharap, Pemkab Indramayu melalui Dinas terkait, untuk segera meratakan bentuk bangunan pasar daerah Jatibarang setidaknya di awal tahun 2019, sehingga proses membangun RTH semakin cepat terealisasikan.
“Saya meminta kepada Wakil Bupati Indramayu untuk segera meratakan bangunan ini, agar kita juga bisa bergerak cepat membangun RTH di kawasan ini,”katanya.

Semula, Kang Emil berencana hanya akan membuat RTH di eks PD jatibarang ini. Namun begitu melihat kondisinya yang sangat luas, kurang ebih 1 hektar, secara spontanitas Kang emil tidak hanya ingin membuat RTH, tetapi juga sarana olahraga.

“Saya keliling-keliling ini tanahnya luas sekali. Saya kira bukan hanya RTH, tapi juga sarana-sarana lainnya dapat digunakan di areal ini,” ujar Emil.
 ( Otong S )

Indramayu- Eks  Pasar Daerah (PD) Jatibarang yang lokasinya didekat stasiun kereta api Jatibarang sedianya akan dibuat Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan sarana olahraga untuk masyarakat sekitar. Rencana itu mengemuka setelah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kawasan tersebut, Senin (10/12/2018), Indramayu.

Dalam sidaknya ke eks PD Jatibarang itu, Kang Emil (sapaan akrabnya) yang didampingi Wakil Bupati Indramayu Drs. H. Supendi, M.Si. menyusuri bangunan pasar daerah yang sudah tidak berpenghuni lagi. Ridwan berjanji akan memberi bantuan sebesar Rp 15 miliar untuk menyulap eks PD Jatibarang menjadi RTH dan sarana olahraga.

“Kita akan memberikan contoh bahwa Kabupaten Indramayu dapat tertata dengan baik dan rapih, supaya orang berkunjung ke Indramayu bisa nyaman. Rencananya bekas pasar daerah Jatibarang ini akan kita bangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan sarana olahraga. Anggrannya dari APBD Provinsi,” katanya.
[ads-post]
Namun Ridwan berharap, Pemkab Indramayu melalui Dinas terkait, untuk segera meratakan bentuk bangunan pasar daerah Jatibarang setidaknya di awal tahun 2019, sehingga proses membangun RTH semakin cepat terealisasikan.
“Saya meminta kepada Wakil Bupati Indramayu untuk segera meratakan bangunan ini, agar kita juga bisa bergerak cepat membangun RTH di kawasan ini,”katanya.

Semula, Kang Emil berencana hanya akan membuat RTH di eks PD jatibarang ini. Namun begitu melihat kondisinya yang sangat luas, kurang ebih 1 hektar, secara spontanitas Kang emil tidak hanya ingin membuat RTH, tetapi juga sarana olahraga.

“Saya keliling-keliling ini tanahnya luas sekali. Saya kira bukan hanya RTH, tapi juga sarana-sarana lainnya dapat digunakan di areal ini,” ujar Emil.
 ( Otong S )

Indramayu- Anggota DPRD I Propinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan Daerah pemilihan 10.(dapil ) Cirebon kota,Cirebon,Dan Indramayu.H syamsul Bachri,SH MBA  kebanjiran Aspirasi dari masyarakat,Ketika menghelat reses ke III masa sidang tahun 2018,30 November - 11 Desember  di Aula Balai Desa Jatibarang,Kecamatan Jatibarang Indramayu.

Mengawali Aspirasi yang ditunjukkan kepada Ketua Komisi 5 DPRD provinsi Jawa Barat, Kuwu Desa Jatibarang Agus Darmawan berharap banyak akan ketersediaan sarana Prasarana kegiatan Pemuda," Desa Jatibarang Merupakan desa dengan Potensi kegiatan olahraganya menjadi Barometer bagi desa desa lain.Di samping itu juga desa Kami masih membutuhkan perbaikan saluran irigasi,Baik untuk pembuang air maupun irigasi pertanian,"katanya  yang di sambut riuh

Hal senada juga di sampaikan Asrofi ketua FOKORGAKI Jatibarang menyambut baik dan memberi Apresiasi,Reses Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat ketua Komisi 5 mau turun mendengar langsung dari masyarakat Jatibarang, "Kami bangga punya Anggota Dewan yang tidak hanya duduk di kursi empuk,Tapi mau turun mendengar langsung apa saja kepentingan yang harus dilakukan dalam masa persidangan ,"katanya
[ads-post]
Sementara itu H Syamsul Bachri memberikan jawaban langsung atas aspirasi masyarakat Desa Jatibarang," Tentu kita  harus Bangga Punya Kuwu seperti Agus Darmawan,Pemimpin  yang sudah mengenal betul dalam bidang Pemerintahan.Tinggal bagaimana pembangunan Desa Jatibarang,Apakah terpuruk atau pengen maju.Kalau pengen maju harus berjuang terus tanpa henti, Seperti sekarang usulan ketersediaan sarana prasarana olahraga yang di inginkan insya Allah akan segera terwujud.begitu pula dengan saluran irigasi baik gorong gorong maupun saluran pertanian semuanya sudah menjadi agendanya untuk di laksanakan pembangunanya,"Tegasnya
 (Otong.s )

Indramayu- Anggota DPRD I Propinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan Daerah pemilihan 10.(dapil ) Cirebon kota,Cirebon,Dan Indramayu.H syamsul Bachri,SH MBA  kebanjiran Aspirasi dari masyarakat,Ketika menghelat reses ke III masa sidang tahun 2018,30 November - 11 Desember  di Aula Balai Desa Jatibarang,Kecamatan Jatibarang Indramayu.

Mengawali Aspirasi yang ditunjukkan kepada Ketua Komisi 5 DPRD provinsi Jawa Barat, Kuwu Desa Jatibarang Agus Darmawan berharap banyak akan ketersediaan sarana Prasarana kegiatan Pemuda," Desa Jatibarang Merupakan desa dengan Potensi kegiatan olahraganya menjadi Barometer bagi desa desa lain.Di samping itu juga desa Kami masih membutuhkan perbaikan saluran irigasi,Baik untuk pembuang air maupun irigasi pertanian,"katanya  yang di sambut riuh

Hal senada juga di sampaikan Asrofi ketua FOKORGAKI Jatibarang menyambut baik dan memberi Apresiasi,Reses Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat ketua Komisi 5 mau turun mendengar langsung dari masyarakat Jatibarang, "Kami bangga punya Anggota Dewan yang tidak hanya duduk di kursi empuk,Tapi mau turun mendengar langsung apa saja kepentingan yang harus dilakukan dalam masa persidangan ,"katanya
[ads-post]
Sementara itu H Syamsul Bachri memberikan jawaban langsung atas aspirasi masyarakat Desa Jatibarang," Tentu kita  harus Bangga Punya Kuwu seperti Agus Darmawan,Pemimpin  yang sudah mengenal betul dalam bidang Pemerintahan.Tinggal bagaimana pembangunan Desa Jatibarang,Apakah terpuruk atau pengen maju.Kalau pengen maju harus berjuang terus tanpa henti, Seperti sekarang usulan ketersediaan sarana prasarana olahraga yang di inginkan insya Allah akan segera terwujud.begitu pula dengan saluran irigasi baik gorong gorong maupun saluran pertanian semuanya sudah menjadi agendanya untuk di laksanakan pembangunanya,"Tegasnya
 (Otong.s )

Indramayu- Pemerintah Kabupaten Indramayu terus berkomitmen untuk melakukan revitalisasi keberadaan Posyandu menjadi  Pos Pelayanan Terpadu di tingkat level paling bawah untuk menekan kematian ibu dan bayi. Selain itu, Posyandu berperan menciptakan generasi unggul  dalam tumbuh-kembangnya anak-anak.

Hal tersebut ditegaskan Wakil Bupati Indramayu H. Supendi ketika memberikan sambutan pada pelaksanaan klarifikasi lapangan lomba Posyandu tingkat Provinsi Jawa Barat di Posyandu Mawar VII RT 03/01 Desa Bulak Kecamatan Jatibarang, Selasa (04/12/2018).

Supendi menambahkan, untuk menunjukkan komitmen itu, Pemkab Indramayu terus melakukan revitalisasi terhadap keberadaan Posyandu yang tersebar di berbagai desa dan kelurahan . Keberadaan Posyandu yang dahulu dipandang sebelah mata, kini eksistensinya sudah mulai dirasakan oleh masyarakat Indramayu.
[ads-post]
“Berbagai kebijakan dan kegiatan yang menyenangakan dilakukan di Posyandu di Kabupaten Indramayu, seperti yang terlihat di Posyandu Mawar ini keberadaan Posyandu digabung dengan TK/PAUD,” tegas Supendi.

Selain itu, melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), desa-desa di Kabupaten Indramayu diarahkan untuk bisa mengunakan dana desa dan alokasi dana desa untuk mengembangkan keberadaan Posyandu yang ada di desa.

Sementara itu Ketua Tim Penilai Posyandu, Rd. Eka Sukawati dari DPMD Provinsi Jawa Barat mengatakan, bagi kabupaten/kota yang meraih terbaik pada pelaksanaan lomba Posyandu ini akan mendapatkan Posyandu Award. Pihaknya melakukan cheking secara langsung  baik administrasi maupun kegiatan di lapangan.

“Kita checking secara langsung, Posyandu Indramayu cukup baik apalagi ini digabung dengan TK/PAUD sehingga bisa untuk menjadi bahan edukasi bagi anak-anak,” katanya.
(Redaksi)

Indramayu- Pemerintah Kabupaten Indramayu terus berkomitmen untuk melakukan revitalisasi keberadaan Posyandu menjadi  Pos Pelayanan Terpadu di tingkat level paling bawah untuk menekan kematian ibu dan bayi. Selain itu, Posyandu berperan menciptakan generasi unggul  dalam tumbuh-kembangnya anak-anak.

Hal tersebut ditegaskan Wakil Bupati Indramayu H. Supendi ketika memberikan sambutan pada pelaksanaan klarifikasi lapangan lomba Posyandu tingkat Provinsi Jawa Barat di Posyandu Mawar VII RT 03/01 Desa Bulak Kecamatan Jatibarang, Selasa (04/12/2018).

Supendi menambahkan, untuk menunjukkan komitmen itu, Pemkab Indramayu terus melakukan revitalisasi terhadap keberadaan Posyandu yang tersebar di berbagai desa dan kelurahan . Keberadaan Posyandu yang dahulu dipandang sebelah mata, kini eksistensinya sudah mulai dirasakan oleh masyarakat Indramayu.
[ads-post]
“Berbagai kebijakan dan kegiatan yang menyenangakan dilakukan di Posyandu di Kabupaten Indramayu, seperti yang terlihat di Posyandu Mawar ini keberadaan Posyandu digabung dengan TK/PAUD,” tegas Supendi.

Selain itu, melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), desa-desa di Kabupaten Indramayu diarahkan untuk bisa mengunakan dana desa dan alokasi dana desa untuk mengembangkan keberadaan Posyandu yang ada di desa.

Sementara itu Ketua Tim Penilai Posyandu, Rd. Eka Sukawati dari DPMD Provinsi Jawa Barat mengatakan, bagi kabupaten/kota yang meraih terbaik pada pelaksanaan lomba Posyandu ini akan mendapatkan Posyandu Award. Pihaknya melakukan cheking secara langsung  baik administrasi maupun kegiatan di lapangan.

“Kita checking secara langsung, Posyandu Indramayu cukup baik apalagi ini digabung dengan TK/PAUD sehingga bisa untuk menjadi bahan edukasi bagi anak-anak,” katanya.
(Redaksi)

Indramayu- Pelaksanaan  kegiatan Rehabilitasi gedung kelas  sekolah SD Negeri karanggetas 1 desa Karanggetas kecamatan Bangodua Indramayu dengan sumber Anggaran dari APBN tahun 2018  Rp 585 591 000.-  mendapatkan respon sangat baik dari orang tua,pasalnya pelaksanaan kegiatan pekerjaan menggunakan Swakelola tidak di borongankan  oleh pihak ketiga.

Seperti di katakan oleh Samsudin (43) ,"Sekolah SD Negeri Karanggetas 1 adalah sekolah kebanggaan masyarakat,sebab sekolah ini sebagai saksi kemajuan Pendidikan dari mulai jaman sekolah Rakyat sampai sekarang. sudah banyak Tokoh Politik maupun pengusaha Nasional lahir menikmati Pendidikan di sekolah ini, adapun pelaksanaan pekerjaan Bangunan sekolah secara kasat mata, saya melihat pekerjaanya dilakukan sangat berhati hati dan sesuai dengan petunjuk ahli bangunan.ada Konsultan bangunan,begitu juga pekerjanya berasal dari Desa Karanggetas tentu ada tanggung jawab besar mengenai hasil pekerjaanya."terangnya
[ads-post]
Sementara Kepala Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Bangodua Dasmin memberikan komentar terkait dengan pelaksanaan pekerjaan Rehabilitasi gedung SD Negeri karanggetas 1 kami sangat berharap sekali pelaksanaan kegiatan pekerjaan  sesuai dengan konsep pembangunan maupun Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebab gedung sekolah ini mempunyai Historis sangat besar, kalau kami lihat pelaksanaan kegiatan bangunan semua pekerja menggunakan masyarakat sekitar.artinya ada rasa tanggung jawab secara moral bila pekerjaanya asal asalan."Katanya

Di tempat terpisah Kepala Sekolah SD Negeri Karanggetas 1 Wasriah Spd Sd disela kesibukan mengajar,masih bisa menerima kunjungan media Online untuk berbagi cerita seputar pelaksanaan kegiatan bangunan Sekolah, " memang benar sekolah SD Negeri karanggetas 1 sedang dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan,semuanya berjalan sesuai dengan konsep dan rencana kerja.kami pilih pekerja juga dari seputaran sekolah,biar ada rasa tanggung jawab serta memiliki Sekolah ini."Katanya.
  (Otong.S) 

Indramayu- Keberadaan Pos Gatur Lantas yang berdiri megah di tengah jalan mayor sangun Jatibarang Indramayu,Di pertanyakan sejumlah kalangan.pasalnya bangunan Pos Polisi siaga atur lalu lintas tidak bermanfaat lagi keberadaan,Pos tersebut sering dijadikan gudang penyimpanan barang pedagang.Di sampingi itu Lokasi Pos Gatur ini sudah tidak layak lagi,Sebab pasar daerah sudah di Relokasi pindah ketempat baru desa bulak.

Seperti di katakan salah satu pengendara motor Firman asal desa Pilangsari kecamatan Jatibarang,"sebenarnya manfaat Pos Gatur Jatibarang memang dirasakan sekali fungsinya,Satu diantaranya bisa mengurai kemacetan parah menuju ke arah pasar.Begitu pula berhentinya Bus Kopayu yang sering mangkal,Menaikkan dan menurunkan penumpang di bibir masuk kearah pasar.
[ads-post]
"kalau tidak ada Polisi yang mengatur akan semakin semrawut macet parah, Dengan penertiban dan Relokasi Pasar Daerah pindah ke lokasi baru Desa Bulak.sangat tampak sekali Pos Polisi Gatur Lantas bangunannya menjorok ketengah jalan.Untuk itu kami sangat berharap sekali bangunan Pos Polisi  Gatur Lantas segera ditertibkan,mengingat pengendara kendaraan bila masuk ke jalan mayor sangun pandangannya tertutup oleh bangunan itu."Terangnya

Hal senada juga disampaikan tokoh masyarakat Jatibarang H Munadi (56) ,"Keberadaan Pos Polisi Gatur lantas Jatibarang dirasakan sekali manfaatnya,Bisa mengatur lalulintas.Kemacetan parah juga bisa terurai dengan baik,Namun sebelum adanya Relokasi pasar,manfaat Pos Polisi Gatur Lantas sangat terasa sekali.Justru sekarang malah bikin tidak nyaman pengendara bila mau berbelok arah masuk ke jalan mayor sangun,Sebab pandangan matanya tidak bebas terhalang bangunan yang menjorok ketengah jalan."Jelasnya

Sementara itu Ketua LSM Lembaga investigasi Negara Supa mengatakan."Bangunan Pos Polisi Gatur Lantas Jatibarang sudah semestinya di bongkar,Karena keberadaan bangunan tersebut sangat terlihat sekali menjorok ketengah jalan.Hal ini sangat bertolak belakang dengan Undang undang lalu Lintas." tegasnya
(Otong.s)

Indramayu- Keberadaan Pos Gatur Lantas yang berdiri megah di tengah jalan mayor sangun Jatibarang Indramayu,Di pertanyakan sejumlah kalangan.pasalnya bangunan Pos Polisi siaga atur lalu lintas tidak bermanfaat lagi keberadaan,Pos tersebut sering dijadikan gudang penyimpanan barang pedagang.Di sampingi itu Lokasi Pos Gatur ini sudah tidak layak lagi,Sebab pasar daerah sudah di Relokasi pindah ketempat baru desa bulak.

Seperti di katakan salah satu pengendara motor Firman asal desa Pilangsari kecamatan Jatibarang,"sebenarnya manfaat Pos Gatur Jatibarang memang dirasakan sekali fungsinya,Satu diantaranya bisa mengurai kemacetan parah menuju ke arah pasar.Begitu pula berhentinya Bus Kopayu yang sering mangkal,Menaikkan dan menurunkan penumpang di bibir masuk kearah pasar.
[ads-post]
"kalau tidak ada Polisi yang mengatur akan semakin semrawut macet parah, Dengan penertiban dan Relokasi Pasar Daerah pindah ke lokasi baru Desa Bulak.sangat tampak sekali Pos Polisi Gatur Lantas bangunannya menjorok ketengah jalan.Untuk itu kami sangat berharap sekali bangunan Pos Polisi  Gatur Lantas segera ditertibkan,mengingat pengendara kendaraan bila masuk ke jalan mayor sangun pandangannya tertutup oleh bangunan itu."Terangnya

Hal senada juga disampaikan tokoh masyarakat Jatibarang H Munadi (56) ,"Keberadaan Pos Polisi Gatur lantas Jatibarang dirasakan sekali manfaatnya,Bisa mengatur lalulintas.Kemacetan parah juga bisa terurai dengan baik,Namun sebelum adanya Relokasi pasar,manfaat Pos Polisi Gatur Lantas sangat terasa sekali.Justru sekarang malah bikin tidak nyaman pengendara bila mau berbelok arah masuk ke jalan mayor sangun,Sebab pandangan matanya tidak bebas terhalang bangunan yang menjorok ketengah jalan."Jelasnya

Sementara itu Ketua LSM Lembaga investigasi Negara Supa mengatakan."Bangunan Pos Polisi Gatur Lantas Jatibarang sudah semestinya di bongkar,Karena keberadaan bangunan tersebut sangat terlihat sekali menjorok ketengah jalan.Hal ini sangat bertolak belakang dengan Undang undang lalu Lintas." tegasnya
(Otong.s)

Indramayu- Kiprah di panggung Politik sudah menjadi bagian dalam kehidupanya,semua orang berpolitik artinya hidup tidak  mungkin berwarna bila aktivitas kita tidak di campuri dengan langkah Politik,Terjun di panggung Politik bagi sosok yang satu ini bisa di katakan biasa.

Contoh saat  pemilihan kuwu tingkat Desa biarpun kalah,tapi mental baja dan kemauan keras melangkah kembali mencalonkan  wakil rakyat DPRD II Indramayu  Daerah pemilihan 3(Kecamatan Sliyeg, Kecamatan Jatibarang, kecamatan Widasari, kecamatan Bangodua,  dan Kecamatan Tukdana) dari Partai Kebangkitan Bangsa  (PKB) No 7  H Darsono Sumantri.Ada Motivasi kuat yang mendorong untuk maju kembali,Untukmenjadi wakil rakyat.

Di antaranya kesenjangan ekonomi antara si kaya dan si miskin sangat  jauh berbeda,mendorong untuk memperjuangkan agar tatanan seperti ini harus dirubah.Masyarakat berpenghasilan Rendah didorong untuk maju bersama serta pemerataan dalam mendapatkan layanan Pemerintah .
[ads-post]
Disela sela kesibukanya sebagai calon wakil rakyat H Darsono Sumantri mengajak  rekan media berfikir cerdas,Dari hasil percakapan menguraikan,"peran pemerintah pusat.haruslah sinkron dengan pemerintah terkecil yaitu Desa,Kita harus perjuangankan.Terkait dengan data kemiskinan,harusnya pemerintah pusat melalui Kantor Badan Statistik mengajak turun langsung ke setiap RT.baru di ketemukan data kemiskinan sebenarnya,Dan  menjadi acuan dalam menentukan bantuan pada masyarakat berpenghasilan rendah.

Masih menurut H Darsono ,"di Era Milenial anak muda itu adalah generasi penerus bangsa,harus berperan aktif,Mulai di asah untuk melangkah maju bersama kami.Sebagai calon wakil Rakyat tak akan pernah berhenti mengasah generasi muda,Agar peran anak muda bersinar.kami ajak anak muda Milenial untuk bersama kami,dan mendukung mendorong  H Darsono Sumantri No 7 partai  Kebangkitan Bangsa ,Dapil 3 jadi wakil Rakyat.Dan kami memiliki harapan.ke depannya Indramayu Remaja akan lebih baik lagi dari sekarang,dan pelayanan kepada masyarakat tidak harus berbeda,"ucapnya
(Otong.S)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget