Berita Tentang "Iptek"
CLOSE ADS
CLOSE ADS

1.11.12
Sejak novel Frankenstein karya Mary Shelley terbit, kisah-kisah tentang ilmuwan gila dan karya mereka yang mengerikan, kerap bermunculan.
Ternyata, itu tak sekadar fiksi, ada di kehidupan nyata. Dari anjing zombie hingga alat untuk mengatur pikiran seseorang. Berikut sejumlah eksperimen paling mengerikan, atau dianggap mengerikan yang pernah dilakukan yang dikutip dari LiveScience.
1. Lubang hitam (black hole) "picu" kiamat
Saat akselelator paling hebat sejagad, Large Hadron Collider (LHC) dinyalakan, sejumlah orang menahan nafas. Selama bertahun-tahun beredar rumor, bahwa pemecah partikel itu bisa menciptakan lubang hitam mini yang bisa menghancurkan Bumi. Pada tahun 2008, sekelompok orang bahkan mengajukan gugatan untuk menghentikan operasional LHC, dengan alasan tabrakan atom bisa memicu kiamat.

Meskipun terdengar masuk akal, pada dasarnya tidak ada kesempatan bagi LHC untuk menghancurkan Bumi. Sebuah studi komperehensif mengalkulasi, sinar kosmik yang membombardir Bumi secara rutin menciptakan energi tubrukan yang lebih tinggi dari akseleletor partikel itu.

Penelitian itu mengungkap, "apa yang dilakukan alam setara dengan ratusan ribu kali program eksperimen LHC. Dan planet ini tetap bertahan."

Dan terbukti dunia tidak lantas luruh gara-gara LHC. Awal tahun ini, fisikawan bahkan mengumumkan partikel yang 99,999 persen Higgs boson -- partikel yang berfungsi memberi massa pada partikel lain. Atau populer dengan sebutan "partikel Tuhan"

2. Anjing zombi
Pada tahun 1940-an, ilmuwan Rusia merilis video yang menunjukkan beberapa kepala anjing yang terpenggal mampu bertahan hidup hingga beberapa jam. Bahkan diklaim bisa mengerakkan telinganya sebagai respon dari suara, dan bahkan menjilati bibirnya. Ilmuwan kala itu mengklaim, mereka bisa menghidupkan binatang yang tak lagi utuh itu dengan cara menggunakan sistem sirkulasi darah buatan.

Sementara pada tahun 2005 lalu, giliran ilmuwan Amerika Serikat yang menciptakan anjing zombie. Caranya, tim ahli membunuh sejumlah anjing dengan cepat, dengan cara menguras darah dalam tubuhnya dan menggantinya dengan oksigen dan larutan saline yang mengandung gula. Demikian menurut para peneliti dari Safar Center for Resuscitation Research dari University of Pittsburgh.

Lalu, tiga jam kemudian, tim mentransfusikan darah ke tubuh anjing tersebut, diikuti sengatan listrik. Anjing-anjing itu kembali pulih, meski beberapa di antaranya mengalami kerusakan permanen.

Meski caranya mengerikan, penelitian itu punya tujuan baik. Seperti dimuat Yearbook of Intensive Care and Emergency Medicine, penelitian itu mengungkapkan pengobatan semacam itu suatu saat bisa digunakan pada manusia. Untuk menyelamatkan orang yang mengalami pendarahan hebat, dengan memberi jeda waktu sebelum mereka ditangani dokter.

3. Pengontrol pikiran
Pada tahun 1950-an, CIA meluncurkan program superrahasia, MKULTRA. Tujuannya mencari obat atau teknik yang bisa digunakan untuk mengendalikan pikiran manusia. Lebih dari dua dekade selanjutnya, lembaga intelijen itu menggunakan halusinasi, kondisi kurang tidur ekstrem, dan alat kejut listrik sebagai upaya pencucian otak sempurna.

Ilmuwan CIA melakukan lebih dari 149 proyek riset sebagai bagian dari MKULTRA. Salah satunya, mereka mengetes efektivitas LSD  dalam situasi sosial tertentu dengan cara, diam-diam membubuhkan obat di sebuah bar di New York atau San Francisco. Atau menawarkan heroin pada pecandu agar mereka bisa berhalusinasi.

Dihantui skandal Watergate, pada tahun 1973 Direktur CIA, Richard Helms memerintahkan dokumen tang terkait dengan proyek tersebut dimusnahkan. Namun, sejumlah dokumen berhasil lolos, pada 1977 atas nama UU Kebebasan Informasi, sebanyak 20.000 halaman dirilis.

4. Perawat "mematikan"
Pada tahun 1963, psikolog sosial Stanley Milgram mengungkap bagaimana mahasiswa Yale bersedia memberikan kejutan listrik mematikan pada orang asing, jika aparat berwenang menghendakinya.

Dari sana, psikiater Charles Hofling ingin membuktikan bagaimana ketaatan mempengaruhi keputusan seseorang -- yang tidak mengetahui bahwa ia adalah bagian dari sebuah eksperimen.
Dalam sebuah makalah yang ditulis pada 1966, "An Experimental Study of Nurse-Physician Relationships", Hofling mendeskripsikan sebuah protokol mengerikan: seorang dokter meminta perawat yang tugas malam untuk menambah obat pasien dua kali lipat dari dosis maksimal lewat telepon. Tanpa diketahui perawat, "obat" itu sebenarnya adalah pil yang sama sekali tak bermanfaat. Dan dokter yang memerintahkan adalah dokter palsu.

Herannya, 21 dari 22 perawat memenuhi perintah itu, meski tahu benar obat itu membahayakan pasiennya dan melanggar aturan RS dengan menerima perintah lewat telepon.

Studi ini menunjukkan bagaimana aura sebuah otoritas bisa mempengaruhi keputusan etis seseorang.

5. Bomber kelelawar
Pada Perang Dunia II, Korps Angkatan Laut AS mengerjakan sebuah proyek untuk melatih kelelawar sebagai bomber kamikaze melawan Jepang.

Adalah seorang dokter gigi asal Pennsylvania, Lytle Adams, yang mengajukan ide tersebut pada Gedung Putih pada tahun 1942, setelah mengunjungi gua kelelawar di Carlsbad Caverns, New Mexico.

Caranya dengan menciptakan bom kecil dan memanfaatkan sensor alami hewan itu untuk bersarang di lumbung dan loteng.

Rencana Lytle itu, kelelawar yang dipasangi bom itu akan terbang ke Jepang, bersarang di bangunan di kota-kota di Negeri Matahari Terbit yang sebagian besar terbuat dari kayu. Dan meledakkannya.

Korps Marinir menangkap ribuan kelelawar di Meksiko dan mengembangkan alat peledak untuk dipasang di punggung hewan itu. Namun, proyek ini dibatalkan pada tahun 1943, mungkin karena pemerintah AS telah membuat kemajuan berarti dalam proyek bom atom. (umi)

25.10.12
Ketika ilmuwan melakukan proses scan di kedalaman bagian dalam bumi mereka menemukan sebuah waduk raksasa di bawah Asia Timur, volume air di dalamnya setara dengan jumlah air di lautan Antartika atau lautan kutub utara. Yang tampak di sisi kiri gambar atas adalah sebuah gambar bidang singgung gambar sebelah kanan, menampakkan ketidaknormalan atenuasi (pelemahan) gelombang kejut dalam mesofer di kedalaman 620 mil di bawah tanah. Di antara kedua gambar tersebut, warna merah menerangkan lapisan batuan yang luar biasa lemah dan gembur, dan dianggap bagian dalamnya banyak mengandung air, sedangkan warna biru menerangkan batuan yang luar biasa keras (warna putih dan kuning terletak di tengah-tengah).

Untuk pertama kalinya manusia menemukan sistem air raksasa di mesosfer bagian dalam. Menurut laporan life science com, bahwa ketika memayar di kedalaman bagian dalam bumi, ilmuwan menemukan sebuah waduk raksasa di bawah Asia Timur, volume air di dalamnya setara dengan jumlah air di lautan Antartika atau lautan Kutub Utara. Ini adalah kali pertamanya manusia menemukan sebuah sistem air raksasa di mesofer bagian dalam.

Temuan ini adalah hasil penelitian bersama ahli geologi dari Universitas Washington yakni Michael Wysession dengan Jesse Lawrence, mahasiswanya dari Universitas California, dan temuan ini akan dipublikasikan di monograf terbitan lembaga geofisika Amerika. Mereka berdua telah mengalisis bersama grafik gelombang kejut sebanyak hampir 600.000 bagian (catatan gelombang kejut yang muncul ketika gempa bumi melintasi bumi, dikumpulkan dari peralatan yang tersebar di berbagai daerah di dunia).

Mereka mendapati, bahwa gelombang gempa di bawah daratan Asia memperlihatkan fenomena yang lemah, selain itu kecepatannya juga sedikit melamban, Wysession mengatakan : “Air dapat memperlambat kecepatan gelombang gempa, sejumlah besar tanda-tanda melamban dan melemahnya hal tersebut dapat memprediksi di mana terdapat air.” Menurut perhitungan sebelumnya, bahwa ketika lapisan batuan dingin tenggelam ke dalam mesofer di bawah tanah sedalam ribuan km, suhu tinggi di kedalaman bawah tanah akan mengeluarkan uap air dalam lapisan batu tersebut.

Wysession menuturkan : “Itulah yang akan kami tunjukkan di sini, air dalam lapisan batuan tersebut tenggelam bersama lapisan batuan dasar laut dan air itu sangat dingin, namun seiring dengan membesarnya tingkat kedalaman, suhu akan mulai naik, dan lapisan batuan mulai tidak stabil, dan kehilangan air yang terkandung di dalamnya.” kemudian air mulai naik dan masuk ke daerah timbunan, dan di sana menjadi daerah jenuh air, namun di sana sekilas tampak tetap seperti lapisan batuan padat, dan hanya dengan meletakkannya dalam laboratorium Anda baru dapat menemukan air di dalamnya.”

Meski sekilas mereka tampak seperti batuan padat, sebanyak 15 % dalam beberapa batuan dasar laut adalah air. Wysession menuturkan: “Konkretnya, air berada dalam struktur mineral batuan. Ketika Anda memanaskannya, ia akan menghilangkan air, sama seperti Anda membakar sepotong tanah liat, bisa menghilangkan semua air di dalamnya.” Peneliti memprediksikan, bahwa di daerah-daerah permukaan bumi yang diselimuti air, cukup 0.1 % lapisan batuan tenggelam ke dalam mesofer sudah bisa menghasilkan volume air yang setara dengan satu lautan Kutub Utara.

Wysession menamakan struktur bawah tanah yang baru ini sebagai “Beijing abnormal”, sebab ia ditemukan di bawah Kota Beijing, China, yang nilai resesi gelombang gempanya terbesar. Pertama kali Wysession memakai istilah ini dalam sebuah penjelasannya di Universitas Beijing. Menurut Wysession : “Mereka merasa sangat menarik, ancaman gempa bumi China jauh lebih besar dibanding daerah lain di dunia, karena itu mereka sangat tertarik pada seismologi.”

Sebanyak 70% permukaan bumi ditutupi oleh air, air-air ini memiliki banyak manfaatnya, satu di antaranya adalah memainkan peranan “pelicin” bagi pergerakan lempeng daratan. Coba lihat Venus kita, di mana menurut Wysession, bagian dalamnya sangat panas dan ekstrem kering, ia tidak memiliki struktur lempeng, semua air yang ada mungkin telah di-evaporasi (menguap), tidak ada lempeng, dan seluruh sistemnya ditutup.

12.6.12

Ini mungkin kabar yang melegakan bagi pengguna ponsel layar sentuh karena sudah ada ponsel dan tablet dengan tombol fisik yang bisa muncul dan menghilang sesuai keinginan.

Perusahaan asal California, Tactus, membuat sebuah ponsel yang memiliki tombol seperti itu. Perusahaan ini mengklaim tombol tersebut muncul di area yang sama di layar ponsel berupa tombol transparan.  Teknologi ini dapat diterapkan di tablet, ponsel, dan remot kontrol serta dapat juga digunakan pada alat musik.

Tactus menjelaskan bahwa ini merupakan teknologi yang pertama kali di dunia untuk mengatasi kekurangan teknologi layar sentuh.

"Bagaimana bisa sebuah tombol keluar begitu saja dari layar gadget anda? Tactus mempersembahkan sebuah dimensi baru dari touchscreen dengan tombol fisik yang muncul sesuai perintah, dan masuk kembali ke dalam layar, lalu layar terlihat seperti semula." kata mereka seperti dilansir Daily Mail.

Tactus mengklaim teknologi mereka setipis layar sentuh yang ada saat ini. Juga tidak ada perubahan pada sensor di bawahnya.

Dengan tombol tertentu, pengguna dapat memilih apakah akan menampilkan tombol fisik tersebut atau tidak.
Ketika fungsi tombol dimatikan, maka tombol akan masuk ke dalam layar secara perlahan dan tanpa bekas.

Tactus mengklaim teknologi ini merupakan inovasi paling canggih dari teknologi layar sentuh saat ini yang baru sampai pada respon getar ketika menyentuh layar. Mereka juga mengklaim teknologi ini memudahkan jari pengguna agar lebih tepat sasaran pada tombol tertentu di layar.

"Ini bukan sekedar akal-akalan teknologi getar tetapi benar-benar tombol nyata yang muncul dan menghilang di layar," tutup Tactus.

13.5.12
Salah satu temuan mutakhir di dunia sains yang menjadi buah bibir di kalangan ilmuwan adalah apa yang disebut prinsip antropis.


Prinsip ini mengungkapkan bahwa setiap detail yang terdapat di alam semesta telah dirancang dengan ketepatan yang sempurna untuk memungkinkan manusia hidup. Contoh kecil dari prinsip antropis ini dapat kita temukan pada fakta-fakta yang berkaitan dengan keberadaan bumi.

Dalam hal ini, seorang astronom amerika Hugh Ross dalam bukunya yang berjudul 'The Fingerprint of God, Recent Scientific Discoveries Reveal The Unmistakable Identitiy of The Creator' telah membuat daftarnya sendiri sebagai berikut.

1. Jarak bumi dengan matahari




Jarak matahari ke bumi adalah 149.669.000 kilometer (atau 93.000.000 mil). Jarak ini dikenal sebagai satuan astronomi dan biasa dibulatkan (untuk penyederhanaan hitungan) menjadi 148 juta km.

Dibandingkan dengan bumi, diameter matahari kira-kira 112 kalinya. Gaya tarik matahari kira-kira 30 kali gaya tarik bumi. Sinar matahari menempuh masa 8 menit untuk sampai ke bumi.

Jika lebih jauh:
Planet bumi akan terlalu dingin bagi siklus air yang stabil.

Jika lebih dekat:
Planet bumi akan terlalu panas bagi siklus air yang stabil

2. Gravitasi di permukaan bumi




Gravitasi permukaan dari sebuah obyek astronomi (planet, bintang, dll) adalah percepatan gravitasi yang berlaku pada permukaan obyek tersebut. Gravitasi permukaan bergantung pada massa dan radius obyek tersebut. Seringkali gravitasi permukaan dinyatakan sebagai rasio dengan ketentuan yang berlaku di bumi.

Jika lebih kuat:
Atmosfer bumi akan menahan terlalu banyak gas beracun (amoniak dan methana)

Jika lebih lemah:
Atmosfer bumi akan terlalu tipis karena banyak kehilangan udara

3. Periode rotasi bumi




Rotasi bumi merujuk pada gerakan berputar planet bumi pada sumbunya dan gerakan di orbitnya mengelilingi matahari.

Jika lebih lama:
Perbedaan suhu pada siang dan malam hari terlalu besar

Jika lebih cepat:
Kecepatan angin pada atmosfer terlalu tinggi

4. Albedo


Albedo merupakan sebuah besaran yang menggambarkan perbandingan antara sinar matahari yang tiba di permukaan bumi dan yang dipantulkan kembali ke angkasa dengan terjadi perubahan panjang gelombang (outgoing longwave radiation).

Perbedaan panjang gelombang antara yang datang dan yang dipantulkan dapat dikaitkan dengan seberapa besar energi matahari yang diserap oleh permukaan bumi.

Jika lebih besar:
Zaman es tak terkendali akan terjadi

Jika lebih kecil:
Efek rumah kaca tak terkendali akan terjadi

5. Aktivitas gempa



Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Kata gempa bumi juga digunakan untuk menunjukkan daerah asal terjadinya kejadian gempa bumi tersebut.

Bumi kita walaupun padat, selalu bergerak, dan gempa bumi terjadi apabila tekanan yang terjadi karena pergerakan itu sudah terlalu besar untuk dapat ditahan.

Jika lebih besar:
Terlalu banyak makhluk hidup binasa

Jika lebih kecil:
Bahan makanan dasar laut tidak akan didaur ulang ke daratan melalui pengangkatan tektonik

6. Ketebalan kerak bumi




Kerak bumi adalah lapisan terluar bumi yang terbagi menjadi 2 kategori, yaitu kerak samudra dan kerak benua. Kerak samudra mempunyai ketebalan sekitar 5-10 km, sedangkan kerak benua mempunyai ketebalan sekitar 20-70 km.

Penyusun kerak samudra yang utama adalah batuan basalt, sedangkan batuan penyusun kerak benua yang utama adalah granit, yang tidak sepadat batuan basalt. Kerak bumi dan sebagian mantel bumi membentuk lapisan litosfer dengan ketebalan total kurang lebih 80 km.

Jika lebih tebal:
Terlalu banyak oksigen berpidah dari atmosfer ke kerak bumi

Jika lebih tipis:
Aktivitas tektonik dan vulkanik akan terlalu besar

7. Medan magnet bumi




Magnetosfer bumi adalah suatu daerah di angkasa yang bentuknya ditentukan oleh luasnya medan magnet internal bumi, plasma angin matahari, dan medan magnet antarplanet.

Di magnetosfer, campuran ion-ion dan elektron-elektron bebas baik dari angin matahari maupun ionosfir bumi dibatasi oleh gaya magnet dan listrik yang lebih kuat daripada gravitasi dan tumbukan.

Jika lebih kuat:
Badai elektromagnetik akan terlalu merusak

Jika lebih lemah:
Kurangnya perlindungan dari radiasi berbahaya yang berasal dari luar angkasa

13.5.12
CONSERVATION INTERNATIONAL 11 spesies baru yang ditemukan di Raja Ampat (dari atas, kiri ke kanan) masing-masing Pterois andover, Pterocaesio monikae, Pseudochromis jace, Pseudanthias charlenae, Pictichromus caitlinae, Melanotaenia synergos, Chrysiptera giti, Paracheilinus nursalim, Hemiscyllium galei, Corythoichthys benedetto, dan Hemiscyllium henryi.

DENPASAR,- Indonesian Biodiversity Research Center (IBRC) tahun ini fokus meneliti 10 spesies ikan baru dari sejumlah wilayah di Tanah Air.

"Penelitian itu bertujuan mendeskripsikan jenis ikan baru dari unsur genetika atau DNA," kata Dita Cahyani, Koordinator Riset IBRC di sela-sela kunjungan delegasi National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) di Denpasar, Jumat (11/5/2012).

Menurut dia, para peneliti dari sejumlah universitas termasuk Universitas Udayana, Universitas Diponegoro, dan Universitas Cendrawasih antara lain mengidentifikasi spesies ikan dartfish, ikan hiu, dan jawfish.

Pimpinan IBRC Prof IGNK Mahardika mengatakan, jenis ikan baru yang diidentifikasi berasal dari Papua, Bali, Aceh, dan Kepulauan Karimun Jawa.

"Sebenarnya banyak sekali jenis penelitian yang sedang kami lakukan pada tahun ini, namun fokusnya terhadap spesies baru tersebut," ujarnya.

Mahardika mengatakan, selain meneliti 10 ikan jenis baru itu pihaknya juga ditawari untuk meneliti genetika ikan tuna untuk mengetahui populasi ikan tersebut.
Sumber :ANT

13.5.12
AFP PHOTO/TED ALJIBE "Supermoon" sebagai terlihat di Manila, Filipina pada 19 Maret 2011. Menurut para ahli, fenomena supermoon, memperlihatkan bulan dalam posisi terdekatnya dengan bumi.
JAKARTA, - Fenomena Supermoon kembali membuat heboh. Bahkan sejak Sabtu (5/5/2012) malam, masyarakat di berbagai daerah sudah antusias mengamati walau Bulan belum memasuki fase Purnama.

Tapi, apa sejatinya Supermoon? Apakah Supermoon merupakan fenomena langka? Bagaimana Supermoon dipandang dalam astronomi dan astrologi? Lalu, apakah benar Supermoon terkait dengan bencana?

Kepala Observatorium Bosscha, Hakim L. Malasan, mengatakan bahwa Supermoon sejatinya bukan peristiwa langka. Supermoon terjadi saat Purnama bersamaan dengan waktu perigee, saat Bulan berada di titik terdekat Bumi.

Saat Supermoon, Bulan akan 10 persen lebih dekat (jarak dari Bumi hanya sekitar 350.000 km. Dampaknya, Bulan akan 14 persen lebih besar serta 30 persen lebih terang.

Tahun lalu, Supermoon terjadi pada 19 Maret 2011. Tahun ini, Supermoon "memuncak" pada Minggu (6/5/2012). Purnama mulai terjadi hari ini pukul 10.35 WIB sementara perigee terjadi pada 10.34 WIB.

Menurut Hakim, Supermoon tahun ini cukup istimewa. Waktu Purnama dan perigee yang hanya terpaut 1 menit cukup langka, menjadikan Supermoon tahun ini sebagai salah satu yang terbaik.

Hakim menerangkan bahwa Supermoon sebenarnya tidak dikenal dalam astronomi. Astronomi tidak memberi istilah khusus pada fenomena Purnama dan perigee yang hampir bersamaan atau bersamaan.

Supermoon hanya dikenal dalam dunia astrologi. Astrologi sendiri bukan bagian dari sains. Astrologi berupaya mengaitkan gerakan benda langit serta dampaknya bagi manusia.

"Dalam astrologi, Supermoon memiliki dampak sangat besar pada manusia. Supermoon dikaitkan dengan bencana," ungkap Hakim saat dihubungi Kompas.com, Minggu.

Salah satu bentuk kaitan Supermoon dan bencana adalah kejadian gemnpa Jepang tahun 2011 lalu. Menurut sejumlah pihak, gempa salah satunya dipicu oleh Purnama yang berada di titik terdekat dari Bumi ini.

"Kalau dalam astronomi, Supermoon sebenarnya biasa saja. Tidak ada kaitannya dengan bencana. Bisa mempengaruhi air pasang di laut, tapi tidak signifikan sekali," kata Hakim.

Meskipun merupakan hal biasa dalam astronomi, Supermoon tetap punya daya tarik. Supermoon bisa digunakan untuk memperbaiki perhitungan-perhitungan astronomis.

"Waktu Supermoon, kita bisa melakukan perbaikan dengan mengukur peredaran Bulan mengelilingi Bumi dengan lebih presisi," ungkap Hakim.

Menurut Hakim, perbaikan tersebut bisa memberikan dampak pada kehidupan sehari-hari. Contohnya, perhitungan terjadinya pasang surut, peringatan hari raya keagamaan dan sebagainya.

Dalam pengamatan Supermoon kali ini, kata Hakim, mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) akan mengukur diameter Bulan. Mereka akan membandingkan kondisi Supermoon dengan saat Purnama biasa.

13.5.12
John MacGinnis Lempengan tanah liat berisi nama-nama perempuan dalam aksara paku, diduga menjadi petuinjuk adanya bahasa yang belum dikenal sebelumnya.

ISTANBUL,  — Arkeolog yang melakukan penelitian di Turki menemukan bukti adanya bahasa yang dilupakan atau hilang. Bahasa itu berasal dari masa 2500 tahun lalu, pada masa Kerajaan Asiria.
Bukti adanya bahasa itu ditemukan dalam sebuah lempengan tanah liat. Menurut prediksi para arkeolog, lempengan tanah liat itu terbakar di sebuah istana di Tushan pada abad ke-8 SM.
Pada tablet yang ditemukan, tertulis nama-nama perempuan yang terkait dengan istana dan badan administrasi Asiria. Seluruh nama yang tertera dituliskan dalam aksara paku.
Tablet tepatnya ditemukan di wilayah Ziyaret Tepe di Sungai Tigris, wilayah tenggara Turki. Wilayah ini ialah lokasi penggalian arkeologi secara ekstensif sejak tahun 1997.
John MacGinnis, arkeolog dari McDonald Institute for Archaeological Research yang melakukan penelitian ini, mengungkapkan bahwa nama-nama yang tertera pada tablet unik dan menarik perhatian.
"Semuanya yang tertulis 60 nama. Satu atau dua adalah Asiria dan beberapa yang lain dari bahasa lain yang ada pada masa itu, seperti Luwian dan Hurrian, tetapi mayoritas dari bahasa yang tak dikenal," ungkap MacGinnis seperti dikutip Sciencedaily, Kamis (10/5/2012).
Arkeolog percaya bahwa orang-orang yang namanya mengindikasikan adanya bahasa yang belum dikenal itu berasal dari Gunung Zagros, kini perbatasan Iran dan Irak. Mereka terpaksa keluar dari kampung halamannya pada masa Kerajaan Asiria.
"Jika teori bahwa orang-orang yang bicara bahasa itu berasal dari barat Iran terbukti, ada potensi bagi kita untuk mendapatkan gambaran sebuah kerajaan pertama yang multietnis," kata MacGinnis.
"Kita tahu dari literatur kini bahwa Asiria memang menaklukkan orang di area itu. Kini kita mengetahui bahwa ada bahasa lain yang mungkin berasal dari daerah yang sama dan mungkin banyak bukti terkait keberadaannya menanti untuk ditemukan," ungkapnya.
Penemuan ini membuka pertanyaan baru, dari mana bahasa yang tak dikenal itu berasal. Ada dugaan bahwa bahasa berasal dari masyarakat Shrubian, masyarakat yang tinggal di Tushan sebelum Asiria datang.
Hipotesis lain menyebutkan bahwa bahasa itu berasal dari orang-orang Mushki, orang yang bermigrasi dari wilayah yang disebut Anatolia. Hipotesis ini dianggap kurang masuk akal.
Pandangan yang lebih kuat adalah bahasa tersebut berasal dari masyarakat yang diusir keluar oleh Asiria. Pendekatan ini dipakai agar masyarakat itu di wilayah barunya bisa lebih bergantung pada Asiria untuk mendapatkan kesejahteraan.
Lempeng tanah liat yang ditemukan kini disimpan di Diyarbakir, Turki. Hasil riset MacGinnis dipublikasikan di Journal of Near Eastern Studies.
Sumber :
SCIENCEDAILY

22.4.12
Badai matahari telah membiarkan satelit dan jaringan tenaga listrik aman sementara mengguncang medan magnit Bumi hari Kamis, tanpa ada laporan gangguan terhadap GPS dan arus listrik.
Meski sempat dikhawatirkan menimbulkan banyak gangguan, badai matahari ternyata hampir tidak berdampak bagi bumi.
Badai matahari besar-besaran, yang semula diperkirakan akan menciptakan banyak gangguan terhadap apa saja dari telepon tangan hingga penerbangan pesawat penumpang, telah sampai ke Bumi dengan dampak yang hampir tidak ada, tetapi para pakar mengatakan keadaan masih dapat berubah.
Badai itu tampaknya telah membiarkan satelit dan jaringan tenaga listrik aman sementara badai itu mengguncang medan magnit Bumi hari Kamis, tanpa ada laporan gangguan terhadap GPS dan arus listrik.
Seorang ilmuwan badan cuaca pemerintah Amerika mengatakan badai itu datang dengan arah yang menyebabkan masalah paling kecil. Tetapi, ia mengatakan arah tersebut dapat berubah sementara badai itu terus terjadi.
Badai tersebut mulai dengan sepasang gelombang yang bersumber dari dua ledakan cahaya di permukaan matahari hari Selasa, dan berlanjut dengan dua semburan besar corona yang menembakkan sejumlah sangat besar energi dan partikel bermuatan listrik keluar dari matahari.
Partikel tersebut diperkirakan sampai ke bumi dengan kecepatan lebih dari 6 juta kilometer per jam. Para peramal cuaca sebelumnya telah memperingatkan badai itu dapat mengganggu komunikasi radio, jaringan satelit, sitem kedudukan global atau GPS dan jaringan transmisi listrik.
Beberapa maskapai penerbangan bahkan mengubah rute penerbangan mereka untuk menghindarkan masalah. Tetapi, akhirnya badai itu berakhir dengan intensitas paling rendah pada skala bertingkat lima.

22.4.12
Hasil penelitian baru menunjukkan bahwa kelemahan binatang bertelur mungkin dapat membantu menjelaskan punahnya jenis dinosaurus yang bukan burung di era Cretaceous-Tertiary atau (K-T).
Embrio dinosaurus yang ditemukan di wilayah Patagonia (Argentina) ini termasuk dalam jenis herbivora Titanosaurus yang mematahkan keraguan asal usul dinosaurus yang dilahirkan seperti mamalia atau melalui telur seperti jenis reptil (Foto: dok).


Era K-T merupakan masa dimana makhluk hidup di dunia mengalami kepunahan besar-besaran sekitar 65 juta tahun yang lalu, dan mengakhiri dominasi dinosaurus atas semua binatang selama 150 juta tahun.

Para ilmuwan sependapat bahwa hanya binatang-binatang kecil yang beratnya tidak melebihi 25 kilogram dapat selamat dari kepunahan besar-besaran K-T, yang melenyapkan kira-kira 70 persen dari semua mahluk hidup di Bumi.


Hasil penelitian para ilmuwan di Zoological Society of London dan Universitas Zurich di Swiss mengungkapkan hanya ada beberapa jenis dinosaurus kecil dan menengah yang beratnya antara dua hingga 60 kilogram yang tersisa pada masa kepunahan K-T.


Mamalia yang melahirkan anak hidup, jauh lebih kecil daripada dinosaurus pada masa geologi Cretaceous. Karena dampak ekologi, mamalia ini telah berevolusi menjadi berbagai jenis yang beratnya jauh di bawah batas keselamatan dari  kepunahan K-T.


Menurut para ilmuwan, telur menghasilkan anak yang sangat kecil dibanding ukuran induknya yang keluar dan masuk sebagian besar tempat ekologi dalam lingkungan mereka ketika dinosaurus dibesarkan hingga dewasa. Induk betina dinosaurus biasanya beberapa ribu kali lebih besar daripada  anaknya yang baru menetas dari telur.


Persaingan yang terus-menerus yang dialami oleh dinosaurus besar, sementara binatang ini bertumbuh dari ukuran kecil ketika baru menetas menjadi binatang dewasa yang sangat besar. Hal ini tidak dialami oleh mamalia, yang melahirkan anak  yang  jauh lebih besar daripada anak dinosaurus apabila dibandingkan dengan ukuran induknya. 


Mengenai jenis dinosaurus kecil, para peneliti menunjukkan melalui simulasi komputer bahwa sebagian dari jenis kecil dinosaurus harus bersaing dengan dua jenis mamalia kecil. Selain dengan sesama reptil, dinosaurus kecil juga terbang ke angkasa seperti burung.


Para ilmuwan mengatakan dinosaurus besar mendominasi ekosistem mereka dengan arus pertambahan tetap dengan anak-anaknya yang semakin besar, satu contoh satu jenis binatang menduduki banyak tempat ekologi.


Sebaliknya mamalia  memberi contoh banyak jenis menduduki satu tempat ekologi, kombinasi yang unggul yang bukan hanya menghindarkan mereka dari masa kepunahan K-T, tetapi juga memungkinkan evolusi mamalia yang lebih besar yang kelak mengisi tempat-tempat ekologi yang lowong setelah punahnya dinosaurus.

7.4.12

Islam dan Teori Bumi Bundar

Sabtu, 24 Maret 2012, 06:19 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Heri Ruslan
Bumi serta segala isinya merupakan bidang kajian yang menarik perhatian para ilmuwan Islam di era keemasan. Peradaban Islam terbukti lebih awal menguasai ilmu bumi dibandingkan masyarakat Barat. Ketika Eropa terkungkung dalam 'kegelapan' dan masih meyakini bahwa bumi itu datar, para sarjana Muslim pada abad ke-9 M telah menyatakan bahwa bumi bundar seperti bola.

Wacana bentuk bumi bundar baru berkembang di Barat pada abad ke-16 M. Adalah Nicoulas Copernicus yang mencetuskannya. Di tengah kekuasaan Gereja yang dominan, Copernicus yang lahir di Polandia melawan arus dengan menyatakan bahwa seluruh alam semesta merupakan bola. Sejarah Barat kemudian mengklaim bahwa Copernicus-lah ilmuwan pertama yang menggulirkan terori bumi bulat.

Klaim Barat selama berabad-abad itu akhirnya telah terpatahkan. Sejarah kemudian mencatat bahwa para sarjana Islam-lah yang mencetuskan teori bentuk bumi itu. Para sejarawan bahkan memiliki bukti bahwa Copernicus banyak terpengaruh oleh hasil pemikiran ilmuwan Islam. Para sejarawan  sains sejak tahun 1950-an mengkaji hubungan Copernicus dengan pemikiran ilmuwan Muslim dari abad ke-11 hingga 15 M.

Hasil penelitian yang dilakukan  Edward S Kennedy dari  American University of Beirut  menemukan adanya kesamaan antara matematika yang digunakan Copernicus untuk mengembangkan teorinya dengan matematika yang digunakan para astronom Islam –dua atau tiga abad sebelumnya. Copernicus ternyata banyak terpengaruh oleh astronom Muslim seperti  Ibn al-Shatir (wafat 1375), Mu'ayyad al-Din al-'Urdi (wafat 1266) dan Nasir al-Din al-Tusi (wafat 1274).

Seperti halnya peradaban Barat, masyarakat Cina yang lebih dulu mencapai kejayaan dibandingkan dunia Islam pada awalnya meyakini bahwa bumi itu datar dan kotak. Orang Cina baru mengubah keyakinannya tentang bentuk bumi pada abad ke-17 M – setelah berakhirnya era kekuasaan Dinasti Ming.  Sejak abad itulah, melalui risalah yang ditulis  Xiong Ming-yu berjudul Ge Chi Cao wacana bentuk bumi  bundar seperti bola mulai berkembang di Negeri Tirai Bambu.

                                                                        ***

Beberapa abad sebelum dua peradaban besar itu mulai mengakui bahwa bentuk  bumi bundar, dunia Islam telah membuktikannya. Di bawah kepemimpinan Khalifah Al-Ma'mun, pada tahun 830 M,  Muhammad bin Musa Al-Khawarizmi beserta para astronom lainnya telah membuat peta globe pertama. Tak hanya itu, para sarjana Muslim di era itu juga mampu mengukur volume dan keliling bumi.

Saat itu, para astronom Muslim menyatakan bahwa keliling bumi mencapai  24 ribu mil atau  38,6 ribu kilometer. Perhitungan yang dilakukan pada abad ke-9 itu hampir akurat. Sebab, hanya berbeda 3,6 persen dari perkiraan yang dilakukan para ilmuwan di era modern. Sebuah pencapaian yang terbilang luar biasa dan mungkin belum terpikirkan oleh peradaban Barat pada masa itu.

Atas permintaan Khalifah Abbasiyah ketujuh itu, para astronom Muslim sukses mengukur jarak antara Tadmur (Palmyra) hingga Al-Raqqah di Suriah.  Para sarjana Muslim itu menemukan fakta bahwa kedua kota itu ternyata hanya terpisahkan oleh satu derajat garis lintang dan jarak kedua kota itu mencapai 66 2/3 mil.

                                                                        ***

Pada abad ke-10 M, ilmuwan Muslim bernama Abu Raihan Al-Biruni (973-1048) juga mengukur jari-jari  bumi. Menurutnya, jari-jari bumi itu mencapai 6339,6 kilometer. Hal pengukurannya itu hanya kurang 16,8 kilometer dari nilai perkiraan ilmuwan modern. Saat itu, Al-Biruni  mengembangkan metode baru dengan menggunakan perhitungan trigonometri yang didasarkan pada sudut antara sebuah daratan dengan puncak  gunung.

Teori bentuk bumi bundar seperti bola juga dinyatakan geografer dan kartografer (pembuat peta)  Muslim dari abad ke-12 M, Abu Abdullah Muhammad Ibnu Al-Idrisi Ash-Sharif. Pada tahun 1154 M, Al-Idrisi – ilmuwan dari Cordoba --  secara gemilang sukses membuat peta bola bumi alias globe dari perak. Bola bumi yang diciptakannya itu memiliki berat sekitar 400 kilogram.

Dalam globe itu, Al-Idrisi menggambarkan enam benua dengan dilengkapi jalur perdagangan, danau, sungai, kota-kota utama, daratan serta gunung-gunung. Tak cuma itu, globe yang dibuatnya itu juga sudah memuat informasi mengenai jarak, panjang dan tinggi secara tepat. Guna melengkapi bola bumi yang dirancangnya, Al-Idrisi pun menulis buku berjudul Al- Kitab al-Rujari atau Buku Roger yang didedikasikan untuk sang raja.

                                                                        ***

Penjelajah asal Spanyol, Cristhoper Columbus pun membuktikan kebenaran teori yang diungkapkan Al-Idrisi. Berbekal peta yang dibuat Al-Idrisi, Columbus mengelilingi bumi dan menemukan Benua Amerika yang disebutnya 'New World'. Padahal, bagi para penjelajah Muslim benua itu bukanlah dunia baru, karena telah disinggahinya beberapa abad sebelum Columbus. Dalam ekspedisi yang dilakukannya itulah, Columbus meyakini bahwa bentuk bumi adalah bulat.

Secara resmi, para sarjana Muslim telah mengelaurkan kesepakatan bersama dalam bentuk ijma tentang bentuk bumi bundar. Teori bentuk bumi bulat diyakini oleh Ibnu Hazm (wafat 1069), Ibnu Al-Jawi (wafat 1200) dan Ibnu Taimiyah (wafat 1328). Penegasan ketika tokoh Islam itu untuk memperkuat hasil penelitian dan penemuan yang dicapai astronom dan matematikus Muslim.

Secara sepakat,  Abul-Hasan ibnu al-Manaadi, Abu Muhammad Ibnu Hazm, and Abul-Faraj Ibnu Al-Jawzi  telah menyatakan bahwa  bentuk bumi adalah bundar (istidaaratul-aflaak).  Ibnu Taimiyah melandaskannya pada Alquran surat Az-Zumar ayat 5. Allah SWT berfirman: "...Dia memutarkan malam atas siang dan memutarkan siang atas malam..."

Selain itu, para ulama juga berpegang pada Surat Al-Anbiyaa ayat 33. Allah SWT berfirman,” Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar (falak) di dalam garis edarnya.” Kata “falak' dalam ayat itu, menurut para ulama, berarti bundar. Ibnu Taimiyah secara tegas kemudian menyatakan bahwa bentuk bumi bulat seperti bola.

Penegasan bentuk bumi bundar juga dinyatakan  Abu Ya'la  dalam karyanya berjudul  Tabaqatal-Hanabilah. Dalam kitab itu, Abu Ya'la mengutip sebuah ijma para ulama Muslim yang  bersepakat bahwa bentuk bumi itu bundar. Ijma itu diungkapkan oleh generasi kedua – murid-murid para sahabat Nabi Muhammad SAW.

Ilmuwan terkemuka  Ibnu Khaldun (wafat 1406) dalam kitabnya yang fenomenal berjudul Muqaddimah, juga menyatakan bahwa bumi itu seperti bola. Pendapat itu diperkuat oleh  Imam Ibnu Hazm Rohimahulloh dalam al-Fishol fil Milal wan Nihal. Menurutnya,  tak ada satupun dari 'ulama kaum muslimin -- semoga Allah meridhoi mereka -- yang mengingkari bahwa Bumi itu bundar dan tidak dijumpai bantahan atau satu kalimat pun dari salah seorang dari mereka.

Dengan meyakini bahwa bentuk bumi itu bundar, para sarjana Muslim  kemudian menetapkan sebuah cara untuk menghitung jarak dan arah dari satu titik di bumi ke Makkah. Melalui cara itulah, arah kiblat ditentukan.
Redaktur: Heri Ruslan
Sumber: muslimheritage/berbagai sumber

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget