Di sela sela kegiatan, Bupati Indramayu Lucky Hakim menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya karena proses syuting yang mengambil lokasi di Indramayu ini melibatkan talenta-talenta lokal secara masif. Hampir 90 persen dari jajaran pemeran merupakan warga asli Indramayu.
"Ketika kemarin saya dikasih kabar bahwa akan ada aplikasi Kevlik dan syuting di Indramayu dengan PH Cakra Wangsa, saya langsung sambut dengan senang hati. Saya sempat tanya, 'yang main siapa?', ternyata hampir 90 persen pemainnya adalah orang Indramayu. Bayangan saya tadinya cuma satu atau dua orang," ungkap Bupati dalam sambutannya. Sabtu, 26/9/2026.
Bupati juga memuji kualitas akting para pemeran lokal serta alur cerita yang disajikan secara cepat, padat, dan langsung menyampaikan pesan dengan jelas. Karya ini tidak hanya ditayangkan untuk penonton nasional, tetapi juga menjangkau penonton mancanegara seperti Brunei Darussalam dan Malaysia.
Tepis Isu Penggunaan Anggaran Daerah
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga meluruskan tuduhan dan isu yang beredar di masyarakat mengenai penyelenggaraan acara hiburan serta kegiatan syuting yang dinilai memboroskan anggaran daerah.
Ia menegaskan secara terbuka bahwa seluruh kegiatan produksi film maupun acara hiburan yang digelar sama sekali tidak menggunakan dana APBD maupun uang pajak masyarakat.
"Mumpung ada testimoni di sini, ini syutingnya pakai uang APBD bukan? Bukan ya. Ini murni adalah kerja sama antara Pemda dengan pihak swasta. Kita menyambut baik siapa saja yang ingin melakukan kegiatan atau syuting di Indramayu. Jadi tidak ada menggunakan uang negara atau uang pajak rakyat," tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Indramayu menyatakan akan selalu terbuka dan mendukung setiap rumah produksi maupun pihak swasta yang ingin mengangkat potensi daerah serta memberdayakan masyarakat lokal di Indramayu.
Pena | By. | Jidam P |
Editor | By. | Jidam P |
Foto/Video | By. | Jidam P |


Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.