Berita Tentang "MotoGP"

Saat trek MotoGP  dilanda hujan, anggota tim harus mempersiapkan motor untuk keadaan hujan.
Andrea Iannone memakai jas hujan balap
Tetepi ternyata bukan cuma motor yang harus disiapkan, tetapi perlengkapan yang dikenakan pembalap juga.

Dilansir dari Boxrepsol.com, ada beberapa bagian dari perlengkapan yang dikenakan oleh Marc Marquez dan Dani Pedrosa yang diubah ketika balapan dalam keadaan hujan.
[ads-post]
    • 1. Helm
      • Helm yang dikenakan pada saat wet race
        Ternyata helm yang dikenakan pembalap MotoGP khususnya tim Repsol Honda diganti pada saat trek basah.

        Ada helm kusus yang dibuat untuk balapan dalam keadaan basah.
        BedanyaSaat trek MotoGP  dilanda hujan, anggota tim harus mempersiapkan motor untuk keadaan hujan.

        Tetepi ternyata bukan cuma motor yang harus disiapkan, tetapi perlengkapan yang dikenakan pembalap juga. dengan helm keadaan kering adalah ventilasi yang dimilikinya.

        Di helm untuk keadaan basah memiliki ventilasi yang sedikit lebih lebar.
    • 2. Knee sliders atau pelindung lutut
      • Pelindung lutut sebelah kiri lebih tebal digunakan saat hujan
        Pelindung lutut yang menempel di baju balap pembalap antara saat keadaan basah dan kering ternyata dibedakan.
        Bedanya sederhana: untuk kondisi hujan, pelindung lutut dibuat lebih tebal.

        Fungsinya, agar ketika motor dalam keadaan miring, pelindung lutut ini menjadi patokan kemiringan motor
        Selain itu juga berfungsi agar melindungi lebih baik saat terjadi kecelakaan atau saat pembalap terjatuh dari motor
    • 3. Visor di helm
      • Visor yang lebih terang (kiri) digunakan ketika hujanVisor di helm berbeda antara saat balapan saat hujan dan tidak.
        Untuk keadaan hujan, visor lebih cerah dibandingkan untuk trek kering.
    • 4. Sarung tangan
      •  Sarung tangan untuk balapan dalam keadaan hujan juga sedikit berbeda.
        Untuk keadaan hujan, sarung tangan tidak sekaku dan seringan pada keadaan kering.

        Sarung tangan dibuat lebih tebal untuk perlindungan ekstra pada keadaan hujan.

        Tetapi hal itu membuat ketidaknyamanan.
        Oleh sebab itu pembalap MotoGP bisa memilih antara keamanan atau kenyamanan.

        Biasanya disediakan beberapa sarung tangan untuk pilihan.
    • 5. Sepatu
      •  Sepatu balap sebelah kanan lebih banyak lubang ventilasi untuk cuaca kering

        Sepatu balap yang digunakan saat hujan juga berbeda dengan saat kering.
        Bedanya satu: saat hujan sepatu dibuat dengan lebih sedikit ventilasi.
        Tentunya pembalap tidak ingin kaki mereka basah ketika membalap saat hujan.
    • 6. Pakaian balap
      •  Andrea Iannone memakai jas hujan balap

        Sebenarnya untuk pakaian balap, sepatu dan sarung tangan di MotoGP, semua sudah terbuat dari material tahan air.

        Tapi jika keadaan hujan sangat deras, para pembalap bisa memakai tambahan jas hujan tembus pandang khusus balap.

Pembalap Movistar Yamaha Valentino Rossi.
Musim lalu dua pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi dan Maverick Vinales musim lalu tampil kurang kompetitif. Menurut pengamatan Silvano Galbusera selaku kepala mekanik Rossi, salah satu hal yang membuat tim Yamaha tertinggal dari Honda dan Ducati adalah masalah Magneti Marelli.

Perangkat elektronik yang dibuat oleh Magneti Marelli berfungsi untuk mengambil data, menganalisa, dan menampilkan kepada operator agar mudah membaca kondisi motor.

Sekitar 10 sensor terpasang pada kuda besi MotoGP yang menggunakan elektronik dari Magneti Marelli diantaranya speed sensor pada ban, traksi kontrol, grip sensor, trotlle sensor. Inilah yang membuat tim Yamaha tertinggal jauh dari pesaingnya yakni Ducati Corse dan Repsol Honda.


Pasalnya, kedua tim kompatriot tersebut sudah mempekerjakan seseorang yang memahami tentang perangkat elektronik tersebut.
[ads-post]
“Ducati telah bekerja dengan Magneti Marelli selama bertahun-tahun dan HRC tahun lalu mempekerjakan satu insinyur elektronik yang pernah bekerja di Ducati dan kemudian di Magneti Marelli. Mereka tahu segalanya tentang sistemnya, jadi lebih mudah bagi mereka untuk menemukan settingan motor yang tepat,” kata Galbusera seperti dikutip dari Motorsport Magazine.

Lalu kenapa tim Yamaha tidak mengikuti skenario yang dilakukan Ducati dan Honda dengan menyewa insinyur? Galbusera menuturkan bahwa sulit untuk menemukan seseorang yang paham terkait sistem Magneti Marelli.

“Bagaimanapun, Yamaha perlu mengerjakan perangkat elektronik untuk menemukan sesuatu yang maksimal seperti yang sudah dilakukan Honda dan Ducati. Sebenarnya ini sangat penting bagi kami, karena kami membutuhkan akselerasi tanpa merusak ban, sekaligus menjaga kelincahan motor,” Galbusera mengakhiri.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget