Berita Tentang "Alam"


Dandim 0616/Indramayu Letkol ARM Andang Radianto S.A.P beserta Personel Kodim 0616/Indramayu, mendatangi Mapolres Indramayu saat akan melaksanakan apel pagi, Jum’at 01 Juli 2022 pagi tadi. Kedatangan mereka dalam rangka ikut memperingati HUT Bhayangkara ke 76.

Kehadiran Dandim di Mapolres Indramayu bertujuan untuk memberikan surprise kepada Kapolres Indramayu bersama jajarannya dalam rangka Hari Bhayangkara Ke-76 Tanggal 01 Juli 2022 ini. Dalam kesempatan kunjungan itu, Dandim 0616/Indramayu mengatakan, di hari Bhayangkara ini berharap Kepolisian Republik Indonesia semakin jaya serta semakin dekat dengan masyarakat khususnya di Indramayu.

“Dan kita juga berharap sinergitas TNI-Polri pada umumnya dan sinergitas TNI-Polri di wilayah Kabupaten Indramayu pada khususnya tetap terjaga, tetap solid dan jaya selamanya,” Katanya.

Sementara itu, Kapolres Indramayu, AKBP M Lukman Syarif, menyambut baik kehadiran Dandim 0616/Indramayu beserta jajarannya.

Kapolres berharap, dengan adanya kegiatan ini, tentunya kedepan semakin menambah erat tali persaudaraan dan membangun sinergitas antara TNI-Polri, Hidup TNI-Polri.




Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

 Jika tekanan gas tinggi maka akan ditarik ke sumur milik Pertamina. Namun, jika tekanan rendah maka akan dibakar Pertamina.
Ilustrasi

PT Pertamina EP ikut turun tangan mengatasi semburan gas di Desa Pagedangan dan Desa Sukaperna, Kecamatan Tukdana Kabupaten Indramayu. Saat ini anak usaha PT Pertamina (Persero) itu tengah menyiapkan beberapa opsi mengatasi semburan tersebut.

Assistant Manager Legal & Relation PEP Jatibarang Field, Ery Ridwan mengatakan ada dua opsi yang dilakukan Pertamina untuk mengatasi semburan gas itu. Pertama, dengan menarik sumber gas itu ke dalam sumur lapangan yang dikelolanya atau BDA-02.

Penyedotan itu bisa dilakukan jika gas itu memiliki tekanan tinggi. Namun, bila tekanan gas yang menyembur ke permukaan itu rendah, Pertamina akan membakarnya. “Mudah-mudahan pressure-nya tinggi sehingga bisa ditarik kalau rendah di-flare,” ujar Ery, Jumat (12/1).

Menurut Ery semburan gas itu di Indramayu ini juga  tidak berbahaya karena merupakan hidro karbon. Jadi karakteristiknya kurang lebih sama dengan gas yang dihasilkan dari timbunan sampah.
[ads-post]
Selain itu, PT Pertamina EP memastikan semburan gas itu  bukan berasal dari kebocoran lapangannya.  Ini karena tim Pertamina EP Jatibarang Field sudah memastikan kondisi aktivitas sumuran masih normal dan tidak ada kebocoran pada flowline (jalur arus) di sekitar lokasi.

Karakteristik gas yang ada berbeda dengan jenis yang berasal dari lapangan yang dikelolanya. Hasil uji lab yang dilakukan Pertamina EP Jatibarang Field, menyebutkan perbedaan itu terutama dalam kandungan Methane (C1) dan karbon dioksida (CO2).

Kemudian asal gas itu juga berbeda. “Perlu diketahui bahwa gas yang kami produksikan berasal dari kedalaman ±1.100 m sedangkan gas yang muncul ini merupakan gas dangkal dari sekitar kedalaman 100 - 200 meter,” kata Jatibarang Field Manager Herman Rachamdi berdasarkan keterangan resminya, dikutip Jumat (12/1).

Akibat gelombang besar dan cuaca buruk, satu perahu nelayan tradisional di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Pecah di hantam ombak besar pada Jum'at (12/1/2018).
Tim Basarnas mengevakuasi korban
Perahu tersebut Terdiri dari 4 nelayan, Tiga diantaranya berhasil selamat, sedangkan seorang lagi di temukan meninggal.

Dantim Pencarian Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS), Sertu SAR. Morgan, membenarkan bahwa ada peristiwa perahu nelayan pecah yang diduga akibat terhantam gelombang besar, "Kami masih belum bisa memastikan penyebab kejadian tersebut, kami masih menunggu keterangan resmi dari hasil autopsi, dugaan sementara akibat perahu dihantam ombak besar" Terangnya.

Setelah Tim SAR terima laporan, mereka langsung melakukan pencarian, Yang dikomandoi Dantim Pencarian Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS).

Saat pencarian korban diawali pada titik awal 0113 1230 G tim mulai melakukan pencarian dari titik koordinat 06° 19' 27.6" S 108° 5' 14.4" E TPI Eretan Kab Indramayu sampai dengan Titik Koordinat ? Dengan hasil nihil.

Namun setelah dilakulan pencarian terus, akhirnya korban berhasil ditemukan.
[ads-post]
Tim SAR dan dibantu satpolairud dan warga berhasil menemukan jasad korban, jam 014.00 di muara gendeng 14/01/2018.

Dikesempatan yang sama, Kasat Polairud, AKP I Nyoman Oka, yang ikut mengevakuasi jenazah, menerangkan identitas korban yang belum diketahui, tidak bisa memastikan bahwa itu jenazah Ilyas. "Setelah di hadirkan pihak keluarga korban, mereka masih meragukan bahwa itu jenazah ilyas, Karna dari ciri jenazah ada kelainan dengan ciri keluarganya, jadi tunggu hasil otopsi dulu" Terangnya.

Saat ini Jenazah sudah di bawa ke Rumah Aakit Bhayangkara losarang Indramayu.

Korban berhasil diidentifikasi.

Beberapa jam setelah korban dievakuasi, Korban yang meninggal berhasil diketahui identitasnya, Korban bernama Ilyas umur 55 jenis kelamin Laki-Laki, warga Desa Suka Haji Blok Sigron RT/RW.05/03 Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu.

Satpol Airud AKP I Nyoman Oka, mengungkapkan bahwa identitas diketahui setelah jalani proses autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Losarang, Indramayu.

"Hasil autopsi dan keterangan pihak keluarga korban, menemui titik terang, bahwa betul itu Ilyas dan sesui dengan ciri-ciri yang di terangkan pihak keluarga korban" Katanya.

Sementara keluarga korban yang Datang ke Rmah Sakit ialah, Anak dari korban, Agus dan Ari alamat desa sukahaji kecamatan patrol Kabupaten Indramayu.

 SUKABUMI -- Gelombang pasang menerjang pesisir selatan Kabupaten Sukabumi tepatnya di Palabuhanratu, Selasa (16/1) sore. Dampaknya, puluhan unit warung atau rumah milik warga di kawasan tersebut mengalami kerusakan ringan dan sedang.
Ilustrasi

Data dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menyebutkan, bencana tersebut terjadi di  Kampung Citepus Kebon Kelapa RT 01 dan 02 RW 03 Desa Citepus Kecamatab Palabuhanratu. Kejadian itu tepatnya terjadi sekitar pukul 17.30 WIB.
"Laporan yang tercatat akibat bencana itu yakni warung/rumah sebanyak 15 unit rusak sedang dan 10 unit lainnya rusak ringan," ujar Koordinator Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi Yana Rusyana kepada wartawan, Rabu (17/1). Beruntung dalam kejadian ini tidak ada warga yang menjadi korban jiwa.

Menurut Yana, pada saat kejadian ketinggian ombak mencapai sekitar dua hingga tiga meter. Selain itu kata dia pada waktu itu wilayah Palabuhanratu diguyur hujan deras yang disertai angin.
Yana menerangkan, jumlah warga yang terdampak bencana sebnayak 25 kepala keluarga (KK) atau setara 100 jiwa. Saat ini kata dia warga tetap bertahan di rumahnya masing-masing.
 [ads-post]
Pasalnya kata Yana, kondisi ombak laut sudah kembali normal. Namun warga tetap diminta waspada menghadapi kemungkinan datangnya gelombang pasang.
Berdasarkan laporan dari relawan desa tangguh bencana (Destana) Desa Citepus gelombang pasang terjadi pada pukul 16.00 WIB, terang Kepala Divisi Operasional, Sumber Daya Manusia, dan Latihan, Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Sukabumi, Asep Edom Saepulloh kepada wartawan, Selasa malam. Ketinggian ombak  pada waktu itu sekitar 3-4 meter.

Kondisi gelombang pasang ini sudah terjadi di selatan Sukabumi dalam tiga hari terakhir. Namun kata dia dampak gelombang pasang yang berdampak pada warung atau rumah warga baru terjadi pada Selasa sore.
Source : Republika

JAKARTA, - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan ratusan rumah di Provinsi Jawa Barat dan Banten rusak akibat gempa 6,1 skala richter yang terjadi, Selasa (23/1/2018).
Gempa bumi bermagnitudo 6,1 yang berpusat di Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (23/1/2018), menyebabkan ratusan rumah rusak di kawasan tersebut.

BNPB melaporkan pusat gempa terjadi di Samudera Hindia dengan kedalaman 64 kilometer, berjarak 43 kilometer barat daya Kabupaten Lebak, Provinsi Banten Selasa, pukul 13.34 WIB.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, berdasarkan data sementara, di Kabupaten Cianjur sebanyak 6 pelajar luka berat dan 2 pelajar luka ringan akibat tertimpa genteng yang runtuh di SMK Tenggeung Kecamatan Tanggeung Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Satu rumah juga rusak berat di Desa Tanggeung sementara satu rumah lainnya di Desa Pagermaneuh juga mengalami hal yang sama.

"Di Kabupaten Sukabumi terdapat 9 rumah rusak ringan, 1 rumah rusak sedang, 1 masjid rusak berat, dan 2 fasilitas umum kesehatan rusak ringan," kata Sutopo, melalui siaran pers, Selasa sore.

Di Kabupaten Bogor, lanjut Sutopo, terdapat beberapa rumah dan bangunan rusak di Kecamatan Sukajaya, Kecamata Nanggung, Kecamatan Megamendung, Kecamatan Caringin, dan Kecamatan Cijeruk.

Sebanyak 7 rumah di antaranya rusak berat dan 5 rumah rusak ringan.

"Data akan bertambah karena diperkirakan masih terdapat bangunan yang rusak," ujar Sutopo.
[ads-post]
Kemudian di Pandeglang terdapat Aula SMA CMBBS Pandeglang roboh dan beberapa rumah mengalami kerusakan. Namun, lanjut Sutopo, hal itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

Sementara di Banten, terdapat 115 rumah rusak, 1 masjid rusak, dan 1 puskesmas rusak. Sutopo mengatakan, BPBD bersama unsur lainnya masih melakukan pendataan dari dampak kerusakan akibat gempa tersebut.

Dampak kerusakan kemungkinan akan bertambah seiring dengan pendataan yang dilakukan.

Guncangan gempa ini, lanjut dia, dapat dirasakan di wilayah Jakarta, Banten, Lampung, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Gempa dirasakan sangat kuat di Banten selama 10 detik. Masyarakat panik berhamburan keluar rumah. Beberapa rumah dan bangunan mengalami kerusakan.

Kemudian gempa juga dirasakan kuat di wilayah Jakarta, khususnya masyarakat yang berada di gedung bertingkat. Guncangan gempa dirasakan 10-15 detik. Masyarakat panik dan berhamburan keluar bangunan.

Di Jawa Barat, gempa juga dirasakan kuat selama 5-10 detik. Masyarakat berhamburan keluar rumah. Sementara di Jawa Tengah, gempa dirasakan lemah hingga sedang selama 5 detik. Namun, tidak ada kepanikan. Masyarakat tetap beraktivitas normal.

Sementara di Lampung bagian selatan, gempa dirasakan lemah hingga sedang. Masyarakat dilaporkan tetap beraktivitas normal.

BNPB mengimbau masyarakat untuk tenang dan tidak terpancing isu-isu yang menyesatkan bahwa akan terjadi gempa susulan yang lebih besar. Sebab, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) belum mampu memprediksi gempa secara pasti.

"Wilayah Selatan Jawa memang rawan gempa dan sepi terjadi gempa-gempa besar, sehingga harus diwaspadai. Saat merasakan guncangan gempa, segera keluar rumah atau mencari tempat-tempat yang aman," ujar Sutopo. (Red)

Menanggapi peristiwa gempabumi tektonik yang terjadi di Provinsi BANTEN, maka kami menyampaikan pernyataan sebagai berikut:
Titik lokasi gempa
Titik lokasi gempa
Hari Selasa, 23 Januari 2018, 13:34:50 WIB dengan kekuatan M 6.4 Kedalaman : 10 km. Namun demikian telah dilakukan pemutakhiran Parameter gempabumi menjadi Selasa, 23 Januari 2018, 13:34:53 WIB dengan Kekuatan : M 6.1 Kedalaman : 61 km.

Gempabumi berpusat di wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa. Karena gempabumi ini relatif kecil sehingga tidak cukup kuat untuk membangkitkan perubahan di dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami.
[ads-post]
Dari hasil monitoring BMKG sampai jam 15:49:18 WIB, telah terjadi 20 gempabumi susulan yang tercatat. Dengan rentang kekuatan gempabumi susulan adalah M 2.5 - M 4.9.

BMKG terus memonitor perkembangan gempabumi susulan dan hasilnya akan diinformasikan kepada masyarakat melalui media.

Source : BMKG

Fenomena amblesnya kolam di Padukuhan Petoyan, Desa Giritirto, Kecamatan Purwosari, Gunungkidul, semakin meluas.
Berselang tiga hari setelah kejadian itu, kedalaman kolam terus bertambah.
Istimewah

Kapolsek Purwosari AKP Budi Kustanto melalui anggota Humas Polsek Purwosari Brigadir Chrismawan menjelaskan, setelah kejadian pertama pada Sabtu (20/1), pihaknya terus melakukan pemantauan.

Kedalaman kolam setelah ambles enam meter, sedangkan pantauan terakhir yang dilakukan petugas pada Rabu (24/1) siang, kedalaman kolam sudah tujuh meter atau bertambah satu meter.

"Ada peningkatan setelah tiga hari pasca amblesnya kolam," kata Chrismawan saat dihubungi Kompas.com, Rabu.
[ads-post]
Sampai saat ini belum diketahui penyebab amblesnya kolam tersebut.
Pihak kepolisian dan pemerintah Kecamatan Purwosari sudah melakukan koordinasi terkait amblesnya kolam yang terletak di pinggir jalan Purwosari-Parangtritis itu.

Petugas kepolisian pun sudah memasang garis polisi agar masyarakat tidak masuk di sekitar kolam.

"Nanti akan dikoordinasikan dengan pihak terkait untuk mencari solusi agar tidak meresahkan masyarakat," ucapnya.

Selain amblesnya kolam, Chrismawan mengatakan, di sekitar lokasi muncul fenomena alam lainnya, yakni keluarnya air dari dalam tanah di sekitar warung milik warga.

"Bapak Kapolsek sudah mengimbau warga untuk tetap tenang dan waspada," ujarnya.

Seorang warga yang bermukim di depan kolam yang ambles tersebut, Warti, menuturkan bahwa sejak kolam itu ambles, di pekarangannya tiba-tiba muncul mata air.

Meski airnya sangat jernih dan mengalir cukup deras, tetapi kemunculan mata air yang tiba-tiba itu justru membuatnya khawatir.

Ia mencemaskan pekarangan yang muncul mata air dadakan tersebut akan bernasib sama seperti kolam yang ambles tersebut.

"Airnya (dari mata air baru) keluar kencang sekali, baru muncul pas usai kolam di depan itu ambles. Saya khawatirnya malah nanti ikut amblong," ucap Warti.

Untuk diketahui, sebelum kolam di depan kantor Kecamatan Purwosari ini ambles pada hari Sabtu lalu, warga mendengar dentuman dari dalam tanah.

Kolam yang awalnya memiliki kedalaman hanya sekitar 30-40 cm mendadak dalamnya menjadi enam meter.(Red)

BOGOR - Awan yang mencakup 37 persen langit di Bogor menghalangi pemandangan gerhana bulan, Rabu, 31 Januari 2018. Sebagian masyarakat melakukan shalat gerhana di 850 masjid yang tersebar di seluruh wilayah Bogor saat terjadi gerhana kali ini.
Ilustrasi/Persiapan melihat gerhana bulan

Kepala Stasiun Klimatologi Dramaga Bogor, Boedi Suhardi menjelaskan fenomena kali ini cukup istimewa karena ukuran bulan terlihat lebih besar dan berwarna merah atau biru. Fenomena tersebut dinamakan super blue blood moon.

Selain awan, masyarakat juga tidak bisa maksimal menyaksikan proses gerhana karena hujan. "Prakiraan itu untuk wilayah Bogor saja," kata Boedi menegaskan hal itu berdasarkan perhitungan Stasiun Klimatologi, enam jam sebelum terjadi gerhana.

Menurut Boedi, gerhana bulan bisa mempengaruhi kondisi cuaca, perilaku hewan dan tumbuhan. Ia juga mengakui biasanya terjadi perubahan tingkat gravitasi bulan yang mempengaruhi kondisi pasang surut air laut selama terjadi gerhana.

"Masyarakat diimbau tetap tenang. Jangan dikaitkan dengan hal mistis seperti halnya bagaimana anaknya (dalam kandungan ibu hamil)," kata Boedi mengimbau. Menurutnya, gerhana bulan kali ini adalah fenomena alam biasa yang terjadi dalam jangka waktu tertentu.
[ads-post]
Sementara menurut Pemrakira Cuaca dari Stasiun Klimatologi Citeko Ronald, gerhana bulan kali ini sebenarnya bisa dilihat dari seluruh wilayah Bogor selama tidak tertutup awan. "Untuk (pemandangan gerhana bulan) yang paling idealnya adalah di Puncak Bogor," katanya menyarankan.

Menurut Ronald, puncak gerhana bulan kali ini terjadi pada rentang waktu setengah jam yakni sekitar pukul 20.30-21.00. Namun, proses atau fase gerhana tersebut menurutnya terjadi selama beberapa jam yakni sejak pukul 19.00 hingga 22.00 WIB.

Salat gerhana

Sejumlah masyarakat mengisi proses gerhana bulan dengan solat sunat di mesjid-mesjid terdekat. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor, Mukri Aji mengatakan salat bisa dilakukan di 850 mesjid yang tersebar di wilayah Kabupaten Bogor.

MUI bahkan membuat kesepakatan dengan majelis ulama di tingkat kecamatan untuk melaksanakan salat gerhana setelah magrib atau isya. Mukri mengajak umat muslim memaknai fenomena alam kali sebagai momentum untuk bertaubat. "Gerhana itu menunjukkan salah satu kekuasaan Allah SWT," katanya.(Red)

Sawah kebanjiran / Ilustrasi
SUBANG - Sekitar 1.040 hektare sawah di Kabupaten Subang dan Indramayu terendam banjir menyusul tingginya curah hujan di kedua wilayah tersebut pada Selasa (6/2) lalu. Meski terendam banjir dengan ketinggian antara 20 hingga 60 sentimeter tanaman padi berusia sekitar satu bulan tersebut masih bisa di selamatkan.

"Terendam selama satu hingga dua hari dan masih bisa diselamatkan atau tidak puso," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Jabar, Ir Hendy Jatnika MM Jumat (9/2).

Menurut Hendy, di Kabupaten Indramayu luas lahan sawah terendam banjir seluas 599 hektare yang berada di Kecamatan Sukra seluas 160 hektare, Kadanghaur seluas 435 hektare, dan Kecamatan Kedokanbunder seluas lima hekatare.

Di Kecamatan Sukra, kata dia, banjir terjadi di Desa Ujungebang 45 hektare, Desa Tegal Taman 105 dan Desa Sumur Raden 10 hektare. Di Kecamatan Kandanghaur, imbuh dia, banjir merendam sawah di Desa Parean Girang 45 hektare, Bulak 135 hektare, Pranti 45 hektare, Eretan Wetan dua hektare, Eretan Kulon 195 hektare, Kertawunangun 15 hektare, dan Desa Soge dua hektare.

Sementara di Kecamatan Kedokanbunder banjir merendam tanaman padi di Desa Kedokanbunder Wetan seluas lima hektare.

Hendy mengungkapkan, banjir di ketiga kecamatan tersebut merendam sawah dengan ketinggian 20 hingga 70 sentimeter. Tanaman padi tersebut, kata dia, merendam sawah dengan kurun waktu satu sampai tiga hari.
[ads-post]
Meski terendam banjir, kata dia, tanaman padi berusia sekitar satu bulan tersebut masih bisa diselamatkan. Ia mengatakan, lahan yang terendam padi tersebut akan terus dipantau oleh jajaran Dinas Pertanian setempat bersama petugas Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura yang ada di daerah tersebut.

" Jika terjadi gejala puso petugas akan membantu petani melakukan penanaman ulang. Tapi mudah-mudahan tak sampai puso," ujar dia.

Sedangkan di Kabupaten Subang, lanjut Hendy, banjir merendam tanaman padi di Kecamatan Blanakan seluas 445 hektare. Banjir tersebut melanda Desa Rawa Mekar (45 hektare), Rawameneng (50), Jayamukti (150), Langensari (20), dan Desa Tanjungtiga 200 hektare.

Ketinggian air di daerah ini antara 20 hingga 50 sentimeter dengan usia tanaman sekitar satu bulan. "Informasi terakhir sudah ada yang surut. Mudah-mudahan tidak puso, masih selamat karena umur tanamannya masih muda. Kalau ada yang puso akan dilakukan tanam ulang secepatnya," tutur dia.

INDRAMAYU -- Banjir yang menerjang lima desa di Kabupaten Indramayu pada Senin (5/2) lalu telah merendam sebanyak 875 rumah. Bantuan logistik pun sudah dikirim ke titik lokasi banjir.

warga yang terdampak banjir tercatat ada 1.093 kepala keluarga.
Ada pun lima desa yang dilanda banjir itu, yakni Desa Sukahaji, Bugel, Limpas, Patrol dan Arjasari. Semuanya terletak di Kecamatan Patrol. Sedangkan warga yang terdampak banjir tercatat ada 1.093 kepala keluarga. "Tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir tersebut," ujar Kepala Bidang Kedaruratandan Logistik BPBD Kabupaten Indramayu, Dadang, Selasa (6/2).

Dadang menyebutkan, ketinggian banjir yang merendam rumah warga itu bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga satu meter. Banjir disebabkan meluapnya Sungai Panggang Welut, yang merupakan anak Sungai Cimanuk, setelah hujan lebat mengguyur sejak Sabtu (3/2) lalu.

Dadang mengatakan, warga yang terdampak banjir sebagian besar memilih bertahan di rumah mereka masing-masing. Namun, BPBD Indramayu tetap mendirikan posko bantuan dan dapur umum di lokasi banjir untuk memenuhi kebutuhan warga korban banjir.

Menurut Dadang, stok bahan pangan untuk warga korban banjir itu masih aman untuk dua hari kedepan. Untuk stok ke depan, BPBD masih menunggu instruksi lanjutan.
[ads-post]
Sementara itu, selain dari BPBD, bantuan pun mengalir dari berbagai pihak, salah satunya Polres Indramayu. Kapolres Indramayu, AKBP Arif Fajarudin, memimpin langsung pemberian bantuan sembako bagi korban banjir di Kecamatan Patrol.

"Dengan bantuan paket sembako, kami berharap bisa meringankan beban warga yang menjadi korban banjir," tutur Arif.

Sementara itu, banjir yang melanda wilayah Kecamatan Patrol mulai surut, Selasa (6/2). Warga pun disibukkan dengan aktivitas membersihkan rumah dan perabot milik mereka yang sempat terendam banjir. "Semoga banjir tidak terjadi lagi," kata seorang warga Desa Limpas, Jajo.

Terpisah,Forecaster BMKG Stasiun Jatiwangi, Ahmad Faa Izyn, menjelaskan, potensi hujan sedang hingga lebat diprakirakan akan terjadi sepanjang Februari 2018. Warga di Wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan) pun diimbau untuk mewaspadai potensi bencana yang terjadi akibat tinginya intensitas hujan tersebut. "Bulan Februari ini merupakan puncak musim hujan," tandas Ahmad. (Red)

 MENARA POST - Gempa bumi berkekuatan 5,0 Magnitudo mengguncang wilayah Bali. Gempa terjadi pukul 08.44 WIB.
Ilustrasi Gempa

Gempa bumi berkekuatan 5,0 Magnitudo mengguncang wilayah Bali. Gempa terjadi pukul 08.44 WIB atau 09.44 WITA.
[ads-post]
Pusat gempa berada di bagian selatan Bali, berjarak 203 km dari Klungkung dan 215 km dari Denpasar. Kedalaman gempa berada 10 km di bawah permukaan laut.
"Gempa ini tidak berpotensi tsunami," kata Kepala Humas BMKG Hary T Djatmiko dalam keterangannya, Rabu (21/2).

Belum diketahui apakah ada korban jiwa maupun luka akibat gempa ini. Selain itu belum ada informasi terkait kerusakan.  

 MENARA POST -  INDRAMAYU -- Memasuki awal musim tanam gadu (kemarau) 2018, kekeringan sudah melanda sejumlah daerah di Kabupaten Indramayu. Kondisi kekeringan itu di antaranya terjadi di sepuluh desa di Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu.
Adapun sepuluh desa tersebut, yakni Desa Karanganyar,Curug, Ilir, Bulak, Pranti,  EretanKulon, Parean Girang, Karangmulya, Wirapanjunan, dan Wirakanan.
Musim Kemarau / Ilustrasi
''Ada ribuan hektare,'' kata Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Kandanghaur, Waryono, dilansir Republika.co.id, Kamis (18/5).

Waryono menyebutkan, tanaman padi di sepuluh desa itu rata-rata baru berumur seminggu sampai sepuluh hari. Namun, kebanyakan masih berupa persemaian.

Waryono mengatakan, selain hujan yang kini sudah jarang, kekeringan juga terjadi karena ketiadaan air di saluran irigasi. Bahkan, keringnya saluran irigasi tersebut membuat petani tak bisa melakukan upaya pompanisasi.
[ads-pos]
''Mau nyedot air gimana, di saluran irigasinya juga tidak ada air,'' kata Waryono.
Waryono mengakui,  sudah ada Kesepakatan Bersama tentang Pembagian Debit Air Daerah Irigasi Bendung Rentang yang dikeluarkan BBWS Cimanuk-Cisanggarung. Dalam kesepakatan bersama yang dihasilkan dari rapat koordinasi sejumlah pihak terkait pada 11 Mei 2018 itu diatur tentang penjadwalan air untuk tiga kabupaten, yakni Kabupaten Indramayu, Cirebon, dan Majalengka.
''Kesepakatan itu memang sudah jalan. Tapi yang jadi persoalan, daerah hulunya juga kering,'' kata Waryono.

Dunia pada awal 2018 ini sudah dibuat panik dengan rentetan bencana alam yang terjadi.
Mulai dari gempa bumi hingga gunung meletus yang terjadi hampir berdekatan.
Pasific Ring Of Fire

Hal ini pun berdampak di Indonesia dan negara-negara kawasan cincin api. Apalagi di Indonesia juga telah terjadi serentetan bencana seperti erupsi gunung Agung, gunung Sinabung dan gempa bumi di Lebak Banten.

Belum lagi di Alaska juga terjadi gempa hingga 7,9 SR yang sempat menimbulkan peringatan tsunami.
Adapun twitter resmi United Nations Secretariat for International Strategy for Disaster Reduction (UNISDR) pada (23/1/2018) menyebut Ring of Fire telah aktif kembali.

UNISDR menyebut “Cincin Api Pasifik Aktif Hari Ini”. UNISDR juga mencatat beberapa aktivitas yang terjadi di Cincin Api Pasifik diantaanya erupsi Gunung Mayon di Filipina, erupsi Gunung Kusatsu Shirane dan menyebabkan longsor di Jepang, gempa di Banten yang terasa juga di Jakarta, hingga gempa 7,9 SR yang sempat menimbulkan peringatan tsunami di Alaska.

Kejadian ini pun terjadi di waktu yang bersamaan. Namun demikian, melalui ABC News Ilmuwan dan ahli geofisika dari USGS, William Yeck meragukan bahwa kejadian-kejadian tersebut mempunyai keterkaitan.

“Sangat tidak mungkin kalau itu berkaitan” ujarnya, Selasa (23/1/2018). Ia juga menambahkan bahwa tidak ada aktivitas yang “tidak biasa” pada cincin api.

Seperti diketahui, Indonesia juga merupakan negara yang berada di garis depan pertemuan antara tiga lempeng, yaitu lempeng Austronesia, Asia, dan Pasifik.
Negara ini berada dalam lilitan sabuk cincin api Pasifik.

Gesekan antar lempeng itu, membuat bawah bumi Indonesia selalu bergejolak dan mendidih.
Tak heran sering terjadi gempa bumi di Indonesia.

Saran BMKG Bila Terjadi Gempa
Ilustrasi

Sebagai pedoman, empat saran dari BMKG saat terjadi gempa bumi, adalah:

1. Jika Anda berada di dalam bangunan.

Lindungi badan dan kepala Anda dari reruntuhan bangunan dengan bersembunyi di bawah meja dll; Cari tempat yang paling aman dari reruntuhan dan goncangan; Lari ke luar apabila masih dapat dilakukan.

2. Jika berada di luar bangunan atau area terbuka.

Menghindari dari bangunan yang ada di sekitar Anda seperti gedung, tiang listrik, pohon, dll
Perhatikan tempat Anda berpijak, hindari apabila terjadi rekahan tanah.

3. Jika Anda sedang mengendarai mobil.

Ke luar, turun dan menjauh dari mobil hindari jika terjadi pergeseran atau kebakaran;
Lakukan point B.

4. Jika Anda tinggal atau berada di pantai.

Jauhi pantai untuk menghindari bahaya tsunami.

5. Jika Anda tinggal di daerah pegunungan.

Apabila terjadi gempabumi hindari daerah yang mungkin terjadi longsoran.
[ads-post]
Jam Kiamat Mendekat
Ilustrasi

Para ilmuwan menggerakkan jarum "Jam Kiamat" mendekati tengah malam, Kamis (25/1/2018).

Ini dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran akan senjata nuklir dan perubahan iklim.

Dikutip dari usatoday.com, Jumat (26/1/2018), "Jam Kiamat" dua menit mendekati tengah malam.

"Karena bahaya yang luar biasa saat ini, jarum menit "Jam Kiamat" kini 30 detik lebih dekat ke malapetaka," kata Rachel Bronson, Presiden Bulletin of the Atomic Scientists.

"Ini adalah jam terdekat yang pernah ada di Doomsday, dan sedekat itu pada tahun 1953, pada puncak Perang Dingin "
Setiap tahun, Bulletin of the Atomic Scientists, memutuskan apakah kejadian tahun sebelumnya mendorong manusia lebih dekat atau lebih jauh dari kehancuran.

"Jam Kiamat" saat ini paling mendekati tengah malam sejak 1953.

Saat itu juga dua menit mendekati tengah malam pada tahun 1953 saat bom hidrogen pertama kali diuji.

"Kami telah membuat pernyataan yang jelas bahwa kami merasa dunia semakin berbahaya," kata Lawrence Krauss, ketua Dewan Sponsor Buletin dan Direktur Proyek Origins Arizona State University.

"Bahaya kebakaran nuklir bukanlah satu-satunya alasan jam telah bergerak maju."

Pengumuman tersebut dibuat di Washington, D.C., di National Press Club.

Diungkapkan, pada 2017, para pemimpin dunia gagal merespon ancaman perang nuklir dan perubahan iklim, membuat situasi keamanan dunia lebih berbahaya daripada setahun yang lalu - dan sama berbahayanya dengan Perang Dunia II.

"Risiko terbesar tahun lalu muncul di dunia nuklir. Program senjata nuklir Korea Utara tampaknya membuat kemajuan luar biasa di tahun 2017, meningkatkan risiko untuk dirinya sendiri, negara-negara lain di kawasan ini, dan Amerika Serikat," ungkapnya.

"Retorika hiperbolik dan tindakan provokatif di kedua belah pihak telah meningkatkan kemungkinan perang nuklir secara tidak sengaja atau salah perhitungan."

"Bangsa-bangsa di dunia harus secara signifikan menurunkan emisi gas rumah kaca mereka agar risiko iklim tetap terjaga,".

Semakin mendekati tengah malam, semakin dekat perkiraan bahwa bencana global akan terjadi.

Yang terjauh dari tengah malam adalah pada tahun 1991, 17 menit sampai tengah malam saat Perang Dingin berakhir.

Jam Kiamat telah dibuat oleh Bulletin of The Atomic Scientists sejak tahun 1947. Kelompok ini didirikan pada tahun 1945 oleh ilmuwan University of Chicago yang telah membantu mengembangkan senjata nuklir pertama di Proyek Manhattan.
Para ilmuwan menciptakan jam pada tahun 1947 dengan menggunakan citra kiamat (tengah malam), (menghitung mundur ke nol) untuk menggambarkan ancaman terhadap kemanusiaan dan bumi. (Red)

Indramayu - Musim penghujan mulai membasahi kawasan Pantura Jawa Barat. Masyarakat sekitar diminta untuk berhati-hati dan mengantisipasi bencana akibat hujan.
Ilustrasi
Sejumlah titik di Kabupaten Indramayu Jawa Barat masih teridentifikasi rawan bencana banjir. Terutama di sepanjang aliran sungai Cimanuk Cisanggarung.

Sedikitnya tujuh tanggul di Kabupaten Indramayu rawan banjir. Secara umum, Jawa Barat rentan bencana hidrologis.

Kepala Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu Edi Kusdiana mengungkapkan, dalam sebuah rapat koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, diketahui setidaknya 52 titik tanggul di sepanjang aliran Sungai Cimanuk yang kritis. Dari 52 titik tersebut, tujuh titik kritis di antaranya berada di wilayah Kabupaten Indramayu.

"Tujuh titik tanggul yang kritis itu berada di sepanjang aliran Sungai Bangkir sampai Waledan," ungkap Edi, Minggu 18/11/2018).

Ketujuh titik tanggul yang kritis itu hingga kini memperoleh atensi ekstra mengingat berpotensi sebabkan banjir. Untuk memastikannya, BPBD Indramayu bersama instansi terkait lain akan menyusuri sungai tersebut.

"Setelahnya, barulah akan dilakukan langkah-langkah antisipasi," kata Edi.

Dalam sebuah kesempatan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan, sebagaimana sejarahnya, sekitar 60% bencana hidrologis di Indonesia terjadi di Jabar. Karena itu, tak mengherankan bila provinsi yang dipimpinnya kerapkali banjir.

"Apalagi dengan manusia (jumlah warga) yang sekarang hampir 50 juta jiwa, tentu menambah (potensi banjir)," paparnya saat di Cirebon.
[ads-post]
Pihaknya mengimbau warga berhati-hati kala melalui jalan lintas provinsi selama musim penghujan seperti sekarang. Dalam sepekan terakhir, tercatat sedikitnya terjadi empat kali longsor di wilayah Jabar.

Namun, dia meyakinkan, pihaknya sendiri telah memiliki SOP sehingga dalam 1 X 24  jam suatu kejadian ditangani. Hanya, terkait banjir, dia berjanji akan merapatkannya dalam waktu dekat.

"Masalah sungai merupakan lintas wilayah, sehingga tk bisa diselesaikan di level wali kota atau bupati. Kami di tingkat pemprov akan segera merapatkannya," tegas dia.

BMKG Stasiun Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, sempat mengingatkan potensi hujan lebat dan angin kencang di Wilayah Cirebon berdampak banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin puting beliung, angin kencang, hingga pohon tumbang dan jalan licin. Masyarakat pun diimbau mewaspadai dampak yang dapat ditimbulkan tersebut.

Imbauan Ridwan Kamil.

Sementara itu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan, berdasarkan catatan sejarah, 60 persen bencana hidrologis Indonesia terjadi di Jawa Barat.

Oleh karena itu, ada atau tidak adanya manusia di Jawa Barat, provinsi terpata pendudukanya itu selalu dilanda bencana hidrologis.

"Apalagi dengan manusia yang sekarang jumlahnya hampir 50 juta jiwa, tentu menambah potensi banjir," kata pria Ridwan Kamil saat berkunjung ke Kota Cirebon, Rabu (14/11/2018).

Ridwan Kamil mengimbau warga untuk berhati-hati saat melewati jalan lintas provinsi di musim penghujan seperti sekarang. Dalam sepekan terakhir ini, tercatat sudah terjadi empat kali longsor.

"Tapi kami sudah punya SOP, sehingga 1 X 24 jam itu sudah beres," tegas Emil.

Untuk bencana banjir, dalam waktu dekat akan segera dirapatkan. Menurut dia, sungai di Jawa Barat merupakan lintas wilayah sehingga tidak bisa diselesaikan di level walikota atau bupati saja.

"Harus ada koordinasi di semua tingkatan untuk mengantisipasi banjir," kata dia. (Red)

FENOMENA Hari Tanpa Bayangan telah terjadi di wilayah Indramayu, Jawa Barat. Peristiwa langka Hari Tanpa Bayangan  itu terjadi hari ini, Kamis, 11 Oktober 2018 sekitar pukul 11:40 WIB.
Kulminasi, Ilustrasi

Forecaster Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Jatiwangi Majalengka Ahmad Faa Izyn menuturkan, puncak titik kulminasi terjadi pada pukul 11.30. Dia menambahkan, titik kulminasi adalah titik di mana posisi matahari tepat berada di posisi langit paling tinggi. "Posisi pergerakan matahari saat ini berada tepat di atas (pulau) Jawa," kata Ahmad,  dikutip dari laman Pikiran Rakyat.Kamis 11 Oktober 2018.

Secara umum, kulminasi utama di Indonesia terjadi antara 22 Februari di Kupang hingga 8 April di Banda Aceh dan 10 September di Banda Aceh sampai 20 Oktober di Kupang.

Hari Tanpa Bayangan disebut juga sebagai kulminasi utama.
Kulminasi atau transit atau istiwa adalah fenomena ketika Matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit.

Saat deklinasi Matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai kulminasi utama.


Pada peristiwa ini, posisi Matahari dari Bumi akan terlihat terus berubah sepanjang tahun antara 23,5 derajat Lintang Utara sampai 23,5 derajat Lintang Selatan.

Hal ini disebut sebagai gerak semu harian Matahari.
Pada tahun ini, Matahari tepat berada di khatulistiwa pada 20 Maret 2018 pukul 23:15 WIB dan 23 September 2018 pukul 08:54 WIB.
[ads-post]
Adapun pada 21 Juni 2018 pukul 17:07 WIB, Matahari berada di titik balik utara dan pada 22 Desember 2018 pukul 05:23 WIB Matahari berada di titik balik selatan.

Menurut informasi BMKG, mengingat posisi Indonesia yang berada di sekitar ekuator, Hari Tanpa Bayangan atau kulminasi di wilayah Indonesia akan terjadi dua kali dalam setahun.
Waktu terjadinya kulminasi tidak jauh dari saat Matahari berada di khawatulistiwa.
Khusus untuk kota Pontianak, Kalimantan Barat, yang terletak di khatulistiwa, fenomena ini terjadi bersamaan dengan saat Matahari tepat di khatulistiwa.
Berdasrakan informasi BMGK, peristiwa di Pontianak itu terjadi pada 20 Maret 2018, yang kulminasi utamanya terjadi pada pukul 11:50 WIB dan pada 23 September 2018 yang kulminasi utama pukul 11:35 WIB.

Di kota-kota lain di Indonesia, Hari Tanpa Bayangan atau kulminasi utama terjadi pada saat deklinasi Matahari sama dengan lintang kota tersebut.

INDRAMAYU – Musim kemarau yang kering kerontang saat ini dampaknya  menyengsarakan  masyarakat, khususnya para petani. Mereka mengeluh krisis air irigasi sehingga menghambat kegiatan usaha pertanian mereka. Selain itu, ada salah satu kecamatan yang menjadi langganan krisis air bersih yaitu Kecamatan Krangkeng.
Edi Kusniana

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu, Edi Kusdiana didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik, Dadang Muliana mengemukakan, dari 31 kecamatan se-Kabupaten Indramayu, terdapat 14 kecamatan rawan dilanda kekeringan saat musim kemarau. Ke-14 kecamatan itu:  Losarang, Krangkeng, Gabuswetan, Lelea, Sindang, Haurgeulis, Widasari, Juntinyuat, Kandanghaur, Kroya, Arahan, Sliyeg, Cikedung dan Jatibarang.
“Bahkan ada kecamatan dilanda krisis air bersih setiap musim kemarau yaitu  Kecamatan Krangkeng,” katanya di ruang kerjanya, Rabu (3/10/18).
Ia mengatakan, selama ini masyarakat Kecamatan Krangkeng selalu proaktif meminta bantuan ke BPPD Indramayu melalui camat agar dikirim air bersih. BPBD Indramayu selalu menanggapi permintaan masyarakat,  karena sudah menjalin kerja sama dengan PDAM Tirta Darma Ayu  Indramayu guna memenuhi air bersih.  BPBD Indramayu juga berkoordinasi dengan Polres dan Kodim.
“BPBD Indramayu selalu merespon permohonan air bersih untuk membantu masyarakat  mengatasi kekeringan dengan bekerjasama PDAM Indramayu dan tim di tingkat kecamatan. Bagi yang membutuhkan air bersih dapat mengajukan permohonan melalui Kepala Desa diketahui camat,” ucapnya serasya menambahkan  musim kemarau  di Jawa Barat akan berlangsung hingga akhir Oktober 2018.
Ia menambahkan, apabila  masyarakat butuh bantuan penanganan bencana, dapat menghubungi  call center pusat pengendalian operasi BPBD di nomor 081998877006. “BPBD memberikan bantuan penanganan bencana seperti angin puting beliung, banjir rob, kekeringan, banjir dan bencana tak terduga lainnya,” jelasnya.

Warga sedang membersihkan saluran air
Desa Jatibarang Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu di guyur hujan semalam.Tak terelakan lagi dampak dari hujan lebat tersebut muncul genangan air di sejumlah titik,bahkan penyumbat laju air di beberapa titik gorong gorong tak luput dari dari perhatian kuwu desa jatibarang Agus Darmawan.

Dengan kesigapan kerja kuwu Ds jatibarang membenahi semua genangan air bahkan gorong gorong penyumbat di kuras seperti di depan kantor UPTD dinas pendidikan jatibarang.mendapatkan perhatian khusus agar air tidak ada lagi genangan.tentu laju air dan gorong gorong menjadi penentu agar air bisa lancar tidak terhambat apalagi ada sumbatan ."kami sebagai kuwu tidak bisa berpangku tangan hanya mendapatkan laporan saja dari pamong semua harus bekerja,melihat,dan merasakan akan kebutuhan masyarakat hujan semalam menjadi berkah sendiri.kami bisa mengevaluasi dan melihat langsung sudah lancarkah arus air bila ada genangan dicarikan pemecahannya agar air bisa lancar".
[ads-post]
Masih menurut kuwu Desa jatibarang prioritas pembangunan di tahun awal dengan jajaran pamong desa dan masyarakat membenahi saluran irigasi dan gorong gorong tentu kami akan menyadarkan pemilik bangunan agar bisa di bongkar demi kenyamanan bersama".tegasnya

Pembuktian kuwu desa jatibarang dalam langkah kerja membangun kebersamaan dengan kerja nyata mendapat Apresiasi dari warganya.khususnya fari Rw 02 yang sering kali mendapatkan genangan langganan banjir bila musim hujan tiba,seperti di katakan  oleh salah satu warga Rw 02 Wandi(49),"Saya secara pribadi merasa bangga atas langkah kerja nyata sesuai dengan janji di saat pencalonan dan kami tidak salah memilih selama bapak kuwu kerja nyata telah di buktikan ,luruskan niat perbanyak Doa".katanya
(Otong.S)

Universitas Negeri Politeknik Indramayu (POLINDRA) gelar seminar ozzon nasional 2 dihalaman universitas polindra pada sabtu 22/9/2019.
Polindra Gelar Seminar Ozon Nasional

Seminar tersebut dibuka oleh perwakilan Bupati Indramayu Suhartati, S.Si., M.Si Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup Kab. Indramayu.

Untuk narasumber pada seminar menghadirkan Ir. Zulhasni, M.Sc. Kepala Subdirektorat Pengendalian Bahan Perusak Ozon, Direktorat Mitigasi Perubahan Iklim, KLHK, Nuriyanto Adi Pradigdo A. Md selaku engineer PT Panasonic dan Deddy El Rashid independent building service engineer consultant.

Zulhasni berharap kepada para peserta setelah diadakan seminar ozzon dapat menerapkannya kembali pada sistem pendidikan.

"Harapan untuk peserta, jika  dilihat dari pertanyaan tersebut, saya lihat mereka bisa memahami apa yang disampaikan, dan mudah-mudahan kedepan mereka bisa  terapkan karena mereka memang bergerak di bidang refrigasi tata udara dan pendingin" katanya.

Jadi, Zulhasni melanjutkan, "kalau misalkan biasanya yang diajarkan hanya bagaimana memperbaiki dan bagaimana sistem pendingin itu sendiri tapi tidak memperhatikan lingkungannya, semoga  kedepan  sudah mulai memperhatikan lingkungan" harapnya.
[ads-post]
Menurutnya, seminar tersebut bisa dilakukan kembali di tahun berikutnya mengingat di tahun sebelumnya telah dilakukan seminar serupa.

"Bisa jadi akan lakukan kegiatan lanjutan. Ini tahun kedua bekerja sama dengan polindra, dulu kami hanya sebagai pembicara tapi saat ini kita benar-benar di agendakan dalam cara dan semua informasi yang masuk kita perhatikan agar benar dan tepat" ujarnya.

Sementara itu, Suhartati sangat apresiasi terhadap seminar yang di gelar oleh polindra sehingga ia sangat bersemangat menjelaskan kepada peserta tentang lapisan ozzon dunia.

"Seminar ozon itu sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan bagi peserta, selain itu juga menambah kesadaran masyarakat tentang apa arti pentingnya ozon" terangnya

Ia menginginkan setelah diadakannya seminar ozon, para peserta dapat turut serta mengurangi penggunaan peralatan yang berdampak buruk pada lapisan ozon dunia.

"Bagi yang sudah memahami, mari kita melindungi bumi ini dari penipisan ozon, Fungsinya sangat besar dan upaya itu ada didalam pelaksanaan kehidupan kita sehari-hari, seperti mengurangi pemakaian bahan perusak ozon yaitu klorin, klorofom, cfc dan sebagainya beralih kebahan ramah ozon" terangnya.

Bahan-bahan tersebut, Suhartati mencontohkan, "ada di barang elektronik seperti AC, pakailah freon yang ada logo ramah lingkungan, Jika mengisi freon di ac atau kulkas pakailah freon yang non cfc, itu freon yang ramah lingkungan, harganya memang lebih tinggi, tetapi kita berkontribusi terhadap  pengurangan penipisan ozon, Artinya kita melindungi bumi dari berbagai segi yakni salah satunya mengurangi penipisan lapisan ozon" ungkapnya.

Terpisah, Kusnandar Wakil Direktur Bidang Teknik Universitas Polindra mengungkapkan Acara seminar hari ozon nasional kedua ini berkaitan dengan lingkungan hidup.

"Kita sebagai institusi pendidikan yang salah satunya fokus dibidang tekhnik pendingin atau udara, Kita memang menggunakan bahan-bahan yang notabene berpotensi untuk merusak ozon, jadi ada kesinergian antara politekhnik dengan kementerian lingkungan hidup dan kehutanan serta institusi terkait yang memang konsen di bidang itu" ungkapnya.

Lapisan ozon adalah lapisan di atmosfer pada ketinggian 20−35 km di atas permukaan Bumi yang mengandung molekul-molekul ozon. Konsentrasi ozon di lapisan ini mencapai 10 ppm dan terbentuk akibat pengaruh sinar ultraviolet Matahari terhadap molekul-molekul oksigen. Peristiwa ini telah terjadi sejak berjuta-juta tahun yang lalu, tetapi campuran molekul-molekul nitrogen yang muncul di atmosfer menjaga konsentrasi ozon relatif stabil."Ungkapnya.
(REDAKSI)

INDRAMAYU – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) melakukan penelitian untuk pemetaan potensi tingkat kerawanan gempa bumi di Desa Pagedangan dan Desa Sukaperna, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu. Hasilnya nanti, bisa menjadi pedoman bagi pemangku kebijakan dan masyarakat dalam pemanfaatan lahan di daerah tersebut.
Ketua Tim Pemetaan Pusat Survei Geologi, Badan Geologi KESDM, Asdani, menjelaskan kegiatan pemetaan mikrozonasi untuk melihat potensi tingkat kerawanan gempa bumi di Desa Pagedangan dan Desa Sukaperna, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Senin (20/8).

"Penelitian sudah dilakukan sejak sebulan terakhir,"  ujar Kepala Sub Bidang Pemetaan Tematik Pusat Survei Geologi Badan Geologi KESDM, Isnu Hajar S, saat ditemui di tengah kegiatan penelitian di Kecamatan Tukdana, Senin (20/8).

Isnu menjelaskan, secara geologis, Kabupaten Indramayu ditutupi oleh batuan berumur kuarter yang relatif muda dan bersifat lepas, yang rentan terhadap bahaya guncangan tanah akibat gempa bumi. Wilayah itupun diduga dilalui patahan-patahan aktif yang sulit diidentifikasi karena tertutupi oleh endapan kuarter tersebut.

Menurut Isnu, penelitian yang dilakukan pihaknya tidak dilakukan menyeluruh di Kabupaten Indramayu, melainkan hanya difokuskan di Desa Pagedangan dan Sukaperna. Pasalnya, di kedua desa tersebut, pernah terjadi semburan gas pada 2015 dan akhir 2017. "Kita lakukan pemetaan mikrozonasi untuk mengetahui kondisi bawah permukaan yang sulit dipetakan," kata dia.
Dengan pemetaan mikrozonasi, akan diketahui zona-zona wilayah mana saja yang memiliki tingkat kerentanan terhadap guncangan tanah atau batuan. Yakni, berupa zona kerentanan guncangan tinggi, sedang maupun rendah.

Hasil pemetaan mikrozonasi itu, lanjut Isnu, bisa memberikan gambaran dalam pengusahaan minyak dan gas bumi di wilayah tersebut. Selain itu, bisa menjadi pedoman bagi masyarakat dan pemerintah dalam pemanfaatan lahan untuk hunian maupun pembangunan infrastruktur.

Untuk zona dengan tingkat kerentanan goncangan tanah rendah, akan menjadi wilayah yang sangat direkomendasikan untuk hunian penduduk ataupun pengusahaan minyak dan gas bumi. Sedangkan untuk zona dengan tingkat kerentanan goncangan tanah tinggi, maha hunian ataupun pengusahaan minyak dan gas bumi harus memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Isnu mengatakan, hasil dari pemetaan mikrozonasi saat ini masih berupa angka-angka. Selanjutnya, akan dilakukan pengolahan data dan disajikan dalam bentuk peta supaya mudah dibaca oleh masyarakat maupun pemangku kebijakan lainnya. ‘’Pengolahan data akan selesai dalam waktu sebulan,’’ tukas Isnu.

Di tempat yang sama, Ketua Tim Pemetaan Pusat Survei Geologi, Badan Geologi KESDM, Asdani, menjelaskan, Kabupaten Indramayu, seperti halnya juga Sumedang dan Majalengka, berpotensi rawan gempa dan longsor. Potensi itu disebabkan adanya patahan Baribis, Cimanuk, dan Bumi Ayu.
Untuk wilayah Kabupaten Indramayu, hingga saat ini belum pernah mengalami gempa besar akibat pergerakan patahan tersebut. Menurutnya, patahan itu tercatat pernah bergerak pada 1990 sehingga menimbulkan gempa di daerah Talaga, Majalengka.

’Indramayu (belum pernah terjadi gempa besar) karena lebih jauh dari source-nya.  Source-nya lebih cenderung ke selatan. Tapi tidak tertutup kemungkinan suatu waktu terjadi di bawah endapan kuarter itu,’’ tandas Asdani. 

Rockall adalah pulau batu tak berpenghuni yang sangat kecil dan biasa-biasa saja dan terletak sekitar 480 km di lepas pantai barat daratan Skotlandia. Dengan lebar lebih dari 25 meter dan tinggi 21 meter, pulau yang sebenarnya adalah plug vulkanik punah ini tampaknya tidak memiliki fitur yang menonjol.
Pulau rockall, pulau yang jadi rebutan 4 negara
Namun, pulau kecil ini menjadi perselisihan internasional selama lebih dari setengah abad. Empat negara – Inggris, Irlandia, Islandia, dan Denmark, semuanya mngklaim pulau ini adalah milik mereka. Mengapa negara-negara ini begitu tertarik pada sepotong batu di antah berantah ini? Jawabannya terletak pada banyaknya ikan di area sekitarnya dan cadangan minyak serta gas yang besar yang tersembunyi di dasar laut sekitarnya.

Rockall adalah piramida granit vulkanik yang muncul dipermukaan Atlantik seperti sirip hiu raksasa. Laut di sini sangat menggelora, sehingga hampir tidak mungkin untuk menentukan tinggi pulau kecil ini secara akurat. Perkiraan tingginya sekitar antara 20 dan 30 meter di atas permukaan laut. Penghuni permanen pulau kecil ini adalah periwinkles (semacam siput) dan moluska laut lainnya. Sejumlah kecil burunglaut menggunakan batu untuk beristirahat di musim panas atau kadang-kadang untuk berkembang biak jika musim panas tenang tanpa gelombang badai yang menghantam pulau ini.
[ads-post]
Meskipun ada referensi tertulis mengenai pulau kecil ini setidaknya sejak abad ke-16, namun pendaratan pertama yang diketahui pada Rockall tidak terjadi sampai awal abad ke-19. Mereka yang bertanggung jawab untuk melaksanakannya adalah awak HMS Endymion pada tahun 1811. Tidak lama setelah kunjungan Endymion, posisi yang tepat dari Rockall telah dimasukkan ke dalam peta/atlas, namun hal itu tidak mencegah kapal bernama SS Norge dari kandas disana pada tahun 1904, yang menyebabkan hilangnya 635 nyawa , bencana terbesar di pulau kecil itu.

Kemudian, pada tanggal 21 September 1955, sebuah helikopter Angkatan Laut mendarat di Rockall dan menurunkan tiga tentara dan seorang ilmuwan, yang kemudian mengibarkan bendera Inggris dan menaruh plat semen yang menyatakan bahwa pulau kecil itu adalah milik Ratu Elizabeth II. Dan pada tahun 1972, Undang-undang inggris yang disahkan oleh parlemen, secara resmi menyatakan bahwa pulau Rockall adalah bagian dari Britania Raya. Tapi klaim tersebut tidak diakui oleh negara lain.

Ambisi kekaisaran Inggris mengklaim pulau kecil itu mengalami kemunduran karena Inggris meratifikasi Hukum Laut Internasional pada tahun 1982, yang menyatakan : “Pulau yang tidak dapat mendukung penghunian oleh manusia atau kehidupan ekonomi secara mandiri, tidak memiliki zona ekonomi eksklusif atau landas kontinen”.

Untuk membuktikan Rockall dapat mendukung hunian, dan karena Rockall adalah bagian kedaulatan wilayah Inggris, maka mantan tentara SAS Tom McClean tinggal di batu tandus itu selama 40 hari pada tahun 1985. Rekor ini dipecahkan pada tahun 1997, Ketika para aktivisGreenpeace mendarat di Rockall dan menghabiskan 42 hari di atasnya sebagai aksi publisitas. Mereka mengklaim Rockall sebagai negara mikro tersendiri dan menamainya Waveland. Mereka bahkan menghapus plat semen yang dibuat tahun 1955, yang menyatakan klaim Inggris pada pulau itu.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget