Berita Tentang "Tani"


Program ketahanan pangan nasional tanam jagung/padi merupakan tindak lanjut dari program KASAD Jenderal TNI Dudung Abdurahman, SE., MM dengan tema "Benahi Lahan Dan Tanamilah Sesuai Kondisi Masyarakat Dan Kebutuhan Negara"


Dalam kesempatan ini, Kodim 0616/indramayu sendiri telah mengikuti pelaksanaan program tersebut yang bertempat di lahan Perhutani BKPH Jatimunggul blok Dapes desa. Jatimunggul Kec. Trisi telah dilaksanakan kegiatan Ketahanan Pangan Tanam Jagung atau Padi Serentak di Wilayah Kodim 0616/Indramayu yang dipimpin langsung oleh Dandim 0616/Indramayu Letkol Arm Andang Radianto, SAP. Rabu, 3/8/2022


Dandim 0616/Indramayu Letkol ARM Andang Radianto menuturkan, kegiatan bersama Pangdam III/Slw secara umum petani menyampaikan beberapa kendala yang cenderung pada pengairan dan kebutuhan Alsintan (traktor dan waterpump).



"Kementrian pertanian pada dasarnya akan menampung dan menindaklanjuti aspirasi atau laporan dari kelompok tani yang sudah mengajukan bantuan Alsintan," Katanya.


Menurut Dandim, Kesiapan lahan yang cukup dengan bekerja sama melalui dinas pertanian maupun kehutanan.


"Tanaman jagung ditanam dengan memanfaatkan lahan kosong denagn pola tumpangsari diantara tanaman pokok milik perhutani," Tuturnya.


Dandim berharap, dalam program tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat Indramayu.


Indramayu
 Today  - Hama tikus yang mengganggu produktivitas tanaman padi sangat meresahkan para petani Blok Bugel, Desa Tamansari, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, Jum’at (8/7/2022).

Camat Lelea Tanti Widyasari sangat tanggap mendengar kelurahan para petani di Blok Bugel Desa Tamansari tersebut dengan diberikannya bantuan alat kompor atau emposan tikus.

Penyerahan emposan tikus oleh Camat Tanti Widyasari ikut mendampingi Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Lelea dan Pj. Kepala Desa Tamansari bersama jajaran.

Dikatakan Camat Lelea Tanti Widyasari, pembagian alat empos tikus ini dibagikan kepada 10 kelompok tani yang ada di Desa Tamansari Kecamatan Lelea Kabupaten Indramayu melalui Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes).

“Kami menyerahkan bantuan Bupati Indramayu melalui APBDes Desa Tamansari berupa emposan tikus bagi 10 kelompok tani Blok Bugel Desa Tamansari,” katanya kepada wartawan, Jum’at (8/7/2022).

Ditambahkan Tanti, bantuan emposan tikus ini dimaksudkan untuk membantu petani dalam mengendalikan hama tikus di sawah, dalam rangka menjaga produktivitas tanaman padi, sehingga diharapkan hasil panen dapat diperoleh maksimal.

“Semoga dengan bantuan emposan tikus ini bisa manfaat dan bisa mengendalikan hama tikus. Hal ini tentu supaya sawah petani terhindar dari hama tikus dan capaian produktivitas petani pada masa panen musim gadu nanti bisa maksimalkan,” harapannya.

Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.


Indramayu Today  - Tikus merupakan jenis hama yang dapat menyerang dan merusak tanaman padi. Jika ini dibiarkan maka petani bisa gagal panen karena tanaman padi rusak dan hancur.

Jika tidak ingin hal itu terjadi, maka semua pihak harus bersinergi dalam penanganan hama tikus. Demikian yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Jayawinangun Kecamatan Kedokanbunder.

Pemerintah Desa Jayawinangun melakukan upaya pemberantasan tikus di pesawahan Desa Jayawinangun Kecamatan Kedokanbunder dengan sistem gropyokan tikus yang melibatkan semua unsur pada Selasa (5/7/2022)

Camat Kedokanbunder Atang Suwandi menjelaskan, gropyokan tikus ini secara bergilir akan terus dilaksanakan di areal pesawahan di semua desa di Kecamatan Kedokanbunder. Harapannya, tikus yang selama ini menganggu tanaman padi bisa diminimalisir dan bisa menyelamatkan tanaman padi para petani.

Jika tanaman padi bisa diselamatkan dari serangan tikus maka pihaknya berharap agar para petani bisa menikmati hasil jerih payahnya berupa panen yang melimpah.

“Hari ini kita bersama-bersama antara pemerintah, babinsa, dan masyarakat melaksanakan gropyokan tikus. Semoga bisa diminimalisir dan padi petani bisa kita selamatkan,” kata Atang.

Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengadakan kunjungan kerja ke Indramayu, Jawa Barat, pada Kamis ini. Salah satu agenda dalam kunjungan tersebut adalah melakukan penanaman padi rakyat di Desa Majasari, Kecamatan Sliyeg.
Menteri Rini melakukan tanam padi
Penanaman padi ini menjadi bagian dari program pembinaan beberapa BUMN dalam meningkatkan kesejahteraan petani Indramayu. BUMN memang tengah fokus melakukan pembinaan petani di Indramayu mulai dari penanaman hingga pasca panen.

Rini mengatakan, saat ini Indramayu dipilih oleh BUMN sebagai pilot project dalam mewujudkan digitalisasi pertanian. Maka dari itu PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, beberapa BUMN lainnya tengah mengembangkan berbagai teknologi dalam mendukung sektor pertanian.

"Kita tahu Indramayu itu tanahnya subur sekali, makanya kita konsentrasikan di sini untuk meningkatkan kesejahteraan petani," kata Rini di Indramayu, Kamis (11/1/2018).

Hadir menemani Rini Soemarno dalam menanam padi rakyat kali ini diantaranya Bupati Indramayu Anna Sopanah, Direktur Utama Telkom Alex J Sinaga, Direktur Utama Pupuk Indonesia Aas Asikin dan pejabat daerah lainnya.
[ads-post]
]Selain itu, Menteri Rini juga menyaksikan penandatangan MoU antara BUMN dengan Mitra BUMDes Nusantara (MBN). Menurut Rini, BUMDes merupakan bentuk kepedulian Kementerian BUMN, melalui BUMN, dalam upaya meningkatkan taraf perekonomian desa.

"Kami melihat, kesejahteraan masyarakat Indonesia akan tercapai kalau bisa sejahterakan desa," ujar Rini.

Karena itu, Menteri Rini menambahkan, pihaknya mendorong BUMN untuk lebih peduli ke desa. Caranya, antara lain dengan melakukan kerja sama dengan BUMDes di desa-desa di seluruh Nusantara. (Red)

INDRAMAYU, Sebagai penghasil padi terbesar di Jawa Barat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, memilih Indramayu untuk contoh digitalisasi pertanian yang rencananya akan dilaksanakan di kota-kota berikutnya, Kamis (11/1/2018).
Menteri BUMN Rini Soemarno saat meresmikan program kewirausahaan untuk petani dan MBB di Sliyeg, Indramayu, Kamis (11/1/2018)
Dalam kunjungannya Menteri Rini meresmikan pembentukan Mitra Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama atau disebut juga MBB,

MBB ini adalah yang pertama dibentuk atas sinergi antara berbagai BUMN dan BUMDes.

MBB bakal menjadi saluran program kewirausahaan sekaligus peningkatan kesejahteraan petani. Berlokasi di Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu,

Diharapkan, MBB ini akan jadi mitra petani dalam berbagai kegiatan produksi tani mereka, seperti proses penyediaan bibit, pupuk, pengajuan kredit usaha rakyat, hingga penjualan hasil tani.

Dalam kesempatan itu Rini menegaskan pihaknya akan bertanggung jawab penuh tentang semua sistemnya.

"Kami bertanggung jawab bagaimana supaya melalui sinergi BUMN kita bisa membuat satu sistem yang memperbaiki pendapatan petani sehingga kesejahteraan petani meningkat"

Rini menambahkan bahwa program tersebut adalah yang pertama kalinya dilaksanakan "Di sini menjadi sistem pertama yang kami uji coba," imbuhnya dalam peresmian program kewirausahaan petani, di Indramayu.
[ads-post]
Direncanakan bahwa MBB nantinya juga bakal memiliki fasilitas penggilingan padi, sehingga para petani bisa memanfaatkan pasilitas tersebut.

Diharapkan, dengan adanya penggilingan tersebut petani bisa menjual beras yang harganya lebih tinggi jika dibandingkan gabah kering atau basah.

"Jadi dengan harapan kalau bapak-ibu panen MBB bisa menggiling sehingga bisa jadi beras. Ini lah kalau petani itu jualnya saat menjadi beras saya yakin harganya lebih baik," kata Rini.

Dalam pembentukan dan operasionalnya, MBB Sliyeg tersebut bekerja sama dengan 14 desa. Dengan lahan persawahan yang dikelola oleh para petani di seluruh desa itu mencapai 4.000 hektar dan sanggup memproduksi padi sekitar 45.000 ton per tahun.

Setelah di Indramayu, Program MBB sukses, Kementerian BUMN berencana meresmikan 10 MBB di 10 kecamatan lain di Jawa Barat. Karawang, Majalengka, Ciamis dan Cianjur.

JAKARTA - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, kembali mengadakan kontes ternak sapi potong untuk memotivasi peternak agar menghasilkan bibit sapi unggul.
Sapi

"Sapi yang akan mengikuti kontes di antaranya sapi dari jenis peranakan ongole (PO), sapi hasil persilangan beberapa jenis sapi dan sapi pasundan. Semua sapi itu milik peternak di Kabupaten Indramayu," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Indramayu, Joko Pramono di Indramayu, Selasa.
Joko mengatakan rencananya kontes akan diselenggarakan selama dua hari tanggal 4 dan 5 Juli 2018 dan akan dipusatkan di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jalan Tanjungpura Karangmalang Indramayu.
Kontes itu akan diikuti oleh puluhan ekor sapi terbaik hasil seleksi di lapangan dari enam wilayah pelayanan inseminasi buatan.
Menurutnya, kontea ini merupakan gelaran yang kedua kalinya dan diharapkan mampu memotivasi peternak untuk menghasilkan bibit ternak sapi unggul.
"Untuk kategori kontes, sapi yang dikonteskan yakni jantan peranakan ongole, induk peranakan ongole, dara peranakan ongole, jantan pasundan, betina pasundan, betina silangan, pedet peranakan ongole dan pedet silangan," tuturnya.
Joko mengatakan bibit ternak berperan penting untuk memperoleh hasil produksi yang berkualitas, baik daging maupun susunya.
Bagi masyarakat juga bisa menjadi ajang pengetahuan untuk memahami jenis-jenis sapi unggulan dan jadi bahan referensi. Selain itu bisa juga dijadikan sebagai bahan untuk pembelian sapi menjelang Hari Raya Idul Adha mendatang.
"Acara kontes ternak ini juga diharapkan menjadi ajang temu usaha antar peternak sapi sehingga ke depan menjadi embrio pasar ternak. Tahun lalu kita sudah menyelenggrakan dan respons peternak serta masyarakat cukup bagus," katanya.
Sumber : Antara

INDRAMAYU -Memasuki musim tanam rendeng  Kepala Dinas Pertanian Indramayu melalui kasi Binus Endang Sugiono STP Memastikan tidak terjadi kelangkaan pupuk pada awal musim tanam 2019 /2020.

 Petani di Indramayu sudah berjalan untuk kembali kesawah karena telah  memasuki musim tanam,dan belum ada keluhan terkait kelangkaan Pupuk semuanya aman dan terkendali.
   
Ketika di temui diruang kerjanya Kasi Bina Usaha Dinas Pertanian Indramayu Endang. S memberikan tanggapannya.

".ketersediaan pupuk petani tidak menemukan kendala berarti,baik stok persediaan digudang pupuk maupun ditingkat petani.bahkan kami sangat bangga dengan adanya kartu tani,jelas memberikan dampak yang sangat baik.

"pola pengaturan pupuk dan pengambilan pupuk tidak sekaligus diterapkan semua, pengambilan pupuk Berdasarkan kebutuhan tanam dan umur padi,memang tahun kemaren bila saat musim tanam tiba kebutuhan pupuk hilang dari pasaran.

" tapi sekarang ceritanya sangat jauh berbeda kebutuhan akan pupuk petani sudah dipikirkan secara matang hingga tidak lagi ada kelangkaan Pupuk."Jelasnya
 
 Seperti Sudirjo (Jojo) warga tani asal Desa Jarisawit Kecamatan Jatibarang menceritakan kondisi tanam,"saat sekarang dan permasalahan pupuk baik urea maupun lainya, petani sekarang sangat dimanjakan,dengan adanya aturan yang baru.semuanya tersedia dengan baik kebutuhanya penggunaan kartu tani dan pengambilan pupuk di kios juga tidak terburu buru semuanya terukur dengan kebutuhan tanam dan umur padi."katanya
   
Senada juga disampaikan oleh Dano petani asal desa Malang semirang kecamatan Jatibarang ," memang kebutuhan urea untuk tanam padi kami rasakan tidak menemukan kendala yang berarti, semuanya tersedia dengan baik.

".cuman irigasi pertanian kalau boleh kami usulkan masih belum sepenuhnya terpenuhi,pertanian teknis  Alat mesin pertanian juga sudah banyak dimiliki ketua kelompok Petani.memang petani di era sekarang sangat dimanjakan,tinggal bagaimana hasil pertanian menjadi kata kunci akan keberhasilan pertanian ,sebab kita juga dituntut nama besar pertanian Indramayu sebagai lumbung padi Nasional."Jelasnya
 
 Ditempat terpisah ketua LSM Lembaga Investigasi Negara yang membidani pertanian Budi,"Petani sekarang sudah tidak menemukan kendala berarti,ketersediaan pupuk baik ditingkat gudang maupun ditingkat petani semuanya tersedia dengan baik.

"tinggal pembenahan saluran irigasi pertanian dan alat mesin pertanian,kurasa masih harus ada pembenahan serta penambahan, sebab petani Indramayu dituntut  akan hasil pertanian agar bisa memnuhi kebutuhan Nasional lumbung padi,"katanya
                                                                                                                                                              (Otong .S)

Banda Aceh - Kelompok Agribisnis China-Malaysia tengah berupaya membangun lahan persawahan dan proyek pengolahan terpadu pada November mendatang di Indonesia. Dengan dana investasi US$ 2 miliar (Rp 20,3 triliun), perusahaan China ini berharap bisa memasuki pasar berkembang di tanah air sekaligus memenuhi pasokan beras domestik.
Margoningsih Dukung Program Pemerintah di Sektor Pertanian

Direktur PT. Margo Jaya Tani, Margoningsih, SE., M.M. menanggapi hal tersebut seperti yang dilansir menarapost.com, (20/7/2018) berharap dukungan program reformasi agraria Pemerintahan Jokowi dapat dimanfaatkan sebaik mungkin agar tidak dikuasai oleh investor asing.

"Program reformasi agrarianya Jokowi, IP4T (Inventarisasi Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan, dan Pemanfaatan tanah), programnya sangat bagus. Perlu didukung oleh semua pihak. Tetapi masalahnya untuk pengelolaan mandiri oleh petani, hanya sanggup 1/8 ha," kata Margoningsih.

Margoningsih melanjutkan, perlu strategi dan manajemen yang tepat supaya petani dapat mengelola 2ha tanahnya sehingga hasilnya dapat dimaksimalkan.

"Kalau tidak akan jadi bencana masuknya pihak ketiga, terutama kaum kapitalis Cina yang akan memanfaatkan kondisi itu karena mereka yang bermodal," ujar Perempuan Aceh yang lahir di Jakarta tersebut.
[ads-post]
Menurutnya, 1ha lahan pertanian yang dikelola dengan sistem Tumpangsari padat karya. Tumpang sari yang dimaksud adalah yang memiliki makna suatu teknik pertanian yang menghendaki suatu lahan tanam ditanami dengan lebih dari satu macam jenis tanaman.

"1ha lahan pertanian yang dikelola dengan sistem Tumpangsari dan 1 ha lagi dijadikan lahan yang dikelola (komunal/koperasi) untuk skema-skema investasi yang pekerjanya adalah petani itu sendiri," ungkap Margoningsih.

Teknik bercocok tanam tumpang sari ini juga sering diberi julukan "teknik polikultur". Dalam sistem pertanian tumpang sari, jadi dalam satu lahan tanam diselingi dengan satu atau lebih jenis tanaman budidaya.

Sebagai contoh, dalam satu lahan tanam cabe diselangi dengan tanaman seperti tomat, kacang panjang, dan jenis tanaman hortikultur lainnya. Beberapa jenis-jenis tanaman yang bisa dilakukan tumpang sari seperti singkong, kacang tanah, kacang panjang, jagung, mantang, buncis, tomat besar, seledri, daun bawang, tomat rampai, kedelai, sawi, kangkung, kacang tunggak, dan lain sebagainya.

Ningsih menyebutkan, 1 ha menyerap 8 orang tenaga kerja. Untuk bisa berjalan perlu sinergi antara market, koperasi dan petani. Pemerintah bertidak sebagai pendorong dan penjamin  kegiatan tersebut.

Menurutnya, dengan adanya program perencanaan jangka panjang ini mampu menarik pihak perbankan seperti Bukopin dan Bank daerah lainnya yang bisa ikut berperan dalam pembiayaannya.

"Adanya program asuransi pertanian ini merupakan jaminan supaya kegiatan bisa bankable. Aset petani aman dan tidak dijadikan sebagai jaminan bank. Untuk mengawali memang sulit dan mungkin perlu "initial cost" dari pemerintah sebagai program." tutur Ningsih

"Di Aceh banyak sekali lahan tidur. Apabila pemerintah bisa menerapkan program ini, maka pemerintah bisa meningkatkan perekonomian rakyat," tutup Margoningsih, Pengusaha yang fokus di bidang Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan.

*{Najmi}*

JAKARTA - Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Haryo Soekartono mengkritisi, kebijakan pemerintah yang mengawali 2018, dengan mengeluarkan kebijakan tidak populis. Yakni, menghapus subsidi benih padi.
Ilustrasi

Bambang berpendapat, kebijakan ini dipastikan menekan para petani sekaligus menurunkan gairah menanam padi. Rencananya, subsidi sebesar Rp 1,3 triliun per tahun, akan dihapus pada 2018 ini.

"Rencana pemerintah menghapuskan subsidi benih padi untuk petani dikhawatirkan akan membuat gairah petani semakin menciut. Dampaknya, benih padi yang selama ini hanya Rp 2.500 per kg, akan menjadi Rp 11 ribu per kg," papar Bambang, dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Selasa (2/1).

Harga tersebut mungkin akan jauh lebih tinggi lagi saat memasuki musim tanam. Permintaan benih akan tinggi dan pasar bebas diberlakukan. Bambang mengkhawatirkan, saat benih padi unggulan menjadi mahal, petani pun malas bertani.

"Kondisi ini bisa menyusutkan area sawah dan pasokan beras pun akan merosot tajam. Jika area tanam padinya berkurang tentu pupuk subsidi juga tidak terserap maksimal," katanya.

Anggota F-Gerindra ini mengatkaan, saat benih padi unggulan bersertifikat menjadi mahal, maka mungkin saja para petani memilih benih sendiri yang kualitasnya tidak terjamin. Akhirnya, benih yang beredar di kalangan petani adalah yang berkualitas rendah dengan rendemen yang tidak maksimal.

"Dicabutnya subsidi benih ini tak hanya menyurutkan semangat petani, PT Pertani sendiri mengaku kecewa, apalagi saat ini mereka sedang menyiapkan varietas baru," ungkap Bambang.

Varietas itu adalah Impari 30, Impari 32, dan Impari 33 yang digadang-gadang mampu menggantikan varietas Ciherang yang selama ini sudah menjadi andalan petani. Varietas Impari disinyalir akan menghasilkan panen hingga 10 ton per hektar. Sedangkan Ciherang 8 ton per hektar area penanaman padi. Rasa dua varietas ini hampir sama. Hanya saja produktivitas Impari lebih unggul.

"Saya geram dengan kebijakan yang tidak berpihak kepada petani. Kita mengharapkan tidak hanya subsidi pupuk saja yg diberikan, melainkan subsidi benih juga harus diberikan sehingga bisa sinkron," tuturnya.

Dikatakan Bambang, pupuk dan benih sangat dibutuhkan petani. Maka dengan demikian, pemerintah harusnya ada untuk petani, tapi mengapa kini malah menekan petani. Kata Bambang, apabila kondisi seperti ini terus berlangsung, maka bukan lagi swasembada pangan yang terganggu, tapi Indonesia justru semakin terpuruk.

Sumber : ROL

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget