Bermula dari Sengketa Lahan Sawah
Menurut keterangan korban, konflik keluarga ini sudah berlangsung selama kurang lebih tiga tahun. Pemicu utama perselisihan berawal dari persoalan tanah sawah milik korban yang dibelinya dari kakak tertuanya.
"Tanpa izin dan persetujuan dari kami, lahan sawah tersebut secara sepihak diukur, dipatok, dan digadaikan kepada pihak lain oleh oknum bernama K dan P," Ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya Tidak hanya kehilangan hak pengelolaan lahan, hasil dari sawah tersebut juga terus-menerus diambil oleh mereka, yang memicu kekesalan mendalam bagi korban.
Aksi Perusakan Tanaman dan Cekcok Mulut
Ketegangan keluarga ini kian memuncak setelah korban berulang kali mendapati tanaman hias di pekarangan rumahnya dirusak secara sengaja dan beberapa pot miliknya hilang.
Saat korban berusaha mencari pot yang hilang ke area belakang rumah, ia melihat kakaknya dan langsung melayangkan teguran. "Teguran tersebut seketika menyulut adu mulut dan cekcok yang hebat di antara keduanya," Jelasnya.
Penganiayaan Menggunakan Pecahan Piring
Situasi semakin tidak terkendali ketika anggota keluarga lain berinisial Solika, yang saat itu sedang menggendong dan menyuapi cucunya, ikut terlibat dalam pertengkaran tersebut.
Dalam kondisi emosi yang memanas, pertikaian verbal tersebut berubah menjadi kontak fisik. Ia mengatakan Piring yang sedang dipegang oleh Solika pecah, dan pecahan tajam tersebut dihantamkan ke arahnya.
"Akibat kejadian ini, saya mengalami luka robek yang cukup lebar dan pendarahan parah di bagian tangan," Katanya.
Warga sekitar yang mendengar keributan segera datang ke lokasi untuk melerai, sementara korban langsung dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis atas luka robek yang dideritanya. Kasus pertikaian keluarga dan dugaan penganiayaan ini kini tengah menjadi perhatian pihak terkait.
Pena | By. | Aji AP |
Editor | By. | Aji AP |
Foto/Video | By. | Aji AP |

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.