Pada bidang kesehatan, Pemkab Indramayu memperkuat fasilitas Puskesmas dan Rumah Sakit Daerah. Cakupan peserta JKN per Agustus 2026 telah menyentuh angka 99,81% (keaktifan 78,57%), di mana Pemkab mengalokasikan anggaran APBD sebesar Rp233,8 miliar untuk membiayai 541.445 jiwa peserta PBPU-BP.
Sebagai lumbung pangan nasional, sektor pertanian terus diperkuat. Memanfaatkan Lahan Baku Sawah seluas 124.517 hektar dan LP2B seluas 92.888 hektar, Indramayu mengejar target produksi 1,7 juta ton Gabah Kering Giling (GKP). Langkah konkret dilakukan melalui normalisasi saluran, pengadaan pompa air, pembangunan irigasi perpompaan, jaringan irigasi air tanah, serta pengaturan gilir-giring air. Tak hanya padi, produksi mangga Indramayu juga mencatatkan angka impresif sebanyak 114.000 ton per tahun.
Percepatan juga terlihat pada pembangunan infrastruktur dan perumahan. Hingga Juli 2026, perbaikan jalan telah menjangkau 20.298 meter jalan lingkungan, 31.200 meter jalan desa, dan 23.160 meter jalan kabupaten. Normalisasi sungai/saluran pembuang dilakukan sepanjang 60.170 meter, peningkatan irigasi permukaan sepanjang 6.110 meter, serta target pemasangan 3.199 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) hingga akhir tahun. Selain itu, sebanyak 310 unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) direhabilitasi melalui skema APBD (22 unit) dan BSPS APBN (288 unit).
Di sektor pendidikan dan sosial, Pemkab membenahi sarana prasarana 322 sekolah (TK, SD, SMP) melalui revitalisasi, rehabilitasi, dan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB), lengkap dengan penyaluran bantuan meubelair sebanyak 2.254 set (SD) dan 1.856 set (SMP). Pemkab juga mengoperasikan Sekolah Rakyat di atas lahan 10 hektar di Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, yang pada Tahun Ajaran 2026 menampung 370 siswa dari kapasitas total 1.000 siswa.
Untuk ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat, Indramayu menyiapkan 6 Kawasan Peruntukan Industri (KPI) seluas 14.110 hektare di luar lahan pertanian (tersebar di Sukra, Patrol-Kandanghaur, Losarang, Balongan-Juntinyuat, Krangkeng, dan Tukdana) guna mendukung kawasan Rebana dan Metropolitan. Perlindungan nelayan kecil (<10 GT) diwujudkan melalui alokasi APBD Rp201 juta untuk 1.000 nelayan. Di tingkat desa, sebanyak 200 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah terbentuk dari target 317 unit.
Komitmen tata kelola pemerintahan yang bersih dan tertib dibuktikan dengan raihan Peringkat ke-5 Nasional dan Peringkat ke-3 di Jawa Barat dalam Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EPPD) Tahun 2025. Bersamaan dengan itu, Pemkab terus memperketat penegakan Perda No. 15/2006 tentang Pelarangan Minuman Beralkohol demi menjaga ketertiban umum di Kabupaten Indramayu.
Pena | By. | Redaksi |
Editor | By. | Redaksi |
Foto/Video | By. | Internet |

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.