Indeks Berita
CLOSE ADS
CLOSE ADS



Jurnalpelita - Indramayu, Mengisi bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, komunitas Jaguar69 lakukan aksi sosial, dengan membagikan ratusan paket takjil kepada para pengguna jalan,  Kamis sore (26/2/2026). Kegiatan dilaksanakan di Jalan simpang lima Indramayu, sampai bundaran kijang Indramayu.

Aksi sosial tersebut dipimpin langsung Ketua Komunitas Jaguar69 Marif Yoga Yanda Perdana, serta sejumlah anggota Jaguar69. Dengan sasaran pembagian bingkisan takjil untuk berbuka puasa para tukang Becak, Jurkir, dan warga yang melintas di sepanjang jalan.

Ketua Komunitas Jaguar69 Marif Yoga Yanda Perdana menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk empati dan kepedulian kepada masyarakat, khususnya para tukang Becak dan juru parkir yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka.


“Ini adalah wujud kepedulian kami kepada masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa. Kami berharap takjil yang dibagikan dapat membantu para pengguna jalan agar tidak perlu repot mencari hidangan berbuka saat masih dalam perjalanan,” ucapnya.

Ia menambahkan, kegiatan berbagi takjil tidak hanya menjadi bagian dari rutinitas sosial di bulan Ramadhan, tetapi juga sebagai refleksi nilai kebersamaan dan solidaritas antara komunitas Jaguar69 dengan masyarakat. 

“Aksi sosial tersebut mendapat respons positif dari para pengguna jalan, seperti tukang becak dan jukir juga , Ojol  yang menerima takjil. Kegiatan berbagi takjil ini diharapkan dapat bermanfaat dan kita junggjung tinggi kebersamaan dan kepedulian sesama dengan penuh kebersamaan di wilayah Kabupaten Indramayu.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet



Jurnalpelita - Pada persidangan perdana di Pengadilan Negeri Indramayu atas kasus pembunuhan satu keluarga yang dilakukan oleh dua pelaku yakni Ririn Rifanto dan Priyo Bagus Setiawan di Paoman, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu beberapa waktu lalu telah dibacakan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Indramayu. Kamis, 26/2/2026.

Pada sidang tersebut terdakwa melalui kuasa hukumnya menyampaikan keberatan dan akan diajukan pada siang berikutnya. Menanggapi hal itu, saat dimintai keterangan usai sidang, Heri Reang selaku kuasa hukum korban menyebut bahwa keberatan yang dilontarkan oleh kuasa hukum terdakwa merupakan hal yang lumrah.

"Kalau masalah tadi ada perlawanan itu sah-sah saja kan gitu. Tetapi saya dari LBH Petani selalu konsisten mengawal kasus pembunuhan ini," Katanya.

Ia meyakini bahwa meski ada perlawanan tidak menghilangkan pokok perkara, sebab kata ia substansinya jelas ada niat merencanakan pembunuhan. Namun meski demikian Heri mempersilahkan bahwa eksepsi itu diajukan.

"Dakwaan Jaksa Penuntut Umum sudah jelas. Pasal 459 pembunuhan berencana, dan itu sifatnya primer adalah dakwaan terberat. Bisa hukuman mati," Cetusnya.

Untuk itu ia memminta hukuman mati terhadap pelaku, sebab dua pelaku sudah menghilangkan lima nyawa hilang. Ia pun percaya bahwa Jaksa Penuntut Umum sudah sesuai dengan substansi yang ada. "Pembunuhan berencana, sekali lagi saya katakan, pembunuhan berencana," Tegasnya.

Dalam kesempatan persidangan disebutkan juga nama baru yang diduga terlibat, namun apa yang dibacakan oleh terdakwa tidak ada di pokok perkara. "Saya tanya lagi sama Pak Jaksa tidak ada." Tuturnya.

Dalam hal Pembacaan dakwaan, Heri pun sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum yang menerapkan Pasal 459 nomor 1 tahun 2023 tentang pembunuhan berencana, kemudian pelaku pembunuhan ada dua. 

Untuk diketahui bahwa namu baru yang disebut adalah Bui, Yani, Joko, Hadi dan Yoga. "Tidak ada lima, apalagi tadi menyebut nama Joko, dan saya pastikan itu tidak ada," pungkasnya.


Pena  
 By.
Adam P
Editor
By.
Adam P
Foto/Video
By.
Adam P



Jurnalpelita - Munculnya nama baru pada sidang perdana Ririn Rifanto dan Priyo Bagus Setiawan yang digelar di Pengadilan Negeri Indramayu atas dugaan kasus pembunuhan yang terjadi di Paoman, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu beberapa waktu lalu yang mengakibatkan hilangnya lima korban nyawa mengejutkan berbagai pihak termasuk kuasa hukum terdakwa itu sendiri.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Pengacara Ruslandi selaku penasehat hukum terdakwa yang Mengikuti persidangan menuturkan dengan munculnya nama nama baru dirinya akan mengonfirmasi dan mengklarifikasi terhadap terdakwa.

"Karena dari awal penangkapan dan diperiksa, disidik, itu tidak ada nama-nama itu gitu," Katanya saat dimintai keterangan usai persidangan. Kamis, 26/2/2026.

Selain itu, Kata Ruslandi Sampai dengan tahap dua hingga rekonstruksi, nama-nama yang disebutkan oleh terdakwa tidak ada.

"Maksud saya, kami ini kan penasihat hukum yang memang akan membela hak-hak hukum daripada terdakwa. Kenapa para terdakwa ini tidak menyampaikan hal yang selama ini tertutup gitu," Ujarnya.

Sehingga menurutnya perkara yang sangat sadis tersebut bisa menyita perhatian publik, namun hingga persidangan dimulai menyembunyikan hal yang seharusnya terungkap dari mulai awal pemeriksaan.


"Kalau misalnya ada nama-nama lain di luar nama kedua terdakwa ini, kenapa tidak disampaikan pada saat penyidikan? Toh ada saya. Saya mendampingi terdakwa ini siang malam lho, sampai dengan pada saat rekonstruksi itu," Tuturnya.

Dalam hal ini ia menambahkan sebagai penasihat hukum akan menghargai hak daripada terdakwa, namun kata dia agar hukum ini bisa menjadi terang benderang, menjadi terbukti secara materiil, maka pihaknya akan mempertanyakan lebih jauh apa peran nama yang disebutnya.

"Jangan asal perlawanan atau eksepsi. Memang perlawanan atau eksepsi itu hak daripada terdakwa, hak hukum daripada semua terdakwa kan, tapi kan tidak mesti hak hukum itu dipergunakan semuanya gitu," Tegasnya.

Menurut Ruslandi ada hal-hal yang harus dipertanggungjawabkan secara hukum. Ketika menyebut nama orang lain, apakah bisa dipertanggungjawabkan Melalui bukti.

"Apakah ada chatting, apakah ada pembicaraan, apa ada saksi lainnya yang melihat gitu kan? Ini kan harus dibuktikan," Tegasnya.

Ia menegaskan bahwa terdakta tidak boleh asal menyebut nama. Sebab Risikonya ada, baik secara materiil atau immateriil. "Orang yang disebut namanya, belum tentu gitu kan. Karena selama ini tidak ada keterlibatan mereka," Paparnya.

Menurut Ruslandi dengan munculnya nama baru, apakah itu akan menghambat sidang lanjutan ia memaparkan bahwa hal tersebut bisa dilihat ketika eksepsi, Kalau disampaikan eksepsi dengan seluruh tanggung jawab hukum, tentu maka akan melanjutkan eksepsi, karena sama-sama harus mengungkap keadilan, harus mengungkap fakta-fakta yang sesungguhnya.

"Tapi kalau hal ini hanya alibi dan tidak bisa dipertanggungjawabkan secara hukum, ya untuk apa eksepsi gitu Kan," Tuturnya.

Untuk diketahui bahwa namu baru yang disebut adalah Bui, Yani, Joko, Hadi dan Yoga. "Ini mengejutkan, saya Baru tahu tadi. Baru tahu ada nama Joko tadi," Pungkasnya.


Pena  
 By.
Adam P
Editor
By.
Adam P
Foto/Video
By.
Adam P




Jurnalpelita - Direktur CV Damar Indah Kencana (DIK), Crisnadi Natasaputra, menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Perusahaan penerbit dan penyedia buku sekolah yang dipimpinnya itu selama ini menjadi mitra resmi Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu dalam berbagai kegiatan edukasi, termasuk pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek) implementasi Kurikulum Merdeka.

Sebagai perusahaan yang berbasis di Kabupaten Indramayu, CV Damar Indah Kencana terus berupaya menghadirkan produk-produk buku sekolah yang berkualitas dan relevan dengan perkembangan dunia pendidikan. Crisnadi menyampaikan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada distribusi buku, tetapi juga berperan aktif dalam pengembangan kompetensi guru dan tenaga kependidikan.

“Kami ingin menjadi bagian dari solusi dalam peningkatan mutu pendidikan di Indramayu. Melalui kolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, kami mendukung pelatihan dan bimtek Kurikulum Merdeka agar para guru semakin siap menghadapi tantangan pembelajaran yang terus berkembang,” ujar Crisnadi.

Menurutnya, perkembangan teknologi pendidikan menjadi perhatian utama perusahaan. Oleh karena itu, CV Damar Indah Kencana terus melakukan inovasi baik dari sisi kualitas konten, desain, hingga sistem distribusi yang lebih efektif dan adaptif terhadap kebutuhan sekolah.

Selain bergerak di bidang pendidikan, Crisnadi Natasaputra juga aktif di dunia olahraga. Ia menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Pengkab PBVSI Indramayu di bawah naungan Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI). Dalam kapasitasnya tersebut, ia turut mendorong pembinaan atlet voli sejak usia dini hingga tingkat kompetisi daerah.

Di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Crisnadi mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya insan pendidikan dan olahraga, untuk menjadikan momentum Ramadan sebagai ajang memperkuat silaturahmi, meningkatkan integritas, serta memperkuat semangat kolaborasi.

“Ramadan 1447 H ini mari kita jadikan sebagai momen refleksi dan penguatan karakter. Baik di dunia pendidikan maupun olahraga, nilai disiplin, kejujuran, dan kebersamaan harus terus kita tanamkan,” ungkapnya.

Ia berharap, sinergi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dapat terus terjalin demi mencetak generasi muda Indramayu yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing tinggi, baik di bidang akademik maupun olahraga.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi



Jurnalpelita - Beredarnya kabar di media sosial dan sejumlah media online terkait isu kepindahan mantan Bupati Indramayu periode 2021–2025, Nina Agustina, dari PDI Perjuangan ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendapat tanggapan dari Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu, H. Sirojudin, S.P., M.Si.

Saat dimintai keterangan, Sirojudin mengaku baru mengetahui informasi tersebut dari pemberitaan media.

“Saya justru baru tahu sekarang dari media. Belum ada komunikasi resmi ke DPC terkait hal itu,” ujar Sirojudin.

Terkait kemungkinan adanya pemberitahuan ke tingkat DPD atau DPP, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti. Namun, ia memastikan bahwa di tingkat DPC Kabupaten Indramayu tidak pernah ada penyampaian resmi ataupun permohonan izin dari yang bersangkutan.
“Kalau ke DPP atau DPD saya tidak tahu. Tapi kalau ke DPC, tidak ada komunikasi,” tegasnya.

Secara pribadi, Sirojudin mengaku tidak terkejut apabila kabar tersebut benar adanya. Ia menyebut, usai kekalahan dalam Pilkada lalu, sinyal-sinyal tersebut pernah disampaikan, meski tidak secara gamblang.

“Bagi saya pribadi tidak kaget kalau Ibu Nina pindah partai setelah kalah dalam Pilkada kemarin, karena dia pernah menyampaikan ke saya, walaupun tidak secara terang-terangan,” ungkapnya.

Meski demikian, Sirojudin menegaskan bahwa partainya memandang hal tersebut sebagai bagian dari dinamika politik yang biasa terjadi.

“Bagi kami, PDI Perjuangan biasa-biasa saja. Ini dinamika politik,” katanya.

Ia juga menepis anggapan bahwa kepindahan tersebut akan berdampak signifikan terhadap basis massa partai di Indramayu. Menurutnya, struktur dan kekuatan organisasi partai saat ini justru semakin solid.

“Kami tidak khawatir kehilangan basis massa. Kami baru saja melaksanakan Konfercab, Musancab, Musran, dan Musanran. Jumlah pengurusnya saja kurang lebih 6.000 orang, dan mereka semua memiliki keluarga. Struktur partai kami kuat hingga akar rumput. Maka, dinamika ini dipastikan tidak akan mengganggu konsolidasi internal PDI Perjuangan di Kabupaten Indramayu.,” tutup Sirojudin.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet



Jurnalpelita - SOLO-Mantan Bupati Indramayu, Nina Agustina, bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kepastian itu ia sampaikan kepada wartawan usai bertandang ke kediaman Presiden ke-7, Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Rabu, 26 Februari 2026. 

Nina tidak sendiri. Ia didampingi Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hapidin, yang berasal dari PSI. Kepada wartawan Nina mengatakan, dirinya bergabung dengan PSI sudah dipikirkan matang. Secara lugas Nina menyatakan alasan bahwa kepindahannya ke PSI diharapkan menjadi pilihan terbaik.

Nina mengatakan, kedatangannya ke Solo untuk meminta restu soal buatnya bergabung dengan partai yang diketuai oleh putra Jokowi, Kaesang Pangarep itu.

"Semuanya adalah yang terbaik. Saya pernah bergabung memberikan kebaikan di Indramayu, saat ini mungkin bergabung dengan Bapak di PSI di Jawa Barat. Alhamdulillah beliau merestui,” tukas Nina. 

Putri mantan Kapolri Jenderal (Purn) Da'i Bachtiar ini sebelumnya dikenal sebagai politisi PDIP. Melalui partai ini pula, Nina Agustina maju menjadi calon bupati Indramayu pada tahun 2020. Bersama Lucky Hakim, Nina Agustina akhirnya terpilih sebagai bupati Indramayu.

Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet



Jurnalpelita - Memasuki lima bulan sejak dilantik, jajaran direksi baru Perumdam Tirta Dharma Ayu (TDA) Kabupaten Indramayu mulai menunjukkan sejumlah capaian strategis. Penguatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), peningkatan kapasitas produksi, serta perbaikan kualitas layanan menjadi fokus utama di awal masa kepemimpinan ini.

Direktur Utama H. Nurpan, S.E., M.Si., melalui Manager Humas Sutoni menyampaikan bahwa seluruh jajaran direksi bergerak secara kolektif dalam menjalankan program prioritas perusahaan.

“Selama lima bulan ini, direksi yang terdiri dari Direktur Utama, Direktur Umum, dan Direktur Teknik bekerja bersama dengan target utama peningkatan kualitas dan perluasan cakupan pelayanan air bersih kepada masyarakat,” ujar Sutoni.

Sejumlah program yang telah dan sedang berjalan diantaranya:
1. Perolehan investasi pembangunan fasilitas berkapasitas 2 x 50 liter per detik (LPS) di wilayah Widasari. Ke depan, direncanakan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) atau SPAM baru berikut jaringan perpipaannya.
2. Rencana pengembangan SPAM Kepandean berkapasitas 200 LPS melalui skema kerja sama Build Operate Transfer (BOT) dengan investor swasta.
3. Negosiasi kerja sama SPAM Industri Losarang berkapasitas 500 LPS.
4. Penjajakan kerja sama penjualan air ke KPI RU VI Balongan dengan memanfaatkan suplai dari SPAM Kuningan berkapasitas 300 LPS.
5. Rencana pengalihan distribusi air dari SPAM Kepandean 50 LPS ke wilayah dengan tingkat pelayanan rendah di Indramayu Kota.
6. Optimalisasi pelayanan melalui peningkatan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas distribusi air.
7. Pengembangan sistem pengaduan terintegrasi berbasis Android guna mempercepat respons layanan.

“Pengembangan ini mencakup pembangunan instalasi baru maupun perluasan jaringan perpipaan, seperti di wilayah Widasari, Indramayu, dan Losarang hingga daerah sekitarnya,” jelasnya.

Pada periode Mei 2026 hingga April 2027, kapasitas pelayanan ditargetkan meningkat hingga 300 liter per detik. Tambahan kapasitas tersebut diharapkan mampu memperluas cakupan layanan sekaligus membuka peluang kerja sama dengan sektor industri strategis.

Terkait keluhan masyarakat khususnya di wilayah barat, Sutoni mengakui bahwa faktor alam menjadi tantangan utama.

“Sebagian besar sumber air kami berasal dari air permukaan atau sungai. Saat musim hujan, tingkat kekeruhan meningkat akibat sedimentasi, sehingga mempengaruhi proses pengolahan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, kondisi air baku dengan tingkat kekeruhan tinggi membuat proses pelarutan bahan kimia dan pengendapan memerlukan penanganan lebih intensif, terutama pada instalasi yang masih menggunakan sistem konvensional.

Selain itu, perbaikan saluran dan bendung oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) dalam beberapa waktu terakhir turut memengaruhi stabilitas distribusi air.

“Namun secara umum, seluruh proses pengolahan tetap mengacu pada standar yang berlaku. Kami memastikan kualitas air yang didistribusikan telah melalui tahapan pengolahan sesuai ketentuan,” tegasnya.

Manajemen juga menilai pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai proses pengolahan air, mulai dari pengambilan air baku, pengolahan, hingga distribusi ke pelanggan.

“Masyarakat sering beranggapan saat musim hujan air melimpah maka kualitasnya pasti baik. Padahal justru tingkat kekeruhan meningkat dan proses pengolahan menjadi lebih kompleks,” jelas Sutoni.

Selain itu, kebijakan penertiban pelanggan menunggak tetap dilakukan sesuai prosedur, meski di lapangan kerap menimbulkan dinamika.

Gangguan Distribusi di Eretan Wetan
Dalam rangka optimalisasi pelayanan di wilayah Eretan Wetan, sempat terjadi gangguan distribusi air yang menyebabkan beberapa pelanggan tidak menerima suplai.

Manajemen menjelaskan sejumlah faktor penyebabnya, antara lain:
1. Evaluasi pemasangan pipa sambungan existing di wilayah tersebut.
2. Penelusuran jaringan pipa lama yang terindikasi keropos dan berpotensi mengalami kebocoran.
3. Perbaikan penyangga jembatan pipa (habim) pada jaringan yang kropos serta perbaikan pipa putus akibat eceng gondok yang terbawa arus sungai di Sumber Mas.

Ke depan, direksi berkomitmen mempercepat modernisasi instalasi, meningkatkan kapasitas produksi, dan memperluas jaringan layanan guna menjawab kebutuhan air bersih masyarakat Indramayu.

“Fokus kami jelas, peningkatan kualitas layanan dan pengembangan SPAM secara bertahap. Dengan tambahan kapasitas dan pembangunan instalasi baru, kami optimistis pelayanan kepada masyarakat akan semakin baik,” tutup Sutoni.

Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi



Jurnalpelita - INDRAMAYU – Menjaga kesucian bulan Ramadhan dengan semangat pembinaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu menggelar razia penggeledahan blok hunian sekaligus tes urine bagi pegawai dan warga binaan (24/02/2026).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Kamtib), Topa Maulana, bersama Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP), Kasubsi Keamanan, serta jajaran staf terkait. Langkah ini merupakan tindak lanjut langsung atas arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan dan Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Barat mengenai peningkatan kewaspadaan selama Bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H.

Implementasi Deteksi Dini dan Mitigasi Risiko Razia dilakukan terhadap kamar hunian dengan metode pemeriksaan yang sistematis dan terukur sesuai dengan Surat Edaran Nomor WP.11-OT.02.02-962026. Petugas memastikan seluruh proses berjalan sesuai Standard Operating Procedure (SOP) dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtib yang tertuang dalam edaran pusat, seperti pelarian, penyelundupan narkotika, hingga penyalahgunaan alat komunikasi ilegal. Dari hasil penggeledahan, petugas mengamankan sejumlah barang terlarang yang berpotensi disalahgunakan untuk kemudian dimusnahkan.

Hasil Tes Urine: 100% Negatif Sebagai bagian dari penguatan integritas petugas dan warga binaan, tim medis melakukan tes urine terhadap 11 orang pegawai dan 36 warga binaan yang dipilih secara acak. Langkah ini merupakan bentuk Zero Tolerance terhadap penyalahgunaan narkoba di lingkungan Lapas.Hasilnya, seluruh peserta—baik pegawai maupun warga binaan—dinyatakan negatif atau nihil dari penyalahgunaan narkoba.

Momentum Refleksi dan Komitmen Integritas Meski dilaksanakan di tengah ibadah puasa, kegiatan berlangsung tertib dan kondusif. Hal ini sejalan dengan arahan untuk menjamin hak warga binaan dalam beribadah namun tetap dalam pengawasan yang ketat. Kasi Kamtib Lapas Indramayu, Topa Maulana, menegaskan bahwa Ramadhan adalah momentum tepat untuk penguatan komitmen integritas. "Sesuai arahan pimpinan, kami melaksanakan deteksi dini secara proaktif. Kami ingin memastikan seluruh proses pembinaan berjalan dalam lingkungan yang aman dan bersih dari narkoba," tegas Topa.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Indramayu kembali mempertegas komitmen Zero HALINAR (Handphone, Pungli, dan Narkoba) serta mendukung penuh pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) sesuai amanat 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget