Indeks Berita
CLOSE ADS
CLOSE ADS

Jurnalpelita - Program ketahanan pangan yang dijalankan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu kembali menunjukkan perkembangan positif. Setelah sebelumnya berhasil memasarkan hasil panen ke Yogya Toserba Indramayu, kini produk hidroponik warga binaan resmi masuk ke Yogya Toserba Jatibarang.

Pada Rabu (1/4/2026), Lapas Indramayu melaksanakan penjualan ke-17 hasil panen hidroponik ke Yogya Toserba Jatibarang. Dalam kegiatan tersebut, produk yang dipasarkan terdiri dari 8 kilogram selada dan 5 kilogram pakcoy yang telah melalui proses sortir, penimbangan, hingga pengemasan sesuai standar.

Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, menyampaikan bahwa perluasan pemasaran ini menjadi bukti nyata keberhasilan program pembinaan kemandirian yang dijalankan di dalam Lapas.

“Alhamdulillah, setelah sebelumnya kita bekerja sama dengan Yogya Toserba Indramayu, kini hasil hidroponik warga binaan juga sudah bisa masuk ke Yogya Jatibarang. Ini menunjukkan bahwa kualitas produk yang dihasilkan sudah semakin baik dan dipercaya oleh pihak luar,” ujar Berthoni.

Ia menjelaskan bahwa seluruh proses produksi dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari tahap penanaman, perawatan, hingga panen, dengan pengawasan petugas guna menjaga kualitas hasil pertanian.

Lebih lanjut, Fery menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya mendukung program ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan keterampilan bagi warga binaan agar memiliki bekal yang bermanfaat setelah bebas nanti.

“Program ini menjadi bagian penting dalam pembinaan kemandirian. Warga binaan tidak hanya belajar bercocok tanam, tetapi juga memahami proses produksi hingga distribusi hasil,” tambahnya.

Distribusi hasil panen ke Yogya Toserba Jatibarang dilakukan oleh petugas sesuai mekanisme kerja sama yang telah terjalin. Kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar.

Dengan adanya perluasan pemasaran ini, Lapas Indramayu optimistis program hidroponik yang dijalankan dapat terus berkembang serta memberikan manfaat berkelanjutan, baik bagi warga binaan maupun masyarakat luas.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi

Jurnalpelita - Proses persidangan yang ke tiga kasuspembunuhan satu keluarga di Papan Indramayu dengan agenda mendengarkan saksi yakni Niko, Mega kerabat korban dan Denis dari Inafis Polres Indramayu, pada persidangan kali ini saksi Niko menerangkan, dirinya pernah mendengar dan diperkenalkan oleh almarhum Budi pada tahun 2010 dengan yang namanya Joko.

Menanggapi hal itu, Toni RM selaku kuasa hukum Prio dan Ririn menduga ada pelaku lain yaitu Joko. Menurut Toni hadirnya Niko dapat dikonfirmasi bahwa Budi mempunyai teman yang namanya Joko. "Hanya saja ketika saya tanya ciri-cirinya, saksi Niko ini lupa, Tetapi tinggi badannya ketika saya tanya 168 cm berdasarkan keterangan si Prio," Katanya saat usai menghadiri sidang di Pengadilan Negeri Indramayu. Rabu, 1/4/2026.

 Selain itu menurut Toni, saksi Denis dari Inafis menerangkan bahwa di tempat kejadian perkara (TKP) banyak ditemukan sidik jari, namun Toni menyayangkan karena ketika ditanya kenapa sidik jari banyak itu tidak dapat diidentifikasi, Denis beralasan tidak sempurna. Meski demikian Denis membenarkan bahwa di TKP banyak sidik jari, terutama di pintu yang mau ke garasi.

"Nah, berdasarkan keterangan Prio yang saya gali, empat orang itu memang pada pakai sarung tangan. Dan jelas loh Prio mengatakan kepada saya itu Aman Yani pakai sarung tangan biru, Yoga dan Hadi pakai sarung tangan hitam, dan Joko juga pakai sarung tangan. Dan semuanya hampir lewat garasi," Paparnya.

Toni mambahkan, berdasarkan keterangan dari Prio bahwa mereka pada lewat garasi dan di garasi itu menurut keterangan Denis banyak sidik jari namun tidak sempurna. Dalam hal ini Toni menyayangkan karena Inafis tidak mampu mengidentifikasi banyaknya sidik jari tersebut. 

Untuk itu Toni mendorong agar pihak polisi di Indramayu harus benar-benar bekerja untuk menggali dan mengungkap sidik jari yang belum teridentifikasi tersebut.

"Ini PR buat Kapolres Indramayu. Ungkap itu! Ada sidik jari, ada nama disebut, cocokkan tuh! Pembanding nama Aman Yani, Joko, Hadi dan Yoga," Ujarnya.

Selain itu, bukti kuat lainnya adalah, Toni mengungkapkan bahwa sebelum kejadian Almarhumah Euis menelpon Teti yang merupakan Ibu dari Euis. Toni menjelaskan bahwa ibunya Euis menyampaikan kepada dirinya lewat telepon, bahwa pada malam Jumat sebelum kejadian tanggal 28 malam, Teti mendapat telepon dari Euis, Lalu dalam komunikasi telepon itu, terdengar suara berisik banyak orang. Lalu Teti menanyakan kepada Euis tentang keramaian tersebut, lalu Euis pun menjawab bahwa almarhum Budi  kedatangan temannya yaitu Yoga bersama tiga orang lainnya.

"Nah, sehingga, ketika nama Yoga, Aman Yani, Hadi dan Joko disebut pada agenda nota perlawanan tadi, Teti baru ingat. Nah, di BAP Teti mengaku komunikasi terakhir dengan Euis anaknya itu di jam 18:00 kalau di BAP," Jelasnya.

 Toni menjelaskan bahwa setelah ada kalimat dari Prio yang menyebut nama Yoga, Teti baru ingat. Bahwa setengah jam sebelum kejadian memang ada nama Yoga yang disebut oleh Euis, disampaikan kepada ibunya walaupun ini tidak langsung. "Ini ada temannya Budi, Yoga dan teman-temannya berempat." Kata Toni mnirukan kalimat Ibu kandung Euis.

Toni menambahkan, Ketika Ririn datang ke rumah Budi kemudian diajak keluar oleh Joko, maka di situ kemudian ada Budi, Prio, Aman Yani, Yoga dan Hadi. "Ini cocok! Nah, jadi ini harus digali ini. Nama Yoga ini memang muncul ada pada saat sebelum kejadian berdasarkan keterangan informasi dari ibunya Euis," Pungkasnya.


Pena  
 By.
Aji AP
Editor
By.
Aji AP
Foto/Video
By.
Aji AP


Jurnalpelita - Warga Desa Linggajati, Kec. Arahan, Kabupaten Indramayu mendatangi kantor kecamatan Arahan, hal itu dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerinda desa periode sebelumnya. Rabu, 1/4/2026.

Siska Eryani selaku perwakilan warga menuturkan warga menuntut agar pemerintah Desa Linggajati periode sebelumnya diaudit atas dugaan Soal pemdes yang tidak transparan, Pihak Pemdes dinilai tidak transparan soal pelaksanaan ternak sapi, kambing, BUMDES, pembuatan AJB dan invenentaris motor yang belum dialokasikan.
"Tidak ada transparannya berupa kambing, sapi, mesin jahit, apalagi dana-dana Bumdes." Katanya usai menghadiri audiensi bersama forkopimcam.

Siska menuding bahwa pihak pemdes berbohong soal pembuatan Akte Jual Beli (AJB), sebab biaya sudah dibayarkan namun selama 3 tahun AJB masih belum selesai.

"Totalnya ada 19 orang dengan nominal lebih dari 25 juta, sebab satu Orang itu ada yang 3 juta, ada yang 2 juta, ada yang 5 juta, ada yang 1 juta 500." Tuturnya 

Siska menyebut bahwa proses pembuatan AJB diketahui oleh pemerintah Desa langsung pada Waktu 2023 melalui program pemutihan sertifikat.

"Ada yang mandiri ada juga yang melalui program pemerintah, Kebanyakan mandiri yang dibohongin tuh," Ujarnya.
Selain itu, pihak Pemdes juga menjanjkan kepada warga yang mendapat bantuan Sosial (Bansos)  bagi para lansia, mereka dijanjikan bagi yang bayar 200 ribu akan dibuatkan ATM Bansos. "ATM-nya enggak dapat, Bansos-nya enggak dapat, uang 200 ribunya enggak kembali." Jelasnya.

Siska menjelaskan di Balai Desa pernah dijanjikan akan mengembalikan dana pembuatan ATM  bansos 200 ribu tersebut Pada tanggal 16, hari Senin 16 Maret.

Dalam hal ini Siska berharap agar kasus di Desanya yang melibatkan Hamdan yang merupakan Sekretaris Desa ditindaklanjuti dan diusut tuntas.


Pena  
 By.
Adam
Editor
By.
Adam
Foto/Video
By.
Adam



Jurnalpelita - Banyaknya tumpukan sampah yang hampir di seluruh wilayah Indramayu menjadi keharusan untuk segera diselesaikan, sebagaimana yang disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Ono Surono, S.T saat usai menghadiri halal bihalal di DPC PDIP Indramayu menekankan bahwa Haji Sirojudin selaku pimpinan DPRD dan Edi selaku ketua fraksi juga harus menyampaikan kepada pemerintah daerah Indramayu bahwa sampah tersebut sudah menjadi persoalan yang utama. Minggu, 29/3/2026.

"Bukan hanya di kota-kota besar saja tapi termasuk di kabupaten yang salah satunya Kabupaten Indramayu. Risihlah lihat tumpukan sampah di mana-mana," Ujarnya.

Ono menekankan, bahwa persoalan sampah ini seharusnya segera diselesaikan walaupun alasan dari pemerintah Kabupaten Indramayu adalah angkutan, namun hal tersebut seharusnya tidak menjadi persoalan. karena menurutnya, APBD Indramayu masih banyak yaitu sekitar Rp. 3,7 Triliun.

"Masa Indramayu tidak mampu membeli angkutan sampah, atau misalnya kalaupun tenaga Dinas Persampahannya kurang, masa sih tidak bisa melakukan koordinasi dengan desa, dengan organisasi masyarakat untuk bagaimana sampah itu segera diangkat," Cetusnya.

Untuk itu ia menyarankan dengan nominal APBD sebesar 3,7 triliun ini maka pemda Indramayu harus lebih memprioritaskan program-program atau belanja-belanja daerah yang berhubungan dengan ekonomi rakyat, pelayanan dasar rakyat. "Karena kita saat ini menghadapi pra-krisis ekonomi. Maka instrumen APBD Indramayu sebaiknya lebih mengarah kepada persoalan-persoalan dasar rakyat," Tuturnya.

Sementara dalam kesempatan yang sama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, H. Sirojudin, S.P., M.Si., menyebut bahwa terkait dengan sampah, Pihaknya sudah menyampaikan untuk mencari solusi dengan pihak terkait di lingkungan Pemda Indramayu, dalam hal ini ia menyebut bahwa dalam rapat rutin dengan komisi 4 selalu mendapatkan alasan klasik yaitu soal angkutan.

"Saya bilang kalau memang nggak ada angkutan rental lah, mobil truk kan bisa. Kalau orangnya kurang, outsourcing dibayar. Karena memang kan bisa juga itu kan," Tegasnya

Menurutnya penanganan sampah tersebut sangat kompleks, Jadi ia menyarankan bahwa siapapun pimpinannya harus menangani persoalan ini dengan baik. "kalau goodwill dari pimpinannya nggak bagus ya repot juga," Pungkasnya.


Pena  
 By.
Adam P
Editor
By.
Adam P
Foto/Video
By.
Adam P


Jurnalpelita - Proses Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) untuk Calon Rektor Universitas Wiralodra telah diikuti oleh 3 kandidat yang memiliki kemampuan dalam hal pengembanan tugas pada sebuah universitas, namun meski demikian proses UKK yang berlangsung secara terbuka ini, pihak Unwir sendiri telah memiliki kandidat terbaik dari ketiganya. mereka adalah Prof. Ipong, Dr. M. Zaedi, M.Ag., dan Dr. Kambali, M.Pd.I. Jumat, 27/3/2026.

Dari hasil pada UKK tersebut Berdasarkan hasil akhir berupa ranking resmi berbasis AI, Prof. Ipong menempati peringkat pertama dengan nilai 83,31. Posisi kedua diraih Dr. M. Zaedi, M.Ag., dengan nilai 76,94, sementara peringkat ketiga ditempati Dr. Kambali, M.Pd.I., dengan nilai 68,96.

Kandidat nomor urut 2, Prof. Dr. Ipong Dekawati, M.Pd., dalam kesempatan itu menyampaikan rasa syukur atas kelancaran tahapan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) tahap kedua yang diselenggarakan oleh Yayasan Wiralodra Indramayu (YWI). Ia juga menegaskan komitmennya untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola kampus apabila dipercaya memimpin pada periode 2026–2030.

Menurutnya Capaian ini menjadi indikator penting dalam proses penjaringan calon rektor, sekaligus mencerminkan penilaian komprehensif terhadap kompetensi, visi, serta kesiapan para kandidat dalam memimpin Universitas Wiralodra ke depan.

“Alhamdulillah, semua proses berjalan dengan baik. Ini menunjukkan bahwa ke depan sudah banyak pekerjaan besar yang menunggu untuk diselesaikan,” ujar Prof. Ipong. 

Ia menegaskan bahwa seluruh hasil yang diperoleh diserahkan kepada kehendak Tuhan. Ia menyebut, proses pemilihan rektor bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian dari ikhtiar untuk mendapatkan pemimpin terbaik bagi institusi.

“Saya berdoa semoga yang diberikan adalah yang terbaik menurut Allah, bukan sekadar terbaik menurut saya,” tambahnya.
Dalam pandangannya, tahapan UKK menjadi gambaran awal bahwa kepemimpinan ke depan akan dihadapkan pada berbagai tantangan besar yang membutuhkan kesiapan, ketelitian, dan kerja nyata.

Terkait langkah awal jika dipercaya memimpin, Prof. Ipong menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh sebelum mengambil kebijakan strategis. Ia menilai pemahaman terhadap kondisi internal kampus menjadi fondasi utama dalam menentukan arah kebijakan.

“Langkah pertama tentu evaluasi, baik dari sisi keuangan maupun kondisi internal organisasi. Saat ini saya belum mengetahui secara detail karena posisi saya masih di luar sistem. Maka saya harus masuk terlebih dahulu, memahami kondisi yang ada, baru kemudian merencanakan langkah selanjutnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof. Ipong menyampaikan bahwa pengembangan institusi tetap menjadi fokus utama dalam jangka panjang, termasuk kemungkinan penyesuaian struktur organisasi guna meningkatkan efektivitas kinerja.

“Tentu ada program jangka panjang. Kita ingin mencapai posisi sebagai institusi yang unggul, namun hal itu akan disesuaikan dengan kebutuhan dan struktur organisasi yang ada,” ujarnya.

Menurutnya, visi menjadi perguruan tinggi unggul tidak hanya ditentukan oleh program, tetapi juga oleh keselarasan antara strategi yang disusun dengan kondisi riil organisasi.

Meskipun unggul pada UKK tahap satu dengan bobot 25 persen dan UKK tahap dua sebesar 65 persen diatas kertas Prof. Ipong layak terpilih sebagai Rektor Universiatas Wiralodra, kewenangan penetapan rektor tetap berada di tangan yayasan. Terkait mekanisme tersebut, Prof. Ipong menegaskan bahwa keputusan akhir sepenuhnya menjadi hak yayasan.

“Keputusan akhir ada pada yayasan. Walaupun ada hasil pemilihan, tetap ada mekanisme penetapan yang menjadi kewenangan yayasan,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, ia kembali menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh tahapan yang telah dijalani, disertai optimisme terhadap hasil akhir.

“Alhamdulillah, semuanya menunjukkan bahwa ke depan masih banyak pekerjaan yang menunggu. Saya berdoa semoga yang terbaik menurut Allah yang terjadi,” tuturnya.

Prof. Ipong berharap seluruh rangkaian proses pemilihan rektor dapat berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan Universitas Wiralodra.

Ia menekankan bahwa kepemimpinan ke depan harus mampu menghadirkan perubahan melalui evaluasi yang tepat, perencanaan yang matang, serta penguatan sistem organisasi secara menyeluruh.

“Yang terpenting adalah bagaimana memahami kondisi yang ada, lalu menyusun langkah strategis untuk membawa institusi ini menjadi lebih maju dan unggul,” pungkasnya.


Pena  
 By.
Adam P
Editor
By.
Adam P
Foto/Video
By.
Adam P


Jurnalpelita - Sebanyak 19 replika tokoh legenda yang ada di Indonesia mengikuti aksi unjuk kebolehan pada Agenda rutinan tahunan Karnaval Krasak Sahitya Raksa. Selasa, 24/3/2026.

Kegiatan tersebut digelar setiap tahun dan dilaksanakan di Desa Krasak, Kec. Jatibarang, Kab. Indramayu hal ini sudah berjalan 52 kali, hal ini menjadi momen yang ditunggu tunggu bagi masyarakat desa tersebut.
Khairul Isma Arif Kuwu Desa Krasak menuturkan, kegiatan tersebut diselenggarakan  satu tahun sekali, dan sudah berjalan sekitar 52 tahun lebih. "biasanya selalu dilaksanakan di bulan Syawal setelah selesainya acara Idulfitri." Katanya saat ditemui usai melepas karnaval di depan balai Desa Krasak.

Ia menambahkan, para Peserta yang ikut karnaval masing-masing RT yang menampilkan sebuah kreativitas atau sebuah kesenian yang sudah ditentukan temanya oleh panitia yang kebetulan pada tahun ini mengambil tema tentang legenda Nusantara.

"Jadi yang tampil itu legenda Jaka Tingkir, legenda Gunung Merapi dan tokoh legenda Nusantara lainnya." Tuturnya.

Arif berpesan bagi para pemuda-pemudi di Desa Krasak ataupun di mana pun bahwa setiap kegiatan-kegiatan adat istiadat, kebudayaan, kesenian baik lokal desa maupun kesenian kebudayaan yang bersifat umum itu adalah sudah menjadi mandat dari para leluhur untuk wajib meneruskan dan melestarikan kegiatan tersebut.


Pena  
 By.
Adam P
Editor
By.
Adam P
Foto/Video
By.
Adam P


Kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari, mulai Sabtu 21 Maret hingga Selasa 24 Maret 2026, guna memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk merayakan momen Lebaran bersama keluarga. Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu menyampaikan bahwa layanan kunjungan dibagi menjadi dua sesi setiap harinya.

“Untuk memaksimalkan pelayanan, kami membagi waktu kunjungan menjadi dua sesi. Sesi pertama pendaftaran dimulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB, dan sesi kedua pukul 13.00 hingga 15.00 WIB,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa mekanisme kunjungan tetap berjalan seperti biasa, namun terdapat penyesuaian pada barang bawaan pengunjung.

“Kami mengutamakan barang bawaan berupa makanan dan minuman khas Hari Raya Idul Fitri. Hal ini bertujuan untuk mempermudah proses pemeriksaan dan penggeledahan, sehingga lebih aman dan terhindar dari penyelundupan barang terlarang,” jelasnya.

“Harapannya, warga binaan bisa lebih cepat bertemu dengan keluarganya tanpa harus menunggu lama dari proses pendaftaran hingga masuk ke dalam area kunjungan,” tambahnya.
Salah satu keluarga warga binaan, Mulyati, warga Desa Sliyeg, mengaku bersyukur atas kesempatan yang diberikan.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur masih bisa bertemu dan berkumpul dengan keluarga di momen Lebaran ini, walaupun di dalam lapas,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Tarinih, warga Desa Wanasari. Ia mengungkapkan perasaan haru yang dirasakannya saat berkunjung.

“Senang bisa merayakan Lebaran bersama suami, tapi juga sedih karena situasinya seperti ini. Namun saya tetap bersyukur masih diberi kesempatan untuk bertemu,” ujarnya.

Melalui layanan kunjungan Hari Raya ini, Lapas Kelas IIB Indramayu berharap dapat memberikan pelayanan yang humanis.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Humas Lapas


Jurnalpelita - Memasuki hari kedua libur Lebaran (22 Maret 2026), ribuan pengunjung terpantau memadati destinasi wisata pantai Balongan Indah (Bali) di Desa Balongan, Kec. Balongan, Kab. Indramayu. Minggu, 22/3/2026.

Padatnya jumlah wisatawan ini merupakan fenomena tahunan di mana keluarga memanfaatkan momen libur panjang untuk berekreasi.
Aqso Darmawangsa selaku ketua pengelola pantai menyampaikan lonjakan pengunjung sudah terlihat sejak hari lebaran pertama yaitu pada hari sabtu 21/3/2026 kemarin.

"Pengunjungnya dari berbagai kota di Jawa Barat, bahkan dari luar pulau yang kebetulan sedang berlibur di Indramayu," Jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya.
Ia menambahkan untuk tiket masuk sendiri pada musim libur lebaran dikenakan Rp 17.000 untuk dewasa, sedangkan untuk anak anak dikenakan Rp 15.000.

Meski demikian, Ribuan wisatawan memadati pantai Bali 2, bahkan area parkir seperti di mulai dari lahan yang disediakan pengelola hingga jalan raya nampak dipadati oleh kendaraan baik roda dua maupun roda empat.
Selain itu, objek wisata pantai ini juga disediakan pengamanan yang diperketat oleh kepolisian setempat.

Untuk itu Pengelola wisata diingatkan untuk terus meningkatkan standar keamanan pengunjung guna mencegah insiden yang tidak diinginkan selama puncak kunjungan. 

Aqso berpesan kepada seluruh pengunjung agar ikut menjaga keluarga agar keamanan serta  kenyamanan tetap dirasakan.

"Kami mengimbau kepada seluruh pengunjung agar ikut menJaga anak dan keluarga agar tetap aman," Pungkasnya.


Pena  
 By.
Adam P
Editor
By.
Adam P
Foto/Video
By.
Adam P

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget