Sebagaimana yang disampaikan oleh Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron pada kesempatan kunjungan kerja di Indramayu tentang Sosialisasi BUMN dengan tema Meraih Profit Maksimal Pencatatan Keuangan yang rapih mengatakan bahwa dalam sejarah perekonomian Indonesia, seperti pada krisis finansial tahun 1998, UMKM menjadi penyangga utama perekonomian masyarakat.
Menurutnya Banyak pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) beralih ke sektor UMKM dan optimalisasi sumber daya alam, seperti membuka budidaya ikan, menanam jagung dan hortikultura, hingga membuka usaha kuliner skala kecil.
"Melihat peran strategis tersebut, kami berupaya mendorong pelaku UMKM agar naik kelas menjadi perhatian serius," Ujarnya. Rabu, 5/8/2026.
Dalam hal ini ia berharap bahwa Dengan menjadikan UMKM lebih tangguh dan bertahan (survive), perekonomian Indonesia diharapkan dapat tumbuh lebih baik, tahan terhadap terpaan krisis, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.
Menuritnya Untuk mewujudkan hal tersebut, terdapat tiga faktor utama yang menjadi fokus pendorongan pengembangan UMKM saat ini:
Akses Permodalan: Kemudahan bagi pelaku usaha untuk mengakses dukungan finansial dari lembaga keuangan.
Tata Kelola dan Manajemen Keuangan: Peningkatan kapasitas pelaku usaha dalam mengelola keuangan secara efisien dan produktif.
Pemanfaatan Digitalisasi: Optimalisasi teknologi digital untuk memperluas akses pasar, seraya memitigasi risiko dan tantangan digitalisasi.
"Guna memperluas akses permodalan, perbankan terus didorong untuk lebih proaktif mendatangi pelaku usaha di tingkat bawah. Langkah ini diharapkan dapat menghilangkan rasa canggung para pelaku UMKM untuk berhubungan langsung dengan pihak bank," Katanya.
Ia menambahkan Bahwa Pemerintah juga menyediakan berbagai program pembiayaan dengan suku bunga terjangkau, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga 6% per tahun dan plafon hingga Rp500 juta, serta kredit tanpa agunan hingga Rp100 juta.
"Selain itu, terdapat program Super Mikro dengan bunga 3% untuk pembiayaan di bawah Rp10 juta," Tuturnya.
Ia menegaskan untuk penguatan ekosistem permodalan dan pengelolaan keuangan UMKM juga akan didukung oleh kehadiran Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Kelurahan Merah Putih.
"Selain permodalan, optimalisasi akses pasar secara kolektif tanpa meninggalkan lini bisnis yang sedang dijalankan juga terus didorong agar para pelaku UMKM dapat berkembang lebih optimal," Pungkasnya.
Pena | By. | Jidam P |
Editor | By. | Aji AP |
Foto/Video | By. | Adam P |


Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.