Pimpinan KAINA Indonesia Teguh Adikoesoemah menyampaikan bahwa sebagai lembaga pelatihan, pihaknya berharap para peserta didik ke depan bisa lebih memahami seluruh proses persiapan kerja ke luar negeri. Kesiapan tersebut meliputi penguasaan bahasa hingga keahlian teknis yang matang agar mampu beradaptasi dengan baik.
"Mudah-mudahan ke depan KAINA Indonesia bisa lebih baik lagi," ujarnya saat memberikan keterangan kepada awak media.
Kolaborasi Budaya dan Persiapan Kerja
Dalam kesempatan ini Teguh menyebut, bahwaTema Japanese Culture Festival yang diangkat tahun ini bukan tanpa alasan. Acara ini bertujuan untuk mengkolaborasikan kebudayaan Jepang dan Indonesia. Melalui pengenalan budaya ini, para calon pemagang diharapkan tidak mengalami gegar budaya (culture shock) saat tiba di negara tujuan. Selain itu, mereka juga diharapkan tetap mampu mempertahankan kebudayaan asli Indonesia selama bekerja di sana.
Terkait perbedaan dengan tahun-tahun sebelumnya, Teguh memaparkan bahwa pihak manajemen menyebutkan adanya penambahan kegiatan luar ruangan (outdoor) yang melibatkan seluruh keluarga besar LPK KAINA. Di samping itu, LPK KAINA juga tengah mempersiapkan rencana peluncuran Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang saat ini tinggal menunggu proses kebijakan terkait siswa.
Berangkatkan Ribuan Peserta
Sebagai lembaga yang fokus pada penyiapan SDM, LPK KAINA Indonesia menjalin kerja sama dengan beberapa Sending Organization (SO) resmi untuk proses pemberangkatan. Hingga saat ini, tercatat ada sekitar 3.000 peserta yang telah diberangkatkan ke Jepang melalui mitra SO tersebut khusus untuk periode tahun ini.
"Jika diakumulasikan selama 9 tahun berdiri, total alumni yang berhasil diberangkatkan sudah mencapai sekitar 4.000-an peserta, di mana para pekerja migran ini umumnya dikontrak untuk bekerja di Jepang selama kurun waktu 3 hingga 5 tahun," Paparnya.
Perbedaan Program Magang dan Tokutei Ginou
Dalam hal ini Teguh menyebut, mengenai perbedaan mendasar antara program Magang (Kenshuusei) dan program Pekerja Berketerampilan Spesifik (Specified Skilled Worker atau Tokutei Ginou).
"Kalau program magang, peserta tidak mutlak harus mencapai level bahasa Jepang N4 atau sertifikat tertentu seperti JFT dan SSW. Sementara untuk program kerja Tokutei Ginou, mereka diwajibkan untuk lulus ujian JFT dan SSW terlebih dahulu sebelum diberangkatkan," pungkasnya.
Pena | By. | Adam P |
Editor | By. | Adam P |
Foto/Video | By. | Adam P |

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.