Indeks
CLOSE ADS
CLOSE ADS



Jurnalpelita - ,IndramayuPT Wiratama Indramayu Perkasa terus menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan kawasan industri yang modern, terintegrasi, dan siap bersaing di tingkat nasional. Untuk menjamin kelancaran operasional para pelaku usaha, perusahaan ini menyiapkan infrastruktur lengkap yang dirancang khusus guna mendukung efisiensi produksi, kelancaran logistik, serta keberlanjutan lingkungan.

Pengembangan infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dari strategi PT Wiratama Indramayu Perkasa dalam menarik minat investor, sekaligus memperkuat posisi Indramayu sebagai salah satu wilayah potensial pengembangan industri di Jawa Barat.

Dari sisi kelistrikan, kawasan industri PT Wiratama Indramayu Perkasa telah dilengkapi dengan gardu induk mandiri yang berada langsung di dalam kawasan. Keberadaan gardu induk ini memberikan jaminan pasokan listrik yang stabil dan andal bagi seluruh tenant, sehingga risiko gangguan operasional akibat keterbatasan suplai listrik dapat diminimalisasi.

Selain kelistrikan, pengelolaan air juga menjadi perhatian utama. PT Wiratama Indramayu Perkasa mengoperasikan Water Treatment Plant (WTP) dan Waste Water Treatment Plant (WWTP) dengan sistem modern. Fasilitas ini tidak hanya menjamin ketersediaan air bersih untuk kebutuhan industri, tetapi juga memastikan limbah cair diolah sesuai dengan standar lingkungan yang berlaku. Langkah ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung praktik industri yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Dalam hal pemenuhan kebutuhan energi, kawasan industri ini mendapatkan suplai gas bumi secara langsung dari Pertamina. Pasokan gas yang terjamin menjadi nilai tambah penting bagi sektor industri, khususnya bagi perusahaan yang membutuhkan energi dalam jumlah besar dan berkelanjutan. Dengan suplai langsung dari sumber terpercaya, efisiensi biaya dan kontinuitas produksi dapat lebih terjaga.

Dukungan infrastruktur telekomunikasi juga disiapkan untuk menjawab kebutuhan industri modern yang semakin bergantung pada teknologi digital. PT Wiratama Indramayu Perkasa menyediakan akses internet berkecepatan tinggi melalui jaringan Telkomsel, yang memungkinkan kelancaran komunikasi, pengelolaan data, serta operasional berbasis sistem digital dan otomasi.

Dari aspek aksesibilitas, kawasan industri ini didukung oleh jaringan jalan lebar dengan dua sisi dan enam jalur. Infrastruktur jalan tersebut dirancang untuk menunjang mobilitas kendaraan berat, aktivitas bongkar muat, serta kelancaran arus logistik keluar-masuk kawasan. Dengan akses jalan yang memadai, distribusi barang menjadi lebih efisien dan waktu tempuh dapat ditekan.

Tak hanya itu, PT Wiratama Indramayu Perkasa juga menyediakan kavling lahan siap bangun bagi calon investor. Lahan tersebut telah dilengkapi dengan urugan tanah, sehingga proses pembangunan dapat dilakukan lebih cepat tanpa memerlukan persiapan lahan tambahan. Kesiapan lahan ini menjadi solusi praktis bagi investor yang ingin segera merealisasikan pembangunan fasilitas industri mereka.

Pengembangan kawasan industri dengan infrastruktur yang lengkap dan terintegrasi ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan daya saing Indramayu sebagai destinasi investasi. Kehadiran kawasan industri modern juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar melalui peningkatan aktivitas ekonomi dan pembangunan wilayah.

Dengan berbagai fasilitas yang disiapkan, PT Wiratama Indramayu Perkasa menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis bagi pelaku industri dan investor. Perusahaan optimistis bahwa dukungan infrastruktur yang andal akan menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan industri yang berkelanjutan di Kabupaten Indramayu.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi

30.1.26 ,


Jurnalpelita - Indramayu – Perhelatan akbar pemilihan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Indramayu periode 2026–2030 yang akan digelar pada 12 Februari 2026 mendapat perhatian khusus. Figur Sri Budihardjo Herman (SBH) resmi mendapat restu dari Bupati Indramayu, Lucky Hakim, untuk maju sebagai calon Ketua KONI.

Restu tersebut disampaikan dalam pertemuan silaturahmi di ruang dalam Pendopo Indramayu, yang dihadiri sejumlah tokoh olahraga, di antaranya Ketua Umum Pengkab PBVSI Mukhlis Al-Khudriyyi , Ketua Umum Pertina Rosidin, Sekretaris Umum Cabor Tenis Lapangan Yoyo, Kabid PBSI Dwi Prastyawan, Pelatih Cabor Judo Edi Fadhilah serta H. Joko Pangestu, ST Pengusaha Indramayu Barat pada Jumat 30 Januari 2026.

Dalam kesempatan itu, Bupati Lucky Hakim menegaskan restunya terhadap niat baik SBH maju sebagai Ketua KONI Indramayu. “Saya merestui penuh langkah SBH. Beliau figur yang berpengalaman dan peduli terhadap dunia olahraga. Harapan saya, pemilihan Ketua KONI nanti bisa dilaksanakan secara aklamasi agar tidak menimbulkan perbedaan,” ujar Bupati Lucky Hakim.

Bupati menekankan bahwa Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) harus menjadi momentum persatuan demi kemajuan olahraga Indramayu. Ia berharap seluruh cabang olahraga dapat bersatu mendukung figur terbaik sehingga KONI Indramayu lebih solid menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026.

Bupati menyampaikan SBH sendiri dikenal sebagai tokoh multitalenta di dunia olahraga. Ia pernah menjabat sebagai pengurus KONI Indramayu periode 2002–2006, membawa Tim Sepak Bola Indramayu juara Porda 2003, serta aktif sebagai Wakil Ketua Pengurus Provinsi Catur Jawa Barat sejak 2006 hingga sekarang. Dengan segudang pengalaman tersebut, SBH dinilai pantas menjadi calon kuat Ketua KONI Indramayu.

Optimisme Bupati Lucky Hakim

Dalam pertemuan silaturahmi di Pendopo Indramayu, Bupati Lucky Hakim menegaskan keyakinannya bahwa figur Sri Budihardjo Herman (SBH) mampu mengatasi berbagai kesulitan yang selama ini dialami oleh cabang olahraga (cabor) di Indramayu. Salah satu yang menjadi sorotan adalah efisiensi anggaran untuk kebutuhan pembinaan atlet dan program olahraga.

“SBH bisa menjadi ujung tombak sekaligus ujung tombok demi kemajuan olahraga di Indramayu. Beliau punya pengalaman, jaringan, dan kepedulian yang besar terhadap dunia olahraga,” ujar Lucky Hakim.

Kedekatan Personal

Bupati juga menekankan kedekatan personalnya dengan SBH sebagai modal penting dalam membangun sinergi antara KONI dan Pemerintah Kabupaten Indramayu. “Pak SBH sudah seperti kakak saya sendiri, dan saya suka jika Ketua KONI nanti adalah sosok yang sudah punya kedekatan dengan saya sehingga kordinasinya lancar,” kata Lucky Hakim yang diamini SBH dan pengurus cabor lainnya.

Dukungan Lintas Cabor

Pernyataan Bupati tersebut semakin memperkuat dukungan dari sejumlah cabang olahraga yang hadir, seperti PBVSI, Pertina, Tenis Lapangan, Judo dan PBSI. Mereka menilai restu Bupati menjadi sinyal kuat bahwa SBH adalah figur yang tepat untuk memimpin KONI Indramayu periode 2026–2030.

Seperti yang disampaikan Ketua Umum Pengkab PBVSI Indramayu Moh. Makholidin Al-Khuddriyi mensyukuri atas restu yang disampaikan Bupati Indramayu kepada SBH untuk dijadikan sebagai Ketua Umum KONI Periode 2026 - 2030.

"Saya bersyukur Pak Bupati sudah merestui Pak SHB sebagai Ketua KONI sudah clear. Mari kita bergandengan tangan demi kemajuan olahraga di Indramayu," ucapnya. 

Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi

30.1.26 , ,


Jurnalpelita - Sebanyak 975 peserta mengikuti kejuaraan nasional pada ajang Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati dan Piala Dandim Yang digelar di Gor Singalodra Indramayu. Jumat, 30/1/2026.

Seperti yang disampaikan oleh Ahmad Sadeli Kepala dinas Pariwisata dan Olahraga yang mewakili Bupati Indramayu menuturkan bahwa  Indramayu yang memiliki talenta luar biasa sehingga banyak prestasi yang sudah gemilang salah satunya dalam Pencak Silat.

"Sehingga kegiatan hari ini kita support lah dari Kabupaten Indramayu, meskipun support-nya dalam sisi pembiayaan tidak dilakukan, tetapi ya minimal dalam sisi psikis. Insyaallah kehadiran kita itu bukan berarti saya secara pribadi, tapi saya juga mewakili dari Bupati," Katanya.

Ia berharap pada hari ini prestasi Indramayu bukan hanya sekali dua kali, tapi juga berkelanjutan sehingga bisa ditorehkan lagi. Dalam hal ini ia meyakini dalam kepemimpinan Lucky Hakim bahwa pada event seperti ini di Indramayu tanpa mengeluarkan biaya dari APBD tapi tetap bisa dilaksanakan di Indramayu.

"Peserta ini bukan hanya dari Indramayu, ternyata ada kabupaten/kota lain juga yang tetangga dekat ya. Jadi alhamdulillah peserta kita itu selain dari perguruan seluruh Kabupaten Indramayu, mulai dari wilayah timur sampai barat, juga ada peserta dari luar kota," Tuturnya.

Sementara dalam kesempatan yang sama Sertu Budiarto selaku penasehat dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) 1922 Indonesia untuk Indramayu menyampaikan Kejuaraan Nasional dengan peserta diikuti 975 orang dari seluruh kabupaten, khususnya ada Indramayu, Majalengka, Subang, Kuningan, sekitar Wilayah 3 Indramayu.

"Untuk kategori yaitu tanding Usia Dini, Pra Usia Dini, Dewasa, dan Pra Dewasa, Pak," Jelasnya.

Ia berpesan agar atlet yang sedang bertanding tetap main sportivitas dan junjung tinggi persaudaraan. Karena menurutnya Pencak Silat semuanya itu dari kesenian dari zaman dahulu.
"Jadi ini tetap kita junjung sportivitas antar perguruan." Pungkasnya.

30.1.26 , ,


Jurnalpelita - Indramayu – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu terus berupaya memperkuat kemandirian warga binaan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Pada Kamis (29/01/2026), jajaran Lapas Indramayu melaksanakan kunjungan koordinasi ke PLN Nusantara Power UP Indramayu guna menjajaki pemanfaatan material Fly Ash – Bottom Ash (FABA) sebagai bahan baku produktif.

Kegiatan koordinasi dan peninjauan langsung ke area  PLN Nusantara Power UP Indramayu ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni. Kedatangan Lapas Indramayu disambut hangat dan diterima langsung oleh pihak manajemen PLN Nusantara Power UP Indramayu Indramayu, yakni Bapak Fuad Arifin selaku Senior Manager dan Bapak Agus Kurniawan selaku Manajer Business Support.Langkah ini diambil sebagai implementasi nyata dukungan penuh terhadap 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam hal pemberdayaan warga binaan melalui kegiatan kerja yang produktif.

​"Fokus utama kami adalah pemberdayaan warga binaan melalui kegiatan kerja yang produktif sehingga dapat menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat. Melalui kerja sama dengan PLN Nusantara Power UP Indramayu, kami berharap material FABA ini dapat menjadi sarana pelatihan sekaligus sarana produksi bagi warga binaan," jelas Berthoni

FABA, yang merupakan sisa pembakaran batu bara, memiliki potensi besar untuk diolah menjadi berbagai material konstruksi seperti paving block, batako, hingga bahan bangunan lainnya. Dalam kunjungan tersebut, tim dari Lapas Indramayu melihat langsung proses pengelolaan limbah di PLN Nusantara Power UP Indramayu guna memastikan aspek teknis dan standar kualitas yang diperlukan.

​Diskusi antara pihak Lapas dan manajemen PLN Nusantara Power UP Indramayu berlangsung hangat. Keduanya membahas peluang kerja sama berkelanjutan, mulai dari dukungan bahan baku hingga pendampingan teknis bagi para warga binaan.

Selain aspek ekonomi, langkah ini juga sejalan dengan UU RI Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan dan upaya revitalisasi penyelenggaraan pemasyarakatan. Dengan mengoptimalkan sinergi bersama mitra strategis seperti PLN Nusantara Power UP Indramayu, Lapas Indramayu berharap dapat menciptakan ekosistem pembinaan yang mandiri dan bermanfaat bagi masyarakat luas setelah para warga binaan bebas nantinya.

Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Humas Lapas Indramayu

29.1.26 ,


Jurnalpelita - Indramayu, - Bertempat di Universitas Wilalodra, bakal calon kuwu pejabat antar waktu mengikuti serangkaian tes tertulis dan wawancara oleh panitia pemilihan PAW Jatibarang Baru dan beberapa dinas dari Pemkab Indramayu Jawa Barat pada Kamis (29/01/2026)
Diikuti sebanyak 7 orang bakal calon didampingi masing-masing pendukung.

Dari 7 orang bakal calon yang mengikuti seleksi akan di peroleh 3 orang yang nantinya ditetapkan sebagai calon PAW Kepala Desa 
Diman dalam tes tertulis ini merupakan kerjasama antara panitia Pilkades PAW Desa Jatibarang Baru, Camat Jatibarang dan Dinas PMD Kabupaten Indramayu.

Dari 7 kandidat bakal calon, satu diantara adalah kaur kasi pelayanan desa aktif yang saat ini mengambil cuti untuk turut serta mendaftarkan diri sebagai kandidat.

Abdul Fitri yang akrab disapa Lurah Abdul lahir 1981, dirinya mulai mengabdi dan aktif di kepemerintahan bermula saat dirinya menjadi salah satu tokoh pemuda di desa tersebut.
Lurah Abdul bertekad ingin terus mengabdi menjadi pelayan dan siap memberikan pemikiran dan tenaga untuk kemajuan Jatibarang Baru yang saat ini beliau pun masih menjadi perangkat desa.

Saat diwawancarai awak media, Abdul Fitri mengungkapkan dirinya siap mengikuti kontestan pemilihan Kuwu pejabat antar waktu yang akan diselenggarakan oleh panitia pemilihan Kuwu pada 18 Febuari 2026 Nanti.

"Alhamdulillah serangkaian tes yang diselenggarakan oleh pihak panitia di Universitas Wilalodra saya dan 6 kandidat lainnya sudah selesai, kami sepakat siapapun nanti yang akan mengikuti rangkaian acara selanjutnya untuk ditetapkannya sebagai calon Kuwu hanya 3 kandidat dari 7 peserta bakal calon Kuwu pejabat antar waktu harus legowo dan menerima Apapun yang disampaikan panitia pemilihan Kuwu PAW yang nanti diumumkan pada tanggal 2 februari 2026", Ujarnya.

Abdul pun menuturkan bhawa dirinya mempunyai impian mewujudkan Jatibarang Baru menjadi desa yang berbasis mandiri dengan mengutamakan pendidikan sebagai modal utama bagi masyarakat agar terus bisa bersaing di era yang serba modern.

"Insyaallah jika saya dikehendaki bisa memimpin Jatibarang Baru, saya akan lebih meningkatkan pemberdayaan masyarakat, UMKM mikro dan menjaga toleransi beragama dikarenakan di Desa Jatibarang Baru banyak beragama warga", Sambungnya.

Dipenutup kata tak lupa Abdul Fitri meminta doa restu dan dukungan kepada masyarakat Jatibarang Baru, serta kelak terpilih nanti beliau pun siap mengabdi bersama-sama masyarakat membangun Jatibarang Baru dengan rukun damai dan berwibawa.

Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi

29.1.26 ,


Jurnalpelita - Komisi III DPRD KabupatenPanitia dan tim seleksi harus diisi orang-orang yang benar-benar kompeten dan profesional.  Indramayu menggelar rapat audiensi bersama Panitia Seleksi (Pansel), Tim Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK), serta pihak terkait dalam rangka klarifikasi proses seleksi Dewan Pengawas Perumdam Tirta Darma Ayu (TDA). Rapat yang dipimpin Wakil Ketua Komisi III DPRD Indramayu, Kiki Arindi, S.T., berlangsung hingga dini hari dan dihadiri lengkap oleh seluruh pihak.

Kiki Arindi menjelaskan bahwa audiensi berjalan secara terbuka dengan kehadiran seluruh unsur yang terlibat dalam proses seleksi.

“Pertama, semua hadir. Panitia seleksi hadir lengkap dan Tim UKK juga hadir semua, Jadi kami menanyakan seluruh proses seleksi secara terbuka,” ujar Kiki.

Dalam rapat tersebut, Komisi III memeriksa dokumen dan laporan yang disampaikan Pansel dan UKK. Dari hasil pengecekan, Komisi III tidak menemukan persoalan pada tahapan psikotes.

“Yang pertama kami tanyakan adalah hasil psikotes. Hasilnya ditampilkan, nilai seluruh peserta disandingkan dan kami hitung. Untuk psikotes, setelah dicek, tidak ada masalah,” jelasnya.

Namun, persoalan muncul pada tahapan ujian tertulis dan ujian makalah. Kiki menegaskan pihaknya meminta dokumen resmi nilai peserta untuk dilakukan perhitungan.

“Saya minta dokumen nilai peserta. Sebelum saya hitung, saya tanya dulu ke Pak Ahmad Syadeli sebagai Ketua Tim UKK, apakah nilai tersebut hasil penilaian perorangan atau kolektif tiga anggota UKK. Pak Ahmad Syadeli menyampaikan bahwa itu hasil penilaian bertiga dan menjadi tanggung jawab bersama,” ungkap Kiki.

Setelah dilakukan penghitungan, Komisi III menemukan adanya perbedaan nilai yang cukup signifikan antara dokumen nilai dan laporan yang disampaikan kepada DPRD.

“Setelah saya hitung, ternyata nilai dalam dokumen berbeda dengan nilai yang dilaporkan ke kami. Berdasarkan dokumen, nilainya berbeda dan perbedaannya signifikan. Itu yang kami pertanyakan,” tegasnya.

Menurut Kiki, perbedaan tersebut terjadi pada dua tahapan, yakni ujian tertulis dan ujian makalah. Meski sempat dijelaskan oleh anggota UKK bahwa terdapat nilai yang baru masuk, Komisi III tetap berpegang pada keterangan Ketua Tim UKK bahwa nilai dalam dokumen merupakan hasil akhir kolektif.

Selain persoalan nilai, Komisi III juga menyoroti potensi keanggotaan partai politik peserta seleksi. Dari sembilan peserta awal, hanya lima orang yang dinyatakan lolos.

“Kami minta KTP seluruh peserta untuk dicek ke KPU melalui SIPOL. Walaupun ada surat pengunduran diri dari partai atau surat pernyataan dari DPC, itu belum cukup kuat kalau di SIPOL masih tercatat sebagai anggota,” kata Kiki.

Ia menegaskan, pengecekan ke KPU merupakan tanggung jawab Panitia Seleksi.

“Panitia seleksi harus memastikan langsung ke KPU. Kalau belum dicek ke SIPOL, itu menjadi kelemahan dalam proses,” ujarnya.

Rapat audiensi tersebut berlangsung cukup panjang. Kiki menjelaskan, awalnya rapat dijadwalkan dimulai pukul 14.00 WIB, namun karena peserta yang hadir baru dua orang, rapat terpaksa diskors. Rapat baru dapat berjalan efektif sekitar pukul 20.30 WIB setelah seluruh peserta dinyatakan lengkap, dan akhirnya berakhir sekitar pukul 00.30 WIB.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Panitia Seleksi Dewan Pengawas Perumdam TDA yang juga Sekretaris Daerah Kabupaten IndramayuIr. Aep Surahman, menegaskan bahwa seluruh proses seleksi telah dilakukan sesuai mekanisme dengan tujuan utama menghasilkan dewan pengawas yang profesional dan berkualitas.

“Proses seleksi ini dilakukan bersama komisi, dengan harapan menghasilkan dewan pengawas yang memang baik,” ujar Aep.

Ia menekankan bahwa Dewan Pengawas Perumdam TDA telah ditetapkan secara resmi dan saat ini sudah mulai bekerja, sehingga sudah sepatutnya diberikan kesempatan untuk menjalankan tugasnya.

“Kita beri kesempatan kepada dewan pengawas untuk bekerja. Dari situ akan terlihat kualitas kerja yang dihasilkan. Dewan pengawas juga harus waspada dan menjalankan fungsinya secara maksimal,” katanya.

Aep menambahkan, kinerja Dewan Pengawas ke depan akan menjadi bagian dari evaluasi pemerintah daerah. Ia juga berharap Bupati selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) dapat menjalankan perannya sesuai ketentuan.

Terkait data keanggotaan partai politik di KPU, Aep menyebut hal tersebut bersifat teknis dan telah dilakukan perbaikan.

“Data KPU itu teknis. Ada beberapa hal yang sudah diralat dan tidak berpengaruh terhadap substansi maupun hasil keputusan,” jelasnya.

Sementara itu, Staffsus Bupati IndramayuSalman selaku anggota Tim UKK Open Bidding, menyampaikan bahwa seluruh pertanyaan terkait proses seleksi pada prinsipnya telah dijawab oleh Sekda selaku Ketua Panitia Seleksi. Ia menegaskan bahwa kewenangan utama berada pada Pansel.

“Saya tidak dalam kapasitas menjawab semua pertanyaan. Kewenangan itu ada pada Ketua Pansel,” ujar Salman.

Namun demikian, Salman menjelaskan bahwa dirinya sempat menjawab pertanyaan yang menyentuh kapasitasnya sebagai anggota UKK, khususnya terkait aspek legalitas. Ia meluruskan bahwa Pasal 7 yang dipersoalkan merujuk pada Permendagri Nomor 37 Tahun 2018 yang mengatur Panitia Seleksi, bukan UKK.

“Ketentuan itu melekat pada Pansel, bukan pada saya sebagai anggota UKK,” tegasnya.

Terkait perbedaan nilai, Salman menjelaskan bahwa mekanisme penilaian dilakukan dengan menggabungkan nilai dari dua penilai sebelumnya, kemudian ditambahkan dengan nilai darinya dan dirata-ratakan. Penilaian dilakukan secara profesional berdasarkan relevansi jawaban peserta karena soal bersifat sistem integratif.

“Dalam soal, tidak ada benar atau salah mutlak. Penilaian adalah hak preogratif tim UKK berdasarkan kualitas dan relevansi jawaban,” jelasnya.

Sebagai penutup, Kiki Arindi menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam pembentukan panitia dan tim seleksi ke depan.

“Ini bukan hal sepele. Panitia dan tim seleksi harus diisi orang-orang yang benar-benar kompeten dan profesional. Kalau dari awal sudah selektif, maka proses selanjutnya akan lebih baik,” pungkasnya.

Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi

28.1.26 ,


Jurnalpelita - IndramayuDirektur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi (Dirkeswat) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Adhayani Lubis, melaksanakan kunjungan kerja strategis ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu pada Rabu (28/01/2026).Kunjungan ini bertujuan untuk memantau secara langsung kesiapan infrastruktur serta standarisasi layanan perawatan kesehatan dan pengolahan makanan bagi Warga Binaan

​Lapas Indramayu Terima Kunjungan Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi Ditjenpas  2025 dengan menerapkan alur kerja satu arah. Sistem ini dirancang untuk menjamin higienitas maksimal, mulai dari tahap penerimaan bahan, proses pencucian di area steril, hingga ketepatan gramasi porsi makanan yang wajib dipastikan melalui kalibrasi alat timbang secara berkala. 

​Sektor kesehatan juga menjadi perhatian serius dalam peninjauan ini. Dalam kesempatan tersebut, Ibu Direktur mendorong akselerasi kepesertaan BPJS Kesehatan bagi seluruh warga binaan agar mereka mendapatkan jaminan perlindungan medis yang menyeluruh. Hal ini dibarengi dengan rencana pembangunan loket khusus pembagian obat guna meningkatkan keamanan dan ketertiban petugas dalam memberikan pelayanan kesehatan harian.

​Lebih lanjut, Lapas Indramayu didorong untuk mengimplementasikan Program Pemasyarakatan Sehat secara menyeluruh, yang mencakup : pertama Manajemen Bahan makan yang meastikan kualitas, keberaihan dan pemenuhan gizi. Kedua Standarisasi Kamar Sehat dan kesehatan lingkungan, aturan ini meliputi pembatasan barang pribadi maksimal 6 potong pakaian per orang untuk menjaga sirkulasi udara, serta kewajiban pengecatan dinding kamar menjadi warna putih bersih agar suasana lebih terang dan higienis. Selain itu, pengawasan rutin terhadap sanitasi, saluran air, dan kebersihan seluruh blok hunian menjadi langkah krusial dalam mencegah timbulnya penyakit menular.

​Sebagai penutup, modernisasi sistem administrasi turut diperkuat melalui digitalisasi kompilasi surat-menyurat di bagian Tata Usaha agar pimpinan dapat memantau perkembangan informasi secara transparan dan real-time.  Keberhasilan implementasi standar baru di Lapas Indramayu ini diproyeksikan akan menjadi percontohan bagi Unit Pelaksana Teknis lainnya di seluruh Indonesia dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih modern dan humanis.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi

28.1.26 , ,


Jurnalpelita -  - Nama Sri Budi Hardjo Herman mencuat sebagai salah satu figur kuat calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Indramayu periode 2026–2030. Pria yang akrab disapa SBH ini dikenal sebagai sosok multitalenta dengan segudang pengalaman di dunia olahraga, baik sebagai pengurus maupun atlet.

SBH pernah menjabat sebagai pengurus KONI Indramayu masa bhakti 2002–2006. Pada periode tersebut, ia berhasil membawa Tim Sepak Bola Indramayu meraih medali emas Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat tahun 2003, sebuah pencapaian bersejarah yang masih dikenang hingga kini.

Selain kiprahnya di sepak bola, SBH juga merupakan mantan atlet catur yang sukses meraih medali di ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda). Dedikasinya terhadap olahraga catur tidak berhenti di situ. Hingga kini, ia masih aktif menjabat sebagai Wakil Ketua Pengurus Provinsi Catur Jawa Barat sejak 2006 hingga sekarang. 

Dengan pengalaman panjang tersebut, SBH dinilai memahami betul pahit manisnya mengurus pembinaan olahraga di berbagai cabang. Hal ini membuatnya dianggap pantas menjadi calon Ketua KONI Indramayu yang mampu membawa perubahan positif.

Sejumlah cabang olahraga di Indramayu menilai SBH sebagai figur yang tepat untuk memimpin KONI. Mereka menekankan bahwa kepemimpinan SBH akan membawa semangat baru dalam pembinaan atlet, peningkatan prestasi, serta pengelolaan organisasi yang lebih profesional.

“SBH bukan hanya paham dunia olahraga, tetapi juga punya pengalaman nyata dalam membina atlet dan mengelola organisasi. Figur seperti ini yang dibutuhkan KONI Indramayu,” ujar Ketua Pengkab PBVSI Kabupaten Indramayu Moh. Makholidin Al -Khuddriyi, S. Ag Rabu 28 Januari 2026.

Moh. Makholidin Al-Khuddriyi atau yang akrab disapa Kang Uho, menilai bahwa figur Sri Budi Hardjo Herman bukan saja dikenal sebagai sosok yang kental dengan dunia politik, tetapi juga memiliki rekam jejak panjang di dunia olahraga.

“SBH bukan hanya politisi, tetapi juga seorang organisatoris dan pembina olahraga sejati. Ia paham betul bagaimana membangun prestasi dari bawah, karena pernah menjadi pengurus KONI, atlet, sekaligus pembina cabang olahraga,” ujarnya.

Menurut Kang Uho, pengalaman SBH yang pernah membawa Tim Sepak Bola Indramayu juara Porda 2003, serta kiprahnya sebagai mantan atlet catur peraih medali Kejurda, menunjukkan kapasitasnya sebagai figur multitalenta. Ditambah lagi, SBH masih aktif menjabat sebagai Wakil Ketua Pengurus Provinsi Catur Jawa Barat sejak 2006 hingga sekarang.

“Dengan segudang pengalaman itu, sangatlah pantas jika SBH disebut sebagai calon kuat Ketua KONI Indramayu periode 2026–2030. Ia bukan hanya memahami teori, tetapi juga praktik pembinaan olahraga di lapangan,” kata Kang Uho.

"Satu lagi saya lupa pengalaman SBH, dia juga pernah menduduki sebagai Bendahara bahkan  Wakil Ketua Klub Sepak Bola Persindra Indramayu. Dan ini menambah kuat pengalaman yang dia miliki,"tambahnya.

Kang Uho menyampaikan keyakinannya bahwa jika Sri Budi Hardjo Herman terpilih sebagai Ketua Umum KONI Indramayu periode 2026–2030, beliau mampu menghadirkan terobosan baru dalam hal anggaran untuk pembinaan cabang olahraga. 

“Kami optimis SBH bisa mencari solusi kreatif untuk kebutuhan anggaran pembinaan atlet. Beliau memiliki jaringan luas, beberapa perusahaan, dan rekan bisnis yang juga peduli terhadap dunia olahraga. Itu modal penting untuk mendukung program KONI ke depan,” ujarnya. 

Menurut Kang Uho, keberadaan SBH sebagai figur yang tidak hanya berpengalaman di dunia olahraga tetapi juga memiliki kapasitas di bidang usaha, akan menjadi nilai tambah. Dukungan dari kalangan bisnis diyakini dapat memperkuat pembiayaan kegiatan olahraga di Indramayu, sehingga tidak hanya bergantung pada dana hibah pemerintah daerah.

Dengan kombinasi pengalaman sebagai pengurus KONI, mantan atlet, serta jejaring bisnis yang kuat, SBH dinilai mampu membawa KONI Indramayu lebih maju. “Kami ingin KONI dipimpin oleh sosok yang bisa menggerakkan semua potensi, baik dari pemerintah, swasta, maupun masyarakat. SBH punya kapasitas itu,” tambah Kang Uho.

Kang Uho menekankan bahwa KONI Indramayu membutuhkan sosok yang tidak hanya berintegritas, tetapi juga benar-benar memahami pahit manisnya membina atlet di berbagai cabang olahraga. Figur seperti SBH diyakini mampu membawa KONI Indramayu lebih maju dan berprestasi di tingkat provinsi maupun nasional.

SBH disebut-sebut sebagai calon kuat menjelang Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI Indramayu yang dijadwalkan pada 12 Februari 2026. Publik olahraga Indramayu menaruh harapan besar agar pemilihan Ketua KONI menghasilkan sosok yang berintegritas, visioner, dan mampu membawa olahraga daerah ke tingkat lebih tinggi. 

Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget