Japannesia Language School, berkomitmen perluas peluang pemagangan ke Negeri Sakura
Hal tersebut disampaikan oleh Nurkholis selaku Direktur Utama Japanesia Language School dalam acara Sosialisasi Pemagangan ke Jepang yang bertajuk
Sebagai wujud realisasi tingginya permintaan tenaga kerja ke Jepang, khususnya di sektor konstruksi dan keperawatan lansia, Japannesia Language School, berkomitmen untuk memperluas peluang pemagangan ke Negeri Sakura.
Hal tersebut disampaikan oleh Nurkholis selaku Direktur Utama Japannesia Language School dalam acara Sosialisasi Pemagangan ke Jepang yang bertajuk “Cara Cerdas dan Tepat untuk Akselerasi Ekonomi”, yang digelar atas kolaborasi antara Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Indramayu bersama LPK Kaina Indonesia. Rabu, 16/7/2025.
Ia menyevut bahwa saat ini pihaknya fokus karena banyak permintaan pembangunan dari Jepang, terutama di sektor konstruksi yang kekurangan tenaga kerja.
“Maka kita gandeng beberapa BKK, kita ingin lihat apakah lulusan baru ini ada yang tertarik untuk kerja konstruksi. Kalau ada, ini kesempatan besar,” ujar Nurkholis.
Nurkholis menambahkan, peluang kerja di Jepang telah tersedia dan terus meningkat setiap bulannya.
“Saat ini, ada sekitar 30 perusahaan di Jepang yang secara rutin membuka lowongan ke kami. Untuk rekrutmen bulan Agustus saja, seluruh kuota lowongan sudah masuk,” ungkapnya.
Dalam hal ini menurut Nurkholis, Target rekrutmen Japannesia Language School setiap bulan minimal 100 peserta, dengan penempatan terbagi sesuai kebutuhan sektor.
“Laki-laki diarahkan ke sektor konstruksi, sementara perempuan lebih difokuskan ke bidang perawatan lansia,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Nurkholis juga menekankan pentingnya memahami peran dan struktur lembaga. Ia menjelaskan bahwa lembaga pelatihan seperti LPK Kaina Indonesia hanya bertugas mendidik dan membekali keterampilan calon peserta, sementara yang berwenang memberangkatkan adalah Sending Organization (SO) yang telah memiliki izin resmi dari pemerintah.
“Jadi jangan salah paham, yang memberangkatkan itu SO. Japannesia Language School memiliki izin sebagai SO resmi. Kami juga bekerja sama dengan Kaina Indonesia dan yayasan lain dalam struktur pelatihan dan penempatan,” tegas Nurkholis.
Acara sosialisasi yang dihadiri BKK se-Kabupaten Indramayu ini, termasuk dari SMK Losarang, SMK Krangkeng, dan SMK Negeri 1 Indramayu, diharapkan menjadi pintu masuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan dunia kerja internasional.
“Harapannya, peluang yang sudah ada ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh generasi muda Indramayu,” tutup Nurkholis.
(Jidam P)