Berita Tentang "Pendidikan"
CLOSE ADS
CLOSE ADS


Jurnalpelita - Proses Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) untuk Calon Rektor Universitas Wiralodra telah diikuti oleh 3 kandidat yang memiliki kemampuan dalam hal pengembanan tugas pada sebuah universitas, namun meski demikian proses UKK yang berlangsung secara terbuka ini, pihak Unwir sendiri telah memiliki kandidat terbaik dari ketiganya. mereka adalah Prof. Ipong, Dr. M. Zaedi, M.Ag., dan Dr. Kambali, M.Pd.I. Jumat, 27/3/2026.

Dari hasil pada UKK tersebut Berdasarkan hasil akhir berupa ranking resmi berbasis AI, Prof. Ipong menempati peringkat pertama dengan nilai 83,31. Posisi kedua diraih Dr. M. Zaedi, M.Ag., dengan nilai 76,94, sementara peringkat ketiga ditempati Dr. Kambali, M.Pd.I., dengan nilai 68,96.

Kandidat nomor urut 2, Prof. Dr. Ipong Dekawati, M.Pd., dalam kesempatan itu menyampaikan rasa syukur atas kelancaran tahapan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) tahap kedua yang diselenggarakan oleh Yayasan Wiralodra Indramayu (YWI). Ia juga menegaskan komitmennya untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola kampus apabila dipercaya memimpin pada periode 2026–2030.

Menurutnya Capaian ini menjadi indikator penting dalam proses penjaringan calon rektor, sekaligus mencerminkan penilaian komprehensif terhadap kompetensi, visi, serta kesiapan para kandidat dalam memimpin Universitas Wiralodra ke depan.

“Alhamdulillah, semua proses berjalan dengan baik. Ini menunjukkan bahwa ke depan sudah banyak pekerjaan besar yang menunggu untuk diselesaikan,” ujar Prof. Ipong. 

Ia menegaskan bahwa seluruh hasil yang diperoleh diserahkan kepada kehendak Tuhan. Ia menyebut, proses pemilihan rektor bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian dari ikhtiar untuk mendapatkan pemimpin terbaik bagi institusi.

“Saya berdoa semoga yang diberikan adalah yang terbaik menurut Allah, bukan sekadar terbaik menurut saya,” tambahnya.
Dalam pandangannya, tahapan UKK menjadi gambaran awal bahwa kepemimpinan ke depan akan dihadapkan pada berbagai tantangan besar yang membutuhkan kesiapan, ketelitian, dan kerja nyata.

Terkait langkah awal jika dipercaya memimpin, Prof. Ipong menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh sebelum mengambil kebijakan strategis. Ia menilai pemahaman terhadap kondisi internal kampus menjadi fondasi utama dalam menentukan arah kebijakan.

“Langkah pertama tentu evaluasi, baik dari sisi keuangan maupun kondisi internal organisasi. Saat ini saya belum mengetahui secara detail karena posisi saya masih di luar sistem. Maka saya harus masuk terlebih dahulu, memahami kondisi yang ada, baru kemudian merencanakan langkah selanjutnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof. Ipong menyampaikan bahwa pengembangan institusi tetap menjadi fokus utama dalam jangka panjang, termasuk kemungkinan penyesuaian struktur organisasi guna meningkatkan efektivitas kinerja.

“Tentu ada program jangka panjang. Kita ingin mencapai posisi sebagai institusi yang unggul, namun hal itu akan disesuaikan dengan kebutuhan dan struktur organisasi yang ada,” ujarnya.

Menurutnya, visi menjadi perguruan tinggi unggul tidak hanya ditentukan oleh program, tetapi juga oleh keselarasan antara strategi yang disusun dengan kondisi riil organisasi.

Meskipun unggul pada UKK tahap satu dengan bobot 25 persen dan UKK tahap dua sebesar 65 persen diatas kertas Prof. Ipong layak terpilih sebagai Rektor Universiatas Wiralodra, kewenangan penetapan rektor tetap berada di tangan yayasan. Terkait mekanisme tersebut, Prof. Ipong menegaskan bahwa keputusan akhir sepenuhnya menjadi hak yayasan.

“Keputusan akhir ada pada yayasan. Walaupun ada hasil pemilihan, tetap ada mekanisme penetapan yang menjadi kewenangan yayasan,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, ia kembali menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh tahapan yang telah dijalani, disertai optimisme terhadap hasil akhir.

“Alhamdulillah, semuanya menunjukkan bahwa ke depan masih banyak pekerjaan yang menunggu. Saya berdoa semoga yang terbaik menurut Allah yang terjadi,” tuturnya.

Prof. Ipong berharap seluruh rangkaian proses pemilihan rektor dapat berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan Universitas Wiralodra.

Ia menekankan bahwa kepemimpinan ke depan harus mampu menghadirkan perubahan melalui evaluasi yang tepat, perencanaan yang matang, serta penguatan sistem organisasi secara menyeluruh.

“Yang terpenting adalah bagaimana memahami kondisi yang ada, lalu menyusun langkah strategis untuk membawa institusi ini menjadi lebih maju dan unggul,” pungkasnya.


Pena  
 By.
Adam P
Editor
By.
Adam P
Foto/Video
By.
Adam P

Jurnalpelita - Harapan para guru ngaji di Kabupaten Indramayu untuk mendapatkan insentif dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) masih belum menemukan kepastian. Hal ini terungkap dalam audiensi antara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Guru Ngaji (Per-Guji) Indramayu dengan pihak terkait yang berlangsung di Pendopo Indramayu pada Senin, 10 Maret 2025.

Ketua DPD Per-Guji Indramayu, Lukman SH, mengungkapkan bahwa dalam pertemuan tersebut, pihaknya menerima sejumlah janji terkait kesejahteraan para tenaga pendidik Al-Qur'an di wilayah Kabupaten Indramayu.

"Poin pertama yang disampaikan dalam audiensi adalah rencana pemberian anggaran insentif bagi seluruh guru ngaji se-Kabupaten Indramayu. Mereka yang terdaftar di DPD Per-Guji Indramayu berasal dari 31 kecamatan, 317 desa/kelurahan, yang tersebar di 3.200 musholla," ujar Lukman SH, Minggu (15/3/2026).

Lebih lanjut, ia memaparkan poin kedua yang menjadi pembahasan, yaitu rencana pemberian insentif atau bantuan langsung sebesar Rp 200.000 per bulan untuk setiap guru ngaji. Namun, setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Indramayu untuk tahun anggaran 2026, usulan tersebut dikabarkan nihil.
"Setelah kami melihat dan menelusuri lebih dalam terkait RAPBD Indramayu 2026, ternyata anggaran untuk insentif guru ngaji ini belum diajukan oleh Bupati Lucky Hakim ke DPRD Indramayu. Akibatnya, hasilnya nihil. Ini hanya merupakan janji-janji retorika belaka," tegasnya dengan nada kecewa.

Pihak Per-Guji berharap agar pemerintah daerah dapat segera merealisasikan janji tersebut, mengingat peran strategis guru ngaji dalam membangun generasi muda yang berakhlak mulia di Kabupaten Indramayu.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Pemkab Indramayu terkait hal ini. DPD Per-Guji berencana untuk kembali mengawal usulan ini agar dapat masuk dalam anggaran perubahan di masa mendatang.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet

Jurnalpelita - Guna mempererat tali silaturahmi, konsolidasi antara Grup Kaina supaya bisa menghasilkan pelatihan yang berkualitas dan output keberangkatan ke Jepang yang lebih banyak lagi, Lembaga Pendidikan Kerja (LPK) Kaina Indonesia menggelar buka puasa bersama. Sabtu, 15/3/2026.

Nampak hadir dalam kegiatan tersebut dari Dinas Tenaga Kerja, perwakilan Balai Pelatihan Kerja, perwakilan Bank BCA, Bank Mandiri, dan dari Kaina Group. Selain itu Japanesia, Oshin, Tomogara, Megumin, dan beberapa teman-teman kita juga datang.

Usai mengadakan Buka Puasa Bersama, Teguh Adi Koesoemah Putra selaku Direktur Kaina Indonesia menuturkan, Selain mengadakan buka puasa bersama, pihaknya juga mengadakan aksi sosial lain yaitu memberikan santunan bagi yatim piatu. "Dengan harapan walaupun sedikit bisa bermanfaat untuk semua," Tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Teguh memaparkan program lain yang akan dilaksanakan yaitu selain pendidikan nonformal seperti Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang sudah banyak dirikan, pihaknya akan mencoba ke sesuatu yang lebih formal lagi dengan mendirikan sekolah menengah kejuruan dengan tagline "Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan".

Sementara dalam kesempatan yang sama, Nur Kholis selaku Direktur Utama Japannesia Language School berharap keberadaan Kaina Indonesia dapat membantu orang-orang sekitar untuk mendapatkan pekerjaan.

"Ya semoga saja semakin banyak perusahaan yang kita buka, semakin menyerap banyak tenaga kerja. Jadi arahnya tuh positif, semoga diperlancar saja," Harapnya.


Pena  
 By.
Editor
By.
Adam P
Foto/Video
By.
Adam P

Jurnalpelita - Indramayu - Upaya pencegahan perkawinan anak terus digencarkan melalui edukasi kepada generasi muda. Salah satunya melalui kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) Pencegahan Perkawinan Anak yang digelar di Aula outdoor MAN 1 Indramayu, Jawa Barat, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Indramayu H. Syaefudin SH MH, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indramayu Aghuts Muhaimin, Kepala MAN 1 Indramayu Drs. Wahyudin MAg, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu H. Caridin, Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Perlindungan Perempuan dan Anak (Disduk-P3A) Kabupaten Indramayu Agung, serta para guru dan staf MAN 1 Indramayu.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Indramayu H. Syaefudin menegaskan pentingnya peran pendidikan dalam membangun masa depan generasi muda. Ia mengingatkan para pelajar untuk tidak terburu-buru menikah di usia dini karena dapat berdampak pada pendidikan, kesehatan, dan masa depan mereka.

“Remaja harus memiliki cita-cita dan perencanaan masa depan yang jelas. Jangan sampai masa depan terhenti karena perkawinan dini. Pendidikan harus menjadi prioritas agar generasi muda Indramayu bisa lebih maju dan berdaya saing,” ujarnya.

Syaefudin juga mengapresiasi pelaksanaan kegiatan BRUS sebagai bagian dari upaya bersama untuk menekan angka perkawinan anak di Kabupaten Indramayu melalui pendekatan edukatif di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Program Inklusi Lakpesdam PBNU melalui Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LAKPESDAM) PCNU Indramayu sebagai bentuk kepedulian terhadap perlindungan anak dan penguatan kualitas generasi muda.

Ketua Lakpesdam PCNU Indramayu, Ali Ma’nawi, mengatakan bahwa kegiatan BRUS menjadi sarana penting untuk memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai risiko perkawinan anak serta pentingnya merencanakan masa depan secara matang.

Menurutnya, usia remaja merupakan fase yang sangat rentan terhadap berbagai persoalan sosial, termasuk potensi terjadinya Married by Accident (MBA) atau perkawinan yang terjadi akibat kehamilan yang tidak direncanakan pada usia di bawah 19 tahun.

“Melalui kegiatan BRUS ini kami ingin memberikan wawasan kepada para siswa tentang pentingnya menjaga masa depan mereka. Remaja perlu memahami bahwa perkawinan memiliki tanggung jawab besar dan harus dilakukan ketika sudah cukup usia dan siap secara mental maupun ekonomi,” jelasnya.

Ia menambahkan, ketentuan batas minimal usia perkawinan saat ini telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan, yang menetapkan usia minimal menikah bagi laki-laki dan perempuan adalah 19 tahun.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelajar memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai dampak sosial, kesehatan, dan pendidikan dari perkawinan anak, sekaligus mampu menjadi agen perubahan di lingkungan mereka untuk mencegah terjadinya perkawinan dini.

Kegiatan BRUS tersebut juga menjadi bagian dari upaya kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, serta organisasi masyarakat dalam membangun generasi muda yang lebih sehat, berpendidikan, dan siap menyongsong masa depan.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi



Jurnalpelita - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi perhatian publik. Di tengah berbagai perbincangan mengenai perbedaan porsi, harga, hingga teknis distribusi, Pelopor MBG Indramayu, H. Kasan Basari, angkat bicara untuk meluruskan sejumlah persepsi yang berkembang di masyarakat.

Menurut Kasan, publik perlu memahami bahwa dalam program MBG memang terdapat dua kategori harga yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan.

“Ada dua pelayanan yang harus dibedakan, artinya beda harga. Untuk Rp8.000 itu diperuntukkan bagi TK dan SD kelas 1, 2, 3 dengan porsi kecil. Sedangkan Rp10.000 untuk SD kelas 4, 5, 6, serta SMP dan SMA dengan porsi lebih besar,” jelasnya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa perbedaan harga tidak berarti perbedaan kualitas pelayanan maupun menu.

“Yang dipastikan, pelayanan tidak pernah dibedakan. Menu hari itu sama, baik untuk SD maupun SMA. Yang membedakan hanya kuantitas isiannya,” tegas Kasan.

Ia menjelaskan, dalam kondisi tertentu, menu yang disajikan bisa mencapai lima macam untuk porsi besar, sementara porsi kecil empat macam. Jika menu yang dihidangkan merupakan makanan kering dengan nilai bahan yang lebih tinggi, maka bisa saja porsi besar terdiri dari empat macam dan porsi kecil tiga macam.

“Ini yang harus diluruskan dulu, supaya jangan sampai publik membanding-bandingkan. Kadang ada dapur yang terlihat menunya lebih banyak dan besar, itu bisa jadi karena sistem pengirimannya berbeda,” ujarnya.

Kasan menerangkan bahwa teknis pengiriman makanan bergantung pada komitmen antara pihak dapur dan sekolah. Ada dapur yang mengirim setiap hari, ada pula yang mengirim dua kali dalam sepekan untuk kebutuhan beberapa hari sekaligus.

“Kalau satu minggu enam hari lalu dibagi dua kali pengiriman, berarti tiga hari sekali. Maka secara visual terlihat lebih banyak dan besar. Itu faktor teknis pengiriman, bukan perbedaan kualitas,” jelasnya.

Ia meminta masyarakat tidak keliru memahami perbedaan tampilan tersebut.
“Clear ya, masalah harga, teknis pengiriman, dan porsi penyajian. Semua sudah diatur,” katanya.

Lebih jauh, Kasan menekankan pentingnya kualitas bahan olahan, terutama penggunaan air sebagai bahan dasar memasak.

“Air itu bahan paling pokok. Kalau airnya asal-asalan, pasti menimbulkan masalah. Gunakan air mineral yang standar pH-nya sudah terukur. Tidak harus merek tertentu, yang penting aman dan nyaman untuk lambung anak-anak,” pesannya.

Ia juga mengingatkan pengelola dapur agar menggunakan bahan segar dan tidak bermain dalam pengelolaan anggaran.

“Jangan coba-coba mencari keuntungan dari harga Rp8.000 atau Rp10.000 itu. Biarkan harga tersebut murni untuk konsumsi anak-anak. Kalau dilaksanakan dengan benar, insya Allah ada keberkahan,” ujarnya.

Menurutnya, program MBG bukan sekadar soal asupan gizi bagi anak-anak, tetapi juga membawa dampak ekonomi yang luas.

“MBG bukan hanya menyehatkan anak-anak dan memberikan asupan gizi. Petani bisa hidup dengan harga maksimal, tenaga kerja yang tadinya menganggur bisa bekerja. Walaupun ada plus minus, itu bagian dari dinamika,” katanya.

Ia mengakui ada dampak terhadap pedagang kecil akibat fluktuasi harga bahan, namun hal tersebut dinilai masih bisa disiasati.

Maka, Kasan mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengawal dan menjaga program MBG agar tetap berjalan sesuai tujuan awalnya.

“Kita kibarkan dapur ini, kita kawal MBG ini. Karena dampaknya bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi




Jurnalpelita - Direktur CV Damar Indah Kencana (DIK), Crisnadi Natasaputra, menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Perusahaan penerbit dan penyedia buku sekolah yang dipimpinnya itu selama ini menjadi mitra resmi Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu dalam berbagai kegiatan edukasi, termasuk pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek) implementasi Kurikulum Merdeka.

Sebagai perusahaan yang berbasis di Kabupaten Indramayu, CV Damar Indah Kencana terus berupaya menghadirkan produk-produk buku sekolah yang berkualitas dan relevan dengan perkembangan dunia pendidikan. Crisnadi menyampaikan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada distribusi buku, tetapi juga berperan aktif dalam pengembangan kompetensi guru dan tenaga kependidikan.

“Kami ingin menjadi bagian dari solusi dalam peningkatan mutu pendidikan di Indramayu. Melalui kolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, kami mendukung pelatihan dan bimtek Kurikulum Merdeka agar para guru semakin siap menghadapi tantangan pembelajaran yang terus berkembang,” ujar Crisnadi.

Menurutnya, perkembangan teknologi pendidikan menjadi perhatian utama perusahaan. Oleh karena itu, CV Damar Indah Kencana terus melakukan inovasi baik dari sisi kualitas konten, desain, hingga sistem distribusi yang lebih efektif dan adaptif terhadap kebutuhan sekolah.

Selain bergerak di bidang pendidikan, Crisnadi Natasaputra juga aktif di dunia olahraga. Ia menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Pengkab PBVSI Indramayu di bawah naungan Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI). Dalam kapasitasnya tersebut, ia turut mendorong pembinaan atlet voli sejak usia dini hingga tingkat kompetisi daerah.

Di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Crisnadi mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya insan pendidikan dan olahraga, untuk menjadikan momentum Ramadan sebagai ajang memperkuat silaturahmi, meningkatkan integritas, serta memperkuat semangat kolaborasi.

“Ramadan 1447 H ini mari kita jadikan sebagai momen refleksi dan penguatan karakter. Baik di dunia pendidikan maupun olahraga, nilai disiplin, kejujuran, dan kebersamaan harus terus kita tanamkan,” ungkapnya.

Ia berharap, sinergi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dapat terus terjalin demi mencetak generasi muda Indramayu yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing tinggi, baik di bidang akademik maupun olahraga.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi



Jurnalpelita - Indramayu – Orang tua siswa SD Losarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat Deis Handika menyatakan bakal melaporkan seorang guru kelas berinisial "T" ke jalur hukum. Langkah ini diambil karena adanya dugaan tindakan yang dianggap tidak sesuai dengan etika pendidikan dan merugikan peserta didik.

Saat ditemui di kediamannya, Deis menyampaikan bahwa tindakan guru tersebut sudah melewati batas kewajaran. Ia merasa anaknya tidak mendapatkan perlakuan yang semestinya.

"Karena itu kami berencana membawa kasus ini ke ranah hukum agar ada kejelasan dan keadilan,” ujar Deis Handika, Kamis 19 Februari 2026.

Deis menjelaskan bahwa dirinya berencana pelaporan ini akan dilakukan secara resmi melalui aparat penegak hukum di Indramayu. Untuk itu Deis berharap pihak berwenang dapat menindaklanjuti dugaan pelanggaran tersebut dengan transparan, sehingga tidak menimbulkan keresahan di lingkungan sekolah.

Deis, menegaskan bahwa dirinya tidak menerima perlakuan guru kelas terhadap anaknya. Ia menyebut hingga kini sang anak masih menyimpan rasa trauma akibat kejadian tersebut.

“Anak saya masih trauma, dan saya tidak bisa menerima perlakuan guru kelasnya. Kendati pihak sekolah sudah berupaya melakukan damai, saya menolak. Kasus ini akan tetap saya lanjutkan ke ranah hukum,” ungkapnya.

Menurut Deis, upaya damai yang ditawarkan pihak sekolah tidak menyelesaikan masalah secara tuntas. Ia menilai langkah hukum adalah jalan terbaik agar ada kepastian dan keadilan bagi anaknya serta menjadi pelajaran bagi dunia pendidikan di Indramayu.

"Saya tidak akan menceritakan duduk persoalan ini ke medsos. Namun kasus ini biar penegak hukum yang menyelesaikan dengan data data yang saya laporkan," Pungkasnya.

Dalam Kasus ini masyarakat Losarang menilai dunia pendidikan di wilayahnya kurang baik, dan berharap pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu segera mengambil langkah konkret sekaligus memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan kondusif. 


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi



Jurnalpelita - Indramayu – Rabu, 11 Februari 2026
Kodim 0616/Indramayu melaksanakan kegiatan sosialisasi penerimaan Prajurit TNI Angkatan Darat kepada para siswa kelas XII SMK PGRI Jatibarang, sebagai bentuk pembinaan generasi muda dan upaya menjaring calon prajurit yang berkualitas, berjiwa nasionalisme, serta berkarakter disiplin.










Kegiatan sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman yang benar dan transparan terkait tahapan, persyaratan, serta peluang bergabung menjadi prajurit TNI AD. Para siswa dibekali informasi mengenai jalur penerimaan, kesiapan fisik dan mental, serta pentingnya menjaga kesehatan, kedisiplinan, dan integritas sejak dini.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Kodim 0616/Indramayu menekankan bahwa penerimaan prajurit TNI AD tidak dipungut biaya dan mengajak para siswa untuk mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh apabila memiliki cita-cita mengabdi kepada bangsa dan negara melalui TNI.

Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para siswa, ditandai dengan sesi tanya jawab interaktif seputar dunia keprajuritan dan kehidupan prajurit TNI AD. Diharapkan, sosialisasi ini mampu menumbuhkan semangat juang, rasa cinta tanah air, serta motivasi generasi muda untuk menjadi bagian dari garda terdepan pertahanan negara.

Kodim 0616/Indramayu berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dan dunia pendidikan guna membina serta menyiapkan generasi muda yang tangguh, berwawasan kebangsaan, dan siap mengabdi untuk Indonesia.

Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Pendim

Setelah memiliki perizinan yang lengkap dari Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Kaina Indonesia menggelar peresmian gedung sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Jumat (20/09/2024).

"Setelah menempuh perizinan yang berliku, Alhamdulillah sekarang kita memiliki gedung sendiri," kata Teguh Adikoesoemah, Pimpinan LPK Kaina, disela-sela kegiatan peresmian gedung.

Disampaikan Teguh, dalam kegiatan tersebut LPK Kaina juga melakukan kegiatan sosial yakni memberi santunan kepada anak yatim, serta bantuan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang berada di sekitar lingkungan LPK Kaina.

"Kita sekarang sudah mencoba membantu masyarakat sekitar melalui Corporate Social Responsibility (CSR). Mudah-mudahan kehadiran kita di tengah-tengah masyarakat tidak hanya bermanfaat di bidang pendidkan tapi juga sosial," tuturnya.

Sementara itu, Camat Sindang, Dadang Supriatna yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengaku bahwa kehadiran LPK Kaina memiliki kontribusi positif di tengah Masyarakat.

"Pimpinan LPK Kaina selalu mendukung kegiatan Masyarakat, baik itu kegiatan di Desa, maupun Kecamatan," kata Dadang.

Dadang berharap, dengan adanya LPK Kaina ini dapat meningkatkan keterampilan kerja, tak hanya saat akan berangkat ke Jepang, namun juga tetap dibina selama bekerja  sehingga dapat mensejahterakan Masyarakat Indramayu.

Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

Pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kecamatan Indramayu yang digelar di Halaman Masjid Al Huda Kelurahan Paoman, berlangsung dengan meriah, hal tersebut terlihat dari antusiaa masyarakat yang hadir. Kegiatan ini bertujuan untuk persiapan menuju MTQ tingkat Kabupaten. Senin, 5/8/2024 malam.

Pembukaan MTQ ini resmi dibuka oleh Camat Indramayu Inrda Mulyana dengan ditandai pembacaan basmallah dan disaksikan oleh seluruh Kepala Desa dan Kelurahan di Kecamatan Indramayu.

Dalam.kesempatan itu Camat Indramayu menuturkan Kecamatan Indramayu, membuka MTQ Tingkat Kecamatan Indramayu 2024 sesuai tahapan yang dipandu oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) tingkat Kabupaten untuk mempersiapkan Musabaqoh tingkat Kabupaten.

"Peserta sendiri kita khususkan pada usia anak dan remaja dari sekolah di 18 desa dan kelurahan dengan keseluruhan 107 peserta," Katanya.

Dalam hal ini camat Indra berharap kegiatan ini bisa dijadikan sebagai ajang syiar Islam di Indramayu serta menanamkan dasar qur'an pada setiap anak secara dini.

"Selain melaksanakan pendidikan formal, juga pendidikan melalui madrasah diharapkan akan muncul generasi penghapal quran di masa mendatang," Pungkasnya.


Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget