Dalam kesempatan itu, Ruslandi menyampaikan bahwa dirinya mendatangi TKP untuk memvalidasi keterangan yang disampaikan oleh Priyo di persidangan terkait kasus pembunuhan almarhum Budi Awaludin.
"Langkah ini merupakan inisiatif saya sendiri untuk membela Priyo agar fakta yang orisinal dan sebenar-benarnya atas peristiwa pembunuhan ini dapat terbuka secara terang-benderang." Ujarnya.
Menurut Ruslandi, Berdasarkan keterangan Priyo yang disampaikan secara rinci dan runut, pihaknya mendatangi TKP awal yang merupakan sebuah toko.
Ia menambahkan bahwa Saat ini, tim Inafis sedang melakukan olah TKP di toko tersebut untuk memastikan ada tidaknya jejak-jejak kekerasan yang menyebabkan hilangnya nyawa Budi Awaludin.
"Dari hasil pengecekan, didapati adanya jejak-jejak kekerasan di lokasi tersebut." Jelasnya.
Selain itu kata dia, terdapat barang yang hilang di toko, yakni beberapa minyak goreng, yang mana hal ini juga telah dikonfirmasi oleh saksi bernama Julerpi.
Kronologi dan Modus Operandi
Dari hasil penelusuran di lapangan, Ruslandi menyebut terungkap modus yang digunakan pelaku untuk memancing korban keluar dari rumah.
"Awalnya, tersangka Ririn mengajak Budi Awaludin berjalan kaki menjauh dari rumah Budi menuju toko," Tuturnya.
Berdasarkan keterangan Priyo, Ririn membujuk Budi dengan dalih bahwa akan ada pasokan minyak goreng yang datang pada pukul 1 dini hari.
Saat itu juga Ririn mengajak korban untuk mengecek kapasitas ruangan toko guna memastikan apakah muat untuk menyimpan minyak goreng tersebut atau tidak.
"Alasan tersebut diketahui hanya sebagai trik untuk memancing pergerakan almarhum Budi ke arah toko." Ujarnya.
Lalu kata Ruslandi, Pada saat yang bersamaan, Priyo datang menyusul menggunakan sepeda motor, sehingga mereka bertiga akhirnya berada di lokasi kejadian.
Pemindahan Jenazah ke TKP Kedua
Setelah dieksekusi di toko, jenazah korban kemudian dipindahkan oleh para pelaku ke lokasi lain.
"Jarak dari toko (TKP pertama) menuju rumah Pak Haji Syahroni (TKP kedua) berjarak sekitar 120 meter." Katanya.
Berdasarkan keterangan, jenazah almarhum Budi dibawa ke rumah tersebut pada keesokan harinya, tepatnya setelah malam lewat (malam Sabtu menuju Minggu).
"Para pelaku memindahkan jenazah tersebut dengan menggunakan mobil pikap atau colt bak terbuka." Pungkasnya.
Pena | By. | Aji AP |
Editor | By. | Aji AP |
Foto/Video | By. | Aji AP |

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.