Indeks Berita
CLOSE ADS
CLOSE ADS



Jurnalpelita - Menghadapi hari raya Idul Fitri tahun 1447 H/2026 M, PDAM Indramayu sudah mengantisipasi gangguan-gangguan yang dialami para pelanggan, Sebagaimana yang disampaikan Nurpan selaku Direktur Utama PDAM Indramayu menyampaikan saat ini pihaknya sudah memperbaiki infrastruktur, termasuk genset kalau PLN itu menghadapi masalah.

"Untuk persiapan stok bahan-bahan operasional, baik itu bahan-bahan kimia dan sebagainya, kita sudah siapkan." Katanya. Minggu, 8/3/2026.

Disinggung soal mutasi pejabat di lingkungan PDAM Ia menyebut, Dalam hal ini pihaknya sudah melakukan mutasi di skala pejabat, hal itu menurutnya merupakan bagian dari penyegaran organisasi supaya bisa lebih fresh. "Karena saya itu kan sama KPM diberikan Pakta Integritas, di mana salah satunya meningkatkan penghasilan, menurunkan efisiensi, dan sebagainya." Tuturnya.

Ia menegaskan, rotasi tersebut merupakan bagian untuk pencapaian yang ditargetkan, sehingga apa yang dibebankan KPM kepada dirinya bisa tercapai dengan baik dan PDAM juga bisa sehat, serta bisa memberikan pelayanan terbaik untuk pelanggan.

Untuk itu Ia berpesan, kepada pejabat yang sudah diberikan amanah, diharapkan dengan tempat yang baru bisa memberikan yang terbaik kepada PDAM.

"PDAM adalah bagian daripada organisasi pelayanan publik, tentunya memberikan yang terbaik untuk pelanggan itu menjadi priority. Selanjutnya nanti kita akan bisa mengukur apakah capaiannya itu sudah sesuai atau tidak. Nanti kita berkala gitu," Pungkasnya.


Pena  
 By.
Aji AP
Editor
By.
Aji AP
Foto/Video
By.
Aji AP



Jurnalpelita - INDRAMAYU — Menjelang momentum arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 H, Kepolisian Resor (Polres) Indramayu Polda Jabar menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral di Aula Atmaniwedhana, Mapolres Indramayu, Kamis sore (5/3/2026). 

Pertemuan ini menjadi langkah penting untuk menyelaraskan kesiapan seluruh instansi guna memastikan kenyamanan dan keamanan pemudik yang melintasi wilayah Kabupaten Indramayu.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Indramayu Lucky Hakim, Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K., serta jajaran Forkopimda lainnya. 

Hadir pula perwakilan Kodim 0616/Indramayu, DPRD, Kejaksaan, Dishub, Satpol PP, hingga pengelola Jalan Tol Cipali dan Pertamina Patra Niaga.

Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, menjelaskan sinergi antar instansi adalah kunci utama pelayanan masyarakat pada puncak mudik nanti.

"Hari ini masing-masing instansi memaparkan kesiapannya. Fokus kita adalah bersinergi di lapangan agar masyarakat terlayani dengan baik, khususnya pada saat puncak arus mudik lebaran," ujarnya kepada awak media.


Dalam rakor tersebut, Kapolres mengidentifikasi sejumlah titik rawan kemacetan yang menjadi perhatian serius. Di jalur bebas hambatan, potensi kepadatan diprediksi terjadi di Rest Area KM 130 jalur A dan B Tol Cipali. Sementara di jalur arteri Pantura, keberadaan pasar tumpah, lampu merah, dan titik putaran balik (u-turn) menjadi fokus antisipasi utama.

Guna mendukung kelancaran tersebut, Polres Indramayu juga telah memetakan penempatan pos pengamanan dan pelayanan. 

"Kami telah menyiapkan pos-pos pengamanan dan pos pelayanan, tidak hanya di jalan raya, tetapi juga di tempat wisata, masjid, hingga pusat keramaian lainnya," jelas AKBP Mochamad Fajar Gemilang.

Salah satu poin krusial yang dibahas adalah tradisi penyapu koin di Jembatan Sewo yang kerap memicu kemacetan dan bahaya lalu lintas bagi pemudik. 

Kapolres menegaskan, pihak kepolisian bersama Pemerintah Daerah, Satpol PP, dan Dishub terus melakukan sosialisasi intensif kepada masyarakat serta tokoh setempat.

"Untuk di Jembatan Sewo, kami mengajak tokoh masyarakat dan tokoh agama agar aktivitas pencari koin tersebut bisa kita minimalisir, bahkan ditiadakan pada saat puncak lebaran demi keselamatan bersama," tegasnya.

Melalui koordinasi dini ini, para pemudik dapat sampai ke kampung halaman dengan aman, nyaman, dan berkesan. Harap Kapolres.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Humas



Jurnalpelita - Indramayu – Dalam rangka memastikan kelancaran pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN), Komandan Kodim 0616/Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo meninjau langsung lokasi pembangunan Yonif TP 889/Gagak Winangsih dan SR (Sekolah Rakyat) beserta lahan yang direncanakan untuk pembangunan Yonif TP.

Kegiatan peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung progres pembangunan serta memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai rencana yang telah ditetapkan.

Dalam kesempatan tersebut, Dandim 0616/Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo menyampaikan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari program strategis yang memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan nasional serta penguatan pertahanan wilayah.

“Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan proses pembangunan berjalan dengan baik, tertib, dan sesuai dengan target yang telah ditentukan sehingga keberadaan Yonif TP 889/Gagak Winangsih dan SR nantinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat maupun dalam mendukung tugas TNI,” ujar Dandim.

Selain meninjau pembangunan Sekolah Rakyat, Dandim juga melihat langsung kondisi lahan yang direncanakan untuk pembangunan Yonif TP, guna memastikan kesiapan lokasi serta berbagai aspek pendukung lainnya.

Diharapkan dengan adanya pengawasan langsung ini, pembangunan yang termasuk dalam Proyek Strategis Nasional tersebut dapat berjalan lancar, tepat waktu, serta memberikan dampak positif bagi kemajuan wilayah Kabupaten Indramayu.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Pendim




Jurnalpelita - Sidang lanjutan kasus dugaan pembunuhan satu keluarga di Kelurahan Paoman, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu kembali digelar pada Rabu (4/3/2026). Dalam perkara yang menewaskan lima orang korban tersebut, sejumlah fakta baru muncul dari keterangan terdakwa Prio di hadapan majelis hakim.

Menanggapi jalannya persidangan, penasihat hukum terdakwa, H. Ruslandi, S.H., menilai eksepsi yang diajukan oleh tim penasihat hukum lain dalam perkara tersebut belum menyentuh substansi penting yang justru muncul dalam persidangan. Hal itu disampaikan Ruslandi pada Kamis (5/3/2026).

Menurut Ruslandi, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang ia pimpin tidak mengajukan eksepsi atau perlawanan terhadap dakwaan jaksa penuntut umum (JPU). Namun, eksepsi yang diajukan pihak lain dinilai masih bersifat normatif dan belum mengarah pada upaya membongkar fakta baru yang disampaikan terdakwa di persidangan.

“Kalau melihat apa yang diungkapkan terdakwa Prio di persidangan, sebenarnya ada beberapa nama lain yang disebut lebih dominan melakukan penganiayaan dan pembunuhan. Seharusnya, jika eksepsi itu bertujuan membongkar fakta yang belum diketahui JPU atau tidak masuk dalam dakwaan, maka bisa diajukan dalam bentuk eksepsi error in persona atau kurang pihak,” ujar Ruslandi.

Ia menjelaskan, eksepsi semestinya dapat meminta majelis hakim memerintahkan aparat penegak hukum untuk menelusuri dan mengembangkan nama-nama yang disebut terdakwa sebagai pihak yang turut terlibat dalam peristiwa tersebut.

Dalam persidangan, kata dia, terdakwa Prio menyebut beberapa nama seperti Aman Yani, Joko, Fuad, dan Adi. Menurut Ruslandi, nama-nama tersebut seharusnya menjadi bahan pengembangan dalam proses hukum.

“Eksepsi yang diajukan kemarin menurut saya kurang berbobot karena tidak meminta hakim untuk memerintahkan jaksa atau aparat penegak hukum menggali nama-nama itu. Seharusnya dalam petitumnya jelas diminta agar dilakukan pengembangan penyidikan,” katanya.

Ruslandi menilai eksepsi tersebut justru lebih menyerupai materi pembelaan atau pleidoi yang seharusnya disampaikan pada tahap akhir persidangan. Karena itu, ia menilai eksepsi tersebut tidak memberikan nilai strategis dalam mengungkap fakta baru.

Meski demikian, pihaknya tetap mencermati keterangan terdakwa Prio yang menyebut adanya orang lain dalam peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa pengakuan tersebut tetap harus dihormati sebagai bagian dari hak hukum terdakwa, bahkan dapat dipandang sebagai bentuk pengungkapan fakta layaknya whistleblower atau justice collaborator.

Ruslandi juga mengaku baru mengetahui nama-nama tersebut saat persidangan berlangsung. Selama proses penyidikan sejak terdakwa ditangkap hingga perkara disidangkan, nama-nama tersebut belum pernah muncul.

“Kalau nama-nama itu sudah disebut sejak proses penyidikan, tentu saya akan menanyakan langsung kepada penyidik. Tapi faktanya baru muncul di persidangan,” ujarnya.

Ia berencana dalam waktu dekat mengunjungi terdakwa Prio di lembaga pemasyarakatan untuk menggali lebih jauh informasi tersebut.

Menurutnya, langkah itu penting mengingat perkara yang sedang disidangkan bukan kasus ringan, melainkan dugaan pembunuhan satu keluarga dengan jumlah korban lima orang.

“Ini bukan perkara sederhana. Kalau memang ada orang lain yang terlibat tetapi belum tersentuh hukum, tentu ini harus ditelusuri. Jangan sampai ada pelaku yang sebenarnya terlibat namun tidak dimintai pertanggungjawaban hukum,” kata Ruslandi.

Prio sendiri, lanjutnya, telah mengakui melakukan pemukulan yang berujung pada pembunuhan. Namun dalam keterangannya di persidangan, ia menyebut bahwa saat kejadian bukan Ririn yang bersamanya, melainkan beberapa nama lain.

“Apakah benar orang-orang yang disebut itu ada dan terlibat, tentu harus dibuktikan. Di sisi lain, penyidik juga telah menetapkan dua orang sebagai pelaku berdasarkan alat bukti yang mereka miliki. Jadi semuanya harus diuji di persidangan,” ujarnya.

Ruslandi menegaskan, pihaknya akan terus menggali peran setiap pihak dalam proses pembuktian nanti, termasuk dengan menanyakan langsung keberadaan serta keterlibatan nama-nama yang disebut terdakwa.

“Dalam waktu dekat saya akan ke lapas untuk bertemu Prio dan menggali lebih jauh. Karena yang membuka fakta ini di persidangan adalah Prio sendiri,” pungkasnya.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi



Jurnalpelita - Proses persidangan Alvian Sinaga pelaku pembunuhan terhadap Putri Apriyani memasuki babak batu, dalam sidang ke 8 kasus pembunuhan berencana di kamar Kost Rifda 4 Blok Ceblok Desa Singajaya Indramayu, 9 Agustus 2025 lalu, Jaksa Penuntut Umum menghadirkan Ahli Forensik dr. Andri Nur Rochman, Sp.F Pak.

Dalam kesempatan itu Ahli menerangkan korban Putri mati lemas karena kekurangan oksigen. Akibat dibekap atau berada di ruangan tertutup sehingga kurang oksigen. 

Menanggapi hal itu Toni RM kuasa Hukum korban menyebut, keterangan Ahli tersebut sesuai dengan pengakuan Terdakwa saat setelah ditangkap, Alvian mengakui bahwa melakukan pembunuhan terhadap Putri dengan cara dibekap, dicekik sampai meninggal kemudian dibakar.

"Tindakan membakar jenazah Putri menurut Ahli adalah upaya menghilangkan barang bukti," Katanya.

Toni RM menambahkan, Berdasarkan keterangan Ahli tersebut ia menyimpulkan bahwa membakar jenazah Putri untuk menghilangkan barang bukti merupakan upaya rencana matang sebelum melakukan pembunuhan sehingga unsur Pasal pembunuhan berencana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 459 KUHP terpenuhi.

"Keluarga korban berharap oknum Polisi biadab ini agar dihukum mati," Pungkasnya.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet



Jurnalpelita - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Unit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli (Turjawali) Polres Indramayu dengan Polisi Militer (PM) melaksanakan Operasi Gabungan yang dipimpin oleh Ipda Nurzaki Fani selaku Kepala Unit (Kanit) Turjagwali. Senin, 2/3/2026.

Di sela sela kegiatan, Ipda Nurzaki selaku Kanit Turjawali menghimbau kepada masyarakat khususnya Indramayu agar Motor jangan memakai knalpot tidak sesuai dengan spesifikasi atau knalpot brong.

"Saya paling alergi dengan knalpot brong. Itu mengakibatkan tawuran antar warga maupun antar sekolah, awalnya dari knalpot. Kalau dalam agama Islam itu banyak mudaratnya," Katanya.

Ia menambahkan bahwa selama operasi gabungan kendaraan yang menggunakan knalpot brong yang berhasil dijaring ada sekitar 6 kendaraan. Ipda Zaki menegaskan bilamana kendaraan yang terkena tilang khususnya knalpot brong, harus diganti knalpot yang standar pabrik.

"Silahkan diganti dengan knalpot bawaan, beserta bukti kepemilikan dan surat surat kendaran." Tegasnya.

Dalam hal ini ia berpesan kepada warga masyarakat agar bijak dalam hal berkendara, terutama menggunakan kendaraan yang sesuai spesifikasi dari pabrikannya.

"Baik itu knalpot, spion, maupun perlengkapan motor lainnya harus standar pabrik," Pungkasnya.


Pena  
 By.
Editor
By.
Aji Adam
Foto/Video
By.
Aji Adam



Jurnalpelita - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Indramayu Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) mengadakan bakti sosial dengan melaksanakan potong rambut gratis dengan menggandeng Pangkas rambut RT milik Sohib, dalam.kesempatan ini, kegiatan tersebut mengambil tema "Polantas Menyapa Potong Rambut Gratis" dengan menargetkan semaksimal mungkin dan menyasar para tukang ojek dan sopir baik elf maupun angkutan kota yang biasa mangkal di area terminal Sindang. Senin, 2/3/2026.

Di sela-sela kegiatan Ipda Dedi Hermanto SH MH CPHR kepala Unit (Kanit) Kamsel menuturkan, kegiatan ini merupakan rangkaian dalam hal menjalankan ibadah puasa 1447 H atau 2026 M dengan harapan bisa bermanfaat bagi para tukang ojek.

"Kami menargetkan semaksimal mungkin, dan pada kesempatan ini alhamdulillah sebanyak 30an orang yang mengikuti potong rambut gratis," Katanya.

Ia menambahkan, para tukang ojek atau sopir angkutan umum yang biasa mangkal di wilayah tersebut merasa senang dengan adanya program yang dilaksanakan Unit Kamsel Polres Indramayu.

Untuk diketahui, bahwa program ini merupakan bukti nyata bahwa Polres Indramayu memiliki kepedulian terhadap masyarakat Indramayu termasuk para tukang ojek yang biasa mangkal di wilayah terminal sindang, ia berpesan agar para tukang ojek dan sopir angkutan umum di mana pun berada agar selalu menjaga kondusifitas lingkungan.

"Jaga keselamatan dan kesehatan terutama menjelang Idul fitri, sebab keluarga di rumah selalu menunggu," Tuturnya 

Sementara, salah satu tukang ojek yang mengikuti program tersebut menyampaikan rasa terimakasih kepada Polres Indramayu khususnya unit Kamsel. Ia menyebut bahwa dirinya tidak memiliki waktu untuk melakukan potong rambut.

"Kami merasa terbantu dengan adanya program sosial ini, kami ucapkan terimakasih kepada Polres Indramayu khususnya Unit Kamsel," Tuturnya.


Pena  
 By.
Editor
By.
Aji AP
Foto/Video
By.
Aji AP



Jurnalpelita - Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Indramayu ikut andil dalam hal memenuhi kebutuhan pokok masyarakat. Pada kesempatan ini Melalui Bazar murah yang digelar di Gerai KDKMP Desa Longok, Kabupaten Indramayu, bahan pokok yang disediakan oleh Bulog langsung diserbu masyarakat yang hadir. Sabtu, 28/2/2026.

Kegiatan yang menghadirkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau itu menjadi menjadi prioritas masyarakat di tengah fluktuasi harga bahan pangan.

Pantauan di lokasi, Beragam komoditas pokok disiapkan dalam bazar tersebut, di antaranya minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, serta beras premium dan beras program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan).

Pimpinan Cabang (Pinca) Perum Bulog Indramayu, Sri Wahyuni, menyampaikan bahwa stok yang disediakan cukup signifikan dan hampir seluruhnya terserap oleh masyarakat. Ia menyebut harga Untuk minyak goreng disiapkan sebanyak 50 dus, gula 100 kilogram, terigu 100 kilogram, serta beras premium 25 pack sedangkan beras SPHP di bawah 80 pack,” ujar Sri Wahyuni.

"Dari seluruh komoditas yang dijual, minyak goreng menjadi produk yang paling cepat habis, Alhamdulillah, minyak habis semua. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat sangat tinggi,” katanya.

Sri Wahyuni berharap kegiatan bazar murah seperti ini dapat membantu meringankan beban masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari upaya Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah.

“Kami berharap masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya. Bulog akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat untuk memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dan terjangkau,” tambahnya.

Warga Desa Longok pun mengaku terbantu dengan adanya bazar murah tersebut. Harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar dinilai sangat membantu, terutama bagi ibu rumah tangga dan pelaku usaha kecil.

Kegiatan ini menjadi bukti sinergi Perum Bulog Indramayu dalam menjaga ketahanan pangan serta mendukung kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Indramayu.


Pena  
 By.
Aji AP
Editor
By.
Aji AP
Foto/Video
By.
Aji AP



Jurnalpelita - Indramayu – Menjelang waktu berbuka puasa, masyarakat Desa Longok, Kecamatan Sliyeg, memadati halaman Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk menghadiri kegiatan bazar murah dan UMKM yang diselenggarakan pada sore hari. Sabtu, 28/2/2026.

Kegiatan yang berlangsung penuh kebersamaan ini dimanfaatkan warga desa Longok dan sekitarnya untuk berbelanja kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus membeli aneka produk UMKM lokal.
Suasana semakin semarak karena digelar menjelang buka puasa, sehingga warga dapat langsung membeli kebutuhan untuk berbuka bersama keluarga.

Di sela sela kegiatan Kuwu Desa Longok, Taridi, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas tingginya partisipasi masyarakat. Menurutnya masyarakat yang hadir sangat sangat antusias.

"Halaman Gerai KDKMP Desa Longok bisa digunakan untuk kegiatan yang bermanfaat seperti bazar murah dan UMKM ini," Katanya.

Ia menambahkan, Selain membantu warga mendapatkan kebutuhan dengan harga terjangkau, kegiatan ini juga mendukung pelaku usaha kecil di desa agar semakin berkembang.

Dalam hal ini, Kuwu Taridi juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas perhatian dan program-program yang mendukung penguatan ekonomi kerakyatan hingga tingkat desa.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia atas dukungan terhadap penguatan ekonomi desa. Semoga program-program yang berpihak kepada rakyat terus berlanjut dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu warga yang hadir mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Ia merasa senang dengan adanya bazar murah menjelang buka puasa.

"Harga lebih terjangkau dan banyak pilihan, UMKM desa juga produknya bagus dan berkualitas, Semoga kegiatan seperti ini sering diadakan, terutama di bulan Ramadan,” ungkapnya.

Dengan adanya kegiatan bazar murah dan UMKM di halaman Gerai KDKMP Desa Longok, diharapkan dapat mempererat kebersamaan warga sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat desa, khususnya di bulan suci Ramadan.

Untuk diketahui bahwa Perintah wakil panglima TNI menyebut Halaman atau lahan parkiran KDKMP yang sudah 100 persen selesai bisa dimanfaatkan masyarakat untuk  berjualan takjil dan UMKM.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Reaksi



Jurnalpelita - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi perhatian publik. Di tengah berbagai perbincangan mengenai perbedaan porsi, harga, hingga teknis distribusi, Pelopor MBG Indramayu, H. Kasan Basari, angkat bicara untuk meluruskan sejumlah persepsi yang berkembang di masyarakat.

Menurut Kasan, publik perlu memahami bahwa dalam program MBG memang terdapat dua kategori harga yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan.

“Ada dua pelayanan yang harus dibedakan, artinya beda harga. Untuk Rp8.000 itu diperuntukkan bagi TK dan SD kelas 1, 2, 3 dengan porsi kecil. Sedangkan Rp10.000 untuk SD kelas 4, 5, 6, serta SMP dan SMA dengan porsi lebih besar,” jelasnya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa perbedaan harga tidak berarti perbedaan kualitas pelayanan maupun menu.

“Yang dipastikan, pelayanan tidak pernah dibedakan. Menu hari itu sama, baik untuk SD maupun SMA. Yang membedakan hanya kuantitas isiannya,” tegas Kasan.

Ia menjelaskan, dalam kondisi tertentu, menu yang disajikan bisa mencapai lima macam untuk porsi besar, sementara porsi kecil empat macam. Jika menu yang dihidangkan merupakan makanan kering dengan nilai bahan yang lebih tinggi, maka bisa saja porsi besar terdiri dari empat macam dan porsi kecil tiga macam.

“Ini yang harus diluruskan dulu, supaya jangan sampai publik membanding-bandingkan. Kadang ada dapur yang terlihat menunya lebih banyak dan besar, itu bisa jadi karena sistem pengirimannya berbeda,” ujarnya.

Kasan menerangkan bahwa teknis pengiriman makanan bergantung pada komitmen antara pihak dapur dan sekolah. Ada dapur yang mengirim setiap hari, ada pula yang mengirim dua kali dalam sepekan untuk kebutuhan beberapa hari sekaligus.

“Kalau satu minggu enam hari lalu dibagi dua kali pengiriman, berarti tiga hari sekali. Maka secara visual terlihat lebih banyak dan besar. Itu faktor teknis pengiriman, bukan perbedaan kualitas,” jelasnya.

Ia meminta masyarakat tidak keliru memahami perbedaan tampilan tersebut.
“Clear ya, masalah harga, teknis pengiriman, dan porsi penyajian. Semua sudah diatur,” katanya.

Lebih jauh, Kasan menekankan pentingnya kualitas bahan olahan, terutama penggunaan air sebagai bahan dasar memasak.

“Air itu bahan paling pokok. Kalau airnya asal-asalan, pasti menimbulkan masalah. Gunakan air mineral yang standar pH-nya sudah terukur. Tidak harus merek tertentu, yang penting aman dan nyaman untuk lambung anak-anak,” pesannya.

Ia juga mengingatkan pengelola dapur agar menggunakan bahan segar dan tidak bermain dalam pengelolaan anggaran.

“Jangan coba-coba mencari keuntungan dari harga Rp8.000 atau Rp10.000 itu. Biarkan harga tersebut murni untuk konsumsi anak-anak. Kalau dilaksanakan dengan benar, insya Allah ada keberkahan,” ujarnya.

Menurutnya, program MBG bukan sekadar soal asupan gizi bagi anak-anak, tetapi juga membawa dampak ekonomi yang luas.

“MBG bukan hanya menyehatkan anak-anak dan memberikan asupan gizi. Petani bisa hidup dengan harga maksimal, tenaga kerja yang tadinya menganggur bisa bekerja. Walaupun ada plus minus, itu bagian dari dinamika,” katanya.

Ia mengakui ada dampak terhadap pedagang kecil akibat fluktuasi harga bahan, namun hal tersebut dinilai masih bisa disiasati.

Maka, Kasan mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengawal dan menjaga program MBG agar tetap berjalan sesuai tujuan awalnya.

“Kita kibarkan dapur ini, kita kawal MBG ini. Karena dampaknya bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi



Jurnalpelita - Indramayu – Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan derajat kesehatan prajurit serta PNS, Kodim 0616/Indramayu menggelar kegiatan penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan penyakit kronis yang dilaksanakan di Aula Joglo Makodim 0616/Indramayu. Kegiatan ini bekerja sama dengan Polkes 03.10.16 Indramayu dan Denkesyah 03.04.03 Cirebon serta Dinkes Kab. Indramayu.

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh Prajurit dan PNS jajaran Kodim 0616/Indramayu. Turut hadir dalam kegiatan ini Dandim 0616/Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo, S.E., M.Han., Kasdim 0616/Indramayu Mayor Inf. Rosidi, para Perwira Staf, para Danramil, anggota jajaran Kodim 0616/Indramayu, PNS, Polkes Kodim 0616/Indramayu, serta Dinas Kesehatan Indramayu.

Dalam sambutannya, Dandim 0616/Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo, S.E., M.Han., menyampaikan bahwa kegiatan penyuluhan ini memiliki peran yang sangat penting bagi seluruh personel.

“Kegiatan penyuluhan ini sangat penting bagi kita semua. Diharapkan melalui kegiatan ini, kita dapat melakukan pendataan awal dan pemeriksaan kesehatan masing-masing. Apabila ada yang terdiagnosis menderita penyakit kronis, dapat segera melaksanakan pengobatan secara rutin,” tegasnya.

Sementara itu, materi penyuluhan disampaikan oleh dr. Nurul dari Poskes Kodim 0616/Indramayu dengan tema penyakit jantung koroner. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa risiko penyakit jantung dapat mulai meningkat sejak usia 30–40 tahun, dan umumnya lebih tinggi pada pria mulai usia ≥45 tahun serta wanita mulai usia ≥55 tahun atau setelah menopause.

Namun demikian, penyakit jantung juga dapat terjadi pada usia yang lebih muda apabila memiliki sejumlah faktor risiko, antara lain riwayat keluarga penyakit jantung, kebiasaan merokok, hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, obesitas, kurang aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, hingga stres berlebihan. Bahkan saat ini, kasus penyakit jantung pada usia 20–30 tahun mulai banyak ditemukan akibat gaya hidup yang kurang sehat.

Selain penyuluhan, kegiatan ini juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan (skrining) guna mendeteksi dini potensi gangguan kesehatan bagi anggota Kodim 0616/Indramayu. Pemeriksaan ini diharapkan dapat menjadi langkah preventif dalam mengantisipasi penyakit kronis sejak tahap awal.

Tak hanya itu, para peserta juga diberikan kesempatan untuk melakukan konsultasi kesehatan bagi yang memerlukan tindak lanjut medis, sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Melalui kegiatan ini, Kodim 0616/Indramayu menegaskan komitmennya dalam menjaga kesehatan dan kesiapsiagaan prajurit serta PNS, sebagai bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI AD di wilayah Kabupaten Indramayu.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Pendim

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget