Berita Tentang "Pendidikan"
CLOSE ADS
CLOSE ADS


Jurnalpelita - Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Profesional resmi menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Islam Bandung (UNISBA) untuk memperkuat pendidikan hukum dan meningkatkan kualitas profesi advokat di Indonesia.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Rektor UNISBA Harits Nu'man dan Ketua Umum PERADI Profesional Harris Arthur Hedar. 

Selain itu, Fakultas Hukum UNISBA dan PERADI Profesional juga menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) terkait penyelenggaraan pendidikan profesi advokat di Kampus UNISBA, Bandung, Selasa (21/7/2026).

Kerja sama itu mencakup penyelenggaraan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA), Pendidikan Profesi Advokat (PPA), penelitian, pengabdian kepada masyarakat, seminar, kuliah umum, pelatihan, hingga berbagai kegiatan akademik lainnya.

Ketua Umum PERADI Profesional Harris Arthur Hedar mengatakan kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang hukum.


Menurutnya, profesi advokat membutuhkan sistem pendidikan yang mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai aspek hukum, tetapi juga memiliki integritas dan etika profesi.

"Kolaborasi antara organisasi advokat dan perguruan tinggi merupakan langkah strategis untuk membangun ekosistem pendidikan hukum yang melahirkan advokat profesional, berintegritas, beretika, dan berkarakter," kata Harris dikutip dari siaran pers yang diterima inilah.com, Rabu (22/7).

Ia menambahkan, peningkatan kualitas advokat harus dimulai dari pendidikan hukum yang bermutu, kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan zaman, serta sinergi yang erat antara akademisi dan praktisi hukum.

Sementara itu, Rektor UNISBA Harits Nu'man menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, kemitraan dengan PERADI Profesional menjadi bagian dari upaya kampus memperkuat kualitas pendidikan tinggi, khususnya di bidang hukum.

UNISBA, kata dia, berkomitmen mendukung pelaksanaan berbagai program bersama yang dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa, dosen, maupun praktisi hukum.

Sebagai bentuk implementasi kerja sama, UNISBA juga menyediakan ruang khusus bagi PERADI Profesional di lingkungan kampus. Fasilitas tersebut akan dimanfaatkan sebagai pusat penyelenggaraan PKPA, PPA, seminar, kuliah umum, diskusi ilmiah, pendidikan berkelanjutan, serta berbagai kegiatan profesi lainnya.

Ketua Dewan Pembina PERADI Profesional Fauzie Yusuf Hasibuan bersama jajaran pengurus turut menghadiri penandatanganan kerja sama tersebut. 

Hadir pula Wakil Rektor Bidang Kerja Sama UNISBA Ratna Januarita, Dekan Fakultas Hukum UNISBA Efik Yusdiansyah, serta jajaran pimpinan universitas.

Melalui kerja sama ini, kedua institusi juga sepakat memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengembangan riset hukum, peningkatan kualitas publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, serta forum akademik yang membahas perkembangan hukum nasional maupun internasional.

Harris berharap sinergi antara organisasi advokat dan perguruan tinggi dapat menjadi model pengembangan pendidikan hukum di Indonesia.

"Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman, tetapi benar-benar diwujudkan dalam berbagai program yang dapat meningkatkan kualitas profesi advokat sekaligus mendukung tegaknya supremasi hukum di Indonesia," ujarnya.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet


Jurnalpelita -INDRAMAYU, Komitmen PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Indramayu yang berkedudukan di ujung Barat bumi Wiralodra yakni Desa Sumuradem Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu, dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan kembali diwujudkan memnerikan bantuan Alat Praktek Siswa (APS) kepada SMKN 1 Sukra, Kabupaten Indramayu.

Bantuan yang menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di wilayah sekitar operasional perusahaan. 

Dimana program TJSL PLN NP UP Indramayu selama ini diarahkan untuk memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat melalui sektor pendidikan, lingkungan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi.

Penyerahan bantuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan berupa 2 unit IGBT Inverter Welding dan dua unit mesin impact elektrik. Diserahkan langsung Manager Business Support PLN NP UP Indramayu, Agus Kurniawan didampingi Asman K3, Agus Wiyono dan Asman CSR, Umum dan Administrasi, Puri Handoko, kepada  Kepala Sekolah SMKN 1 Sukra, Luthfi Rizal bersama dewan guru, Komite Sekolah dan sejumlah siswa, bertempat di ruang rapat SMKN 1 Sukra, Rabu, 22 Juli 2026.

Senior Manager PLN NP UP Indramayu , Arfan, melalui Manager Business Support, Agus Kurniawan, menyampaikan bahwa dunia pendidikan merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak generasi unggul. Karena itu, perusahaan terus berupaya hadir sebagai mitra pembangunan melalui berbagai program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

"Melalui program TJSL ini, kami berharap dapat mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih baik sehingga siswa semakin termotivasi untuk mengembangkan kompetensi dan keterampilannya," ujarnya.

Agus juga menegaskan, kebijakan perusahaan terhadap lingkungan tidak akan terputus sampai disini, kedepannya akan dilakukan kerja sama yang lebih optimal antara Managemen PLN NP UP Indramayu dengan SMKN 1 Sukra, sehingga kebijakan perusahaan akan lebih dirasakan masyarakat sekitar, termasuk para pelajaran yang ada di sekolah ini.

"Kerjasama dalam bentuk bantua ataupun bantuk lainnya akan terus berkelanjutan, sebagai upaya perusahaan dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan," tandasnya.

Kepala SMKN 1 Sukra, Lufthi Rizal, mengapresiasi perhatian yang diberikan PLN NP UP Indramayu. Menurutnya, kolaborasi antara dunia industri dan lembaga pendidikan sangat penting dalam mempersiapkan lulusan yang memiliki daya saing dan siap menghadapi kebutuhan dunia kerja. Dan bantuan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan fasilitas sekolah, tetapi juga mempererat sinergi antara perusahaan dan institusi pendidikan dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, inovatif, dan berkarakter.

"Terima kasih kepada PT PLN Nusantara Power UP Indramayu atas semua perhatian berbentuk bantuan ini. Semoga bermanfaat bagi siswa-siswi kami hingga bisa menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, inovatif, dan berkarakter, sejajar dengan sekolah - sekolah besar  lainnya," jelasnya.

Sebagai perusahaan yang mengusung prinsip keberlanjutan, PLN Nusantara Power terus mengembangkan program TJSl berbasis Creating Shared Value (CSV), yakni menciptakan manfaat bersama bagi perusahaan dan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan yang berkelanjutan, termasuk menunjang kegiatan belajar mengajar serta meningkatkan kualitas sarana pendidikan bagi para siswa di sekolah yang berada di lingkungan sekitar perusahaan. 
Kemudian agenda kunjungan ditutup dengan safari lingkungan sekolah sehingga Managemen PLN NP UP Indramayu lebih mengenal dan mengetahui kondisi fisik SMKN 1 Sukra untuk kemudian dijadikan dasar kebijakan selanjutnya. (*)


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet


Jurnalpelita - Indramayu – Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) KAINA Indonesia merayakan hari jadinya yang ke-9 dengan mengusung tema Japanese Culture Festival. Melalui momentum ini, pengelola LPK KAINA menegaskan komitmennya untuk terus mencetak sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan siap bersaing di luar negeri, khususnya di Jepang.

​Pimpinan KAINA Indonesia Teguh Adikoesoemah menyampaikan bahwa sebagai lembaga pelatihan, pihaknya berharap para peserta didik ke depan bisa lebih memahami seluruh proses persiapan kerja ke luar negeri. Kesiapan tersebut meliputi penguasaan bahasa hingga keahlian teknis yang matang agar mampu beradaptasi dengan baik.

​"Mudah-mudahan ke depan KAINA Indonesia bisa lebih baik lagi," ujarnya saat memberikan keterangan kepada awak media.

​Kolaborasi Budaya dan Persiapan Kerja

Dalam kesempatan ini Teguh menyebut, bahwa​Tema Japanese Culture Festival yang diangkat tahun ini bukan tanpa alasan. Acara ini bertujuan untuk mengkolaborasikan kebudayaan Jepang dan Indonesia. Melalui pengenalan budaya ini, para calon pemagang diharapkan tidak mengalami gegar budaya (culture shock) saat tiba di negara tujuan. Selain itu, mereka juga diharapkan tetap mampu mempertahankan kebudayaan asli Indonesia selama bekerja di sana.

​Terkait perbedaan dengan tahun-tahun sebelumnya, Teguh memaparkan bahwa pihak manajemen menyebutkan adanya penambahan kegiatan luar ruangan (outdoor) yang melibatkan seluruh keluarga besar LPK KAINA. Di samping itu, LPK KAINA juga tengah mempersiapkan rencana peluncuran Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang saat ini tinggal menunggu proses kebijakan terkait siswa.

​Berangkatkan Ribuan Peserta

​Sebagai lembaga yang fokus pada penyiapan SDM, LPK KAINA Indonesia menjalin kerja sama dengan beberapa Sending Organization (SO) resmi untuk proses pemberangkatan. Hingga saat ini, tercatat ada sekitar 3.000 peserta yang telah diberangkatkan ke Jepang melalui mitra SO tersebut khusus untuk periode tahun ini.

"​Jika diakumulasikan selama 9 tahun berdiri, total alumni yang berhasil diberangkatkan sudah mencapai sekitar 4.000-an peserta, di mana para pekerja migran ini umumnya dikontrak untuk bekerja di Jepang selama kurun waktu 3 hingga 5 tahun," Paparnya.

​Perbedaan Program Magang dan Tokutei Ginou

Dalam hal ini Teguh menyebut, mengenai perbedaan mendasar antara program Magang (Kenshuusei) dan program Pekerja Berketerampilan Spesifik (Specified Skilled Worker atau Tokutei Ginou).

​"Kalau program magang, peserta tidak mutlak harus mencapai level bahasa Jepang N4 atau sertifikat tertentu seperti JFT dan SSW. Sementara untuk program kerja Tokutei Ginou, mereka diwajibkan untuk lulus ujian JFT dan SSW terlebih dahulu sebelum diberangkatkan," pungkasnya.


Pena  
 By.
Adam P
Editor
By.
Adam P
Foto/Video
By.
Adam P


Jurnalpelita - INDRAMAYU – Komandan Kodim (Dandim) 0616/Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo secara resmi membuka kegiatan Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) pada Sabtu, 27 Juni 2026. Upacara pembukaan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh 60 siswa siswi dari berbagai sekolah di Indramayu dan para pembina, pelatih, pendamping peserta KKRI.

​Dalam amanatnya, Dandim menegaskan bahwa kegiatan KKRI ini bukan sekadar ajang berkumpul atau berlatih biasa. Kegiatan ini merupakan wadah krusial dalam pembentukan karakter generasi muda.

​Benteng Karakter Generasi Muda

​Melalui program KKRI, Dandim menegaskan bahwa para peserta digembleng untuk memiliki jiwa nasionalisme, patriotisme, disiplin, kepemimpinan, tanggung jawab, serta semangat bela negara. Nilai-nilai tersebut dinilai sangat penting sebagai bekal bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan di masa depan.

​"Saya berharap selama mengikuti kegiatan ini, seluruh peserta dapat memanfaatkan setiap materi dan latihan dengan sungguh-sungguh," ujar Dandim saat menyampaikan amanatnya.

​Lebih lanjut, Dandim juga berpesan agar kegiatan ini dijadikan sarana untuk meningkatkan wawasan kebangsaan, mempererat tali persaudaraan, menumbuhkan semangat gotong royong, serta membangun kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

​Utamakan Faktor Keamanan dan Keselamatan

​Dalam kesempatan ini Dandim juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia, pembina, pelatih, serta semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

Dalam hal ini ​Dandim menekankan agar seluruh rangkaian tugas dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Faktor keamanan, keselamatan, dan kesehatan peserta harus menjadi prioritas utama demi kelancaran kegiatan.

​"Laksanakan kegiatan dan tugas dengan penuh tanggung jawab. Utamakan faktor keamanan, keselamatan, dan kesehatan peserta, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan tertib, aman, dan lancar," tegasnya.

​Secara resmi, kegiatan Korps Kadet Republik Indonesia Kodim 0616/Indramayu dibuka pada pukul 13.03 WIB, diiringi harapan agar Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan bimbingan, perlindungan, dan kekuatan dalam pengabdian kepada bangsa dan negara. Upacara ditutup dengan salam hangat bagi seluruh peserta yang hadir.


Pena  
 By.
Aji AP
Editor
By.
Aji AP
Foto/Video
By.
Aji AP


Jurnalpelita - ​INDRAMAYU – Suasana pusat Kota Indramayu berubah bak Negeri Sakura pada Jumat (26/6/2026). Ratusan peserta yang mengenakan kostum cosplay, yukata, dan haori tampak memadati jalanan dalam gelaran Karnaval Japanese Culture Festival.

​Ajang kreatif ini merupakan pembuka dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Kaina Indonesia yang berlangsung selama dua hari, 26–27 Juni 2026.

​Dengan mengusung tema "Japanese Culture Festival", perayaan tahun ini berhasil memadukan unsur pendidikan, kebudayaan Jepang, hiburan, hingga kegiatan sosial dan keagamaan. Seluruh rangkaian acara dipusatkan di Gedung PGRI Indramayu dengan melibatkan seluruh siswa, staf, dan jajaran pengajar.

​Parade Cosplay dan Promosi Wisata Sejarah

​Kemeriahan hari pertama dimulai sejak pukul 06.45 WIB. Setelah sesi briefing panitia, para siswa dari setiap kelas langsung bersiap menyajikan bazar unik. Menariknya, kupon bazar dibagikan kepada seluruh peserta untuk ditukarkan usai parade demi menambah kemeriahan acara.

​Puncak acara pagi hari diwarnai oleh Karnaval Parade Cosplay. Mengambil rute dari Gedung PGRI menuju kawasan bersejarah Gedung Landraad Indramayu, parade ini berlangsung sangat semarak. Barisan peserta dikawal ketat oleh kendaraan patwal, iringan marching band, lambaian umbul-umbul, pembawa identitas kelas, shachou (pimpinan perusahaan), hingga tim medis yang bersiaga.

​Kehadiran para peserta dengan berbagai karakter anime dan busana tradisional Jepang sukses mencuri perhatian warga. Masyarakat yang memadati sepanjang rute jalan tampak antusias mengabadikan momen langka tersebut dengan ponsel mereka.

​Ketua Pelaksana HUT LPK Kaina Indonesia, Mukhlashin Thamrin, yang akrab disapa Muklas, menjelaskan bahwa pemilihan rute menuju Gedung Landraad memiliki misi khusus.

​"Kami sengaja memilih rute yang berakhir di salah satu kawasan gedung bersejarah di Kabupaten Indramayu. Selain menampilkan budaya Jepang, kami ingin mengajak peserta dan masyarakat untuk lebih mengenal sejarah serta potensi wisata lokal. Jadi, kegiatan ini juga menjadi ajang promosi pariwisata daerah," ujar Muklas.

​Asah Kemampuan Bahasa Lewat Kompetisi Edukatif

​Usai bernostalgia di jalanan, para peserta kembali ke pusat acara untuk mengikuti berbagai kompetisi bertema Jepang. Pada sesi siang, para siswa berkompetisi dalam lomba:

  • Rodoku (membaca teks bahasa Jepang)
  • Cerdas Cermat Bahasa Jepang
  • Estafet Sumpit
  • Karaoke Lagu Jepang
  • Permainan Rebut Kursi

​Menurut Muklas, berbagai lomba ini dirancang sebagai wadah bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas dan mengukur kemampuan bahasa Jepang yang selama ini mereka pelajari. Selain itu, kompetisi ini ditujukan untuk membangun rasa percaya diri, sportivitas, dan kerja sama tim. Acara siang itu pun ditutup dengan pembagian hadiah kepada para pemenang.

​Sisi Humanis: Khidmat Istighosah dan Santunan Anak Yatim

​Menjelang sore, atmosfer acara berubah menjadi sejuk dan khidmat. Seluruh peserta menanggalkan kostum Jepang mereka dan berganti mengenakan busana muslim atau batik khas LPK Kaina Indonesia untuk mengikuti agenda keagamaan.

​Acara spiritual ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Bunga Septiana dan Fatwah, yang kemudian disusul oleh penampilan syahdu dari Tim Hadroh. Suasana haru menyelimuti lokasi acara saat LPK Kaina Indonesia menyalurkan santunan kepada 21 anak yatim. Santunan tersebut diserahkan langsung oleh shachou, sensei, dan jajaran staf sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar. Rangkaian hari pertama ini akhirnya ditutup dengan tausiyah mendalam dari Ust. Aas Syafrudin, S.Ag., M.Pd.

​Muklas menegaskan bahwa perayaan HUT ke-9 ini sengaja dikemas secara seimbang agar tidak sekadar menjadi seremoni hura-hura, melainkan menjadi sarana pembentukan karakter dan spiritual siswa.

​"Usia sembilan tahun menjadi momentum bagi kami untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas pendidikan. Kami berharap LPK Kaina Indonesia terus melahirkan generasi yang tidak hanya terampil berbahasa asing dan siap bersaing di dunia kerja internasional—khususnya Jepang—tetapi juga tetap memiliki karakter yang kuat, kepedulian sosial, serta rasa syukur," pungkas Muklas.


Pena  
 By.
Adam P
Editor
By.
Adam P
Foto/Video
By.
Adam P



Jurnalpelita - ‎Meriahkan Bulan Bung Karno 2026, 
‎Sebanyak 31 Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kabupaten Indramayu secara serentak melaksanakan berbagai kegiatan dalam rangka memperingati dan memeriahkan Bulan Bung Karno 2026, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pembagian Surat Keputusan (SK) kepengurusan PAC, Ranting, dan Anak Ranting sebagai bagian dari penguatan struktur organisasi partai hingga tingkat bawah.
‎Berbagai kegiatan digelar oleh masing-masing PAC dengan melibatkan kader, simpatisan, dan masyarakat. Di antaranya lomba catur, lomba memancing, lomba pidato Bung Karno, turnamen sepak bola, turnamen bola voli, lomba fashion bertema Bung Karno, pasar murah, serta sejumlah kegiatan sosial dan kemasyarakatan lainnya.
‎Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu, H. Sirojudin, S.P., M.Si., mengatakan bahwa Bulan Bung Karno merupakan momentum penting bagi seluruh kader untuk mengenang, meneladani, dan mengamalkan nilai-nilai perjuangan yang diwariskan oleh Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, Ir. Soekarno.
‎Menurutnya, peringatan Bulan Bung Karno tidak hanya sebatas kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan soliditas partai dari tingkat DPC hingga anak ranting.
‎“Bulan Bung Karno menjadi momentum bagi seluruh kader untuk terus menanamkan semangat gotong royong, nasionalisme, dan keberpihakan kepada rakyat kecil sebagaimana yang diajarkan Bung Karno. Karena itu, kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya bersifat internal partai, tetapi juga menyentuh langsung masyarakat,” ujar Sirojudin.
‎Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan secara serentak di 31 PAC menunjukkan kesiapan dan kekompakan seluruh struktur partai di Kabupaten Indramayu dalam menjalankan program organisasi serta menjaga komunikasi politik dengan masyarakat.
‎Selain itu, pembagian SK PAC, Ranting, dan Anak Ranting dilakukan sebagai bentuk penguatan kelembagaan partai agar seluruh struktur memiliki legalitas yang jelas dan dapat menjalankan tugas organisasi secara optimal.
‎“Yang paling utama tentu memeriahkan Bulan Bung Karno. Namun yang tidak kalah penting adalah menjadikan kegiatan ini sebagai ajang konsolidasi partai. Melalui kegiatan ini, komunikasi dan koordinasi antara DPC, PAC, Ranting, dan Anak Ranting semakin solid sehingga mesin partai tetap bergerak dan siap menjalankan tugas-tugas organisasi,” katanya.
‎Sirojudin menambahkan, PDI Perjuangan Indramayu akan terus mendorong seluruh kader untuk hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat, sekaligus menjaga semangat perjuangan Bung Karno agar tetap hidup dan relevan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
‎Dengan beragam kegiatan yang berlangsung di seluruh kecamatan, peringatan Bulan Bung Karno 2026 di Kabupaten Indramayu diharapkan tidak hanya menjadi ajang mengenang sejarah, tetapi juga mempererat hubungan antara kader partai dan masyarakat dalam semangat gotong royong serta persatuan.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi


Jurnalpelita - Indramayu – Kebahagiaan Hari Raya Idul Adha kembali dirasakan oleh lingkungan sekitar Kampus Akamigas Balongan melalui kegiatan pemotongan dan pembagian hewan kurban secara konsisten. Kegiatan kurban ini telah menjadi agenda rutin tahunan yang dilaksanakan melalui sistem iuran antar karyawan. Kamis, 28/5/2026.

Dalam kesempatan itu, Dr. Ir. Hj. Hnifah Handayani, MT selaku Rektor Akamigas Balongan menyampaikan, agenda kurban ini setiap tahun dilaksanakan. Sistemnya semua karyawan melakukan iuran, lalu dikocok untuk menentukan tujuh orang nama yang akan berkurban sapi.

"Kami bersyukur bahwa tradisi baik ini sudah berjalan cukup lama dan konsisten setiap tahunnya," Ujarnya.

Dalam kegiatan ini ia menegaskan, Untuk menjaga ketertiban serta memastikan bantuan tepat sasaran, pihak panitia memilih metode pendistribusian langsung ke rumah-rumah warga (door-to-door).

Ia menyebut bahwa Jumlah paket daging yang disesuaikan dengan kapasitas hewan kurban membuat metode ini dinilai paling efektif daripada membagikan kupon yang berpotensi memicu kerumunan di lokasi.

"Data penerima sendiri telah dihimpun terlebih dahulu dan proses pengantaran langsung dibantu oleh para karyawan," Tuturnya.

Melalui momen Idul Adha ini, Hj. Hanifah menekankan pentingnya esensi keikhlasan dan pengorbanan tanpa mengharapkan validasi atau ketenaran. "Nilai-nilai keteladanan dari kisah Nabi Ismail AS diharapkan menjadi pengingat untuk terus tulus dalam berkorban dan berbagi kebahagiaan dengan sesama, memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat di lingkungan sekitar," Pungkasnya.


Pena  
 By.
Adam P
Editor
By.
Adam P
Foto/Video
By.
Adam P



Jurnalpelita - Pekan Nasional Mengajar hadir sebagai salah satu jawaban nyata untuk memastikan siswa SMK memiliki bekal mental dan wawasan yang kuat dalam menghadapi dinamika dunia kerja maupun dunia usaha di masa depan.

Dalam hal ini, Siswa siswi SMK memiliki posisi yang unik dalam dunia pendidikan. Mereka dipersiapkan untuk lebih cepat mengenal dunia kerja, beradaptasi dengan industri, hingga memiliki keterampilan yang aplikatif. Namun di lapangan, tantangan yang mereka hadapi juga tidak sedikit.

Banyak siswa SMK harus berhadapan dengan cepatnya perubahan kebutuhan industri, perkembangan teknologi, hingga tuntutan untuk memiliki kemampuan di luar keterampilan teknis. Dunia kerja hari ini tidak hanya mencari lulusan yang bisa bekerja, tetapi juga yang mampu berkomunikasi, beradaptasi, berpikir kreatif, dan memiliki semangat belajar yang tinggi.

Di sisi lain, tidak semua siswa siswi memiliki kesempatan untuk mengenal dunia profesional secara langsung. Bagi sebagian siswa, terutama di daerah, akses terhadap wawasan industri, motivasi karier, maupun pengalaman praktis masih cukup terbatas. Akibatnya, ada jarak antara apa yang dipelajari di sekolah dengan gambaran nyata dunia kerja.

Karena itu, kolaborasi antara dunia pendidikan dan perusahaan menjadi semakin penting. Kehadiran program PNM Mengajar menjadi salah satu bentuk intervensi yang relevan untuk membantu menjembatani kebutuhan tersebut.

Untuk itu, Melalui Pekan Nasional Mengajar bertajuk “Berkelana: Belajar Kewirausahaan, Literasi Kesehatan & Dampak Keberlanjutan”, PNM menghadirkan perwakilan terbaiknya untuk berbagi pengalaman, wawasan, dan perspektif kepada para siswa yang juga sebagai rangkaian kegiatan HUT PNM ke-27. 

Sebanyak 2.700 siswa/i SMK di seluruh Indonesia telah mendapatkan pencerahan dan pemahaman yang lebih dekat tentang bagaimana dunia entrepreneurship berkembang saat ini. Mulai dari pentingnya pola pikir kewirausahaan di era digital, literasi kesehatan mental, hingga kesadaran terhadap isu keberlanjutan. 

Wakil Kepala Sekolah SMK 2 Indramayu, Dian Noviana , S. Si menyampaikan apresiasi terhadap concern PNM dalam memperhatikan masa depan anak-anak didiknya.

“Kami sangat mengapresiasi program PNM mengajar ini, karena ini merupakan suatu peluang untuk siswa kami menambah wawasan dan sebisa mungkin dimanfaatkan ilmunya," Katanya. Kamis, 21/5/2026.

 Ia menegaskan bahwa materi yang diberikan sangat menarik tentang Kewirausahaan dan Kesehatan Mental. Dalam kesempatan ini ia berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut dan dapat memberikan dampak positif di dunia pendidikan.

Menurutnya juga, PNM adalah perusahaan yang berbeda dengan perusahaan lain, karena PNM memberikan pendampingan bukan hanya mengenai pekerjaan tetapi juga mengenai Wirausaha.

Pada akhirnya, tantangan siswa SMK hari ini bukan hanya soal mencari pekerjaan, tetapi bagaimana mempersiapkan diri untuk terus berkembang di tengah perubahan zaman. Dan di situlah kolaborasi antara sekolah dan dunia usaha memiliki peran yang semakin strategis.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi


Jurnalpelita - Indramayu – Universitas Wiralodra (Unwir) Indramayu sambut Prof. Dr. Hajah Ipong Dekawati, M. Pd sebagai Rektor baru periode 2026 - 2030.

Dalam kesempatan itu, Hj. Ipong menyebut sebagai upaya untuk menjaga kesinambungan dan ritme kerja institusi, pihaknya menyatakan akan tetap menjalankan tugas-tugas sebagaimana mestinya.

Ia memaparkan, Pada tahap awal ini, fokus utama adalah melanjutkan program-program yang telah dicanangkan oleh rektor sebelumnya.

Menurutnya Langkah pertama yang akan diambil adalah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program kerja yang ada. Evaluasi ini bertujuan untuk memetakan capaian yang sudah terlaksana serta mengidentifikasi agenda-agenda yang masih tertunda untuk segera diselesaikan.

"Paling saya melanjutkan dulu," ujarnya saat memberikan keterangan terkait langkah awal kerja yang akan ditempuh. Senin,

Ketika ditanya mengenai potensi adanya terobosan atau inovasi baru, ia mengungkapkan bahwa rencana inovasi tersebut akan diarahkan pada sektor penerimaan mahasiswa baru. "Ya, yang jelas mungkin dalam perekrutan mahasiswa saja," tambahnya.

Meski masih banyak hal lain yang perlu dibenahi ke depannya, ia menegaskan bahwa dirinya akan fokus pada keberlanjutan program dan optimalisasi perekrutan mahasiswa menjadi prioritas yang akan dikawal terlebih dahulu.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi


Jurnalpelita - Momen kegiatan Kejuaraan Pencak Silat Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (POPKAB) Kabupaten Indramayu tahun 2026 diselenggarakan dengan sukses dan berjalan kondusif sesuai rencana, aman, dan tertib.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Haji Fajar selaku ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Indramayu menuturkan, kegiatan yang diselenggarakan selama 3 hari ini berjalan lancar karena kerja sama yang kompak antara semua ketua perguruan, pengurus IPSI, panitia, dan jajaran pemerintahan yang terkait.

"Saya selaku Ketua IPSI Kabupaten Indramayu menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah membantu berjalannya kejuaraan ini. Adapun output dari kejuaraan ini adalah sebagai bahan inventarisir atlet oleh IPSI Kabupaten Indramayu untuk event-event ke depan." Ujarnya.

Ia menambahkan pada Event ke depan banyak yang akan dihadapi. Dalam waktu yang sangat pendek ini, pihaknya akan menghadapi kejuaraan Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah (POPWILDA) 2026 untuk anak usia remaja dan pra-remaja.

Kemudian setelah itu, pihaknya akan melaksanakan Pekan Olahraga Provinsi  (PORPROV) tahun 2026.

"Mohon doanya kepada semua jajaran, semua pihak, untuk terus mendukung kegiatan Pencak Silat Kabupaten Indramayu." Harapnya

Sementara Untuk kategori pada kejuaraan ini diikuti oleh Usia Dini 2, Usia Dini 1, Pra-Remaja, dan Remaja yaitu mulai dari anak SD kelas 3 sampai SMP.

Dalam hal ini Untuk evaluasi keseluruhan,  dari hari pertama sampai hari ini selesai, banyak calon bibit atlet yang sangat potensial. Baik di Usia Dini 2, Dini 1, maupun Pra-Remaja. "kita melihat perkembangan pencak silat yang sangat bagus di Kabupaten Indramayu." Ujarnya.

Sementara peraih juara kategori dan juara umum untuk masing-masing tingkatan. Diraih oleh Perguruan Birawa Anoraga, Gagak Muara, PSHT, Merpati Putih, dan Tapak Suci.

"Mereka berhasil membawa piala-pialanya, begitu juga dengan perguruan lainnya." Tuturnya

Sedangkan Untuk persiapan menjelang POPDA, hasil dari POPKAB ini nantinya di bulan akhir Juni atau awal Juli, atlet-atlet terpilih akan diberikan pembinaan melalui pemusatan latihan atau training center.

"Ya, untuk di PORPROV target kita emas. Kalau di POPWILDA, insyaallah kita optimis bisa meraih hasil terbaik." Pungkasnya.

Dari data yang dihimpun peraih juara dari berbagai kategori adalah :

PESILAT TERBAIK KATEGORI REMAJA

Ranu Adi Laga (Bhirawa Anoraga)
Syafa Alika Fisilmi (Gagak Muara)

PESILAT TERBAIK KATEGORI PRA REMAJA

Damar Sahrul Ramadhan (Psht 1922 Indonesia)
Arynza Prava Setyadi (PSHT Indramayu)

PESILAT TERBAIK KATEGORI USIA DINI

Kelvin Dwi Adinata (Bhirawa Anoraga)
Nazihah Afifah (Tapak Suci Indramayu)

JUARA UMUM KATEGORI USIA DINI

Juara Umum 1 : Bhirawa Anoraga (10 Emas, 5 Perak, 3 Perunggu)
Juara Umum 2 : Gagak Muara (9 Emas, 12 Perak, 3 Perunggu)
Juara Umum 3 : PSHT 1922 Indonesia (8 Emas, 3 Perak, 2 Perunggu)

JUARA UMUM KATEGORI PRA REMAJA

Juara Umum 1 : PSHT Indramayu (11 Emas, 14 Perak, 13 Perunggu)
Juara Umum 2 : Tapak Suci Indramayu (4 Emas, 1 Perak)
Juara Umum 3 : Gagak (3 Emas, 2 Perak)

JUARA UMUM KATEGORI REMAJA

Juara Umum 1 : PSHT Indramayu (6 Emas, 6 Perak, 7 Perunggu)
Juara Umum 2 : Merpati Putih (5 Emas, 2 Perak, 5 Perunggu)
Juara Umum 3 : Gagak Muara (2 Emas, 4 Perak, 4 Perunggu)

JUARA UMUM FAVORIT

Juara Umum 1 : PSHT Indramayu (21 Emas)
Juara Umum 2 : Bhirawa Anoraga (15 Emas)
Juara Umum 3 : Gagak Muara (14 Emas)


Pena  
 By.
Jidam P
Editor
By.
Jidam P
Foto/Video
By.
Jidam P



Jurnalpelita - ‎Kegiatan seleksi atlet pencak silat dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (POPKAB) Indramayu resmi digelar selama tiga hari 1-3 mei 2026 di Gor Dharma Ayu sebagai upaya menjaring bibit-bibit atlet berbakat sejak usia dini.
‎Ketua Pelaksana, Wahyu, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan atlet yang dilakukan secara berjenjang oleh IPSI Indramayu. Dalam pelaksanaannya, terdapat tiga kategori yang dipertandingkan, yakni usia dini, pra-remaja, dan remaja.
‎“Hari ini kita melaksanakan kegiatan seleksi dengan mempertandingkan tiga kategori, yaitu usia dini, pra-remaja, dan remaja,” ujar Wahyu.
‎Ia menyebutkan, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini mencapai 345 atlet dari 13 perguruan pencak silat yang ada di Kabupaten Indramayu. Para peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP hingga SMA.
‎Menurutnya, ajang ini bertujuan untuk menggali potensi atlet muda agar ke depan Indramayu memiliki persiapan yang lebih matang dalam menghadapi kejuaraan di tingkat yang lebih tinggi. “Kita ingin menemukan atlet-atlet berbakat sejak dini. Para juara nantinya akan dipersiapkan untuk mewakili Indramayu ke ajang yang lebih tinggi,” jelasnya.
‎Wahyu menambahkan, kegiatan POPKAB ini rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari upaya pembinaan berkelanjutan. Ke depan, pihaknya berharap IPSI Indramayu dapat memiliki database atlet yang terstruktur, mulai dari usia dini hingga dewasa.
‎“Harapan kami, IPSI Indramayu memiliki data atlet yang lengkap dan berkelanjutan, sehingga pembinaan bisa lebih maksimal,” tambahnya.
‎Sementara itu, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Indramayu turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
‎Ketua Umum KONI Kabupaten Indramayu, Yogi Kurniawan, melalui Wakil Ketua Umum KONI, H. Maman Kostaman, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah positif dalam pembinaan atlet pelajar.
‎“Kami dari KONI Indramayu memberikan apresiasi kepada IPSI yang telah menyelenggarakan pekan olahraga pelajar cabang pencak silat. Pesertanya juga cukup banyak dari berbagai tingkatan pelajar,” ujarnya.
‎Ia juga menyoroti kemandirian panitia dalam menyelenggarakan kegiatan tanpa bergantung pada anggaran pemerintah. Menurutnya, hal ini menjadi contoh baik bagi cabang olahraga lain di tengah kondisi efisiensi anggaran.
‎“Kami mengapresiasi penyelenggaraannya, termasuk kemandirian dalam melaksanakan event tanpa bantuan dari pemerintah daerah, KONI, maupun dinas terkait,” katanya.
‎Lebih lanjut, Maman menjelaskan bahwa pembinaan olahraga tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan harus melalui tahapan berjenjang sejak usia dini hingga tingkat pelajar.
‎“Pembinaan olahraga itu dimulai dari SD, SMP, hingga SMA. Dari sana nanti akan masuk ke level yang lebih tinggi, baik tingkat provinsi maupun nasional,” jelasnya.
‎Ia menambahkan, ajang seperti POPKAB atau POPDA menjadi bagian penting dalam proses pembibitan atlet yang nantinya akan berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi.
‎KONI Indramayu sendiri menargetkan prestasi untuk cabang olahraga pencak silat pada ajang Porprov mendatang yang akan digelar pada November di Bogor, Depok, dan Bekasi.
‎“Untuk pencak silat, kami menargetkan satu medali emas dan satu perak. Melalui kegiatan ini diharapkan lahir atlet-atlet potensial yang dapat memperkuat tim Indramayu,” ungkapnya.
‎Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan pembinaan atlet pencak silat di Kabupaten Indramayu dapat terus berkembang dan melahirkan generasi atlet berprestasi di masa mendatang.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi


Jurnalpelita - ‎Universitas Wiralodra (UNWIR) Indramayu menggelar wisuda Sarjana dan Magister Gelombang I Tahun 2026 yang berlangsung di Nyi Endang Dharma Ayu Convention Hall, Sabtu (25/4/2026). Sebanyak 182 lulusan dari 17 program studi resmi dikukuhkan dalam prosesi yang berlangsung khidmat sejak pagi hari.

‎Kegiatan wisuda ini menjadi momentum penting bagi UNWIR dalam menunjukkan konsistensinya mencetak lulusan yang siap bersaing di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, khususnya dalam era digitalisasi.

‎Rektor UNWIR, Prof. Dr. H. Ujang Suratno, S.H., M.Si., dalam keterangannya menyampaikan bahwa dari keseluruhan program studi yang ada, masih terdapat dua program yang belum meluluskan mahasiswa pada gelombang ini.

‎“Untuk gelombang pertama ini ada 182 lulusan dari 17 program studi. Hanya dua program studi yang belum meluluskan, yakni Magister Agama karena masih baru, dan Teknik Lingkungan yang juga belum sampai tahap kelulusan,” ujarnya.

‎Ia juga mengapresiasi capaian akademik para lulusan. Menurutnya, seluruh program studi berhasil melahirkan mahasiswa terbaik, dengan dominasi diraih oleh perempuan.

‎“Alhamdulillah setiap program studi ada yang terbaik, dan saya merasa bangga karena yang terbaik itu perempuan,” tambahnya.

‎Dalam pidatonya, Prof. Ujang menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi saat ini dituntut tidak hanya menguasai ilmu akademik, tetapi juga harus adaptif terhadap perkembangan teknologi, terutama di era revolusi industri 4.0 yang identik dengan transformasi digital.

‎“Kita sekarang berada pada masa teknologi industri 4.0, yang merupakan era transformasi digitalisasi. Mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan hard skill, tetapi juga harus menguasai teknologi,” tegasnya.

‎Ia menjelaskan bahwa perubahan teknologi berlangsung sangat cepat dan memengaruhi hampir seluruh sektor, termasuk pendidikan dan dunia usaha. Oleh karena itu, mahasiswa harus memiliki kesiapan untuk terus belajar dan beradaptasi.

‎“Sekarang proses pendidikan sudah banyak menggunakan teknologi. Perubahannya bukan lagi per jam, tapi bisa per menit bahkan per detik. Ini yang harus disadari oleh para lulusan,” jelasnya.
‎Meski teknologi berkembang pesat, Rektor mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai dasar seperti etika dan moralitas sebagai identitas bangsa.

‎“Yang tidak akan pernah berubah adalah etika dan moralitas. Indonesia memiliki budaya dan nilai sendiri, itu yang harus terus dijaga,” ujarnya.

‎Lebih lanjut, ia juga menyoroti tantangan dunia pendidikan tinggi ke depan, khususnya dalam meningkatkan minat masyarakat untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi, di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

‎“Kita menghadapi tantangan bagaimana masyarakat mau melanjutkan pendidikan tinggi. Dengan kondisi ekonomi yang belum begitu baik, ini menjadi tantangan tersendiri,” ungkapnya.
‎UNWIR, lanjutnya, akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan, baik dari sisi pengembangan ilmu pengetahuan maupun penguatan teknologi, guna menjawab kebutuhan zaman sekaligus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

‎“Ilmu pengetahuan tidak pernah stagnan, selalu berkembang. Apa yang diajarkan hari ini bisa jadi besok sudah tidak relevan. Karena itu, mahasiswa harus terus belajar dan menguasai ilmu baru, khususnya teknologi,” pungkasnya.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet


Jurnalpelita - Kegiatan bertajuk Survey Lapangan & Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Indramayu pada 22–24 April 2026 menjadi langkah strategis dalam memperkuat edukasi lingkungan berbasis mangrove di dunia pendidikan. Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR), serta Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia.
‎Mengusung tema “Next Generation of Mangrove Stewards”, kegiatan ini difokuskan pada analisis kebutuhan awal dalam penyusunan modul edukasi mangrove berbasis sekolah dan madrasah.
‎Muhammad Feri, M.Pd., perwakilan dari UNUSIA, menjelaskan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan wilayah pesisir melalui pendekatan pendidikan. Menurutnya, pengembangan bahan ajar menjadi langkah penting agar kesadaran lingkungan dapat ditanamkan sejak dini.

‎“Ya, baiklah, kita dari UNUSIA bekerja sama dengan program M4CR untuk ketahanan pesisir. Jadi di Indonesia ini kita melakukan pengembangan bahan ajar untuk sekolah dan madrasah,” ujarnya.
‎Ia menambahkan bahwa modul yang dikembangkan menyasar jenjang pendidikan dasar hingga menengah, dengan pendekatan berbasis proyek. Modul tersebut dirancang agar dapat digunakan oleh guru sebagai panduan dalam mendampingi siswa menjalankan kegiatan edukasi mangrove secara langsung.
‎“Modul ini nantinya bisa digunakan oleh guru untuk membimbing siswa melaksanakan proyek edukasi mangrove. Dengan modul ini menjadi petunjuk pelaksanaan bagi siswa, misalnya kegiatan ekowisata mangrove, penanaman, dan aktivitas lingkungan lainnya,” jelasnya.
‎Feri juga menegaskan bahwa sasaran utama program ini adalah siswa SD hingga SMP, sehingga materi yang disusun disesuaikan dengan tingkat pemahaman dan kebutuhan mereka.
‎“Dari perencanaan yang kita kembangkan, modul ini memang diperuntukkan bagi siswa sekolah dasar dan menengah, agar mereka bisa lebih memahami pentingnya mangrove sejak dini,” tambahnya.
‎Sementara itu, Junaedi, penggiat mangrove dari Kelompok Rapi Jaya Putra  Pantai Tiris Desa Pabean Ilir, Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu, menyambut baik inisiatif penyusunan modul edukasi tersebut. Ia menilai keterlibatan dunia pendidikan sangat penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove di wilayah pesisir.
‎“Kalau sejak kecil anak-anak sudah dikenalkan dengan mangrove, mereka akan lebih peduli terhadap lingkungan. Apalagi di wilayah pesisir seperti Pabean Ilir, mangrove itu sangat penting untuk mencegah abrasi dan menjaga kehidupan masyarakat,” ungkapnya.
‎Junaedi juga berharap program ini tidak hanya berhenti pada penyusunan modul, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata di lapangan dengan melibatkan masyarakat.
‎“Kami di desa siap mendukung, baik untuk kegiatan penanaman maupun edukasi langsung di lapangan. Harapannya, siswa tidak hanya belajar teori, tapi juga praktik menjaga mangrove,” tambahnya.
‎Melalui kegiatan FGD ini, para pemangku kepentingan, akademisi, praktisi lingkungan, hingga masyarakat lokal turut memberikan masukan untuk penyempurnaan modul. Diharapkan, hasil dari program ini mampu mencetak generasi muda yang peduli lingkungan serta berperan aktif dalam menjaga ekosistem pesisir, khususnya mangrove, sebagai benteng alami dari abrasi dan perubahan iklim.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget