CLOSE ADS
CLOSE ADS

Toni RM : Polisi jangan takut tangkap pelaku utama pembunuhan satu keluarga di Paoman, Kalau butuh informasi jelas, tinggal ngobrol sama saya


Jurnalpelita - Sejak kemunculan nama-nama baru yang diduga pelaku pembunuhan terhadap satu keluarga di Paoman, Indramayu beberapa waktu lalu yang disebutkan oleh terdakwa Prio di sidang pertama, dinilai bukan fiktif. 

Seperti yang disampaikan oleh Toni RM selaku kuasa hukum Ririn dan Prio, Dirinya telah melakukan penelusuran terhadap nama Aman Yani salah satu nama yang disebut oleh Prio, Kemudian Joko, berdasarkan keterangan Prio Toni menegaskan bahwa keberadaan Joko di Tempat Kejadian Perkara (TKP) terlihat di CCTV.

"CCTV yang beredar yang masuk ke gerbang ke rumah almarhum Budi ya, itu ada. Itu Joko menurut Prio, tetapi Prio pernah menyampaikan ke penyidik itu Joko, malah digebukin," Katanya. Di sela sela Istirahat persidangan di Pengadilan Negeri Indramayu. Rabu, 8/4/2026.

Toni melanjutkan, bahwa Joko masuk ke gerbang rumah korban setelah beli dua bungkus rokok dan kopi di warung seberang, kemudian rokoknya ditaruh di meja, dengan demikian menurut Toni kalau dilihat dari sosoknya sudah jelas bahwa itu Joko, sedangkan Ririn berperawakan tinggi.

"kalau disamakan dengan Prio, terlalu pendek dan agak bungkuk. Nah itu badannya gempal kan, tingginya menurut Prio 168 cm. Jadi yang disampaikan oleh terdakwa Prio mengenai Joko ada, kan gitu," Paparnya.

Selain itu nama lain yang disebut adalah Yoga, menurut Toni nama Yoga pernah disampaikan oleh ibunya Euis kepada dirinya. Toni menjelaskan saat sebelum kejadian sekira jam 23.30 Kamis malam. Almarhumah Euis menelepon Teti ibu kandung Euis, saat itu terdengar suara bising. 

"Lalu ibunya Euis, menanyakan, itu siapa? Ini A Budi lagi ada tamu, Yoga dan tiga orang temannya, berempat. Artinya ada tuh sebelum kejadian, dan kejadian itu kurang lebih jam 12.00 malam, Tiga puluh menit sebelum kejadian itu ada orang yang namanya Yoga itu terkonfirmasi oleh ibunya Euis. Jadi yang disebutkan oleh Prio ada nama Yoga," Jelasnya.

Dalam hal ini Toni menyayangkan terhadap kinerja Polisi Indramayu, sebab hingga saat ini Polisi belum merespons tentang perkembangan kasus tersebut. Menurut Toni polisi tidak mau menangkap pelaku yang sebenarnya, sebab dari informasi yang sudah beredar dan sudah jelas maka harus ditindak lanjuti. 

"Kalau butuh informasi hasil investigasi saya, tinggal ngobrol sama saya. Tinggal saya dipanggil, diundang, 'Toni kamu ada informasi apa coba?'," Cetusnya.

Untuk itu Toni berharap agar Polisi tidak takut jika pelaku yang sebenarnya ketangkap lalu tindakan menangkap Ririn itu untuk diakui kesalahannya, bahkan bilamana polisi punya inisiatif menangkap atau mencari pelaku yang sebenarnya, Toni pun akan mengapresiasi dan tidak mempersoalkan penganiayaan terhadap Ririn sampai kakinya patah dan Prio sampai bengkak di kakinya. Namun jika sampai pada waktunya meskibsudah ada informasi yang jelas dan tidak mau menangkap pelaku lainnya, maka Toni pun akan mempersoalkan tindakan penganiayaan kekerasan terhadap Ririn dan Prio yang mengakibatkan kaki Ririn patah dan Prio kakinya bengkok.

"Ririn dan Prio yang tidak punya apa-apa, orang miskin, sampai kakinya patah. Jadi kalau tidak ada inisiatif untuk menangkap pelaku yang sebenarnya, pasti saya akan persoalkan, lihat aja nanti." Pungkasnya.


Pena  
 By.
Aji AP
Editor
By.
Aji AP
Foto/Video
By.
Aji AP

Seperti yang disampaikan oleh Toni RM selaku kuasa hukum Ririn dan Prio, Dirinya telah melakukan penelusuran terhadap nama Aman Yani salah satu

April 08, 2026

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget