CLOSE ADS
CLOSE ADS

Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Paoman Indramayu banyak ditemukan Sidik Jari, Toni RM : PR buat Kapolres, Ungkap itu sidik jari

Jurnalpelita - Proses persidangan yang ke tiga kasuspembunuhan satu keluarga di Papan Indramayu dengan agenda mendengarkan saksi yakni Niko, Mega kerabat korban dan Denis dari Inafis Polres Indramayu, pada persidangan kali ini saksi Niko menerangkan, dirinya pernah mendengar dan diperkenalkan oleh almarhum Budi pada tahun 2010 dengan yang namanya Joko.

Menanggapi hal itu, Toni RM selaku kuasa hukum Prio dan Ririn menduga ada pelaku lain yaitu Joko. Menurut Toni hadirnya Niko dapat dikonfirmasi bahwa Budi mempunyai teman yang namanya Joko. "Hanya saja ketika saya tanya ciri-cirinya, saksi Niko ini lupa, Tetapi tinggi badannya ketika saya tanya 168 cm berdasarkan keterangan si Prio," Katanya saat usai menghadiri sidang di Pengadilan Negeri Indramayu. Rabu, 1/4/2026.

 Selain itu menurut Toni, saksi Denis dari Inafis menerangkan bahwa di tempat kejadian perkara (TKP) banyak ditemukan sidik jari, namun Toni menyayangkan karena ketika ditanya kenapa sidik jari banyak itu tidak dapat diidentifikasi, Denis beralasan tidak sempurna. Meski demikian Denis membenarkan bahwa di TKP banyak sidik jari, terutama di pintu yang mau ke garasi.

"Nah, berdasarkan keterangan Prio yang saya gali, empat orang itu memang pada pakai sarung tangan. Dan jelas loh Prio mengatakan kepada saya itu Aman Yani pakai sarung tangan biru, Yoga dan Hadi pakai sarung tangan hitam, dan Joko juga pakai sarung tangan. Dan semuanya hampir lewat garasi," Paparnya.

Toni mambahkan, berdasarkan keterangan dari Prio bahwa mereka pada lewat garasi dan di garasi itu menurut keterangan Denis banyak sidik jari namun tidak sempurna. Dalam hal ini Toni menyayangkan karena Inafis tidak mampu mengidentifikasi banyaknya sidik jari tersebut. 

Untuk itu Toni mendorong agar pihak polisi di Indramayu harus benar-benar bekerja untuk menggali dan mengungkap sidik jari yang belum teridentifikasi tersebut.

"Ini PR buat Kapolres Indramayu. Ungkap itu! Ada sidik jari, ada nama disebut, cocokkan tuh! Pembanding nama Aman Yani, Joko, Hadi dan Yoga," Ujarnya.

Selain itu, bukti kuat lainnya adalah, Toni mengungkapkan bahwa sebelum kejadian Almarhumah Euis menelpon Teti yang merupakan Ibu dari Euis. Toni menjelaskan bahwa ibunya Euis menyampaikan kepada dirinya lewat telepon, bahwa pada malam Jumat sebelum kejadian tanggal 28 malam, Teti mendapat telepon dari Euis, Lalu dalam komunikasi telepon itu, terdengar suara berisik banyak orang. Lalu Teti menanyakan kepada Euis tentang keramaian tersebut, lalu Euis pun menjawab bahwa almarhum Budi  kedatangan temannya yaitu Yoga bersama tiga orang lainnya.

"Nah, sehingga, ketika nama Yoga, Aman Yani, Hadi dan Joko disebut pada agenda nota perlawanan tadi, Teti baru ingat. Nah, di BAP Teti mengaku komunikasi terakhir dengan Euis anaknya itu di jam 18:00 kalau di BAP," Jelasnya.

 Toni menjelaskan bahwa setelah ada kalimat dari Prio yang menyebut nama Yoga, Teti baru ingat. Bahwa setengah jam sebelum kejadian memang ada nama Yoga yang disebut oleh Euis, disampaikan kepada ibunya walaupun ini tidak langsung. "Ini ada temannya Budi, Yoga dan teman-temannya berempat." Kata Toni mnirukan kalimat Ibu kandung Euis.

Toni menambahkan, Ketika Ririn datang ke rumah Budi kemudian diajak keluar oleh Joko, maka di situ kemudian ada Budi, Prio, Aman Yani, Yoga dan Hadi. "Ini cocok! Nah, jadi ini harus digali ini. Nama Yoga ini memang muncul ada pada saat sebelum kejadian berdasarkan keterangan informasi dari ibunya Euis," Pungkasnya.


Pena  
 By.
Aji AP
Editor
By.
Aji AP
Foto/Video
By.
Aji AP

Toni RM selaku kuasa hukum Prio dan Ririn menduga ada pelaku lain yaitu Joko. Menurut Toni hadirnya Niko dapat dikonfirmasi bahwa Budi mempunyai teman

April 01, 2026

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget