Indeks Berita
CLOSE ADS
CLOSE ADS

Jurnalpelita - Guna mempererat tali silaturahmi, konsolidasi antara Grup Kaina supaya bisa menghasilkan pelatihan yang berkualitas dan output keberangkatan ke Jepang yang lebih banyak lagi, Lembaga Pendidikan Kerja (LPK) Kaina Indonesia menggelar buka puasa bersama. Sabtu, 15/3/2026.

Nampak hadir dalam kegiatan tersebut dari Dinas Tenaga Kerja, perwakilan Balai Pelatihan Kerja, perwakilan Bank BCA, Bank Mandiri, dan dari Kaina Group. Selain itu Japanesia, Oshin, Tomogara, Megumin, dan beberapa teman-teman kita juga datang.

Usai mengadakan Buka Puasa Bersama, Teguh Adi Koesoemah Putra selaku Direktur Kaina Indonesia menuturkan, Selain mengadakan buka puasa bersama, pihaknya juga mengadakan aksi sosial lain yaitu memberikan santunan bagi yatim piatu. "Dengan harapan walaupun sedikit bisa bermanfaat untuk semua," Tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Teguh memaparkan program lain yang akan dilaksanakan yaitu selain pendidikan nonformal seperti Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang sudah banyak dirikan, pihaknya akan mencoba ke sesuatu yang lebih formal lagi dengan mendirikan sekolah menengah kejuruan dengan tagline "Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan".

Sementara dalam kesempatan yang sama, Nur Kholis selaku Direktur Utama Japannesia Language School berharap keberadaan Kaina Indonesia dapat membantu orang-orang sekitar untuk mendapatkan pekerjaan.

"Ya semoga saja semakin banyak perusahaan yang kita buka, semakin menyerap banyak tenaga kerja. Jadi arahnya tuh positif, semoga diperlancar saja," Harapnya.


Pena  
 By.
Editor
By.
Adam P
Foto/Video
By.
Adam P


Jurnalpelita - Menghadapi persiapan Lebaran 1447 H/2026 M anggota Polri wilayah Polres Indramayu yang bertugas di Polsek Jatibarang, mengadakan kegiatan Operasi Ketupat, pada kesempatan ini Polsek Jatibarang membuat layanan masyarakat di pertigaan Patroli Jalan Raya (PJR) Jatibarang dan si stasiun Kereta Api Jatibarang.

Kapolsek Jatibatang Kompol Darli S.Sos melalui Kanit Reskrim Iptu Fheronika SH menyebut, seluruh personil dibantu juga oleh anggota Polres semua hadir standby satu kali 24 jam.

"Bagi masyarakat yang ingin menyampaikan pengaduan atau apa pun, silakan untuk datang ke kantor pengaduan kami yaitu di Pospam PJR Polsek Jatibarang," Katanya Saat ditemui di Pos PJR Jatibatang. Sabtu, 14/4/2026.

Dalam hal ini ia berharap, pihaknya bisa melaksanakan tugas dengan baik sampai dengan akhir kegiatan selama 14 hari kerja. "Semoga semuanya bisa berjalan dengan baik dan aman, kondusif." Tuturnya.

Ia berpesan Untuk pemudik yang melakukan perjalanan malam, tentunya untuk kecepatan kendaraan tidak lebih dari 60 sampai dengan 70 km per jam. Dengan Harapan bisa menghindari jalan yang berlubang atau kurangnya penerangan lampu.

"Mudah-mudahan pemudik bisa memahami hal tersebut sehingga pemudik nyaman dan selamat sampai tujuan." Harapnya

Ia menambahkan, bahwa untuk Antisipasi lonjakan arus mudik pihaknya melaksanakan pengecekan jalur, penutupan jalur-jalur kecil, sehingga nanti pemudik bisa melaksanakan perjalanannya dengan nyaman.

"Kami mendirikan 2 pos pelayanan untuk mudik lebaran yaitu di PJR dan stasiun Kereta Api Jatibarang," Pungkasnya 


Pena  
 By.
Adam P
Editor
By.
Adam P
Foto/Video
By.
Adam P

Jurnalpelita - Indramayu - Upaya pencegahan perkawinan anak terus digencarkan melalui edukasi kepada generasi muda. Salah satunya melalui kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) Pencegahan Perkawinan Anak yang digelar di Aula outdoor MAN 1 Indramayu, Jawa Barat, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Indramayu H. Syaefudin SH MH, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indramayu Aghuts Muhaimin, Kepala MAN 1 Indramayu Drs. Wahyudin MAg, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu H. Caridin, Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Perlindungan Perempuan dan Anak (Disduk-P3A) Kabupaten Indramayu Agung, serta para guru dan staf MAN 1 Indramayu.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Indramayu H. Syaefudin menegaskan pentingnya peran pendidikan dalam membangun masa depan generasi muda. Ia mengingatkan para pelajar untuk tidak terburu-buru menikah di usia dini karena dapat berdampak pada pendidikan, kesehatan, dan masa depan mereka.

“Remaja harus memiliki cita-cita dan perencanaan masa depan yang jelas. Jangan sampai masa depan terhenti karena perkawinan dini. Pendidikan harus menjadi prioritas agar generasi muda Indramayu bisa lebih maju dan berdaya saing,” ujarnya.

Syaefudin juga mengapresiasi pelaksanaan kegiatan BRUS sebagai bagian dari upaya bersama untuk menekan angka perkawinan anak di Kabupaten Indramayu melalui pendekatan edukatif di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Program Inklusi Lakpesdam PBNU melalui Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LAKPESDAM) PCNU Indramayu sebagai bentuk kepedulian terhadap perlindungan anak dan penguatan kualitas generasi muda.

Ketua Lakpesdam PCNU Indramayu, Ali Ma’nawi, mengatakan bahwa kegiatan BRUS menjadi sarana penting untuk memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai risiko perkawinan anak serta pentingnya merencanakan masa depan secara matang.

Menurutnya, usia remaja merupakan fase yang sangat rentan terhadap berbagai persoalan sosial, termasuk potensi terjadinya Married by Accident (MBA) atau perkawinan yang terjadi akibat kehamilan yang tidak direncanakan pada usia di bawah 19 tahun.

“Melalui kegiatan BRUS ini kami ingin memberikan wawasan kepada para siswa tentang pentingnya menjaga masa depan mereka. Remaja perlu memahami bahwa perkawinan memiliki tanggung jawab besar dan harus dilakukan ketika sudah cukup usia dan siap secara mental maupun ekonomi,” jelasnya.

Ia menambahkan, ketentuan batas minimal usia perkawinan saat ini telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan, yang menetapkan usia minimal menikah bagi laki-laki dan perempuan adalah 19 tahun.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelajar memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai dampak sosial, kesehatan, dan pendidikan dari perkawinan anak, sekaligus mampu menjadi agen perubahan di lingkungan mereka untuk mencegah terjadinya perkawinan dini.

Kegiatan BRUS tersebut juga menjadi bagian dari upaya kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, serta organisasi masyarakat dalam membangun generasi muda yang lebih sehat, berpendidikan, dan siap menyongsong masa depan.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi


Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk menjaga stabilisasi harga dan ketersediaan bahan pangan pokok di masyarakat.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Rendy Saktiko selaku wakil pimpinan cabang menuturkan, Melalui kegiatan ini, pihaknya menyediakan berbagai komoditas pangan dengan harga yang terjangkau sehingga diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang hari raya.

"Kegiatan ini juga terlaksana berkat kerja sama dan dukungan dari Kodim 0616/Indramayu dalam rangka memastikan distribusi pangan berjalan dengan baik serta tepat sasaran bagi masyarakat,” ujar perwakilan Perum Bulog Kantor Cabang Indramayu.

Sementara dalam kesempatan yang sama,  Dandim 0616/Indramayu Letkol ARM Tulus Widodo menyampaikan, kegiatan ini digelar dengan tujuan Untuk membantu masyarakat dalam menghadapi lonjakan harga pada saat Idul fitri.

"Biasanya harga sembako pada naik, untuk itu kami menyelenggarakan bazar murah," Katanya 

Dandim berharap, bahwa kegiatan ini bisa memberikan manfaat kepada masyarakat maupun keluarga besar TNI, karena menurutnya harga yang disajikan lebih murah daripada harga yang ada di pasaran.

Dandim menyebut, pada Kegiatan ini pihaknya menyediakan atau menjual berbagai kebutuhan pokok, seperti daging, telur, beras, minyak dan juga produk-produk UMKM.

"Kami mengajak kepada masyarakat, silakan manfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya." Pungkasnya 


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet

Maret 13, 2026 , ,
Jurnalpelita - Berdasarkan perintah komando atas, Kodim 0616 Indramayu mengadakan kegiatan Bazar Ramadan yang digelar di halaman Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0616/Indramayu. Jumat, 13/3/2026.

Dalam kesempatan itu, Dandim 0616/Indramayu Letkol ARM Tulus Widodo menyampaikan, kegiatan ini digelar dengan tujuan Untuk membantu masyarakat dalam menghadapi lonjakan harga pada saat Idul fitri.

"Biasanya harga sembako pada naik, untuk itu kami menyelenggarakan bazar murah," Katanya 

Dandim berharap, bahwa kegiatan ini bisa memberikan manfaat kepada masyarakat maupun keluarga besar TNI, karena menurutnya harga yang disajikan lebih murah daripada harga yang ada di pasaran.

Dandim menyebut, pada Kegiatan ini pihaknya menyediakan atau menjual berbagai kebutuhan pokok, seperti daging, telur, beras, minyak dan juga produk-produk UMKM.

"Kami mengajak kepada masyarakat, silakan manfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya." Pungkasnya 


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet

Maret 13, 2026

Jurnalpelita - Gejolak geopolitik di Timur Tengah dinilai berpotensi membawa dampak luas terhadap stabilitas global dan kedaulatan nasional Indonesia, mulai dari tekanan ekonomi, keamanan energi hingga stabilitas sosial di dalam negeri.

Hal itu mengemuka dalam Dialog Nasional bertajuk “Tantangan Kedaulatan Nasional di Tengah Gejolak Geopolitik Global” yang digelar Dewan Pimpinan Nasional Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (DPN IARMI) di Auditorium Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2026).

Ketua Umum DPN IARMI Prof. Bahrullah Akbar mengatakan konflik yang melibatkan kekuatan besar seperti Amerika Serikat, Israel, dan Iran tidak bisa dilihat hanya sebagai konflik regional, karena dampaknya merambat ke berbagai sektor global.

“Gejolak Timur Tengah berimplikasi langsung terhadap stabilitas ekonomi dunia, termasuk ketahanan energi dan ekonomi Indonesia. Karena itu, penguatan ketahanan nasional menjadi penting agar Indonesia tetap mampu menjaga kedaulatannya di tengah dinamika geopolitik global,” kata Bahrullah. 

Menurutnya, organisasi alumni Resimen Mahasiswa juga memiliki tanggung jawab moral untuk membangun kesadaran geopolitik masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak mudah terpengaruh narasi global yang berpotensi memicu polarisasi di dalam negeri.

Di sisi lain, Akademisi Universitas Al Azhar Indonesia Dr. Heri Herdiawanto menjelaskan bahwa konflik di Timur Tengah saat ini tidak lagi sekadar perang konvensional, melainkan telah berkembang menjadi perang hibrida yang menggabungkan kekuatan militer, ekonomi, dan teknologi digital.

Menurutnya, eskalasi konflik antara Israel, Iran, dan Amerika Serikat kini juga melibatkan perang narasi global serta serangan terhadap infrastruktur digital strategis.

“Krisis Timur Tengah menunjukkan bahwa kedaulatan negara saat ini tidak hanya diuji secara militer, tetapi juga dalam dimensi diplomasi dan keamanan digital,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) Dr. Aryo Wibowo menyoroti potensi dampak konflik terhadap stabilitas energi global.

Ia menjelaskan kawasan Timur Tengah merupakan jalur utama distribusi energi dunia, terutama melalui Selat Hormuz yang menjadi jalur sekitar 20 persen perdagangan minyak dan LNG global.

“Sebagian besar minyak dari Iran, Irak, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab melewati jalur ini menuju pasar Asia. Jika konflik meningkat, pasokan energi dunia bisa terganggu,” kata Aryo.

Ia juga mengingatkan Indonesia masih menghadapi tantangan serius karena produksi minyak nasional jauh di bawah kebutuhan konsumsi domestik sehingga ketergantungan impor energi masih tinggi.

Pakar geopolitik sekaligus mantan Gubernur Lemhannas Prof. Ermaya Suradinata menilai situasi geopolitik global menuntut Indonesia memperkuat geostrategi nasional untuk menghadapi berbagai ancaman eksternal.

“Indonesia berada di posisi strategis yang sering menjadi arena perebutan pengaruh negara-negara besar. Karena itu, bangsa ini harus memiliki ketahanan nasional yang kuat,” katanya.

Sementara itu, pakar geografi politik Dr. Rasminto menegaskan kesiapsiagaan pertahanan negara merupakan bagian dari mandat konstitusi untuk melindungi kedaulatan dan keselamatan rakyat.
Ia merujuk pada Pasal 30 UUD 1945 yang menegaskan bahwa pertahanan dan keamanan negara menjadi tanggung jawab seluruh komponen bangsa.

“Kesiapsiagaan militer bukan sikap agresif, tetapi bentuk tanggung jawab negara dalam menjaga kedaulatan dan keselamatan rakyat di tengah dinamika geopolitik dunia,” ujar Rasminto.

Menurutnya, meskipun Indonesia tidak terlibat langsung dalam konflik Timur Tengah, dampak tidak langsung seperti gangguan ekonomi global, krisis energi, hingga potensi polarisasi sosial tetap perlu diantisipasi melalui penguatan ketahanan nasional.

Dialog nasional tersebut juga menekankan pentingnya peran generasi muda dan alumni Resimen Mahasiswa dalam memperkuat kesadaran kebangsaan serta menjaga persatuan nasional di tengah dinamika geopolitik global.

Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi

Jurnalpelita - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Barat, Kusnali, melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka Safari Ramadan di Lapas Kelas IIB Indramayu pada Kamis, (12/03/2026). Dalam kegiatan tersebut, Kusnali meresmikan sejumlah fasilitas baru guna meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kemandirian warga binaan.
​Salah satu agenda utama adalah peresmian Pos Bapas secara serentak untuk wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan). Kehadiran Pos Bapas di Indramayu, Gintung, Kuningan, dan Majalengka ini bertujuan untuk mempermudah akses bagi narapidana yang sedang menjalani Pembebasan Bersyarat (PB).
"Dengan hadirnya Pos Bapas, mereka cukup melapor di sini saja, tidak perlu jauh-jauh ke Bapas induk di Cirebon. Ini lebih dekat, efisien, dan tanpa biaya," ujar Kusnali saat ditemui usai kegiatan, didampingi Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni.
Selain layanan integrasi, Kusnali juga meresmikan sarana pembinaan kemandirian berupa pembuatan roti (bakehouse) dan peternakan ayam petelur. Produk roti dari Lapas Indramayu ini bahkan telah menjalin kerja sama dengan pihak eksternal (MBG) untuk menyuplai kebutuhan di wilayah Majalengka hingga Lampung.
​Terkait ketahanan pangan, Kusnali menyoroti potensi besar dari sektor peternakan. Ia menargetkan Jawa Barat dapat memproduksi hingga 35 ton telur per bulan melalui kolaborasi berbagai Lapas seperti Sukamiskin, Garut, Banceuy, dan Bogor. 

Target ini diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan internal 26.434 warga binaan di Jawa Barat yang mencapai 23 ton per bulan, sehingga menghasilkan surplus.
​Menjelang Hari Raya Idulfitri, Kusnali memastikan bahwa pihaknya tengah mendata usulan remisi bagi warga binaan. Ia juga berpesan agar momentum Ramadan digunakan sebagai sarana introspeksi diri.

​"Manfaatkan waktu yang diberikan petugas untuk kegiatan positif seperti tarawih dan tadarus. Semoga ini menjadi bekal ilmu yang bermanfaat saat mereka kembali ke masyarakat nanti," pungkasnya.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi


Jurnalpelita - Kasus pembunuhan satu keluarga di Paoman Indramayu yang menetapkan 2 orang sebagai tersangka hingga masuk ke persidangan menuai banyak pertanyaan publik, sebab saat sidang pertama terdakwa mengungkap empat nama baru yaitu Aman Yani, Hadi, Yoga dan Joko, sehingga membuat publik terkejut.

Pengacara Korban Heri Reang saat usai mengikuti sidang perdana pada hari Kamis, 26/2/2026 lalu mengatakan bahwa dirinya tidak meyakini dengan adanya nama lain yang disebut terdakwa. "Tidak ada, apa lagi tadi menyebut nama Joko, dan saya pastikan itu tidak ada," Katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Julerpi salah satu kerabat korban, dirinya meyakini dua orang tersebut adalah pelaku pembunuhan terhadap salah satu keluarga. Namun meski demikian ia juga meminta pihak berwenang harus membuktikan terlebih dahulu.

Sementara, Toni RM yang kini mendampingi Ririn dan Priyo mengupayakan agar nama lain yang disebut pada sidang perdana diselidiki kembali. Dalam keterangan persnya Toni mengungkapkan bahwa Akibat adanya sidik jari Priyo dan Ririn di tempat kejadian perkara (TKP) Polisi memaksa Priyo dan Ririn untuk mengakui melakukan pembunuhan, bahkan BAP mereka berdua dipaksa seolah yang mengeksekusi para korban mereka berdua.

"Mau jawab sebenarnya mereka dianiaya oleh Penyidik sehingga nama-nama para pelaku tidak ada dalam BAP," Ungkapnya.

Dalam hal ini Toni menyayangkan bahwa 4 orang yang disebut yaitu Aman Yani, Hadi, Yoga dan Joko sampai hari ini tidak ditangkap. "Entah apakah Polisi sudah mengetahui pelaku yang sebenarnya ini ataukah ingin cepat beres saja kasus ini yang penting ada yang ditangkap saja," Tuturnya.

Menurut Toni berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Priyo pada rekaman CCTV terlihat ada seorang lelaki masuk ke pagar gerbang rumah Budi, kemudian dijawab oleh Priyo bahwa orang tersebut adalah Joko, namun Penyidik tidak percaya, malah terus menganiaya Priyo karena dianggap tidak mengakui bahwa itu dirinya.

"Padahal sosok dalam CCTV itu orangnya besar gempal, sedangkan Priyo kecil pendek, Ririn juga kecil kurus. Jadi susah untuk menjelaskan ke Penyidik," Jelasnya.

Toni menambahkan, pada persidangan pertama lah Priyo membuka semuanya apa yang ia lihat dan alami. Priyo juga mengakui ia bersalah ikut menguburkan mayat tapi ia bukan pelaku yang membunuh 5 anggota keluarga itu. 

"Saya hadir dan mau menjadi Pengacara mereka karena Priyo mau membongkar kejadian yang sebenarnya. Kasihan kalau Ririn tidak terlibat sama sekali nanti dihukum mati, apalagi kakinya sudah dipatahkan oleh Polisi," Pungkasnya.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget