Berita Tentang "Sport"
CLOSE ADS
CLOSE ADS

Jurnalpelita - INDRAMAYU - Cabang olahraga yang bernaung di bawah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Indramayu masih menunggu support anggaran yang dijanjikan oleh Pemerintah Kabupaten Indramayu. 

Informasinya, anggaran yang akan dikucurkan kepada 34 cabang olahraga sebesar Rp 4 Milyar. Angka ini akan memenuhi kebutuhan atlet, pelatih dan kebutuhan lainnya dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat yang akan digelar di tiga tempat yakni kota Bekasi, Bogor dan Depok pada bulan November mendatang.

Sejumlah cabang olahraga masih menunggu kucuran anggaran untuk memenuhi kebutuhan atlet yang akan berlaga dalam ajang kompetisi olahraga tingkat Jawa Barat tersebut. Dimana ajang ini biasanya dikaitkan dengan prestise kabupaten dalam mendulang medali atletnya.

Sekretaris Umum Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kabupaten Indramayu Ade mengatakan anggaran bagı atlet dan pelatih merupakan urat nadi keberlangsungan hidup untuk menuju prestasi yang maksimal. 

Menurut Ade, pihaknya masih menunggu alokasi anggaran yang akan digelontorkan oleh Pemkab Indramayu. 

"Kita masih menunggu. Anggaran itu bagi kami urat nadi dalam memacu prestasi atlet," jelas Ade yang juga pelatih senior sepak takraw di kabupaten Indramayu.

Sembari menunggu cairnya anggaran tersebut, Ade tetap melatih atlet atlet sepak takraw andalan Indramayu yang akan berlaga pada ajang Porprov Jawa Barat. 

Tak berbeda dengan cabor sepak takraw, cabang olahraga Judo melalui ketua Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Kabupaten Indramayu Edi Sunaryo menjelaskan organisasinya juga masih menunggu kucuran anggaran yang awalnya akan cair pada bulan Mei ini. 

Edi mengatakan kucuran dana itu sangat bermanfaat bagi keberlangsungan atlet dalam mengukir prestasi dan mengharumkan nama kabupaten Indramayu dikancah prestasi olahraga nasional.

"Jujur untuk Judo sangat bergantung pada anggaran yang dialokasikan oleh Pemkab Indramayu. Apalagi kita tidak punya bapak angkat," kata Edi Sunaryo.

Edi merinci, berdasarkan informasi yang diterima sekretaris KONI Kabupaten Indramayu Maman Kostaman, Pemkab Indramayu akan mencarikan anggaran untuk kebutuhan Porprov 2026 pada bulan ini. 

"Bila meleset, akan kita ajak cabor cabor lainnya untuk bersama sama duduk bareng membahas ini sejauh mana kepedulian Pemkab Indramayu dalam mengangkat prestasi olahraga," tegas Edi.

Ketergantungan anggaran ini, kata Edi, juga berpengaruh pada potensi atlet dalam peningkatan prestasi. Selama ini, untuk berlatih saja, atlet menggunakan sarana sendiri di Kecamatan Arahan. 

"Alhamdulillah, judo masih mampu menyumbang empat perunggu pada Porprov tahun lalu. Terlebih bila support anggaran dari Pemkab Indramayu dapat terealisasi pasti atlet akan bersemangat," terangnya.

Ketergantungan anggaran ini juga dirasakan sama oleh cabor cabor lainnya yang bernaung dibawah organisasi induk Komite Olahraga Nasional Indonesia) Kabupaten Indramayu. Terlebih, event Porprov XV Jawa Barat akan berlangsung dalam beberapa bulan kedepan dan diperlukan persiapan yang matang dan maksimal serta dukungan finansial dari Pemerintah Kabupaten Indramayu (*)


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi


Jurnalpelita - Momen kegiatan Kejuaraan Pencak Silat Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (POPKAB) Kabupaten Indramayu tahun 2026 diselenggarakan dengan sukses dan berjalan kondusif sesuai rencana, aman, dan tertib.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Haji Fajar selaku ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Indramayu menuturkan, kegiatan yang diselenggarakan selama 3 hari ini berjalan lancar karena kerja sama yang kompak antara semua ketua perguruan, pengurus IPSI, panitia, dan jajaran pemerintahan yang terkait.

"Saya selaku Ketua IPSI Kabupaten Indramayu menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah membantu berjalannya kejuaraan ini. Adapun output dari kejuaraan ini adalah sebagai bahan inventarisir atlet oleh IPSI Kabupaten Indramayu untuk event-event ke depan." Ujarnya.

Ia menambahkan pada Event ke depan banyak yang akan dihadapi. Dalam waktu yang sangat pendek ini, pihaknya akan menghadapi kejuaraan Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah (POPWILDA) 2026 untuk anak usia remaja dan pra-remaja.

Kemudian setelah itu, pihaknya akan melaksanakan Pekan Olahraga Provinsi  (PORPROV) tahun 2026.

"Mohon doanya kepada semua jajaran, semua pihak, untuk terus mendukung kegiatan Pencak Silat Kabupaten Indramayu." Harapnya

Sementara Untuk kategori pada kejuaraan ini diikuti oleh Usia Dini 2, Usia Dini 1, Pra-Remaja, dan Remaja yaitu mulai dari anak SD kelas 3 sampai SMP.

Dalam hal ini Untuk evaluasi keseluruhan,  dari hari pertama sampai hari ini selesai, banyak calon bibit atlet yang sangat potensial. Baik di Usia Dini 2, Dini 1, maupun Pra-Remaja. "kita melihat perkembangan pencak silat yang sangat bagus di Kabupaten Indramayu." Ujarnya.

Sementara peraih juara kategori dan juara umum untuk masing-masing tingkatan. Diraih oleh Perguruan Birawa Anoraga, Gagak Muara, PSHT, Merpati Putih, dan Tapak Suci.

"Mereka berhasil membawa piala-pialanya, begitu juga dengan perguruan lainnya." Tuturnya

Sedangkan Untuk persiapan menjelang POPDA, hasil dari POPKAB ini nantinya di bulan akhir Juni atau awal Juli, atlet-atlet terpilih akan diberikan pembinaan melalui pemusatan latihan atau training center.

"Ya, untuk di PORPROV target kita emas. Kalau di POPWILDA, insyaallah kita optimis bisa meraih hasil terbaik." Pungkasnya.

Dari data yang dihimpun peraih juara dari berbagai kategori adalah :

PESILAT TERBAIK KATEGORI REMAJA

Ranu Adi Laga (Bhirawa Anoraga)
Syafa Alika Fisilmi (Gagak Muara)

PESILAT TERBAIK KATEGORI PRA REMAJA

Damar Sahrul Ramadhan (Psht 1922 Indonesia)
Arynza Prava Setyadi (PSHT Indramayu)

PESILAT TERBAIK KATEGORI USIA DINI

Kelvin Dwi Adinata (Bhirawa Anoraga)
Nazihah Afifah (Tapak Suci Indramayu)

JUARA UMUM KATEGORI USIA DINI

Juara Umum 1 : Bhirawa Anoraga (10 Emas, 5 Perak, 3 Perunggu)
Juara Umum 2 : Gagak Muara (9 Emas, 12 Perak, 3 Perunggu)
Juara Umum 3 : PSHT 1922 Indonesia (8 Emas, 3 Perak, 2 Perunggu)

JUARA UMUM KATEGORI PRA REMAJA

Juara Umum 1 : PSHT Indramayu (11 Emas, 14 Perak, 13 Perunggu)
Juara Umum 2 : Tapak Suci Indramayu (4 Emas, 1 Perak)
Juara Umum 3 : Gagak (3 Emas, 2 Perak)

JUARA UMUM KATEGORI REMAJA

Juara Umum 1 : PSHT Indramayu (6 Emas, 6 Perak, 7 Perunggu)
Juara Umum 2 : Merpati Putih (5 Emas, 2 Perak, 5 Perunggu)
Juara Umum 3 : Gagak Muara (2 Emas, 4 Perak, 4 Perunggu)

JUARA UMUM FAVORIT

Juara Umum 1 : PSHT Indramayu (21 Emas)
Juara Umum 2 : Bhirawa Anoraga (15 Emas)
Juara Umum 3 : Gagak Muara (14 Emas)


Pena  
 By.
Jidam P
Editor
By.
Jidam P
Foto/Video
By.
Jidam P



Jurnalpelita - – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Indramayu kini memasuki tahap krusial dalam mempersiapkan kontingen menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 yang dijadwalkan berlangsung 7 hingga 20 November 2026 dengan Kota Bekasi, Kota Bogor, dan Kota Depok sebagai tuan rumah bersama.  

Sebanyak 34 cabang olahraga (cabor) dipastikan lolos Babak Kualifikasi (BK) dan siap mengibarkan bendera Indramayu di ajang bergengsi tingkat provinsi tersebut.

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Indramayu, Herman Indra Susanto kepada wartawan menegaskan bahwa di tahap awal usai dirinya dilantik tengah melakukan sinkronisasi data atlet melalui portal pendaftaran terbaru. Seluruh pengurus cabor akan dipanggil untuk memastikan keakuratan data sebelum keberangkatan ke Porprov. 

Selain itu, kata Herman, tes kemampuan fisik akan segera digelar sebagai tolok ukur kebugaran atlet. Ia menekankan bahwa setiap cabang olahraga memiliki standar fisik berbeda, sehingga tes akan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing.

 “Kami sudah memiliki benchmark, tes ini penting untuk memastikan kesiapan atlet sebelum bertanding,” ujar Herman, Jumat 1 Mei 2026.

Dalam kesempatan itu Herman juga menuturkan bahwa KONI Indramayu menetapkan target 17 medali emas, meningkat satu medali dari capaian Porprov sebelumnya. Target ini dianggap realistis setelah melalui diskusi dengan pengurus cabor. 

Beberapa cabang unggulan yang diharapkan menyumbang emas antara lain voli pantai,  pencak silat, renang, perbakin, terjun payung, kempo, tarung derajat, taekwondo, dan basket.

“Target ini bukan sekadar angka, melainkan hasil analisis potensi dari cabor unggulan yang selama ini konsisten berprestasi,” jelas Herman.

Dikatakannya juga, persoalan anggaran menjadi tantangan tersendiri. KONI Indramayu telah mengusulkan dana sebesar Rp4 miliar untuk kebutuhan dasar atlet, mulai dari makan, penginapan, hingga persiapan teknis. Selain itu, insentif bulanan sebesar Rp200 ribu bagi atlet lolos Porprov juga diusulkan sejak Januari hingga Oktober 2026.

Tambahan dana pembinaan sekitar Rp1 miliar akan direalisasikan pada Mei, dengan pembagian berdasarkan target medali tiap cabor. Skema ini diharapkan menjadi bentuk apresiasi terhadap potensi prestasi. 

“Semakin besar peluang medali, semakin besar pula dukungan pembinaan,” tambah Herman.

Sebagai motivasi tambahan, "ujar Herman, KONI Indramayu mengusulkan kenaikan bonus bagi atlet peraih medali emas. Jika sebelumnya bonus berada di kisaran Rp50 juta, kini diusulkan naik menjadi Rp75 juta untuk emas perorangan. Formulasi final masih menunggu persetujuan, namun langkah ini diyakini akan meningkatkan semangat juang atlet.

Dengan persiapan matang, dukungan anggaran, serta target yang realistis, KONI Indramayu optimistis mampu meningkatkan prestasi di Porprov Jawa Barat 2026 yang akan digelar di Bogor, Depok, dan Bekasi.

“Indramayu siap bersaing, bukan hanya berpartisipasi. Kami ingin menunjukkan bahwa atlet-atlet daerah mampu berprestasi dan mengharumkan nama kabupaten di tingkat provinsi,” pungkas Herman.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi



Jurnalpelita
 - Indramayu, () - Pelantikan kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Indramayu periode 2026–2030 di Pendopo Indramayu, Rabu (22/4/2026), yang semestinya menjadi momentum penguatan organisasi olahraga, justru meninggalkan tanda tanya besar terkait legitimasi dan soliditas internal.

Acara yang digadang sebagai tonggak awal kepemimpinan baru itu berlangsung tanpa kehadiran Bupati Indramayu, Lucky Hakim. Absennya kepala daerah dalam momen strategis ini dinilai sebagai sinyal lemahnya daya dorong KONI di tingkat kabupaten. Kritik pun bermunculan, bukan hanya soal dukungan eksternal, tetapi juga mengenai kemampuan KONI Indramayu membangun komunikasi politik dan memastikan dukungan penuh dari pemangku kebijakan.

Sejumlah pejabat hadir, di antaranya Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga Indramayu Ahmad Syadali, Ketua Umum KONI Jawa Barat Muhammad Budiana, serta Ketua KONI Indramayu Yogi Kurniawan. Namun kehadiran mereka belum cukup menutup kesan bahwa pelantikan berlangsung tanpa dukungan simbolik yang semestinya bisa diamankan oleh organisasi olahraga terbesar di daerah.

Ketiadaan bupati dalam acara ini memperlihatkan potensi persoalan lebih dalam: lemahnya lobi, komunikasi politik, dan strategi pendekatan yang seharusnya menjadi fondasi awal kepengurusan. Jika sejak pelantikan saja KONI gagal menghadirkan dukungan simbolik dari pucuk pimpinan daerah, maka wajar jika muncul keraguan terhadap kemampuan mereka memperjuangkan hal-hal lebih besar seperti anggaran, fasilitas, dan kebijakan olahraga.

Pelantikan yang mestinya menjadi panggung menunjukkan kekuatan organisasi justru berbalik menjadi indikator rapuhnya konsolidasi. Tanpa legitimasi kuat dan dukungan solid, KONI Indramayu berpotensi menghadapi jalan terjal bahkan sebelum program kerja dijalankan. Hingga acara berakhir, tidak ada penjelasan terbuka yang mampu meredam pertanyaan publik. Akibatnya, kepengurusan baru ini bukan hanya dibebani target prestasi, tetapi juga keraguan sejak hari pertama.

Jika kondisi ini tidak segera dibenahi, KONI Indramayu berisiko memulai periode kepemimpinannya dalam bayang-bayang ketidakpercayaan. Situasi ini jelas lebih sulit diatasi dibanding sekadar mengejar medali di arena olahraga. Tantangan terbesar mereka bukan hanya membangun prestasi, melainkan membangun legitimasi dan kepercayaan publik yang sudah goyah sejak awal.

Dampak ke Depan Bagi KONI Indramayu

 Tanpa dukungan penuh dari pemerintah daerah, program pembinaan atlet berisiko tidak berjalan optimal. Anggaran yang seharusnya dialokasikan untuk pelatihan, fasilitas, dan kompetisi bisa tersendat jika komunikasi politik tidak segera diperbaiki.

KONI sangat bergantung pada dukungan APBD. Lemahnya legitimasi dan absennya simbol dukungan dari bupati dapat membuat alokasi anggaran olahraga menjadi prioritas rendah. Akibatnya, fasilitas olahraga bisa stagnan atau bahkan menurun kualitasnya.

Atlet, pelatih, klub olahraga, hingga masyarakat luas bisa kehilangan kepercayaan terhadap kepengurusan baru. Jika sejak awal sudah dipertanyakan, maka setiap kebijakan atau program akan lebih mudah diragukan dan sulit mendapatkan dukungan moral.

Minim legitimasi sering kali memicu friksi di dalam organisasi. Kepengurusan baru bisa menghadapi resistensi dari pihak-pihak yang merasa tidak terakomodasi, sehingga energi organisasi lebih banyak tersita untuk meredam konflik ketimbang membangun prestasi.

Indramayu berpotensi kehilangan momentum dalam peta olahraga Jawa Barat. Ketika daerah lain memperkuat konsolidasi, Indramayu justru sibuk dengan isu legitimasi. Hal ini bisa berdampak pada minimnya prestasi di tingkat provinsi maupun nasional.

Dunia usaha dan sponsor biasanya melihat legitimasi organisasi sebelum memberikan dukungan. Jika KONI dianggap rapuh secara politik dan organisasi, maka peluang mendapatkan sponsor atau mitra strategis akan semakin kecil.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksk

Jurnalpelita - Indramayu, Kejuaraan Daerah (Kejurda) Bola Voli Indor putra putri Antar Klub Se Jawa Barat U-18 tahun yang digelar di Kabupaten Garut menjadi sorotan publik, bukan hanya karena semaraknya pertandingan, tetapi juga karena dukungan yang datang tanpa harus mengandalkan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). 

Bupati Lucky Hakim menyampaikan apresiasi mendalam kepada Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Indramayu yang mampu berkontribusi secara nyata dalam penyelenggaraan ajang bergengsi tersebut.

Menurut Lucky Hakim, saat menerima silaturahmi Pengurus PBVSI pada Selasa 7 April 2026, diruang samping Pendopo Indramayu, keikutsertaan PBVSI dalam mendukung Kejurda Garut adalah bukti nyata bahwa organisasi olahraga bisa mandiri dan kreatif dalam mencari sumber daya.

"Saya salut kepada PBVSI. Mereka bisa hadir, ikut andil, dan memberi dukungan penuh tanpa harus menyentuh dana APBD. Ini contoh baik bagaimana olahraga bisa berkembang dengan semangat kebersamaan dan kemandirian,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.

Selain itu, Bupati Lucky Hakim juga mengucapkan terima kasih kepada Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Indramayu, Atang Suwandi, S.STP., M.Si.. yang bersedia menjadi manajer tim bola voli Taksaka Indramayu. 

“Kesiapan itu sebagai bentuk ikut membantu Pemkab Indramayu dalam rangka mensukseskan olahraga. Saya bangga dengan Pak Plt Kadis Atang yang sudah ikut membantu Pemkab. Semoga tim bola voli di bawah naungan Manager Pak Atang sukses tanpa ekses, aminnnn,” ungkap Bupati dengan penuh harapan.

Bupati menekankan bahwa langkah PBVSI dan dukungan dari pejabat daerah seperti Atang Suwandi, sejalan dengan visi pemerintah untuk mendorong kemandirian organisasi olahraga. 

“APBD memang terbatas, dan harus digunakan untuk banyak kebutuhan masyarakat. Jika organisasi olahraga bisa mencari jalan sendiri, itu akan meringankan beban pemerintah sekaligus memperkuat rasa memiliki dari komunitas olahraga itu sendiri,” tambahnya.

Kejurda Bola Voli Jawa Barat kali ini diikuti oleh puluhan tim dari berbagai kabupaten/kota. Atmosfer kompetisi terasa meriah dengan dukungan masyarakat Garut yang antusias menyaksikan pertandingan. PBVSI, melalui jaringan dan kerja sama dengan berbagai pihak, berhasil menghadirkan fasilitas, perangkat pertandingan, serta dukungan teknis yang membuat jalannya kejuaraan semakin profesional.

Selain itu, Lucky Hakim berharap semangat PBVSI dapat menjadi inspirasi bagi cabang olahraga lain di Indramayu.  Ia menilai bahwa keberhasilan Kejurda Garut bukan hanya soal prestasi atlet, tetapi juga tentang bagaimana ekosistem olahraga bisa tumbuh tanpa bergantung sepenuhnya pada anggaran pemerintah. 

“Kita ingin olahraga menjadi gerakan masyarakat, bukan sekadar program pemerintah. PBVSI sudah menunjukkan jalannya,” tegasnya.

Kejurda Bola Voli Jawa Barat di Garut ini diharapkan melahirkan bibit-bibit atlet potensial yang kelak bisa mengharumkan nama daerah di tingkat nasional bahkan internasional. Dengan dukungan PBVSI yang konsisten, serta apresiasi dari pemerintah daerah, masa depan bola voli Jawa Barat diyakini akan semakin cerah.

Ketua PBVSI  Indramayu Uho Al Khudry, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk mendukung perkembangan bola voli di daerah.

 “Kami ingin menunjukkan bahwa PBVSI bisa berdiri di atas kaki sendiri. Dukungan yang kami berikan di Kejurda Garut ini adalah bentuk nyata komitmen kami untuk membangun ekosistem bola voli yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan,” kata Uho.

 Ia menambahkan bahwa keberhasilan penyelenggaraan Kejurda tanpa dana APBD menjadi bukti bahwa olahraga bisa tumbuh dengan semangat gotong royong dan kerja sama lintas sektor.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi



Jurnalpelita - Guna menciptakan kegiatan-kegiatan positif, terutama di bidang olahraga, Lembaga Pendidikan Kerja (LPK) Kaina Indonesia mengajak para pengusaha di bidang lembaga pelatihan kerja ataupun entertainment, Salah satunya ABM Pool untuk bersama-sama terus menciptakan kegiatan-kegiatan positif terutama di bidang olahraga cabang Voli.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Teguh Adi Koesoemah Putra selaku Direktur LPK Kaina Indonesia menuturkan, dalam kesempatan even Kaina Ramadhan Night Volleyball Cup 2026 yang digelar di lapangan Porki, Kelurahan Kepandean, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu ini diikuti oleh peserta dari berbagai desa di Indramayu.

"Yang juara malam ini Mereka tampil bagus, sportif ya, dan wasit pun fair dalam menilai pertandingannya," Jelasnya. Minggu, 9/3/2026 Malam.

Meski kondisi lapangan yang seadanya, namun Teguh mengapresiasi pada para atlet yang semangat untuk bertanding, Ia menyebut bahwa hal itu seharusnya menjadi motivasi untuk pemerintah daerah untuk memperhatikan fasilitas olahraga.

"Karena meski sempat diguyur hujan, para atlet masih semangat untuk bertanding," Tuturnya.

 Sementara pada kesempatan yang sama, Trisula yang sekaligus mantan Ketua Koni menuturkan pada Bidang olahraga yang dikonsepkan ke depan kalau yang berprestasi ranahnya KONI, namun ia berharap bahwa kegiatan olahraga bisa menggeliat lagi, terutama voli.

"Voli kita ini memang banyak potensi, hanya memang sampai hari ini voli indoor masih belum mendapatkan prestasi, kecuali voli pasir. Voli pasir kita sudah main sampai ke SEA Games," Tuturnya.

Ia berharap bahwa voli dengan derbagai even perlombaan, voli indoor bisa menemukan atlet berprestasi. Trisula menilai bahwa Potensi Voli Indoor sangat banyak, sebab dengan kreativitas ini menurutnya bisa menimbulkan gairah, sehingga KONI ke depan yang dipimpin oleh Yogi sekarang bisa lebih baik lagi.

Trisula menambahkan dari semua peserta yang tampil bisa diikutsertakan pada even level tinggi lagi, namun menurutnya kalau di multi-event akan dilihat dari segi usia, sebab Kalau yang sudah usia lewat maka tidak bisa tampil di multi-event baik di Porda atau Nasional.

"Tapi kalau saya lihat tadi ada yang muda-muda yang potensial. Nanti kita serahkan ke pengurus cabangnya supaya bisa diakomodir untuk ikut multi-event di yang akan datang," Ujarnya.

Untuk itu ia berpesan dengan potensi yang luar biasa, ia meminta kepada pengurus yang di cabang olahraga yaitu Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVS) Indramayu harus lebih terbuka bagi yang layak untuk direkrut.

Masih di tempat yang sama, Nur Kholis selaku owner ABM Pool menyampaikan apresiasi kepada even yang diselenggarakan oleh LPK Kaina Indonesia, ia berharap pada even ini terus dilanjutkan. "Saya rasa untuk final tidak mengecewakan ya," Katanya.

Untuk diketahui bahwa pada even ini dimenangkan oleh Surya Jaya Dongkal sedangkan untuk juara ke 2 disabet oleh BTS Tambak.


Pena  
 By.
Adam P
Editor
By.
Adam P
Foto/Video
By.
Adam P



Jurnalpelita - Komite Olahraga Nasional (KONI) Indramayu resmi mengangkat Yogi Kurniawan sebagai ketua yang baru, dalam kesempatan ini Yogi terpilih secara aklamasi yang disepakati oleh 38 Cabang Olahraga (Cabor) yang ada di Indramayu. Kamis, 12/2/2026.

Dalam kesempatan itu, Sebagai Ketua KONI yang baru untuk periode 2026-2030, Yogi Kurniawan memiliki Langkah-langkah awal yang akan dilakukan yaitu sesuai dengan visi dan misi yang sudah diumumkan.

Hal itu disampaikan oleh Yogi Kurniawan saat usai menghadiri Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) XI tahun 2026, ia mengatakan bahwa saat ini fokus membangun kepengurusan dulu.

"Jadi kita mencari orang-orang yang tepat untuk di posisi ini dalam rangka memajukan KONI, mudah mudahan dalam waktu 7 hari ke depan sudah terbentuk," Katanya.

 Ia berharap, sebagai Ketua KONI yang baru, dirinya berharap agar diberikan kekuatan untuk menjadi pribadi yang amanah, dengan tujuan KONI yang ia pimpin saat ini bisa mengantarkan, membantu para cabor, khususnya atlet-atletnya untuk bisa lebih berprestasi.

"Ini tentu perlu sebuah perumusan yang lebih dalam bersama dengan pengurus yang lama juga kita akan kolaborasi," Tuturnya. 

Yogi menambahkan, dirinya juga akan membangun kepengurusan baru yang kompeten, dari situ ia akan membuat program kerja yang tentu akan lebih melihat daripada kebutuhan atlet itu sendiri. "Kita akan dorong dengan program-program kerja yang insyaallah akan mengantar mereka ke prestasi yang lebih baik," Ujarnya.

Sementara dalam kesempatan yang sama, Trisula selaku ketua yang lama menyampaikan apresiasi dan menaruh harapan bagi ketua yang baru. "Mudah-mudahan selama dipimpin oleh Yogi Kurniawan, KONI Indramayu mendapatkan prestasi yang lebih baik," Harapanya.

Masih di tempat yang sama, Maman Kostaman selaku Ketua Pelaksana Musorkab menuturkan, setelah rapat pleno diperluas, dan dari hasil pendaftaran ternyata yang mendaftar hanya satu orang yaitu Yogi Kurniawan dan ditutup pada tanggal 8 lalu.
Maman Kostaman Ketua Pelaksana


Dalam hal ini Maman menjelaskan bahwa pemilihan ketua disepakati menggunakan metode secara kuorum, dari total 40 yang punya hak suara, dan 38 menyatakan yang hadir, sedangkan yang dua tidak hadir yaitu dari bulu tangkis dan dari cabang bola voli.

"Alasan ketidakhadirannya saya nggak tahu, tapi sudah diundang oleh kita secara layak, sedangkan 38 cabor yang hadir itu menyatakan bahwa musyawarah mufakat," Tuturnya.

Maman menegaskan, bahwa dalam ketentuan ini harus disetujui oleh dua per tiga dari 42 suara dan 40 cabor yang punya suara, lalu KONI Jawa Barat punya satu suara, dan KONI demisioner satu suara jadi 42.

"Jadi jumlah 38 sudah melebihi, padahal kuorum itu kan hanya 28." Pungkasnya.


Pena  
 By.
Editor
By.
Aji Adam
Foto/Video
By.
Aji Adam



Jurnalpelita - Indramayu,  Musyawarah Cabang (Muscab) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Indramayu sukses  digelar di komplek GOR Dharma Ayu sport Center Indramayu. Selasa, 10/2/2026.

Muscab FPTI merupakan agenda tertinggi tingkat kabupaten Indramayu dengan tujuan untuk memilih ketua umum di periode tahun 2026- 2030 dan juga pengurus baru.

Giat tersebut juga mengevaluasi laporan pertanggungjawaban periode sebelumnya, serta merumuskan program kerja strategis. Kegiatan ini juga bertujuan memperkuat soliditas organisasi dan pembinaan atlet lokal. Selasa 10/02/2026.

Nampak hadir pada Muscab FPTI tersebut peserta Organisasi panjat tebing, Pecinta Alam se- Kabupaten Indramayu, Atlet FPTI Kabupaten Indramayu, dan pengurus FPTI Kabupaten Indramayu.

Dalam kesempatan itu, Ketua umum FPTI terpilih Marif Yoga Yanda Perdana, menyampaikan bahwa muscab FPTI merupakan salah satu momentum memulai babak baru kepengurusan FPTI Kabupaten Indramayu 

"Saya sebagai ketua FPTI terpilih masa bakti 2026 - 2030 akan selalu mendorong teman-teman atlet," Katanya.



Ia menyebut, bahwa Kegiatan ini merupakan langkah awal buat teman-teman untuk menunjukkan prestasi di olahraga panjat tebing agar semakin maju dan mampu mencatat prestasi di setiap perlombaan panjat tebing.

"Mari kita bersama - sama di kepengurusan baru agar ke depan bisa bekerjasama dalam memajukan olahraga prestasi di Bumi wiralodra Kabupaten Indramayu," Pungkasnya..

Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi



Jurnalpelita - Indramayu – Perhelatan akbar pemilihan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Indramayu periode 2026–2030 yang akan digelar pada 12 Februari 2026 mendapat perhatian khusus. Figur Sri Budihardjo Herman (SBH) resmi mendapat restu dari Bupati Indramayu, Lucky Hakim, untuk maju sebagai calon Ketua KONI.

Restu tersebut disampaikan dalam pertemuan silaturahmi di ruang dalam Pendopo Indramayu, yang dihadiri sejumlah tokoh olahraga, di antaranya Ketua Umum Pengkab PBVSI Mukhlis Al-Khudriyyi , Ketua Umum Pertina Rosidin, Sekretaris Umum Cabor Tenis Lapangan Yoyo, Kabid PBSI Dwi Prastyawan, Pelatih Cabor Judo Edi Fadhilah serta H. Joko Pangestu, ST Pengusaha Indramayu Barat pada Jumat 30 Januari 2026.

Dalam kesempatan itu, Bupati Lucky Hakim menegaskan restunya terhadap niat baik SBH maju sebagai Ketua KONI Indramayu. “Saya merestui penuh langkah SBH. Beliau figur yang berpengalaman dan peduli terhadap dunia olahraga. Harapan saya, pemilihan Ketua KONI nanti bisa dilaksanakan secara aklamasi agar tidak menimbulkan perbedaan,” ujar Bupati Lucky Hakim.

Bupati menekankan bahwa Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) harus menjadi momentum persatuan demi kemajuan olahraga Indramayu. Ia berharap seluruh cabang olahraga dapat bersatu mendukung figur terbaik sehingga KONI Indramayu lebih solid menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026.

Bupati menyampaikan SBH sendiri dikenal sebagai tokoh multitalenta di dunia olahraga. Ia pernah menjabat sebagai pengurus KONI Indramayu periode 2002–2006, membawa Tim Sepak Bola Indramayu juara Porda 2003, serta aktif sebagai Wakil Ketua Pengurus Provinsi Catur Jawa Barat sejak 2006 hingga sekarang. Dengan segudang pengalaman tersebut, SBH dinilai pantas menjadi calon kuat Ketua KONI Indramayu.

Optimisme Bupati Lucky Hakim

Dalam pertemuan silaturahmi di Pendopo Indramayu, Bupati Lucky Hakim menegaskan keyakinannya bahwa figur Sri Budihardjo Herman (SBH) mampu mengatasi berbagai kesulitan yang selama ini dialami oleh cabang olahraga (cabor) di Indramayu. Salah satu yang menjadi sorotan adalah efisiensi anggaran untuk kebutuhan pembinaan atlet dan program olahraga.

“SBH bisa menjadi ujung tombak sekaligus ujung tombok demi kemajuan olahraga di Indramayu. Beliau punya pengalaman, jaringan, dan kepedulian yang besar terhadap dunia olahraga,” ujar Lucky Hakim.

Kedekatan Personal

Bupati juga menekankan kedekatan personalnya dengan SBH sebagai modal penting dalam membangun sinergi antara KONI dan Pemerintah Kabupaten Indramayu. “Pak SBH sudah seperti kakak saya sendiri, dan saya suka jika Ketua KONI nanti adalah sosok yang sudah punya kedekatan dengan saya sehingga kordinasinya lancar,” kata Lucky Hakim yang diamini SBH dan pengurus cabor lainnya.

Dukungan Lintas Cabor

Pernyataan Bupati tersebut semakin memperkuat dukungan dari sejumlah cabang olahraga yang hadir, seperti PBVSI, Pertina, Tenis Lapangan, Judo dan PBSI. Mereka menilai restu Bupati menjadi sinyal kuat bahwa SBH adalah figur yang tepat untuk memimpin KONI Indramayu periode 2026–2030.

Seperti yang disampaikan Ketua Umum Pengkab PBVSI Indramayu Moh. Makholidin Al-Khuddriyi mensyukuri atas restu yang disampaikan Bupati Indramayu kepada SBH untuk dijadikan sebagai Ketua Umum KONI Periode 2026 - 2030.

"Saya bersyukur Pak Bupati sudah merestui Pak SHB sebagai Ketua KONI sudah clear. Mari kita bergandengan tangan demi kemajuan olahraga di Indramayu," ucapnya. 

Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi



Jurnalpelita - Sebanyak 975 peserta mengikuti kejuaraan nasional pada ajang Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati dan Piala Dandim Yang digelar di Gor Singalodra Indramayu. Jumat, 30/1/2026.

Seperti yang disampaikan oleh Ahmad Sadeli Kepala dinas Pariwisata dan Olahraga yang mewakili Bupati Indramayu menuturkan bahwa  Indramayu yang memiliki talenta luar biasa sehingga banyak prestasi yang sudah gemilang salah satunya dalam Pencak Silat.

"Sehingga kegiatan hari ini kita support lah dari Kabupaten Indramayu, meskipun support-nya dalam sisi pembiayaan tidak dilakukan, tetapi ya minimal dalam sisi psikis. Insyaallah kehadiran kita itu bukan berarti saya secara pribadi, tapi saya juga mewakili dari Bupati," Katanya.

Ia berharap pada hari ini prestasi Indramayu bukan hanya sekali dua kali, tapi juga berkelanjutan sehingga bisa ditorehkan lagi. Dalam hal ini ia meyakini dalam kepemimpinan Lucky Hakim bahwa pada event seperti ini di Indramayu tanpa mengeluarkan biaya dari APBD tapi tetap bisa dilaksanakan di Indramayu.

"Peserta ini bukan hanya dari Indramayu, ternyata ada kabupaten/kota lain juga yang tetangga dekat ya. Jadi alhamdulillah peserta kita itu selain dari perguruan seluruh Kabupaten Indramayu, mulai dari wilayah timur sampai barat, juga ada peserta dari luar kota," Tuturnya.

Sementara dalam kesempatan yang sama Sertu Budiarto selaku penasehat dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) 1922 Indonesia untuk Indramayu menyampaikan Kejuaraan Nasional dengan peserta diikuti 975 orang dari seluruh kabupaten, khususnya ada Indramayu, Majalengka, Subang, Kuningan, sekitar Wilayah 3 Indramayu.

"Untuk kategori yaitu tanding Usia Dini, Pra Usia Dini, Dewasa, dan Pra Dewasa, Pak," Jelasnya.

Ia berpesan agar atlet yang sedang bertanding tetap main sportivitas dan junjung tinggi persaudaraan. Karena menurutnya Pencak Silat semuanya itu dari kesenian dari zaman dahulu.
"Jadi ini tetap kita junjung sportivitas antar perguruan." Pungkasnya.



Jurnalpelita -  - Nama Sri Budi Hardjo Herman mencuat sebagai salah satu figur kuat calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Indramayu periode 2026–2030. Pria yang akrab disapa SBH ini dikenal sebagai sosok multitalenta dengan segudang pengalaman di dunia olahraga, baik sebagai pengurus maupun atlet.

SBH pernah menjabat sebagai pengurus KONI Indramayu masa bhakti 2002–2006. Pada periode tersebut, ia berhasil membawa Tim Sepak Bola Indramayu meraih medali emas Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat tahun 2003, sebuah pencapaian bersejarah yang masih dikenang hingga kini.

Selain kiprahnya di sepak bola, SBH juga merupakan mantan atlet catur yang sukses meraih medali di ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda). Dedikasinya terhadap olahraga catur tidak berhenti di situ. Hingga kini, ia masih aktif menjabat sebagai Wakil Ketua Pengurus Provinsi Catur Jawa Barat sejak 2006 hingga sekarang. 

Dengan pengalaman panjang tersebut, SBH dinilai memahami betul pahit manisnya mengurus pembinaan olahraga di berbagai cabang. Hal ini membuatnya dianggap pantas menjadi calon Ketua KONI Indramayu yang mampu membawa perubahan positif.

Sejumlah cabang olahraga di Indramayu menilai SBH sebagai figur yang tepat untuk memimpin KONI. Mereka menekankan bahwa kepemimpinan SBH akan membawa semangat baru dalam pembinaan atlet, peningkatan prestasi, serta pengelolaan organisasi yang lebih profesional.

“SBH bukan hanya paham dunia olahraga, tetapi juga punya pengalaman nyata dalam membina atlet dan mengelola organisasi. Figur seperti ini yang dibutuhkan KONI Indramayu,” ujar Ketua Pengkab PBVSI Kabupaten Indramayu Moh. Makholidin Al -Khuddriyi, S. Ag Rabu 28 Januari 2026.

Moh. Makholidin Al-Khuddriyi atau yang akrab disapa Kang Uho, menilai bahwa figur Sri Budi Hardjo Herman bukan saja dikenal sebagai sosok yang kental dengan dunia politik, tetapi juga memiliki rekam jejak panjang di dunia olahraga.

“SBH bukan hanya politisi, tetapi juga seorang organisatoris dan pembina olahraga sejati. Ia paham betul bagaimana membangun prestasi dari bawah, karena pernah menjadi pengurus KONI, atlet, sekaligus pembina cabang olahraga,” ujarnya.

Menurut Kang Uho, pengalaman SBH yang pernah membawa Tim Sepak Bola Indramayu juara Porda 2003, serta kiprahnya sebagai mantan atlet catur peraih medali Kejurda, menunjukkan kapasitasnya sebagai figur multitalenta. Ditambah lagi, SBH masih aktif menjabat sebagai Wakil Ketua Pengurus Provinsi Catur Jawa Barat sejak 2006 hingga sekarang.

“Dengan segudang pengalaman itu, sangatlah pantas jika SBH disebut sebagai calon kuat Ketua KONI Indramayu periode 2026–2030. Ia bukan hanya memahami teori, tetapi juga praktik pembinaan olahraga di lapangan,” kata Kang Uho.

"Satu lagi saya lupa pengalaman SBH, dia juga pernah menduduki sebagai Bendahara bahkan  Wakil Ketua Klub Sepak Bola Persindra Indramayu. Dan ini menambah kuat pengalaman yang dia miliki,"tambahnya.

Kang Uho menyampaikan keyakinannya bahwa jika Sri Budi Hardjo Herman terpilih sebagai Ketua Umum KONI Indramayu periode 2026–2030, beliau mampu menghadirkan terobosan baru dalam hal anggaran untuk pembinaan cabang olahraga. 

“Kami optimis SBH bisa mencari solusi kreatif untuk kebutuhan anggaran pembinaan atlet. Beliau memiliki jaringan luas, beberapa perusahaan, dan rekan bisnis yang juga peduli terhadap dunia olahraga. Itu modal penting untuk mendukung program KONI ke depan,” ujarnya. 

Menurut Kang Uho, keberadaan SBH sebagai figur yang tidak hanya berpengalaman di dunia olahraga tetapi juga memiliki kapasitas di bidang usaha, akan menjadi nilai tambah. Dukungan dari kalangan bisnis diyakini dapat memperkuat pembiayaan kegiatan olahraga di Indramayu, sehingga tidak hanya bergantung pada dana hibah pemerintah daerah.

Dengan kombinasi pengalaman sebagai pengurus KONI, mantan atlet, serta jejaring bisnis yang kuat, SBH dinilai mampu membawa KONI Indramayu lebih maju. “Kami ingin KONI dipimpin oleh sosok yang bisa menggerakkan semua potensi, baik dari pemerintah, swasta, maupun masyarakat. SBH punya kapasitas itu,” tambah Kang Uho.

Kang Uho menekankan bahwa KONI Indramayu membutuhkan sosok yang tidak hanya berintegritas, tetapi juga benar-benar memahami pahit manisnya membina atlet di berbagai cabang olahraga. Figur seperti SBH diyakini mampu membawa KONI Indramayu lebih maju dan berprestasi di tingkat provinsi maupun nasional.

SBH disebut-sebut sebagai calon kuat menjelang Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI Indramayu yang dijadwalkan pada 12 Februari 2026. Publik olahraga Indramayu menaruh harapan besar agar pemilihan Ketua KONI menghasilkan sosok yang berintegritas, visioner, dan mampu membawa olahraga daerah ke tingkat lebih tinggi. 

Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget