Indeks Berita
CLOSE ADS
CLOSE ADS



Jurnalpelita - INDRAMAYU – Prestasi membanggakan ditunjukkan oleh jajaran pegawai Lapas Kelas IIB Indramayu. Sebanyak sepuluh orang pegawai resmi menerima kenaikan pangkat melalui jalur Penyesuaian Ijazah (PI) setelah dinyatakan lulus dalam rangkaian ujian kedinasan yang ketat serta memiliki catatan prestasi dalam pelaksanaan tugas. 

Penyematan tanda pangkat baru ini dilakukan langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Indramayu, Fery Berthoni, dalam upacara resmi yang digelar di lapangan Lapas pada Senin pagi (23/02/2026).

Kenaikan pangkat ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan buah dari upaya para pegawai dalam meningkatkan kualifikasi pendidikan mereka ke jenjang Sarjana (S.H). Sebelum pelantikan ini, ke-10 pegawai tersebut harus melewati tahapan seleksi dan ujian penyesuaian ijazah untuk membuktikan kelayakan kompetensi mereka di level pangkat yang baru.

Perubahan signifikan terlihat pada komposisi pangkat, di mana para pegawai yang sebelumnya berada di golongan II/b (Pengatur Muda Tk.I) dan II/c (Pengatur), kini resmi menyandang pangkat III/a (Penata Muda).

Dalam amanatnya, Kalapas Fery Berthoni memberikan apresiasi khusus bagi para pegawai yang tetap bersemangat menempuh pendidikan di sela-sela kesibukan bertugas.

"Kenaikan pangkat melalui penyesuaian ijazah ini adalah bukti bahwa rekan-rekan memiliki semangat life-long learning. Anda telah melewati tes dan seleksi peningkatan kompetensi Anda. Saya berharap semoga mejadi lebih analitis, solutif, dan profesional sesuai jenjang kepangkatan yang baru," ujar Berthoni.

Berikut adalah daftar 10 pegawai (S.H) yang berhasil menyelesaikan penyesuaian ijazah dan naik pangkat ke golongan III/a:
Riri Suhara, Fazri Alghifari Malasis, Nur Jamilah Afifah, Herfan Yulhamda, Saktian Pristianto, Mohamad Ayat Hidayat, Ryan Taufan Irawan, Fuji Fauzan, Fahmi Herdiyansyah, Nugraha Eka Hardana

Acara yang berlangsung tertib dan khidmat ini dihadiri oleh pejabat struktural, staf, CPNS, serta peserta magang. Dengan pangkat yang baru, ke-10 pegawai ini diharapkan menjadi motor penggerak baru dalam peningkatan kualitas pelayanan publik dan penegakan hukum di lingkungan Lapas Kelas IIB Indramayu.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.



Jurnalpelita - IndramayuDanramil 1601/Indramayu Kapten Kav Daniel Ronge beserta anggota Koramil 1601/Indramayu melaksanakan kegiatan pembersihan pohon tumbang yang menutupi akses Jalan Perjuangan, tepatnya di halaman Yayasan PAUD ABC KIDS milik Bapak H. Darwanto, Kelurahan Kepandean, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu.

Pohon tumbang tersebut sempat menghambat aktivitas masyarakat dan akses jalan di sekitar lokasi. Dengan sigap, Danramil bersama anggota turun langsung ke lapangan melakukan pemotongan dan pembersihan batang serta ranting pohon, sehingga akses jalan kembali dapat dilalui dengan aman dan lancar.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kapten Kav Daniel Ronge selaku Danramil 1601/Indramayu beserta anggota, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kepandean Aiptu Kusnan, Kasi Trantib Kelurahan Kepandean Bapak Tosim, serta warga masyarakat setempat yang bersama-sama bergotong royong membantu proses pembersihan.

Sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah kelurahan, dan masyarakat terlihat kuat dalam kegiatan tersebut. Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Penyampaian Danramil 1601/Indramayu

Dalam kesempatan tersebut, Kapten Kav Daniel Ronge menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

“Kami dari Koramil 1601/Indramayu selalu siap membantu masyarakat dalam setiap kondisi, termasuk penanganan pohon tumbang yang dapat membahayakan dan mengganggu aktivitas warga. Ini merupakan bagian dari tugas kami untuk hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.

Beliau juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada, terutama saat musim hujan dan angin kencang, serta segera melaporkan apabila terdapat potensi bahaya di lingkungan sekitar.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan akses jalan kembali normal dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Internet



Jurnalpelita - Untuk perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berasal dari Indramayu. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Indramayu melakukan diskusi panel dengan tema "URGENSI DATA KOMPREHENSIF STRATEGI PERLINDUNGAN PMI PROSEDURAL DAN NON PROSEDURAL",  menerima masukan baik dari pengusaha maupun dari LPK, serta dari pegiat sosial yang diselenggarakan di aula Disnaker Indramayu. Senin, 23/2/2026.

Endang Ismiati Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Indramayu menuturkan pada kesempatan diskusi tersebut menyinggung tentang aduan yang diterima sepanjang Tahun 2025.

"Kami menerima sebanyak 92 pengaduan di tahun 2025," Katanya.

Ia menambahkan bahwa semua aduan sudah berhasil ditangani, dan beberapa PMI sudah dipulangkan dengan aman, meski demikian ada beberapa yang masih dalam proses tapi hampir semuanya sebagian besar sudah bisa ditangani.

"Semua yang kita tangani itu sebagian besar memang unprosedural, dan bukan selalu di Timur Tengah. Kemarin ada beberapa Singapura," Tuturnya.

Dalam hal ini ia berpesan bagi para calon PMI agar ikuti prosedur, sehingga bilamana terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, nasib beruntung belum berpihak, Disnaker lebih mudah dalam mendeteksi keberadaan datanya dan lebih mudah untuk proses pemulangannya.


Pena  
 By.
Adam P
Editor
By.
Adam P
Foto/Video
By.
Adam P



Jurnalpelita - Indramayu – Orang tua siswa SD Losarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat Deis Handika menyatakan bakal melaporkan seorang guru kelas berinisial "T" ke jalur hukum. Langkah ini diambil karena adanya dugaan tindakan yang dianggap tidak sesuai dengan etika pendidikan dan merugikan peserta didik.

Saat ditemui di kediamannya, Deis menyampaikan bahwa tindakan guru tersebut sudah melewati batas kewajaran. Ia merasa anaknya tidak mendapatkan perlakuan yang semestinya.

"Karena itu kami berencana membawa kasus ini ke ranah hukum agar ada kejelasan dan keadilan,” ujar Deis Handika, Kamis 19 Februari 2026.

Deis menjelaskan bahwa dirinya berencana pelaporan ini akan dilakukan secara resmi melalui aparat penegak hukum di Indramayu. Untuk itu Deis berharap pihak berwenang dapat menindaklanjuti dugaan pelanggaran tersebut dengan transparan, sehingga tidak menimbulkan keresahan di lingkungan sekolah.

Deis, menegaskan bahwa dirinya tidak menerima perlakuan guru kelas terhadap anaknya. Ia menyebut hingga kini sang anak masih menyimpan rasa trauma akibat kejadian tersebut.

“Anak saya masih trauma, dan saya tidak bisa menerima perlakuan guru kelasnya. Kendati pihak sekolah sudah berupaya melakukan damai, saya menolak. Kasus ini akan tetap saya lanjutkan ke ranah hukum,” ungkapnya.

Menurut Deis, upaya damai yang ditawarkan pihak sekolah tidak menyelesaikan masalah secara tuntas. Ia menilai langkah hukum adalah jalan terbaik agar ada kepastian dan keadilan bagi anaknya serta menjadi pelajaran bagi dunia pendidikan di Indramayu.

"Saya tidak akan menceritakan duduk persoalan ini ke medsos. Namun kasus ini biar penegak hukum yang menyelesaikan dengan data data yang saya laporkan," Pungkasnya.

Dalam Kasus ini masyarakat Losarang menilai dunia pendidikan di wilayahnya kurang baik, dan berharap pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu segera mengambil langkah konkret sekaligus memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan kondusif. 


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi

 


Jurnalpelita - INDRAMAYU– Suasana religius menyelimuti Masjid Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu pada Rabu malam (18/02/2026). Warga Binaan bersama jajaran petugas melaksanakan Shalat Tarawih berjamaah perdana sebagai tanda dimulainya ibadah di Bulan Suci Ramadhan 1447 H.

 
‎Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni beserta seluruh Pejabat Struktural, Staf, dan CPNS. Kehadiran jajaran petugas di tengah-tengah warga binaan ini tidak hanya untuk pengawasan, tetapi juga sebagai bentuk dukungan moral dan penguatan spiritual bersama.
‎Dalam sambutannya sebelum sholat dimulai, Fery Berthoni mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan momentum Ramadhan ini sebagai sarana memperbaiki diri.
 
‎"Ramadhan adalah kesempatan emas untuk menyucikan hati. Kami ingin memastikan bahwa pembinaan kepribadian di sini berjalan maksimal, sehingga warga binaan memiliki mental yang kuat dan menjadi pribadi yang lebih baik saat bebas nanti," ujar Berthoni.
 
‎Selain pelaksanaan shalat, pihak Lapas juga telah menyusun rangkaian program tadarus Al-Qur'an dan kajian keagamaan selama sebulan penuh. Hal ini merupakan bagian dari komitmen Lapas Indramayu dalam mengimplementasikan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan khususnya pada penguatan pembinaan mental spiritual.
 
‎Pelaksanaan Shalat Tarawih perdana ini berlangsung dengan sangat tertib. Pengamanan ekstra dilakukan oleh Regu Pengamanan dibantu petugas staf guna menjamin kekhusyukan ibadah tetap terjaga di seluruh area Lapas.
 
‎Kegiatan diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan bagi seluruh penghuni Lapas Kelas IIB Indramayu selama menjalani ibadah di bulan suci ini.

Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Humas

 


Jurnalpelita - Sebagai peraih suara terbanyak pada pemilihan Kuwu Penguris Antar Waktu (PAW) Desa Jatibarang Baru Kec. Jatbarang, Kab. Indramayu Abdul Fitri menyampaikan apresiasi kepada semua tim yang mendukung dan berkoalisi bersama, sehingga perolehan suara mencapai 84.

"Sangat luar biasa menurut saya sih. Saya anggap sangat luar biasa kinerja tim selama ini seperti itu." Katanya saat ditemui di kediamannya. Rabu, 18/2/2026.

Dalam hal ini ia berencana akan merapatkan barisan lagi untuk sama-sama membangun Desa Jatibarang Baru yang kemarin baik, dengan harapan akan lebih baik lagi.

Ia menegaskan, untuk menjaga kondusivitas desa, pihaknya akan terapkan pembinaan atau Siskamling, Sedangkan untuk program-program yang sudah tertulis pada visi-misi. "Nanti satu per satu saya akan ke depan bersama masyarakat akan berupaya menjalankan visi-misi tersebut." Tuturnya.

Dalam menjalankan roda pemerintahan Desa, ia pun berharap kepada semua masyarakat untuk bersama sama ikut membangun Desa. Ia pun menegaskan bahwa dirinya siap diluruskan kalau dalam menjalankan pemerintahan sedikit meleceng. 

"Mohon diingatkan, mohon diluruskan." Pungkasnya.



Pena  
 By.
Adam P
Editor
By.
Adam P
Foto/Video
By.
Adam P

 


 Penghitungan surat suara pada pemilihan Kuwu Pengurus Antar Waktu ( PAW) Jatibarang Baru dipastikan Abdul Fitri keluar sebagai pemenang dengan perolehan suara sebanyak 84 suara, sedangkan Iwan Hikwanto nomor urut 2 meraih 79 suara, dan nomor urut 3 Sovian meraih suara nol, jumlah terebut dihitung dari 163 pemilih yang diwakili oleh 11 unsur sesuai dengan peraturan, mulai dari tokoh adat sampai dengan unsur yang lainnya. Rabu, 18/2/2026.

Saat ditemui di lokasi pemilihan Kuwu PAW, Ketua panitua pemilihan Kuwu PAW Dian Hadiansyah L menuturkan,  perolehan terbanyak diraih oleh calon nomor urut 1, Abdul Fitri, dan suara terbanyak kedua diperoleh oleh Iwan Ikhwanto sedangkan yang tidak meraih suara adalah nomor uru 3 yaitu Sovian.

"Alhamdulillah berjalan dengan lancar, acara Musyawarah Desa berkaitan dengan Pemilihan Kuwu Antar Waktu ini," Tuturnya.

Ia berharap agar hasil atau perolehan suara ini menjadi harapan baru bagi Desa Jatibarang Baru. Dengan memiliki pemimpin baru dan hasil dari pemilihan masyarakat melalui pemilihan dari hasil musyawarah.

Dalam hal ini ia menyebut, bahwa Semua masyarakat Jatibarang Baru mempunyai pendapat, semua mempunyai aspirasi masing-masing dan ini adalah hasil dari seluruh masyarakat Desa Jatibarang Baru.

Untuk itu, ia mengajak kepada Semua masyarakat agar harus menerimanya dengan lapang dada,  Yang menang tidak jumawa dan yang kalah juga tidak berkecil hati.

"Sama-sama kemudian membangun, mendukung visi-misi calon yang sudah memperoleh suara terbanyak." Pungkasnya.



Jurnalpelita - INDRAMAYU – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembinaan kepribadian bagi para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Hal ini dibuktikan dengan digelarnya kegiatan pembelajaran membaca Al-Qur'an menggunakan Metode Tasbih, sekaligus penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Yayasan Mutiara Tasbih Al-Qur'an (MATA) Cirebon, Minggu (15/02/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lapas Indramayu ini dihadiri langsung oleh Drs. KH. M. Mashum Hidayatullah, M.M., selaku Ketua Yayasan MATA sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Al-Manah Syekh Djatira, Cirebon. Serta dihadiri oleh Prof. HC. Dr. Rahman Muhammad Agus Tasbih, S.Ag., MM. sebagai pengajar utama. Sebanyak 50 orang perwakilan warga binaan mengikuti pelatihan ini dengan antusias.

Metode Tasbih dipilih karena dikenal sebagai metode yang memudahkan pemula untuk belajar membaca Al-Qur'an secara cepat dan aplikatif. Hal ini dinilai sangat efektif bagi warga binaan, terlepas dari latar belakang pengetahuan agama mereka sebelumnya.

Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemenuhan hak spiritual warga binaan agar mereka memiliki bekal religius yang kuat saat kembali ke masyarakat nanti.

"Kami memandang kegiatan ini sebagai kesempatan emas. Masa pidana tidak seharusnya menjadi waktu yang terbuang sia-sia, melainkan momen untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta," ujar Berthoni.

Berthoni menambahkan bahwa kerja sama dengan pihak eksternal seperti Yayasan MATA sangat krusial untuk menghadirkan tenaga ahli yang kompeten seperti Prof. HC. Dr. Rahman Muhammad Agus Tasbih. Beliau memberikan apresiasi tinggi atas kesediaan yayasan membimbing para warga binaan. 

"Kami sangat mengapresiasi kehadiran Prof. HC. Dr. Rahman Muhammad Agus Tasbih dan dukungan dari Drs. KH. M. Mashum Hidayatullah. Saya berharap metode yang mudah dan cepat ini benar-benar diserap dengan baik, sehingga tidak ada lagi warga binaan yang buta aksara Al-Qur'an," tambahnya.

Acara inti ditandai dengan pemaparan materi secara mendalam oleh Prof. HC. Dr. Rahman Muhammad Agus Tasbih, S.Ag., MM. Dalam sesinya, beliau membimbing warga binaan secara langsung menggunakan teknik cepat Metode Tasbih agar Al-Qur'an lebih mudah dipahami dan dipraktikkan.

Kegiatan kemudian diakhiri dengan penandatanganan perjanjian kerja sama secara resmi antara pihak Lapas Kelas IIB Indramayu dan Yayasan MATA yang diwakili oleh Drs. KH. M. Mashum Hidayatullah, M.M. Melalui kesepakatan ini, program pembelajaran tersebut akan dilakukan secara berkelanjutan dan terstruktur.

Dengan adanya sinergi ini, diharapkan peningkatan keterampilan membaca Al-Qur'an dan penguatan iman dapat menjadi titik balik positif dalam perjalanan hidup warga binaan di Lapas Kelas IIB Indramayu.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Humas

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget