Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Indramayu H. Efendi saat ditemui si riang kerjanya menyampaikan, Secara keseluruhan, rangkaian ibadah haji ini akan memakan waktu kurang lebih selama 42 hari.
Ia menyebut bahwa Mayoritas jemaah haji asal Indramayu yang berangkat tahun ini rata-rata berada pada usia 50-an tahun. Meski demikian, terdapat pula jemaah berusia belia yang ikut berangkat.
"Hingga saat ini, belum ada laporan jemaah haji Indramayu yang meninggal dunia di Arab Saudi, namun tercatat ada jemaah yang meninggal dunia di Tanah Air sebelum jadwal keberangkatannya," Kayanya, Selasa, 19/5/2026.
Untuk memastikan keselamatan dan kesehatan para jemaah, Efendi memastikan bahwa petugas haji terus melakukan pemantauan secara berkala. Menurutnya Proses monitoring dan laporan kondisi jemaah dilakukan secara intensif melalui grup komunikasi di telepon seluler (HP).
Terkait kondisi kesehatan, pihak penyelenggara menyebut adanya jemaah yang sakit merupakan hal yang manusiawi.
"Secara keseluruhan, jemaah pada kloter yang dipantau telah menyelesaikan rukun ibadah umrah wajib," Ujarnya.
Ia mengimbau untuk memperhatikan cuaca, mengingat saat ini Arab Saudi mulai memasuki cuaca yang lebih dingin. Puncak cuaca panas biasanya terjadi pada bulan September hingga Oktober, sementara suhu terdingin (menusuk) terjadi pada bulan Januari hingga Februari.*
"Antusiasme warga Indramayu untuk beribadah haji masih sangat tinggi, yang berimbas pada panjangnya antrean keberangkatan," Tuturnya.
Saat ini, masa daftar tunggu (waiting list) haji untuk wilayah Indramayu telah mencapai 29 tahun. Sedangkan Terkait fluktuasi jumlah jemaah dari tahun ke tahun, hal ini dipengaruhi oleh sistem penentuan kuota yang baru.
"Saat ini, kuota jemaah haji tidak lagi dihitung berdasarkan rasio jumlah penduduk, melainkan murni berdasarkan urutan nomor porsi pendaftaran." Ujarnya.
Menurutnya Sistem urut porsi ini menyebabkan kuota daerah setiap tahunnya menjadi tidak pasti (bisa lebih kecil).
'Imbas dari penerapan sistem ini, provinsi Jawa Barat dilaporkan sempat kehilangan jatah kuota hingga 9.080-an jemaah." Pungkasnya.
Pena | By. | Aji AP |
Editor | By. | Aji AP |
Foto/Video | By. | Aji AP |

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.