Berita Tentang "Pendidikan"
CLOSE ADS
CLOSE ADS


Jurnalpelita - Momen kegiatan Kejuaraan Pencak Silat Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (POPKAB) Kabupaten Indramayu tahun 2026 diselenggarakan dengan sukses dan berjalan kondusif sesuai rencana, aman, dan tertib.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Haji Fajar selaku ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Indramayu menuturkan, kegiatan yang diselenggarakan selama 3 hari ini berjalan lancar karena kerja sama yang kompak antara semua ketua perguruan, pengurus IPSI, panitia, dan jajaran pemerintahan yang terkait.

"Saya selaku Ketua IPSI Kabupaten Indramayu menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah membantu berjalannya kejuaraan ini. Adapun output dari kejuaraan ini adalah sebagai bahan inventarisir atlet oleh IPSI Kabupaten Indramayu untuk event-event ke depan." Ujarnya.

Ia menambahkan pada Event ke depan banyak yang akan dihadapi. Dalam waktu yang sangat pendek ini, pihaknya akan menghadapi kejuaraan Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah (POPWILDA) 2026 untuk anak usia remaja dan pra-remaja.

Kemudian setelah itu, pihaknya akan melaksanakan Pekan Olahraga Provinsi  (PORPROV) tahun 2026.

"Mohon doanya kepada semua jajaran, semua pihak, untuk terus mendukung kegiatan Pencak Silat Kabupaten Indramayu." Harapnya

Sementara Untuk kategori pada kejuaraan ini diikuti oleh Usia Dini 2, Usia Dini 1, Pra-Remaja, dan Remaja yaitu mulai dari anak SD kelas 3 sampai SMP.

Dalam hal ini Untuk evaluasi keseluruhan,  dari hari pertama sampai hari ini selesai, banyak calon bibit atlet yang sangat potensial. Baik di Usia Dini 2, Dini 1, maupun Pra-Remaja. "kita melihat perkembangan pencak silat yang sangat bagus di Kabupaten Indramayu." Ujarnya.

Sementara peraih juara kategori dan juara umum untuk masing-masing tingkatan. Diraih oleh Perguruan Birawa Anoraga, Gagak Muara, PSHT, Merpati Putih, dan Tapak Suci.

"Mereka berhasil membawa piala-pialanya, begitu juga dengan perguruan lainnya." Tuturnya

Sedangkan Untuk persiapan menjelang POPDA, hasil dari POPKAB ini nantinya di bulan akhir Juni atau awal Juli, atlet-atlet terpilih akan diberikan pembinaan melalui pemusatan latihan atau training center.

"Ya, untuk di PORPROV target kita emas. Kalau di POPWILDA, insyaallah kita optimis bisa meraih hasil terbaik." Pungkasnya.

Dari data yang dihimpun peraih juara dari berbagai kategori adalah :

PESILAT TERBAIK KATEGORI REMAJA

Ranu Adi Laga (Bhirawa Anoraga)
Syafa Alika Fisilmi (Gagak Muara)

PESILAT TERBAIK KATEGORI PRA REMAJA

Damar Sahrul Ramadhan (Psht 1922 Indonesia)
Arynza Prava Setyadi (PSHT Indramayu)

PESILAT TERBAIK KATEGORI USIA DINI

Kelvin Dwi Adinata (Bhirawa Anoraga)
Nazihah Afifah (Tapak Suci Indramayu)

JUARA UMUM KATEGORI USIA DINI

Juara Umum 1 : Bhirawa Anoraga (10 Emas, 5 Perak, 3 Perunggu)
Juara Umum 2 : Gagak Muara (9 Emas, 12 Perak, 3 Perunggu)
Juara Umum 3 : PSHT 1922 Indonesia (8 Emas, 3 Perak, 2 Perunggu)

JUARA UMUM KATEGORI PRA REMAJA

Juara Umum 1 : PSHT Indramayu (11 Emas, 14 Perak, 13 Perunggu)
Juara Umum 2 : Tapak Suci Indramayu (4 Emas, 1 Perak)
Juara Umum 3 : Gagak (3 Emas, 2 Perak)

JUARA UMUM KATEGORI REMAJA

Juara Umum 1 : PSHT Indramayu (6 Emas, 6 Perak, 7 Perunggu)
Juara Umum 2 : Merpati Putih (5 Emas, 2 Perak, 5 Perunggu)
Juara Umum 3 : Gagak Muara (2 Emas, 4 Perak, 4 Perunggu)

JUARA UMUM FAVORIT

Juara Umum 1 : PSHT Indramayu (21 Emas)
Juara Umum 2 : Bhirawa Anoraga (15 Emas)
Juara Umum 3 : Gagak Muara (14 Emas)


Pena  
 By.
Jidam P
Editor
By.
Jidam P
Foto/Video
By.
Jidam P



Jurnalpelita - ‎Kegiatan seleksi atlet pencak silat dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (POPKAB) Indramayu resmi digelar selama tiga hari 1-3 mei 2026 di Gor Dharma Ayu sebagai upaya menjaring bibit-bibit atlet berbakat sejak usia dini.
‎Ketua Pelaksana, Wahyu, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan atlet yang dilakukan secara berjenjang oleh IPSI Indramayu. Dalam pelaksanaannya, terdapat tiga kategori yang dipertandingkan, yakni usia dini, pra-remaja, dan remaja.
‎“Hari ini kita melaksanakan kegiatan seleksi dengan mempertandingkan tiga kategori, yaitu usia dini, pra-remaja, dan remaja,” ujar Wahyu.
‎Ia menyebutkan, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini mencapai 345 atlet dari 13 perguruan pencak silat yang ada di Kabupaten Indramayu. Para peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP hingga SMA.
‎Menurutnya, ajang ini bertujuan untuk menggali potensi atlet muda agar ke depan Indramayu memiliki persiapan yang lebih matang dalam menghadapi kejuaraan di tingkat yang lebih tinggi. “Kita ingin menemukan atlet-atlet berbakat sejak dini. Para juara nantinya akan dipersiapkan untuk mewakili Indramayu ke ajang yang lebih tinggi,” jelasnya.
‎Wahyu menambahkan, kegiatan POPKAB ini rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari upaya pembinaan berkelanjutan. Ke depan, pihaknya berharap IPSI Indramayu dapat memiliki database atlet yang terstruktur, mulai dari usia dini hingga dewasa.
‎“Harapan kami, IPSI Indramayu memiliki data atlet yang lengkap dan berkelanjutan, sehingga pembinaan bisa lebih maksimal,” tambahnya.
‎Sementara itu, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Indramayu turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
‎Ketua Umum KONI Kabupaten Indramayu, Yogi Kurniawan, melalui Wakil Ketua Umum KONI, H. Maman Kostaman, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah positif dalam pembinaan atlet pelajar.
‎“Kami dari KONI Indramayu memberikan apresiasi kepada IPSI yang telah menyelenggarakan pekan olahraga pelajar cabang pencak silat. Pesertanya juga cukup banyak dari berbagai tingkatan pelajar,” ujarnya.
‎Ia juga menyoroti kemandirian panitia dalam menyelenggarakan kegiatan tanpa bergantung pada anggaran pemerintah. Menurutnya, hal ini menjadi contoh baik bagi cabang olahraga lain di tengah kondisi efisiensi anggaran.
‎“Kami mengapresiasi penyelenggaraannya, termasuk kemandirian dalam melaksanakan event tanpa bantuan dari pemerintah daerah, KONI, maupun dinas terkait,” katanya.
‎Lebih lanjut, Maman menjelaskan bahwa pembinaan olahraga tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan harus melalui tahapan berjenjang sejak usia dini hingga tingkat pelajar.
‎“Pembinaan olahraga itu dimulai dari SD, SMP, hingga SMA. Dari sana nanti akan masuk ke level yang lebih tinggi, baik tingkat provinsi maupun nasional,” jelasnya.
‎Ia menambahkan, ajang seperti POPKAB atau POPDA menjadi bagian penting dalam proses pembibitan atlet yang nantinya akan berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi.
‎KONI Indramayu sendiri menargetkan prestasi untuk cabang olahraga pencak silat pada ajang Porprov mendatang yang akan digelar pada November di Bogor, Depok, dan Bekasi.
‎“Untuk pencak silat, kami menargetkan satu medali emas dan satu perak. Melalui kegiatan ini diharapkan lahir atlet-atlet potensial yang dapat memperkuat tim Indramayu,” ungkapnya.
‎Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan pembinaan atlet pencak silat di Kabupaten Indramayu dapat terus berkembang dan melahirkan generasi atlet berprestasi di masa mendatang.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi


Jurnalpelita - ‎Universitas Wiralodra (UNWIR) Indramayu menggelar wisuda Sarjana dan Magister Gelombang I Tahun 2026 yang berlangsung di Nyi Endang Dharma Ayu Convention Hall, Sabtu (25/4/2026). Sebanyak 182 lulusan dari 17 program studi resmi dikukuhkan dalam prosesi yang berlangsung khidmat sejak pagi hari.

‎Kegiatan wisuda ini menjadi momentum penting bagi UNWIR dalam menunjukkan konsistensinya mencetak lulusan yang siap bersaing di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, khususnya dalam era digitalisasi.

‎Rektor UNWIR, Prof. Dr. H. Ujang Suratno, S.H., M.Si., dalam keterangannya menyampaikan bahwa dari keseluruhan program studi yang ada, masih terdapat dua program yang belum meluluskan mahasiswa pada gelombang ini.

‎“Untuk gelombang pertama ini ada 182 lulusan dari 17 program studi. Hanya dua program studi yang belum meluluskan, yakni Magister Agama karena masih baru, dan Teknik Lingkungan yang juga belum sampai tahap kelulusan,” ujarnya.

‎Ia juga mengapresiasi capaian akademik para lulusan. Menurutnya, seluruh program studi berhasil melahirkan mahasiswa terbaik, dengan dominasi diraih oleh perempuan.

‎“Alhamdulillah setiap program studi ada yang terbaik, dan saya merasa bangga karena yang terbaik itu perempuan,” tambahnya.

‎Dalam pidatonya, Prof. Ujang menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi saat ini dituntut tidak hanya menguasai ilmu akademik, tetapi juga harus adaptif terhadap perkembangan teknologi, terutama di era revolusi industri 4.0 yang identik dengan transformasi digital.

‎“Kita sekarang berada pada masa teknologi industri 4.0, yang merupakan era transformasi digitalisasi. Mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan hard skill, tetapi juga harus menguasai teknologi,” tegasnya.

‎Ia menjelaskan bahwa perubahan teknologi berlangsung sangat cepat dan memengaruhi hampir seluruh sektor, termasuk pendidikan dan dunia usaha. Oleh karena itu, mahasiswa harus memiliki kesiapan untuk terus belajar dan beradaptasi.

‎“Sekarang proses pendidikan sudah banyak menggunakan teknologi. Perubahannya bukan lagi per jam, tapi bisa per menit bahkan per detik. Ini yang harus disadari oleh para lulusan,” jelasnya.
‎Meski teknologi berkembang pesat, Rektor mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai dasar seperti etika dan moralitas sebagai identitas bangsa.

‎“Yang tidak akan pernah berubah adalah etika dan moralitas. Indonesia memiliki budaya dan nilai sendiri, itu yang harus terus dijaga,” ujarnya.

‎Lebih lanjut, ia juga menyoroti tantangan dunia pendidikan tinggi ke depan, khususnya dalam meningkatkan minat masyarakat untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi, di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

‎“Kita menghadapi tantangan bagaimana masyarakat mau melanjutkan pendidikan tinggi. Dengan kondisi ekonomi yang belum begitu baik, ini menjadi tantangan tersendiri,” ungkapnya.
‎UNWIR, lanjutnya, akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan, baik dari sisi pengembangan ilmu pengetahuan maupun penguatan teknologi, guna menjawab kebutuhan zaman sekaligus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

‎“Ilmu pengetahuan tidak pernah stagnan, selalu berkembang. Apa yang diajarkan hari ini bisa jadi besok sudah tidak relevan. Karena itu, mahasiswa harus terus belajar dan menguasai ilmu baru, khususnya teknologi,” pungkasnya.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet


Jurnalpelita - Kegiatan bertajuk Survey Lapangan & Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Indramayu pada 22–24 April 2026 menjadi langkah strategis dalam memperkuat edukasi lingkungan berbasis mangrove di dunia pendidikan. Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR), serta Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia.
‎Mengusung tema “Next Generation of Mangrove Stewards”, kegiatan ini difokuskan pada analisis kebutuhan awal dalam penyusunan modul edukasi mangrove berbasis sekolah dan madrasah.
‎Muhammad Feri, M.Pd., perwakilan dari UNUSIA, menjelaskan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan wilayah pesisir melalui pendekatan pendidikan. Menurutnya, pengembangan bahan ajar menjadi langkah penting agar kesadaran lingkungan dapat ditanamkan sejak dini.

‎“Ya, baiklah, kita dari UNUSIA bekerja sama dengan program M4CR untuk ketahanan pesisir. Jadi di Indonesia ini kita melakukan pengembangan bahan ajar untuk sekolah dan madrasah,” ujarnya.
‎Ia menambahkan bahwa modul yang dikembangkan menyasar jenjang pendidikan dasar hingga menengah, dengan pendekatan berbasis proyek. Modul tersebut dirancang agar dapat digunakan oleh guru sebagai panduan dalam mendampingi siswa menjalankan kegiatan edukasi mangrove secara langsung.
‎“Modul ini nantinya bisa digunakan oleh guru untuk membimbing siswa melaksanakan proyek edukasi mangrove. Dengan modul ini menjadi petunjuk pelaksanaan bagi siswa, misalnya kegiatan ekowisata mangrove, penanaman, dan aktivitas lingkungan lainnya,” jelasnya.
‎Feri juga menegaskan bahwa sasaran utama program ini adalah siswa SD hingga SMP, sehingga materi yang disusun disesuaikan dengan tingkat pemahaman dan kebutuhan mereka.
‎“Dari perencanaan yang kita kembangkan, modul ini memang diperuntukkan bagi siswa sekolah dasar dan menengah, agar mereka bisa lebih memahami pentingnya mangrove sejak dini,” tambahnya.
‎Sementara itu, Junaedi, penggiat mangrove dari Kelompok Rapi Jaya Putra  Pantai Tiris Desa Pabean Ilir, Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu, menyambut baik inisiatif penyusunan modul edukasi tersebut. Ia menilai keterlibatan dunia pendidikan sangat penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove di wilayah pesisir.
‎“Kalau sejak kecil anak-anak sudah dikenalkan dengan mangrove, mereka akan lebih peduli terhadap lingkungan. Apalagi di wilayah pesisir seperti Pabean Ilir, mangrove itu sangat penting untuk mencegah abrasi dan menjaga kehidupan masyarakat,” ungkapnya.
‎Junaedi juga berharap program ini tidak hanya berhenti pada penyusunan modul, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata di lapangan dengan melibatkan masyarakat.
‎“Kami di desa siap mendukung, baik untuk kegiatan penanaman maupun edukasi langsung di lapangan. Harapannya, siswa tidak hanya belajar teori, tapi juga praktik menjaga mangrove,” tambahnya.
‎Melalui kegiatan FGD ini, para pemangku kepentingan, akademisi, praktisi lingkungan, hingga masyarakat lokal turut memberikan masukan untuk penyempurnaan modul. Diharapkan, hasil dari program ini mampu mencetak generasi muda yang peduli lingkungan serta berperan aktif dalam menjaga ekosistem pesisir, khususnya mangrove, sebagai benteng alami dari abrasi dan perubahan iklim.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi


Jurnalpelita - Indramayu – Komandan Kodim (Dandim) 0616/Indramayu, Letkol Arm Tulus Widodo, memimpin langsung Acara Pemberangkatan Korp Kadet Republik Indonesia (KKRI) Kodim 0616/Indramayu menuju Dodikjur Rindam III/Siliwangi. Kegiatan tersebut berlangsung di Joglo Makodim 0616/Indramayu dengan penuh khidmat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pasiter Kodim 0616/Indramayu Kapten Arh. Herry S., Kapten Czi. Ashari, serta perwakilan dari Ponpes Darul Ma’arif yang diwakili oleh Asep Syaeful. Adapun peserta Korp Kadet Republik Indonesia yang diberangkatkan berjumlah kurang lebih 40 siswa.

Dalam sambutannya, perwakilan sekolah Asep Syaeful menyampaikan pesan kepada seluruh peserta agar mengikuti kegiatan dengan baik dan penuh tanggung jawab. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan selama menjalani program bela negara.

Sementara itu, Dandim 0616/Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo dalam arahannya menyampaikan bahwa kegiatan KKRI merupakan bagian dari upaya menyiapkan generasi muda dalam menyongsong Indonesia Emas. Ia menegaskan bahwa para peserta merupakan representasi generasi muda Indramayu yang diharapkan mampu menunjukkan disiplin dan semangat selama mengikuti pendidikan dan pelatihan.
 
“Laksanakan seluruh kegiatan dengan baik, ikuti setiap petunjuk pelatih, serta yang paling utama adalah menjaga kesehatan dan keselamatan selama mengikuti pendidikan di Dodikjur Rindam III/Siliwangi,” tegasnya.
Lebih lanjut, kegiatan ini juga mencerminkan sinergi antara satuan kewilayahan dengan lembaga pendidikan militer dalam mencetak sumber daya manusia yang tangguh, berintegritas, serta memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi.

Aacara pemberangkatan berlangsung dengan tertib dan lancar, serta diharapkan seluruh peserta dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik dan kembali sebagai generasi muda yang disiplin serta berkarakter kuat.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Pendim


Jurnalpelita - Proses Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) untuk Calon Rektor Universitas Wiralodra telah diikuti oleh 3 kandidat yang memiliki kemampuan dalam hal pengembanan tugas pada sebuah universitas, namun meski demikian proses UKK yang berlangsung secara terbuka ini, pihak Unwir sendiri telah memiliki kandidat terbaik dari ketiganya. mereka adalah Prof. Ipong, Dr. M. Zaedi, M.Ag., dan Dr. Kambali, M.Pd.I. Jumat, 27/3/2026.

Dari hasil pada UKK tersebut Berdasarkan hasil akhir berupa ranking resmi berbasis AI, Prof. Ipong menempati peringkat pertama dengan nilai 83,31. Posisi kedua diraih Dr. M. Zaedi, M.Ag., dengan nilai 76,94, sementara peringkat ketiga ditempati Dr. Kambali, M.Pd.I., dengan nilai 68,96.

Kandidat nomor urut 2, Prof. Dr. Ipong Dekawati, M.Pd., dalam kesempatan itu menyampaikan rasa syukur atas kelancaran tahapan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) tahap kedua yang diselenggarakan oleh Yayasan Wiralodra Indramayu (YWI). Ia juga menegaskan komitmennya untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola kampus apabila dipercaya memimpin pada periode 2026–2030.

Menurutnya Capaian ini menjadi indikator penting dalam proses penjaringan calon rektor, sekaligus mencerminkan penilaian komprehensif terhadap kompetensi, visi, serta kesiapan para kandidat dalam memimpin Universitas Wiralodra ke depan.

“Alhamdulillah, semua proses berjalan dengan baik. Ini menunjukkan bahwa ke depan sudah banyak pekerjaan besar yang menunggu untuk diselesaikan,” ujar Prof. Ipong. 

Ia menegaskan bahwa seluruh hasil yang diperoleh diserahkan kepada kehendak Tuhan. Ia menyebut, proses pemilihan rektor bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian dari ikhtiar untuk mendapatkan pemimpin terbaik bagi institusi.

“Saya berdoa semoga yang diberikan adalah yang terbaik menurut Allah, bukan sekadar terbaik menurut saya,” tambahnya.
Dalam pandangannya, tahapan UKK menjadi gambaran awal bahwa kepemimpinan ke depan akan dihadapkan pada berbagai tantangan besar yang membutuhkan kesiapan, ketelitian, dan kerja nyata.

Terkait langkah awal jika dipercaya memimpin, Prof. Ipong menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh sebelum mengambil kebijakan strategis. Ia menilai pemahaman terhadap kondisi internal kampus menjadi fondasi utama dalam menentukan arah kebijakan.

“Langkah pertama tentu evaluasi, baik dari sisi keuangan maupun kondisi internal organisasi. Saat ini saya belum mengetahui secara detail karena posisi saya masih di luar sistem. Maka saya harus masuk terlebih dahulu, memahami kondisi yang ada, baru kemudian merencanakan langkah selanjutnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof. Ipong menyampaikan bahwa pengembangan institusi tetap menjadi fokus utama dalam jangka panjang, termasuk kemungkinan penyesuaian struktur organisasi guna meningkatkan efektivitas kinerja.

“Tentu ada program jangka panjang. Kita ingin mencapai posisi sebagai institusi yang unggul, namun hal itu akan disesuaikan dengan kebutuhan dan struktur organisasi yang ada,” ujarnya.

Menurutnya, visi menjadi perguruan tinggi unggul tidak hanya ditentukan oleh program, tetapi juga oleh keselarasan antara strategi yang disusun dengan kondisi riil organisasi.

Meskipun unggul pada UKK tahap satu dengan bobot 25 persen dan UKK tahap dua sebesar 65 persen diatas kertas Prof. Ipong layak terpilih sebagai Rektor Universiatas Wiralodra, kewenangan penetapan rektor tetap berada di tangan yayasan. Terkait mekanisme tersebut, Prof. Ipong menegaskan bahwa keputusan akhir sepenuhnya menjadi hak yayasan.

“Keputusan akhir ada pada yayasan. Walaupun ada hasil pemilihan, tetap ada mekanisme penetapan yang menjadi kewenangan yayasan,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, ia kembali menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh tahapan yang telah dijalani, disertai optimisme terhadap hasil akhir.

“Alhamdulillah, semuanya menunjukkan bahwa ke depan masih banyak pekerjaan yang menunggu. Saya berdoa semoga yang terbaik menurut Allah yang terjadi,” tuturnya.

Prof. Ipong berharap seluruh rangkaian proses pemilihan rektor dapat berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan Universitas Wiralodra.

Ia menekankan bahwa kepemimpinan ke depan harus mampu menghadirkan perubahan melalui evaluasi yang tepat, perencanaan yang matang, serta penguatan sistem organisasi secara menyeluruh.

“Yang terpenting adalah bagaimana memahami kondisi yang ada, lalu menyusun langkah strategis untuk membawa institusi ini menjadi lebih maju dan unggul,” pungkasnya.


Pena  
 By.
Adam P
Editor
By.
Adam P
Foto/Video
By.
Adam P

Jurnalpelita - Harapan para guru ngaji di Kabupaten Indramayu untuk mendapatkan insentif dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) masih belum menemukan kepastian. Hal ini terungkap dalam audiensi antara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Guru Ngaji (Per-Guji) Indramayu dengan pihak terkait yang berlangsung di Pendopo Indramayu pada Senin, 10 Maret 2025.

Ketua DPD Per-Guji Indramayu, Lukman SH, mengungkapkan bahwa dalam pertemuan tersebut, pihaknya menerima sejumlah janji terkait kesejahteraan para tenaga pendidik Al-Qur'an di wilayah Kabupaten Indramayu.

"Poin pertama yang disampaikan dalam audiensi adalah rencana pemberian anggaran insentif bagi seluruh guru ngaji se-Kabupaten Indramayu. Mereka yang terdaftar di DPD Per-Guji Indramayu berasal dari 31 kecamatan, 317 desa/kelurahan, yang tersebar di 3.200 musholla," ujar Lukman SH, Minggu (15/3/2026).

Lebih lanjut, ia memaparkan poin kedua yang menjadi pembahasan, yaitu rencana pemberian insentif atau bantuan langsung sebesar Rp 200.000 per bulan untuk setiap guru ngaji. Namun, setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Indramayu untuk tahun anggaran 2026, usulan tersebut dikabarkan nihil.
"Setelah kami melihat dan menelusuri lebih dalam terkait RAPBD Indramayu 2026, ternyata anggaran untuk insentif guru ngaji ini belum diajukan oleh Bupati Lucky Hakim ke DPRD Indramayu. Akibatnya, hasilnya nihil. Ini hanya merupakan janji-janji retorika belaka," tegasnya dengan nada kecewa.

Pihak Per-Guji berharap agar pemerintah daerah dapat segera merealisasikan janji tersebut, mengingat peran strategis guru ngaji dalam membangun generasi muda yang berakhlak mulia di Kabupaten Indramayu.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Pemkab Indramayu terkait hal ini. DPD Per-Guji berencana untuk kembali mengawal usulan ini agar dapat masuk dalam anggaran perubahan di masa mendatang.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet

Jurnalpelita - Guna mempererat tali silaturahmi, konsolidasi antara Grup Kaina supaya bisa menghasilkan pelatihan yang berkualitas dan output keberangkatan ke Jepang yang lebih banyak lagi, Lembaga Pendidikan Kerja (LPK) Kaina Indonesia menggelar buka puasa bersama. Sabtu, 15/3/2026.

Nampak hadir dalam kegiatan tersebut dari Dinas Tenaga Kerja, perwakilan Balai Pelatihan Kerja, perwakilan Bank BCA, Bank Mandiri, dan dari Kaina Group. Selain itu Japanesia, Oshin, Tomogara, Megumin, dan beberapa teman-teman kita juga datang.

Usai mengadakan Buka Puasa Bersama, Teguh Adi Koesoemah Putra selaku Direktur Kaina Indonesia menuturkan, Selain mengadakan buka puasa bersama, pihaknya juga mengadakan aksi sosial lain yaitu memberikan santunan bagi yatim piatu. "Dengan harapan walaupun sedikit bisa bermanfaat untuk semua," Tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Teguh memaparkan program lain yang akan dilaksanakan yaitu selain pendidikan nonformal seperti Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang sudah banyak dirikan, pihaknya akan mencoba ke sesuatu yang lebih formal lagi dengan mendirikan sekolah menengah kejuruan dengan tagline "Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan".

Sementara dalam kesempatan yang sama, Nur Kholis selaku Direktur Utama Japannesia Language School berharap keberadaan Kaina Indonesia dapat membantu orang-orang sekitar untuk mendapatkan pekerjaan.

"Ya semoga saja semakin banyak perusahaan yang kita buka, semakin menyerap banyak tenaga kerja. Jadi arahnya tuh positif, semoga diperlancar saja," Harapnya.


Pena  
 By.
Editor
By.
Adam P
Foto/Video
By.
Adam P

Jurnalpelita - Indramayu - Upaya pencegahan perkawinan anak terus digencarkan melalui edukasi kepada generasi muda. Salah satunya melalui kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) Pencegahan Perkawinan Anak yang digelar di Aula outdoor MAN 1 Indramayu, Jawa Barat, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Indramayu H. Syaefudin SH MH, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indramayu Aghuts Muhaimin, Kepala MAN 1 Indramayu Drs. Wahyudin MAg, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu H. Caridin, Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Perlindungan Perempuan dan Anak (Disduk-P3A) Kabupaten Indramayu Agung, serta para guru dan staf MAN 1 Indramayu.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Indramayu H. Syaefudin menegaskan pentingnya peran pendidikan dalam membangun masa depan generasi muda. Ia mengingatkan para pelajar untuk tidak terburu-buru menikah di usia dini karena dapat berdampak pada pendidikan, kesehatan, dan masa depan mereka.

“Remaja harus memiliki cita-cita dan perencanaan masa depan yang jelas. Jangan sampai masa depan terhenti karena perkawinan dini. Pendidikan harus menjadi prioritas agar generasi muda Indramayu bisa lebih maju dan berdaya saing,” ujarnya.

Syaefudin juga mengapresiasi pelaksanaan kegiatan BRUS sebagai bagian dari upaya bersama untuk menekan angka perkawinan anak di Kabupaten Indramayu melalui pendekatan edukatif di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Program Inklusi Lakpesdam PBNU melalui Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LAKPESDAM) PCNU Indramayu sebagai bentuk kepedulian terhadap perlindungan anak dan penguatan kualitas generasi muda.

Ketua Lakpesdam PCNU Indramayu, Ali Ma’nawi, mengatakan bahwa kegiatan BRUS menjadi sarana penting untuk memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai risiko perkawinan anak serta pentingnya merencanakan masa depan secara matang.

Menurutnya, usia remaja merupakan fase yang sangat rentan terhadap berbagai persoalan sosial, termasuk potensi terjadinya Married by Accident (MBA) atau perkawinan yang terjadi akibat kehamilan yang tidak direncanakan pada usia di bawah 19 tahun.

“Melalui kegiatan BRUS ini kami ingin memberikan wawasan kepada para siswa tentang pentingnya menjaga masa depan mereka. Remaja perlu memahami bahwa perkawinan memiliki tanggung jawab besar dan harus dilakukan ketika sudah cukup usia dan siap secara mental maupun ekonomi,” jelasnya.

Ia menambahkan, ketentuan batas minimal usia perkawinan saat ini telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan, yang menetapkan usia minimal menikah bagi laki-laki dan perempuan adalah 19 tahun.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelajar memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai dampak sosial, kesehatan, dan pendidikan dari perkawinan anak, sekaligus mampu menjadi agen perubahan di lingkungan mereka untuk mencegah terjadinya perkawinan dini.

Kegiatan BRUS tersebut juga menjadi bagian dari upaya kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, serta organisasi masyarakat dalam membangun generasi muda yang lebih sehat, berpendidikan, dan siap menyongsong masa depan.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi



Jurnalpelita - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi perhatian publik. Di tengah berbagai perbincangan mengenai perbedaan porsi, harga, hingga teknis distribusi, Pelopor MBG Indramayu, H. Kasan Basari, angkat bicara untuk meluruskan sejumlah persepsi yang berkembang di masyarakat.

Menurut Kasan, publik perlu memahami bahwa dalam program MBG memang terdapat dua kategori harga yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan.

“Ada dua pelayanan yang harus dibedakan, artinya beda harga. Untuk Rp8.000 itu diperuntukkan bagi TK dan SD kelas 1, 2, 3 dengan porsi kecil. Sedangkan Rp10.000 untuk SD kelas 4, 5, 6, serta SMP dan SMA dengan porsi lebih besar,” jelasnya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa perbedaan harga tidak berarti perbedaan kualitas pelayanan maupun menu.

“Yang dipastikan, pelayanan tidak pernah dibedakan. Menu hari itu sama, baik untuk SD maupun SMA. Yang membedakan hanya kuantitas isiannya,” tegas Kasan.

Ia menjelaskan, dalam kondisi tertentu, menu yang disajikan bisa mencapai lima macam untuk porsi besar, sementara porsi kecil empat macam. Jika menu yang dihidangkan merupakan makanan kering dengan nilai bahan yang lebih tinggi, maka bisa saja porsi besar terdiri dari empat macam dan porsi kecil tiga macam.

“Ini yang harus diluruskan dulu, supaya jangan sampai publik membanding-bandingkan. Kadang ada dapur yang terlihat menunya lebih banyak dan besar, itu bisa jadi karena sistem pengirimannya berbeda,” ujarnya.

Kasan menerangkan bahwa teknis pengiriman makanan bergantung pada komitmen antara pihak dapur dan sekolah. Ada dapur yang mengirim setiap hari, ada pula yang mengirim dua kali dalam sepekan untuk kebutuhan beberapa hari sekaligus.

“Kalau satu minggu enam hari lalu dibagi dua kali pengiriman, berarti tiga hari sekali. Maka secara visual terlihat lebih banyak dan besar. Itu faktor teknis pengiriman, bukan perbedaan kualitas,” jelasnya.

Ia meminta masyarakat tidak keliru memahami perbedaan tampilan tersebut.
“Clear ya, masalah harga, teknis pengiriman, dan porsi penyajian. Semua sudah diatur,” katanya.

Lebih jauh, Kasan menekankan pentingnya kualitas bahan olahan, terutama penggunaan air sebagai bahan dasar memasak.

“Air itu bahan paling pokok. Kalau airnya asal-asalan, pasti menimbulkan masalah. Gunakan air mineral yang standar pH-nya sudah terukur. Tidak harus merek tertentu, yang penting aman dan nyaman untuk lambung anak-anak,” pesannya.

Ia juga mengingatkan pengelola dapur agar menggunakan bahan segar dan tidak bermain dalam pengelolaan anggaran.

“Jangan coba-coba mencari keuntungan dari harga Rp8.000 atau Rp10.000 itu. Biarkan harga tersebut murni untuk konsumsi anak-anak. Kalau dilaksanakan dengan benar, insya Allah ada keberkahan,” ujarnya.

Menurutnya, program MBG bukan sekadar soal asupan gizi bagi anak-anak, tetapi juga membawa dampak ekonomi yang luas.

“MBG bukan hanya menyehatkan anak-anak dan memberikan asupan gizi. Petani bisa hidup dengan harga maksimal, tenaga kerja yang tadinya menganggur bisa bekerja. Walaupun ada plus minus, itu bagian dari dinamika,” katanya.

Ia mengakui ada dampak terhadap pedagang kecil akibat fluktuasi harga bahan, namun hal tersebut dinilai masih bisa disiasati.

Maka, Kasan mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengawal dan menjaga program MBG agar tetap berjalan sesuai tujuan awalnya.

“Kita kibarkan dapur ini, kita kawal MBG ini. Karena dampaknya bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi




Jurnalpelita - Direktur CV Damar Indah Kencana (DIK), Crisnadi Natasaputra, menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Perusahaan penerbit dan penyedia buku sekolah yang dipimpinnya itu selama ini menjadi mitra resmi Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu dalam berbagai kegiatan edukasi, termasuk pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek) implementasi Kurikulum Merdeka.

Sebagai perusahaan yang berbasis di Kabupaten Indramayu, CV Damar Indah Kencana terus berupaya menghadirkan produk-produk buku sekolah yang berkualitas dan relevan dengan perkembangan dunia pendidikan. Crisnadi menyampaikan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada distribusi buku, tetapi juga berperan aktif dalam pengembangan kompetensi guru dan tenaga kependidikan.

“Kami ingin menjadi bagian dari solusi dalam peningkatan mutu pendidikan di Indramayu. Melalui kolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, kami mendukung pelatihan dan bimtek Kurikulum Merdeka agar para guru semakin siap menghadapi tantangan pembelajaran yang terus berkembang,” ujar Crisnadi.

Menurutnya, perkembangan teknologi pendidikan menjadi perhatian utama perusahaan. Oleh karena itu, CV Damar Indah Kencana terus melakukan inovasi baik dari sisi kualitas konten, desain, hingga sistem distribusi yang lebih efektif dan adaptif terhadap kebutuhan sekolah.

Selain bergerak di bidang pendidikan, Crisnadi Natasaputra juga aktif di dunia olahraga. Ia menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Pengkab PBVSI Indramayu di bawah naungan Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI). Dalam kapasitasnya tersebut, ia turut mendorong pembinaan atlet voli sejak usia dini hingga tingkat kompetisi daerah.

Di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Crisnadi mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya insan pendidikan dan olahraga, untuk menjadikan momentum Ramadan sebagai ajang memperkuat silaturahmi, meningkatkan integritas, serta memperkuat semangat kolaborasi.

“Ramadan 1447 H ini mari kita jadikan sebagai momen refleksi dan penguatan karakter. Baik di dunia pendidikan maupun olahraga, nilai disiplin, kejujuran, dan kebersamaan harus terus kita tanamkan,” ungkapnya.

Ia berharap, sinergi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dapat terus terjalin demi mencetak generasi muda Indramayu yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing tinggi, baik di bidang akademik maupun olahraga.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget