Indeks Berita
CLOSE ADS
CLOSE ADS



Jurnalpelita - Pengukuhan untuk pengurus LSM Garda Taruna Bangsa periode 2026 sampai 2031 diharapkan mampu menyatukan visi-misi yang telah disepakati bersama. Selasa, 17/2/2026.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Rakhmat Haryanto selaku ketua LSM Garda Taruna Bangsa menuturkan, bahwa Visi misi yang akan diterapkan adalah bergerak di bidang sosial kemanusiaan.

"Tadi juga dibahas cukup lama dengan teman-teman pengurus, dan kita selama ini melihat banyak sekali buruh migran kita yang banyak mengalami kasus," Katanya.

Ia meyakini bahwa banyak Buruh Migran Indonesia (BMI) mengalami tindak pidana, tetapi tidak ada yang mendampingi.

"Insyaallah kita akan bergerak dan fokus di situ." Tuturnya.

Dalam hal ini ia memaparkan bahwa setelah pengukuhan selesai pihaknya akan mengurus segala administrasi, kemudian akan melakukan sosialisasi dengan kedinasan yang berkaitan dengan Migran.

"Salah satunya adalah dengan buruh migran." Paparnya.

Rakhmat menambahkan, untuk pendampingan terhadap pengaduan memang dari LSM sendiri tidak punya legalitas, namun ia menegaskan bahwa pihaknya akan menggandeng kantor pengacara.

"Kebetulan kita juga bekerja sama, di anggota pengurus kita itu ada pengacara, maka kita pakai legalitasnya dari pengacara dulu." Pungkasnya.


Pena  
 By.
Editor
By.
Adam P
Foto/Video
By.
Adam P



Jurnalpelita - Krangkeng Senin, 16 Pebruari 2026
Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih atau KDKMP. Atau Kopdes Merah Putih  adalah merupakan Program Strategis Negara dalam meningkatkan kesehahteraan masyarakat 

Koperasi adalah sebuah bentuk organisasi ekonomi yang didirikan oleh orang-orang yang memiliki kepentingan bersama, dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya melalui kegiatan ekonomi yang sehat dan berkelanjutan.

Berkaitan dengan KDKMP Desa Tanjakan yg saat ini sedang dalam proses pembangunan gerai  KDKMP, selalu mengutamakan koordinasi dengan Pihak konsultan  dalam pelaksanaan pembangunannya, 

"Bila perlu kita Ngebut dalam progres pembangunan KDKMP ini, tapi tetap mengutamakan koordinasi dalam setiap pembangunannya agar tidak ada Evaluasi" ucap Kuwu H. A. Wadi 

Kuwu H. A. Wadi pun mengungkapkan, berkaca dari Pembangunan Gerai KDKMP yg sudah berjalan tapi ada temuan pada spek dan bentuk bangunan menjadi acuan bagi pembangunan KDKMP  Desa Tanjakan untuk lebih baik lagi.

Serka Sudono Selaku Babinsa Desa Tanjakan Koramil 1610/Krangkeng  menegaskan agar Progres Pembangunan KDKMP Desa Tanjakan Cepat selesai sesuai Target juga Sesuai DED Rev 8 sebagai pedoman  dan yg lebih utama lagi adalah menjaga Faktor keselamatan kerja  K3, pungkasnya.



Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Pendim



Jurnalpelita - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu menggelar kegiatan Tasyakuran kenaikan pangkat sekaligus tradisi Munggahan yang bertempat di Aula Lapas Indramayu, Sabtu (14/02/2026).

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran pejabat struktural, pegawai, perwakilan warga binaan, hingga anak-anak yatim dari Yayasan Arrahimah Abu Hurairah Indramayu. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kepedulian sosial.

Dalam sambutannya, Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, menyampaikan rasa bangga dan syukurnya atas pencapaian para pegawai yang berhasil lulus dalam Ujian Penyesuaian Kenaikan Pangkat (UPKP). Menurutnya, kenaikan pangkat bukan sekadar perubahan status, melainkan bentuk apresiasi negara atas dedikasi yang tinggi.

"Tasyakuran ini adalah bentuk rasa syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa. Saya berharap kenaikan pangkat ini menjadi lecutan motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus memberikan kinerja terbaik dan pelayanan prima di lingkungan Lapas Indramayu," ujar Berthoni.

Selain tasyakuran, kegiatan diisi dengan tausiyah dari penceramah Kementerian Agama Kabupaten Indramayu sebagai bagian dari tradisi Munggahan. Berthoni menekankan pentingnya persiapan mental dan spiritual bagi seluruh jajaran sebelum memasuki bulan puasa.

"Ramadhan adalah bulan refleksi. Melalui doa bersama ini, kita ingin menciptakan suasana kerja yang lebih harmonis dan meningkatkan solidaritas antarpegawai. Kita ingin menyambut bulan suci dengan hati yang bersih dan semangat pengabdian yang lebih kuat," tambahnya.

Sebagai penutup rangkaian acara, Lapas Indramayu menyalurkan santunan bakti sosial kepada anak-anak dari Yayasan Arrahimah Abu Hurairah. Berthoni menjelaskan bahwa melibatkan masyarakat sekitar, khususnya anak yatim, adalah bagian dari komitmen Lapas untuk terus menanamkan nilai-nilai kemanusiaan.

"Kami ingin keberadaan Lapas Indramayu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Dengan berbagi, kita melatih empati dan memperkuat sisi religiusitas kita sebagai pelayan masyarakat," pungkasnya.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran Lapas Kelas IIB Indramayu dapat menjalankan tugas di bulan Ramadhan dengan penuh integritas, sembari terus menjaga kebersamaan dan kekeluargaan yang telah terjalin.

Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Humas



Jurnalpelita - Dalam rangka memperkuat sinergi dan menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu menggelar kegiatan memancing bersama di Area Perikanan Sarana Asimilasi dan Edukasi "Arumanis" Lapas Indramayu, Jumat (13/02/2026). 

Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Lapas Indramayu, Kodim 0616/Indramayu, Polres Indramayu dan Rekan Media Pokja Lapas Indramayu. Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, menyatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar hiburan semata, melainkan sarana untuk mempererat tali silaturahmi antarinstansi.

"Tujuan dari kegiatan ini yang pertama tentunya meningkatkan silaturahmi, terutama dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah," ujar Berthoni di sela-sela kegiatan.

Lebih lanjut, Fery menekankan pentingnya kolaborasi antara pihak Lapas dengan berbagai mitra strategis. Menurutnya, keberhasilan Lapas dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat tidak lepas dari dukungan penuh TNI, Polri, serta rekan-rekan media.

"Tujuan kedua adalah meningkatkan sinergitas Lapas Kelas IIB Indramayu dengan mitra-mitra, baik rekan media, Polri, TNI, dan pihak-pihak lain yang selama ini telah bekerja sama dan membantu kami dalam melaksanakan pelayanan kepada warga binaan maupun masyarakat luas," tambahnya.

Berbeda dengan perlombaan memancing pada umumnya, acara kali ini dikemas dengan konsep yang sangat santai dan penuh kekeluargaan. Tidak ada trofi atau hadiah mewah yang diperebutkan, karena nilai utama yang ingin dicapai adalah kebersamaan.

"Untuk perlombaan saat ini tidak ada hadiah. Ini hanya sebatas kita bertemu dan melaksanakan silaturahmi. Harapannya tentu dapat ikan sebanyak-banyaknya saja," pungkasnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi demi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif di lingkungan Lapas serta memperluas keterbukaan informasi publik melalui sinergi dengan media.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Humas Lapas



Jurnalpelita - Indramayu – Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang dijadwalkan pada 21 Februari 2026, dimajukan menjadi Sabtu, 14 Februari 2026. Keputusan tersebut diambil agar momentum kepedulian lingkungan tetap terasa kuat menjelang bulan Ramadan. Sabtu, 14/2/2026

Kegiatan yang berlangsung di sepanjang jalan pahlwan Indramayu ini dipenuhi semangat dan melibatkan berbagai pihak, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), komunitas Indramayu Walker, Tim Sanda, serta dukungan penuh dari LPK Kaina Indonesia dan LPK Osin. Ratusan masyarakat Indramayu turut hadir dan ambil bagian dalam aksi nyata peduli lingkungan.

Acara diawali dengan kegiatan jalan sehat sambil memungut sampah di sepanjang rute yang telah ditentukan. Konsep “sehat sambil bersih” ini menjadi daya tarik tersendiri karena memadukan olahraga dengan aksi sosial yang berdampak langsung bagi lingkungan.

Tak hanya itu, momen HPSN tahun ini juga diramaikan dengan launching produk sabun ramah lingkungan Eco Engine, hasil inovasi pengolahan yang mendukung gerakan pengurangan limbah. Sebagai bentuk apresiasi, panitia juga membagikan doorprize kepada peserta yang telah menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan.

Penggerak Bank Sampah Rumah Hijau, Amalia, menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat terus meningkat dari waktu ke waktu.

“Alhamdulillah, nasabah Bank Sampah Rumah Hijau setiap bulan terus bertambah sedikit demi sedikit. Sekarang sudah hampir 60 nasabah. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat mulai tumbuh,” ujar Amalia.

Ia juga menjelaskan bahwa saat ini Bank Sampah Rumah Hijau masih bekerja sama dengan bank sampah lain yang telah lebih dulu memproduksi bahan hasil pemilahan sampah menjadi produk bernilai guna.

“Peran kami saat ini membantu memilah, mengedukasi, dan mensosialisasikan kepada masyarakat. Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi agar hasil pemilahan bisa lebih maksimal dan memberi manfaat ekonomi,” tambahnya.

Menurut Amalia, perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah memang tidak bisa instan. Dibutuhkan proses, konsistensi, dan keterlibatan bersama.

“Harapannya semakin banyak warga yang rajin memilah sampah dari rumah. Tidak ada yang langsung jadi, tidak ada yang instan bersih. Semua butuh proses dan kerja sama,” tegasnya.

Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian yang terus tumbuh, peringatan Hari Peduli Sampah Nasional di Indramayu tahun ini menjadi bukti bahwa gerakan kecil yang dilakukan bersama dapat membawa dampak besar bagi lingkungan.

Menjelang Ramadan, pesan yang dibawa pun semakin kuat: menjaga kebersihan bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi gerakan bersama demi Indramayu yang lebih hijau dan berkelanjutan. 


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi



Jurnalpelita - Sebanyak 700 peserta didik LPK Kaina Indonesia turun langsung dalam aksi bersih sampah memperingati Hari Peduli Sampah Nasional yang mengusung tema “Jalan Sehat Pungut Sampah”. Kegiatan yang dipusatkan di Rumah Hijau, Ruko Cluster Sultan, dan diikuti dengan penuh antusias oleh para calon pekerja yang akan diberangkatkan ke Jepang.

Direktur LPK Kaina Indonesia, Teguh Adi Koesoemah Putra, menegaskan bahwa persoalan sampah bukan sekadar aktivitas memungut dan membersihkan lingkungan, tetapi menyangkut perubahan pola pikir masyarakat dalam memperlakukan sampah.

“Sampah itu merupakan sebuah fenomena dan pemecahannya bukan hanya sekadar kita memungut. Perlu mereset pola pikir masyarakat. Artinya mereka harus tahu bahwa tidak dibenarkan membuang sampah sembarangan, apalagi dengan sengaja,” ujar Teguh.

Menurutnya, pelibatan ratusan peserta didik dalam kegiatan tersebut memiliki tujuan edukatif yang kuat. Seluruh peserta merupakan calon pekerja yang tengah dipersiapkan untuk bekerja di Jepang. Melalui kegiatan ini, mereka ditanamkan kedisiplinan serta kesadaran lingkungan sejak dini sebagai bagian dari pembentukan karakter sebelum berangkat ke luar negeri.

Teguh menjelaskan, sistem pengelolaan sampah di Jepang sudah sangat tertata, mulai dari pemisahan, pembuangan, hingga proses daur ulang yang disiplin dan terstruktur. Ia berharap pengalaman bekerja selama 3–5 tahun di Jepang nantinya dapat membentuk karakter peserta agar terbiasa hidup bersih dan tertib.

“Di Jepang itu pola daur ulang, pembuangan, dan pemisahan sampahnya sudah tersistem. Harapan saya, mereka nanti setelah bekerja dan kembali ke Indonesia, sudah terbiasa dengan pola hidup bersih dan bisa menerapkannya di sini,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, LPK Kaina Indonesia juga bekerjasama Rumah Hijau Sindang, salah satu bank sampah di Kecamatan Sindang. Kerja sama tersebut difokuskan pada pengelolaan sampah botol minuman yang dikumpulkan selama kegiatan berlangsung untuk kemudian diproses dan didaur ulang agar memiliki nilai guna.

“Konsumsi botol minuman di masyarakat cukup tinggi. Maka botol-botol itu kami tampung melalui bank sampah untuk diproses kembali agar memiliki nilai guna,” jelas Teguh.

Selain melibatkan peserta didik, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari elemen masyarakat dan sejumlah lembaga yang memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan. Aksi jalan sehat sambil memungut sampah tersebut menjadi simbol gerakan kolektif untuk membangun kesadaran bersama tentang pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

Teguh berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata, melainkan menjadi program berkelanjutan yang mampu membangun budaya disiplin dalam pengelolaan sampah di tengah masyarakat.

“Ke depan, kegiatan seperti ini perlu program yang menyeluruh agar masyarakat benar-benar taat membuang sampah pada tempatnya. Karena sebagian fenomena alam seperti banjir dan tanah longsor salah satunya dipicu oleh ketidakteraturan dalam membuang sampah,” tegasnya.

Ia optimistis, dengan pembiasaan sejak masa pelatihan serta pengalaman bekerja di Jepang, para peserta LPK Kaina Indonesia akan menjadi agen perubahan ketika kembali ke tanah air, membawa budaya disiplin dan kepedulian lingkungan untuk diterapkan di Indonesia.

Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi



Jurnalpelita - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi warga binaan. Melalui program Jemput Bola Layanan Kesehatan (Jempol YanKes), jajaran Klinik Pratama Lapas Kelas IIB Indramayu secara langsung mendatangi blok hunian untuk memastikan kondisi kesehatan warga binaan tetap terpantau.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (13/02/2026),di Angin-angin Blok A, ini menjadi langkah konkret dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada warga binaan tanpa harus menunggu mereka datang ke klinik.

Tim kesehatan melakukan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari pengecekan tanda-tanda vital, wawancara terkait keluhan yang dirasakan, hingga pemberian obat sesuai indikasi medis. Jika ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, dilakukan observasi lanjutan dan rujukan ke fasilitas kesehatan di luar lapas apabila diperlukan. Kegiatan berlangsung dengan pengawasan jajaran pengamanan dan dalam situasi aman, tertib, serta kondusif.

Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, menegaskan bahwa program Jempol YanKes merupakan bentuk komitmen pemasyarakatan dalam memberikan pelayanan prima, khususnya di bidang kesehatan.

“Kesehatan warga binaan adalah prioritas kami. Melalui program jemput bola ini, kami ingin memastikan setiap warga binaan mendapatkan akses layanan kesehatan secara cepat dan tepat. Deteksi dini sangat penting agar gangguan kesehatan dapat segera ditangani dan tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius,” kata Berthoni.

Ia menambahkan, pelayanan kesehatan yang optimal merupakan bagian dari upaya pembinaan yang humanis dan berkelanjutan. Dengan kondisi kesehatan yang terjaga, proses pembinaan di dalam lapas dapat berjalan lebih efektif.

Ke depan, Lapas Kelas IIB Indramayu akan terus melakukan pemantauan lanjutan terhadap warga binaan yang memiliki keluhan kesehatan serta melaporkan hasil kegiatan kepada pimpinan sebagai bentuk akuntabilitas dan evaluasi program. Melalui inovasi Jempol YanKes, Lapas Indramayu berupaya menghadirkan pelayanan yang responsif, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan warga binaan.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Pokja



Jurnalpelita - Selama bulan suci ramadhan tahun 2026, pelayanan Lapas Kelas IIB Indramayu baik keluarga binaan maupun masyarakat tetap dilaksanakan, di antaranya pelayanan informasi dan kunjungan.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Kepala Lapas Indramayu Fery Berthoni menuturkan, bahwa jadwal kunjungan tetap berlaku namun berbeda dengan hari biasa.

"Hanya saja selama ini kan pelayanan kunjungan dari hari Senin sampai Kamis full untuk kunjungan tatap muka, Namun di bulan suci Ramadan, jenis kunjungan dibagi dua," Tuturnya. Jumat. 13/2/2026.

Ia menuturkan pada jadwal pagi, pelayanan kunjungan dilakukan tatap muka, dan untuk sesi dua yaitu sore, dari jam dua sampai jam empat (14:00 - 16:00), hanya untuk penitipan makanan.

"Tujuannya adalah meskipun keberadaannya masih di dalam, warga binaan dapat merasakan masakan dari keluarganya masing-masing melalui layanan titipan makanan untuk berbuka puasa," Paparnya

Ia menjelaskan bahwa Pelayanan tersebut dilakukan setiap hari Senin sampai dengan Kamis. Sedangkan untuk hari Jumat, Sabtu dan Minggu-nya tidak ada jadwal.

"Untuk hari libur seperti biasa, masih sama." Pungkasnya.


Pena  
 By.
Editor
By.
Aji AP
Foto/Video
By.
Aji AP

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget