Berita Tentang "Jatibarang"


Indramayu Today - Peristiwa dugaan pembunuhan yang menimpa warga asal Tulungagung, Jawa Timur yang terjadi di Desa Jatibarang, Kec. Jatibarang, Kab. Indramayu,. mengegerkan warga setempat.

Menurut warga setempat RF ditemukan sudah tidak bernyawa oleh OT warga yang biasa shalat bersama korban, Menurut Keterangan dari OT pada waktu solat subuh korban tidak sholat, biasa tiap subuh sholat berjamaah. 

“Saya habis sholat mendatangi kamar milik RF dengan tujuan untuk membangunkan sholat subuh, pas tiba di kamar posisi korban sudah berlumuran darah, kepala pecah, otak keluar dan samping korban ada alat Linggis,” Terangnya. Sabtu, 27/8/2022.

Sementara, Kapolres Indramayu AKBP Lukman M syarif melalui Kapolsek Jatibarang kompol Ujang Rohimin didampingi Kasat Reskrim polres Indramayu mengatakan, salah satu warga yang berinisial RF (20) tahun yang tinggal di mess gang macan Jatibarang, Kab. Indramayu diduga menjadi korban pembunuhan yang dilakukan seseorang tak dikenal.

"Motif pembunuhan masih didalami oleh satreskrim dan INAFIS Polres Indramayu," Terangnya. 

Ujang menambahkan, Untuk sementara barang bukti yang diamankan beberapa dokumen pribadi korban dan satu buah linggis yang ditemukan didekat korban. 

“Luka korban pada bagian kepala dan juga ditemukan satu buah linggis, diduga alat linggis ini sebagai alat untuk membunuh korban pada bagian kepala,” terangnya. 

Ujang menuturkan, untuk korban saat ini dibawa ke Rumah Sakit untuk dilakukan otopsi guna penyelidikan lebih lanjut, sedangkan saksi-saksi dalam pemeriksaan. 

"Sementara ada 5 saksi yang akan kami mintain keterangan," Pungkasnya.

Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

Indramayu- Eks  Pasar Daerah (PD) Jatibarang yang lokasinya didekat stasiun kereta api Jatibarang sedianya akan dibuat Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan sarana olahraga untuk masyarakat sekitar. Rencana itu mengemuka setelah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kawasan tersebut, Senin (10/12/2018), Indramayu.

Dalam sidaknya ke eks PD Jatibarang itu, Kang Emil (sapaan akrabnya) yang didampingi Wakil Bupati Indramayu Drs. H. Supendi, M.Si. menyusuri bangunan pasar daerah yang sudah tidak berpenghuni lagi. Ridwan berjanji akan memberi bantuan sebesar Rp 15 miliar untuk menyulap eks PD Jatibarang menjadi RTH dan sarana olahraga.

“Kita akan memberikan contoh bahwa Kabupaten Indramayu dapat tertata dengan baik dan rapih, supaya orang berkunjung ke Indramayu bisa nyaman. Rencananya bekas pasar daerah Jatibarang ini akan kita bangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan sarana olahraga. Anggrannya dari APBD Provinsi,” katanya.
[ads-post]
Namun Ridwan berharap, Pemkab Indramayu melalui Dinas terkait, untuk segera meratakan bentuk bangunan pasar daerah Jatibarang setidaknya di awal tahun 2019, sehingga proses membangun RTH semakin cepat terealisasikan.
“Saya meminta kepada Wakil Bupati Indramayu untuk segera meratakan bangunan ini, agar kita juga bisa bergerak cepat membangun RTH di kawasan ini,”katanya.

Semula, Kang Emil berencana hanya akan membuat RTH di eks PD jatibarang ini. Namun begitu melihat kondisinya yang sangat luas, kurang ebih 1 hektar, secara spontanitas Kang emil tidak hanya ingin membuat RTH, tetapi juga sarana olahraga.

“Saya keliling-keliling ini tanahnya luas sekali. Saya kira bukan hanya RTH, tapi juga sarana-sarana lainnya dapat digunakan di areal ini,” ujar Emil.
 ( Otong S )

Indramayu- Anggota DPRD I Propinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan Daerah pemilihan 10.(dapil ) Cirebon kota,Cirebon,Dan Indramayu.H syamsul Bachri,SH MBA  kebanjiran Aspirasi dari masyarakat,Ketika menghelat reses ke III masa sidang tahun 2018,30 November - 11 Desember  di Aula Balai Desa Jatibarang,Kecamatan Jatibarang Indramayu.

Mengawali Aspirasi yang ditunjukkan kepada Ketua Komisi 5 DPRD provinsi Jawa Barat, Kuwu Desa Jatibarang Agus Darmawan berharap banyak akan ketersediaan sarana Prasarana kegiatan Pemuda," Desa Jatibarang Merupakan desa dengan Potensi kegiatan olahraganya menjadi Barometer bagi desa desa lain.Di samping itu juga desa Kami masih membutuhkan perbaikan saluran irigasi,Baik untuk pembuang air maupun irigasi pertanian,"katanya  yang di sambut riuh

Hal senada juga di sampaikan Asrofi ketua FOKORGAKI Jatibarang menyambut baik dan memberi Apresiasi,Reses Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat ketua Komisi 5 mau turun mendengar langsung dari masyarakat Jatibarang, "Kami bangga punya Anggota Dewan yang tidak hanya duduk di kursi empuk,Tapi mau turun mendengar langsung apa saja kepentingan yang harus dilakukan dalam masa persidangan ,"katanya
[ads-post]
Sementara itu H Syamsul Bachri memberikan jawaban langsung atas aspirasi masyarakat Desa Jatibarang," Tentu kita  harus Bangga Punya Kuwu seperti Agus Darmawan,Pemimpin  yang sudah mengenal betul dalam bidang Pemerintahan.Tinggal bagaimana pembangunan Desa Jatibarang,Apakah terpuruk atau pengen maju.Kalau pengen maju harus berjuang terus tanpa henti, Seperti sekarang usulan ketersediaan sarana prasarana olahraga yang di inginkan insya Allah akan segera terwujud.begitu pula dengan saluran irigasi baik gorong gorong maupun saluran pertanian semuanya sudah menjadi agendanya untuk di laksanakan pembangunanya,"Tegasnya
 (Otong.s )

Indramayu- Pemerintah Kabupaten Indramayu terus berkomitmen untuk melakukan revitalisasi keberadaan Posyandu menjadi  Pos Pelayanan Terpadu di tingkat level paling bawah untuk menekan kematian ibu dan bayi. Selain itu, Posyandu berperan menciptakan generasi unggul  dalam tumbuh-kembangnya anak-anak.

Hal tersebut ditegaskan Wakil Bupati Indramayu H. Supendi ketika memberikan sambutan pada pelaksanaan klarifikasi lapangan lomba Posyandu tingkat Provinsi Jawa Barat di Posyandu Mawar VII RT 03/01 Desa Bulak Kecamatan Jatibarang, Selasa (04/12/2018).

Supendi menambahkan, untuk menunjukkan komitmen itu, Pemkab Indramayu terus melakukan revitalisasi terhadap keberadaan Posyandu yang tersebar di berbagai desa dan kelurahan . Keberadaan Posyandu yang dahulu dipandang sebelah mata, kini eksistensinya sudah mulai dirasakan oleh masyarakat Indramayu.
[ads-post]
“Berbagai kebijakan dan kegiatan yang menyenangakan dilakukan di Posyandu di Kabupaten Indramayu, seperti yang terlihat di Posyandu Mawar ini keberadaan Posyandu digabung dengan TK/PAUD,” tegas Supendi.

Selain itu, melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), desa-desa di Kabupaten Indramayu diarahkan untuk bisa mengunakan dana desa dan alokasi dana desa untuk mengembangkan keberadaan Posyandu yang ada di desa.

Sementara itu Ketua Tim Penilai Posyandu, Rd. Eka Sukawati dari DPMD Provinsi Jawa Barat mengatakan, bagi kabupaten/kota yang meraih terbaik pada pelaksanaan lomba Posyandu ini akan mendapatkan Posyandu Award. Pihaknya melakukan cheking secara langsung  baik administrasi maupun kegiatan di lapangan.

“Kita checking secara langsung, Posyandu Indramayu cukup baik apalagi ini digabung dengan TK/PAUD sehingga bisa untuk menjadi bahan edukasi bagi anak-anak,” katanya.
(Redaksi)

Indramayu- Pelaksanaan  kegiatan Rehabilitasi gedung kelas  sekolah SD Negeri karanggetas 1 desa Karanggetas kecamatan Bangodua Indramayu dengan sumber Anggaran dari APBN tahun 2018  Rp 585 591 000.-  mendapatkan respon sangat baik dari orang tua,pasalnya pelaksanaan kegiatan pekerjaan menggunakan Swakelola tidak di borongankan  oleh pihak ketiga.

Seperti di katakan oleh Samsudin (43) ,"Sekolah SD Negeri Karanggetas 1 adalah sekolah kebanggaan masyarakat,sebab sekolah ini sebagai saksi kemajuan Pendidikan dari mulai jaman sekolah Rakyat sampai sekarang. sudah banyak Tokoh Politik maupun pengusaha Nasional lahir menikmati Pendidikan di sekolah ini, adapun pelaksanaan pekerjaan Bangunan sekolah secara kasat mata, saya melihat pekerjaanya dilakukan sangat berhati hati dan sesuai dengan petunjuk ahli bangunan.ada Konsultan bangunan,begitu juga pekerjanya berasal dari Desa Karanggetas tentu ada tanggung jawab besar mengenai hasil pekerjaanya."terangnya
[ads-post]
Sementara Kepala Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Bangodua Dasmin memberikan komentar terkait dengan pelaksanaan pekerjaan Rehabilitasi gedung SD Negeri karanggetas 1 kami sangat berharap sekali pelaksanaan kegiatan pekerjaan  sesuai dengan konsep pembangunan maupun Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebab gedung sekolah ini mempunyai Historis sangat besar, kalau kami lihat pelaksanaan kegiatan bangunan semua pekerja menggunakan masyarakat sekitar.artinya ada rasa tanggung jawab secara moral bila pekerjaanya asal asalan."Katanya

Di tempat terpisah Kepala Sekolah SD Negeri Karanggetas 1 Wasriah Spd Sd disela kesibukan mengajar,masih bisa menerima kunjungan media Online untuk berbagi cerita seputar pelaksanaan kegiatan bangunan Sekolah, " memang benar sekolah SD Negeri karanggetas 1 sedang dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan,semuanya berjalan sesuai dengan konsep dan rencana kerja.kami pilih pekerja juga dari seputaran sekolah,biar ada rasa tanggung jawab serta memiliki Sekolah ini."Katanya.
  (Otong.S) 

Indramayu- Keberadaan Pos Gatur Lantas yang berdiri megah di tengah jalan mayor sangun Jatibarang Indramayu,Di pertanyakan sejumlah kalangan.pasalnya bangunan Pos Polisi siaga atur lalu lintas tidak bermanfaat lagi keberadaan,Pos tersebut sering dijadikan gudang penyimpanan barang pedagang.Di sampingi itu Lokasi Pos Gatur ini sudah tidak layak lagi,Sebab pasar daerah sudah di Relokasi pindah ketempat baru desa bulak.

Seperti di katakan salah satu pengendara motor Firman asal desa Pilangsari kecamatan Jatibarang,"sebenarnya manfaat Pos Gatur Jatibarang memang dirasakan sekali fungsinya,Satu diantaranya bisa mengurai kemacetan parah menuju ke arah pasar.Begitu pula berhentinya Bus Kopayu yang sering mangkal,Menaikkan dan menurunkan penumpang di bibir masuk kearah pasar.
[ads-post]
"kalau tidak ada Polisi yang mengatur akan semakin semrawut macet parah, Dengan penertiban dan Relokasi Pasar Daerah pindah ke lokasi baru Desa Bulak.sangat tampak sekali Pos Polisi Gatur Lantas bangunannya menjorok ketengah jalan.Untuk itu kami sangat berharap sekali bangunan Pos Polisi  Gatur Lantas segera ditertibkan,mengingat pengendara kendaraan bila masuk ke jalan mayor sangun pandangannya tertutup oleh bangunan itu."Terangnya

Hal senada juga disampaikan tokoh masyarakat Jatibarang H Munadi (56) ,"Keberadaan Pos Polisi Gatur lantas Jatibarang dirasakan sekali manfaatnya,Bisa mengatur lalulintas.Kemacetan parah juga bisa terurai dengan baik,Namun sebelum adanya Relokasi pasar,manfaat Pos Polisi Gatur Lantas sangat terasa sekali.Justru sekarang malah bikin tidak nyaman pengendara bila mau berbelok arah masuk ke jalan mayor sangun,Sebab pandangan matanya tidak bebas terhalang bangunan yang menjorok ketengah jalan."Jelasnya

Sementara itu Ketua LSM Lembaga investigasi Negara Supa mengatakan."Bangunan Pos Polisi Gatur Lantas Jatibarang sudah semestinya di bongkar,Karena keberadaan bangunan tersebut sangat terlihat sekali menjorok ketengah jalan.Hal ini sangat bertolak belakang dengan Undang undang lalu Lintas." tegasnya
(Otong.s)

Indramayu- Kiprah di panggung Politik sudah menjadi bagian dalam kehidupanya,semua orang berpolitik artinya hidup tidak  mungkin berwarna bila aktivitas kita tidak di campuri dengan langkah Politik,Terjun di panggung Politik bagi sosok yang satu ini bisa di katakan biasa.

Contoh saat  pemilihan kuwu tingkat Desa biarpun kalah,tapi mental baja dan kemauan keras melangkah kembali mencalonkan  wakil rakyat DPRD II Indramayu  Daerah pemilihan 3(Kecamatan Sliyeg, Kecamatan Jatibarang, kecamatan Widasari, kecamatan Bangodua,  dan Kecamatan Tukdana) dari Partai Kebangkitan Bangsa  (PKB) No 7  H Darsono Sumantri.Ada Motivasi kuat yang mendorong untuk maju kembali,Untukmenjadi wakil rakyat.

Di antaranya kesenjangan ekonomi antara si kaya dan si miskin sangat  jauh berbeda,mendorong untuk memperjuangkan agar tatanan seperti ini harus dirubah.Masyarakat berpenghasilan Rendah didorong untuk maju bersama serta pemerataan dalam mendapatkan layanan Pemerintah .
[ads-post]
Disela sela kesibukanya sebagai calon wakil rakyat H Darsono Sumantri mengajak  rekan media berfikir cerdas,Dari hasil percakapan menguraikan,"peran pemerintah pusat.haruslah sinkron dengan pemerintah terkecil yaitu Desa,Kita harus perjuangankan.Terkait dengan data kemiskinan,harusnya pemerintah pusat melalui Kantor Badan Statistik mengajak turun langsung ke setiap RT.baru di ketemukan data kemiskinan sebenarnya,Dan  menjadi acuan dalam menentukan bantuan pada masyarakat berpenghasilan rendah.

Masih menurut H Darsono ,"di Era Milenial anak muda itu adalah generasi penerus bangsa,harus berperan aktif,Mulai di asah untuk melangkah maju bersama kami.Sebagai calon wakil Rakyat tak akan pernah berhenti mengasah generasi muda,Agar peran anak muda bersinar.kami ajak anak muda Milenial untuk bersama kami,dan mendukung mendorong  H Darsono Sumantri No 7 partai  Kebangkitan Bangsa ,Dapil 3 jadi wakil Rakyat.Dan kami memiliki harapan.ke depannya Indramayu Remaja akan lebih baik lagi dari sekarang,dan pelayanan kepada masyarakat tidak harus berbeda,"ucapnya
(Otong.S)

Indramayu-Bertempat di aula balai Desa Jatibarang Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu komunitas Wanita sehat menggelar senam sehat,Dalam rangka turut merayakan Hari kesehatan Nasional yang ke 54.

Dengan acara menggelar senam sehat bersama semua komponen.sangat meriah dan terasa sangat istimewa ,tampak komunitas wanita sehat Jatibarang asyik menggerakkan badannya meliuk sesuaikan dengan hentakan lagu pengiring.

Ketua PKK Desa Jatibarang meimi R Mownik menyambut baik antusias wanita sehat turut berpartisipasi aktif memperingati   Hari Kesehatan nasional ke 54 sangat jelas rakyat sehat Desa kuat Negara Hebat .

Sementara itu Fatma Dasuki selaku ketua komunitas wanita  gerakan senam sehat,Dii sela sela acara mengutarakan kepada rekan media,


"sebenarnya untuk sehat bersama sangatlah murah, mudah dan gampang hanya faktor malas,sibuk kerja,mengurus rumah tangga.kuncinya singkirkan dahulu rutinitas seperti ltu,mari senam sehat hanya butuh waktu 15 menit.lalu tinggalkan,kembali jalankan rutinitas.kalau sudah sakit terasa sekali sehat itu mahal,untuk itu mari bergabung dengan komunitas wanita sehat Jatibarang."Jelasnya.
[ads-post]

Di tempat terpisah ketua PKK kecamatan Jatibarang Bu Indra menyambut baik komunitas wanita sehat desa Jatibarang yang turut serta memeriahkan Hari Kesehatan Nasional,Dengan menggelar senam sehat di aula balai desa Jatibarang"  Tentu dengan senam sehat masyarakat,khususnya wanita bisa berperilaku hidup sehat sesuai dengan konsep kerja Kuwu desa Jatibarang Agus Darmawan.mengajak hidup bersih dan sehat." Tuturnya
 ( otong.s )

Indramayu- Relokasi Pasar Daerah Jatibarang dari pasar lama ketempat yang baru Desa Bulak,masih menyimpan permasalahan.mulai pemasangan listrik untuk pedagang,sampai dengan retribusi parkir dengan menggunakan E parkir.semuanya menjadi bahan omongan di tengah masyarakat,pasalnya kepuasan pedagang dan pembeli merasakan ada beban biaya tambahan untuk parkir kendaraanya sebesar Rp 3.000.

Ketika permasalahan ini Di Konfirmasikan langsung dengan kepala  Disperindag Kabupaten Indramayu Trisna Hendarin diruang kerjanya,dengan penuh kesabaran menjawab semua pertanyaan yang di ajukan awak media " persoalan listrik dan biaya parkir kendaraan semuanya sudah dipikirkan secara matang,baik buruknya sudah dikaji.memang hal parkir menggunakan elektronik masih baru,dan Pasar Daerah Jatibarang menjadi awal perencanaan.tentu kalau berhasil,semua pasar Daerah yang ada di Indramayu menggunakan E parkir,harapan kami jelas kedisiplinan masyarakat dan kebiasaan harus di jalankan.agar semua kemajuan untuk masyarakat itu sendiri dengan Retribusi parkir naik,Akan berdampak penerimaan Pendapatan Asli Daerah secara otomatis,akan menerima kenaikan juga.

Adapun mengenai pemasangan listrik PLN kami tidak menemukan permasalahan yang berarti,artinya dari pemutusan boks listrik sampai mendekati ketitik pemasangan instalasi berjalan apa adanya,tidak terlihat rekayasa pemasangan.maupun segala terkait permasalahan mengenai biaya yang dibebankan pedagang,hal itu wajar karena untuk kepentingan pedagang itu juga.
[ads-post]
Masih menurut Trisna bagaimana sulitnya pedagang malam di jalan mayor sangun Jatibarang sebelum Pasar Daerah Jatibarang jadi,dan sudah diresmikan oleh Bupati Indramayu.untuk mengajak pindah ke lokasi pasar baru," jauh hari kami menggaungkan serta sosialisasi tanpa henti,pada saatnya pedagang itu sendiri membongkar lapaknya.Penertiban pedagang juga tidak menemukan kendala berarti,justru kami terbantu dengan penuh kesadaran lapak pedagang di bongkar sendiri oleh pemiliknya.semuanya bersinergi Muspika kecamatan Jatibarang juga tampak terlihat turun langsung menertibkan ".Jelasnya

Sementara itu Ketua LSM Peduli Aspirasi rakyat Dartim memberi Apresiasi atas penertiban pedagang yang berjalan kondusif,"sebab biasanya penertiban pedagang akan diwarnai dengan adu mulut,disini sangat terlihat secara nyata.semuanya bertanggung jawab dan pedagang juga menyadari atas kesalahan tempat berjualan di bahu jalan,makanya penertiban berjalan damai."Tegasnya
(Otong.S)

Indramayu- Pelaksanaan pembangunan rumah tidak layak huni milik Tarmi blok Karanganyar RW 02 /RT 17 Jatibarang,Kabupaten Indramayu mendapat respon baik  dari warga setempat.pasalnya warga menilai pembangunan rumah ini sudah tidak bisa di tunda lagi atau menunggu  pembangunan dari pemerintah.

Di samping tanahnya bermasalah,juga peruntukan pembangunan dana Rutilahu harus memenuhi  syarat dan ketentuan,akhirnya Kuwu  dan RW 02 beserta masyarakat sekitar mengambil jalan tengah.membangun dengan swadaya murni,bentuk kepedulian masyarakat sekitar,disertai ajakan Kuwu untuk membantu warga yang masih memiliki rumah yang sudah tidak layak di tempati atau kondisi rumah sudah rusak parah.

Berbagai elemen masyarakat Jatibarang akhirnya peduli untuk membantu,dengan cara gotong royong.ada yang bantu semen,kayu,pasir,bata,begitu juga  KORAMIL Jatibarang yang di pimpin komandanya.Terjun langsung  turut larut dalam pembuatan dan membangun rumah jompo dan anak yatim, yang  kondisi  rumahnya sudah sangat parah  dan tidak bisa ditempati.

Begitu juga dengan warga sekitar, semuanya sangat peduli tergerak aktif bersama sama membangun.tentu hal ini tidak terlepas peran Kuwu," kalau Kuwunya masa bodoh,sampai kapanpun tidak akan adanya perubahan.saya secara pribadi sebagai RW 02 memberikan Apresiasi atas langkah kerja nyata dengan pembuktian bukan hanya ucap dan janji janji." Ujar Taufik
[ads-post]
Hal yang sama juga disampaikan jimong pemuda tanggung warga sekitar menilai,"sejak dulu sepeninggalnya elang,kondisi Rumah ini sangat tidak terurus.padahal sepengetahuan saya almarhum elang bekerja di Desa,tapi kenapa Kuwu terdahulu tidak ada yang peduli.

Minimal memperbaiki rumah,itu malah dibiarkan begitu saja.tanpa ada Rembugan dengan warga,bagaimana mana caranya bisa diperbaiki rumah milik Almarhum elang Tarmi.Justru Kuwu baru Agus Darmawan sangatlah peduli,dibuktikan dengan kerja nyata dan menggerakkan warga sekitar untuk berpartisipasi aktif membantu ikut membangun rumah tidak layak huni milik Tarmi janda tua (68)."Terangnya

Sementara itu ketua LSM peduli Aspirasi Rakyat Dartim Fikri memberikan semangat kepada Kuwu baru,agar apa yang menjadi target pembangunan Rumah Tidak layak huni tercapai.begitu pula pelaksanaan pembangunan Rumah masyarakat berpenghasilan Rendah yang tidak masuk kriteria Rutilahu agar terbantu secara maksimal,sebab persoalan seperti ini banyak ditemukan pada Desa. selain desa Jatibarang tapi semuanya jatuh pada Kuwu itu sendiri,sedang Kuwu Desa Jatibarang sangat peduli akan hal seperti ini dengan swadaya murni masyarakat.makanya terwujudlah pembangunan rumah sangat tidak layak menjadi layak huni" .Tuturnya
(Otong.S)

Indramayu- Penertiban pedagang lemprakan di jalan Mayor Dasuki Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu,tidak menemui kendala yang berarti.sebab jauh hari rencana penertiban dan Relokasi pedagang sudah di siapkan.untuk penempatan,tertibnya pembongkaran lapak pedagang menjadi tolak ukur.

kenapa pedagang tidak mengadakan perlawanan,ini disebabkan sebelum penertiban, sosialisasi dari kepala Pasar sering di lakukan  untuk segera menempati lokasi ke pasar baru Bulak.karena sering  di sosialisasikan pedagang tidak kaget dengan batas waktu pengosongan lampak jualan,apalagi saat penertiban semua unsur Muspika berada di lokasi penertiban.hasilnya kesadaran para pedagang membongkar lapaknya sendiri bahkan turut serta membantu pembongkaran.

Seperti dikatakan pedagang emas cinta damai Sulton (54),"saya sudah merasakan sendiri selama 15 tahun tak ada pembeli maupun menjual emas,usaha saya hidup segan mati tak mau.semuanya jatuh pada titik nol,salah satu penyebab tidak lakunya toko saya,Karena tertutup oleh lapak Pedagang yang menutupi toko tempat saya berjualan.

Tentu kami sangat mendukung sekali  penertiban semua pedagang jalan Mayor Dasuki,bangun harapan saya.kembalikan fungsi jalan utama ini,akses jalan menuju stasiun kereta Api Jatibarang bisa langsung.tidak harus memutar dulu,kemacetan juga saya jamin bisa terurai."ungkapnya

Senada juga disampaikan warga RW 05 Jatibarang Karto (48),"jelas kami sangat berharap dan mendukung sekali adanya penertiban pedagang lemprakan  Jatibarang,memang kota saya  sudah tidak layak adanya pedagang lemprakan.Jatibarang terkesan kumuh,  dengan adanya perubahan,luruskan niat.Jatibarang akan jauh berbeda dengan sebelumnya,kami sangat berharap sekali.kembalikan kejayaan Jatibarang seperti dulu,biarpun pasar Daerah berpindah tapi Jatibarang masih banyak sekali potensi kearah kemajuan."tegasnya

Sementara itu mewakili MUSPIKA kepala Pasar Daerah Jatibarang Caswanto menjelaskan dengan gamblang,"tentunya sebelum diadakan penertiban pedagang lemprakan,jauh hari  kami berikan masukan dan sosialisasi mengenai Relokasi pedagang.serta penempatan.makanya penertiban ini berjalan sangat tertib bahkan kami juga dibantu oleh pedagang itu sendiri untuk membongkar tempatnya."terangnya
(Otong.S)

Pedagang malam di pasar Jatibarang Indramayu  yang masih nempel di bahu jalan sekarang mulai ditertibkan tanpa menemui kesulitan.
Salah satu pedagang buah mangga du pasar jatibarang. Foto by Otong S
Polisi pamong praja mengajak agar para pedagang malam baik yang lesehan maupun yang nempel di bahu jalan segera mengisi pasar baru Bulak,  dengan kesadaran tinggi setelah diumumkan langsung membongkar lapak dagangannya sangat  tertib, nampak terlihat juga pedagang yang masih belum mau tempatnya di bongkar sama sekali bahkan pedagang buah mangga  rujakan dan Pedagang daun pisang hanya bisa menatap sedih terisak tangis. "Lalu saya jualannya kemana lagi, sedang disini kami sudah merasakan kenyamanan bisa membantu memperbaiki Perekonomian keluarga." Keluh salah satu pedagang tersebut. Jum'at 9/10/2019.
[ads-post]
Di tempat yang sama, pedagang buah mangga rujakan Saminah (60) masyarakat desa Jatibarang baru sambil menatap tetangga sebelahnya yang sedang di bongkar lapaknya menceritakan sebagai pedagang buah mangga rujakan sudah terbiasa dengan lesehan seperti ini. "Hasil dari jualan juga kami hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan jajan cucu, supaya jangan menangis tak terpikirkan untuk bisa membeli lainnya" Ucap saminah sambil mengusap air matanya.
Saminah menambahkan jualan seperti ini dan menempati tempat lesehan sudah hampir 7 tahun, tak ada yang menggangu apa lagi mengusik, "Tiba-tiba sekarang disuruh pindah ke pasar baru Bulak jadi pemikiran pedagang seperti kami masih bisakah nempel untuk jualan." Imbuhnya.
Pebampakan pasar jatibarang / Foto by Otong S
Senada juga disampaikan Kartimah asal Desa pawidean kecamatan Jatibarang, pedagang daun pisang mengatakan sebagai pedagang dirinya mengaku mematuhi semua anjuran Ikatan Pedagang Pasar (IPP). "Kami sangat berharap sekali kepindahan ke pasar baru Bulak bisa memberikan kami tempat jualan lagi biarpun tempat jualan kami masih nempel kepada pedagang lain yang punya tempat, sebab kami hanya pedagang kecil untuk melayani pedagang rumahan yang jualan lontong lepet dan lotek." Harapnya.

Sementara itu perwakilan IPP Dul  dengan sangat lugas penuh pertimbangan menjelaskan Semua pedagang akan ditampung tapi dengan ketentuan pedagang lama menjadi Prioritas apa itu pedagang kecil lesehan seperti pedagang daun pisang, pedagang, buah mangga rujakan sampai pedagang grabadan akan ditampung, "Kalau semua pedagang sudah bisa jualan dan yang belum tercatat lagi kami pikirkan untuk bisa berjualan, mari kita tengok jangan sekali lagi apakah pantas jalan mayor sangun Jatibarang penuh sesak pedagang, untuk masuk Stasiun kereta saja kendaraan harus memutar tapi kalau keberadaan jalan mayor sangun bersih dari pedagang rasanya nyaman, tamu dari luar daerah juga akan menilai Jatibarang sekarang sudah tertib". Katanya.

Pena  : Otong.S
Editor: AP

Indramayu(05/11/2018)- "Tangis pagi di kala kehidupan baru muncul,aku masih  berkutat dalam kesedihan.dua orang anak hasil perkawinan dengan  almarhum,dan seorang ibu sudah renta menjadi bagian dalam kehidupanku sehari hari.sepeninggal  bapak elang memberikan harta yang tak ternilai dua anak dan satu ibu sudah  renta.   
     
      Rumahku istanaku,aku sematkan karena harta inilah aku bertahan.senyum anak anaku dan ibu menjadi pemicu semangat dalam mengarungi kehidupan, yang semakin keras.tak ada bahasa istirahat selama masih bisa dikerjakan,aku lakukan demi kebutuhan hidup untuk makan,yang penting jangan ada tangis anak anaku.

         rumahku butuh perbaikan,menahan derasnya hujan.rumah ini di jamin ambruk,karena kayu penyangga atap sudah keropos di makan usia dan tak kuat menahan berat air.mungkin tangis lagi yang akan bercucuran,aku sangat berharap ada tangan tangan  mulia menyentuh rumahku.upaya sering aku  lakukan baik permintaan ke Pemerintah Desa,semuanya sia sia.bahkan tak pernah di gubris permohonan permintaan bantuanku.hadirnya Pemerintah untuk memberikan semangat hidup saja, tak pernah aku dengar.jangankan menengok,menginjakan kakinya saja dan melihat kenyataan sebenarnya sama sekali tak pernah."Keluh Tursinih

      Masih menurutnya,"ada kebahagiaan ada harapan,semakin bergairah jalan hidupku,tak disangka Kuwu Desa Jatibarang Agus Darmawan menginjakan kakinya,bahkan masuk kerumahku menatap tajam.Perubahan Pemerintah Desa memang nyata,dengan hadirnya Kuwu kita.yang ikut merasakan Penderitaan masyarakatnya,memberi Harapan kehidupan yang penat menjadi terasa segar kembali,begitu melihat Kuwu meninjau rumahku.warga  bangga kepada Kuwu baru rela melihat rumah rumah kumuh seperti rumahku.(Otong.S)

Di tempat yang berbeda Agus Darmawan Kuwu Jatibarang,"kami sudah merencanakan untuk merehab rumah ibu Tursini,Dengan dana murni swadaya masyarakat kita.karena rumah yang ia tempati sekarang,memang perlu bantuan untuk di perbaiki.jika kita melihat penghasilannya.tampa bantuan Dermawan mungkin ia akan sulit untuk memperbaikinya sendiri."Jelasnya

Sementara itu Taufik ketua RW 02 Blok Karang anyar Jatibarang membenarkan jika Agus Darmawan Kuwu Jatibarang,Melihat langsung keadaan rumah ibu Tursinih yang kondisinya sangat memprihatinkan,Dan akan memperbaikinya dengan dana dari swadaya masyarakat murni.

Indramayu,Jumat(02/11/2018)-Macet parah menghinggapi jalan utama Jatibarang Indramayu,setiap ada pasaran,di hari Rabu dan Minggu.karena adanya aktifitas jualan kain,di perparah lagi dengan tumpukan material bangunan Pasir di bahu jalan.terkesan di sengaja oleh pemiliknya,lantaran material pasir sudah lama menumpuk di bahu jalan,samping Bank BNI 46 Jatibarang Indramayu.Berdampak macet menjadi langganan setiap hari ketika ada pasaran.Disisi lain,pedagang juga menggunakan bahu jalan,untuk membuka lapak jualan mereka.

Masyarakat sudah banyak yang mengeluh,Dengan adanya tumpukan pasir di bahu jalan.Dan para pedagang berjualan di bahu jalan,Di tambah penegakan UU Lalu Lintas masih belum bisa di terapkan secara maksimal karena masyarakat kurang memahaminya,maka tidak heran setiap hari pasaran rabu dan minggu,Jalan utama Jatibarang menjadi macet,karena adanya penyempitan jalan .

Seperti dikatakan oleh salah satu warga Blok buyut Semar RW 03 Mujiono,"undang undang lalu lintas dan larangan penggunaan  jalan,untuk aktifitas jualan.saya rasa sudah sangat jelas,sebab jalan utama Jatibarang bukan untuk tempat berjualan,tapi nyatanya para pedagang pasar kain sudah merangsek berjualan sampai ke bahu jalan."Jelasnya

Dari hasil penelusuran media Online menara Post,Di temukan banyak permasalahan muncul.akibat bahu jalan di sesaki para pedagang yang menggelar dagangannya di bahu jalan.belum lagi penarik becak,dengan tenangnya memarkirkan kendaraan di tengah jalan.Penyempitan jalan sudah tak bisa di hindari,Di tambah tumpukan material Pasir di badan jalan.juga ikut mempersempit jalan.

Padahal Relokasi pasar Jatibarang sudah terlaksana dengan baik,masyarakat pengguna jalan sangat menantikan pasar tumpah atau pasar sandang Jatibarang terbebas dari macet.satu langkah Pemerintah Daerah  harus bisa mengambill sikap benahi pasar tumpah,kalau perlu Relokasi pasar sandang.

Sementara itu ketua Lembaga investigasi Negara Supa,angkat bicara terkait permasalahan macet di pasar tumpah sandang Jatibarang Indramayu,"Ini akibat dari pembiaran  pemerintah kecamatan,kalau sudah Demikian.tentu banyak pihak yang harus bergerak,untuk menertibkan Suasana pasar tumpah yang sudah tidak bisa dikendalikan.kami mendesak Pemerintah Daerah segera laksanakan penertiban,agar suasana nyaman Desa Jatibarang terwujud.karena Jatibarang nyaman semua desa pendukung tentu akan nyaman pula."
(Otong.S)  

Indramayu,(28/10/2018)-Sehari setelah Pelantikan Ketua KNPI Jatibarang,Bambang Purwanto menggelar gebrakan perangi Sampah.dengan mengajak seluruh komponen Muspika,PKK,masyarakat dan Kuwu desa Jatibarang kabupaten Indramayu,untuk  bersih bersih Salura dan sungai Sindupraja yang telah  penuh sesak sampah plastik dan sampah rumah tangga.

Ketika di temui di lokasi pembersihan ketua KNPI Bambang Purwanto Mengatakan,"kesadaran masyarakat tentang arti bersih lingkungan masih sangat rendah,ini adalah bentuk nyata KNPI Jatibarang menggugah kembali,bahwa pembiaran dan kebiasaan kurang baik,tanpa ada perhatian dari Kuwu akan  menjadi kebiasaan buruk.ini adalah  bentuk pola Lama,mari kita kikis karena langkah kerja Kuwu baru sangat peduli Lingkungan.bersih itu indah,nyaman,nikmat dipandangnya.kenapa kita membiasakan  membuang sampah sembarangan,mari kita telaah kerja nyata Kuwu kita yang jadi Panutan,lingkungan kecil seperti Kantor Desa Jatibarang sudah terbukti mendapatkan Piala Kantor terbersih.kita sebagai masyarakat,sadarlah kebiasaan kurang bagus dan pembiaran.mari kita buang jauh,ganti dengan perubahan,Luruskan Niat Kita.Semuanya akan tercipta Jatibarang nyaman bersih dan Unggul".

Senada juga Disampaikan Ketua PKK Desa Jatibarang Meimi R Monik,"pembinaan dalam keluarga,kami tekankan tentang bersih Rumah kita,bersih lingkungan.Sekali lagi,Luruskan Niat kita semua.yang jadi penghalang tentu akan malu dengan sendirinya,memang setiap hari pasaran Rabu dan Minggu kita banyak kedatangan tamu berdagang.semuanya kembali pada diri kita sebagai Tuan rumah,harus tanamkan nilai bersih.nanti juga pedagang akan mengikuti tidak buang plastik di sungai serta menjaga kebersihan".terangnya

Sementara itu kepala bidang sampah pada Dinas Lingkungan Hidup Karto,membenarkan Desa Jatibarang menjadi acuan keberhasilan kebersihan.karena Desa Jatibarang sudah pengap,penuh sesak manusia,kendaraan macet,bau sampah menyengat,sekarang sudah banyak perubahan Penataan tentang bersih sering di gaungkan oleh Kuwu Desa Jatibarang Agus Darmawan.perlahan tapi pasti terlihat nyata,ada arah menuju lingkungan Jatibarang bersih,nyaman,indah menjadi Desa Unggul".tagasnya
(Otong.s)

Indramayu(26/10/2018)-Kebersihan,kenyamanan,dan menyadarkan masyarakat agar berprilaku  Hidup Sehat,mandiri,Sejahtera diawali dengan perilaku Sehat.khususnya Rumah kita,saluran dekat rumah kita.baru lingkungan kita bersih dan sehat,Buanglah sampah pada tempatnya,bukan malah membuang sampah di saluran atau sungai.Sedangkan Pemerintah Desa sedang giat membersihkan semua Saluran,agar kenyamanan di saat musim penghujan Jatibarang bebas genangan air.kenapa Kita membuang Sampah sembarangan Malu Aah.

Tokoh Pemuda Blok rengas Jatibarang,Kabupaten Indramayu.Mohamad Roy (iping) memberikan penjelasan kepada Media Online.terkait masih banyak warga yang membuang sampah pada saluran dan Sungai."memang hal seperti ini adalah warisan dulu,seenaknya aja warga membuang sampah.tanpa ada teguran dari Pemerintah Desa,pembiaran seperti ini,harus kita kikis.ini adalah bentuk masa bodoh dan tak bertanggung jawab.pemerintah dahulu kepada warganya,mari kita robah hal buruk menjadi kegembiraan lingkungan bersih,anak anak  kita bermain di tanah lapang  juga bersih.karena bersih nyaman indah itu bagian dari Iman".pungkasnya

Masih menurut Roy,"Kuwu kita Desa Jatibarang Agus Darmawan,sangatlah peduli tentang kebersihan.kalau Kuwunya sudah sedemikian getol menyuarakan kebersihan dan dibuktikan dengan langkah  kerja nyata.Pembersihan saluran sampai pembongkaran bangunan liar  yang berdiri di atas saluran semuanya di bongkar.untuk memperlancar arus air sampai ke kali pembuang,tentu hal ini melalui kajian dan konsep  kerja tidak langsung serampangan.kerja apakah kita sebagai rakyat hanya diam saja berpangku tangan.maka dari itulah  lakukan hal terbaik jaga lingkungan tetap bersih,ujungnya kita anak cucu kita yang menikmati".terangnya

Sementara itu Ketua LSM Peduli Aspirasi Rakyat Dartim Fikri,memberikan penilaian lebih atas langkah kerja Kuwu Desa Jatibarang dalam melakukan perubahan.baik konsep kerja,maupun perubahan sikap masyarakatnya yang masa bodoh pada lingkungan.terutama kebersihan, terlihat nyata sedikit demi sedikit sudah terlihat menuju keberhasilan dan kebersihan Lingkungan sekitarnya.
(Otong.s)

Keberadaan tiang Pancang Iklan di blok Prapatan Desa Lobener,Kecamatan Jatibarang,kabupaten Indramayu.Ruas jalan pekandangan-Jatibarang,keberadaan tiang pancang itu sangat membahayakan pengguna jalan,sebab posisinya sangat menjorok ke jalan.belum lagi ada putaran jalan terlalu dekat dengan arah masuk ke jalan poros Desa.Maka keberadaan tiang pancang iklan itu semakin membahayakan pengguna jalan tersebut.

Seperti dikatakan masyarakat desa Malang semirang Jaenudin,"kalau membahayakan pengguna jalan sebaiknya di cabut saja,karena tidak ada manfaatnya buat masyarakat.Malah berdampak seringnya terjadi kecelakaan,seperti hari Kamis kemarin.anak muda menabrak gerobak Baso,untungnya tidak ada korban hanya terkilir kakinya.begitu Juga dengan penjual Bakso,gerobaknya penyok di  bagian depan . kalau kita lihat  manfaatnya tidak ada sama sekali.kalau  untuk Iklan memang tepat,bisa di baca pengguna jalan.namun resiko bahaya kecelakaan sangat tinggi.kami menghimbau perencanaan pelaksanaan pekerjaan jalan harus juga di hitung, tentang resiko tak terlihat.seperti tiang pancang Iklan yang menjorok ke jalan.sebab ada pelebaran jalan,ya tiang pancang Iklan tadinya jauh dari jalan.setelah pelebaran semakin menjorok ke jalan.untuk itu kami  sangat berharap sekali UPTD Bina Marga PR Wilayah VI Propinsi Jawa Barat,segera mencabut tiang Pancang yang sangat membahayakan".Terangnya
[ads-post]
Senada juga disampaikan oleh masyarakat Desa Lobener,Karpan."Sebaiknya Pemerintah Propinsi mendengar dan membuktikan kebenarannya,meninjau langsung kalau di rasa benar.segera lakukan pelaksanaan untuk mencabut tiang pancang Iklan di Blok Prapatan Desa Lobener,Kecamatan Jatibarang yang sangat menggangu pengguna jalan dan membahayakan pengguna jalan".

Sementara itu Ketua Lembaga investigasi Negara,Supa mengatakan."ini akibat dari perencanaan yang terkesan terburu-buru,untuk mengejar target,begitu juga dengan pemborong pekerjaan Ruas jalan Pekandangan-Jatibarang.tidak memikirkan dampak dari pelaksanaan pelebaran jalan.tentu ada sesuatu yang mendekat ke arah jalan.seperti Tiang Pancang Iklan yang keberadaannya menjorok ke jalan.untuk itu kami minta kepada UPTD Bina Marga PR Wilayah VI Cirebon,Propinsi Jawa barat.segera perbaiki atau mencabut tiang Pancang itu".Tegasnya

(Otong.S)

Pelaksanaan Pembangunan Underpass jembatan Kereta Api Jatibarang pada Ruas jalan Pekandangan Jatibarang dipertanyakan Sejumlah kalangan, pasalnya pelaksanaan kegiatan pekerjaan sampai dengan bulan Oktober 2018 pembangunan tersebut belum terlihat ada kegiatannya sama sekali.terpampang dalam papan Proyek  yang telah terpasang sangat jelas dengan No Kontrak 622/383.01, Tanggal SPMK 25 Mei 2018,dengan Anggaran Rp.4.138.177.656, Pelaksana Pembangunan PT Aditya karya Utama .

Seperti Dikatakan oleh ketua Lembaga investigasi Negara DPD Indramayu supa, "kalau Sekiranya pelaksanaan pekerjaan masih ditunda,sebaiknya jangan dipasang dulu Papan Proyek Pelaksanaan, masyarakat menjadi bingung.tentu Kami mempertanyakan perencanaan yang sudah dilakukan kok  masih menyimpang dari ketentuan yang sudah di umumkan.  masyarakat jadi Bingung mau berbuat membangun takut kena pelebaran, Apalagi Pelaksana Pekerjaan dari Pemenang dalam hal ini pelaksanaan kegiatan adalah PT Aditya Karya Utama".

Hal yang sama Juga disampaikan oleh Budi Tokoh Masyarakat mempertanyakan pelaksana pekerjaan Pembangunan Jembatan Under pass,"Kereta api pekerjaanya masih ditunda,seharusnya Pihak Pemerintah tentu UPTD Wilayah VI Bina marga PR Cirebon memasang kembali,Papan Proyek Penundaan jadwal pekerjaan.bukan didiamkan begitu saja,sebab banyak yang tahu persis tata cara kegiatan pelaksanaan kegiatan. sekali lagi Kami mendesak kepada UPTD PR Wilayah VI Cirebon pola lama sudah tinggalkan".
[ads-post]
Sementara itu UPTD Bina Marga Wilayah VI Cirebon saat dihubungi terkait penundaan pelaksanaan pembangunan  Jembatan Kereta api Underpass sangat di sayangkan HP nya Mati tidak Aktif.   (Otong S)

Masyarakat pengguna jalan mengeluhkan rusak  parahnya  pebatas jalan sepanjang jalan dari lampu merah sampai pintu Kereta Api Jatibarang jalan Siliwangi  Kondisi rusaknya pembatas jalan ini diduga kuat pelaksanaan pekerjaan mengerjakan pekerjaannya asal asalan begitu pula Pejabat pelaksana teknis kegiatan pada saat pelaksanaan pekerjaan sering tidak berada di tempat.

 Dari hasil penelusuran sampai batas kecamatan Sliyeg kondisi pembatas jalan sudah tidak beraturan lagi harus di bongkar dan diluruskan kembali di era sekarang fungsi jalan dan pembatas jalan sudah harus layak kalau keadaan pembatas jalan di biarkan seperti ini akan alan sering terjadi kecelakaan sebab kepadatan kendaraan baik roda empat dan roda dua sudah semakin padat.

Seperti di katakan salah satu pengguna jalan Munadi."kondisi pembatas jalan yang seperti ini sudah tentu sangat menggangu, bahkan konsentrasi kami berkendara terganggu pembatas jalan yang menonjol tak beraturan ,rawan sekali kecelakaan.Jangan sampai nyawa kami di jadikan taruhan,karena kondisi pembatas jalan yang rusak.untuk itu kami sangat berharap sekali kepada Pemerintah segera perbaiki kondisi pembatas jalan yang sudah sangat menggangu pengendara segera diperbaiki dan diluruskan kembali"
[ads-post]
Sementara itu ketua lembaga informasi Negara Supa,"mengatakan cukup keras atas rusak parahnya pembatas jalan sepanjang lampu merah, sampai Pintu Kereta dan sering menimbulkan kecelakaan. tentu pelaksana pembangunan mencari untung sebanyak banyaknya,tanpa memikirkan kualitas pekerjaan .maka hasilnya seperti sekarang sudah rusak parah pembatas jalan yang baru saja di bangun".Tegasnya. (Otong.S)

Kemacetan parah setiap hari pasaran Rabu dan Minggu di jalan Mayor Dasuki Desa  Jatibarang dikeluhkan masyarakat dan pengguna jalan ini disebabkan pedagang Sandang sudah menggunakan ruas jalan untuk memasarkan dagangannya maka terjadilah penyempitan jalan dan sudah melewati garis sepadan jalan Untuk itu kami masyarakat dan pengguna jalan menghimbau kepada Pemerintah daerah segera tertibkan  para pedagang pasar sandang kain di  ruas jalan Mayor Dasuki sampai jalan arah ke kota kabupaten Indramayu.
   
Pedagang kain di pasar jatibarang menggunakan ruas jalan
Seperti di katakan oleh salah satu Karyawati Bank yang bekerja di Indramayu Sri Indah mengeluhkan Atas kemacetan parah setiap hari pasaran Rabu dan Minggu tetap kesiangan sampai tempat kerja penyebab kemacetan ini jelas ulah pedagang yang  terus merangsek ke badan jalan untuk menggelar dagangannya maka terjadilah penyempitan belum lagi parkir liar menambah Kontras suasana pagi jalan sudah macet

Hal yang sama juga di sampaikan oleh salah satu warga RW 02 Desa Jatibarang  Jaenudin jelas ada dampak yang ditimbulkannya atas kemacetan hari pasaran pengalihan arus kendaraan roda dua motor akan memutar kejalan masuk kampung sedang anak anak kecil masih sering berlarian kejalan kampung untuk menghindari kejadian tabrakan kami mengantisipasi dengan membuat rambu jalan agar berhati-hati banyak anak kecil untuk itu kami berharap kepada pemerintah Normal kan kembali jalan mayor Dasuki bebas dari Pedagang.

       Sementara itu UPTD Dinas Bina Marga Wilayah VI Propinsi Jawa barat Aseng Supriatna saat di hubungi lewat Ponselnya mengatakan dari hasil Monitoring kami di lapangan memang betul jalan Mayor Dasuki Jatibarang sudah macet parah saat hari pasaran rabu dan Minggu tentu  kami tidak tinggal diam upaya kami  sudah melayangkan surat teguran dengan No 620/782/Pjwp VI untuk segera merelokasi/membongkar dagangannya dan bila ada bangunanya segera lakukan pengosongan.tegasnya..   


(Otong.S)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget