Berita Tentang "Pasar"
CLOSE ADS
CLOSE ADS

09.42.00 ,

Jurnalpelita - Indramayu – Pasar Daerah Jatibarang yang dikenal sebagai salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar di sektor retribusi pasar mendadak diguncang isu dugaan pungutan liar (pungli). Tudingan yang beredar di tengah masyarakat menyebutkan adanya pungutan tak resmi yang nilainya mencapai Rp70.000 hingga Rp80.000 per hari per kios.

Menanggapi isu tersebut, pihak pengelola menilai kabar itu tidak berdasar karena tidak disertai identitas maupun kejelasan pihak yang menjadi korban. Seluruh penarikan retribusi di lapangan dipastikan telah menggunakan karcis resmi pasar sesuai dengan aturan yang berlaku.

Guna memastikan kebenaran informasi tersebut, pihak Inspektorat telah turun tangan dengan melakukan pengawasan serta klarifikasi langsung kepada Kepala Pasar Jatibarang.

Kepala Pasar Daerah Jatibarang, H. Samsuri, yang berlokasi di Desa Bulak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, menegaskan bahwa besaran pungutan yang menjadi kewenangan pengelola pasar memiliki ketentuan yang sangat jelas dan transparan. Ia meminta agar masyarakat dan pedagang dapat membedakan antara retribusi resmi dengan iuran lain yang dilakukan oleh pihak di luar kewenangan pengelola.

“Kalau ada tuduhan mengenai iuran tertentu, harus jelas siapa korbannya, siapa yang menarik, berapa nominalnya, dan untuk apa. Jangan sampai semua pungutan kemudian dianggap sebagai pungutan pengelola pasar,” ujar Samsuri saat memberikan klarifikasi.

Rincian Tarif Retribusi Resmi Pasar

Samsuri memaparkan rincian resmi tarif retribusi yang dikelola oleh pihaknya berdasarkan jenis tempat berjualan, antara lain:

  • Kios: Rp4.500 per hari per unit.
  • Los: Rp3.600 per hari per unit.
  • Pelataran: Rp2.000 per hari per unit.
  • Biaya Keamanan: Rp1.000 per hari.

“Silakan kalikan nilai rupiah retribusi yang dikelola pihak kami yang resmi ada karcisnya. Kalau disebutkan ada pedagang yang membayar hingga Rp70 ribu atau Rp80 ribu per hari, siapa yang memungut dan untuk apa? Ada tidak jumlah yang resmi mencapai nominal sebesar itu?” pungkasnya.

Terkait klaim adanya iuran pos sebesar Rp20.000, pengelola menegaskan perlunya kejelasan apakah nominal tersebut merupakan retribusi pasar, iuran dari pihak lain, atau pengeluaran pribadi pedagang.

Tegaskan Perbedaan dengan Iuran Kebersihan IPP

Selain itu, Samsuri juga memberikan penjelasan terkait iuran kebersihan atau sampah yang turut disebut dalam tuduhan tersebut. Ia menegaskan bahwa pengelolaan kebersihan yang dilakukan oleh IPP berada di luar tanggung jawab pengelola pasar dan tidak memiliki kaitan kedinasan dengan pengelola resmi Pasar Daerah Jatibarang.

Oleh karena itu, pembayaran yang berkaitan dengan kegiatan tersebut tidak bisa serta-merta dikategorikan sebagai pungutan dari pengelola pasar.

Langkah Lanjut dan Keterbukaan Informasi

Persoalan terkait dugaan pungutan ini juga telah dikonsultasikan dan ditanyakan langsung kepada pihak Inspektorat agar mekanisme serta aturan penarikan dapat dinilai secara objektif berdasarkan kewenangan masing-masing pihak.

Pihak pengelola menyatakan terbuka terhadap segala bentuk kritik maupun laporan dari pedagang, asalkan disampaikan dengan informasi yang jelas, transparan, dan dapat diverifikasi. Samsuri berharap masalah ini dapat diselesaikan secara terbuka dengan menghadirkan pihak-pihak terkait agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet

10.12.00 ,

Jurnalpelita - INDRAMAYU – Mekanisme pemungutan iuran kebersihan di Pasar Daerah Jatibarang, Kabupaten Indramayu, menjadi sorotan. Pasalnya, pungutan yang menggunakan karcis buatan Ikatan Pedagang Pasar (IPP) disebut dilakukan oleh sejumlah pegawai yang berstatus aparatur sipil negara (ASN/PNS) di lingkungan pengelola pasar.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, para petugas tersebut menjalankan pemungutan setelah mendapat arahan secara lisan dari Kepala Pasar Jatibarang, Samsuri, untuk membantu IPP melakukan penarikan iuran kepada para pedagang.

Yang menjadi perhatian, uang hasil pungutan tersebut disebut tidak disetorkan sebagai penerimaan daerah, melainkan diserahkan kepada pihak IPP.

Berdasarkan rekap yang diperoleh, terdapat sedikitnya enam petugas dengan penerimaan harian masing-masing antara Rp300 ribu hingga Rp700 ribu.

Rinciannya, R tercatat sekitar Rp600 ribu dari pedagang kios, C Rp400 ribu dari kios, D Rp600 ribu dari los, D Rp700 ribu dari los, serta N sekitar Rp300 ribu dari pedagang lemprakan.

Sementara seorang petugas IPP, R disebut melakukan penarikan iuran tambahan sebesar Rp10 ribu per kios tanpa menggunakan karcis, dengan penerimaan sekitar Rp450 ribu. Dengan demikian, total penerimaan yang tercatat mencapai sekitar Rp3,05 juta per hari.

Jika angka tersebut berlangsung setiap hari selama 30 hari, secara matematis nilainya mencapai sekitar Rp91,5 juta per bulan. Namun, angka tersebut masih merupakan penerimaan bruto berdasarkan rekap yang diperoleh dan belum dapat disimpulkan sebagai pendapatan bersih IPP karena belum diketahui biaya operasional pengelolaan sampah, pengangkutan, tenaga kebersihan dan komponen lainnya.

*Dasar Kewenangan Dipertanyakan*

Persoalan yang kemudian muncul adalah dasar kewenangan PNS melakukan pemungutan untuk organisasi pedagang serta mekanisme pertanggungjawaban uang yang diterima.

Seperti diketahui, Kabupaten Indramayu telah memiliki Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yang kemudian diubah melalui Perda Nomor 1 Tahun 2025. Perda perubahan tersebut berlaku sejak 8 Juli 2025 dan mengatur antara lain pemungutan pajak dan retribusi daerah.

Karena itu, perlu ada kejelasan apakah pungutan yang dilakukan di Pasar Daerah Jatibarang tersebut merupakan retribusi daerah, iuran pelayanan kebersihan yang dikelola IPP, atau bentuk pungutan lain yang memiliki dasar hukum tersendiri.

Terlebih, Pasar Daerah Jatibarang merupakan fasilitas pasar yang dikelola pemerintah daerah. Dalam kunjungan Komisi III DPRD Indramayu ke Pasar Jatibarang sebelumnya, persoalan tata kelola pedagang dan mekanisme pengelolaan sampah memang menjadi salah satu hal yang dibahas. 

Pada kesempatan itu, Diskopdagin juga disebut mengelola retribusi parkir di kawasan pasar.

Pemerintah Kabupaten Indramayu sendiri sejak 2022 telah melakukan sejumlah program pengelolaan sampah di Pasar Jatibarang. Saat itu Pemkab menyebut volume sampah di pasar tersebut mencapai sekitar 4,5 ton setiap hari dan menyediakan mesin pencacah serta berbagai peralatan kebersihan untuk mendukung pengelolaan sampah pasar, namun hanya tinggal cerita tanpa inovasi dan implementasi program. Bahkan alat bantuan pencacah yang diterima belum dioperasikan sampai sekarang. 

*Perlu Transparansi*

Dengan adanya pungutan sekitar Rp3,05 juta per hari berdasarkan rekap tersebut, publik dan khususnya para pedagang tentu membutuhkan penjelasan mengenai dasar pemungutan serta penggunaan dana.

Apalagi terdapat informasi mengenai adanya iuran tambahan Rp10 ribu per kios yang disebut tidak menggunakan karcis.
Sejumlah pertanyaan yang perlu dijawab antara lain: siapa yang menetapkan besaran pungutan, siapa yang menetapkan target harian petugas, atas dasar surat atau keputusan apa PNS ditugaskan melakukan pemungutan, kepada siapa seluruh uang disetorkan, serta bagaimana laporan pertanggungjawaban penggunaan dana tersebut.

Termasuk perlu dijelaskan apakah Kepala Pasar Jatibarang memiliki kewenangan memberikan tugas kepada PNS untuk melakukan pemungutan uang yang kemudian diserahkan kepada organisasi di luar struktur pemerintah daerah.

Hingga berita ini disusun, informasi mengenai adanya perintah lisan, target harian petugas, serta penyerahan uang pungutan kepada IPP tersebut masih memerlukan konfirmasi resmi dari Kepala Pasar Jatibarang, Diskopdagin Kabupaten Indramayu dan pengurus IPP.

Media ini membuka ruang klarifikasi dan hak jawab kepada seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan untuk memberikan penjelasan mengenai dasar kewenangan, mekanisme pemungutan serta pertanggungjawaban dana tersebut.

Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi

10.51.00 , ,
Jurnalpelita -  Plt Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustri (Diskopdagin) Kabupaten Indramayu H. Mardono,SE.,M.Si menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan penuh Komisi III DPRD Indramayu dalam upaya meningkatkan pengelolaan parkir pasar. 

Dukungan tersebut terbukti membawa hasil signifikan, terutama di dua pasar daerah yakni Pasar Jatibarang dan Pasar Karangampel, yang kini mencatat lonjakan pendapatan parkir yang cukup signifikan. 

“Kami berterima kasih kepada Komisi III DPRD Indramayu yang telah mendukung langkah ini. Hasilnya jelas terlihat, pengelolaan parkir jauh lebih efektif dan transparan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Indramayu, Suhendri, SH menegaskan bahwa pihaknya hanya berperan mendukung kebijakan Pemkab Indramayu, bukan terlibat langsung dalam pengelolaan parkir pasar. Ia menampik tudingan yang menyebut salah satu anggota Komisi III ikut andil dalam pengelolaan parkir tersebut.

“Komisi III tidak pernah terlibat dalam teknis pengelolaan parkir. Kami hanya mendukung langkah Pemkab dan Diskopdagin agar pengelolaan berjalan sesuai aturan. Fakta di lapangan menunjukkan pendapatan parkir di Pasar Jatibarang dan Karangampel meningkat signifikan, sehingga tudingan yang beredar tidak berdasar,” tegas Suhendri.

Menurut Suhendri, kerja sama antara Diskopdagin dengan Komisi III DPRD Indramayu bukan keputusan sepihak, melainkan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) maupun Peraturan Bupati (Perbup). Hal ini menjadi dasar hukum yang kuat agar pengelolaan parkir pasar berjalan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas.

“Dukungan ini tidak dilakukan secara tiba-tiba atau tanpa dasar. Semua langkah berlandaskan regulasi yang berlaku. Dengan demikian, masyarakat bisa melihat bahwa pengelolaan parkir pasar dilakukan secara profesional dan sesuai aturan,” tambahnya.

"Diskopdagin adalah Mitra Kerja Komisi III DPRD, jadi tidak salah ketika kami ikut memberikan suport untuk kepentingan Pemkab Indramayu," ungkap Suhendri. 

Menurut pria dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil 2 ini bahwa lonjakan pendapatan parkir di dua pasar besar tersebut menjadi bukti pola kerja sama positip antara Diskopdagin dan Komisi III DPRD Indramayu lebih efektif dibandingkan yang dulu di pihak ketigakan. Selain meningkatkan PAD, sistem ini juga diharapkan mampu memberikan pelayanan parkir yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

Dengan adanya dukungan DPRD dan pengawasan dari Diskopdagin, pengelolaan parkir pasar di Indramayu diharapkan dapat menjadi contoh keberhasilan kolaborasi antara pemerintah daerah dan legislatif dalam mendorong kemandirian ekonomi daerah.

Terpisah, Kepala Pasar Karangampel, Masdi, menyampaikan terima kasih atas dukungan Komisi III DPRD Indramayu. Ia menegaskan bahwa anggota DPRD tidak ikut campur dalam teknis pengelolaan, melainkan hanya memberikan dukungan sesuai aturan.

 “Dengan sistem kerja sama dalam bentuk kemitraan kerja ini, PAD meningkat drastis. Tuduhan adanya keterlibatan anggota DPRD tidak benar, karena semua berjalan sesuai perundang-undangan,” jelasnya.

Dengan adanya dukungan DPRD dan pengawasan dari Diskopdagin, pengelolaan parkir pasar di Indramayu diharapkan menjadi contoh keberhasilan kolaborasi antara pemerintah daerah dan legislatif dalam mendorong kemandirian ekonomi daerah. Ke depan, sistem ini diharapkan dapat diterapkan di pasar-pasar lain sehingga manfaatnya semakin luas bagi masyarakat Indramayu. (*)


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi

10.29.00 ,

 


Indramayu Today - Sertu Rusdi anggota Koramil 1612/Lelea lakukan pemantauan harga sembako di pasar Lelea Kec. Lelea Kab.Indramayu. Selasa, 4/6/2024.


Dalam kesempatan itu ia mengatakan, pemantauan harga merupakan langkah konkrit untuk memastikan bahwa harga tetap stabil.


"Saat ini masih stabil," Katanya.


Dari data yang dihimpun, daftar harga tersebut ialah.


1. Beras Medium = Rp17.000/Kg_

2. Beras Premium = Rp18.000/Kg_

3. Minyak Goreng Curah = Rp15.700/Liter_

4. Gula pasir = Rp 20.000/Kg_

5. Telor ayam = Rp 30.000/Kg_

6. Daging Ayam = Rp 27.000/Kg_

7. Daging sapi = Rp 140.000/Kg_

8. Jagung = Rp 9.000/Kg_

9. Bawang merah = Rp 28.000/Kg._

10. Bawang Putih = Rp 33.000/Kg_

11. Cabe rawit = Rp 40.000/Kg_

12. Kacang kedelai = Rp 12.500/kg_


Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

10.09.00 ,

 


Indramayu Today - Serma Sarwika anggota Koramil 1612/Lelea cek harga sembako di Toko milik H.Warnata desa Nunuk Kec. Lelea Kab.Indramayu. Kamis, 30/5/2024.


Dalam.kesempatan itu, Serma Sarwika menyebut, peninjauan harga sembako tersebut merupakan langkah awal untuk mencegah kenaikan harga pokok.


"Mendekati lebaran idul adha kita pastikan bahwa harga masih stabil," Katanya.


Dari data yang dihimpun harga yang ada di toko tersebut adalah.


1. Beras Medium = Rp16.000/Kg_

2. Beras Premium = Rp18.000/Kg_

3. Minyak Goreng Curah = Rp17.000/Liter_

4. Gula pasir = Rp 20.000/Kg_

5. Telor ayam = Rp 30.000/Kg_

6. Daging Ayam = Rp 27.000/Kg_

7. Daging sapi = Rp 140.000/Kg_

8. Jagung = Rp 9.000/Kg_

9. Bawang merah = Rp 38.000/Kg._

10. Bawang Putih = Rp 33.000/Kg_

11. Cabe rawit = Rp 40.000/Kg_

12. Kacang kedelai = Rp 12.500/kg_


Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

11.26.00 , ,

 


Indramayu Today - Serda Wasdi anggota Koramil 1603/Lohbener tinjau langsung harga-harga kebutuhan bahan pokok di Toko milik Saefudin di Pasar bangkir desa Rambatan Kulon Kec. Lohbener. Minggu, 26/5/2024.


Serda Wasdi menyebut, bahwa harga di toko milik Saefudin tergolong stabil, dari data yang berhasil dihimpun harga sembako tersebut diantaranya.


1. Beras : 16000/kg

2. Minyak goreng : 16.000/kg

3. Jagung : 10.000/kg

4. Kedelai : 16.000/kg

5. Gula : 17.500/kg

6. Bawang merah : 52.000/kg

7. Bawang putih : 40.000/kg

8. Daging Sapi    : 140.000/kg

9. Daging Ayam : 38.000/kg

10. Telur : 29.500/kg


Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

11.16.00 , ,

 


Indramayu Today - Serka Zaenal Mustaqim anggota Koramil 1612/Lelea tinjau langsung harga sembako di pasar Tugu Kec. Lelea Kab.Indramayu. Minggu, 26/5/2024.


Dalam kesem9atan iyu, Serka Zaenal menuturkan, pemantauan harga dengan tujuan untuk memastikan harga kebutuhan pokok masyarakat masih stabil.


Untuk sementara harga di pasar Tugu Lelea masih stabil, ada kemungkinan saat mendekati lebaran idul adha harga bahan pokok bisa naik," Katanya.


Dari data yang dihimpun harga bahan pokok tersebut adalah.


1. Beras Medium = Rp17.000/Kg

2. Beras Premium = Rp18.000/Kg

3. Minyak Goreng Curah = Rp15.700/Liter

4. Gula pasir = Rp 20.000/Kg

5. Telor ayam = Rp 30.000/Kg

6. Daging Ayam = Rp 27.000/Kg

7. Daging sapi = Rp 140.000/Kg

8. Jagung = Rp 9.000/Kg

9. Bawang merah = Rp 28.000/Kg.

10. Bawang Putih = Rp 33.000/Kg

11. Cabe rawit = Rp 40.000/Kg

12. Kacang kedelai = Rp 12.500/kg


Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

10.22.00 ,

 


Indramayu Today - Serma H Cukim Anggota Koramil 1609/ Juntinyuat, tinjau langsung harga kebutuhan pokok di pasar tradisional Dadap Kec. Juntinyuat. Kab. Indramayu. Sabtu, 26/6/2024.


Dalam pangkuannya Serma H Cukim menyebut, harga di pasar tersebut masih tergolong stabil. "Untuk saat ini masih stabil, namun ada kemungkinan menjelang lebaran haji pada mengalami kenaikan," Katanya.

Dari informasi yang diterima, berdasarkan data di lapangan, harga tersebut ialah.


1. Gula Pasir Rp 17.500/kg.

2. Beras Rp 14.000/kg.

3. Telor Rp 30.000/kg.

4. Jagung Rp 8.000/kg.

5. Kedelai Rp 13.000/kg.

6. Bawang Merah Rp 47.000/kg.

7. Bawang putih Rp 38.000/kg.

8. Daging ayam Rp 36.000/kg.

9. Daging sapi Rp 140.000/kg.

10. Minyak goreng curah Rp 16.000/kg.


"Kegiatan ini merupakan program dari komando atas tentang ketahanan pangan khususnya di Indramayu," Pungkasnya.


Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

14.13.00 ,

 


Indramayu Today - Babinsa Koramil 1609/Juntinyuat Serka Wardiman tinjau langsung harga sembako di Abdul Desa Junti Kebon Kec. Juntinyuat. Kab. Indramayu. Rabu, 22/5/2204.


Dalam.kesempatan itu, Serka Wardiman menyampaikan pemantauan tersebut untuk memastikan kestabilan harga kebutuhan pokok untuk keluarga.


"semua harga masih tergolong stabil," Katanya.


Dari data yang dihimpun, harga di warung tersebut adalah.


1. Gula Pasir Rp 17.500/kg.

2. Beras Rp 14.000/kg.

3. Telor Rp 31.000/kg.

4. Jagung Rp 8.000/kg.

5. Kedelai Rp 13.000/kg.

6. Bawang Merah Rp 50.000/kg.

7. Bawang putih Rp 38.000/kg.

8. Daging ayam Rp 38.000/kg.

9. Daging sapi Rp 140.000/kg.

10. Minyak goreng curah Rp 16.000/kg.


Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

13.45.00 ,

 


Indramayu Today - Koptu Purwanto Babinsa Juntikebon Koramil 1609/Juntinyuat tinjau langsung Harga Sembako di toko milik Fitri di Desa Juntikebon Kec. Juntinyuat. Kab. Indramayu. Selasa, 21/5/2024.


Dalam kesempatan itu Koptu Purwanto menyebut, pemantauan harga sembako untuk memastikan kestabilan kebutuhan pokok warga sekitar.


Dari data yang dihimpun, harga sembako di toko tersebut Gula Pasir Rp 17.500/kg, Beras Rp 14.000/kg,.Telor Rp 31.000/kg, Jagung Rp 8.000/kg, Kedelai Rp 13.000/kg, Bawang Merah Rp 50.000/kg, Bawang putih Rp 38.000/kg, Daging ayam Rp 38.000/kg, Daging sapi Rp 140.000/kg dan Minyak goreng curah Rp 16.000/kg.


"Semuanya masih tergolong stabil," Tuturnya.


Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

21.47.00 ,

 


Indramayu Today - Guna mengetahui perkembangan harga Sembako yang ada di Pasar wilayah binaan, Babinsa Koramil 1612 Lelea Serma Sumadi dan Babinkhantibmas Polsek Lelea Aipda Rizal melaksanakan giat pemantauan harga sembako bertempat di pasar Lelea Kec. Lelea Kab.Indramayu.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui situasi dan kondisi keamanan di sekitar pasar serta memantau stabilitas harga sembako, oleh kerena personil Babinsa melakukan interaksi langsung para pedagang dan para pembeli.

Serma Sumardi menambahkan bahwa pelaksanaan monitoring atau pengecekan yang dilakukannya itu sebagai bentuk dan peran setiap personel TNI Angkatan Darat (TNI AD) dalam mengayomi masyarakat.

“Dengan turun ke pasar tersebut, tentunya dapat membuka komunikasi kita dengan pedagang serta pembeli, baik itu soal harga hingga kenyamanan saat belanja di pasar, “tegasnya.

Di dalam berinteraksinya dengan para pedagang dan pembeli yang ada di pasar, ia pun menyarankan kepada pedagang supaya tidak menaikkan harga secara drastis jika terjadi gejolak atau lonjakan harga, meski ada beberapa bahan sembako yang naik, itu masih dalam tahapan normal. 

Misalnya, kenaikan pada harga kebutuhan seperti cabai, bawang merah, minyak goreng, beras, serta lainnya yang sering terjadi belakangan ini, tidak hanya itu, monitoring di pasar juga sebagai upaya untuk menyerap aspirasi yang berkembang di masyarakat terutama harga-harga bahan pokok." ujar Serma Sumardi.
Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

22.19.00 ,

 


Indramayu Today - Dihadapkan pada bulan puasa seperti sekarang ini, biasanya harga bahan pokok dan bahan lainnya mengalami kenaikan harga, sehingga sedikit banyak akan membawa dampak di kalangan masyarakat yang akhirnya merepotkan para konsumen untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Koramil 1605 Sukagumiwang melalui para Bintara Pembina Desa (Babinsa) mengadakan pemantauan dan pengecekan secara langsung ke pasar-pasar tradisional di wilayah kec Sukagumiwang 

Seperti yang dilakukan oleh anggota Koramil 1605 Sukagumiwang Bintara Pembina Desa (Babinsa) Praka Rusmin Nuryadin, turun ke Pasar Tradisional melaksanakan pemantauan harga kebutuhan Pokok masyarakat maupun bahan lainnya dihadapkan pada bulan puasa tahun 1445 H/2024 M di jambe Kec. Kertasemaya Kab.Indramayu.

Sambil bersenda gurau dengan para penjual, Babinsa menanyakan berbagai harga kebutuhan pokok baik beras, gula, minyak goreng, telur, daging, susu, indomie, sirup serta lainnya.

Dari hasil pantauannya, rata-rata harga bahan kebutuhan masyarakat masih stabil. “Sesuai pantauan saya, rata-rata harga kebutuhan warga terutama bahan sembako yang ada di pasar Jambe ini masih stabil.

Memang ada beberapa bahan kebutuhan yang naik, tapi itu masih dalam batas kewajaran, “Hasil pantauan ini langsung saya laporkan ke Komando Atas”, jelasnya.

Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

01.21.00 ,

 


Indramayu Today - Polres Indramayu jajaran Polda Jabar bersama Kodim 0616/Indramayu dan PCNU Indramayu Launching Bazar Murah Ramadhan.

Acara Bazar Murah Ramadhan dilaksanakan di depan Masjid Al-Ikhlas Ds. Dukuh Jeruk Kec. Karangampel Minggu Sore 31 Maret 2024

Dalam kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Indramayu, AKBP Dr. M. Fahri Siregar, S.H., S.I.K., M.H dan Danramil 1608 Karangampel Kapten Inf Effendi 

Selain itu sejumlah tokoh agama dan masyarakat, termasuk KH. Muhammad Mustofa sebagai Ketua PCNU Kabupaten Indramayu,diwakilkan H. Rahmat Koliq, Ketua Anshor Kabupaten Indramayu S Edi Fauzi, serta sekitar 500 undangan dari perwakilan warga Kecamatan Karangampel, Pengurus Muslimat, dan Fatayat

Danramil Karangampel Kapten Inf Effendi, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya bazar murah Ramadhan tahun 2024 di Kecamatan Karangampel 

“Kegiatan Launching Bazar Murah Ramadhan 2024 merupakan sinergitas TNI-POLRI dan PCNU Indramayu dengan Tema Berkah Ramadhan Jalin Kebersamaan,” kata Kapten Inf Effendi

Pada acara tersebut dilakukan pengguntingan pita oleh Ketua PCNU Indramayu, didampingi oleh Wakapolres dan Danramil Kapten Inf Effendi 

Selanjutnya, dilakukan penyerahan secara simbolis paket sembako murah kepada 540 orang peserta dengan harga spesial Rp. 100.000, padahal harga sebenarnya adalah Rp. 150.000. 

“Paket sembako tersebut berisi beras 5 kg, minyak 2 kg, gula 1 kg, susu 2 kaleng, teh 2 box, dan kerupuk udang 1 bungkus,” tambah Danramil 

Acara bazar murah Ramadhan ini merupakan bentuk kepedulian dan kolaborasi antara pihak PCNU, Kodim 0616 Indramayu, dan Polres Indramayu untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok selama bulan suci Ramadhan dengan harga yang terjangkau. 

“Hal ini juga menjadi wujud nyata dari semangat kebersamaan dan gotong royong di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya.

Danramil Kapten Inf Effendi , juga menyampaikan harapannya kepada masyarakat untuk dapat memanfaatkan bazar murah ini dengan sebaik-baiknya. 

“Acara ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan membawa berkah bagi masyarakat di bulan suci Ramadhan,” ucap Kapten Inf Effendi.***

Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

23.14.00 ,

 


Indramayu Today - Babinsa Desa Gunungsari Serma Casmadi, anggota Koramil 0616-05/Sukagumiwang melaksanakan kegiatan Pendataan harga bahan pokok di toko dan warung kecil Desa Tulungagung

Serma Casmadi, menjelaskan Kegiatan ini juga sebagai antisipasi peredaran bahan makanan yang mengandung zat berbahaya dan sudah kadaluarsa.

“Patroli dilakukan untuk mengantisipasi penimbunan sembako,” ujar Serma Casmadi 

Namun secara umum ketersediaan sembako masih cukup memadai. Babinsa akan terus melakukan patroli untuk mengantisipasi kelangkaan sembako selama bulan Ramadhan.kata Serma Casmadi

Selain itu, Babinsa juga melakukan himbauan kepada pedagang dan pengunjung untuk waspada tindak kejahatan seperti peredaran uang palsu dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan meminta masyarakat untuk melapor apabila melihat atau mengalami tindak kejahatan disekitar Mereka.*
Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget