Berita Tentang "Infrastruktur"

 Surakarta : Masyarakat Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, kembali mengeluhkan kondisi jalan rusak pada musim penghujan saat ini. Masyarakat pun kecewa akibat jalan rusak tak kunjung.
Warga melakukan aksi menuntut agar jalanan secepatnya di perbaiki
Kekecewaan warga memuncak karena sering terjadi kecelakaan pesawat terperosok ke kubangan. Warga yang kesal tersebut kemudian menanam pohon pisang pada kubangan jalan rusak, Rabu (10/1/2018).

Warga juga memfoto aksi tanam pohon pisang kemudian diunggah ke media sosial. Aksi itu berlangsung di ruas jalan Karangsido, Desa Karangtalun, Kecamatan Tano. Sebanyak 3 batang pohon pisang dan lain tanaman singkong dan padi ditanam pada kubangan.
Kesal Jalanan Rusak, Warga Sragen Tanam Pohon Pisang Di Jalan
Salah seorang warga yang turut aksi Bambang Dwi Ranto, 38, terima jalan itu sudah lama rusak parah. Ditambah saat ini masuk musim penghujan, jalan yang hampir tidak bisa dilewati kendaraan.
[ads-post]
Pihaknya meminta kepada bupati agar segera turun tangan memperbaikinya jalan yang rusak. Begitu akses masyarakat menjadi lancar.
Sebuah mobil melintasi jalanan yang rusak
"Sering ada motor jatuh atau yang bawa mobil malah mogok kejebak lumpur. Kami minta perhatian ibu bupati agar memperbaiki jalan kami," katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan, jalan itu sudah masuk pada proses perbaikan jalan pada tahun 2018. Saat ini dinas pekerjaan umum dan penataan ruang DPUPR sedang melakukan paket lelang.

"Tugas pemerintah mambuat skala prioritas, kalau sudah dianggarkan pasti dibangun," terangnya.

Soal keluhan masyarakat melalui media sosial menurut bupati adalah ekspresi masyarakat masa kini.
 Pihaknya tidak mempermasalahkan aduan masyarakat melalui media sosial kendatipun sudah ada layanan aduan ke bupati.

"Memang masyarakat sekarang suka mengadu ke medsos Ya gak papa, tapi kalai langsung di sampaikan ke bupati 1x24 jam langsung ada jawaban dari dinas terkait," ujarnya. (Red)

Sumber 

 Terkait jalan yang berlubang di sepanjang Jalur Pantura, Sat Lantas Polres Indramayu melalui Unit Dikyasa yang dipimpin oleh Kanit Dikyasa IPDA I Nyoman Gargita didampingi AIPTU H. Muh. Sana Krisdiana melakukan survey langsung di jalan dan koordinasi dengan pihak Dinas PU Bina Marga. Kamis, 25/01/2018.
AIPTU H. Muh. Sana Krisdiana
Kasat Lantas Polres Indramayu melalui Kanit Dikyasa IPDA I Nyoman Gargita mengatakan bahwa kegiatan tersebut sesuai dengan perintah Kapolres Indramayu AKBP Arif Fajarudin, SIK.MH.MAP. "Kami diperintahkan Kapolres supaya jajarannya melakukan survei langsung di jalan untuk mengecek jalanan yang berlubang" Terangnya.

Nyoman menambahkan bahwa pihaknya juga sudah bekerjasama dengan dinas PU Bina Marga.
[ads-post]
"Kami juga koordinasi dengan pihak PU Bina Marga agar segera memperbaiki/tambal jalan yang berlubang, Hal itu untuk mengantisipasi terjadinya laka lantas serta terwujudnya Kamseltibcar Lantas" pungkas Nyoman.

Sumber : Humas Polres Indramayu

Indramayu- Eks  Pasar Daerah (PD) Jatibarang yang lokasinya didekat stasiun kereta api Jatibarang sedianya akan dibuat Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan sarana olahraga untuk masyarakat sekitar. Rencana itu mengemuka setelah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kawasan tersebut, Senin (10/12/2018), Indramayu.

Dalam sidaknya ke eks PD Jatibarang itu, Kang Emil (sapaan akrabnya) yang didampingi Wakil Bupati Indramayu Drs. H. Supendi, M.Si. menyusuri bangunan pasar daerah yang sudah tidak berpenghuni lagi. Ridwan berjanji akan memberi bantuan sebesar Rp 15 miliar untuk menyulap eks PD Jatibarang menjadi RTH dan sarana olahraga.

“Kita akan memberikan contoh bahwa Kabupaten Indramayu dapat tertata dengan baik dan rapih, supaya orang berkunjung ke Indramayu bisa nyaman. Rencananya bekas pasar daerah Jatibarang ini akan kita bangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan sarana olahraga. Anggrannya dari APBD Provinsi,” katanya.
[ads-post]
Namun Ridwan berharap, Pemkab Indramayu melalui Dinas terkait, untuk segera meratakan bentuk bangunan pasar daerah Jatibarang setidaknya di awal tahun 2019, sehingga proses membangun RTH semakin cepat terealisasikan.
“Saya meminta kepada Wakil Bupati Indramayu untuk segera meratakan bangunan ini, agar kita juga bisa bergerak cepat membangun RTH di kawasan ini,”katanya.

Semula, Kang Emil berencana hanya akan membuat RTH di eks PD jatibarang ini. Namun begitu melihat kondisinya yang sangat luas, kurang ebih 1 hektar, secara spontanitas Kang emil tidak hanya ingin membuat RTH, tetapi juga sarana olahraga.

“Saya keliling-keliling ini tanahnya luas sekali. Saya kira bukan hanya RTH, tapi juga sarana-sarana lainnya dapat digunakan di areal ini,” ujar Emil.
 ( Otong S )

Subang- Pemerintah Desa Rancajaya, Kecamatan Patokbeusi , Kab.Subang mengutamakan sumber daya lokal dan tenaga kerja lokal, dalam menerapkan program padat karya tunai (PKT) pada pembangunan yang bersumber dari anggaran dana desa (DD) 2018.
Papan proyek pembangunan jalan desa
Sementara itu,Plh. Kepala Desa Rancajaya Acep Supriatna mengucapkan, terimakasih kepada pemerintah pusat .

Pihaknya juga berharap dengan peningkatan infrastruktur jalan lingkungan tentu dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan ekonomi ditengah masyarakat Desa Rancajaya,Rabu  (28/11/2018).

Lanjutnya, pembangunan tahap 1 rabat  beton : Rp.141.685.700,-volume 112,5 M2 di Dusun Mulyasari  RT 11/RW  04  dan tahap 2 : Rp.178.743.100,- volume,142,5 M2 di Dusun Mulyasari  RT 10/RW 04 sudah direalisasi oleh Pemdes Rancajaya Kec.Patokbeusi.

 Menurutnya,Setelah ada pengecoran jalan otomatis meningkatkan ekonomi warga serta masyarakat juga secara langsung merasakan pembangunan yang mereka bangun," katanya.(Didit)

Indramayu- Bertempat di Aula Bappeda kabupaten Indramayu berlangsung pertemuan antara masyarakat penyangga pinggiran hutan  yang tergabung didalam tim Advokasi 10 000 masyarakat paguyuban Dharma Ayu (PDA) dan Forum Komunikasi Masyarakat Indramayu Selatan (F Kamis),Atas permasalahan HGU No 2 a.n PT PG Rajawali II seluas kurang lebih 6.250 Ha  dengan jajaran direksi PT PG Rajawali.

Tampak hadir Wakil Bupati Indramayu Supendi,Ketua Bappeda Maman Kostaman,Irjen Pol Widiyanto dari ketua Saber Pungli Mabes Polri,Jajaran direksi BUMN  PG Rajawali,dan sejumlah pejabat lainya,suasana pertemuan mendadak memanas.Karena masyarakat sudah semakin tak sabar menunggu jawaban dari pejabat terkait.

Dalam penyampaian dan usulan dari perwakilan F Kamis,masyarakat penyangga hutan,Dan mantan Kuwu Desa Amis Kecamatan Cikedung Taryadi,dengan lantang menyuarakan bahwa masyarakat penyangga kawasan hutan tidak mau disebut penyerobot lahan kawasan hutan.

Taryadi selaku pendiri F-KAMIS Pada saat mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan aspirasinya di aula Bappeda,"sebab sejak jaman kakek buyut saya,sudah ratusan tahun ikut menjaga  kawasan hutan.dan menjaga kelestarian kawasan hutan  itu bukan hanya omong saja,bisa dibuktikan dengan data serta Bukti.jadi kalau masyarakat pinggiran kawasan hutan,jelas kami ulangi.tidak mau tak terima dikatakan penyerobot lahan kawasan hutan."ucapnya di sambut gemuruh tepuk tangan dari masyarakat.
[ads-post]
Masih pada tempat yang sama Taryadi melanjutkan,"kami tidak akan pernah cape untuk memperjuangkan lahan seluas kurang lebih 6,250 Ha ditanami pohon tebu,kalau pemerintah mau mengembalikan. membikin kawasan hutan,dengan senang hati  masyarakat penyangga hutan akan dengan sadar turut membantu menjaga kawasan hutan dan melindungi ekosistem di dalamnya."

Sementara itu Coki TN.Sinambela ,SH MM dan H.Y.Husen Ibrahim, SH Advokat dan Kuasa  hukum Paguyuban Dharma Ayu dan F Kamis menguraikan Kronologis singkat tentang perseteruan antara PG Rajawali dengan masyarakat penyangga,"Perlu di garis bawahi PG Rajawali telah ingkar janji,wanprestasi atas perjanjian yang telah di buat untuk merealisasikan tanah pengganti.Sesuai waktu yang telah ditentukan,Yaitu terakhir pada tanggal 30 Desember 2014.dengan ingkar janji tentu hal ini memicu kemarahan masyarakat penyangga kawasan hutan, kami sebagai pengacara tentu meminta perlindungan hukum dan keadilan.untuk dapat memberikan perlindungan hukum terhadap masyarakat Indramayu yang tinggal di desa desa sekitar perkebunan tebu.untuk dapat bertani dan berkebun seperti semula sebagai masyarakat penyangga perkebunan."Terangnya

Di sisi lain Irjen Pol  Widiyanto Tim saber Pungli dari Mabes POLRI setelah mendengarkan keluhan masyarakat dan jawaban pejabat menguraikan permasalahan,semua yang bermasalah dituntut kesabaran untuk mencari solusinya.agar semua permasalahan bisa di atasi sebaik mungkin,dari respon kedua belah pihak.dari PG Rajawali tidak tinggal diam mencari lahan pengganti,sedang masyarakat penyangga hutan juga mendesak penjelasan kawasan hutan.
(Otong.S)

 Subang- Peningkatan sarana arus lalu lintas dan meningkatkan perekonomian masyarakat dimana kondisi jalan yang dulu sangat mengkhawatirkan sehingga diperlukan Peningkatan Jalan dimana melalui Pemerintah Daerah  (Pemda) Kabupaten Subang segera melaksanakan Peningkatan Jalan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), Peningkatan Jalan Tanjung – Sumurbarang di kabupaten Subang ini,

Dimana ruas jalan tersebut merupakan jalan penghubung antara Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Subang menjadi jalan alternatif jalan antar kabupaten yang tercepat, maka dengan adanya pekerjaan Peningkatan Jalan Tanjung - Sumurbarang yang didanai dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2018 akan berdampak sangat positif dimana masyarakat yang melintasi jalan tersebut merasa aman, nyaman dengan masa pekerjaan 25 Juni 2018 s.d. 25 Desember yang dikerjakan PT. SUMBER MITRA JAYA dengan jarak lintasan 11.030 M¹ Pekerjaan Beton Rigid, dan 2.000 M¹ Hotmix. Jumat (16 / 11/ 2018).

Sementara itu,Camat Cipunagara Ubay Subarkah mengatakan, Dengan adanyan Proyek Peningkatan jalan desa tanjung yang menghubungkan desa sumurbarang Kabupaten Subang yang dulu sangat menghawatirkan dan "Alhamdulilah, sekarang sedang ada pekerjaan atau perbaikan peningkatan jalan dengan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK),
Peningkatan Jalan Desa Tanjung Kecamatan Cipunagara yang Menghubungkan Desa Sumurbarang Kecamatan Cibogo di kabupaten Subang ini dimana ruas jalan
tersebut merupakan jalan penghubung antara Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Subang menjadi jalan alternatif jalan antar kabupaten yang tercepat, maka dengan adanya pekerjaan Peningkatan jalan desa tanjung yang menghubungkan desa sumurbarang yang didanai dengan Dana Alokasi
Khusus (DAK) tahun anggaran 2018 akan berdampak sangat positif dimana masyarakat yang melintasi jalan tersebut merasa aman, nyaman Akan banyak dampak positif dari terlaksananya pekerjaan tersebut mulai dari segi Pelyanan kesehatan, pendidikan, peningkatan perekonomian dan Sektor Pertanian."Ujar Camat Cipunagara Ubay Subarkah.
[ads-post]
Sementara  itu Kepala Desa Sida Jaya Carta Menambahkan, dikediamanya bahwa dampak dan manfaatnya dengan adanya proyek peningkatan Jalan penghubung desa tanjung Kecamatan Cipunagara ke desa sumurbarang Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang dengan melintasi desa tanjung, desa sidajaya, desa sidamulya dan desa sumur barang.

 Masyarakat menilai hal yang sangat positif karna akses jalan yang dulu sangat rusak parah contohnya masyarakat untuk menempuh ke pasar Cipunagara saja harus menempuh ber jam - jam maka dengan adanya pekerjaan peningkatan jalan ini akses jalan desa sidajaya ke pasar Cipunagara sangat mempermudah dan sangat supercepat tidak harus menempuh ber jam - jam tapi  sekarang dengan adanya pekerjaan proyek peningkatan ini masyarakat untuk ke pasar Cipunagara saja dengan waktu yang sangat cepat yang tadinya ber jam - jam sekarang bisa menempuh hingga 5 menit saja jadi dengan adanya perbaikan jalan ini sangat membantu juga dalam pertumbuhan perekonomian masyarakat.

" Petani juga bisa merasakan yang dulu harus beli pupuk kepasar  harus menempuh waktu ber jam - jam dan  sekarang petani kalo beli pupuk ke pasar cuma lima menit sampai."ucapnya

Ipah warga desa sumurbarang menerangkan, Dengan adanya pekerjaan ini. masyarakat bisa mempermudah segalanya seperti akses ke kota bisa berjalan dengan cepat, apalagi masyarakat yang sakit terburu - buru bisa diantar kerumah sakit saya selaku warga desa sumurbarang sangat bersyukur dengan adanya pekerjaan jalan penghubung desa sumurbarang Kecamatan Cibogo ke Desa Tanjung Kecamatan Cipunagara Kabupaten Subang. "Ucapnya (Key/Dit)

Subang- Meningkatkan sarana arus lalu lintas dan meningkatkan perekonomian masyarakat dimana kondisi jalan yang dulu sangat mengkhawatirkan sehingga diperlukan Peningkatan Jalan dimana melalui Pemerintah Daerah  (Pemda) Kabupaten Subang segera melaksanakan Peningkatan Jalan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), Peningkatan Jalan Tanjung – Sumurbarang di kabupaten Subang ini,
Dimana ruas jalan tersebut merupakan jalan penghubung antara Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Subang menjadi jalan alternatif jalan antar kabupaten yang tercepat, maka dengan adanya pekerjaan Peningkatan Jalan Tanjung - Sumurbarang yang didanai dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2018 akan berdampak sangat positif dimana masyarakat yang melintasi jalan tersebut merasa aman, nyaman dengan masa pekerjaan 25 Juni 2018 s.d. 25 Desember yang dikerjakan PT. SUMBER MITRA JAYA dengan jarak lintasan 11.030 M¹ Pekerjaan Beton Rigid, dan 2.000 M¹ Hotmix. Jumat (16 / 11/ 2018).

Sementara itu,Camat Cipunagara Ubay Subarkah mengatakan, Dengan adanyan Proyek Peningkatan jalan desa tanjung yang menghubungkan desa sumurbarang Kabupaten Subang yang dulu sangat menghawatirkan dan "Alhamdulilah, sekarang sedang ada pekerjaan atau perbaikan peningkatan jalan dengan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK),
Peningkatan Jalan Desa Tanjung Kecamatan Cipunagara yang Menghubungkan Desa Sumurbarang Kecamatan Cibogo di kabupaten Subang ini dimana ruas jalan
tersebut merupakan jalan penghubung antara Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Subang
menjadi jalan alternatif jalan antar kabupaten yang tercepat, maka dengan adanya
pekerjaan Peningkatan jalan desa tanjung yang menghubungkan desa sumurbarang yang didanai dengan Dana Alokasi
Khusus (DAK) tahun anggaran 2018 akan berdampak sangat positif dimana masyarakat yang melintasi jalan tersebut merasa aman, nyaman Akan banyak dampak positif dari terlaksananya pekerjaan tersebut mulai dari segi Pelyanan kesehatan, pendidikan, peningkatan perekonomian dan Sektor Pertanian."Ujar Camat Cipunagara Ubay Subarkah.
[ads-post]
Sementara  itu Kepala Desa Sida Jaya Carta Menambahkan, dikediamanya bahwa dampak dan manfaatnya dengan adanya proyek peningkatan Jalan penghubung desa tanjung Kecamatan Cipunagara ke desa sumurbarang Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang dengan melintasi desa tanjung, desa sidajaya, desa sidamulya dan desa sumur barang.

 Masyarakat menilai hal yang sangat positif karna akses jalan yang dulu sangat rusak parah contohnya masyarakat untuk menempuh ke pasar Cipunagara saja harus menempuh ber jam - jam maka dengan adanya pekerjaan peningkatan jalan ini akses jalan desa sidajaya ke pasar Cipunagara sangat mempermudah dan sangat supercepat tidak harus menempuh ber jam - jam tapi  sekarang dengan adanya pekerjaan proyek peningkatan ini masyarakat untuk ke pasar Cipunagara saja dengan waktu yang sangat cepat yang tadinya ber jam - jam sekarang bisa menempuh hingga 5 menit saja jadi dengan adanya perbaikan jalan ini sangat membantu juga dalam pertumbuhan perekonomian masyarakat.

" Petani juga bisa merasakan yang dulu harus beli pupuk kepasar  harus menempuh waktu ber jam - jam dan  sekarang petani kalo beli pupuk ke pasar cuma lima menit sampai."ucapnya

Ipah warga desa sumurbarang menerangkan, Dengan adanya pekerjaan ini. masyarakat bisa mempermudah segalanya seperti akses ke kota bisa berjalan dengan cepat, apalagi masyarakat yang sakit terburu - buru bisa diantar kerumah sakit saya selaku warga desa sumurbarang sangat bersyukur dengan adanya pekerjaan jalan penghubung desa sumurbarang Kecamatan Cibogo ke Desa Tanjung Kecamatan Cipunagara Kabupaten Subang. "Ucapnya (Key/Dit)

Indramayu- Relokasi Pasar Daerah Jatibarang dari pasar lama ketempat yang baru Desa Bulak,masih menyimpan permasalahan.mulai pemasangan listrik untuk pedagang,sampai dengan retribusi parkir dengan menggunakan E parkir.semuanya menjadi bahan omongan di tengah masyarakat,pasalnya kepuasan pedagang dan pembeli merasakan ada beban biaya tambahan untuk parkir kendaraanya sebesar Rp 3.000.

Ketika permasalahan ini Di Konfirmasikan langsung dengan kepala  Disperindag Kabupaten Indramayu Trisna Hendarin diruang kerjanya,dengan penuh kesabaran menjawab semua pertanyaan yang di ajukan awak media " persoalan listrik dan biaya parkir kendaraan semuanya sudah dipikirkan secara matang,baik buruknya sudah dikaji.memang hal parkir menggunakan elektronik masih baru,dan Pasar Daerah Jatibarang menjadi awal perencanaan.tentu kalau berhasil,semua pasar Daerah yang ada di Indramayu menggunakan E parkir,harapan kami jelas kedisiplinan masyarakat dan kebiasaan harus di jalankan.agar semua kemajuan untuk masyarakat itu sendiri dengan Retribusi parkir naik,Akan berdampak penerimaan Pendapatan Asli Daerah secara otomatis,akan menerima kenaikan juga.

Adapun mengenai pemasangan listrik PLN kami tidak menemukan permasalahan yang berarti,artinya dari pemutusan boks listrik sampai mendekati ketitik pemasangan instalasi berjalan apa adanya,tidak terlihat rekayasa pemasangan.maupun segala terkait permasalahan mengenai biaya yang dibebankan pedagang,hal itu wajar karena untuk kepentingan pedagang itu juga.
[ads-post]
Masih menurut Trisna bagaimana sulitnya pedagang malam di jalan mayor sangun Jatibarang sebelum Pasar Daerah Jatibarang jadi,dan sudah diresmikan oleh Bupati Indramayu.untuk mengajak pindah ke lokasi pasar baru," jauh hari kami menggaungkan serta sosialisasi tanpa henti,pada saatnya pedagang itu sendiri membongkar lapaknya.Penertiban pedagang juga tidak menemukan kendala berarti,justru kami terbantu dengan penuh kesadaran lapak pedagang di bongkar sendiri oleh pemiliknya.semuanya bersinergi Muspika kecamatan Jatibarang juga tampak terlihat turun langsung menertibkan ".Jelasnya

Sementara itu Ketua LSM Peduli Aspirasi rakyat Dartim memberi Apresiasi atas penertiban pedagang yang berjalan kondusif,"sebab biasanya penertiban pedagang akan diwarnai dengan adu mulut,disini sangat terlihat secara nyata.semuanya bertanggung jawab dan pedagang juga menyadari atas kesalahan tempat berjualan di bahu jalan,makanya penertiban berjalan damai."Tegasnya
(Otong.S)

Indramayu- Pelaksanaan pembangunan rumah tidak layak huni milik Tarmi blok Karanganyar RW 02 /RT 17 Jatibarang,Kabupaten Indramayu mendapat respon baik  dari warga setempat.pasalnya warga menilai pembangunan rumah ini sudah tidak bisa di tunda lagi atau menunggu  pembangunan dari pemerintah.

Di samping tanahnya bermasalah,juga peruntukan pembangunan dana Rutilahu harus memenuhi  syarat dan ketentuan,akhirnya Kuwu  dan RW 02 beserta masyarakat sekitar mengambil jalan tengah.membangun dengan swadaya murni,bentuk kepedulian masyarakat sekitar,disertai ajakan Kuwu untuk membantu warga yang masih memiliki rumah yang sudah tidak layak di tempati atau kondisi rumah sudah rusak parah.

Berbagai elemen masyarakat Jatibarang akhirnya peduli untuk membantu,dengan cara gotong royong.ada yang bantu semen,kayu,pasir,bata,begitu juga  KORAMIL Jatibarang yang di pimpin komandanya.Terjun langsung  turut larut dalam pembuatan dan membangun rumah jompo dan anak yatim, yang  kondisi  rumahnya sudah sangat parah  dan tidak bisa ditempati.

Begitu juga dengan warga sekitar, semuanya sangat peduli tergerak aktif bersama sama membangun.tentu hal ini tidak terlepas peran Kuwu," kalau Kuwunya masa bodoh,sampai kapanpun tidak akan adanya perubahan.saya secara pribadi sebagai RW 02 memberikan Apresiasi atas langkah kerja nyata dengan pembuktian bukan hanya ucap dan janji janji." Ujar Taufik
[ads-post]
Hal yang sama juga disampaikan jimong pemuda tanggung warga sekitar menilai,"sejak dulu sepeninggalnya elang,kondisi Rumah ini sangat tidak terurus.padahal sepengetahuan saya almarhum elang bekerja di Desa,tapi kenapa Kuwu terdahulu tidak ada yang peduli.

Minimal memperbaiki rumah,itu malah dibiarkan begitu saja.tanpa ada Rembugan dengan warga,bagaimana mana caranya bisa diperbaiki rumah milik Almarhum elang Tarmi.Justru Kuwu baru Agus Darmawan sangatlah peduli,dibuktikan dengan kerja nyata dan menggerakkan warga sekitar untuk berpartisipasi aktif membantu ikut membangun rumah tidak layak huni milik Tarmi janda tua (68)."Terangnya

Sementara itu ketua LSM peduli Aspirasi Rakyat Dartim Fikri memberikan semangat kepada Kuwu baru,agar apa yang menjadi target pembangunan Rumah Tidak layak huni tercapai.begitu pula pelaksanaan pembangunan Rumah masyarakat berpenghasilan Rendah yang tidak masuk kriteria Rutilahu agar terbantu secara maksimal,sebab persoalan seperti ini banyak ditemukan pada Desa. selain desa Jatibarang tapi semuanya jatuh pada Kuwu itu sendiri,sedang Kuwu Desa Jatibarang sangat peduli akan hal seperti ini dengan swadaya murni masyarakat.makanya terwujudlah pembangunan rumah sangat tidak layak menjadi layak huni" .Tuturnya
(Otong.S)

Indramayu- Penertiban pedagang lemprakan di jalan Mayor Dasuki Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu,tidak menemui kendala yang berarti.sebab jauh hari rencana penertiban dan Relokasi pedagang sudah di siapkan.untuk penempatan,tertibnya pembongkaran lapak pedagang menjadi tolak ukur.

kenapa pedagang tidak mengadakan perlawanan,ini disebabkan sebelum penertiban, sosialisasi dari kepala Pasar sering di lakukan  untuk segera menempati lokasi ke pasar baru Bulak.karena sering  di sosialisasikan pedagang tidak kaget dengan batas waktu pengosongan lampak jualan,apalagi saat penertiban semua unsur Muspika berada di lokasi penertiban.hasilnya kesadaran para pedagang membongkar lapaknya sendiri bahkan turut serta membantu pembongkaran.

Seperti dikatakan pedagang emas cinta damai Sulton (54),"saya sudah merasakan sendiri selama 15 tahun tak ada pembeli maupun menjual emas,usaha saya hidup segan mati tak mau.semuanya jatuh pada titik nol,salah satu penyebab tidak lakunya toko saya,Karena tertutup oleh lapak Pedagang yang menutupi toko tempat saya berjualan.

Tentu kami sangat mendukung sekali  penertiban semua pedagang jalan Mayor Dasuki,bangun harapan saya.kembalikan fungsi jalan utama ini,akses jalan menuju stasiun kereta Api Jatibarang bisa langsung.tidak harus memutar dulu,kemacetan juga saya jamin bisa terurai."ungkapnya

Senada juga disampaikan warga RW 05 Jatibarang Karto (48),"jelas kami sangat berharap dan mendukung sekali adanya penertiban pedagang lemprakan  Jatibarang,memang kota saya  sudah tidak layak adanya pedagang lemprakan.Jatibarang terkesan kumuh,  dengan adanya perubahan,luruskan niat.Jatibarang akan jauh berbeda dengan sebelumnya,kami sangat berharap sekali.kembalikan kejayaan Jatibarang seperti dulu,biarpun pasar Daerah berpindah tapi Jatibarang masih banyak sekali potensi kearah kemajuan."tegasnya

Sementara itu mewakili MUSPIKA kepala Pasar Daerah Jatibarang Caswanto menjelaskan dengan gamblang,"tentunya sebelum diadakan penertiban pedagang lemprakan,jauh hari  kami berikan masukan dan sosialisasi mengenai Relokasi pedagang.serta penempatan.makanya penertiban ini berjalan sangat tertib bahkan kami juga dibantu oleh pedagang itu sendiri untuk membongkar tempatnya."terangnya
(Otong.S)

Indramayu(05/11/2018)- "Tangis pagi di kala kehidupan baru muncul,aku masih  berkutat dalam kesedihan.dua orang anak hasil perkawinan dengan  almarhum,dan seorang ibu sudah renta menjadi bagian dalam kehidupanku sehari hari.sepeninggal  bapak elang memberikan harta yang tak ternilai dua anak dan satu ibu sudah  renta.   
     
      Rumahku istanaku,aku sematkan karena harta inilah aku bertahan.senyum anak anaku dan ibu menjadi pemicu semangat dalam mengarungi kehidupan, yang semakin keras.tak ada bahasa istirahat selama masih bisa dikerjakan,aku lakukan demi kebutuhan hidup untuk makan,yang penting jangan ada tangis anak anaku.

         rumahku butuh perbaikan,menahan derasnya hujan.rumah ini di jamin ambruk,karena kayu penyangga atap sudah keropos di makan usia dan tak kuat menahan berat air.mungkin tangis lagi yang akan bercucuran,aku sangat berharap ada tangan tangan  mulia menyentuh rumahku.upaya sering aku  lakukan baik permintaan ke Pemerintah Desa,semuanya sia sia.bahkan tak pernah di gubris permohonan permintaan bantuanku.hadirnya Pemerintah untuk memberikan semangat hidup saja, tak pernah aku dengar.jangankan menengok,menginjakan kakinya saja dan melihat kenyataan sebenarnya sama sekali tak pernah."Keluh Tursinih

      Masih menurutnya,"ada kebahagiaan ada harapan,semakin bergairah jalan hidupku,tak disangka Kuwu Desa Jatibarang Agus Darmawan menginjakan kakinya,bahkan masuk kerumahku menatap tajam.Perubahan Pemerintah Desa memang nyata,dengan hadirnya Kuwu kita.yang ikut merasakan Penderitaan masyarakatnya,memberi Harapan kehidupan yang penat menjadi terasa segar kembali,begitu melihat Kuwu meninjau rumahku.warga  bangga kepada Kuwu baru rela melihat rumah rumah kumuh seperti rumahku.(Otong.S)

Di tempat yang berbeda Agus Darmawan Kuwu Jatibarang,"kami sudah merencanakan untuk merehab rumah ibu Tursini,Dengan dana murni swadaya masyarakat kita.karena rumah yang ia tempati sekarang,memang perlu bantuan untuk di perbaiki.jika kita melihat penghasilannya.tampa bantuan Dermawan mungkin ia akan sulit untuk memperbaikinya sendiri."Jelasnya

Sementara itu Taufik ketua RW 02 Blok Karang anyar Jatibarang membenarkan jika Agus Darmawan Kuwu Jatibarang,Melihat langsung keadaan rumah ibu Tursinih yang kondisinya sangat memprihatinkan,Dan akan memperbaikinya dengan dana dari swadaya masyarakat murni.

Indramayu,Jumat(02/11/2018)-Macet parah menghinggapi jalan utama Jatibarang Indramayu,setiap ada pasaran,di hari Rabu dan Minggu.karena adanya aktifitas jualan kain,di perparah lagi dengan tumpukan material bangunan Pasir di bahu jalan.terkesan di sengaja oleh pemiliknya,lantaran material pasir sudah lama menumpuk di bahu jalan,samping Bank BNI 46 Jatibarang Indramayu.Berdampak macet menjadi langganan setiap hari ketika ada pasaran.Disisi lain,pedagang juga menggunakan bahu jalan,untuk membuka lapak jualan mereka.

Masyarakat sudah banyak yang mengeluh,Dengan adanya tumpukan pasir di bahu jalan.Dan para pedagang berjualan di bahu jalan,Di tambah penegakan UU Lalu Lintas masih belum bisa di terapkan secara maksimal karena masyarakat kurang memahaminya,maka tidak heran setiap hari pasaran rabu dan minggu,Jalan utama Jatibarang menjadi macet,karena adanya penyempitan jalan .

Seperti dikatakan oleh salah satu warga Blok buyut Semar RW 03 Mujiono,"undang undang lalu lintas dan larangan penggunaan  jalan,untuk aktifitas jualan.saya rasa sudah sangat jelas,sebab jalan utama Jatibarang bukan untuk tempat berjualan,tapi nyatanya para pedagang pasar kain sudah merangsek berjualan sampai ke bahu jalan."Jelasnya

Dari hasil penelusuran media Online menara Post,Di temukan banyak permasalahan muncul.akibat bahu jalan di sesaki para pedagang yang menggelar dagangannya di bahu jalan.belum lagi penarik becak,dengan tenangnya memarkirkan kendaraan di tengah jalan.Penyempitan jalan sudah tak bisa di hindari,Di tambah tumpukan material Pasir di badan jalan.juga ikut mempersempit jalan.

Padahal Relokasi pasar Jatibarang sudah terlaksana dengan baik,masyarakat pengguna jalan sangat menantikan pasar tumpah atau pasar sandang Jatibarang terbebas dari macet.satu langkah Pemerintah Daerah  harus bisa mengambill sikap benahi pasar tumpah,kalau perlu Relokasi pasar sandang.

Sementara itu ketua Lembaga investigasi Negara Supa,angkat bicara terkait permasalahan macet di pasar tumpah sandang Jatibarang Indramayu,"Ini akibat dari pembiaran  pemerintah kecamatan,kalau sudah Demikian.tentu banyak pihak yang harus bergerak,untuk menertibkan Suasana pasar tumpah yang sudah tidak bisa dikendalikan.kami mendesak Pemerintah Daerah segera laksanakan penertiban,agar suasana nyaman Desa Jatibarang terwujud.karena Jatibarang nyaman semua desa pendukung tentu akan nyaman pula."
(Otong.S)  

Indramayu(1/11/2018),Pelaksanaan pekerjaan pembangunan gedung dan fasilitas perpustakaan, pada  Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Widasari Kabupaten Indramayu.dengan menelan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK ) sebesar Rp 290 000 000.mendapat respon baik dari Orang tua/wali murid,pasalnya gedung Sekolah dipinggir jalan utama kondisinya sudah kelewat dan terkesan kumuh.dengan perombakan gedung menjadi dua lantai,seakan tumbuh kembali rasa memiliki,serta fungsi sekolah sebagai menuntut Ilmu.disisi lain  kebanggaan bersekolah di SMP Negeri 1 Widasari seakan muncul kembali pada siswa siswi sekolah itu.

Seperti di katakan salah satu orang tua wali murid Bakar(48)  blok cilengkong,Desa Bangkaloa Ilir.mengatakan,"setidaknya  siswa didik pada sekolah tersebut,sudah berlomba mengikuti mata pelajaran yang diajarkan.terlihat sekali gairah belajar dan minatnya dalam mengikuti jadwal Mata pelajaran di sekolah,dan mau belajar dengan baik.kalau saya lihat di pagi hari,siswa siswi pada SMP negeri 1 Widasari semuanya tampak bergairah untuk cepat sampai ke sekolah."

Hal senada juga disampaikan oleh Sukarya,warga Blok Kuburan Desa Bangkaloa Ilir,"Pembangunan gedung perpustakaan pada sekolah itu,menunjukan akan kemauan kepala Sekolah untuk memajukan sekolah tersebut cukup maksimal.karena secara tidak langsung sekolah itu seringkali dilewati para pejabat,Posisi Sekolah itu sangat strategis di pinggir jalan utama menuju bandara Kertajati.kami akui baru kali ini  siswa siswi didik pada sekolah itu mempunyai rasa bangga bersekolah."jelasnya

Sementara itu kepala sekolah SMP negeri 1Widasri Drs H Darkim,"pelaksanaan pembangunan gedung perpustakaan dan fasilitasnnya memang belum selesai.tinggal menunggu bagian atapnya.kami juga sedang berfikir banyak tentang kemajuan sekolah,pekerjaan halaman sekolah,yang masih di bawah saluran.pengen kami dan rekan guru,halaman depan pintu masuk sekolah di bikin betonisasi (Rigid Pavement ).agar tidak cepat rusak,kesannya malah indah,di samping gedung sekolah ada pohon Rindang yang bisa mengayomi siswa-siswi yang sedang istirahat."tuturnya.
(Otong .s)

Keberadaan tiang Pancang Iklan di blok Prapatan Desa Lobener,Kecamatan Jatibarang,kabupaten Indramayu.Ruas jalan pekandangan-Jatibarang,keberadaan tiang pancang itu sangat membahayakan pengguna jalan,sebab posisinya sangat menjorok ke jalan.belum lagi ada putaran jalan terlalu dekat dengan arah masuk ke jalan poros Desa.Maka keberadaan tiang pancang iklan itu semakin membahayakan pengguna jalan tersebut.

Seperti dikatakan masyarakat desa Malang semirang Jaenudin,"kalau membahayakan pengguna jalan sebaiknya di cabut saja,karena tidak ada manfaatnya buat masyarakat.Malah berdampak seringnya terjadi kecelakaan,seperti hari Kamis kemarin.anak muda menabrak gerobak Baso,untungnya tidak ada korban hanya terkilir kakinya.begitu Juga dengan penjual Bakso,gerobaknya penyok di  bagian depan . kalau kita lihat  manfaatnya tidak ada sama sekali.kalau  untuk Iklan memang tepat,bisa di baca pengguna jalan.namun resiko bahaya kecelakaan sangat tinggi.kami menghimbau perencanaan pelaksanaan pekerjaan jalan harus juga di hitung, tentang resiko tak terlihat.seperti tiang pancang Iklan yang menjorok ke jalan.sebab ada pelebaran jalan,ya tiang pancang Iklan tadinya jauh dari jalan.setelah pelebaran semakin menjorok ke jalan.untuk itu kami  sangat berharap sekali UPTD Bina Marga PR Wilayah VI Propinsi Jawa Barat,segera mencabut tiang Pancang yang sangat membahayakan".Terangnya
[ads-post]
Senada juga disampaikan oleh masyarakat Desa Lobener,Karpan."Sebaiknya Pemerintah Propinsi mendengar dan membuktikan kebenarannya,meninjau langsung kalau di rasa benar.segera lakukan pelaksanaan untuk mencabut tiang pancang Iklan di Blok Prapatan Desa Lobener,Kecamatan Jatibarang yang sangat menggangu pengguna jalan dan membahayakan pengguna jalan".

Sementara itu Ketua Lembaga investigasi Negara,Supa mengatakan."ini akibat dari perencanaan yang terkesan terburu-buru,untuk mengejar target,begitu juga dengan pemborong pekerjaan Ruas jalan Pekandangan-Jatibarang.tidak memikirkan dampak dari pelaksanaan pelebaran jalan.tentu ada sesuatu yang mendekat ke arah jalan.seperti Tiang Pancang Iklan yang keberadaannya menjorok ke jalan.untuk itu kami minta kepada UPTD Bina Marga PR Wilayah VI Cirebon,Propinsi Jawa barat.segera perbaiki atau mencabut tiang Pancang itu".Tegasnya

(Otong.S)

Proyek pengaspalan (Hotmix) dikawasan Sport Centre (SC) Jl. Olahraga Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu Jawa Barat,Telah selesai dikerjakan. Pasalnya selain kawasan tempat berolahraga juga sebagai tempat hiburan bermain dan sirkuit, ajang lomba balap sepeda motor, terkadang dipergunakan sebagai tempat perlombaan lainya.

Pekerjaan Pengaspalan (Hotmix), yang dilaksanakan oleh PT. Kusuma Group Direktur Pra Persada, SE, kini sudah finishing atau selesai dikerjakan sesuai waktu yang telah ditentukan dan ditetapkan oleh pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Indramayu,

Akhong selaku pelaksana lapangan menuturkan, untuk penataan pekerjaan Sport Senter (SC) ini menelan anggaran kurang lebih 6 M, dengan panjang jalan yang dikerjakan mencapai keseluruhannya 17.000 meter.

Sedangkan untuk bahan hotmix saya pesan dari Kabupaten Karawang, yang mutunya standar kwalitas terbaik sehingga pekerjaan hotmix yang digelar terlihat cantik dan tidak mudah rusak, apa lagi ketebalanya sesuai harapan saya dan warga mudah-mudahan disaat turunnya hujan tidak mudah retak dan rusak. ungkapnya Senin (08/10/2018).

Akhong menambahkan, proyek yang sudah selesai tersebut seharusnya rampung pada 8 Oktober 2018. “Namun kini sudah selesai sebelum waktu yang disediakan artinya mencapai target, sekaligus sudah bisa untuk dijadikan acara panggung gembira seperti yang digelar dalam Rangkaian Hari Jadi, Kabupaten Indramayu kemaren,” ungkapnya, Senin (08/10/2018)
[ads-post]
Kepala Bidang Tata Ruang Yudi Suswanto, ST mengatakan, proyek yang telah dikerjakan oleh PT. Kusuma Grup tersebut sudah sesuai yang ada di Rancangan Anggaran Belanja (RAB). “Dengan pelaksanaannya sudah cukup baik dan sebelum batas waktunya pekerjaan sudah selesai dikerjakan sehingga sudah bisa dinikmati masyarakat Indramayu,” paparnya.

Ditempat terpisah Andi Dray salah satu pembalap motor Indramayu merespon positif adanya proyek pengaspalan (Hotmix) di Sport Senter (SC). Karena menurutnya dengan digelarnya proyek pengaspalan di Sepot Senter ini tujuannya untuk kemajuan masyarakat Indramayu dan masa depan regenerasi. “Sarana olahraga lengkap diharapkan dapat menunjang prestasi atlet berbagai cabang di Kabupaten Indramayu,” tuturnya
(Redaksi)

Pelaksanaan Pembangunan Underpass jembatan Kereta Api Jatibarang pada Ruas jalan Pekandangan Jatibarang dipertanyakan Sejumlah kalangan, pasalnya pelaksanaan kegiatan pekerjaan sampai dengan bulan Oktober 2018 pembangunan tersebut belum terlihat ada kegiatannya sama sekali.terpampang dalam papan Proyek  yang telah terpasang sangat jelas dengan No Kontrak 622/383.01, Tanggal SPMK 25 Mei 2018,dengan Anggaran Rp.4.138.177.656, Pelaksana Pembangunan PT Aditya karya Utama .

Seperti Dikatakan oleh ketua Lembaga investigasi Negara DPD Indramayu supa, "kalau Sekiranya pelaksanaan pekerjaan masih ditunda,sebaiknya jangan dipasang dulu Papan Proyek Pelaksanaan, masyarakat menjadi bingung.tentu Kami mempertanyakan perencanaan yang sudah dilakukan kok  masih menyimpang dari ketentuan yang sudah di umumkan.  masyarakat jadi Bingung mau berbuat membangun takut kena pelebaran, Apalagi Pelaksana Pekerjaan dari Pemenang dalam hal ini pelaksanaan kegiatan adalah PT Aditya Karya Utama".

Hal yang sama Juga disampaikan oleh Budi Tokoh Masyarakat mempertanyakan pelaksana pekerjaan Pembangunan Jembatan Under pass,"Kereta api pekerjaanya masih ditunda,seharusnya Pihak Pemerintah tentu UPTD Wilayah VI Bina marga PR Cirebon memasang kembali,Papan Proyek Penundaan jadwal pekerjaan.bukan didiamkan begitu saja,sebab banyak yang tahu persis tata cara kegiatan pelaksanaan kegiatan. sekali lagi Kami mendesak kepada UPTD PR Wilayah VI Cirebon pola lama sudah tinggalkan".
[ads-post]
Sementara itu UPTD Bina Marga Wilayah VI Cirebon saat dihubungi terkait penundaan pelaksanaan pembangunan  Jembatan Kereta api Underpass sangat di sayangkan HP nya Mati tidak Aktif.   (Otong S)

Masyarakat pengguna jalan mengeluhkan rusak  parahnya  pebatas jalan sepanjang jalan dari lampu merah sampai pintu Kereta Api Jatibarang jalan Siliwangi  Kondisi rusaknya pembatas jalan ini diduga kuat pelaksanaan pekerjaan mengerjakan pekerjaannya asal asalan begitu pula Pejabat pelaksana teknis kegiatan pada saat pelaksanaan pekerjaan sering tidak berada di tempat.

 Dari hasil penelusuran sampai batas kecamatan Sliyeg kondisi pembatas jalan sudah tidak beraturan lagi harus di bongkar dan diluruskan kembali di era sekarang fungsi jalan dan pembatas jalan sudah harus layak kalau keadaan pembatas jalan di biarkan seperti ini akan alan sering terjadi kecelakaan sebab kepadatan kendaraan baik roda empat dan roda dua sudah semakin padat.

Seperti di katakan salah satu pengguna jalan Munadi."kondisi pembatas jalan yang seperti ini sudah tentu sangat menggangu, bahkan konsentrasi kami berkendara terganggu pembatas jalan yang menonjol tak beraturan ,rawan sekali kecelakaan.Jangan sampai nyawa kami di jadikan taruhan,karena kondisi pembatas jalan yang rusak.untuk itu kami sangat berharap sekali kepada Pemerintah segera perbaiki kondisi pembatas jalan yang sudah sangat menggangu pengendara segera diperbaiki dan diluruskan kembali"
[ads-post]
Sementara itu ketua lembaga informasi Negara Supa,"mengatakan cukup keras atas rusak parahnya pembatas jalan sepanjang lampu merah, sampai Pintu Kereta dan sering menimbulkan kecelakaan. tentu pelaksana pembangunan mencari untung sebanyak banyaknya,tanpa memikirkan kualitas pekerjaan .maka hasilnya seperti sekarang sudah rusak parah pembatas jalan yang baru saja di bangun".Tegasnya. (Otong.S)

Subang-Bantuan keuangan Dana Desa (DD) tahun 2018 dari pemerintah pusat yang diterima setiap desa, benar-benar menjadi tanggungjawab  bagi pemerintah desa untuk melaksanakan pembangunan desa.

 Seperti yang dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) Desa Cipeundeuy, Kecamatan Cipeundeuy Kabupaten Subang Pada tahun 2018 ini untuk DD tahap  pertama, bantuan DD dimanfaatkan untuk peningkatan Jalan lingkungan Desa Cipeundeuy.

Menurut Kepala Desa Cipeundeuy Kecamatan Cipeundeuy H.Kardi Gunawan Purwanegara , Bantuan Dana Desa (DD) tahap pertama  pada tahun 2018 ini dimanfaatkan untuk peningkatan  jalan lingkungan (Hotmix)

"Dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan Desa (TPKD). Hal itu dilakukan berdasarkan hasil kesepakatan bersama antara pemerintahan desa dengan seluruh masyarakat desa setempat.
 Diharapkan pembangunan yang dilakukan nantinya bisa meningkatkan kesejahtraan seluruh warga," kata Kades H.Kardi Gunawan,Rabu (15/08/2018).
[ads-post]
Lanjutnya,Peningkatan  jalan lingkungan ini menggunakan Dana Desa (DD) tahap pertama Tahun Anggaran 2018.Peningkatan Jalan Lingkungan Di Desa Cipeundeuy Dengan Volume, Panjang 866 M,Lebar 2,5 M dan Tebal 3 Cm. Menggunakan Dana Desa tahap pertama Pagu Anggaran  228.590.300,-.

Pemerintah Desa Cipeundeuy berharap agar bisa melanjutkan pembangunan desa yang lebih baik.

Dengan adanya peningkatan infrastruktur  jalan lingkungan tentu akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat dalam berbagai aspek,tutupnya (Dit)


Indramayu- Pembangunan TPT Desa Sukasari Kecamatan Arahan Kabupaten Indramayu banyak menuai kritik dari masyarakat desa setempat. Kegiatan yang bersumber dari Bantuan Provinsi (Banprov) Tahun 2018 itu dianggap asal jadi dan mengabaikan prosedur yang ditentukan. 

Hal tersebut diungkapkan tokoh pemuda  masyarakat setempat Rudi (26) kepada menarapost  saat ditemui di lokasi pekerjaan. Menurut Rudi pembangunan tembok penyangga Tanah (TPT) tersebut kondisinya sangat kurang baik dan jauh dari harapan dibanding melihat anggaran yang begitu besar sementara pembangunanya terkesan asal berdiri  dan selesai.

" Tidak tahu kenapa pembangunannya seperti terkesan asal jadi, Penggunaan material pasir yang mengandung lumpur sangat disayangkan, tidak adanya galian  dalam pemasangan batu pondasi juga seperti disengaja, kekhawatiran saya sebagai masyarakat dalam hal demikian bukan tanpa alasan , Khawatir tidak awet dan ambruk tidak tahan lama " Rudi menjelaskan.

Rudi melanjutkan pelaksanaan kegiatan pembangunan tersebut dianggapnya liar, karena dilaksanakan oleh orang yang bukan tupoksinya. Karena yang melaksanakanya bukan orang yang ditunjuk sebagai Pelaksana kegiatan.

" Semua pembangunan di sini yang menghandle Kuwu, sementara pelaksanaan kegiatan yang ditunjuk tidak ada wujudnya " terang Rudi.
Sementara itu warga lain yang tidak mau disebutkan namanya , mempertanyakan perencanaan proyek tersebut terkait tidak adanya penggalian untuk pondasi. Warga menilainya bangunan TPT tanpa galian tidak akan bertahan lama terutama saat musim hujan tiba.  Praktek semacam dianggapnya hanya  akal – akalan oknum – oknum tertentu untuk meraup keuntungan demi meperkaya diri sendiri maupun kelompok tertentu.
[ads-post]
“Sekarang pembangunannya masih berjalan.Saya dan warga masyarakat Desa Sukasari berharap agar dinas terkait turun langsung kelapangan untuk melihat kondisi proyek bantuan Provinsi tersebut. Kalau terindikasi ada penyimpangan seperti yang kami temukan maka harus diproses sesuai hukum,” harapnya. Lanjut pria ini menambahkan.
Dengan adanya partisipasi masyarakat dalam pengawasan anggaran  , supaya  dalam prakteknya dapat dikelola secara tertib, efektif, efisien dan taat pada ketentuan peraturan perundang-undangan.(Guntur)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget