Sohibul menyebut, bahwa Pembongkaran ruko tersebut dilakukan atas permintaan keluarga dengan tujuan untuk mengamankan isi sembako yang rencananya akan digunakan untuk keperluan acara tahlilan.
Awal Mula Pembongkaran
Sohibul Wasilah Ketua RT setempat mengungkapkan bahwa dirinya dihubungi oleh salah satu anggota keluarga pemilik toko, Emma, sekitar pukul 07.00 WIB. Melalui sambungan telepon, Emma meminta izin dan bantuan RT untuk ikut membongkar toko milik Mas Budi.
"Awalnya itu saya sekitar jam 7 pagi ditelepon oleh Ibu Emma. 'Pak RT, ini nanti ikut bongkar toko. Tokonya Mas Budi,' kata Ibu Emma. Saya tanya tujuannya buat apa, katanya isi sembakonya nanti buat acara tahlilan," ujar Ketua RT saat memberikan keterangan.
Dalam hal ini ia mengatakan bahwa dirinya sempat menolak jika harus melakukan pembongkaran seorang diri demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Ia kemudian meminta agar seluruh pihak keluarga berkumpul di lokasi untuk menyaksikan langsung proses tersebut yang dijadwalkan pada pukul 10.00 WIB. Selain keluarga, pihak RT juga menghubungi media untuk ikut mengawal jalannya pembongkaran.
Di lokasi kejadian, hadir sejumlah pihak antara lain:
Emma (Pihak keluarga)
Pengacara Heri Reang
Jul Elfi
Niko
Masyarakat setempat dan perwakilan media.
Kondisi Dalam Ruko: Bau Menyengat dan Ruangan Gelap
Setelah pintu toko berhasil dibuka, Ketua RT dan beberapa saksi langsung masuk ke dalam ruko. Begitu melangkah masuk, tercium aroma tidak sedap yang sangat menyengat dari dalam ruangan.
"Setelah dibongkar, saya masuk. Bau enggak sedap, kayak bau-bau telur busuk. Saya sempat keluar lagi, lalu masuk lagi," kata RT.
Ia menjelaskan, Kondisi di dalam ruko saat itu sangat gelap. kemudian ia meminta warga untuk menaikkan sekring listrik demi menyalakan lampu. Kendati lampu sudah menyala, kondisi di dalam ruko dilaporkan tetap tidak begitu terang.
Posisi Barang Sembako Tertata Rapi
Meskipun tercium bau busuk, situasi di dalam ruko tersebut didapati dalam keadaan rapi dan tidak berantakan. Berdasarkan kesaksian Ketua RT, berikut adalah rincian posisi barang-barang di dalam toko:
Bagian Kiri Ruko: Terdapat sebuah meja putih yang di atasnya tersusun beberapa botol minyak sayur secara rapi. Di area ini juga didapati banyak keranjang berisi telur.
Bagian Kanan Ruko: Ditemukan satu karung beras berukuran 25 kg yang masih utuh (belum dibuka). Di sampingnya, terdapat wadah sejenis paso berisi beras sekitar setengah karung yang sudah ditakar dalam kondisi terbuka.
Bagian Lantai: Tergelar sebuah karpet yang posisinya terpasang dengan rapi di sebagian area lantai toko.
Bagian Dalam: Terdapat sebuah kamar di samping area toko yang posisinya juga tampak rapi, meskipun suasananya remang-remang.
Saat dikonfirmasi mengenai kondisi telur-telur yang membusuk, Ketua RT menegaskan bahwa telur-telur tersebut tidak pecah berantakan di lantai, melainkan masih berada di dalam wadahnya.
"Yang saya lihat telur yang busuk, yang pecah, itu masih ada di tempatnya. Di tempat keranjang kayu itu, tapi ada kayak kertas tertumpuk di situ. Jadi masih tersusun rapi," jelasnya.
Hingga saat ini, pihak RT mengaku tidak memperhatikan adanya bercak darah atau kain lap/pakaian bekas di lokasi, lantaran kondisi pencahayaan di dalam ruko yang minim saat pemeriksaan berlangsung.
Pena | By. | Aji AP |
Editor | By. | Jidam P |
Foto/Video | By. | Partner |

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.