Sorotan keras datang dari legislator DPRD Kabupaten Indramayu, Anggi Noviah, usai Rapat Paripurna. Dalam keterangannya kepada awak media, Anggi mengungkapkan bahwa kebobrokan PDAM saat ini sudah menjadi agenda dan perhatian serius lintas fraksi di DPRD, termasuk PDI Perjuangan dan Golkar.
"Hampir tiga fraksi menyatakan bahwa air PDAM keruh dan tarifnya mahal. Kinerja Direktur PDAM hari ini sudah menjadi sorotan khusus. Harusnya sadar diri untuk membenahi, bukan malah membuat pelayanan makin buruk," tegas Anggi.
Menurutnya bahwa Kondisi di lapangan menunjukkan dampak sosial yang kian parah. Dalam hal ini Anggi membeberkan aduan masyarakat yang dinilainya sangat menyayat hati, di mana seorang tukang ojek sampai nekat menggadai sepeda motornya hanya agar mampu membayar tunggakan air PDAM yang melonjak tinggi.
"Tak hanya soal keluhan air keruh, ditemukan pula dugaan ketidaksesuaian antara angka meteran fisik dengan tagihan elektronik konsumen. Hal ini menimbulkan kecurigaan adanya kelebihan pembayaran yang merugikan ratusan ribu pelanggan," Cetusnya.
Terkait langkah konkrit perbaikan, Anggi juga telah mengusulkan pembentukan Pansus atau penggunaan Hak Angket untuk menyelidiki secara menyeluruh tata kelola BUMD tersebut mulai dari manajemen produksi, penetapan tarif, hingga transparansi anggaran pengadaan bahan kimia.
Namun, langkah pembentukan Pansus tersebut terganjal oleh sikap pimpinan DPRD yang dinilai enggan merespons surat usulan fraksi.
"Saya tidak mengerti kenapa Ketua DPRD ini lagi dalam kondisi 'cacat', buta dan tuli. Banyak masukan anggota, bahkan dari Fraksi Golkar sendiri sudah kirim surat minta Pansus, tapi kenapa tidak pernah dibacakan di Paripurna? Ada kemesraan apa yang terjalin antara Ketua DPRD dengan Direktur PDAM?" cecar Anggi.
Melalui penggunaan Hak Angket selama 60 hari kerja, Anggi berharap dapat melibatkan Aparat Penegak Hukum (APH) guna melakukan inspeksi mendadak (sidak) serta memeriksa seluruh dokumen keuangan dan kemitraan pihak ketiga di PDAM.
"Saya mendesak agar Pimpinan Dewan segera menindaklanjuti aspirasi masyarakat ini dan tidak lagi "tutup mata" terhadap jeritan warga Indramayu," Pungkasnya.
Pena | By. | Adam P |
Editor | By. | Adam P |
Foto/Video | By. | Adam P |

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.