Indeks Berita
CLOSE ADS
CLOSE ADS



Jurnalpelita - Indramayu,  Musyawarah Cabang (Muscab) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Indramayu sukses  digelar di komplek GOR Dharma Ayu sport Center Indramayu. Selasa, 10/2/2026.

Muscab FPTI merupakan agenda tertinggi tingkat kabupaten Indramayu dengan tujuan untuk memilih ketua umum di periode tahun 2026- 2030 dan juga pengurus baru.

Giat tersebut juga mengevaluasi laporan pertanggungjawaban periode sebelumnya, serta merumuskan program kerja strategis. Kegiatan ini juga bertujuan memperkuat soliditas organisasi dan pembinaan atlet lokal. Selasa 10/02/2026.

Nampak hadir pada Muscab FPTI tersebut peserta Organisasi panjat tebing, Pecinta Alam se- Kabupaten Indramayu, Atlet FPTI Kabupaten Indramayu, dan pengurus FPTI Kabupaten Indramayu.

Dalam kesempatan itu, Ketua umum FPTI terpilih Marif Yoga Yanda Perdana, menyampaikan bahwa muscab FPTI merupakan salah satu momentum memulai babak baru kepengurusan FPTI Kabupaten Indramayu 

"Saya sebagai ketua FPTI terpilih masa bakti 2026 - 2030 akan selalu mendorong teman-teman atlet," Katanya.



Ia menyebut, bahwa Kegiatan ini merupakan langkah awal buat teman-teman untuk menunjukkan prestasi di olahraga panjat tebing agar semakin maju dan mampu mencatat prestasi di setiap perlombaan panjat tebing.

"Mari kita bersama - sama di kepengurusan baru agar ke depan bisa bekerjasama dalam memajukan olahraga prestasi di Bumi wiralodra Kabupaten Indramayu," Pungkasnya..

Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi



Jurnalpelita - Sidang ke enam kasus pembunuhan berencana yang dilakukan oleh oknum Polisi yang bertugas di Polres Indramayu terhadap pacarnya yakni Putri Apriyani di kamar kost Rifda 4 Blok Ceblok Desa Singajaya Indramayu, mengagendakan mendengar keterangan dari saksi, dalam kesempatan ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan 3 orang saksi di Pengadilan Negeri Indramayu, Selasa (10/2/2026).

Saat dimintai keterangan tentang sidang ke enam, Toni RM yang merupakan kuasa hukum Keluarga Almarhumah Putri Aptiyani menjelaskan bahwa Dari keterangan saksi pemilik kost yakni Hj. Nining dan H. Mahmudi, diperoleh fakta bahwa ketika saksi ini melihat kamar kost jam 9 pagi dimana sudah banyak Polisi. Saksi melihat di dalam kamar kost ada baju seragam Polri bertuliskan nama Alvian Sinaga (Terdakwa). 

"Ini menguatkan bahwa pelaku pembunuhan terhadap Putri Apriyani adalah Terdakwa karena ada barang bukti berupa baju seragam Polri milik Terdakwa," Tuturnya.


Toni menambahkan, bahwa saksi juga mengatakan dirinya melihat di kamar kost tempat kasurnya terbakar, televisi juga AC gosong terbakar. Hal itu menurut Toni menguatkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) bahwa kematian Putri setelah dicekik kemudian dibakar.

'Itu terbukti dengan keterangan saksi pemilik kost yang melihat kamar kost dan barangnya banyak yang gosong karena terbakar," Katanya.

Sedangkan untuk saksi lain yaitu Dani yang merupakan Anggota Polri rekan kerjanya Terdakwa di Polres Indramayu, menerangkan bahwa dirinya melihat dan bertemu Terdakwa di pagi hari saat dirinya berangkat kerja di Polres Indramayu di bagian Samapta.

Saat itu Saksi mengatakan dirinya melihat sikap Terdakwa tidak seperti biasanya, disapa tidak menjawab dengan muka cemberut. Terdakwa menggunakan sepeda motor Vario putih.

"Ini menguatkan mengenai barang bukti yang ditemukan di TKP berupa sepeda motor Vario putih benar-benar milik Terdakwa sehingga diperoleh fakta Terdakwa lah pelaku pembunuhan terhadap Putri Apriyani," Tegasnya.

Dalam hal ini Toni menegaskan, bahwa keterangan ketiga saksi pada sidang hari ini, Selasa (10/2/2026) menguatkan bahwa Alvian Sinaga merupakan pelaku pembunuhan terhadap Putri dan memintanya untuk dihukum minimalnya seumur hidup.

"Karena Terdakwa seorang Anggota Polisi yang seharusnya mengayomi masayarakat ini malah membunuh dengan sadis, dicekik kemudian dibakar," Pungkasnya.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi



Jurnalpelita - Anggota DPRD Kabupaten Indramayu sekaligus Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), H. Ruswa, M.Pd.I, melaksanakan kunjungan silaturahmi dalam rangka Masa Persidangan I Tahun 2026 di Desa Terusan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Sabtu (7/2/2026).

Kunjungan tersebut dimanfaatkan sebagai ajang dialog langsung bersama masyarakat untuk menyerap berbagai aspirasi dan keluhan yang berkembang di tengah warga. Salah satu aspirasi utama yang mengemuka adalah harapan masyarakat terhadap kemudahan akses lapangan pekerjaan, khususnya di kawasan industri yang ada di Kabupaten Indramayu.

Warga Desa Terusan menilai, keberadaan kawasan industri seharusnya memberikan dampak langsung bagi masyarakat lokal, terutama dalam hal penyerapan tenaga kerja. Namun pada kenyataannya, masih banyak warga sekitar yang merasa kesulitan untuk dapat bekerja di sektor industri tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, masyarakat Desa Terusan menyampaikan sejumlah aspirasi, salah satunya terkait harapan kemudahan akses lapangan pekerjaan di kawasan industri yang ada di Kabupaten Indramayu. Warga menilai, hingga kini kesempatan kerja bagi masyarakat lokal masih dirasakan terbatas.

Salah seorang warga Desa Terusan, Sutrisno, mengungkapkan bahwa banyak pemuda setempat yang belum terserap bekerja di kawasan industri meskipun lokasinya relatif dekat dengan wilayah tempat tinggal mereka.

“Kami berharap anak-anak muda di sini bisa diprioritaskan untuk bekerja di kawasan industri Indramayu. Jangan sampai industri ada di daerah sendiri, tapi masyarakat sekitarnya justru tidak bisa masuk,” ujar Sutrisno.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Siti Aminah, yang berharap adanya keterbukaan informasi serta kemudahan proses rekrutmen tenaga kerja bagi warga lokal.

“Kadang kami tidak tahu informasi lowongan kerja dari pabrik-pabrik itu. Kalau ada akses yang jelas dan dibantu pemerintah, tentu sangat membantu warga,” tuturnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, H. Ruswa yang dikenal sebagai sosok anggota DPRD yang ramah dan dekat dengan masyarakat, menyampaikan bahwa persoalan ketenagakerjaan memang menjadi perhatian serius dan harus dicarikan solusi bersama.

“Keberadaan kawasan industri di Indramayu semestinya menjadi peluang besar bagi masyarakat sekitar. Akses lapangan kerja bagi warga lokal harus dipermudah dan diperjuangkan,” ujar Ruswa di hadapan warga.

Ia menjelaskan bahwa DPRD, khususnya melalui Fraksi PKS, akan mendorong pemerintah daerah agar lebih tegas dalam membuat regulasi dan kebijakan yang berpihak pada masyarakat lokal, termasuk soal prioritas tenaga kerja daerah dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

“Selain mendorong kebijakan yang berpihak pada warga lokal, tentu peningkatan keterampilan dan pelatihan kerja juga sangat penting. Ini agar masyarakat kita benar-benar siap dan memiliki daya saing untuk masuk ke dunia industri,” jelasnya.

Ruswa menegaskan, seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat Desa Terusan akan dicatat dan dibawa ke forum DPRD untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan lembaga legislatif.

Kegiatan silaturahmi tersebut warga berharap melalui kunjungan reses ini, suara dan harapan mereka dapat benar-benar diperjuangkan. Sehingga kehadiran kawasan industri di Indramayu dapat dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat setempat.

Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi



Jurnalpelita - Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ono Surono, ST, menggelar kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Hotel Prima Indramayu, pada Sabtu, 7 Februari 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas dan fungsi DPRD Provinsi Jawa Barat dalam memastikan jalannya pemerintahan daerah berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan serta berpihak pada kepentingan masyarakat.

Ono Surono yang juga merupakan legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar XII yang meliputi Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cirebon, dan Kota Cirebon, menegaskan pentingnya pengawasan sebagai instrumen untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, transparansi anggaran, serta efektivitas pelaksanaan program pembangunan daerah.

Dalam kegiatan tersebut, Ono Surono, menyampaikan bahwa DPRD memiliki peran strategis untuk memastikan setiap kebijakan dan penggunaan anggaran benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. 

“Pengawasan ini bertujuan agar pelaksanaan pemerintahan dan penggunaan anggaran di tahun 2026 berjalan tepat sasaran, transparan, dan akuntabel, sehingga pembangunan di daerah benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Ono Surono.

Kegiatan ini juga menjadi sarana komunikasi antara wakil rakyat dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menyerap masukan, aspirasi, serta evaluasi terhadap pelaksanaan program pemerintah daerah.

Melalui kegiatan pengawasan ini, diharapkan sinergi antara DPRD Provinsi Jawa Barat dan pemerintah daerah semakin kuat dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Ono Surono, berharap dengan dilaksanakannya kegiatan ini Visi Jawa Barat bisa terlaksana dengan baik yaitu Lembur di Urus, Kota di Tata, dan Jabar istimewa.

Yang Arti dan Penjabaranya dari Visi  Lembur di urus yaitu Desa di urus, Untuk itu Pemerintah Provinsi Jawa Barat Harus Aktif Sehingga Seluruh desa di Jawa Barat bisa berdaya maksimal, karena persoalan apapun di pemerintahan berawal dari desa karena desa merupakan pemerintahan yang paling bawah.

Untuk itu, Ia berharap nanti akan ada pelatihan -pelatihan yang dilaksanakan untuk operator desa di  seluruh desa di Jawa Barat. 

Serta untuk Pembangunan infrastruktur di desa Jalan -jalannya bisa terbangun dengan baik dengan kualitas yang bagus yang bersumberkan dari anggaran Provinsi Jawa Barat. Ungkapnya.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet



Jurnalpelita - Wakil Ketua DPRD Kabupaten IndramayuH. Sirojudin, S.Ip., M.Si, melaksanakan kunjungan kerja reses Masa Persidangan I Tahun 2026 di Blok Celo, Desa Lohbener, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Senin (6/2/2026). Reses ini dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi, terutama persoalan saluran irigasi dan pelayanan jaminan kesehatan BPJS.

Politisi PDI Perjuangan mengungkapkan, sebagian besar aspirasi warga masih didominasi kebutuhan dasar, khususnya infrastruktur pertanian. Menurutnya, permasalahan saluran air menjadi prioritas utama yang harus segera ditangani.

“Kalau menurut saya, saluran air ini harus didahulukan. Percuma jalan dibangun bagus, tapi air masih menggenang. Ini yang dikeluhkan warga Blok Celo dan sekitarnya,” ujar Sirojudin saat berdialog dengan masyarakat.

Selain irigasi, Sirojudin juga menyoroti serius pemangkasan anggaran BPJS Kesehatan yang dinilai berdampak langsung terhadap masyarakat kecil. Ia menyebut, anggaran Universal Health Coverage (UHC) Indramayu mengalami penurunan signifikan.

“Di tahun 2025 anggarannya sekitar Rp200 miliar, sekarang tinggal sekitar Rp56 miliar. Artinya turun drastis, hanya seperempatnya. Kalau sebelumnya sekitar satu juta warga tercover BPJS, sekarang tinggal sekitar 250 ribu. Ini miris, seolah-olah orang miskin tidak boleh sakit,” tegasnya.

Ia mengaku kekhawatiran tersebut juga menjadi bahan diskusi internal DPRD dalam beberapa waktu terakhir. Untuk itu, DPRD Indramayu, khususnya Komisi II, berencana memanggil Dinas Kesehatan dan pihak BPJS Kesehatan guna memperjelas duduk persoalan pemotongan anggaran tersebut.

“Kami melalui Komisi II akan undang Dinas terkait dan BPJS. Ini pemotongan kewenangan pusat atau daerah? Harus jelas supaya tidak saling menyalahkan,” kata Sirojudin.

Sirojudin juga mengungkapkan, secara umum APBD Indramayu justru mengalami kenaikan, termasuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang meningkat dari kisaran Rp600–700 miliar menjadi sekitar Rp900 miliar. Menurutnya, kenaikan tersebut seharusnya bisa dimaksimalkan untuk melindungi sektor kesehatan masyarakat.

“Kalau Rp200 miliar itu bisa dicover untuk kesehatan, masyarakat pasti lebih tenang. Sekarang ini warga jadi gaduh, bahkan tadi ada ibu-ibu yang mengeluh karena kuota BPJS-nya terkena dampak pemotongan,” ujarnya.

Pena  
 By.
Adam P
Editor
By.
Adam P
Foto/Video
By.
Adam P



Jurnalpelita - Aktivitas galian tanah di Desa Losarang, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu yang sempat menggegerkan warga sekitar menemukan titik terang.

Sebelumnya beredar kabar bahwa pihak pemerintah Desa Losarang dituding melakukan jual beli tanah milik pertamina, bahkan sempat menyeret Nama Babinsa Desa tersebut. Namun tuduhan itu dibantah oleh Kepala Desa Losarang dan Babinsa Desa setempat. 

Saat dimintai keterangan, Kuwu Desa Losarang Arifin menyampaikan, bahwa Tanah tersebut diperuntukkan untuk kepentingan masyarakat Desa Losarang itu sendiri, Arifin Menuturkan bahwa penggalian tanah milik pertamina tersebut bukan untuk dijual belikan ke pihak manapun, namun digunakan untuk pembangunan lapangan voli.

"Saya menggali lumpur pada tanah milik pertamina untuk mengurug lahan sarana olahraga yang terletak di Desa Losarang," Katanya saat melakukan konferensi pers. Kamis, 5/2/2026.

Selain itu kata Kuwu Arifin, pengambilan lumpur tersebut sekaligus untuk normalisasi balong pertamina. Ia menjelaskan bahwa aktivitas tersebut untuk kepentingan masyarakat sekitar. Arifin menegaskan bahwa aktivitas tersebut tidak merusak fasilitas pertamina.

"Ini inisiatif saya sendiri, jadi saya tidak melakukan jual beli tanah tersebut," Tegasnya.

Sementara, dalam kesempatan yang sama, Serda M. Ananto selaku Babinsa Desa Losarang menyatakan bahwa kabar dirinya terlibat aktivitas jual beli tanah pertamanina tersebut tidak benar. Ia menegaskan bahwa dirinya sebagai babinsa sifatnya hanya monitoring segala kegiatan yang kaitanya dengan desa binaan (Desa Losarang).

Ia menyebut, bahwa galian tanah di Desa binaannya diperuntukan untuk kegiatan pengurugan lahan Pertamina yang akan digunakan untuk menggantikan sarana Olah Raga (Lapangan Voli).

"Karena lapangan yang sebelumnya digunakan kepentingan masyarakat yaitu untuk pembangaunan KDMP yang letaknya dibalakang Kantor Balaidesa Losarang," Tegasnya.

Ia menegaskan bahwa kegiatan galian tanah pertamina tersebut sepenuhnya inisiatif dan tanggung jawab Arifin sebagai Kuwu Desa Losarang.

"Bapak Arifin selaku Kuwu Desa Losarang sudah melakukan klarifikasi bersama Stakeholder Terakit," Pungkasnya.


Pena  
 By.
Editor
By.
Adam P
Foto/Video
By.



Jurnalpelita - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pada Kamis (05/02/2026), Lapas Indramayu melaksanakan kegiatan Jemput Bola Layanan Informasi terkait Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga (CMK), Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Menjelang Bebas (CMB), dan Cuti Bersyarat (CB) kepada Warga Binaan.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendekatkan layanan informasi secara langsung kepada Warga Binaan, sekaligus memastikan terpenuhinya hak-hak mereka sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, menyampaikan bahwa inovasi ini merupakan wujud komitmen jajaran Lapas dalam memberikan pelayanan yang transparan, akuntabel, dan humanis.

“Melalui layanan jemput bola ini, kami ingin memastikan seluruh Warga Binaan memahami hak-haknya, mulai dari syarat, mekanisme, hingga tahapan proses remisi dan program integrasi. Dengan informasi yang jelas, diharapkan tidak ada lagi kesalahpahaman dan proses berjalan lebih tertib,” ujar Berthoni.

Dalam kegiatan tersebut, petugas Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan memberikan penjelasan secara tatap muka, membuka ruang konsultasi langsung, serta menjawab berbagai pertanyaan dari Warga Binaan terkait pengusulan dan prosedur administrasi.

Berthoni menambahkan, inovasi ini tidak hanya meningkatkan pemahaman Warga Binaan, tetapi juga memperkuat kepercayaan terhadap institusi pemasyarakatan. 

“Ke depan, kegiatan ini akan terus kami evaluasi dan kembangkan agar pelayanan pemasyarakatan semakin prima dan berorientasi pada pemenuhan hak asasi,” pungkasnya.

Melalui langkah ini, Lapas Kelas IIB Indramayu menegaskan komitmennya dalam mewujudkan layanan pemasyarakatan yang profesional, transparan, dan berkeadilan.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet

Februari 05, 2026 ,


Jurnalpelita - Indramayu – Dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan serta menindaklanjuti instruksi Presiden Republik Indonesia terkait pelaksanaan gotong royong kebersihan lingkungan, TNI, Polri, Forkopimcam Kecamatan Cikedung bersama masyarakat melaksanakan kegiatan Karya Bakti pengangkutan sampah di TPS Pasir Angin, Desa Cikedung, Kecamatan Cikedung.

Kegiatan karya bakti tersebut dilaksanakan dengan melibatkan berbagai unsur, di antaranya Forkopimcam Cikedung, Brigif 34/CB, Yonif TP 889/GW serta masyarakat setempat. Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi penumpukan sampah serta menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Cikedung, Bapak Dadang Supriatna, S.IP., M.Si., beserta 7 orang anggota. Selain itu hadir pula Danramil 1613/Terisi Kapten Inf Asep Mulyana beserta 7 anggota, Kapolsek Cikedung IPTU Anang beserta 5 anggota, Dandenma Brigif TP 34/CB Kapten Inf Khaerul Huda, Dankima Yonif TP 889/GW Kapten Inf Darsono beserta 100 anggota, Kuwu Desa Cikedung Bapak Kasli, Kepala UPTD Kebersihan Losarang Bapak H. Koriin, serta masyarakat sekitar kurang lebih 50 orang.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara gotong royong dengan mengangkut dan membersihkan sampah yang menumpuk di TPS Pasir Angin. Sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat ini merupakan bentuk kepedulian bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Kapten Inf Asep Mulyana mengatakan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar membersihkan sampah, tetapi juga mempererat kebersamaan antara TNI dan masyarakat. “Melalui gotong royong seperti ini, kita membangun rasa kepedulian dan kebersamaan. Harapan kami, kegiatan ini dapat menjadi motivasi masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama,” tuturnya.

Camat Cikedung, Dadang Supriatna menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan karya bakti tersebut. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Dengan dilaksanakannya kegiatan karya bakti ini, diharapkan kondisi lingkungan di wilayah Desa Cikedung menjadi lebih bersih dan sehat serta mampu mendorong masyarakat untuk terus menerapkan budaya gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.

Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget